Totenham Spurs sedang bernegoisasi untuk mendapatkan Son Heung Min

Tottenham Hotspur sedang bernegosiasi dengan Bayer Leverkusen untuk mendatangkan gelandang serang asal Korea Selatan, Son Heung-min dengan nilai transfer yang bisa mencapai £22 juta (€30 juta) atau setara Rp480 miliar. Totenham sangat tertarik kepada Heung Ming. Pengumunan resmi menjadi pemain Totenham Spurs akan segera diumumkan oleh pihak manajemen.

Pada hari Selasa (25/8), Son Heung-min yang berusia 23 tahun tidak ikut serta dalam sesi latihan Leverkusen untuk menghadapi Lazio di kualfikasi Liga Champions dan juga ia tidak akan bermain ketika kedua klub bertemu pada Rabu (26/8) waktu setempat.

Bayern Leverkusen semula memberikan pernyataan bahwa Heung-min absen karena terkena sakit flu, akan tetapi Direktur Teknik Leverkusen, Rudi Voeller memberikan penjelasan tambahan bahwa pemainnya sedang menjalani tes medis bersama Tottenham Spurs.

Rudi Voeller mengatakan bahwa Ada permintaan dan juga ada negosiasi, tetapi belum ada yang dirampungkan. Son memang tidak akan bermain hari ini karena sakit pada akhir pekan lalu. Saat ini ia masih pemain kami. Di sepak bola, saya sering melihat seorang pemain melakukan tes medis namun kemudian tidak ada kesepakatan yang terjadi.

Jika proses transfer ini terlaksana, Son Heung-min akan menjadi pemain dengan nilai penjualan termahal dalam sejarah Leverkusen dan mengalahkan nilai transfer Andre Schuerrle ketika ia pindah ke Chelsea dengan harga 18 Juta Poundsterling.

Son Heung-min sendiri dipilih oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan sebagai pemain terbaik tahun 2014 dan juga menjadi salah satu ikon sepak bola Asia.

Ketika ia menjadi pemain Leverkusen, LG Electronics memutuskan untuk menjadikan sponsor Leverkusen karena Heung-min adalah wajah perusahaan tersebut. LG memberikan dana senilai €6 juta per tahun dan tidak akan memperbarui kontrak jika Heung-min hengkang.

Performa baik Heung-ming bersama Leverkusen membuatnya diincar beberapa klub Inggris, seperti Liverpool dan Tottenham. Sebelumnya, Heung-min juga pernah mengatakan bahwa ia ingin menjajal Liga Inggris.

Kemampuan Son Heung Ming sangat memukau di Leverkusen. Ia begitu lincah dan kecepatannya membuat pemain lawan kerepotan mengawal pergerakan Son Heung Ming.

Lazio Gemilang, Fiorentina terpuruk

Hasil berbeda dipetik dua klub Italia, Napoli dan Fiorentina di pertandingan perdana Liga Eropa dini hari tadi. Bila Napoli berhasil menghancurkan Club Brugge dengan skor 5-0, Fiorentina justru takluk di tangan tamunya, FC Basel, dengan skor 1-2.

Napoli menjalani pertandingan Liga Eropa ini dengan perasaan tertekan lantaran tak pernah menang di tiga laga Serie A. Namun hasil buruk itu sepertinya justru menjadi motivasi untuk tampil lebih ganas di pertandingan melawan Club Brugge.

Hanya dalam waktu 25 menit, Napoli sudah unggul 3-0 lewat gol Jose Callejon di menit kelima dan dua gol dari Dries Mertens di menit ke-19 dan 25. Pada babak kedua, Napoli kembali menambah dua gol lewat Marek Hamsik di menit ke-53 dan gol kedua Callejon di menit ke-77 tanpa sekalipun Club Brugge mampu membalas. Ini adalah sebuah langkah yang sangat penting bagi kami.”

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Kiper Napoli, Pepe Reina mengatakan bahwa kami mampu menjalani pertandingan tanpa pernah sekalipun kehilangan kontrol. Kami benar-benar menjalankan pertandingan dengan sangat baik. Setelah kemenangan ini, Napoli bisa kembali ke jalur kemenangan. Pepe Reina juga menegaskan bahwa seluruh pemain Napoli masih mempercayai pelatih Maurizio Sarri yang terus disudutkan.

Pepe Reina mengatakan bahwa Saya sama sekali tidak memiliki keraguan pada Sarri. Satu hal yang harus kami lakukan setelah ini adalah terus meningkatkan performa setiap minggunya. Usai pertandingan melawan Club Brugge, fokus kami saat ini sudah harus bergeser ke laga lawan Lazio.

Fiorentina merana. Sementara itu meskipun memainkan pertandingan di Artemio Franchi, Fiorentina harus mengakui keunggulan sang tamu FC Basel dengan skor 1-2. Fiorentina unggul lebih dulu melalui Nikola Kalinic pada menit ketiga. Namun kartu merah yang diterima Gonzalo Rodriguez pada di menit ke-65 turut memudahkan Basel mendapatkan momentum untuk bangkit.

Basel mencetak dua gol dalam kurun waktu delapan menit, lewat Birkir Bjarrnason di menit ke-71 dan Mohamed El Nenny di menit ke-79.

Pelatih Fiorentina, Paulo Sousa mengatakan bahwa saya rasa kami memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang kami tampilkan hari ini. Memang kami bermain dengan 10 orang, namun seharusnya kami bisa lebih baik.

Satu tim Italia lainnya, Lazio yang bertandang ke markas klub Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk membawa pulang satu poin berkat hasil imbang 1-1.

Lazio mencetak gol melalui Sergio Milinkovic-Savic di menit ke-34, namun Dnipro sukses menggagalkan kemenangan Lazio lewat gol penyama kedudukan Evhen Seleznyov di menit ke-90.

Genoa menaklukan AC Milan dengan skor tipis

AC Milan menelan kekalahan lagi dengan skor 0-1 kala bertandang ke Genoa pada lanjutan Serie A. Tertinggal cepat usai dibobol oleh Blerim Dzemaili, langkah Rossoneri kian berat usai Alessio Romagnoli diusir oleh wasit.

AC Milan langsung mendapatkan tekanan pada menit ke-5. Gol ini berawal dari skema tendangan bebas, dimana Dzemaili menyodorkan bola ke Diego Capel. Capel mengarahkan tendangan ke gawang, tetapi cuma melenceng ke kiri.

Lima menit berselang, AC Milan kebobolan. Gol ini berawal dari tendangan bebas, Dzemaili mengarahkan tendangan langsung ke gawang. Bola berbelok arah setelah membentur pagar pemain dan bersarang di pojok kanan gawang. AC Milan balas menekan pada menit ke-20. Tendangan Giacomo Bonaventura dari luar kotak penalti masih terlalu tinggi.

Berjarak dua menit, giliran Genoa lagi mengancam. Peluang yang diciptakan berasal dari sepak pojok, umpan lambung Diego Perotti disambut oleh sundulan Nicolas Burdisso. Tetapi sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.

AC Milan mendapatkan peluang emas pada menit ke-35. Umpan silang Bonaventura disundul oleh Mario Balotelli dari jarak dekat. Tetapi berakhir tipis di sisi kanan gawang. Dua menit kemudian, Genoa yang balik menyerang mendapatkan peluang. Tendangan Capel masih mudah diamankan oleh Diego Lopez.

Alih-alih untuk mrmbslas Gol, AC Milan justru mendapatkan hadiah tidak mengenakkan pada menit ke-42. Alessio Romagnoli mendapatkan kartu kuning kedua dan harus keluar dari permainan.

Pada menit ke 48, Luiz Adriano melepaskan tendangan. Tetapi tendangannya tak membuahkan hasil dan dihalau kiper Genoa, Eugenio Lamanna.

Tekanan lain dilancarkan AC Milan pada menit ke-57. Kerjasama Bertolacci dan Balotelli diakhiri dengan tendangan ke gawang berhasil ditepis oleh Kiper Genoa. Pada menit ke-63, Mario Balotelli mendaapatkan peluang lewat bola mati. Tetapi tendangan jauh dari sasaran. Semenit berselang, Balotelli mendapatkan kesempatan dari dalam kotak penalti. Kali ini tendangannya pas di hadapan kiper.

Pada berikutnya Genoa memberikan tekanan beruntun kepada AC Milan. Tekanan ini berasal dari tendangan Olivier Ntcham, Leonardo Pavoletti, dan Capel. Tetapi seluruh tendanganya masih melebar dari mistar gawang.

AC Milan kesulitan untuk mengontrol permainan, sementara Genoa mulai memainkan tempo. Pada menit ke 86, AC Milan mendapatkan peluang dari Adriano. Tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang.

AC Milan pun kesulitan untuk mengontrol permainan. Berdasarkan informasi dari ESPN, Statistik menunjukkan bahwa Genoa sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53%-47%. Tuan rumah Genoa melepaskan 11 percobaan dengan dua tepat sasaran, sedangkan ACMilan mempunyai 12 tembakan di mana tiga mengarah ke gawang.

Dengan hasil ini, AC Milan tertahan di urutan sembilan klasemen dengan nilai sembilan dari enam pekan. Mereka memetik tiga kemenangan dan tiga kekalahan sejauh ini. Sementara Genoa berada di urutan 13 dengan enam poin.

Susunan pemain:

Genoa:
Lamanna; De Maio, Burdisso, Marchese; Figueiras, Rincon, Dzemaili, Laxalt; Capel, Pavoletti, Perotti

Milan:
Diego Lopez; Calabria, Zapata, Romagnoli, De Sciglio; De Jong, Montolivo, Bertolacci; Bonaventura; Luiz Adriano, Balotelli

Sergio Ramos berpendapat Pique layak untuk dicemooh oleh Suporter

Jakarta, cutejapanese.com, Hanya kurang dari 24 jam, Bek asal Real Madrid, Sergio Ramos berubah pikiran dari membela Gerard Pique ke menyerang bek Barcelona tersebut. Sergio Ramos menganggap Geraard Pique mendapat cemoohan suporter karena kesalahannya sendiri.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Macedonia di Skopje, Senin (7/9), Sergio Ramos memberikan dukungannya terhadap Pique yang mendapatkan cemoohan dari suporter ketika memperkuat timnas Spanyol.

Pemain yang bermain untuk Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan bahwa Cemoohan tidak akan membantu siapapun, atau tim di atas lapangan. Pique memberi segalanya di atas lapangan. Lebih cepat cemoohan ini berhenti, maka itu bagus untuk tim. Pique adalah faktor penting di Timnas Spanyol

Namun, setelah Spanyol meraih kemenangan tipis 1-0 atas Macedonia, Selasa (8/9), kapten Real Madrid itu justru menyerang Pique. Sergio Ramos menganggap Pique pantas mendapat cemoohan dari suporter karena tidak mampu menjaga sikap.

Berdasarkan informasi dari Marca, Sergio Ramos mengatakan bahwa Kita semua pernah membuat kesalahan, saya juga. Tergantung orangnya apakah mereka mau tanggung jawab jika melakukan kesalahan. Mengingat rivalitas antara Barcelona dengan Real Madrid, aksi Pique belakangan ini memang tidak membantunya. Rivalitas Barcelona dan Spanyol sangat tajam. Sehingga banyak terjadi pergesekan diantara mereka.

Pique dan suporter Madrid memang tidak memiliki hubungan yang harmonis, terutama setelah bek 29 tahun itu menyindir Los Blancos pada perayaan treble Barcelona akhir musim lalu. Ditanya mengenai sindiran Pique terhadap Madrid, Ramos mengatakan, Saya tidak akan menghakimi perbuatan orang lain. Tetapi, ketika saya menang, saya tidak pernah membicarakan tim lain. Itu yang harus dirubah oleh Pique.

Kenapa Ramos berubah pikiran soal Pique? Bukannya minggu kemaren, Pique dibela oleh Ramos. Ini cuplikan dukungan Ramos terhadap Pique. Sergio Ramos, yang merupakan kapten Real Madrid, menganggap Pique tidak pantas mendapat cemoohan dari suporter klub asal Spanyol manapun saat memperkuat timnas.

Jika Pique mau meminta maaf kepada suporter, itu lebih baik demi Timnas Spanyol. Dan semustinya Bek Real madrid tidak menambah keruwetan ini. Harusnya mentralkan situasi ini.

Gylfi Sigurdsson menjadi Pahlawan Islandia di Piala Eropa 2016

Pada Kualifikasi Group A Piala Eropa 2016, Tim Nasional Belanda menelan kekalahaan tipis atas Islandia. Saat melakukan pertandingan di PSV Stadium, Jumat (4/9/2015) dinihari WIB, Belanda mendapatkan kesempatan pertama pada menit ke-9. Arjen Robben yang melakukan percobaan, meski tendangannya sudah tepat sasaran tetapi belum berbuah gol.

Tujuh menit berselang giliran Wesley Sneijder yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. tendangan tepat sasaran tetapi juga belum membuahkan hasil. Robben melepaskan tendangan dari tengah kotak penalti pada menit 18. Sialnya, belum juga membuahkan hasil. Tendangan pemain asal Bayern Munich itu tiga menit berselang juga sama. Robben lalu harus meninggalkan lapangan lebih awal karena mengalami cedera di menit 31.

Keasyikan menyerang, Belanda malah harus kehilangan satu orang pemain pada menit ke-33. Bruno Martins Indi diusir dari lapangan setelah memukul wajah Kolbeinn Sigthorsson. Sebelumnya, Sigthorsson melakukan pelanggaran pada Martins Indi.

Unggul dalam jumlah pemain, Islandia masih belum bisa keluar dari tekanan Belanda. Tim asuhan Danny Blind itu berhasil menambah dua tendangan tepat sasaran lagi yang dilakukan oleh Memphis Depay (37) dan juga Sneijder (43). Tidak ada gol tercipta pun di babak pertama, skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Belanda kecolongan. Pelanggaran Gregory Van Der Wiel pada Birkir Bjarnason pada menit 50 berbuah penalti untuk Islandia. Gylfi Sigurdsson berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, untuk membawa Islandia unggul 1-0 atas Belanda.

Di sisa pertandingan, Belanda terus menekan untuk menyamakan kedudukan biarpun bermain 10 orang. Biarpun bermain 10 orang, Soccernet mencatat bahwa Belanda melakukan tujuh tendangan ke gawang tetapi empat diantaranya tepat sasaran. Sementara itu, Islandia mampu mencatatkan tiga tendangan ke gawang tambahan, dua di antaranya menemui sasaran.

Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan, Belanda pun takluk 0-1 dari Islandia. Dengan tambahan tiga angka ini, Islandia kian kokoh di posisi pertama klasemen Grup A dengan raihan 18 poin. Sementara itu, Belanda menempati posisi tiga dengan koleksi 10 poin.

Di pertandingan terakhir, Belanda harus menang. Wajib Menang. Jika kalah atau seri, gugur di Kualifikasi Piala Eropa 2016.

Susunan Pemain:

Belanda:
Cillessen, Van Der Wiel, de Vrij, Indi, Blind, Klaassen, Wijnaldum (Promes 80), Sneijder, Huntelaar (Bruma 40), Robben (Narsingh 31)

Islandia:
Halldorsson, Halldorsson, Sigurdsson, Arnason, Skulason, Gudmundsson, Bjarnason, Gylfi, Gunnarsson (Skulason 86), Sigthorsson (Gudjohnsen 64), Bodvarsson

Perburuan Gelar El Pichichi 2015-20116, Milik Christiano Ronaldo

Jakarta, cutejapanese.com — Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama belum mencetak gol pada dua pekan awal La Liga. Namun, Carlo Ancelotti tetap yakin Christiano Ronaldo dan Lionel Messi tetap akan memimpin klasemen pencetak gol terbanyak dengan CR7 jadi pemenangnya.

Ancelotti mengataakan bahwa memang terlihat sedikit aneh ketika Ronaldo dan Messi belum mencetak gol, namun saya tidak akan memiliki keraguan sedikitpun kepada Ronaldo dan Messi. Bagi Ancelotti, Ronaldo dan Messi akan kembali memimpin perburuan pencetak gol terbanyak La Liga musim ini. Dalam enam musim terakhir, Ronaldo dan Messi sama-sama tiga kali memenangkan gelar El Pichichi.

Untuk kali ini, Carlo Ancelotti yakin bahwa Ronaldo akan kembali mengungguli Messi dan duduk di posisi puncak pencetak gol terbanyak. Saya sangat mengenal Ronaldo dan saya berani bertaruh bahwa dialah yang akan memenangi gelar tersebut. Ketika saya melatih Real Madrid, dia mencetak 61 gol sepanjang musim. Dia sangat luar biasa.

Pemain ini memiliki kelebihaan dibandingkan Lionel Messi. Saya sangat yakin dan percaya bahwa Christiano Ronaldo bisa meraih sepatu mas lagi.

Ancelotti pun menyebutkan bahwa Liga Spanyol sangat beruntung bisa memiliki Christiano Ronaldo dan Messi sekaligus dalam kurun waktu yang sama.

Ancelotti mengatakan bahwa Messi dan Ronaldo adalah dua pemain yang masuk barisan pemain terbaik sepanjang masa dan Spanyol sangat beruntung bisa menikmati aksi mereka saat ini.

Musim lalu Ronaldo berhasil menjadi yang tersubur di pentas La Liga dengan torehan 48 gol. Sedangkan Messi berada di posisi kedua dengan 43 gol. Untuk musim sekarang, Christiano Ronaldo belum menghasilkan satu gol pun. Inilah merupakan awal start yang buruk bagi Christiano Ronaldo. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya, Christiano Ronaldo bisa mencetaak lebih banyak gol lagi.

Rafa Benitez harus pintar-pintar dalam menggunakan Ronaldo. Ronaldo adalah pemain spesial dan pemain yang sangat disegani oleh bek-bek lawan.

Apakah Christiano Ronaldo akan menjawab tantangan ini dengan membuktikan bahwa kamu adalah pencetak gol terbanyak di La Liga ? Ronaldo akan memperkuat diri dengan latiha tiap hari.

Jika Depay mencetak Gol ke Gawang PSV, Ia akan rayakan pesta

Memphis Depay sudah menghabiskan 10 tahun bersama PSV Eindhoven. Namun hal itu tidak lantas membuatnya berjanji untuk tidak melakukan perayaan gol. Depay secara tegas menyatakan bakal merayakan golnya jika ia mampu merobek gawang PSV.

PSV jelas memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan karier Depay. Depay ada di tim junior PSV sejak usia 12 tahun dan mendapatkan kesempatan melakukan debut profesional pada usia 17 tahun.

PSV merupakan klub profesional pertama Memphis di mana dia debut usai lulus dari akademi pada 2011. Total Memphis tampil 124 kali di seluruh ajang dengan total 50 gol dan 29 assist.

Musim lalu jadi puncak penampilan Memphis kala dia bikin 28 gol dari 40 penampilan. Karena alasan itulah Memphis didatangkan MU dengan banderol cukup mahal yakni 25 juta poundsterling.

Namun baru beberapa bulan meninggalkan PSV menuju Manchester United, Depay sudah dipertemukan lagi dengan mantan klubnya tersebut. Meski mengakui bahwa PSV berperan besar dalam perjalanan kariernya, namun Depay tetap tak ragu untuk melakukan perayaan gol di Stadion Philips saat ia kini sudah berkostum United.

Depay mengatakan bahwa tentu saja sebuah fakta bahwa saya bermain selama 10 tahun di PSV sebelum saya bergabung dengan Manchester United.

Berdasarkan informasi dari Four Four Two, Depay mengatakan bahwa ini tetaplah sebuah pertandingan biasa bagi saya, jadi saya akan melakukan perayaan bila berhasil mencetak gol. Saya tetap menghormati PSV, namun kini saya bermain untuk United.

Niat Depay untuk melakukan perayaan bila berhasil mencetak gol bisa jadi karena Depay sendiri saat ini tengah berada dalam tekanan. Diharapkan bisa langsung mencuat sejak awal musim, penampilan Depay masih belum konsisten.

Berdasarkan informasi dari Talk Sport, Depay mengatakan bahwa bagi saya ini adalah sebuah pertandingan, jadi saya akan merayakannya jika saya bikin gol.

Depay menambahkan bahwa Saya menghormati PSV tapi saya kini adalah pemain Manchester United.

Pada pertandingan melawan Liverpool pekan lalu, Depay justru ditarik keluar di babak kedua. Ketika Depay digantikan Ashley Young, permainan United justru menjadi lebih baik dan mereka pun sukses mencetak tiga gol tanpa Depay di lapangan.

Valencia lolos ke LC dengan Agregat 4-3 dari Monaco

Valencia berhasil lolos ke Liga Champions setelah mengalahkan AS Monaco dengan keunggulan agregat 4-3 pada hari Rabu dini hari WIB.

Dengan berbekal kemenangan telak di Leg pertama melawan AS Monaco di Staidum Monaco, Valencia mengawali pertandingan dengan penuh semangat. Hasilnya pada menit ke-4 baru berjalan, Valencia berhasil mencetak gol melalui tendangan Lob Negredo. Gol ini berawal dari melihat posisi Danijel Subasic jauh dari gawang, Negredo melakukan tendangan Lob, bola tersebut ke arah tiang jauh untuk menjebol gawang Subasic

Ketinggalan 1-0 dari Valencia, tidak membuat AS Monaco patah semangat. Monaco yakin bahwa dia mampu lolos ke dalam kualifikasi ini. Benar saja, hasil kerja keras AS Monaco membuahkan hasil. Mereka berhasi menyamakan kedudukan pada menit ke-17. Gol iniBerawal dari halauan bola yang tidak sempurna dari barisan belakang Valencia, Andrea Raggi mendapatkan bola dan menyepaknya ke pojok gawang

Gol tersebut memacu semangat Monaco untuk segera mencari gol kedua demi memberi tekanan kepada Valencia. Tapi, tak ada gol tercipta hingga turun minum

Memasuki di babak kedua, AS Monaco masih menguasai jalannya laga dan menekan pertahanan Valencia. Gol kedua akhirnya tercipta untuk Monaco pada menit ke-75. Gol ini berawal dari tendangan Marcelo Carrillo yang berhasil diblok oleh Matt Ryan, bola rebound kemudian disontek oleh Uwa Echiejile untuk membawa AS Monaco unggul 2-1.

Sayangnya, tidak ada gol lagi tercipta hingga 90 menit pertandingan tuntas dan Valencia lah yang berhak lolos dengan unggul agregat total 4-3. Kelolosan Valencia membuat Spanyol memiliki lima tim di fase grup, menyusul Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Sevilla.

AS Monaco tidaklah beruntung karena mereka sudah kalah dulu di Leg pertama. Hasil di Leg kedua tidak menjamin AS Monaco lolos. Tetapi di leg kedua ini, AS Monaco sangat percaya diri dan bermain luar biasa. Melihat pertandingan tadi malam, kami sangat memukau. Karena sebuah team yang mau berusaha keras untuk lolos, tetapi waktu tidak mencukupi untuk menambah pundi-pundi gol lagi.

Susunan Pemain

AS Monaco:
Subasic, Fabinho, Kurzawa (Echiejile 62′), Carvalho, Raggi, Pasalic (Lemar 52′), Toulalan, Silva, Dirar, Martial, Cavaleiro (Carrillo 64′)

Valencia:
Ryan, Barragan, Mustafi, Vezo, Gaya, Fuego, Perez (Danilo 70′), Parejo, Feghouli, Rodrigo (Piatti 63′), Negredo (Alcacer 60′)

Robbie Fowler ingin menjadi Staf Pelatih dibawah Juergen Kloop

Kehadiran Mantan Pelatih Borrusia Dortmund, Juergen Klopp sebagai manajer baru Liverpool mendapatkan tanggapan antusias dari berbagai pihak, termasuk legenda The Reds.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, mantan penyerang Liverpool Robbie Fowler pun demikian. Tidak hanya antusias menyambut peluang Juergen Klopp akan hadir di Anfield, Robbie Fowler pun mengajukan tawaran. Robbie Fowler dengan terbuka menyatakan dirinya dengan senang hati ingin menjadi bagian dari staf pelatih andai Juergen Klopp menjadi manajer Liverpool.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, Robbie Fowler mengatakan bahwa saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak tertarik. Dalam opini saya, Juergen Klopp adalah seorang manajer yang sangat bagus. Fowler mengakui dirinya belum pernah bertemu langsung dengan dan mengenal Klopp secara pribadi.

Namun, lanjutnya, sebagai orang asing ia mengaku takjub dengan apa yang telah jJuergen Klopp lakukan saat melatih klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Saya suka dengan apa yang saya lihat dan ini secara tepat sama dengan Carlo Ancelotti. Saya suka perilakunya, saya suka tingkah Juergen dan cara dia membawa tim bermain sepak bola.

Robbie Fowler yang gantung sepatu pada 2012 silam hanya semusim memiliki pengalaman di bangku kepelatihan. Ia melakoninya saat bermain sekaligus melatih klub Thailand, Muangthong United pada tahun 2011-2012.

Dalam sejarah hidupnya Fowler meniti karier sepak bola profesional bersama Liverpool. Scouser–sebutan untuk penduduk lokal Liverpool–kelahiran 9 April 1975 itu memulai bermain untuk Liverpool sejak 1993. Debutnya terjadi pada 22 September 1993 saat timnya melawan Fulham di babak empat Piala Liga. Ia mencetak gol di laga debutnya tersebut.

Sepanjang kariernya bermain sebanyak delapan musim dalam dua periode. Periode pertama dari awal karier hingga musim 2000/2001 dan periode berikutnya pada musim 2006/2007. Pada periode pertamanya Fowler mencatat rekor 236 kali bermain untuk Liverpool dan mencetak 120 gol. Ia lalu sempat bermain untuk Leeds United dan Manchester City.

Pada musim 2006, Robbie Fowler kembali ke Anfield dan mencetak delapan gol dari 30 penampilan. Saya ingin menjadi staff pelatih dibawah kepemimpinan Juergen Kloop. Dan akan membawa Liverpool ke Tangga Juara.

Josep Guardiola merupakan pilihan utama Alex Ferguson dalam Autobiografi

David Moyes ternyata bukan merupakan pilihan utama Manchester United untuk menggantikan posisi Sir Alex Ferguson usai pensiun pada 2013. Pilihan utama The Red Devils ketika itu adalah Josep Guardiola. Fakta tersebut diungkap Ferguson melalui autobiografi terbarunya berjudul ‘Leading’ yang akan dirilis hari ini, Selasa (22/9). Alex Ferguson mengaku pernah membujuk Guardiola untuk melatih Manchester United

Berdsarkan informasi dari ESPN, Alex Ferguson mengatakan bahwa Saya makan malam bersama Guardiola di New York pada 2012, tapi tidak bisa mengajukan penawaran resmi kepadanya karena pensiun belum ada di agenda saya ketika itu. Saya sangat mengagumi Guardiola. Saya minta dia untuk menghubungi saya sebelum menerima tawaran dari klub lain, tapi dia tidak melakukannya dan kemudian bergabung dengan Bayern Munich pada Juli 2013.

Ketika itu Pep Guardiola baru saja meninggalkan Barcelona dan memutuskan untuk vakum satu musim. Alex Ferguson kemudian memutuskan untuk pensiun dari MU pada Desember 2012, sedangkan satu bulan kemudian pada Januari 2013, Pep Guardiola menerima tawaran Munich.

Setelah gagal meyakinkan Guardiola, Alex Ferguson yang mendapat kepercayaan Manchester United untuk menentukan penerusnya, sempat menominasikan sejumlah pelatih papan atas dunia, seperti, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Juergen Klopp termasuk kandidat yang dipilih Ferguson. Tetapi Jose Mourinho sudah berjanji dengan Roman Abramovich untuk kembali ke Chelsea, dan Carlo Ancelotti akan menggantikannya di Real Madrid.

Alex Ferguson menambahkan bahwa Kami tahu Juergen Klopp betah di Borussia Dortmund, dan akan menandatangani kontrak baru. Sedangkan Louis van Gaal ketika itu sedang memimpin timnas Belanda ke Piala Dunia 2014.

Manchester United akhirnya menjatuhkan pilihan ke David Moyes, Pelatih yang gagal total di Old Trafford. Alex Ferguson mengaku tidak pernah menyesal telah memilih David Moyes dan mengklaim tidak pernah berencana untuk ‘turun gunung’ setelah MU terpuruk di bawah asuhan mantan manajer Everton tersebut.

Alex Ferguson mengatakan bahwa Ada beberapa pihak yang menginginkan saya kembali melatih. Tapi, saya tidak pernah tergoda. Saya hanya ingin David Moyes dan MU menang.