Persiapan Kurang Lama Jadi Kendala Timnas U-22 di SEA Games 2019

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri menyebut raihan medali SEA Games 2019 merupakan capaian yang realistis.

Menurutnya timnas U-22 yang ia pegang saat ini belum menjalani persiapan yang maksimal. Belum lagi dari klub-klub yang kerap menahan beberapa pemainnya.

“Saya pikir, realisitis ya dan ini kan lebih baik dari enam tahun terkahir, kalau ga salah pas SEA Games terkahir dipegang Luis Milla itu perunggu ya. Jadi ini realisitis,” kata Indra Sjafri, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

“Sebenarnya kalau kita lebih siap dalam artian persiapan lebih lama, klub-klub kemarin lebih cepat memberikan pemain itu mungkin hasilnya bisa lebih (medali emas),” jelasnya.

Pelatih Sumatera Barat itu akan mengevaluasi para pemainnya dan nanti hasilnya akan diserakan kepada PSSI sebagai bahan program timnas berikutnya.

“Ya, kita sedang siapkan evaluasi SEA games nanti akan kita report ke PSSI khusunya ke direktur teknik apasih yang kita lakukan untuk persiapan karena ini konteksnya SEA Games tentukan SEA Games yang akan datang,”

“Dari pemain yang sekarang kan masih ada sekitar 10 pemain yang bisa kelahiran 1999 berati cukup dominan, persiapan modalnya seperti apa. Saya rekomendasikan itu, siapa itu pelatihnya yang akan datang biar PSSI yang menentukan,” imbuhnya.

Vincenzo Annese Masuk Bursa Calon Pelatih Timnas Indonesia

PSSI hingga saat ini belum menentukan pelatih kepala Timnas Indonesia untuk menggantikan Simon McMenemy.

Berbagai nama muncul hangat ke permukaan, mulai dari Shin Tae Yong (Korea Selatan) dan Luis Milla (Spanyol) hingga nama-nama pelatih lokal lainnya.

Tak hanya Shin Tae Yong dan Milla, pelatih asal Italia Vincenzo Annese dikabarkan menjadi calon pelatih skuat Garuda lainnya.

“Saya baru mendarat di Jakarta hari ini (12/12/2019). Kabar soal pertemuan saya dengan PSSI? Itu benar,” ujar Annese dikutip dari laman Bola.com.

“Saya akan bertemu dengan PSSI pada minggu ini. Untuk detail harinya, saya tidak bisa memberitahu,” lanjutnya.

Namun Annese mengatakan dirinya masih terikat kontrak dengan timnas Belize, sebuah negara di Amerika Tengah.

“Saya terikat dengan timnas Belize. Saya kesini hanya untuk melakukan interview, hanya itu,” kata Annese.

Vincenzo Annese sendiri pernah melatih PSIS Semarang pada Liga 1 musim 2018, namun dirinya hanya singkat di Mahesa Jenar dan dipecat pada bulan Agustus.

Bersama Timnas Belize, Vicenzo sukses membawa negara Amerika Tengah tersebut merangsek naik ke peringkat ke-168 FIFA atau naik empat peringkat dari bulan lalu.

PSSI kemungkinan akan lebih condong memilih Shin Tae-yong karena pelatih asal Korea Selatan tersebut sangat meyakinkan dalam memaparkan presentasi pada 19 November lalu.

Namun ada kabar Shin Tae Yong telah menerima tawaran dari klub Liga China, Shenzhen FC.

Bek Bhayangkara FC Berharap Indra Sjafri Dipertahankan

Bek Timnas Indonesia U-22, Nurhidayat Haji Haris berharap pelatih Indra Sjafri dipertahankan. Ia menilai, Indra Sjafri sudah memiliki kedekatan dengan pemain.

PSSI belum memutuskan masa depan Indra Sjafri usai meraih medali perak SEA Games 2019. Kontrak pelatih asal Sumatera Barat itu habis pada Desember 2019.

“Semoga beliau bisa diperpanjang lagi, soalnya kita udah kenal lama dengan beliau,” kata Nurhidayat, di Jakarta.

“Jadi kalau dia pelatihnya lagi chamistrynya sudah ada tidak perlu diuji lagi,” ucap bek yang bermain di Bhayangkara FC itu.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule masih harus mengevaluasi kinerja Indra Sjafri.

“Indra Sjafri bagus. Ya nanti akan kami bicarakan tapi tidak sekarang,” ujar Iwan Bule di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

“Sabar, istirahat dulu. Kita diskusi dulu, yang jelas masih ada empat pertandingan senior. Apakah akan combine dengan pemain sekarang,” kata Iwan Bule menambahkan.

Kesempatan terpisah, Indra Sjafri belum mengetahu masa depannya. Ia akan menyampaikan evaluasi ke direktur teknik PSSI terkait program dan pencapaian dalam setahun.

“Nanti saya sampaikan evaluasi ke tim teknis PSSI,” kata Indra Sjafri.

Evan Dimas Harus Istirahat Sebulan

Dokter Timnas Indonesia, Syarief Alwi mengatakan Evan Dimas harus beristirahat selama empat pekan alias sebulan usai mengalami cedera di final SEA Games 2019.

Dokter yang akrab disapa Papi berbicara berdasarkan laporan perkembangan usai menerima hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging) lalu terapi Evan Dimas dan Firza Andika, di Rumah Sakit Royal Progress Sport Medical, Sunter, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

“Evan Dimas telah dilakukan pemeriksaan X-Ray ankle kiri dan MRI pada ankle kiri. Hasilnya, tidak ditemukan kelainan pada tulang pergelangan,” ujar Papi melalui pesan singkat kepada Bolalob, Jumat (13/12/2019).

Papi menambahkan, Evan Dimas harus menjalani terapi kompres es batu dan mengkonsumsi obat untuk menghilangkan nyeri.

“Selama dua sampai tiga minggu Evan Dimas juga harus menjalani fisioterapi. Di minggu keempat dia baru bisa menjalani persiapan penguatan otot dan pergelangan kaki,” ucapnya.

Gelandang Barito Putera itu mengalami cedera saat berhadapan dengan Vietnam di laga final SEA Games 2019. Ia mendapat tekel keras dari bek lawan, Doan Van Hau yang menyebabkan dirinya ditarik keluar lapangan pada menit ke-20

Skuat Timnas di SEA Games 2019 Bisa Main di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Timnas Indonesia tak memiliki jadwal pertandingan hingga bulan Maret 2020 mendatang, usai skuat U-23 tampil di gelaran SEA Games 2019 di Manila.

Seperti diketahui, timnas Indonesia senior masih harus menyelesaikan tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia melawan Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan membuka peluang para pemain U-23 akan tampil di sisa laga kualifikasi Grup G tersebut. Tim asuhan Indra Sjafri meraih medali perak, usai dikalahkan Vietnam di partai final.

“Kami akan melihat apakah nanti saya bisa gabungkan kekuatan mereka (timnas U23 Indonesia) dengan pemain senior,” ujar Mochamad Iriawan yang dikutip dari Antara.

“Nanti kami akan berbicara agar mereka bisa merasakan bagaimana atmosfer pertandingan Kualifikasi Piala Dunia,” ucap Iwan Bule menambahkan.

Indonesia sudah tak memiliki peluang untuk lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022, namun mereka harus meraih poin untuk melaju ke babak selanjutnya kualifikasi Piala Asia 2023.

“Tim ini (pemain timnas U23 Indonesia) akan kami kembalikan ke klub mereka masing-masing,” kata Iwan Bule.

“Kalau timnas U23 Indonesia ada pertandingan dan memang butuh mereka pasti akan kami panggil kembali,” tuturnya mengakhiri.

PSSI sendiri tengah mencari pelatih baru timnas senior untuk menggantikan Simon McMenemy.

Musim Depan Sumardji Tinggalkan Posisi Manajer Bhayangkara FC

AKBP Sumardji mengatakan akan ada pergantian manajer Bhayangkara FC di musim Liga 1 2020. Ia nantinya akan lebih concer sebagai Chief Operating Officer (COO).

Posisinya sebagai manajer bakal digantikan oleh AKBP Nyoman Yogi. Dengan pergantian itu akan membuat Sumardji lebih leluasa mengurusi Bhayangkara FC di segala area, termasuk tim usia muda.

“Tahun 2020 nanti ada manajer baru. Saya tahun depan bakal lebih mengurusi tim sebagai COO. Saya bisa fokus ke tim senior, U-20, U-18, dan U-16,” ujar Sumardji di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

“Nanti manajernya, AKBP Nyoman Yogi. Saya lebih konsentrasi untuk membuat dan mengembangkan akademi Bhayangkara FC. Hal itu akan kita support,” imbuh Sumardji.

Selain itu, Sumardji juga sudah melakukan evaluasi untuk musim depan. Ia tidak ingin terjadi lagi pergantian pelatih di tengah jalan. Hal itu membuat prestasi The Guardian tak stabil di kompetisi musim ini.

“Tahun ini padatnya luar biasa. Tahun 2020 saya evaluasi, sudah bicara sama Yeyen Tumena (direktur teknik). Jangan terulang lagi badai seperti ini, ganti pelatih. Salah pilih pelatih itu, penyakit,” ucapnya.

Bhayangkara FC Apresiasi Keberhasilan Tiga Tim Elite Pro Academy

Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC mencapai kesuksesan pada kompetisi 2019 dengan hadirnya gelar juara Liga 1 EPA U-18. Sedangkan tim U-16 menepati peringkat kedua dan U-20 mencapai babak 4 besar.

Seperti diketahui, Bhayangkara FC meraih gelar juara EPA U-18 setelah di final mengalahkan PSIS Semarang 2-1. Sayang keberhasilan U-18 tak bisa diikuti tim U-16 yang kalah dari Tira Persikabo pada laga final.

Sedangkan tim U-20 berada di posisi empat besar Liga 1 EPA U-20 setelah berhasil mengalahkan PSIS Semarang pada perebutan posisi ketiga. Meski hanya U-18 yang juara, akan tetapi pencapaian tersebut menjadi keberhasilan Bhayangkara FC dalam membina sepak bola usia muda.

Keberhasilan itu membuat manajemen Bhayangkara FC mengapresiasi kinerja tiga tim elite pro academy itu. COO Bhayangkara FC, AKBP Sumardji pun akan fokus membenahi grass root yang ada di tubuh The Guardian.

“Saya inginnya ada tim U-12 dan U-14. Jadi mulai dari SD, SMP, SMA, sampai dengan perguruan tinggi kan, maunya kan seperti itu,” ujar AKBP Sumardji, di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

“Tetapi kan saya harus melihat perkembangan dan situasi yang ada, yang saya pastikan yang ada dulu, mulai dari U-16, U-18, U-20. Tidak menutup kemungkinan mungkin U-14 yang akan kita dulukan, mudah-mudahan kalau bisa sehingga bisa kita sambungkan ke U-16,” ucapnya.

Sementara itu, manajer Bhayangkara FC U-20, Heru Pujihartono semakin tertantang untuk bisa memberikan gelar. “Tugas yang lumayan menjadi tantangan, di tahun 2019 kita bisa masuk ke semifinal. Tahun 2020 target kita juara. Kita siap,” ucap Heru.

Jurgen Klopp Sampai 2024 di Liverpool

Jurgen Klopp telah menyetujui kontrak baru yang akan membuatnya bertahan di Liverpool hingga 2024.

Kontrak itu menjadikan Klopp sebagai manajer terlama klub sejak Bob Paisley.

Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group, telah mencoba untuk memperpanjang kesepakatan Klopp sejak akhir musim lalu ketika pelatih Jerman itu meraih trofi Liga Champions.

Pelatih berusia 52 tahun itu telah menghabiskan tujuh tahun di masing-masing klub sebelumnya – Mainz dan Borussia Dortmund – dan ditetapkan untuk tinggal lebih lama di Anfield dengan kontraknya 7 juta pounds per tahun yang akan berakhir pada 2022.

Klopp sekarang telah menyetujui periode terpanjang dalam karir manajerialnya bersama Liverpool dan akan tetap dibantu oleh asistennya Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders, yang juga telah menyetujui kesepakatan hingga 2024.

Klopp berkata: “Bagi saya pribadi, ini adalah pernyataan niat, pernyataan yang dibangun di atas pengetahuan saya tentang apa yang telah kita capai sejauh ini dan apa yang masih harus kita capai. Ketika saya melihat perkembangan klub dan kerja kolaboratif yang terus terjadi, saya merasa kontribusi saya hanya dapat tumbuh.

“Orang-orang melihat apa yang terjadi di lapangan sebagai ukuran kemajuan kami dan meskipun itu adalah ukuran terbaik, itu bukan satu-satunya ukuran. Saya telah melihat komitmen dari kepemilikan hingga setiap aspek dan fungsi klub yang dapat Anda pikirkan.

“Ketika telepon datang pada musim gugur 2015, saya merasa kami sempurna untuk satu sama lain; jika ada, sekarang saya merasa saya meremehkan itu. Hanya dengan keyakinan total bahwa kolaborasi ini tetap saling melengkapi di kedua sisi sehingga saya dapat membuat komitmen ini hingga 2024. Jika saya tidak melakukannya, saya tidak akan menandatangani ulang.

“Klub ini berada di tempat yang bagus, aku tidak bisa berpikir untuk pergi. Saya juga harus menyoroti peran direktur olahraga kami, Michael Edwards, dalam perjalanan sejauh ini. Masukan dan kolaborasinya sama pentingnya dengan siapa pun dalam menempatkan kami pada posisi untuk bersaing memperebutkan gelar-gelar teratas gim. ”

Liverpool unggul delapan poin di Liga Premier saat mereka mengejar trofi liga pertama dalam 30 tahun dan akan tampil di Piala Dunia Klub. Juara Eropa juga telah membuat kemajuan substansial di luar lapangan juga dengan rmembangun jalan Anfield Road baru yang, mengikuti pembangunan kembali tribum utama, akan meningkatkan kapasitas stadion menjadi lebih dari 61.000. Kompleks pelatihan bernilai 50 juta pounds di Kirkby yang aqqkan selesai musim panas mendatang.

Pemilik utama Liverpool John Henry, ketua Tom Werner dan presiden FSG Mike Gordon mengeluarkan pernyataan bersama untuk menyatakan kegembiraan mereka atas kesediaan Klopp untuk memperpanjang masa tinggalnya.

Persija Lolos dari Degradasi, Edson Tavares: Alhamdulillah

Persija Jakarta berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Madura United pada pekan ke-32 Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Tim Ibu Kota menang dengan skor telak, 4-0.

Hasil itu membuat Persija dipastikan bertahan di Liga 1 pada musim depan. Sebelumnya, tim asal Ibu Kota tersebut terancam masuk zona merah setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Bhayangkara FC dan Perseru Badak Lampung.

“Terima kasih, Tuhan. Alhamdulillah, kami mencetak empat gol pada pertandingan ini. Hasil ini bagus buat kami,” kata pelatih Persija, Edson Tavares.

Edson mengatakan, kemenangan malam ini tidak terlepas dari penampilan apik para pemainnya. Pelatih asal Brasil itu bangga karena para pemainnya mampu bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun.

“Saya pikir semua kesulitan di pekan ini jika kalian analisis, kami kalah karena kehilangan 3-4 pemain. Sekarang Ismed sudah kembali. Lalu, saya pindahkan Novri ke posisi lain. Kami melakukan banyak perubahan. Ramdani, Riko, Fitra menunjukkan performa yang bagus. Tugas saya hampir selesai. Sebelumnya, Persija di posisi bawah. Di era Tavares, kami mendapatkan tujuh kemenangan, empat kali kalah, dan empat kali imbang. Terima kasih kepada semua pemain,” tuturnya.

Dengan kemenangan ini, Persija naik ke posisi 12 dengan poin 41 dan memastikan bertahan di kompetisi kasta tertinggi pada musim depan.

Tugas saya hampir selesai Persija sebelumnya di posisi bawah, Di era tavares kami tujuh menang kalah empat kali, empat kali imbang. Terima kasih kepad apemain dan alhamdulillah.

Semen Padang dan Badak Lampung FC Terdegradasi dari Liga 1

Tiga tim sudah dipastikan turun kasta dari Liga 1 musim ini, setelah pekan ke-31 dimainkan pada hari Jumat (13/12/2019).

Sebelumnya Kalteng Putra menjadi tim pertama yang terdegradasi, usai bermain imbang 0-0 dengan Persipura Jayapura pada hari Kamis (12/12/2019).

Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC mengikuti jejak Kalteng Putra karena menelan kekalahan dari lawan mereka. Dengan koleksi 31 poin, Kalteng Putra tak mungkin lagi beranjak dari zona degradasi Liga 1 2019.

Badak Lampung FC menyerah 2-3 saat menjamu Bhayangkara FC kemarin. Perseru baru mengumpulkan 33 poin dan menempati peringkat ke-16 klasemen sementara Liga 1 2019.

Semen Padang kalah dari tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 2-0, gol Mahesa Jenar dicetak oleh Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto.

Hasil tersebut tak mengubah posisi Semen Padang sebagai juru kunci klasemen dengan 31 poin.

Semen Padang dan Kalteng Putra hanya bertahan satu musim di Liga 1, usai promosi dari Liga 2 pada musim lalu.

Satu klub promosi yang sukses bertahan adalah PSS Sleman, yang tampil impresif dibawah arahan pelatih Seto Nurdiyantoro.