Chelsea memberikan dukungan terbuka terhadap Jose Mourinho

Pihak Chelsea sudah mengeluarkan pernyataan resmi lewat situs resmi Chelsea menyatakan bahwa pihak Manajemen Chelsea dan pemilik klub berdiri sepenuhnya di belakang manajernya, Jose Mourinho. Bunyi dari pernyataan Chelsea menyatakan bahwa klub ingin menegaskan bahwa Jose Mourinho terus mendapatkan dukungan kami.

Pihak Manajemen Chelsea mengatakan bahwa Sebagaimana yang telah dikatakan Jose Mouringo, hasil Chelsea dalam beberapa pertandingan ke belakang tidak cukup baik dan performa tim harus meningkat. Meski demikian, kami percaya kami memiliki manajer yang tepat untuk membalikkan keadaan dan ia memiliki skuat untuk melakukannya.

Pernyataan singkat itu dikeluarkan hanya dua hari setelah Chelsea menerima kekalahan 1-3 dari Southampton di Stamford Bridge pada Sabtu (3/10).

Kekalahan itu adalah yang keempat untuk Chelsea dari delapan pertandingan dan kini The Blues berada di peringkat 16 klasemen sementara. Seusai pertaandingan, Jose Mourinho menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri meski mendapatkan hasil yang buruk dan bahwa klub harus memecatnya jika ia ingin pergi.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya hanya akan mundur jika tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari anak buahnya.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport mengatakan bahwa Orang-orang bisa mengatakan sesuka mereka. Saya kira Anda harus menanyakannya langsung kepada wartawan

Pihak Manajemen Chelsea memberitahukan bahwa makan semeja lah dengan mereka di Cobham (pusat latihan Chelsea) pekan depan. John Terry tidak dipanggil tim nasional dan Diego Costa juga tidak. Demikian pula Ramires. Tanya saja mereka.

Setelah pertandingan itu, Jose Mourinho telah bertemu dengan dewan direksi Chelsea untuk membicarakan hasil buruk yang mereka terima. Dan pihak Dewan Direksi masih mempercayakan kepemimpinan pelatih dibawah Jose Mourinho. Pihak Manajemen Chelsea dan Dewan Direksi, mukjizat itu ada dan bisa dibalikkan.

Kami menyarankan kepada Jose Mourinho agar merubah strategi lama. Berubah menjadi strategi yang taktis dan praktis. Pada saat bursa transfer Januari tahun depan kembali dibuka. Belilah bek yang tangguh dan satu gelandang yang kreatif. Jangan Striker yang tangguh. Diego Costa lebih dilatih lagi agar serangan jangan monoton

Bonek Surabaya, kami hilangkan kecintaan terhadap Sepak Bola (SESI 01)

Surabaya, cutejapanese.com — Sejatinya seorang suporter sepak bola berdiri di atas tribun untuk mendukung klub kebanggaan mereka. Namun hal ini tidak berlaku untuk bondo nekat (bonek), suporter Persebaya 1927 yang selama dua tahun terakhir tidak menginjakkan kaki ke dalam stadion.

Sejak pada tahun 2013 lalu, atau tepatnya ketika terjadi unfikasi antara Indonesian Super League dan Indonesian Premier League, klub Persebaya 1927 dinyatakan tidak boleh lagi berkompetisi. Selama itu juga Bonek 1927 tidak menonton pertandingan di dalam maupun di luar kota Surabaya.

Kehidupan dan kegiatan mereka kini sebatas menonton pertandingan sepak bola kesebelasan lain di layar kaca masing-masing, atau berkumpul di Wisma Persebaya.

Hal ini pula yang dilakukan presidium Bonek 1927, Andy Kristiantono, di basis bonek yang terletak di Jalan Karang Gayam 1, Ploso, Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur. Bersama teman-temannya, di sana ia berkumpul hampir setiap hari dari pagi hingga malam dengan ditemani secangkir kopi yang menjadi minuman favoritnya agar tetap terjaga. Beberapa dari mereka juga bermalam satu-dua hari, semua demi sepak bola Surabaya.

Di halaman belakang wisma, mereka menjalani hari-hari dengan dimanjakan pohon rindang yang melindungi dari cuaca panas kota Surabaya, dengan alunan gitar, dengan bermain kartu, bersenda gurau, sambil menunggu, dan merencanakan aksi-aksi protes untuk memperjuangkan eksistensi Persebaya 1927.

Atribut Persebaya tak pernah lepas dari tubuh mereka, entah itu gelang, kaos, ataupun syal. Berdasarkan informasi yang ada, Andie mengatakan bahwa kami kangen dan pasti berat rasanya. Yang namanya suporter pasti menunggu pertandingan sepak bolaDi Indonesia, mungkin hanya kami yang sudah lebih dari dua tahun tidak menyaksikan pertandingan sepak bola. Tapi kerinduan itu harus dikubur dalam-dalam, harus dihilangkan. Karena kami berada dalam area perlawanan mengembalikan Persebaya ke rumahnya.”

Andie Peci, demikian ia akrab dipanggil oleh rekan seperjuangan dan para wartawan atau pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia. Laki-laki yang gemar memakai flat cap berwarna hitam tersebut sering memimpin aksi-aksi perjuangan Bonek. Pria asal Madiun ini sudah sedari kecil mencintai Persebaya sejak pindah ke Surabaya pada tahun 1996 dan cintanya kepada Persebaya terkadang melebihi masyarakat Surabaya sendiri.

Bersambung ke Sesi 02

Everton mempercundangin Chelsea dengan Skor 3-1 ( Sesi 01 )

The Blues Chelsea kembali menelan kekalahan di Liga Inggris, jadi yang ketiga dalam lima pertandingan. Kali ini Everton yang menaklukkan mereka 3-1 lewat hattrick Steven Naismith.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Goodison Park, Sabtu (12/9/2015) malam WIB, Chelsea sejatinya tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Berdasarkan informasi dari ESPN mencatat bahwa mereka unggul dengan persentase 61% berbanding 39% milik tuan rumah.

Namun demikian, The Blues Chelsea tidak tampak berbahaya sepanjang pertandingan. Chelsea berhasil menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dicatatkan dari 15 upaya menembak. Sementara Everton punya sembilan upaya mengarah ke gawang dari 14 percobaan menembak.

Pada menit ke-17, Chelsea kecolongan melalui sundulan dari Naismith. Hanya lima menit berselang, Naismith mencetak gol kedua. Kali ini melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti.

Tim asuhan Jose Mourinho sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan jarak jauh Nemanja Matic pada menit ke-36. Sejak menipiskan skor, Chelsea kian tampil menekan. Namun kesempatan mereka semakin tertutup saat Naismith mencetak gol ketiga dari sudut sempit pada menit ke-82.

Dengan hasil ini, Chelsea sudah menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan Liga Inggris musim ini. Sang juara bertahan pun sementara terjerembap ke posisi 15 sementara dengan nilai empat, hasil dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Sementara Everton naik ke urutan tiga dengan nilai delapan dari lima laga. Mereka menang dua kali, imbang dua kali, dan kalah satu kali.

Untuk oerincian jalannya pertandingan adalah sebagai berikut : Pada menit-menit awal Chelsea sudah memegaang kendali pertandingan. Mereka melakukan tekanan ke para pemain belakang Everton saat tidak memegang penguasaan bola. Sementara Everton berupaya menyerang lewat aliran bola ke kedua sisi.

Setelah tak ada peluang berarti pada 15 menit pertama, Everton berhasil mendapatkan keunggulan pada menit ke-18. Berawal dari serangan di sayap kiri, Brendan Galloway melepaskan umpan silang dan disambut oleh sundulan Steven Naismith di depan gawang, yang bebas dari kawalan.

Everton nyaris unggul 2-0 pada menit ke-19. Kali ini lewat serangan di sisi kanan, di mana Seamus Coleman mengirim umpan silang yang disundul oleh Arouna Kone. Bola mengarah ke pojok kiri gawang, tetapi Asmir Begovic dengan gemilang menepis.

Everton kemali mengancam pertahanan Chelsea berawal dari sepak pojok yang dihasilkan, tuan rumah kembali mengancam. Tendangan jarak jauh James McCarthy mengarah ke pojok kiri dan dihalau oleh Begovic.

Chelsea kembali kebobolan di menit ke-22. Gol ini berawal dari serangan di sisi kanan, bola dipindahkan ke tengah dan diterima Naismith. Naismith yang tidak mendapatkan gangguan, melepaskan tendangan keras mendatar ke pojok kanan bawah gawang dan menaklukkan Begovic.

Ketertinggalan 2-0 membuat Chelsea menyerang terus. Chelsea mendapatkan peluang emas melalui Cesar Azpilicueta. Bermula melakukan tusukan di sisi kiri dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Bola sempat diblok dan hanya menyentuh samping gawang.

Bersambung ke Sessi 02

Napoli membantai Club Brugge dengan skor meyakinkan di Liga Eropa

Napoli meraih kemenangan pertama di Serie A pada musim ini. Tak tanggung-tanggung, Napoli mendapatkannya setelah menggilas Lazio lima gol tanpa balas.

Pada pertandingan yang digelar di San Paolo, Senin (21/9/2015) dinihari WIB, Napoli berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang telak dengan skor 5-0 atas Club Brugge di Liga Europa tiga hari lalu. Maurizio Sarri pun bertekad mendapatkan poin penuh pertamanya sebagai pelatih Napoli di liga.

Peluang besar di depan mata Sarri setelah Lazio datang dengan kondisi pincang karena beberapa pemain kuncinya absen, seperti Antonio Candreva, Lucas Biglia, Miroslav Klose, Stefan de Vrij, dan Ravel Morrison. Inilah membuat Napoli tampil begitu dominan dengan 64 persen ball possesion, 19 tembakan di mana 10 di antaranya on goal. Sementara itu, Lazio cuma punya satu tembakan tepat sasaran dari sembilan upaya percobaan.

Gonzalo Higuain membuka pesta gol Napoli pada menit ke-14. Gol ini tercipta usai mengecoh Wesley Hoedt dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, yang mengarah ke pojok bawah gawang Federico Marchetti. Allan mencetak gol pada menit ke-35 sekaligus membawa Napoli unggul 2-0. Akselerasi Lorenzo Insigne dari sisi kiri diakhiri dengan umpan tarik yang disambar tendangan keras Allan yang menjebol gawang Lazio.

Pada babak kedua Napoli kian kalap setelah Insigne mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat timnya memimpin 3-0. Insigne dengan mudah menyontek bola merupakan hasil rebound hasil tembakan Higuain.

Higuain mencatatkan lagi namanya di papan skor pada menit ke-59 lewat sebuah solo run yang dituntaskan dengan tendangan ke arah gawang Marchetti. Ini adalah gol ke-10 Higuain dari lima pertemuan dengan Lazio.

Pesta gol Napoli ditutup oleh Manolo Gabbiandini pada menit ke-79 lewat tendangan mendatar. Gol ini tercipta meneruskan umpan terobosan Allan. Lalu dikonversi oleh Gabbiandini menjadi sebuah gol.

Tiga poin pertama Napoli membuat posisi mereka naik ke urutan ke-11 dengan lima poin, setingkat di bawah Lazio yang mempunyai enam poin.

Susunan Pemain

Napoli:
Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Jorginho, Hamsik (David Lopez 60); Insigne (El Kaddouri 74); Higuain (Gabbiadini 65), Callejon

Lazio:
Marchetti; Basta, Mauricio, Hoedt, Radu; Parolo, Onazi, Lulic (Milinkovic-Savic 46); Mauri (Felipe Anderson 46), Matri (Djordjevic 74), Keita

Dimitri Payet On Fire, memboyong 2 gol ke gawang Newcastle

West Ham United mengalahkan tim tamu, Newcastle United, dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Upton park, London dengan skor 2-0, Selasa (14/9) dini hari WIB. Dua gol kemenangan West Ham dicetak Dimitri Payet pada menit ke-9 dan menit ke-48. Payet lagi onfire.

Sebelum pertandingan berlangsung, bus yang membawa kesebelasan Newcastle harus menghadapi kemacetan kota London. Akibatnya polisi pun mengawal mereka hingga ke stadion Upton Park. Pada laga pekan kelima yang dihelat di Boleyn Ground, Selasa (15/9/2015) dinihari WIB, baik West Ham maupun Newcastle sama-sama tampil agresif sejak menit awal.

Berdasarkan catatan dari Soccernet, West Ham mempunyai 17 upaya percobaan sementara, Newcastle mempunyai 14 upaya percobaan. Namun Newcastle melesakkan 4 tembakan secara akurat. Sementara West Ham cuma tiga tembakan yang tepat sasaran.

Namun, West Ham bermain lebih efektif meski mereka kalah penguasaan bola dari Newcastle yakni 31 persen berbanding 61 persen. Hasilnya dua gol mampu dilesakkan oleh Payet di masing-masing babak.

Gol pertama Payet hadir ketika pertandingan baru berjalan 9 menit. Gol ini tercipta berawal dari umpan Mark Noble, Payet dari luar kotak penalti melepaskan tendangan terukur ke pojok kiri gawang tanpa dapat dihalau oleh Tim Krul.

Pada babak kedua tepatnya di menit 48, Payet mencetak gol keduanya memaksimalkan bola rebound tendangan Victor Moses yang mengenai mistar gawang. Dengan gesitnya, payet berhasil menyambar bola tersebut.

Skor 2-0 bertahan hingga laga usai dan West Ham meraih kemenangan kandang pertamanya musim ini, setelah di dua laga sebelumnya kalah dari Leicester City dan Bournemouth. Tambahan tiga angka membuat anak asuh Slevan Bilic itu naik ke posisi kelima dengan sembilan poin.

Kekalahan itu membuat Newcaslt baru mendapatkan satu poin. Itu adalh kemenangan pertama West Ham di kandang sendiri. Setelah pekan-pekan yang lalu kalah.

Susunan Pemain

West Ham:
Randolph; Reid, Tomkins, Ogbonna (Jenkinson 42′), Cresswell; Noble, Kouyate; Moses (Carroll 88′), Lanzini (Obiang 59′), Payet; Sakho.

Newcastle:
Krul; Janmaat, Mbemba, Coloccini, Haidara; Anita (De Jong 60′), Colback; Sissoko, Wijnaldum (Aarons 79′), Thauvin (Perez 60′); Cisse.

Ingin Juara Liga Inggris, Arsenal harus Focus

Ketika mantan klubnya baru memecat manajer, eks wakil kapten Liverpool Jamie Carragher memuji tim asal London Utara, Arsenal.

Carragher menilai bahwa The Gunners, Arsenal memiliki peluang bagus untuk menjuarai Liga Inggris musim ini. Namun, pria yang seumur karier membela Liverpool itu mensyaratkan satu hal yakni The Gunners, Arsenal harus tersingkir dari kompetisi Eropa lebih dulu.

Arsenal saat ini merupakan juru kunci Grup F Liga Champions. Sementara itu di pertandingan domestik tim asuhan Arsene Wenger itu mulai tampil aktif dan mulai menunjukkan performa yang terus meningkat.

Terakhir pada Minggu (4/10) malam WIB, Arsenal berhasil menundukkan Manchester United dengan skor 3-0. Dua gol awal diciptakan Alexis Sanchez dalam tempo waktu satu menit pada menit ke lima sampai enam.

Berdasarkan informasi dari Sky Sports, Carragher mengatakaan bahwa Arsenal tak akan pernah memenangkan Liga Champions dengan tim mereka saat ini, pencapaian terbaik mereka selalu di perempat final. Jadi jika mereka tersingkir lebih cepat, itu mungkin akan jadi keuntungan buat mereka. Musim ini bisa jadi musimnya mereka. Arsenal harus menjuarai liga, itu harus menjadi target utama mereka.

Pandangan serupa juga turut dilontarkan legenda Arsenal, Thierry Henry. Menurut mantan pemain tim nasional Perancis itu, musim ini merupakan kesempatan terbaik dalam beberapa tahun terakhir bagi The Gunners.

Thiery Henry menambahkan bahwa Mereka harus memenangkan liga musim ini. Mereka harus memenangkannya, karena apa yang telah dikatakan Jamie Carragher tadi. Saya tak tahu apakah mereka akan mendapatkan kesempatan lebih baik dari sekarang. Jadi mereka harus memenangkannya.

Selama delapan pekan kompetisi Liga Inggris berjalan, Asenal telah memetik lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah. Arsenal saat ini bercokol di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris. Jumlah poin Arsenal saat ini terpaut dua poin dari pimpinan klasemen sementara, Manchester City.

Pada pertandingan berikutnya, Arsenal akan ditantang Watford di Stadion Vicarage Road, Sabtu (17/10). Setelah itu The Gunners akan menjamu Bayern Munich dalam lanjutan ajang Liga Champions.

Sampdoria naik ke posisi ke-3, setelah mengalahkan Bologna

Sampdoria akhirnya menang atas Bologna. Sampdoria memaksimalkan keunggulan jumlah pemain untuk menekuk Bologna dengan skor 2-0. Kemenangan ini mengangkat Sampdoria ke posisi ketiga di klasemen sementara Serie A. Pertandingan Sampdoria melawan Bologna di Stadio Luigi Ferraris, Selasa (15/9/2015) dinihari WIB, seharusnya digelar pada Minggu (13/9) lalu. Namun, karena ada badai yang menerjang Genoa, pertandingan pun tertunda.

Sampdoria yang bertindak sebagai tuan rumah mendominasi pertandingan ini. Namun, mereka tidak banyak menciptakan peluang di babak pertama. Pada babak kedua, kiper Bologna, Antonio Mirante, membuat penyelamatan gemilang. Dia terbang untuk mementahkan tembakan keras Eder.

Bologna juga tidak mau diam, akhirnya dia membalas serangan Sampdoria. Disinilah terjadi tuker serangan. Serangan Bologna tidak membuahkan hasil. Memasuki menit ke-62, Pemain Bologna, Luca Rizzo diusir oleh wasit setelah menerima kartu kuning kedua.

Hal ini membuat Bologna harus bermain dengan 10 orang pemain. Keunggulan jumlah pemain bisa dimanfaatkan oleh Sampdoria. Sampdoria sangat pintar dalam memanfatkan kekurangan Bologna. Sampdoria menggempur terus pertahanan Bologna.

Akhirnya Sampdoria memecahkan kebuntuan pada menit ke-75 melalui gol Eder. Eder bermain umpan satu-dua dengan Luis Muriel. Dengan lincah, Eder melepaskan tendangan yang sangat keras ke sisi pojok kiri gawang. Tidak puas dengan skor 1-0, Sampdoria melancarkan serangan lagi. Hanya berselang empat menit, Sampdoria berhasil menggandakan keunggulannya melalui Roberto Soriano. Gol ini tercipta berawal dari kreasi Soriano yang membawa bola dan Tembakan Roberto Soriano dari luar kotak penalti membawa tim tuan rumah memimpin 2-0. Skor ini tidak berubah hingga pertandingan selesai.

Berkat kemenangan atas Bologna, Sampdoria naik ke posisi ketiga di klasemen sementara Serie A dengan poin 7. Mereka ada di bawah Inter Milan (9 poin) dan Chievo (7 poin). Bologna terpuruk di urutan ke-19 karena belum mendapatkan poin.

Pahlawan Sampdoria, Eder dan Roberto Soriano menjadi bintang lapangan kali ini

Susunan Pemain
Sampdoria:
Viviano; Cassani (Pereira 21), Silvestre, Moisander, Regini; Ivan (Correa 65), Fernando, Barreto; Soriano; Eder, Muriel (Rodriguez 82)

Bologna:
Mirante; Ferrari, Rossettini, Maietta, Masina; Donsah (Pulgar 68), Taider (Diawara 57); Giaccherini (Rizzo 28), Brienza, Mounier; Destro

Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona 13 September 2015 La Liga Spanyol

Cutejapanese.org, kami akan memprediksi pertandingan antara Atletico Madrid melawan Barcelona merupakan pertemuan pekan ke-3 La Liga Spanyol Musim 2015-2016. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Vicente Calderon, sebagai kandang Atletico Madrid.

Berikut ini merupakan analisa pertandingan antara Atletico Madrid melawan Barcelona, adalah sebagai berikut :

Atletico Madrid

Atletico Madrid berhasil mengemas dua kemenangan pada awal musim kompetisi La Liga 2015/2016, sehingga memiliki modal positif ketika menjamu juara bertahan Barcelona pada tanggal 13 September nanti. Mendapat dukungan publiknya sendiri, Team asuhan Diego Simeone tentunya semakin termotivasi untuk mengimbangi permainan menyerang tim tamu. Kolektivitas permainan para gelandang pekerja keras seperti Koke maupun Gabi, diyakini siap menyulitkan pemain lawan dalam menguasai ball possession.

Sedangkan Antoine Griezmann yang semakin matang di lini depan Los Colchoneros, diprediksi menjadi starter bersama Fernando Torres ataupun Jackson Martinez. Walaupun beberapa prediksi skor akhir pasar taruhan dunia lebih berpihak kepada tim tamu, Atletico Madrid tetap berpotensi memaksakan hasil imbang.

Jika lini pertahanan mereka tampil prima dan displin. Sosok Diego Godin yang selalu menjadi andalan pada sentral pertahanan tuan rumah, diwajibkan bermain taktis serta mampu menjalin koordinasi dengan rekan-rekannya secara baik. Serta bermain displin, Lini depan Barcelonaa akan merasa putus asa.

Barcelona

Barcelona pastinya belum melupakan kenangan manis saat menjadi juara La Liga musim lalu, yang kebetulan mereka pastikan ketika mendatangin Stadion Vicente Calderon. Berbekal catatan tak terkalahkan dari beberapa pertemuan terakhir melawan tuan rumah, team asuhan Luis Enrique siap mencuri hasil positif pada lanjutan kompetisi pekan depan. Skema permainan 4-3-3 sepertinya masih akan menjadi formasi andalan Blaugrana, agar dapat lebih dominan dalam penguasaan bola.

Kinerja Sergio Busquets bersama Andres Iniesta, menurut cutejapanese.com masih merupakan aspek penting di lini tengah tim tamu. Sedangkan trisula penyerang berbahaya Luis Suarez, Neymar dan Lionel Messi, pastinya wajib diwaspadai kubu Atletico Madrid.

Walaupun prediksi skor akhir cenderung meyakini hasil imbang untuk pertemuan mendatang, tetap saja Barcelona sedikit lebih diunggulkan meraih kemenangan, ketimbang lawannya tersebut. Hal tersebut pastinya juga perlu didukung permainan solid dan terkoordinasi antar pemain bertahan, yang diawaki Javier Mascherano beserta Thomas Vermaelen.

Cutejapanese.org, kami memprediksikan bahwa pertaandingan Barcelona melawan Atletico Madrid akan berlangsung sengit dan kami memprediksi Bracelona menang dengan skor 2-0. Karena Trio maut Barcelona sudah lengkap dan pulih

Evan Dimas bukan pemain yang luar biasa, Menurut Indra Sjafrie

Jakarta, cutejapanese.com, Menjadi salah satu harapan publik Indonesia untuk membanggakan nama bangsa ke kancah internasional dunia, Evan Dimas di mata pelatih yang membesarkan namanya, Indra Sjafri, ternyata tidak lebih istimewa dari pemain lainnya. Indra Sfari mengatakan bahwa dia (Evan Dimas) tidak berbeda dengan pemain-pemain lainnya. Evan Dimas itu biasa-biasa saja.

Mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19 itu memang tidak ingin terlalu mengistimewakan satu pemain saja. Menurut Indra bahwa Evan tak ubahnya pemain-pemain U-19 yang pernah ia latih dulu seperti Ilham Udin Armaiyn, dan lainnya.

Performa gemilang Evan Dimas memang tak lepas dari peran Indra yang menjadi “ayah” bagi skuat U-19. Tidak ada masalah. Baik secara teknik atau disiplin, tidak ada masalah apa-apa.

Indra memang dikenal sebagai salah satu pelatih yang tak ingin pemainnya terlalu mendapatkan sorotan media. Sikap tegas Indra terlihat dengan usaha menjauhkan anak asuhnya dari sorotan kamera. Pria asal ranah Minang ini sempat mewanti-wanti agar pemain asuhannya tak terlalu banyak diberitakan berbagai media. Terlebih usai menjuarai Piala AFF U-19.

Dalam mengembangkan potensi di anak-anak muda Indonesia, Indra berharap banyak kompetisi bergengsi digelar. Jika sepak bola kita tak ada kompetisi (usia muda) yang bagus, maka akan banyak bakat-bakat muda yang sia-sia.

Nama Evan Dimas kembali menjadi sorotan setelah pemain Persebaya United itu mendapat tawaran mengikuti uji coba selama satu minggu bersama klub Spanyol, UE Llagostera. Sempat menghebohkan pemberitaan di dalam negeri, Evan Dimas gagal merumput bersama klub yang saat ini berada di kasta kedua sepak bola Spanyol (Segunda Division) tersebut.

Menurut Indra, kegagalan Evan Dimas menembus kancah sepak bola Eropa itu disebabkan masih kurangnya kualitas yang dimiliki oleh mantan anak asuhnya tersebut. Evan Dimas gagal karena kualitas dia masih kurang untuk (bermain) di Eropa.

Indra Sjafri menilai dirinya turut andil dalam kegagalan perjalanannya di Spanyol. Saya jadi tidak enak karena terlalu membesar-besarkan dia.

Indra melanjutkan bahwa proses peralihan Evan dari kelompok muda ke senior yang tidak sempurna. Menurutnya, setiap tahapan akan sangat mempengaruhi performa pemain ke depannya.

Nama Evan Dimas memang mencuat setelah berada di bawah asuhan Indra. Diplot sebagai kapten timnas U-19, pemain kelahiran Surabaya itu semakin berkibar setelah berhasil mengantar tim muda Indonesia menjuarai Piala AFF U-19.

Setelah itu, Evan melanjutkan sensasinya dengan tampil apik di ajang Piala AFC U-19. Setelah mencetak satu gol di laga perdana Piala AFC menghadapi Laos, 8 Oktober 2013. Evan Dimas tampil gemilang di pertandingan berikutnya saat menghadapi Korea Selatan.

Kembali dari Spanyol, Evan bergabung lagi dengan Persebaya United dan turut tampil saat klub tersebut berlaga di ajang Piala Presiden 2015. Evan Dimas hanyalah salah satu nama yang mencuat di tengah keringnya prestasi sepak bola Indonesia, yang kini tampak sedang asyik sendiri dengan kisruh internal dalam negeri.

Dia bukan Thiery Henry, tetapi ia adalah Anthony Martial

Pemain asal Prancis itu menguasai bola dari sisi kanan pertahanan lawan. Dengan giringan bola yang melekat di kaki, ia dengan mudah mengecoh bek lawan yang coba menduga pergerakannya. Aksi itu pun ditutup dengan tembakan terarah ke gawang lawan.

Anthony Martial berasal dari Prancis namun ia tidak mengenakan nomor punggung 14. Ia juga tidak membela Arsenal. Ia bukan Thierry Henry, namun ia bernama Anthony Martial dari Manchester United. Anthony Martial membuat heboh pengujung bursa transfer musim panas ini karena dibeli United dengan harga 36 juta poundsterling.

Anthony Martial dan Manchester United ditertawakan karena menyebut hal ini sebagai sebuah pembelian yang panik dari United karena mereka tidak kunjung mendapatkan striker baru. Dan akhirnya dua pekan setelah pembelian Martial, Liga Inggris kembali bergulir. Martial masih duduk manis di bangku cadangan saat peluit pertandingan dibunyikan oleh wasit Michael Oliver.

Saat pertandingan memasuki menit ke-65, Louis van Gaal akhirnya memutuskan untuk memasukkan Martial menggantikan Juan Mata. Lima menit setelah Martial masuk, United mencetak gol kedua. Namun peran Martial belum terlihat nyata.

Menit demi menit berikutnya pun Martial belum menunjukkan ancaman berarti ke lini pertahanan Liverpool. Kenyamanan lantaran unggul dua gol mendadak berhenti saat Christian Benteke sukses memperkecil skor menjadi 2-1 di menit ke-84.

Liverpool pun makin semangat mengejar gol. Pada momen inilah Martial kemudian beraksi. Sama seperti Henry dulu, ia mengawali gol dengan mendapatkan bola pada posisi yang tak berbahaya dan jauh dari gawang lawan. Lewat kecepatannya, ia kemudian sukses melepaskan diri dari bayang-bayang Martin Skrtel. Nathaniel Clyne yang coba mengejarnya pun tak mampu menghentikan dirinya.

Skrtel dibuat bingung dengan gerakan-gerakan kecil Martial sehingga ia kesulitan menduga apakah Martial akan bergerak ke sisi luar atau dalam. Martial akhirnya melakukan gerakan ke sisi dalam dan Skrtel salah mengantisipasi. Berhadapan dengan Mignolet, Martial dengan tenang melepaskan bola ke arah tiang jauh.

Daley Blind mengatakan bahwa kami semua tentunya sangat gembira karena ia berhasil mencetak gol pertama. Dan gol yang ia cetak sungguh luar biasa.

Gol tersebut gol tipikal Henry. Namun dia bukan Thierry Henry, dia Anthony Martial. Dan Martial pun berhasil memperkenalkan diri kepada publik Inggris dengan gaya terbaik.