Fan Surabaya bersikap dewasa setelah teamnya kalah

Pemandangan berbeda terjadi ketika laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC pada pekan ke-25 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (13/10/18) kemarin.

Usai laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC, ribuan Bonek tampak membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing dengan tertib meskipun tim kebanggaannya kalah tipis 0-1.

Ya meskipun ada satu, dua orang dari Bonek yang meninggalkan stadion dengan menggerutu namun sebagian dari mereka tetap menunjukkan sikap tertib dan dewasa.

Pemandangan ini kontras saat Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung pada Kamis (26/7/18) kemarin, saat itu Bajul Ijo kalah 3-4 menghadapi Maung Bandung.

Usai kekalahan itu lemparan botol terlihat berterbangan dari tribun ke arah lapangan. Tak cukup dengan lemparan botol, pada laga saat itu tampak pula beberapa flare yang dinyalakan oleh sejumlah Bonek pada beberapa sudut Stadion GBT.

Salah satu pentolan Bonek Tulus Budi mengatakan, jika sikap yang dilakukan oleh Bonek pada laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC kemarin merupakan langkah awal mereka untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

“Alhamdulillah hal-hal buruk tidak terjadi di GBT saat Persebaya Surabaya kalah kemarin. Semua ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” katanya.

Eks Gelandang Timnas U-19 Komentari Kekalahan Arema FC dari PSM Makassar

Salah satu laga lanjutan pekan ke-25 Liga 1 2018, PSM Makassar vs Arema FC harus berakhir kekalahan untuk Singo Edan. Kekalahan ini pun mendapat komentar khusus dari eks gelandang Timnas Indonesia U-19, Muhammad Rafli.

Sempat menyamakan kedudukan, Singo Edan kembali kecolongan gol dan bertahan hingga akhir. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim yang berjuluk Juku Eja.

Gelandang muda Singo Edan M. Rafli menilai jika performa timnya telat panas akibat kebobolan lewat gol cepat M. Rahmat. Menurutnya gol pada menit ke-7 itu mengganggu konsentrasi pemain Arema FC.

“Efek pemanasan yang kurang maksimal sepertinya. Jadi terlambat panas waktu pertandingan,” ujar Rafli seusai laga, Minggu (14/10/18).

Rafli yang pernah berseragam Timnas Indonesia U-19 masuk sebagai pengganti, menggantikan Jayus Hariono sebagai upaya menambah alternatif serangan Arema. Benar saja, Rafli berhasil memberikan assist kepada gol semata wayang Arema yang dicetak Nur Hardianto.

Akan tetapi, Rafli juga yang melakukan blunder terhadap gol kemenangan tuan rumah yang dicetak oleh Guy Junior. Kontrol bola yang dilakukan Rafli kurang sempurna dan justru mengarah kepada Guy Junior yang berhasil memanfaatkan momen tersebut menjadi gol.

Boaz Kembali Absen, Ini yang Dilakukan Persipura Jayapura untuk Hadapi Persib Bandung

Salah satu laga lanjutan pekan ke-25 Liga 1 2018, yaitu Persipura Jayapura vs Persib Bandung akan segera dimainkan di Stadion Mandala, Senin (15/10/18) hari ini.

Kabar buruk menimpa skuat Mutiara Hitam yang masih belum bisa diperkuat oleh sang kapten, Boaz Solossa karena masih dibekap cedera.

Tanpa kehadiran Boaz, pelatih Persipura, Oswaldo Lessa mengungkapkan ia telah menyiapkan pengganti untuk mengisi pos yang ditinggalkan sang kapten.

“Boaz tidak bisa bermain karena cedera, kita sudah siapkan pengganti, ada Frisca Womsiwor, Ronaldo Wanma dan lainnya,” ungkap Lessa kepada INDOSPORT, Minggu (14/10/18) kemarin.

Selain tanpa Boaz, Persipura juga punya catatan kurang memuaskan di lini depan. Tercatat, dalam empat laga terakhir Persipura hanya bisa membuat satu gol per pertandingan.

Untuk itu, Lessa meminta timnya untuk bermain dengan agresifitas tinggi agar bisa mencetak gol lebih banyak lagi saat menghadapi Persib.

“Kita tidak bermain seperti yang saya suka. Tapi kita tahu liga berat sekali dan saya tidak punya banyak waktu penuh dari awal. Saya membutuhkan banyak waktu, tapi kita harus realistis dan harus bermain dengan agresifitas tinggi untuk bisa cetak gol besok,” jelasnya.

Egy Maulana Vikri Nilai Timnas Indonesia U-19 Masih Diremehkan

Egy mengingatkan timnya tidak terlena dengan kemenangan uji coba kontra Yordania.

Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan pada laga uji coba kontra Yordania U-19. Garuda Nusantara mengalahkan lawannya dengan skor 3-2 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, kemarin.

Meski menang, sayap timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri, tak ingin rekan setimnya jemawa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya masih ada yang perlu diperbaiki.

Apalagi, pertarungan sesungguhnya timnas Indonesia ada di Piala Asia U-19. Ajang tersebut akan mulai berlasung pada 18 Oktober sampai dengan 4 November 2018, di Tanah Air.

“Ini kemenangan bagus buat kami. Tapi ini masih sebatas uji coba saja jelang Piala Asia. Meski hasilnya menang, ini akan tetap menjadi bahan evaluasi untuk semua,” ujar Egy.

“Target kami tentunya menang. Kami akan buktikan bahwa Indonesia layak lolos ke Piala Dunia. Kami butuh dukungannya. Saya tahu sekarang kami banyak diragukan. Namun kami yakin bisa melakukannya,” tambahnya.

Empat tim yang melaju ke semi-final Piala Asia bakal langsung mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 tahun depan. Pada ajang tersebut timnas Indonesia U-19 menempati Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Cina Taipei.

Toni Kroos Tak Bahagia Jalani Posisi Baru Di Real Madrid

Kroos mengaku canggung dengan peran yang ditugaskan oleh Lopetegui sebagai pelatih Los Blancos saat ini.

Toni Kroos merasa tak bahagia menjalani posisi barunya di Real Madrid musim 2018/19 ini.

Kroos biasanya ditempatkan sebagai pengatur serangan ketika di bawah arahan Zinedine Zidane, tapi Jule Lopetegui selaku pelatih anyar mengubah perannya.

Sejauh ini, sang gelandang internasional Jerman ditempatkan lebih ke belakang, yang sering diisi oleh Casemiro musim lalu.

Dan menanggapi hal tersebut, Kroos yang sudah berkostum Los Blancos sejak 2014 lalu mengaku tak senang.

“Sebuah tantangan bagi saya untuk bisa membalikkan situasi sekarang ini. Kami sudah menunjukkan bisa melewati krisis,” ujarnya yang juga membahas kondisi tim.

“Kami selalu memiliki fase seperti ini, tidak mengkhawatirkan saya. Saya suka bermain lebih ke belakang, tapi saya bukan Casemiro.”

Madrid akan berusaha bangkit dari catatan negatif mereka di awal La Liga Spanyol musim ini ketika menjamu Levante pada 20 Oktober mendatang.

Ajax Emoh Lepas Matthijs De Ligt Ke Barcelona Di Musim Dingin

Harapan Barca untuk buru-buru menambal kerapuhan lini belakang tampaknya urung terwujud, karena Ajax enggan melepas aset mereka awal tahun depan.

Direktur olahraga Marc Overmarc mengubur impian Barcelona merekrut Matthijs de Ligt pada Januari, dengan mengatakan tidak ada peluang bagi bek andalan Ajax tersebut hengkang di bursa transfer musim dingin.

Menurut sumber ESPN FC, De Ligt dan rekan setim di Ajax Frenkie de Jong tengah dimonitori kampiun La Liga itu.

Barca gagal mendapatkan De Jong, yang menjadi target utama mereka di musim panas, namun masalah lini belakang yang menerpa the Catalans awal musim ini memaksa mereka memikirkan kembali strategi.

El Mundo Deportivo dan Diario Sport mengabarkan pekan ini, tim Ernesto Valverde bakal bergerak untuk mendapat servis De Ligt, namun Overmarc mengatakan sang pemain, yang disaksikan oleh pencari bakat Barca Ramons Planes saat Belanda membekuk Jerman 3-0, tidak akan pergi.

“Kesempatan De Ligt meninggalkan Ajax pada Januari adalah nol persen,” tegasnya kepada LaRoma24.

Namun, ia membuka pintu untuk bursa transfer musim panas, dengan mengatakan “ini sebuah kemungkinan” ketika ditanya apakah pemain bek sentral ini dapat angkat kaki di akhir musim.

De Ligt, 19 tahun, masuk dalam rada Barca, namun penampilannya di Liga Champions saat bermain imbang dengan Bayern Munich disaksikan direktur olahraga Eric Abidal dan menguatkan ketertarikan mereka.

Barca mengalami kesulitan di belakang, dengan kebobolan sembilan gol dalam delapan laga perdana liga – angka yang sama di 20 pertandingan perdana musim lalu.

Romelu Lukaku Isyaratkan Pindah Ke Serie A

Lukaku menyanjung Juventus dan mengindikasikan Serie A sebagai tujuan berikut dalam kariernya.

Penyerang Manchester United Romelu Lukaku angkat bicara mengenai keinginannya bermain di Serie A suatu hari nanti.

Lukaku – yang mencetak brace dalam kemenangan 2-1 Belgia atas Swiss di Nations League – menjalani musim kedelapan di Liga Primer setelah menikmati periode bersama Chelsea, West Brom, Everton dan sekarang United.

Namun, ia tampil kurang memuaskan musim ini di level klub, dengan the Red Devils menempati peringkat kedelapan liga, hanya mengoleksi 13 pon dari delapan pertandingan.

Sang penyerang kini membuka peluang menjajal Serie A – di mana saudara lelakinya, Jordan, bermain untuk Lazio.

“Mengapa tidak? Saya harap demikian,” katanya ketika ditanya La Gazzetta dello Sport apakah ingin pindah ke Italia.

Lukaku juga melantunkan sanjungan kepada kampiun Serie A Juventus – lawan United di Liga Champions pada 23 Oktober – dan menilai mereka salah satu tim terbaik di Eropa.

“Juve memiliki proyek bagus dan mereka hanya terus menjalaninya. Setiap tahun mereka berusaha lebih kuat,” Lukaku menambahkan.

“Tanpa diragukan, Juve salah satu dari dua atau tiga tim terbaik di Eropa. Mereka memiliki pelatih hebat dan pemain luar biasa di setiap area.

“Cristiano Ronaldo menawan, namun perhatikan juga yang lainnya. Paulo Dybala impresif dan lebih kuat, sementara saya suka Douglas Costa. Ia rekrutan eksepsional dan kariernya menunjukkan ia selalu membuat perbedaan.

“Ini grup berat, namun jelas Manchester United ingin finis teratas.”

Tim besutan Jose Mourinho saat ini menempati posisi kedua grup Liga Champions setelah mengemas empat poin dari dua laga perdana versus Young Boys dan Valencia.

Giovanni Simeone Bicara Kans Gabung Atletico Madrid

Giovanni tak menutup peluang bagi dirinya untuk dilatih secara profesional oleh ayahnya.

Giovanni Simeone memberikan respons atas kans meninggalkan Fiorentina untuk menuju Atletico Madrid, klub yang dilatih ayahnya, Diego.

Sejak memulai debut di level profesional bersama River Plate pada 2013, Giovanni sama sekali belum pernah secara langsung dimentori oleh sang ayah.

Namun dirinya tak menutup kemungkinan akan hal tersebut, yang berarti ada kesempatan bagi dirinya untuk bergabung dengan Atletico.

“Bermain untuk Atletico akan menakjubkan,” ungkapnya kepada Fox Sports Argentina.

“Saya sama sekali tak pernah punya kesempatan dilatih ayah. Ia sama sekali tak pernah menanyakan kepada saya soal kemungkinan tersebut.”

Sang striker berusia 23 tahun juga memberikan pandangannya soal adanya kans bagi ayahnya untuk menjadi pelatih tim nasional Argentina.

“Ayah menjadi pelatih Argentina? Ia selalu berkata belum saatnya, tapi sebagai pemain saya ingin melihatnya melatih Argentina,” lanjut Giovanni.

“Saya pikir setiap pemain Argentina akan menyukainya karena ia merupakan pelatih yang hebat.”

Laurent Koscielny Pastikan Pensiun Dari Timnas Prancis

Koscielny menyebut banyak orang yang mengecewakan dirinya, termasuk Deschamps.

Bek Arsenal Laurent Koscielny mengumumkan akhir karier internasionalnya bersama tim nasional Prancis dan ia mengkritik pelatih Didier Deschamps.

Pemain berusia 33 tahun itu melewatkan Piala Dunia 2018, yang berhasil dijuarai Prancis, akibat cedera Achilles, dan memiliki keinginan untuk pensiun dari timnas usai turnamen terakbar di dunia itu.

Kini, Koscielny memastikan kalau dirinya sudah pensiun dari timnas. Tidak lupa, ia pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah orang, terutama Deschamps.

“Saya pikir saya memberikan segala sesuatunya yang saya bisa lakukan untuk Prancis. Cedera saya tidak mengubah keputusan saya. Untuk Les Bleus, sudah selesai,” ujar Koscielny kepada Canal+.

Tentang Deschamps, Koscielny berkata: “Ia menelpon saya sekali untuk ulang tahun saya pada September. Sebaliknya, tidak [ada kontak].”

“Banyak orang mengecewakan saya. Tidak hanya pelatih. Rasanya seperti dipukul di bagian belakang kepala.”

“Ketika Anda berada dalam kondisi yang bagus, Anda memiliki banyak teman. Ketika Anda cedera…setelah periode waktu tertentu, Anda dilupakan.”

Koscielny sudah mengumumkan keinginannya untuk pensiun dari timnas pada November 2017, dan kini ia mengonformasinya.

Koscielny, yang sudah memiliki 51 caps bersama Prancis, mengalami cedera ketika Arsenal kalah di tangan Atletico Madrid di semi-final Liga Europa pada Mei lalu. Kini, masih menjalani masa pemulihan.

Presiden Bayern Munchen Bakal Bela Niko Kovac Mati-Matian

Uli Hoeness selaku Presiden Bayern Munchen berjanji beri dukungan penuh bagi pelatih Niko Kovac usai performa tim mengkhawatirkan akhir-akhir ini.

Die Roten tersungkur di hadapan publiknya sendiri dengan skor akhir tiga gol tanpa balas versus Borussia Moenchengladbach, Sabtu (06/10) WIB kemarin. Dengan hasil tersebut berarti Munchen memperpanjang catatan tidak pernah bisa menang menjadi empat laga beruntun di semua kompetisi.

Posisinya di papan klasemen Bundesliga pun ada di peringkat keenam dengan selisih empat poin dari Borussia Dortmund dan minus sebiji poin dari RB Leipzig, Moenchengladbach, Werder Bremen dan Hertha Berlin secara berurutan.

Sadar dirinya belum memberikan kestabilan dalam laga-laga terakhir, Niko Kovac mengakui dirinya berada dalam tekanan, dengan Carlo Ancelotti dipecat pada tahun lalu usai gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan saja.

Akan tetapi Uli Hoeness menegaskan bahwa dirinya masih mempercayai Kovac dan yakin bahwa situasi ini bakal berakhir.

“Saya akan membela Niko Kovac hingga akhir. Kami sepenuhnya tenang,” ucap Hoeness pada Kicker. Sebelumnya Hoeness pun berkata kepada Suddeutsche Zeitung bahwa: “Saya sepenuhnya mendukung Kovac, terlepas apa yang akan terjadi pada pekan depan.”

Sementara itu Dietmar Hamann khawatir dengan sikap para pemain tapi sepakat jika Niko Kovac tidak boleh disalahkan.

“Kovac terbawa-bawa pada situasi yang ia tidak bisa ubah sama sekali,” kata mantan pemain Bayern Munchen dan Liverpool ini pada TZ.

“Ada klik antara pemain-pemain junior dan pemain-pemain senior. Saya rasa salah jika menjadikan pelatih sebagai kambing hitam atas situasi tersebut. Saya harap Bayern masih terus mempercayai Kovac.”

“Tim ini tidak cocok bersatu dalam hal karakter. Beberapa pemain menempatkan ambisi pribadi di atas tim. Pemain-pemain seperti ini selalu mencari alasan dan alibi. Ini momen yang sangat, sangat buruk.”