AS Roma Segera Perpanjang Kontrak Aleksandar Kolarov

Kontrak Aleksandar Kolarov bersama AS Roma akan habis pada akhir musim ini. Roma dikabarkan tengah bergerak untuk memperpanjang kontrak Kolarov.

Seperti yang dilansir dari Gazzetta dello Sport, agen Kolarov, Sergio Berti telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Olahraga Roma, Gianluca Petrachi. Roma ingin memperpanjang kontrak Kolarov hingga tahun 2021. Ada opsi perpanjangan selama setahun di dalam kontrak tersebut.

Kolarov sendiri dikabarkan terbuka dengan peluang memperpanjang kontrak. Alasannya, ia masih menjadi pilihan utama dan senang dengan kehidupan di kota Roma.

Kolarov musim ini tampil sembilan kali bersama Roma. Ia sudah mencetak tiga gol, torehan yang impresif bagi pemain belakang.

Posisi Kolarov memang tidak goyang di pos bek kiri meski Roma mendatangkan pemain baru. Kolarov sejauh ini memenangkan persaingan dengan Leonardo Spinazzola.

Kolarov memperkuat Roma sejak tahun 2017. Ia tampil 94 kali dan mencetak 15 gol bagi klub Ibu Kota Italia tersebut.

Kovac: Komentar Saya soal Mueller Keliru

Rasa frustrasi penyerang Bayern Munich Thomas Mueller belakangan menjadi sorotan. Pelatih Bayern Niko Kovac mengaku salah dengan komentarnya terkait Mueller.

Penyerang berusia 30 tahun itu baru tiga kali dimainkan sebagai starter di Liga Jerman pada musim ini. Penampilan terakhir Mueller adalah menjadi pemain pengganti saat Bayern ditekuk Hoffenheim 1-2, sebelum jeda internasional.

Jelang pertandingan itu, Kovac sempat mengatakan bahwa Mueller cuma akan mendapat waktu bermain apabila kekurangan opsi. Mueller kemudian merespons situasi itu dengan meluapkan rasa frustrasinya sehingga dikaitkan dengan kepindahan di bursa musim dingin.

Kovac mengungkapkan, dia sudah meluruskan komentarnya dengan Mueller. Namun, Kovac tetap tidak bisa menjamin waktu bermain untuk pemain internasional Jerman itu.

“Itu adalah kesalahan saya,” Kovac mengatakan dilansir ESPNFC. “Saya seharusnya mengekspresikan diri lebih baik, tapi saya sudah membuktikan bahwa saya sudah salah ketika memasukkan dia sebagai pemain pengganti.”

“Saya sudah berbicara dengan Thomas pada hari berikutnya dan kami baik-baik saja,” lanjut dia.

“Siapapun yang tidak bermain memang tidak akan bahagia. Hal seperti ini juga terjadi di klub lain. Tapi setiap pelatih di Bundesliga, termasuk saya, harus selalu membuat keputusan. Saya cuma bisa menempatkan 11 pemain di atas lapangan,” imbuh suksesor Jupp Heynckes itu.

Valverde: El Clasico Harus Tetap Berlangsung di Camp Nou

Ernesto Valverde bersikeras ingin laga Barcelona kontra Real Madrid tetap digelar di Camp Nou. Ia berharap perundingan El Barca dan RFEF akan membuahkan hasil

Laga El Clasico pertama musim ini yang bakal digelar di Camp Nou dua pekan mendatang, (26/10) terancam dipindah lokasinya ke Santiago Bernabeu. Wacana ini muncul setelah kondisi Kota Barcelona dianggap kurang kondusif akibat kisruh politik Catalonia.

Hura-hura terjadi usai Pengadilan Tinggi Spanyol menjatuhkan hukuman penjara mulai dari 9 tahun hingga 13 tahun kepada sembilan aktivis pro kemerdekaan Catalonia. Mereka yang menentang vonis tersebut juga berkeinginan menggelar demo besar-besar di hari ketika duel Barcelona dan Madrid berlangsung.

Meski begitu, Valverde bersikeras ingin timnya tetap berlaga di Camp Nou. Pelatih Barcelona ini berharap perundingan antara LaLiga dan RFEF akan memutuskan bahwa Barca akan tetap bermain di kandang.

“Setelah ini, kami harus bermain di Praha pada hari Rabu dan kami harus kembali bermain di kandang, Anda harus menghormati jadwal dan para penggemar,” ujarnya dikutip dari AS.

“Hal yang sebaiknya terjadi adalah kami tetap bermain di stadion kami dan kami akan melihat apa yang terjadi. Kami tahu bahwa pekan ini cukup aneh. Namun kami yakin akan bermain di stadion kami.

Pada 2017 Barcelona mesti bermain tanpa penonton karena referendum Catalonia, yang menyebabkan situasi ini. Ketika itu suasana kota Barcelona tak mendukung sehingga meminta agar jadwal melawan Las Palmas diubah, tapi ditolak LaLiga.

“Ada sembilan hari sebelum pertandingan dan akan ada banyak hal untuk dirundingkan. Pada 1 Oktober [2017 melawan Las Palmas] kami bermain dan pertandingan berikutnya di Wanda Metropolitano, semua orang mengharapkan sebuah pertandingan yang dramatis tapi harus pupus,” ucap Valverde.

China U-19 Kalah karena Kelelahan, Puji Indonesia

Timnas China U-19 menyerah dari Indonesia U-19 dengan skor 1-3. Pelatih China Yaodong Cheng mengakui permainan Garuda Nusantara cukup bagus.

Pertandingan ujicoba antara Indonesia U-19 vs China U-19 digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (17/10/2019) malam. Indonesia tancap gas dengan unggul tiga gol di babak pertama melalui gol-gol Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, Fajar Fathur Rahman, dan Alfreandra Dewangga.

Satu-satunya gol balasan China tercipta di babak kedua dari titik penalti. Diawali dari pelanggaran Alfreandra sehingga Tao Qianlong bisa memperkecil ketinggalan China menjadi 1-3.

Cheng mengungkapkan bahwa timnya tidak menjalani persiapan maksimal untuk melawan Indonesia U-19. Namun, diakui Cheng, Indonesia menampilkan performa impresif.

“Persiapan kami sangat singkat dan pemain kami banyak yang kecapean, karena sebelumnya banyak menjalani pertandingan uji coba. Kami sebenarnya melakukan permainan menyerang tapi karena kecepatan indonesia kami tidak bisa mengimbanginya,” lanjut Cheng.

“Indonesia bermain sangat bagus. Terutama di babak pertama kami tidak bisa menyamai permainan cepat indonesia kami mencoba menyerang tapi kesulitan. Di babak kedua kami berusaha menyerang. Dan kami dapat satu gol. Indonesia bermain lebih baik,” kata dia.

“Indonesia memiliki pemain bagus termasuk pemain cadangan. Mereka memiliki skil individu bagus.”

Bagi China, hasil ini akan dijadikan sebagai pengalaman berharga untuk menatap Kualifikasi Piala AFC pada November mendatang. “Ini pengalaman yang luar biasa, Hasil tidak penting, yang penting adalah persiapan menghadapi kualifikasi,” dia menambahkan.

Alisson Sudah Pulih, Adrian Tetap Ingin Jadi Kiper Utama Liverpool

Alisson Becker sudah pulih dari cedera dan akan comeback bersama Liverpool. Adrian San Miguel siap bertarung memperebutkan posisi kiper utama The Reds.

Alisson telah kembali berlatih penuh bersama tim utama Liverpool menjelang duel menghadapi Manchester United pada Minggu (17/10/2019). Kiper Brasil dilaporkan sudah pulih dari cedera betis yang menimpanya, saat pertandingan pertama Liga Inggris bulan Agustus lalu.

Selama Alisson absen, Liverpool memercayakan Adrian sebagai penjaga gawang utama. Mantan kiper West Ham United itu membukukan dua clean sheet dalam delapan penampilan di Liga Inggris, untuk membantu the Reds memenangi seluruh pertandingannya.

Berdasarkan catatan Liverpool Echo, rata-rata Adrian kebobolan selama 114 menit per gol di liga. Catatan tersebut adalah yang terbaik di antara kiper-kiper lain di Premier League.

Kiper asal Spanyol itu tidak akan menyerahkan posisinya sekarang kepada Alisson begitu saja. Tapi bagaimanapun akan menerima keputusan manajer Juergen Klopp. “Ini adalah keputusan yang baik untuk manajer karena semua pemain ingin menjadi yang terbaik dan saya pikir kami ada di sini, dua kiper nomor 1,” kata Adrian di Echo.

“Bukan mentalitas saya untuk menjadi nomor 2 atau di bawahnya pada usia 32 tahun ini. Mungkin dalam empat atau lima tahun ke depan saya akan mengatakan hal yang berbeda, tetapi ini jauh lebih baik daripada berada di zona nyaman dengan menjadi bayangan si nomor 1 dan harus duduk di bangku cadangan selamanya.”

“Tapi saya juga suka bekerja sama. Saya penuh percaya diri membantu Liverpool di atas lapangan dan dari bangku cadangan ketika manajer memutuskan Alisson yang bermain.”

Kemenangan Timnas U-19 Pelipur Lara Hasil Jeblok Timnas Senior

Timnas Indonesia U-19 tampil apik untuk mengalahkan China 3-1. Kemenangan ini bak pelipur lara usai timnas senior jeblok di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (17/10/2019), Indonesia U-19 berhasil mengungguli China tiga gol di babak pertama. Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, Fajar Fathur Rahman, dan Alfreanda Dewangga menjadi pencetak gol ‘Garuda Nusantara’, dan hanya dibalas China satu gol penalti Tao Qianlong.

Hasil tersebut diraih Indonesia U-19 setelah melihat timnas senior babak belur dihajar Vietnam 1-3 pada Selasa (15/10). Kekalahan itu berarti ‘Merah Putih’ selalu kalah di empat pertandingan kualifikasi yang telah dilakoni. Pelatih Indonesia U-19 Fakhri Husaini menyebut timnya memang belum sempurna. Namun, setidaknya kemenangan ini bisa menyenangkan masyarakat setelah hasil buruk di tingkat senior.

“Kemenangan ini, memuaskan banyak orang, menjadi obat pelipur lara. Masih ada beberapa catatan dan kelemahan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kami perbaiki menjelang kualifikasi AFC Cup,” ujar Fakhri.

Fakhir tampak puas dengan permainan anak didiknya. Sekalipun ada beberapa peluang emas yang terbuang untuk menambah gol.

“Tiga gol yang terjadi melalui proses luar biasa. Karena memang mereka bekerja keras untuk menciptakan gol itu,” kata dia. “Bagaimana transisi dari menyerang ke bertahan. Kami punya komunikasi bagus pada saat kehilangan bola punya transisi dan komunikasi baik.”

“Kemenangan ini, memuaskan banyak orang, menjadi obat pelipur lara. Masih ada beberapa catatan dan kelemahan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kami perbaiki menjelang kualifikasi AFC Cup,” ujar Fakhri.

Fakhir tampak puas dengan permainan anak didiknya. Sekalipun ada beberapa peluang emas yang terbuang untuk menambah gol.

“Tiga gol yang terjadi melalui proses luar biasa. Karena memang mereka bekerja keras untuk menciptakan gol itu,” kata dia. “Bagaimana transisi dari menyerang ke bertahan. Kami punya komunikasi bagus pada saat kehilangan bola punya transisi dan komunikasi baik.”

“Ada ribuan situasi, ada ribuan momen yang bisa dievaluasi. Saya dari sisi pelatih ada banyak hal positif yang telah mereka buat,” ungkap Fahri.

“Karena situasi di setiap laga berbeda. Bukan soal buang peluang. Tapi proses membuat peluang itu yang saya apresiasi. Peluang bisa terbuang, bahkan pemain top dunia saja bisa membuang peluang. Mereka pemain muda akan terus belajar,” Jelas Fakhri.

Kehebatan Van Dijk di Mata Messi

Megabintang sepakbola Lionel Messi memuji bek tengah Liverpool Virgil van Dijk. Kedua pesepakbola akan bertarung dalam perebutan Ballon d’Or 2019.

Van Dijk menjadi salah satu pemain Liverpool paling sensasional dalam dua musim belakangan. Sejak digaet dari Southampton pada musim dingin 2017, pemain bertahan Belanda itu tampil solid untuk membantu the Reds mencapai final Liga Champions sampai menjadi juara di 2018/19.

Penampilan Van Dijk diakui dengan trofi Pemain Terbaik PFA dan Pemain Terbaik UEFA. Sekalipun kalah dari Messi dalam penghargaan Pemain Terbaik FIFA, September 2019 lalu pemain berpostur 1,93 meter itu dijagokan memenangi Ballon d’Or tahun ini.

Messi tahu betul betapa sulitnya menghadapi Van Dijk. Bek berusia 26 tahun itu menjadi pemain kunci saat Liverpool menyingkirkan Barcelona lewat comeback di Anfield dengan kemenangan 4-0 (agregat 4-3) di semifinal Liga Champions musim lalu.

“Dia adalah seorang bek yang tahu bagaimana memprediksi timing-nya dan menunggu momen yang tepat untuk berduel atau merebut bola,” Messi mengatakan kepada Marca. “Dia itu sangat cepat dan besar, tapi dia gesit untuk ukurannya. Dia cepat karena punya jangkah yang besar, dan dia impresif baik saat bertahan maupun menyerang karena dia mencetak banyak gol.”

Van Dijk telah membuat 84 penampilan untuk Si Merah di seluruh kompetisi. Tidak hanya berkontribusi besar pada lini pertahanan, Van Dijk juga cukup rajin menyumbang gol untuk Liverpool (8).

Neymar: Kalau Tidak Diving, Saya Bisa Saja Cedera

Tidak sedikit yang menganggap Neymar sebagai tukang diving. Superstar Brasil itu mengakui bahwa dirinya mesti diving supaya terhindar dari cedera.

Soal skill dan ketajaman Neymar tidak perlu diragukan. Penyerang berusia 27 tahun itu telah membukukan total 160 gol plus 105 assist selama membela Barcelona dan Paris St. Germain.

Akan tetapi, tidak sedikit yang kesal dengan Neymar. Pasalnya, Neymar dianggap mudah terguling di atas lapangan.

Striker legendaris Brasil Ronaldo Nazario cukup penasaran dengan kontroversi Neymar. Mantan bintang Santos itu mengungkapkan bahwa dia mudah jatuh semata untuk melindungi diri sendiri.

“Gaya permainanmu itu sudah menjadi kontroversi lebih dari sekali. Tetapi saya diberitahu oleh ayahmu jika kamu melakukan hal tersebut agar tidak melukai dirimu sendiri, karena kondisi tubuhmu,” kata Ronaldo dikutip dari Marca.

“Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa itu dilakukan untuk mempertahankanmu secara fisik. Lantaran tubuh kamu lebih kurus daripada yang lain, maka cara terbaik untuk bertahan adalah dengan mudah terjatuh,” kata pemenang Piala Dunia 2002 itu.

“Jika saya tidak melakukan itu, saya bisa saja cedera sekarang. Saya harus melindungi diri sendiri, sebab tidak ada pemain lain yang mau membantu untuk itu,” jawab Neymar.

Ronaldinho: Vinicius Bakal Jadi Pemain Terbaik Dunia

Ronaldinho yakin Vinicius Jr bakal menjadi pemain terbaik dunia di masa depan. Ia di jalur yang tepat untuk mencapai hal itu karena bermain untuk Real Madrid.

Vinicius bergabung dengan Madrid pada musim panas lalu dari Flamengo dengan nilai transfer 45 juta euro atau sekitar Rp 763 miliar. Di musim perdananya bersama Los Blancos, ia langsung mampu mencuri perhatian.

Pemain 19 tahun ini berhasil mengemas tiga gol dan 12 assist bersama Madrid di semua ajang musim lalu. Kecepatannya di sektor sayap kerap kali diandalkan oleh Zidane sebagai tumpuan serangan El Real.

Di musim ini, Vinicius belum tampil semenjanjikan musim lalu. Pria kelahiran Sao Goncalo ini baru mengemas satu gol dan satu assist dari tujuh laga yang telah dilakoninya.

Madrid padahal memulai musim ini dengan lebih baik dari musim lalu. Mereka kini berada di puncak klasemen Liga Spanyol dengan mengumpulkan 18 angka. Ronaldinho merasa Vinicius hanya butuh waktu untuk kembali menampilkan performa terbaiknya. Mantan pilar Barcelona ini memang begitu mengagumi bakat kompatriotnya ini.

Pemilik dua gelar Ballon d’Or ini bahkan yakin Vinicius bakal menjadi pemain terbaik dunia suatu saat nanti. Ia menganggap Vinicius sudah berada di jalur yang tepat untuk terus bergembang karena berada di Madrid. Menurutnya rival Barcelona ini merupakan salah satu klub tersebsar di dunia.

“(Vinicius] sudah berada di salah satu klub terbaik di dunia,” kata Ronaldinho dikutip dari Marca. “Saya pikir dia akan segera mencapai level itu. Menjadi yang terbaik di antara yang terbaik,” jelasnya.

Orang Terkaya Indonesia Beli Klub Liga Italia

Satu lagi klub asal Eropa diambil alih oleh pengusaha asal tanah air. Orang terkaya Indonesia diam-diam mengambil alih klub kecil di Liga Italia.

Klub tersebut adalah Como 1907. Pencinta sepakbola Indonesia mungkin tak banyak yang tahu. Itu bisa dimaklumi lantaran Como 1907 saat ini berlaga di Seri C, level ketiga dalam strata sepakbola Italia.

“Como kini berada di tangan asing, orang terkaya Indonesia menjadi pemilik saham mayoritas,” demikian tajuk berita Corrieredicomo pada 5 April 2019 lalu.

Disebutkan kalau Como diambil alih saham mayoritasnya oleh Sent Entertainment Ltd. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan yang bermarkas di Inggris. Sent Entertainment Ltd dikendalikan oleh duo pengusaha asal Indonesia yakni Robert Wijaya Suwanto dan Robert Budi Hartono. Keduanya adalah pemilik perusahaan rokok kretek Djarum dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp 461 triliun.

Como dibeli Sent Entertainment Ltd. saat dalam keadaan compang-camping. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan berbagai pihak.

“Kita beli gak sampai Rp 5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian,” kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV yang merupakan salah satu usaha milik Djarum. Petualangan dan perjuangan Como 1907 akan diangkat ke layar kaca dalam bentuk film dokumenter yang akan tayang di Mola TV dengan judul The American: Como 1907′.

Dalam tayangan singkat film tersebut, kondisi Como pantas dibilang memprihatinkan. Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang berkapasitas 13.602 tempat duduk, memiliki kualitas lapangan yang buruk untuk sebuah klub di Italia. Terlihat juga ada bagian atap yang terkelupas catnya.

“1 Juli kemarin enggak punya pemain sama sekali. Aset yang gak keurus kita poles lagi,” lanjut Mirwan. Kenapa orang Indonesia memilih mengakuisisi Como, sebuah klub yang sempat dinyatakan bangkrut dan terseok di level bawah kompetisi Liga Italia?

“Tujuannya ini untuk rumah pelatihan Tim Garuda Select. Garuda Select enggak punya rumah di Inggris, sekarang mereka punya,” terang Mirwan.

Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan usia muda hasil kolaborasi PSSI dengan grup Djarum. Sudah mengirim dua angkatan, anak-anak yang terpilih dalam program ini dikirim berlatih langsung di Inggris.