Semua artikel oleh Administator

Ronaldo Tak Pernah Berubah di Mata Ancelotti

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, mengomentari Cristiano Ronaldo. Pada usia yang sudah 33 tahun, CR7 dinilai tetap tak berubah.

Ancelotti dan Ronaldo pernah bekerja sama di Real Madrid. Rentang 2013-2015 menjadi periode kerja sama Don Carlo dengan bintang timnas Portugal itu.

Empat trofi disumbangkan oleh Ancelotti dan Ronaldo. Salah satunya gelar juara Liga Champions 2013/2014.

Ronaldo menjadi sandaran di lini depan Madrid selama di tangani Ancelotti dengan sumbangan 51 gol pada musim 2013/2014 dan 61 gol pada 2014/2015.

Setelah lama berpisah, Ancelotti menilai tak ada yang berubah dari Ronaldo. Ancelotti melihat Ronaldo lagi di lapangan saat Napoli dihajar Juventus 1-3 dalam laga Serie A pada 29 September lalu.

“Saya melihatnya saat kami bermain melawan Juventus. Kami tak berbincang setelahnya. Dia tampak seperti Ronaldo yang biasanya di mata saya, dia selalu menjadi pemain yang menentukan dan termotivasi,” kata Ancelotti di Football Italia.

“Saya pikir dia tak banyak berubah dari saat saya melatihnya. Dia tetap pemain top, salah satu yang menjadi pembeda,” dia menambahkan.

Ronaldo masih menunjukkan performa yang produktif di musim ini. Dalam 21 pertandingan bersama Juventus di semua ajang, dia sudah mencetak 12 gol.

Pemecatan Memang Tak Terhindarkan, Mourinho

Jose Mourinho dipecat Manchester United setelah start buruk musim ini. Melihat tanda-tanda di awal musim, pemecatan dinilai tak bisa terhindarkan untuknya.

Mourinho dibebastugaskan dari posisi manajer MU usai start buruk musim ini. MU tercecer di posisi enam Premier League dengan baru mengumpulkan 26 poin dari 17 pekan.

‘Setan Merah’ tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak klasemen, tim yang juga baru mengalahkan mereka 1-3, Minggu (16/12/2018) lalu. Bahkan dengan Chelsea di posisi empat saja, MU tertinggal 11 poin.

Eks bek tim nasional Inggris dan Liverpool Jamie Carragher menilai sejak awal musim gelagat pemecatan sudah terbaca. Protes-protes Mourinho ke manajemen soal transfer, lalu kritiknya terhadap Anthony Martial dan Antonio Valencia di pramusim, juga ribut-ribut dengan Paul Pogba, menunjukkan ada atmosfer kurang enak.

“Saya pikir Anda harus kembali ke awal musim, saya saat itu berpikir tak terhindarkan lagi, Jose Mourinho takkan jadi manajer di musim berikutnya. Ada banyak masalah antara dia dengan direksi dan jelas dengan nama-nama besar di skuat, ada penurunan besar dalam hal hubungan,” ujar Carragher dikutip Sky Sports.

“Itu semua terlihat jelas: mencopot jabatan kapten dari Paul Pogba setelah sempat menunjuknya. Terlihat bahwa masanya menuju akhir sejak musim masih sangat awal. Itu bahkan sebelum satupun bola (kompetitif) ditendang.”

“Lalu Anda melihat hasil-hasil dan performa tim, tidak sedikitpun dekat dengan yang diharapkan Manchester United. Skuat yang dipunyai memang bukan yang terhebat di sejarah United, tapi jelas tak seharusnya tertinggal sejauh ini dari tim-tim yang menantang gelar,” tandasnya.

Sudah Tiga Manajer Tumbang Usai Sir Alex, MU Mesti Bagaimana Lagi?

Sudah tiga manajer ditunjuk Manchester United setelah era Sir Alex Ferguson, tiga-tiganya gagal. Harus bagaimana lagi MU agar kembali ke persaingan teratas.

MU memecat Jose Mourinho setelah start mengecewakan di musim ini. 17 pekan berlalu di Premier League, MU tercecer di posisi enam klasemen dan tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak.

Bahkan dengan Chelsea di posisi empat yang merupakan batas zona Liga Champions, ‘Setan Merah’ sudah berjarak 11 poin.

Mourinho pun jadi manajer ketiga yang dibebastugaskan MU selepas era Ferguson, menyusul David Moyes dan Louis van Gaal. Ketiganya gagal mempersembahkan titel liga.

MU cuma finis ketujuh bareng Moyes, lalu menutup musim di posisi empat dan lima bersama Van Gaal. Musim pertama MU bareng Mourinho berakhir di peringkat enam, tapi lantas meningkat pesat jadi runner-up di tahun kedua.

Hanya saja MU gagal menjaga momentum dan terseok-seok musim ini. Namun melihat ke MU dan skuat yang dimiliki, Jamie Carragher menilai timnya tak seburuk itu. Saya tak pernah merasa masalah apapun di klub seburuk kelihatannya di waktu-waktu tertentu. Orang-orang bilang soal Man United perlu membelanjakan 300 atau 400 juta pound sterling lagi,” kata eks bek tim nasional Inggris dan Liverpool ini.

“Tak pernah seburuk yang terlihat kok. Saya pernah di Liverpool ketika orang-orang bilang seluruh tim harus pergi, manajernya harus pergi. Terkadang dua atau tiga pembelian bisa merevitalisasi klub sepenuhnya,” imbuhnya dilansir Sky Sports.

Menurutnya yang krusial saat ini untuk MU adalah menemukan manajer yang bisa memeras kemampuan terbaik pemain. Skuat saat ini relatif tak buruk, hanya saja Mourinho gagal mengoptimalkan mereka, misalnya Paul Pogba.

“Siapapun manajernya, saya rasa ada banyak pemain yang bisa dimaksimalkan lagi. Ini bukan skuat yang buruk, memang masih bisa lebih baik di beberapa area, tapi rasanya ada beberapa pemain yang sangat bagus di skuat ini dan belum termaksimalkan,” sambung Carragher.

“Saya tak merasa Jose Mourinho mendapatkan yang paling maksimal dari skuat itu. Manajer baru akan berharap bisa melakukan itu dengan bonus dua atau tiga pemain baru. Kalau itu bekerja, United takkan terlalu jauh dari puncak klasemen,” tandasnya.

Agen Klaim Icardi Ditawarkan ke Juventus, Inter Membantah

Agen Mauro Icardi, Wanda Nara, mengungkapkan bahwa striker Argentina itu ditawarkan ke Juventus. Kubu Nerazzurri memberi bantahan.

Wanda mengungkapkan bahwa negosiasi kontrak baru Icardi dengan Inter jalan di tempat. Negosiasi untuk menambah durasi ikatan sebenarnya memang belum krusial, kontrak Icardi dengan Inter masih berlaku hingga 2021.

Lebih lanjut lagi, Wanda mengungkapkan bahwa ada usaha Inter untuk menawarkan Icardi ke klub Italia lainnya, Juventus. Tapi, pemain 25 tahun itu tetap mengikrarkan kesetiaannya.

Petinggi Inter, Piero Ausilio, merasa perlu untuk menanggapi pernyataan Wanda itu. Dia pun menegaskan selalu terbuka untuk membahas kontrak baru di kantor.

Kami tetap konsisten dengan apa yang kami katakan dalam beberapa bulan terakhir. Kami bahagia dengan Icardi sebagai pemain dan apa yang dia sumbangkan di atas lapangan untuk Inter. Dia selalu memikul tanggung jawab dan tak takut pada apapun,” kata Ausilio di Football Italia.

“Selain itu tak masalah, ada kantor resmi, saya terbuka untuk semua orang. Agen Icardi tahu di mana bisa menemukan saya apakah datang ke kantor atau lewat telepon. Sisanya, sosial media, media, film box office Natal tak membuat saya tertarik.”

“Inter dan saya hanya akan berbicara di kantor, di kantor pusat kamu, tidak di sosial media atau televisi. Beppe Marotta dan saya selalu siap membantu,” dia menambahkan.

Dikaitkan dengan MU, Pochettino Pilih Fokus ke Spurs

Mauricio Pochettino menjadi salah satu kandidat kuat manajer Manchester United. Enggan menanggapi rumor itu, Pochettino memilih fokus ke Tottenham Hotspur.

Jose Mourinho resmi dipecat oleh Setan Merah, Selasa (18/12/2018) sore WIB. Rentetan hasil tidak memuaskan menjadi faktor utama.

MU sudah mengalami lima kekalahan di Liga Inggris saat ini. Teranyar, mereka dibekuk rival abadinya Liverpool 1-3 akhir pekan lalu. Setan Merah kini duduk di peringkat keenam dengan 26 poin, berjarak 19 angka dari Liverpool di posisi pertama.

Seiring dengan pemecatan tersebut, kandidat pengganti sudah bermunculan. Satu dari banyak kandidat yang muncul adalah Pochettino. Vice Chairman MU, Ed Woodward, kabarnya menjadikan manajer Argentina itu target utama.

Pochettino menanggapi rumor tersebut. Ia tak mau terlalu banyak berspekulasi soal itu. “Apa yang terjadi hari ini bukan urusan saya. Saya hanya ingin mendoakan yang terbaik untuk Jose,” katanya pada konferensi pers dilansir Express.

“Sangat banyak rumor soal posisi saya sebagai manajer di Tottenham. Saya tak bisa menjawab pertanyaan seperti ini. Anda tahu di bisnis ini sangat banyak rumor yang terjadi. Saya hanya fokus untuk memberikan yang terbaik di klub ini (Tottenham),” lanjut dia.

Sebelumnya legenda MU, Gary Neville, sempat berkata bahwa Pochettino adalah kandidat yang pantas menggantikan Mourinho.

Kontrak Pochettino di Tottenham juga masih sangat panjang yakni sampai 2023. Ikatan panjang dengan Spurs itu jelas menjadi ganjalan.

Kalahkan River Plate, Al Ain ke Final Piala Dunia Antarklub

Al Ain merebut satu tempat di final Piala Dunia Antarklub 2018. Tim Uni Emirat Arab itu lolos usai menang adu penalti atas klub Argentina, River Plate.

Bertanding di Hazza Bin Zayed Stadium, Selasa (18/12/2018) malam WIB, Al Ain mengawali dengan baik. Marcus Berg membawa mereka memimpin di menit ketiga usai menfaatkan umpan Ahmed Barman.

Tapi River Plate merespons. Rafael Borre mencetak dua gol dalam waktu berdekatan untuk membawa timnya berbalik unggul.

Borre menyamakan skor pada menit ke-11, lalu bikin gol kedua di menit ke-16 alias berselang lima menit saja. Skor 2-1 ini bertahan sampai turun minum.

Al Ain yang bertanding di stadionnya sendiri tak mau kalah begitu saja. Sebuah gol didapatkan melalui Caio di menit ke-51, belum cukup untuk memenangkan tim di waktu normal tapi cukup untuk membawa laga ke babak tambahan. Tak ada gol tercipta di dua kali babak tambahan, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti. Seluruh penendang Al Ain sukses menjalankan tugasnya, tapi penendang kelima River Plate yakni Enzo Perez gagal.

Al Ain pun menang 5-4 dan berhak ke final Piala Dunia Antarklub. Kini di laga puncak, mereka tinggal menunggu pemenang antara Kashima Antlers dan Real Madrid.

Hasil Liga Italia: 10 Pemain Milan Imbang Lawan Bologna

AC Milan membawa pulang satu poin dari lawatan ke markas Bologna. 10 pemain Rossoneri menuai hasil imbang tanpa gol saat melawan Rossoblu.

Dalam pertandingan lanjutan Serie A di Renato Dall’Ara, Rabu (19/12/2018) dinihari WIB, Milan tampil lebih dominan dengan 71 persen penguasaan bola dalam data yang dilansir ESPN FC.

Serangan-serangan Milan kurang tajam, dengan hanya ada 4 shot on target dari 18 kali percobaan. Catatan tembakan menemui bidang itu sama dengan torehan Bologna, yang melakukan 8 kali percobaan.

Milan harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-76. Tiemoue Bakayoko yang diusir dari lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.

Dengan tambahan satu poin ini, Milan tetap ada di posisi keempat klasemen dengan raihan 27 poin. Sementara itu, Bologna menempati posisi ke-18 dengan raihan 12 angka.

Jalannya pertandingan

Milan dominan di babak pertama. Penguasaan bola Rossoneri mencapai 78 persen. Ada 10 tembakan yang dilepaskan, tiga di antaranya mencapai sasaran.

Sementara itu, Bologna minim ancaman dengan hanya sekali melepaskan tembakan tepat sasaran.

Gonzalo Higuain menjadi pemain paling mengancam Bologna di babak pertama. Ada empat percobaan, dua mencapai sasaran.

Usaha Higuain yang menemui bidang itu terjadi pada menit ke-21 dan ke-24. Sementara satu-satunya tembakan on target tim tuan rumah dicatatkan Rodrigo Palacio pada menit ke-27.

Dua menit selepas restart, Bologna langsung mengancam. Usaha Federico Santander dari luar kotak penalti, belum menjebol gawang Milan.

Sama halnya dengan usaha Milan yang dilakukan pada menit ke-52 dan ke-54. Patrick Cutrone dan Hakan Calhanoglu yang malakukan percobaan, masih belum membuahkan hasil.

Bologna mengancam lewat Blerim Dzemaili pada menit ke-68. Tendangan jarak jauhnya sudah tepat sasaran tapi belum menghasilkan gol.

Petaka bagi Milan terjadi pada menit ke-76. Tiemoue Bakayoko mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Santander. Tiga menit sebelumnya, pemain pinjaman dari Chelsea itu dikartu kuning karena melanggar Dzemaili.

Bologna tak bisa memanfaatkan kesempatan terakhir di masa injury time. Mattia Destro melakukan sundulan dari jarak dekat, Gianluagi Donnarumma masih sigap mencegah bola masuk ke gawang. Tak lama kemudian laga selesai.

Susunan Pemain

Bologna: Skorupski; Calabresi, Danilo, Helander; Mattiello, Poli (Orsolini 81), Nagy, Svanberg (Dzemaili 61), Mbaye; Santander (Destro 90), Palacio

Milan: G Donnarumma; Calabria, Romagnoli, Zapata, Rodriguez; Suso (Laxalt 85), Kessie, Bakayoko, Calhanoglu (Mauri 78); Cutrone (Castillejo 61), Higuain

Hasil Liga Jerman: Fortuna Dusseldorf Beri Dortmund Kekalahan

Rekor tak terkalahkan Borussia Dortmund di Liga Jerman akhirnya patah. Der Borussen takluk 1-2 dari Fortuna Dusseldorf.

Pada laga yang dihelat di Esprit Arena, Rabu (19/12/2018) dini hari WIB, Dortmund terlihat kurang menggigit di lini depan.

Tim asuhan Lucian Favre itu memang menguasai penguasaan bola sampai 74 persen menurut Whoscored, tapi efektivitas dalam membuat peluang benar-benar buruk.

Dortmund membuat 11 tembakan, ada tiga yang mengarah gawang. Sedangkan Dusseldorf mampu membuat delapan tembakan, ada dua gol yang tercipta.

Bagi Dortmund, hasil ini tak berpengaruh pada posisi di klasemen karena mereka masih memuncakinya dengan 39 poin. Rentetan tak terkalahkan tim asuhan Lucien Favre itu terhenti di angka 15. Sebelumnya, Dortmund membukukan 12 kemenangan dan 3 hasil imbang.

Sedangkan kemenangan ini membuat Dusseldorf untuk sementara lepas dari zona merah dan duduk di peringkat ke-15 dengan 15 poin.

Dortmund langsung mengambil alih permainan di babak pertama. Marco Reus dkk beberapa kali mencoba langsung menusuk. Tapi, percobaan awal Reus dan Axel Witsel masih belum berhasil.

Striker Dusseldorf, Dodi Lukebakio yang terlihat sangat moncer di laga ini. Laga baru tiga menit dia membuat peluang pertama tapi tembakannya diselamatkan.

Sampai akhirnya upaya pemain pinjaman Watford itu berbuah hasil di menit ke-22. Berasal dari umpan cantik Kevin Stoger, Lukebakio membuat akselerasi luar biasa hampir dari setengah lapangan. Ia pun dengan mudah menaklukkan Roman Burki. Babak pertama berakhir 1-0 untuk Dusseldorf.

Pada babak kedua, alih-alih menyamakan kedudukan, Dortmund malah kembali kebobolan ketika laga baru berjalan 10 menit.

Adalah Jean Zimmer yang membuat gol indah melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti. Tim tuan rumah unggul 2-0.

Dortmund memasukkan Paco Alcacer dan Jadon Sancho untuk menambah daya gedor. Pergantian ini sukses. Pada menit ke-81, tandukan Alcacer bersarang di gawang Dusseldorf.

Der Borussen mencoba segala cara untuk bisa menyamakan kedudukan. Tapi usaha tersebut gagal. Dortmund kalah 1-2.

Susunan Pemain

Fortuna Dusseldorf: Rensing; Giesselmann, Kaminski, Ayhan, Zimmermann; Fink, Sobotka (Bodzek 70′); Usami (Raman 87′), Stoger, Zimmer; Lukebakio (Hennings 88′)

Borussia Dortmund: Burki; Schmelzer, Diallo, Akanji (Toprak 46′), Piszczek; Delaney (Alcacer 61′), Witsel; Larsen (Sancho 60′), Reus, Pulisic; Goetze

Hasil Piala Liga Inggris: City Lolos Usai Menang Adu Penalti atas Leicester

Manchester City menjejak semifinal Piala Liga Inggris. Juara Liga Inggris itu lolos berkat kemenangan adu penalti 3-1 atas Leicester City.

Menghadapi Leicester di King Power Stadium, Rabu (19/12/2018) dinihari WIB pada babak perempatfinal Piala Liga Inggris, City langsung agresif di awal laga. Percobaan dari Phil Foden dan Brahim Diaz diblok pemain Leicester.

City memetik keunggulan di menit ke-14 lewat Kevin de Bruyne. Sodoran Nicolas Otamendi diselesaikan De Bruyne dengan sepakan dari depan kotak penalti.

Sebuah percobaan dari Leicester melalui Demarai Gray mengancam City di menit ke-22. Tembakannya membentur, lalu susah payah ditepis Arijanet Muric, kiper City.

Menjelang babak pertama berakhir, Leicester menekan dengan lebih intens. Namun tak ada gol tercipta sampai peluit tanda 45 menit berakhir berbunyi.

City membuang kans bagus di menit ke-47. Sergio Aguero tinggal menghadapi kiper, tapi gagal menaklukkan Danny Ward.

Peluang lain terbuang di menit ke-63, saat Diaz tak langsung menyambar umpan De Bruyne di kesempatan pertama. Satu sentuhan ekstra bikin dia City cuma mendapatkan sepak pojok. Tembakan Mahrez meneruskan umpan Foden di menit ke-68 cuma melambung tipis di atas mistar gawang. Leicester membalas dengan gol lima menit berselang.

Di menit ke-73, Wilfred Ndidi menemukan Albrighton dengan umpan lambungnya. Bola diselesaikan Albrighton dan menyamakan skor.

City lebih intens menyerang usai kebobolan. Sepakan Mahrez di menit ke-77 tipis saja di kiri gawang. Sementara upaya Foden di menit ke-84 gagal menguji Ward, tembakannya di bawah tekanan Hamza Choudhury tak menemui sasaran.

Tak ada gol tercipta sampai waktu normal habis. Pemenang pun ditentukan lewat adu penalti, dengan Leicester menendang lebih dulu.

Harry Maguire mengawali dengan baik untuk Leicester dan menceploskan penaltinya. Tapi lantas tiga penendang The Foxes berikutnya gagal, yakni Christian Fuchs, James Maddison, dan Caglar Soyuncu.

Guendogan selaku penendang pertama City sukses, namun Raheem Sterling selaku eksekutor kedua gagal. Beruntung bagi City, Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko sukses memastikan kemenangan.

Susunan pemain:

Leicester: Danny Ward; Danny Simpson, Caglar Soyuncu, Harry Maguire, Christian Fuchs; Vicente Iborra (Marc Albrighton 61′), Hamza Choudhury, Wilfred Ndidi; Rachid Ghezzal (James Maddison 53′), Kelechi Iheanacho (Ricardo Pereira 81′), Demarai Gray

City: Arijanet Muric; Kyle Walker, Eric Garcia, Nicolas Otamendi, Oleksandr Zinchenko; Kevin De Bruyne (Ilkay Guendogan 71′), John Stones, Phil Foden; Riyad Mahrez, Sergio Aguero (Gabriel Jesus 76′), Brahim Diaz (Raheem Sterling 66′)

Evra: Sudah Cukup soal Pogba dan Mourinho

Bahkan sampai Jose Mourinho dipecat Manchester United, pembahasan terkait Paul Pogba tak berhenti. Patrice Evra ingin para pendukung fokus ke hal lain.

Mourinho dipecat MU usai start mengecewakan musim ini. Dalam 17 pekan Premier League, ‘Setan Merah’ terseok-seok di posisi enam, tertinggal 19 poin dari puncak klasemen dan 11 poin dari Chelsea di posisi empat.

Selepas pemecatannya, hubungan Mourinho dengan Pogba masih juga disoroti. Sebabnya tak lain karena Pogba sempat mengunggah foto melirik sembari tersenyum kecil tak lama usai pengumuman pencopotan Mourinho dari posisi manajer.

Pogba lantas menghapus unggahan itu, meski jejak digitalnya tetap tertinggal. Sebuah klaim menjelaskan bahwa foto itu awalnya ditujukan sebagai kampanye marketing, tapi ternyata momennya sedang tidak pas –bertepatan dengan pemecatan Mourinho– sehingga dihapus.

Pogba dan Mourinho memang sebelumnya punya riwayat cerita tak sedap. Keduanya diyakini berseteru, hingga berujung pencopotan Pogba dari jabatan wakil kapten.

Gelandang yang mengantarkan Prancis juara Piala Dunia 2018 itu bahkan tak dimainkan Mourinho di dua laga terakhir Premier League

Eks bek MU Patrice Evra ingin pembicaraan ini disudahi, khususnya untuk para suporter MU, setelah Mourinho dipecat. Dia ingin momentum ini dimanfaatkan untuk membangun kembali atmosfer positif.

“Hal yang paling membuat saya kesal sekarang adalah, kenapa orang-orang begitu fokus ke Paul Pogba dan Jose Mourinho. Mari fokus membangun sesuatu yang solid alih-alih main-main saja,” cuit Evra pada akun twitternya.

“Melakukan ini (membahas Pogba dan Mourinho) berarti tidak menghormati lambang klub, mulai sekarang kita butuh hal-hal positif,” imbuh bek kiri ini.