Semua artikel oleh Administator

Juve Gagal di Liga Champions, Marchisio: Ronaldo Saja Tidak Cukup

Juventus kembali gagal memenangi Liga Champions meski sudah ada Cristiano Ronaldo. Claudio Marchisio mengingatkan bahwa ada Ronaldo saja tak cukup.

Juventus tersingkir di Liga Champions setelah kalah agregat 2-3 dari Ajax Amsterdam di babak perempatfinal. Ronaldo menjadi sorotan atas kegagalan Bianconeri ini.

Sejak kedatangan pria asal Portugal itu, Juve semakin tampak percaya diri untuk memenangi Liga Champions. Pelatih Massimiliano Allegri bahkan mengistirahatkan Ronaldo di beberapa pertandingan Serie A demi Liga Champions.

Hasilnya cukup oke, Ronaldo mencetak lima gol di fase knock-out, setelah pada fase grup cuma cetak satu gol. Akan tetapi, gelar juara juga tak bisa digapai.

“Ada banyak harapan di dalam dan di luar Juventus. Dengan Ronaldo, mereka mengira telah menutup celah untuk mencapai Liga Champions,” kata Marchisio seperti dikutip dari Calciomercato.

“Dari apa yang saya lihat ketika berada di Turin, semua dibangun di sekelilingnya karena juara yang hebat meningkatkan kepercayaan diri setiap pemain,” sambungnya.

“Namun, satu orang juara tidak dapat menjamin kemenangan. Sepakbola bukan ilmu pasti, mereka tidak menganggap itu,” tegasnya.

Apakah Diego Costa Masih Punya Masa Depan di Atletico?

Kelanjutan karier Diego Costa di Atletico Madrid mulai dipertanyakan setelah menolak latihan. Namun, pelatih Atletico Diego Simeone meredam spekulasi tersebut.

Costa dikabarkan mogok latihan pada Kamis (18/4/2019) setelah dijatuhi denda oleh Atletico. Hukuman tambahan itu diberikan setelah Costa diskors delapan pertandingan usai memaki-maki wasit di laga kontra Barcelona awal bulan ini.

Dengan skorsing itu, pemain internasional Spanyol itu tidak bisa lagi terlibat di sisa pertandingan Atletico di LaLiga. Plus Costa memperburuk musimnya usai kerap dibebat cedera sehingga hanya mampu mencetak lima gol dan tiga assist dalam 21 penampilan di sepanjang musim 2018/19.

Dengan masalah-masalah yang ditimbulkannya, Costa mulai dihubung-hubungkan dengan kepindahan dari Wanda Metropolitano di musim panas. Sebuah klub Liga China dikabarkan menaruh minat kepadanya.

Akan tetapi Simeone menegaskan masalah terkait latihan Costa sudah diselesaikan. Simeone juga yakin Costa akan punya rasa lapar yang besar sehingga akan menguntungkan Atletico di musim depan.

“Apa yang bisa saya katakan kepada Anda adalah itu situasi internal,” cetus Simeone dilansir AS. “Kami sudah menyelesaikannya kemarin dan hari ini Diego berlatih lagi seperti biasanya.”

“Hal itu tidak mengubah apa yang saya pikirkan tentang Diego. Saya akui dia tidak memiliki musim yang bagus karena diganggu berbagai cedera.”

“Tapi saya tidak ragu di musim depan, seluruh karakter pemberontak dan kualitas sebagai seorang pemain dan hal-hal yang sudah dia jalani di musim ini akan menjadikan dia pemain yang lebih baik,” kata pelatih asal Argentina itu.

Allegri: Walaupun Gagal di Liga Champions, Gelar Scudetto Harus Dirayakan

Juventus bisa menyegel scudetto kedelapan secara beruntun pada akhir pekan ini. Massimiliano Allegri menegaskan keberhasilan itu harus dirayakan.

Juventus akan menjamu Fiorentina di Allianz Arena, Sabtu (20/4/2019) malam WIB. Bianconeri cuma butuh tambahan satu angka untuk memastikan scudetto.

Misi ini bakal dijalankan di tengah rasa kecewa gagal di Liga Champions. Allegri menegaskan tak ada alasan untuk gagal mengunci gelar scudetto secepat mungkin karena kalah dari Ajax Amsterdam.

“Besok, kami harus menyegel scudetto yang juga harus dirayakan karena itu adalah target setiap tahunnya,” kata Allegri seperti dikutip dari situs resmi Juventus.

“Kekalahan dari Ajax harus diterima, kami harus mengatasinya tanpa mencari alasan. Kami harus menerima kenyataan dan mulai lagi untuk mencoba berkembang,” sambungnya.

Allegri juga mengingatkan bahwa Juve punya gelar yang sudah didapat pada musim ini, yakni Piala Supercoppa Italia.

“Dalam kesulitan tahun ini, kami membawa pulang Piala Super dan kami akan membawa scudetto. Saya tidak marah ke pemain. Setelah memenangi scudetto, masa depan akan direncanakan dengan jelas,” tegasnya.

Allegri: Ronaldo adalah Masa Depan Juventus

Massimiliano Allegri menegaskan Cristiano Ronaldo adalah masa depan Juventus. CR7 diklaim akan berusaha menjuarai Liga Champions lagi tahun depan.

Ronaldo baru saja gagal membawa Juventus menjuarai Liga Champions. Bianconeri disingkirkan Ajax Amsterdam di perempatfinal dengan agregat 2-3.

Di babak delapan besar, Ronaldo sendiri bikin dua gol pada masing-masing leg. Tapi raksasa Serie A itu tetap tersingkir, dan masih belum bisa mengangkat trofi si Kuping Besar.

Kegagalan ini membuat Juventus harus menerima kenyataan, bahwa mendatangkan Ronaldo bukanlah jaminan trofi Liga Champions. Sebelumnya, banyak anggapan penyerang Portugal itu adalah jaminan Si Nyonya Tua bisa menjuarai ajang bergengsi tersebut.

Bahkan, kegagalan di Liga Champions menimbulkan banyak rumor terkait Ronaldo. Penyerang 34 tahun itu disebut-sebut terpukul karena gagal memenanginya sehingga berpikir untuk hengkang, kendati baru didatangkan pada musim panas tahun lalu.

Allegri, pelatih Juventus, menegaskan hal itu. Ia mengakui Ronaldo bukanlah jaminan trofi Liga Champions, sekaligus menegaskan musim depan siap berusaha lagi meraihnya.

“Cristiano adalah masa depan Juventus. Dia bermain sangat baik tahun ini dan akan melakukannya lagi ke depannya. Tentu saja dia kecewa, seperti kami semua, tetapi dia tenang tentang hal itu,” kata Allegri dilansir FourFourTwo.

“Cristiano plus Juventus bukanlah jaminan Liga Champions — inilah sepakbola. Sekarang kami harus melangkah ke depan dan berpikir untuk memenangkan Scudetto, yang akan menjadi hasil dari musim yang hebat,” jelasnya.

Akhir pekan ini, Juventus akan menghadapi Fiorentina dalam lanjutan kompetisi Serie A. Kemenangan akan menyegel gelar Scudetto mereka, sekaligus membayar kekecewaan di Liga Champions.

MU Didepak Barcelona, Mourinho: Makanya Kurung Messi

Jose Mourinho mengkritik taktik Manchester United, yang didepak Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Setan Merah disebut tidak mengurung Lionel Messi.

MU disingkirkan Barcelona di babak delapan besar dengan agregat yang cukup telak, 0-4. Usai kalah 0-1 pada leg pertama di Old Trafford, Paul Pogba dkk tumbang 0-3 di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB.

Pada leg kedua, MU, yang diharapkan bangkit, justru kebobolan akibat kesalahan-kesalahan. Dua gol yang dilesakkan Lionel Messi, berasal dari blunder Ashley Young dan David De Gea. Sementara gol ketiga Barcelona lahir dari tendangan Philippe Coutinho dari luar kotak penalti.

Mourinho, yang dipecat MU pada Desember lalu dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer, mengkritik taktik mantan timnya. Pria asal Portugal itu menyebut MU banyak membuat kesalahan dalam bertahan.

“Banyak kesalahan, banyak gol akibat pertahanan buruk saat mengantisipasi tendangan-tendangan. Anda bisa melihat gol Coutinho, bahkan juga Messi,” kata Mourinho kepada Russia Today, seperti dilansir Mirror.

Secara rinci, Mourinho menilai kesalahan MU adalah tidak menempatkan banyak gelandang di depan kotak penalti sehingga Messi bisa bergerak bebas. Kesalahan itu dinilai Mourinho karena MU berusaha mengubah pendekatan akibat kalah pada leg pertama.

“Di leg pertama, MU menguasai lini tengah dengan baik. Jadi saat dia [Messi] datang, dia akan menemui Fred dan McTominay sepanjang laga. Di pertandingan ini [leg kedua], mungkin karena MU kalah, mereka mencoba memulai dengan perspektif yang berbeda,” lanjut Mourinho.

“Kemudian Pogba melebar ke kiri, McTominay ke kanan, dan Jese Lingard bermain sebagai nomor 10 di belakang striker. Di depan garis pertahanan cuma Fred. Dan itu adalah area ketika Messi datang dan mendapatkan bola. Saat berhadapan dengannya, anda akan mati.”

“Itulah mengapa saya tidak senang menempatkan pemain secara individu berhadapan dengan Messi. Kurung Messi, anda harus mengurungnya,” jelas Mourinho.

Valverde Masih Percaya Guardiola yang Terbaik

Pep Guardiola belum mengantar Manchester City berjaya di Liga Champions. Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, masih yakin Guardiola salah satu yang terbaik.

Guardiola gagal meloloskan City ke semifinal Liga Champions musim ini. Di perempatfinal, The Citizen didepak Tottenham Hotspur dengan agregat 4-4, namun kalah produktivitas gol tandang.

Guardiola masih belum bisa meloloskan City ke semifinal dalam tiga musim terakhir, sejak direkrut menjadi manajer pada musim 2016/2017. Setelah kandas di 16 besar pada musim pertamanya, City selalu mentok di babak delapan besar dalam dua musim setelahnya.

Valverde pun membela Guardiola, yang masih belum bisa membawa City berjaya di Liga Champions. Pria yang juga sempat menukangi Lionel Messi dkk itu dipuji sebagai salah satu manajer terbaik saat ini.

“Guardiola tanpa diragukan lagi adalah pelatih terbaik, terlepas tersingkir dari Liga Champions,” ucap Valverde, seperti dilansir Marca.

Valverde sendiri bisa meloloskan Barcelona ke semifinal, usai menyingkirkan Manchester United dengan agregat 4-0. Selanjutnya, raksasa LaLiga itu akan menghadapi Liverpool di babak empat besar.

Dengan Berat Hati, Guardiola Akui Masih Dukung VAR

Video Assistant Referee (VAR) berperan saat Manchester City didepak Tottenham Hotspur di Liga Champinons. Kendati begitu, Pep Guardiola masih mendukungnya.

City secara menyakitkan tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kemenangan 4-3 atas Tottenham dalam leg kedua di Stadion Etihad, Kamis (18/4/2019) dini hari, tak cukup meloloskan The Citizen karena tetap kalah produktivitas gol tandang dalam agregat 4-4.

Dalam pertandingan leg kedua, City sedianya nyaris menang. Saat kedudukan masih 4-3, Raheem Sterling mencetak gol di injury time yang membuat skor menjadi 5-3, skor yang sudah cukup meloloskan City ke semifinal. Tapi, gol itu dibatalkan VAR.

Saat itu, Sterling mencetak gol usai menerima umpan Sergio Aguero di kotak penalti. Wasit Cuneyt Cakir kemudian membatalkannya, sebab Aguero rupanya sudah dalam posisi offside sebelum mengoper bola ke Sterling.

Sebelumnya, VAR juga membuat City gigit jari saat Tottenham mencetak gol ketiganya. Gol Fernando Llorente yang berbau handball, justru disahkan sang pengadil usai mengeceknya lewat video ulang.

Meski City cukup dirugikan VAR, Guardiola mengaku tetap mendukung penggunaan teknologi tersebut. Ia menilai, mau seberat apapun keputusan yang dihasilkan, ia menyebut VAR sudah sangat membantu di sepakbola. “Anda tahu pendapat saya tentang VAR, Anda tahu, tidak ada yang berubah. Tentu saja apa yang terjadi adalah sesuatu yang berat,” ujar Guardiola dilansir Sportskeeda.

“Wasit membuat kesalahan yang manusiawi, seperti semua orang, tetapi VAR ada di sini untuk membantunya. Mereka bisa membuat kesalahan, bahkan dengan VAR. Wasit membutuhkan waktu, lebih lama… beberapa detik atau menit untuk melihat video dari sudut pandang berbeda.”

“Membuat kesalahan dengan VAR, setelah itu saya tidak setuju, Anda harus meluangkan waktu untuk membuat keputusan yang tepat. Saya mendukungnya sejak pertama kali, hal tersebut akan membuat sesuatu menjadi adil. Jika Raheem mencetak gol dan mereka [Tottenham] tersingkir karena gol offside, ini yang berat dan saya tidak suka itu,” jelasnya.

Mourinho Ajari Juventus Kalahkan Ajax

Jose Mourinho punya pengalaman mengalahkan Ajax Amsterdam. Pria asal Portugal itu kini mengajari Juventus, yang baru saja didepak de Amsterdammers.

Juventus disingkirkan Ajax di perempatfinal Liga Champions. Bianconeri gugur karena kalah agregat 2-3, berimbang 1-1 kemudian kalah 1-2 dalam pertandingan dua leg.

Mourinho, yang pernah membawa Manchester United juara Liga Europa dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 di final musim 2016/2017, memberi mengajari Juventus bagaimana mengalahkan sang rival. Menurutnya, Bianconeri harus mengandalkan kekuatan fisik–sesuatu yang menurutnya tak dimiliki Ajax.

“Kami memberi mereka pertandingan yang tidak mereka inginkan, mereka mengeluhkan bola-bola panjang kami. Mereka juga mengeluhkan (Marouane) Fellaini, mereka mengeluhkan soal fisik karena tidak bisa mengatasinya,” kata The Special One kepada RT Sport, seperti dilansir Football-Italia.

“Jika bermain melawan Ajax dengan cara yang mereka inginkan, Anda punya risiko mereka justru tampil lebih baik. Jika saya melihat, seandainya Ajax menghadapi Barcelona atau Liverpool di Final, saya pikir Barcelona dan Liverpool bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan mereka sendiri.”

“Tetapi ketika Anda tak memiliki kualitas itu, Anda harus menggunakan sudut pandang yang lebih strategis dan memberi mereka apa yang tidak mereka inginkan,” ungkapnya menambahkan.

Giliran Pemain Muda Tottenham Unjuk Gigi Lawan City?

Tottenham Hotspur kembali menghadapi Manchester City di Liga Inggris pekan ini. Saatnya pemain-pemain muda The Lilywhites unjuk gigi?

Tottenham baru saja tampil gemilang di Liga Champions, dengan menyingkirkan City di perempatfinal tengah pekan lalu. Usai menang 1-0 di kandang pada leg pertama, Son Heung-min dkk hanya kalah 3-4 di leg kedua, dan melenggang ke semifinal dengan keunggulan gol tandang.

Selanjutnya, Tottenham akan kembali bertandang ke Etihad, untuk menghadapi City di lanjutan kompetisi Liga Inggris, Sabtu (20/4/2019). Manajer Mauricio Pochettino menyiratkan akan menurunkan pemain mudanya.

“City memiliki skuat yang sulit dipercaya, mereka bisa mengubah, merotasi starting XI, dan menjaga level yang sama di lapangan,” kata Pochettino seperti dilansir Daily Mail.

“Dengan segala keadaan dan beberapa pemain cedera, mungkin kami harus mempertimbangkan bermain dengan pemain muda, bukan yang tanpa pengalaman, tetapi dengan yang banyak energi serta mempertahankan ide yang sama untuk bermain lebih berani dan mencoba bersaing.”

“Ini akan sulit, tetapi kami perlu memikirkan pemulihan dan mencoba merancang strategi terbaik untuk mencoba menjadi kompetitif,” jelasnya.
Saat ini City masih berada di peringkat dua dengan 83 poin, terpaut dua angka dari Liverpool. Tottenham mengekor di posisi ketiga dengan 67 poin, di atas Arsenal dan Chelsea (66).

Kemenangan akan membuat Tottenham bisa menjaga kans finis di tiga besar. Sementara City juga diprediksi tidak akan menyerah guna menjaga peluang meraih titel juara Liga Inggris.

De Jong Akan Ajak De Ligt Gabung Barcelona?

Frenkie De Jong sudah memilih bergabung dengan Barcelona. Apakah gelandang muda Ajax Amsterdam itu akan mengajak Matthijs de Ligt bergabung juga?

De Jong dan De Ligt menjadi dua pemain muda Ajax yang banyak diminati raksasa. De Jong akhirnya sudah lebih dulu diamankan Barcelona, usai dibeli sebesar 75 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Usai De Jong, De Ligt dikabarkan segera menyusul rekannya ke Barcelona. Terlebih bek berusia 19 tahun itu baru saja tampil cemerlang, dengan membantu Ajax menyingkirkan Juventus di perempatfinal Liga Champions.

Pada leg kedua melawan Juventus, De Ligt bikin satu gol ke gawang Bianconeri yang membuat timnya menang 2-1 dan lolos ke semifinal. Rumor kepindahan De Ligt kian menguat usai laga itu.

De Jong, yang baru akan bergabung Barcelona pada musim panas mendatang, berjanji tidak akan mengintervensi keputusan De Ligt terkait masa depannya. Ia menyebut kapten Ajax itu bebas memilih klub mana pun yang ia suka.

“De Ligt bersama saya di Barcelona? Saya tidak peduli,” kata De Jong kepada Sport.

“Dia yang harus memilih dan saya tidak peduli,” tambahnya.

Bukan cuma Barcelona yang menginginkan De Ligt. Juventus, Real Madrid, Manchester City dan Manchester United kabarnya juga ingin merekrut pemain yang sudah bermain 48 kali dan bikin 5 gol musim ini tersebut.