Semua artikel oleh Administator

Peringkat Klub Asia 2019: Persija dan PSM Alami Kenaikan

Posisi dari klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, mampu mengalami peningkatan dalam daftar peringkat klub Asia 2019. Hal ini telah dirilis oleh situs footyrankings.com dalam rilisan peringkat klub Asia per 22 Mei 2019.

Situs Footy Ranking merangkum penampilan dari klub-klub Asia dalam empat tahun terakhir mereka berlaga di kompetisi level Asia. Total ada 162 tim yang masuk dalam peringkat klub Asia 2019.

Persija yang pada April lalu berada di posisi ke-90, saat ini merangkak ke peringkat 86. Tim Macan Kemayoran mendapatkan nilai total koefisien 15,23 dalam empat tahun terakhir berkompetisi di kancah Asia.

Kenaikan juga dialami oleh tim Indonesia lainnya, PSM Makassar yang mampu beranjak ke posisi 109 dengan total koefisien 9,24. Sebelumnya, PSM hanya mampu menempati peringkat ke-30 pada April lalu.

Sementara Bali United justru turun satu peringkat, yang tadinya di posisi ke-115 turun menjadi 116.

Tampil di Piala Dunia, Andri Syahputra Disebut Sebagai Pemain Indonesia oleh Media Asing

Pemain berdarah Indonesia, Andri Syahputra menjadi sorotan oleh media asing FOX Sports Asia atas tampilnya ia membela Qatar pada Piala Dunia U-20 Polandia 2019. FOX Sports menyebut bahwa Andri merupakan pemain Indonesia yang bermain untuk Qatar.

Andri memang pemain kelahiran asli Indonesia atau lebih tepatnya berasal dari Aceh. Namun, Andri harus mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja di Qatar.

Di negera Timur Tengah itulah Andri menimba ilmu sepakbola di akademi ternama Aspire Academy, Doha.

Tahun 2016, ia dikontrak oleh klub Qatar, Al-Gharafa untuk menjalani karir sepakbola profesionalnya. Setelah itu, penampilan apik dari Andri pun langsung membuatnya dipanggil untuk memperkuat timnas Qatar U-19.

Sebelumnya, Andri sempat masuk proyeksi Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri. Namun, ia lebih memilih untuk membela Qatar U-19.

Bersama Qatar U-19, ia bermain dalam lima penampilan dan mencetak satu gol. Karirnya terus menanjak hingga Andri akhirnya masuk dalam skuat timnas Qatar U-20 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 Polandia 2019.

Meski tampil membela timnas U-20 Qatar, mdia asing FOX Sports dalam laman beritanya menuliskan bahwa Andri merupakan pemain Indonesia yang memperkuat Qatar di ajang Piala Dunia U-20 Polandia 2019. “Meskipun keturunan Indonesia, Andri Syahputra akan mewakili Qatar di Piala Dunia U-20 setelah pindah ke Akademi Aspire di Doha sejak usia muda.” tulis FOX Sports Asia.

Andri akan mencatatkan debut perdananya di timnas U-20 Qatar dan langsung tampil di Piala Dunia U-20 yang akan dihelat di Polandia pada tanggal 23 Mei-15 Juni.

Jelang Uji Coba Timnas, Pelatih PSM Sejalan dengan Simon McMenemy

Dua pemain PSM masuk ke dalam 25 + 1 nama yang dipilih Simon McMenemy untuk bergabung di timnas mulai akhir bulan ini. Mereka diproyeksikan ambil bagian di dua laga uji coba internasional kontra Yordania (11/6/2019) dan Vanuatu (15/6/2019).

Dua pemain PSM itu adalah Rizky Pellu dan Marc Klok. Pemanggilan kali ini bagi Pellu adalah yang kedua kalinya di bawah era Simon. Sebelumnya, ia juga dipanggil saat timnas menggelar pemustan latihan untuk menghadapi Myanmar.

Namun bagi Klok, momen ini adalah pengalaman perdananya. Namun, status Klok berbeda dengan Pellu. Klok hanya diberikan kesempatan untuk bergabung ke timnas tapi tidak diproyeksikan turun di ajang internasional.

Pasalnya, proses naturalisasi yang tengah dijalaninya masih belum beres. Alhasil, ia belum bisa membela timnas.

Meski begitu, pelatih PSM, Darije Kalezic, bangga dua anak didiknya masuk daftar panggil timnas. Kalezic pun sepaham dengan Simon bahwa Pellu dan klok memang layak ke timnas.

“Saya senang dengan pemanggilan Klok dan Pellu. Mereka layak dipanggil karena performanya musim ini,” kata Kalezic di situs resmi klub.

Fasilitas Rumah dan Kendaraan Jadi Syarat Bio Paulin Gabung PSMS

Menuju kick off Liga 2 2019, PSMS mulai bergeliat melengkapi skuatnya. Kini, tim berjulukan Ayam Kinantan itu tengah mengincar salah satu bek naturalisasi.

Adalah Bio Paulin yang diincar untuk mengisi stok pemain lini belakang. Komunikasi intensif pun sudah terjalin.

“Bio Paulin kemarin bilang sudah oke. Kami memang butuh pemain yang kaya pengalaman seperti dia. Manajemen kemarin sudah komunikasi untuk negoisasi dengan dia. Ya kami tunggu saja hasilnya bagaimana dari manajemen,” kata Abdurahman Gurning, pelatih PSMS.

Dalam komunikasi terakhirnya, ternyata Bio meminta beberapa fasilitas dari manajemen, seperti rumah dan kendaraan.

“Selain nego gaji, Bio kemarin juga katanya dia minta fasilitas selama di Medan. Dia minta ada rumah, kendaraan, dan sebagainya selama di sini. Tergantung Manajemen lah itu, kalau deal langsung datang,” ujar Gurning melanjutkan.

Bila ada kata spakat, maka eks pemain Persipura dan Sriwijaya itu akan bersinergi dengan deretan bek-bek sebelumnya, Andre Sitepu, M. Effendi, Wira Satya, dan Afiful Huda.

Pemain Leicester City Tertantang Merumput di Liga Thailand

Pemain Leicester City, Shinji Okazaki, mengungkapkan jika dirinya tertarik untuk merumput di Liga Thailand 1. Shinji juga mengakui bahwa ia mempunyai hubungan baik dengan salah satu pemilik klub dari Thailand.

Masa depan dari Shinji Okazaki di Leicester City saat ini sedang tidak menentu. Hingga kini Shinji belum ditawati kontrak baru oleh klub yang pernah juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016 itu.

Kontrak dari Shinji di Leicester sendiri akan berakhir pada 30 Juni 2019. Maka apabila Leicester tak memperpanjang kontraknya, Shinji akan menjadi pemain bebas transfer musim depan.

Situasi ini pun membuat klub Thailand, Buriram United, dikabarkan siap untuk menampung Shinji bermain di Liga Thailand 1.

Menanggapi hal itu, Shinji menyatakan bahwa dirinya tertantang merumput di Thailand.

“Saya masih mencari klub baru. Dan, saya punya hubungan baik dengan pemilik klub dari Thailand,” kata Shinji Okazaki.

“Jika memang ada tantangan, saya senang bermain di Thai League pada masa depan.”

Namun, untuk karirnya di musim depan, Shinji masih ingin untuk bermain di benua Eropa dan mengatakan belum ada hasrat untuk kembali ke Asia.

“Tapi untuk sekarang saya masih punya keinginan untuk bermain di Eropa,” ujar pemain berusia 33 tahun ini.

Antonio Conte Akan Melatih Inter Milan Musim Depan

Mantan manajer Chelsea Antonio Conte akan ditunjuk sebagai manajer baru Inter Milan untuk musim depan.

Pelatih berusia 49 tahun itu dalam status menganggur, sejak ia dipecat oleh Chelsea Juli lalu, mengakhiri dua tahun keberadaannya di Stamford Bridge.

Inter berada di urutan keempat di Seri A dan akan lolos ke Liga Champions musim depan jika mereka mengalahkan Empoli pada hari Minggu. Namun, prestasi itu dilaporkan tidak cukup untuk menjaga masa depan pelatih Luciano Spalletti.

Kepala eksekutif Beppe Marotta, yang meninggalkan Juventus pada bulan Oktober, mempekerjakan Conte ketika dia berada di Turin dan tetap dekat dengannya.

Conte memenangkan gelar Liga Premier di musim pertamanya di Stamford Bridge dan Piala FA di musim keduanya, tetapi waktunya di klub itu dirusak oleh serangkaian pertengkaran, termasuk dengan striker Diego Costa untuk mengatakan kepadanya bahwa dia tidak lagi diinginkan.

Sebelum itu ia memenangkan tiga gelar dalam beberapa musim bersama Juventus sebelum menghabiskan dua tahun bertugas di Italia.

Shinji Okazaki Tanggapi Peluang Gabung Klub Asia Tenggara

Kontrak penyerang timnas Jepang, Shinji Okazaki bersama Leicester City telah habis. Ia disebut-sebut tengah menjadi incaran klub asal Thailand, Buriram United.

Okazaki menyebut dirinya membuka peluang untuk tampil di Liga Thailand di masa depan. Namun untuk saat ini, ia memilih untuk melanjutkan karier di Eropa.

“Saya saat ini mencari klub baru. Saya punya hubungan baik dengan pemilik klub asal Thailand. Jika ada kesempatan saya ingin bermain di Liga Thailand di masa depan. Namun untuk saat ini saya masih ingin bermain di Eropa,” ucap Okazaki.

Syarat Okazaki bagi klub peminat adalah memainkannya sebagai penyerang. Saat di Leicester City ia merasa lebih banyak bermain sebagai gelandang.

“Peran saya di Leicester dapat dipastikan bukan penyerang. Saya merasa lebih banyak terlihat sebagai gelandang. Saya merasa bahwa saya bukan gelandang ketika melihat
para gelandang lain yang punya skill tinggi, jelasnya.

Okazaki membela Leicester dari tahun 2015-2019. Ia turut membawa The Foxes meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2015/16.

Dimulai 27 Juli, Liga 3 Jatim Diikuti 40 Tim

Kompetisi Liga 3 Jatim 2019 mulai diputar pada 27 Juli 2019. Sebanyak 40 tim ambil bagian pada kompetisi yang dikelola Asprov PSSI Jatim ini.

Jumlah ini lebih sedikit dari total anggota PSSI Jatim sebanyak 86 tim.

“Yang mendaftar ada 56 tim, tapi karena musim ini kami sepakat untuk meningkatkan kualitas kompetisi, kami melakukan verifikasi ketat. Dari situlah tiba-tiba ada yang mundur,” kata Amir Burhanuddin, Sekretaris PSSI Jatim.

Selain faktor itu, mepetnya waktu yang dimiliki Asprov PSSI Jatim, menyusul adanya agenda Pemilu, puasa, Lebaran, dan Porprov di Jatim, menjadi alasan lain verifikasi dilakukan secara ketat.

Amir mengungkapkan, dari 56 tim yang mendaftar, lima tim di antaranya, Perssu Sumenep, Semeru FC, Persegres, PSBK, dan Persinga Ngawi, harus disisihkan karena mengikuti babak kualifikasi putaran 16 nasional.

“Dari 56 tim itu ada lima tim yang kemarin masuk 16 besar putaran nasional. Mereka itu disisihkan, dibuatkan kompetisi sendiri, tapi levelnya sama, hanya untuk memperebutkan enam slot dari 32 slot nasional. Sementara di luar lima itu mundur, sehingga tinggal 40 tim saja,” tuturnya.

Dari 40 tim itu nantinya akan dibagi menjadi delapan grup, dengan masing-masing grup berisi lima tim. Pada fase ini, format yang digunakan adalah kandang and tandang dengan sistem kompetisi penuh.

Masuk ke babak 16 besar, akan dibagi menjadi 4 grup dan setiap grup dihuni empat tim. Sistem yang dipakai pada babak ini setengah kompetisi. Format ini berubah menjadi sistem gugur ketika masuk ke babak 8 besar Liga 3 Jatim.

Gomes de Oliveira Memuji Trio Eks Persebaya di Kalteng Putra

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira memuji profesionalitas yang dimiliki oleh tiga mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini menjadi andalan timnya. Ketiga pemain tersebut adalah stoper OK John, kiper Dimas Galih, dan penyerang sayap Feri Pahabol.

Mereka berperan penting saat Kalteng Putra menghadapi Persebaya pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/5/2019) malam. Tidak terlihat perasaan canggung dari mereka saat membawa Kalteng Putra menahan imbang 1-1 pada laga ini.

Selain tiga pemain itu, Gomes tercatat pernah menjadi bagian dari Persebaya. Pelatih asal Brasil itu pernah menangani Persebaya U-21 dan menjadi asisten pelatih pada era 2008-2010.

“Dimas sudah jadi anak saya sejak umur 19 tahun. Sebelum kontrak dengan Kalteng Putra, saya bicara dan ingin kami saling bantu. Dia membantu saya waktu masih junior. Dia berjuang keras dan menurut saya termasuk kiper terbaik di Indonesia saat ini,” kata Gomes.

Kalteng Putra memang bukan klub pertama yang mempertemukan pelatih asal Brasil tersebut dengan Dimas Galih. Pada 2009-2010, keduanya sama-sama menjadi bagian Persebaya U-21 yang tampil di ISL U-21.

Dalam pertandingan ini, Dimas memberikan pembuktian kepada Persebaya yang telah “membuangnya” pada akhir musim lalu. Kendati begitu, Dimas terlibat dalam drama laga panas itu dengan mengeluh merasa kesakitan untuk mengulur waktu.

OK John merupakan pemain naturalisasi asal Nigeria yang sudah bekerja sama dengan Gomes saat masih membela Madura United musim lalu. Keduanya sudah saling mengenal karena OK John terbilang sebagai pemain berpengalaman di Indonesia.

“OK John sudah pernah bermain bersama saya. Dia sangat membantu karena memiliki pengalaman yang panjang. Dia juga bermain bagus membawa tim ini meraih poin di sini,” imbuh pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Sementara, Pahabol pernah membela Persiwa Wamena, klub yang juga pernah ditangani oleh Gomes. Namun, keduanya berada di klub berjulukan Badai Pegunungan itu pada periode yang berbeda.

“Pahabol adalah anak Papua dan termasuk pemain sayap yang lincah. Semua pemain itu semakin baik bersama kami. Tidak hanya tiga mantan Persebaya Surabaya itu, tapi semua pemain kami semakin berkembang,” ucap Gomes.

Paul Pogba Anggap Turin Sebagai Rumah Membuat Spekulasi ke Juventus Menguat

Di tengah kabar kepindahannya dari Manchester United, Paul Pogba justru menuang bensin dalam spekulasi panas itu. Unggahan di media sosial Instagram personal, jadi penyebabnya.

Paul Pogba belakangan makin intens dirumorkan meninggalkan Old Trafford. Real Madrid dikabarkan jadi kandidat kuat pelabuhan selanjutnya bagi pemain yang baru saja pulang dari menunaikan ibadah umrah ini.

Namun, Juventus juga masuk daftar calon klub Pogba seandainya tak lagi berkostum Setan Merah. Bagi fans Juventus, Pogba bukan sosok asing lantaran pemain internasional Prancis itu pernah jadi idola di Turin semasa 2012-2016.

Dalam postingan Pogba baru-baru ini di Instagram, ia yang diklaim mengunggah postingan itu saat berada di Turin yang merupakan kota markas Nyonya Besar, merasa seperti berada di rumah.

Ia juga berkomentar untuk menunjukkan respeknya kepada mantan rekan satu timnya di Juventus, Andrea Barzagli, yang gantung sepatu di akhir musim ini. “Anda adalah contoh bagi kami semua, pesepak bola,” begitu kata Pogba.

Komentar itu menjadi bukti persahabatan Pogba dengan pemain Juventus di masa lalu dan sekarang, tetap terjalin kuat.

Pogba berada di Turin untuk ikut merayakan gelar scudetto Juventus bersama pemain dan keluarga.

Di mata kalangan penggemar Nyonya Tua, hal ini bisa jadi angin segar, lantaran bisa diartikan sebagai “nilai plus” bagi Pogba dalam mempertimbangkan klub tujuan berikutnya.

Hal semacam itu terkadang bisa menjadi faktor penentu dalam keputusan sulit, termasuk buat Pogba dalam memilih di mana dia bermain pada musim depan.

Di sisi lain, Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, dikabarkan akan berusaha keras membawa mantan pemainnya itu kembali ke Juventus pada musim panas ini, terlepas dari berapa pun biaya yang diminta Manchester United, yang diperkirakan meminta setidaknya 150 juta euro (Rp2,4 triliun) buat sang pemain.

Satu-satu hal yang dianggap jadi penghalang bagi kembalinya Pogba ke Juventus diyakini adalah ketertarikan Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu disinyalir tak akan mundur dari perburuan sang pemain mengingat mereka membutuhkan gelandang 26 tahun ini sebagai bagian merevitalisasi tim musim depan.

Hanya, kabar terbaru menyebut fans Real Madrid disebut tak menginginkan Paul Pogba ada di Santiago Bernabeu. Hal ini berbeda dengan suporter Juventus yang diprediksi bakal menyambut kembali Pogba dengan tangan terbuka.