Semua artikel oleh Administator

Ranieri Sulit Menolak Tawaran Roma

Claudio Ranieri resmi menjadi pelatih baru AS Roma. Dia mengaku sangat sulit untuk menolak tawaran yang datang dari Giallorossi.

Ranieri dikontrak jangka pendek hingga akhir musim ini oleh Roma, Jumat (8/3/2019) malam WIB. Giallorossi hanya butuh dua hari untuk mendapatkannya setelah menendang Eusebio Di Francesco.

Ranieri bukan sosok baru di Roma karena empat melatih tim pada 2009-2011. Pelatih berusia 67 tahun itu pun mengungkapkan bahwa tak mungkin baginya untuk menolak tim kota kelahirannya tersebut.

“Saya sangat bahagia bisa kembali ke rumah. Ketika Roma menghubungi Anda, mustahil untuk menolaknya,” tutur Ranieri di situs resmi klub.

Direktur Roma yang juga legenda klub, Francesco Totti, mengungkapkan alasan tim memilih Ranieri sebagai caretaker hingga akhir musim

“Claudio berasal dari kota ini, dia juga merupakan fans Roma tapi lebih dari itu, dia adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di dunia sepakbola,” kata Totti. “Apa yang kami butuhkan adalah sosok yang bisa membawa tim kembali ke empat besar dan memastikan bahwa kami akan kembali bermain di Liga Champions musim depan,” lanjutnya.

Setelah sempat mencapai semifinal Liga Champions musim lalu, Roma baru saja gugur di babak 16 besar usai dikalahkan Porto dengan agregat 3-4.

Tak hanya itu, performa Giallorossi di Serie A juga belum meyakinkan dan saat ini berada di peringkat kelima dengan 44 poin, berjarak tiga poin dengan Inter Milan di atasnya.

Premier League Juga Selidiki Dugaan Pelanggaran FFP oleh City

Premier League tak tinggal diam terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play oleh Manchester City. Otoritas liga tertinggi di Inggris itu bakal menyelidiki City.

City kini tengah diselidiki oleh UEFA karena dianggap melanggar aturan FFP. City diduga menggelembungkan dana sponsor dari kantung pribadi pemilik klub Sheikh Mansour sehingga kondisi keuangannya sehat.

Selain itu, City disebut memanipulasi laporan pembayaran gaji mantan manajernya Roberto Mancini. UEFA akan segera mengumpulkan bukti-bukti dan jika City bersalah, maka mereka akan dicoret dari kompetisi Eropa musim depan.

Kasak-kusuk soal pelanggaran FFP itu juga sampai ke telinga pengurus Premier League. Demi menjernihkan segala rumor yang ada, Premier League pun akan menyelidiki kebenaran tuduhan itu termasuk memeriksa kemungkinan pelanggaran terkait kepemilikan pemain di pihak ketiga dan perekrutan pemain akademi.

“Premier League sebelumnya juga sudah menghubungi Manchester City untuk mendapatkan informasi terkait tuduhan yang ada belakangan ini dan sedang berkomunikasi dengan pihak klub,” demikian pernyataan resmi Premier League.

“Liga punya aturan ketat terkait finansial dan juga di sektor perekrutan pemain akademi dan kepemilikan pihak ketiga.”

“Kami sedang menyelidiki hal ini dan akan memberikan kesempatan Manchester City untuk menjelaskan segala permasalahan serta detil di sekitar mereka.”

Borneo FC Tak Mau Pulang dari Sleman dengan Tangan Hampa

Borneo FC memang sudah dipastikan tersingkir dari Piala Presiden 2019. Meski demikian, Borneo tetap bertekad meraih hasil positif di laga terakhir.

Borneo kembali menelan kekalahan di Grup D Piala Presiden 2019. Menghadapi PSS Sleman pada pertandingan kedua di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/3/2019), Pesut Etam kalah 0-2.

Itu merupakan kekalahan kedua Borneo dari dua laga. Sebelumnya, mereka dihajar Persija Jakarta dengan skor 0-5.

Dengan demikian, Borneo dipastikan tersingkir dari Piala Presiden 2019. Mereka jadi juru kunci Grup D tanpa poin dengan satu pertandingan tersisa.

“Saya tidak tahu poinnya, kita layak kalah pada pertandingan hari ini. Kami sudah main sebaik mungkin, tapi tidak bisa menghakimi staf atau yang lain (pemain), sepakbola ini sportif,” kata pelatih Borneo Fabio Lopez seusai pertandingan, Jumat (8/3/2019).

“Kita bermain baik, tapi kadang-kadang momen seperti ini tidak bisa diduga. Saya menghargai pemain saya,” ucap Fabio.

“Mereka datang dua kali dan mencetak dua gol, saya tidak bisa complain,” lanjut pelatih asal Italia itu yang mengomentari jalannya pertandingan melawan PSS. Di laga terakhir, Borneo akan menghadapi Madura United pada Jumat (15/3/2019). Borneo yang belum mencetak gol itu pun bertekad meraih hasil positif.

“Ada momen kita main bagus, saya dulu lihat pertandingan lawan Persija, kami belum siap mengikuti pertandingan ini,” kata kapten Borneo FC, Diego Michiels.

“Dua pertandingan, belum cetak gol. Semoga game terakhir kita meraih hasil positif,” imbuhnya.

Pochettino Ingin Balik ke Spanyol, Sinyal Latih Madrid?

Mauricio Pochettino mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Spanyol suatu hari. Apakah ini pertanda dia siap melatih Real Madrid?

Kondisi El Real saat ini sedang buruk. Hanya dalam sepekan, Madrid kehilangan tiga kesempatan untuk meraih trofi musim ini.

Los Blancos gugur dari Copa del Rey setelah ditaklukkan Barcelona di semifinal dengan agregat 1-4. Kemudian di LaLiga, Madrid kembali takluk di El Clasico dengan skor 0-1 dan membuat tim asuhan Santiago Solari berjarak 12 poin dengan Los Cules di puncak.

Terakhir, Madrid kalah 1-4 dari Ajax Amsterdam di leg kedua 16 besar dan memastikan langkah mereka di Liga Champions terhenti. Posisi Solari pun makin kencang digoyang.

Salah satu nama yang dihubungkan dengan Madrid adalah Pochettino. Manajer asal Argentina ini sebenarnya sudah sering dihubungkan sejak Zinedine Zidane mundur sampai dipecatnya Julen Lopetegui. Sampai sekarang rumor itu masih terus bergulir dan bisa jadi makin panas.

Pasalnya, Pochettino baru saja mengakui ingin kembali melatih di Spanyol seperti saat menangani Espanyol dulu. Apakah itu artinya Pochettino siap jika sewaktu-waktu Madrid meminangnya?

“Hubungan saya dengan Spanyol selalu baik dan saya akan sangat senang untuk kembali ke sana suatu hari nanti, memainkan sepakbola yang bisa memenangi laga dan menghibur,” ujar Pochettino seperti dikutip Reuters.

“Tentu saja saya ingin kembali ke Spanyol. Saya selalu terbuka untuk proyek dan pengalaman baru. Saya terima saja (kabar ketertarikan Real Madrid) itu sebagai sesuatu yang positif. Artinya ada seseorang yang tahu kinerja kami bagus,” tambah dia.

Hasil Liga Italia: Moise Kean Dua Gol, Juventus Libas Udinese 4-1

Moise Kean jadi bintang kemenangan Juventus saat menghadapi Udinese. Sepasang gol dibuat penyerang 19 tahun itu untuk membuat Si Nyonya Tua menang 4-1.

Pada laga pekan ke-27 yang dihelat di Allianz Stadium, Sabtu (9/3/2019) dinihari WIB, Kean memborong dua golnya itu di babak pertama. Sementara, Juve menambah gol-gol di babak kedua lewat penalti Emre Can dan Blaise Matuidi. Gol konsolasi Udinese dibuat Kevin Lasagna.

Tambahan tiga poin ini mengukuhkan posisi Bianconeri di puncak klasemen dengan 75 poin, unggul 19 angka dari Napoli di posisi kedua. Udinese di posisi ke-15 dengan 25 poin.

Jalannya pertandingan

Juve yang bakal menghadapi Atletico Madrid tengah pekan nanti membuat perubahan besar-besaran di tim. Andrea Barzagli jadi starter kedua kalinya musim ini di lini belakang dipasangkan dengan Daniele Rugani.

Nama-nama seperti Leonardo Spinazzola, Moise Kean, Martin Caceres, Rodrigo Bentacur, dan Emre Can bermain. Bahkan Alex Sandro dimainkan sebagai trio lini serang.

Bermain agresif sejak menit awal, Juve mendapat gol pertamanya pada menit ke-10. Bola operan Udinese dipotong Alex Sandro yang lantas berlari di sisi kiri dan melepaskan umpan yang sempat membentur bek lawan. Arah bola berubah dan memudahkan Kean di depan gawang mencocornya.

Juve mendapat dua kali peluang lewat Daniele Rugani dan Federico Bernardeschi tapi gagal membuahkan gol.

Barzagli cuma 25 menit di atas lapangan meski ini laga pertamanya setelah empat bulan absen karena cedera. Barzagli cedera lagi dan digantikan Leonardo Bonucci.

Kean lantas menggandakan keunggulan Juve lewat gol keduanya pada menit ke-39. Lagi-lagi kesalahan Udinese dalam mengoper bola di lini belakang memudahkannya mencuri bola dan menggiringnya hingga kotak penalti. Dia mencocor bola yang sempat mengenai lawan sebelum membobol gawang Juan Musso.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Masuk di babak kedua, Juve langsung menggebrak pada menit ke-47 ketika sepakan keras Bernardeschi memanfaatkan sapuan bola Musso yang tak sempurna masih melebar.

Juve mendapat penalti pada menit ke-67 ketika Nicholas Opoku terpaksa menjatuhkan Kean yang melakukan akselerasi ke area terlarang Udinese. Emre Can maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Musso. Tuan rumah memimpin 3-0.

Empat menit berselang Juve menjauhkan skor menjadi 4-0. Rodrigo Bentacur membangun serangan dari sisi kanan dan melepaskan crossing yang disambut sundulan terbang Matuidi. Bola membentur tanah dulu sebelum menghujam jala Udinese.

Udinese memperkecil skor jadi 1-4 pada menit ke-84 ketika pemain pengganti Kevin Lasagna berdiri bebas di kotak penalti dan melepaskan sepakan yang menaklukkan Wojciech Szczesny.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain

Juventus: Szczesny; Caceres, Barzagli (Bonucci 25′), Rugani, Spinazzola; Bentancur, Emre Can, Matuidi (Dybala 72′); Bernardeschi, Kean (Caviglia 80′), Alex Sandro

Udinese: Musso; De Maio, Troost-Ekong, Nuytinck (Opoku 25′); Ter Avest (Sandro 62′), Stryger-Larsen, Wilmot (Lasagna 46′), Fofana, Zeegelaar; Pussetto, De Paul

Comeback Dramatis MU Jadi Peringatan untuk City

Kebangkitan Manchester United di markas Paris Saint-Germain jadi perhatian Sergio Aguero. Hasil di Paris itu disebut Aguero jadi pengingat agar Manchester City hati-hati.

MU lolos ke perempatfinal Liga Champions usai membalikkan keadaan atas PSG. Kalah 0-2 di Old Trafford pada pertandingan leg pertama babak 16 besar, Setan Merah berbalik menang 3-1 di kandang PSG di leg kedua.

Kemenangan tersebut diraih secara dramatis. MU dipastikan menang 3-1 berkat penalti Marcus Rashford di injury time. Mereka pun lolos berkat keunggulan gol tandang dalam agregat imbang 3-3.

MU bukan satu-satunya tim yang lolos ke perempatfinal dengan membalikkan keadaan. Ajax juga melaju usai mempermalukan sang juara bertahan, Real Madrid, dengan skor 4-1 di Santiago Bernabeu.

Melihat hasil-hasil tersebut, terutama kemenangan MU, Aguero pun memperingatkan City untuk hati-hati. The Citizens sendiri sudah unggul 3-2 atas Schalke di leg pertama babak 16 besar. Tim arahan Pep Guardiola itu akan gantian menjamu Schalke di Etihad Stadium pada leg kedua, Rabu (13/3/2019) dini hari WIB.

“Melihat hasil-hasil belakangan ini, kami harus hati-hati,” ujar Aguero kepada ESPN.

“Kami melihat hal-hal aneh terjadi pekan ini dan itu membantu kami agar tahu bahwa kami harus sangat fokus dalam menghadapi pertandingan kami pekan depan di kandang,” lanjutnya.

“Ada begitu banyak hasil tak terduga. PSG punya keunggulan yang bagus setelah menang di Manchester dan Anda lihat bagaimana United lolos.”

“Liga Champions sangat sulit, semua tim sangat bagus. Dalam kompetisi yang sangat panjang seperti Premier League, Anda bisa bikin kesalahan, tapi tidak demikian di Liga Champions. Anda harus sangat fokus, sangat hati-hati dengan bola-bola mati dan di detail-detail kecil,” katanya menegaskan.

Pembuktian Kepa Usai Lakukan Penyelamatan Krusial Saat Chelsea Jumpa Fulham

Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, membuktikan bahwa dirinya layak menjaga gawang timnya ketika Chelsea melawan Fulham pada laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu (3/3/2019).

Seperti diketahui, nama baik Kepa tercoreng setelah banyak yang menghujatnya akibat kejadian saat Kepa menolak untuk diganti pada laga final Piala Liga Inggris melawan Manchester City.

Sikap dari Kepa itu telah mendapatkan kritik keras oleh sejumlah pihak. Bahkan, pelatih Chelsea, Maurizio Sarri sempat kesal ketika Kepa enggan diganti oleh Willy Caballero yang sudah bersiap di tepi lapangan.

Namun, saat Chelsea melawan Fulham, Kepa mampu membuktikan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan saat pertandingan memasuki menit ke-89.

Tendangan volley keras dari pemain Fulham, Aleksandar Mitrovic, di kotak penalti mampu dipatahkan oleh Kepa yang menepis bola hingga keluar lapangan pertandingan.

Alhasil, Kepa pun berhasil membantu Chelsea untuk menjaga keunggulan 2-1 atas Fulham hingga akhir laga. Sekaligus membuktikan dirinya layak untuk menjadi kiper nomor satu di Chelsea.

Mourinho Tak Yakin Solskjaer Dapat Sukses di MU dalam Jangka Panjang

Eks pelatih Manchester United (MU), Jose Mourinho meragukan performa MU dibawah pimpinan Ole Gunnar Solskjaer dalam jangka waktu yang panjang.

Sejak menggantikan posisi Mourinho sebagai pelatih MU, Solskjaer berhasil membawa MU kembali meraih hasil positif. Raihan 13 kemenangan dan hanya mengalami satu kekalahan dari 16 laga, menjadi bukti dari Solskjaer bahwa ia mampu menukangi tim sekelas MU di musim perdananya menjabat sebagai pelatih.

Pencapaian fantastis dari Solskjaer justru dinilai oleh Mourinho tidak akan bertahan lama.

Hal ini diungkapkan oleh Mourinho saat ia berbicara mengenai manajar baru Fulham, Scott Parker yang menggantikan Claudio Ranieri.

“Saya pikir Fulham tak punya manajer yang lebih baik ketimbang Claudio Ranieri. Apalagi penggantinya Scott Parker yang belum punya pengalaman,” kata Mourinho seperti dilansir Daily Mail.

“Situasi sama juga dialami MU yang menunjuk Solskjaer untuk menggantikan saya. Saya tidak percaya akan banyak perubahan jika dia bertahan di MU dalam waktu yang lama,” Menurut Mourinho, jika hanya dalam waktu yang singkat, MU dibawah pimpinan Solskjaer mungkin bisa meraih hasil gemilang. Tetapi ia tidak yakin Solskjaer dapat sukses menangani MU dalam jangka waktu panjang

“Untuk periode singkat mungkin MU bisa meraih hasil positif. Namun saya tidak tahu untuk waktu yang lama.” ungkap Mourinho.

Juventus Ingin Bawa Pulang Andrea Pirlo

Juventus dikabarkan tertarik untuk membawa pulang Andrea Pirlo. Ia diproyeksikan untuk menjadi pelatih Juventus U-23.

Seperti yang dilansir oleh Corrierre della Sera, Pirlo diproyeksikan untuk menggantikan Mauro Zironcelli. Saat ini Juventus U-23 yang berkompetisi di Serie C kesulitan untuk merebut tiket promosi.

Juventus U-23 saat ini berada di peringkat 11 klasemen sementara. Hingga pekan ke-29, Juventus U-23 baru mengumpulkan 32 poin.

Pirlo sendiri diproyeksikan untuk masuk di musim depan. Saat ini ia tengah sibuk bekerja sebagai pengamat di Sky Sport Italia.

Pirlo bukan merupakan sosok asing di Juventus. Ia pernah membela Si Nyonya Tua sebagai pemain pada tahun 2011-2015.

Pirlo saat ini sudah memegang lisensi kepelatihan. Menangani Juventus U-23 tentu menjadi opsi menarik bagi Pirlo di awal karier kepelatihannya.

Dejan Antonic Tak Ingin Jemawa Dengan Skuat Bintang Madura United

Pelatih Madura United, Dejan Antonic menyatakan partai melawan PSS Sleman akan berlangsung sengit. Dejan juga tidak ingin memandang remeh PSS meski Madura United memiliki tim bertabur bintang.

Deretan pemain bintang yang bergabung dengan Madura United membuat klub asal Madura itu dijagokan untuk bisa meraih gelar juara di Piala Presiden 2019. Nama-nama besar seperti Andik Vermansah, Muhammad Ridho, Beto Goncalves dan Greg Nwokolo dipastikan menjadi tonggak kekuatan Madura United.

Dejan mengaku laga melawan PSS dipastikan tetap berlangsung sengit. Terlebih pada Piala Presiden, PSS akan tampil di depan pendukung sendiri.

“Saya pikir game pertama pasti berat. Sleman ada pemain baru, ditambah kehadiran tiga pemain asing. Mereka sudah menjadi tim berbeda, dibanding saat Piala Indonesia kemarin,” kata Dejan Antonic.

“Kita mau memenangkan pertandingan, tapi kita juga mau menampilkan permainan terbaik. Ini cara kita untuk bantu sepak bola Indonesia lebih bagus,” ujar Dejan.

Laga PSS melawan Madura United akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada pukul 15:30 WIB. Partai tersebut juga akan disiarkan secara langsung di Indosiar.