Semua artikel oleh Administator

Kovac: Bayern Bakal Diburu Lagi di Bundesliga

Niko Kovac menyebut target Bayern Munich pada 2019/20 adalah mempertahankan dua trofi yang diraih musim lalu. Namun Kovac sadar jalan Bayern tak akan mudah.

Bayern melanjutkan dominasinya di Bundesliga dengan menjuarai kompetisi musim lalu. Itu jadi gelar Bundesliga yang ketujuh secara beruntun untuk Die Roten.

Bayern juga berjaya di DFB-Pokal. Robert Lewandowski dkk tampil sebagai juara setelah mengalahkan RB Leipzig di partai puncak.

Menyambut musim baru, Kovac menyebut target Bayern adalah mempertahankan dua gelar tersebut selain juga meraih hasil lebih baik di Liga Champions. Khusus di Bundesliga, pelatih berusia 47 tahun itu meyakini Bayern akan dapat perlawanan sengit.

“Kami memenangi dua gelar dan ingin mempertahankannya. Kami bekerja di klub di mana ambisinya sangat tinggi dan begitulah untuk setiap pemain dan pegawai,” ujar Kovac seperti dikutip situs resmi klub. “Targetnya sama seperti tahun lalu. Tak cuma di kompetisi domestik, Bayern juga ingin tampil jauh lebih baik daripada tahun lalu di Liga Champions.”

“Meski demikian, meraih dua gelar lagi akan sangat sulit karena tim-tim lain juga melakukan pergerakan. Kami akan diburu di Bundesliga. Kami akan mendorong diri sendiri sampai pada batasnya di setiap laga karena semuanya memberi 100 persen saat melawan kami,” katanya.

Dembele Bermasalah, Bayern Diminta Mundur Saja

Bayern Munich memang meminati betul Ousmane Dembele. Tapi, melihat tingkah laku si pemain, Die Roten diminta mengurungkan niat untuk membeli Dembele.

Bayern butuh pemain menyerang di sisi sayap menyusul kepergian Arjen Robben dan Franck Ribery. Bukan tugas mudah tentunya bagi Bayern mencari pengganti duo winger yang punya kualitas top.

Sejauh ini, Bayern masih dikait-kaitkan dengan Leroy Sane dan Dembele. Dua pemain itu punya posisi yang sama dengan Robben dan Ribery, punya kemampuan top, dan bagusnya adalah masih muda.

Bayern pun takkan rugi jika harus berinvestasi besar untuk Sane dan Dembele. Tapi, jika melihat kondisi saat ini, Dembele adalah yang paling memungkinkan didapat mengingat kariernya di Barcelona juga mandek.

Apalagi Barca juga berniat mendatangkan Antoine Griezmann dan Neymar sehingga peluang Dembele jadi starter akan makin kecil. Dengan kemampuan yang dimiliki Dembele, lini depan Bayern diyakini bakal lebih hidup.

Musim lalu, Dembele mencetak 14 gol di seluruh kompetisi untuk Barca, top skorer ketiga klub di bawah Lionel Messi dan Luis Suarez. Tapi, ada yang menyarankan agar Bayern mengurungkan niat mendatangkan Dembele.

Pasalnya Dembele berpotensi menimbulkan masalah untuk Bayern, seperti yang dia lakukan dulu di Borussia Dortmund dan Barca. Dembele memang kerap dikritik karena indisipliner dan kerap membangkang terhadap klub.

“Ketika saya berpikir soal skandal Dembele di Borussia Dortmund dan Barcelona, saya rasa tidak mungkin dia akan berubah bersama Bayern,” ujar mantan bek Bayern, Lothar Matthaeus, kepada BILD.

“Uli Hoeness sudah jelas-jelas menentangnya ketika Dembele mogok di Dortmund, dan jika Bayern mendatangkannya, mereka hanya akan membuat masalah,” sambungnya.

Jadi, bagaimana, Bayern?

De Jong Resmi Pakai Nomor 21 di Barcelona

Pemain baru Barcelona Frenkie de Jong dipastikan memakai nomor 21 pada musim 2019/2020. Nomor itu sebelumnya dipakai oleh Carles Alena.

De Jong direkrut dari Ajax sejak Januari 2019. Gelandang Belanda itu merupakan salah satu dari tiga pemain anyar yang didaratkan ke Camp Nou selain Neto dan Antoine Griezmann.

Pada awalnya, De Jong digadang-gadang akan menyandang nomor 14, yang pernah dipakai legenda Barcelona dan Belanda Johan Cruyff. Namun, De Jong memilih untuk mengenakan nomor 21 karena memiliki alasan emosional.

“Aku merasa nyaman dengan nomor itu,” De Jong mengatakan kepada Voetbal International, dilansir Fox Sports. “Aku bisa saja bermain dengan nomor lainnya, Anda tahu, itu bukan masalah.”

“Aku membawa seluruh keluargaku dalam perkenalanku di Barcelona, kecuali kakekku Hans de Jong, ayah dari ayahku,” sambung dia.

“Dia meninggal di hari ulang tahunku ke-21. Secara tidak sadar, nomor ini menjadi semacam tribut untuk dia. Dia itu seorang penggemar berat sepakbola.”

Aksi De Jong akan bisa disaksikan dalam laga pramusim Barcelona melawan Chelsea pada 23 Juli mendatang.

Ini Dia Jadwal Laga Pramusim Atletico, Barcelona, dan Real Madrid

Tiga klub top LaLiga: Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid segera melakoni pertandingan-pertandingan pramusim. Simak jadwalnya berikut ini.

Pasukan Diego Simeone untuk pertama kalinya akan mengarungi kompetisi tanpa Antoine Griezmann, yang pindah ke Barcelona. Untuk mempersiapkan diri, Atletico dijadwalkan melakoni enam pertandingan pramusim yang akan dilakoni di Spanyol, Amerika Serikat, Meksiko, dan Swedia.

Klub divisi dua Liga Spanyol, Numancia, akan menjadi awal pertama Atletico, yang digelar pada 20 Juli. Empat hari berikutnya, Los Rojiblancos akan start di turnamen ICC (International Champions Cup) melawan Chivas Guadalajara, lalu Real Madrid, dan terakhir Juventus.

Disela-sela ICC, Alvaro Morata juga akan meladeni klub Meksiko Atletico San Luis dan menghadapi tim MLS All-Star.

Barcelona dijadwalkan melakoni lima laga pramusim. Los Cules membuka dengan duel kontra Chelsea di Saitama, Jepang pada 23 Juli, berlanjut reuni dengan Andres Iniesta saat menghadapi Vissel Kobe di Camp Nou sebelum berhadapan dengan Arsenal dalam tajuk Trofi Joan Gamper.

Pramusim Lionel Messi cs diakhiri dengan laga melawan Napoli dua kali. Yang pertama digelar di Miami Gardens, Florida lalu di Naples sebelum kembali ke Catalonia.

Sedangkan Madrid juga akan melakukan lima pertandingan pramusim. Tim besutan Zinedine Zidane itu langsung mengikuti ICC di Houston, AS dengan melawan Bayern Munich pada 21 Juli.

Laga ICC kedua Madrid menghadapi Arsenal di Maryland, tiga hari kemudian sebelum menutupnya saat bertarung di Derby Madrid melawan Atletico pada 27 Juli. Menjelang akhir bulan, Madrid masih harus berduel dengan Tottenham Hotspur di Allianz Arena dalam laga Piala Audi lalu menyudahi pramusim melawan Bayern atau Fenerbahce.

Jadwal Laga Pramusim

Atletico Madrid
20 Juli vs Numancia
24 Juli vs Chivas Guadalajara
27 Juli vs Real Madrid
1 Agustus vs MLS All-Stars
3 Agustus vs Atletico San Luis
10 Agustus Juventus

Barcelona
23 Juli vs Chelsea
27 Juli vs Vissel Kobe
4 Agustus vs Arsenal di trofi Joan Gamper
7 Agustus vs Napoli
10 Agustus vs Napoli

Real Madrid
21 Juli vs Bayern Munich
24 Juli vs Arsenal
27 Juli vs Atletico Madrid
30 Juli vs Tottenham Hotspur
31 Juli vs Bayern atau Fenerbache

Atletico Bantah Minati James Rodriguez

Atletico Madrid disebut-sebut bakal menikung Napoli untuk mendapatkan James Rodriguez. Kabar itu lantas dibantah keras Los Colchoneros.

Napoli tertarik untuk mendatangkan James ke Italia. Real Madrid memang ingin melepasnya karena James tak masuk dalam rencana Zinedine Zidane musim depan.

Tapi hingga saat ini, kabar tersebut masih berupa rumor karena belum ada kejelasan sama sekali. Bahkan Napoli dikabarkan makin menjauh dan mendapat pesaing, yakni Atletico yang siap memenuhi harga 42 juta euro sesuai keinginan Madrid.

James disebut siap menyebrang ke Wanda Metropolitano yang notabene adalah klub rival Madrid. Tapi, isu tersebut langsung ditanggapi dingin oleh Atletico.

“Atletico memang tertarik dengan pemain hebat dan James salah satunya, tapi bukan berarti dia akan datang ke sini, masih jauh itu,” ujar CEO Atletico, Enrique Cerezo, seperti dilansir Sportskeeda.

“Apakah ada negosiasi? Setahu saya tidak,” sambungnya. Musim ini Atletico dan Madrid sudah pernah bertransaksi jual-beli ketika Marcos Llorente berseragam merah-putih. Atletico memang aktif sekali di bursa transfer usai menggaet Joao Felix, Hector Herrera, Felipe, Renan Lodi, Ivan Saponjic. Kabarnya Atletico juga akan menggaet Kieran Trippier dan Mario Hermoso.

“Kami memang sudah mendatangkan beberapa pemain dan ada yang sedang dalam proses negosiasi. Negosiasi bisa saja sukses, bisa saja gagal, tapi memang ada pembicaraan.”

“Semuanya berjalan baik, tim berlatih dengan baik. Kini kami menunggu musim baru yang akan dimulai sebulan lagi,” demikian dia.

Giroud Sedih Melihat Konflik Arsenal dan Koscielny

Arsenal dan Laurent Koscielny kini terlibat perang dingin. Melihat kondisi tersebut, Olivier Giroud mengaku sangat sedih.

Koscielny menolak ikut tur pramusim Arsenal ke Amerika Serikat. Penolakan tersebut jadi cara bek 33 tahun itu untuk membuka jalan ke klub lain.

Ia memang dikabarkan ingin kembali ke tanah kelahirannya, Prancis. Bordeaux, Rennes, dan Lyon disebut-sebut meminatinya.

Tindakan Koscielny ini disebut karena Arsenal tak kunjung memberinya kontrak baru seperti yang diinginkan. Arsenal dikabarkan masih ragu mengingat Koscielny punya riwayat cedera achilles yang sempat membuatnbya absen panjang.

Cara Koscielny ini pun membuatnya banyak dikritik karena dianggap tidak tahu diuntung. Mantan rekan setim Koscielny, Giroud, mengaku prihatin dengan kondisi yang ada.

Dia sebal melihat media membesar-besarkan masalah ini dan terlalu menyudutkan Koscielny.

“Anda jangan membuat penilaian ketika Anda tidak mengetahui masalah sebenarnya. Saya sangat yakin kita tidak tahu situasi sebenarnya,” ujar Giroud kepada BBC.

“Lolo itu sahabat saya. Saya mengenalnya selama 10, 11 tahun. Kami bermain bareng di divisi kedua (Di klub Tours Prancis),” sambungnya. “Dia sudah bermain untuk Arsenal selama sembilan tahun, dia sudah lama jadi kapten di sana – sangat dihormati, sangat profesional, selalu jadi contoh untuk pemain muda.”

“Saya merasa sangat sedih karena dia adalah orang hebat dan media ingin membuat namanya jelek,” papar kompatriot Koscielny di Timnas Prancis.

“Saya tidak ada di klub, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi – tapi satu yang pasti bahwa Lolo sangat sakit melihat apa yang terjadi dan dia orangnya emosional.” demikian dia.

Ramsey ke Sarri: Kutunggu Sarriballnya!

Aaron Ramsey terkesima melihat sepak terjang Maurizio Sarri di Chelsea musim lalu. Dia pun antusias sekali menanti pengalaman dilatih langsung pencipta Sarriball itu.

Ramsey bersama Arsenal jadi rival untuk Sarri yang menangani Chelsea. Ada tiga pertemuan antara kedua tim London itu musim lalu, dua kali di Premier League dan satu di final Liga Europa.

Sayangnya, Ramsey dan Arsenal harus dua kali menelan pil pahit, salah satunya adalah kekalahan 1-4 di final yang begitu menyakitkan. Apalagi saat itu Ramsey tidak bermain karena cedera hamstring. Sementara, kemenangan diraih dengan skor 2-0 di Emirates Stadium.

Ramsey patut berlega hati karena dia tak harus menghadapi Sarri lagi, melainkan kini menjadi anak asuhnya. Sarri akan jadi pelatih baru Juve yang kini menjadi klub Ramsey setelah dikontrak cuma-cuma. Sudah pasti Ramsey akan jadi pemain yang dilirik oleh Sarri karena kemampuannya sebagai gelandang box-to-box. Melihat sepak terjang Sarri bersama Sarriball-nya di Chelsea, Ramsey tak sabar untuk bisa meraih sukses bareng di lapangan.

“Dari yang saya lihat musim lalu, dia lolos ke final dua kali, salah satunya jadi juara dan finis empat besar. Tidak mudah melakukan itu, jadi jelas itu merupakan kesuksesan untuknya di sana. Semoga saja dia menerapkan filosofi serta gaya bermainnya di dalam tim, karena situasi idealnya adalah bermain bagus dan menang. Meski itu bukan satu-satunya cara,” ujar Ramsey seperti dikutip Football Italia.

“Semoga saja ini kami bisa melakukannya dan meraih sukses besar,” sambungnya.

“Saya mengenal pelatih ini sewaktu melatih di Inggris karena dia suka main cantik, dia punya filosofinya sendiri dan saya yakin semua pemain akan beradaptasi baik,” demikian dia.

Mertens: Sarri adalah Pengkhianat Napoli

Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri menerima pinangan Juventus. Penyerang Napoli itu menyebut Sarri pengkhianat Napoli.

Sarri diangkat Juventus sebagai pelatih pada musim panas ini untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Keputusan Sarri menerima pinangan Bianconeri ini disorot tajam oleh tim lamanya, Napoli.

Sarri memang punya ikatan khusus dengan Napoli. Lahir di Naples, ia kemudian berkesempatan menangani tim kotanya tersebut selama tiga musim pada 2015-2018 dan membawa mereka jadi salah satu penantang utama Juventus.

Napoli dan Juventus sendiri punya rivalitas panjang yang berawal dari sentimen regional. Napoli mewakili orang-orang selatan Italia, sementara Juventus mewakili orang-orang utara. Mertens menjadi salah satu yang berbicara keras terkait keputusan Sarri melatih Juventus. Meski ia sendiri bukan orang asli Naples, penyerang asal Belgia itu menilai sang mantan pelatih sudah berkhianat.

“Saya sudah mengatakannya dan akan mengatakannya lagi. Buat kami Neapolitan, itu adalah sebuah pengkhianatan,” ujar pemain yang sudah enam musim memperkuat Napoli ini.

“Sekarang kami harus fokus ke diri kami sendiri dan mencoba mengalahkannya. Scudetto adalah mimpi untuk kami semua dan kami akan mencoba sekali lagi,” tandasnya seperti dilansir Football Italia.

Dapat Pemain Top tapi Gratisan, Juventus Juaranya!

Apapun alasannya, kebijakan dan strategi transfer Juventus layak dipuji. Sudah banyak pemain bagus mereka dapatkan tanpa bayar, alias gratis.

Kabar terbaru menyebut Juventus kini sedang bersabar menunggu untuk bisa mendapatkan Christian Eriksen. Penantian itu tak akan singkat lantaran sang gelandang baru akan bisa didapat cuma-cuma pada 2020.

Tapi itu tak akan jadi penantian yang sia-sia. Eriksen adalah salah satu gelandang terbaik Liga Inggris saat ini. Dia membantu Tottenham Hotspur masuk final Liga Champions.

Soal pemain yang didapat gratis, Juventus memang juaranya. Di musim ini saja ada tiga nama yang berhasil diangkut ke Kota Turin tanpa mereka harus membayar uang satu rupiah pun.

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, sudah puluhan pemain didapat gratis oleh Bianconeri. Beberapa di antara mereka memang sudah mulai berumur. Tapi penampilannya di atas lapangan masih memberi keuntungan besar untuk Juventus.

Berikut beberapa pemain top yang didapat Juventus gratis:

1. Andrea Pirlo (AC Milan – 2011)

Entah apa yang dipikirkan manajemen AC Milan saat memutuskan tak memperpanjang kontrak Andrea Pirlo. Juventus kemudian jeli melihat itu sebagai peluang untuk mendatangkan sang gelandang.

Dalam seragam Juventus Pirlo meraih empat scudetto dan sejumlah trofi lain. Pirlo tak lagi muda, tapi kemampuan tendangan bebas, akurasi umpan, serta mengalirkan bola sama sekali tak hilang.

2. Paul Pogba (Manchester United – 2011)

Secara finansial ini adalah transfer paling menguntungkan untuk Juventus. Didapat dengan gratis pada 2011, Si Nyonya Tua melepasnya kembali ke Manchester United dengan rekor transfer.

Di Turin Pogba menjelma menjadi salah satu gelandang muda terbaik. Beberapa trofi dia persembahkan, sampai akhirnya dibeli oleh The Red Devils dengan harga 89 juta poundsterling.

3. Fabio Cannavaro (Real Madrid – 2009)

Tiga tahun setelah meninggalkan Turin, Fabio Cannavaro kembali ke Juventus pada 2009. Sudah berusia 36 tahun, mantan kapten Timnas Italia itu tak bisa bersinar lagi karena lebih sering dihantam cedera.

4. Fernando Llorente (Bilbao – 2013)

Setelah delapan tahun memperkuat Athletic Bilbao dan melesakkan 118 gol, Fernando Llorente pergi ke Italia untuk memperkuat Juventus.

Dua musim dalam seragam putih-hitam, Llorente membuat 26 gol dari 92 laga di semua kompetisi. Termasuk mengantar Juventus lolos ke final Liga Champions.

5. Kingsley Coman (Paris Saint Germain – 2014)

Saat diangkut dari Paris Saint Germain, Coman baru berusia 18 tahun. Dia ketika itu sudah diprediksi akan jadi pemain besar dengan bakat yang dimiliki.

Tapi pesepakbola asal Prancis itu gagal menembus skuat utama di Juventus. Dia hanya bertahan dua musim di sana sebelum dipinjamkan ke Bayern Munich dan kemudian kontraknya dipermanenkan. Sejak membela Bayern, Coman membuat 25 gol dari 123 laga, serta membantu meraih sembilan gelar juara.

6. Sami Khedira (Real Madrid – 2015)

Selain Pirlo, Sami Khedira jadi salah satu transfer gratis tersukses Juventus dalam satu dekade ke belakang. Juara Piala Dunia 2014 ini didapat Juventus dari Real Madrid.

Khedira punya peran krusial di lini tengah Juventus setelah kehilangan Arturo Vidal dan Claudio Marchisio. Dia mengantar Juventus lolos ke final Liga Champions, namun kemudian mengalami gangguan jantung musim lalu.

7. Dani Alves (Barcelona-2016)

Periode puncak karier Dani Alaves adalah saat dia memperkuat Barcelona. Tapi di usianya yang ke-33 saat gabung Juventus, dia masih bisa memberikan banyak hal.

Cuma semusim dia menjadi penggawa Juve. Ada enam gol dibuat dari 33 penampilan. Jumlah yang impresif mempertimbangkan usia dan posisi mainnya

8. Emre Can (Liverpool – 2018)

Sekali lagi Juventus memanfaatkan mandegnya pembicaraan kontrak yang terjadi di klub lain. Pada 2018 mereka mengangkut Emre Can dari Liverpool.

Sempat kesulitan menembus skuat utama dan kemudian dihantam cedera, Can sempat bersinar di awal 2019 dengan melesakkan empat dol dalam tujuh pertandingan. Malang buatnya, cedera kembali datang menghambat.

9. Aaron Ramsey (Arsenal – 2019)

Juventus untung besar bisa mendapat Aaron Ramsey tanpa bayar di musim panas ini. Ramsey adalah salah satu gelandang paling konsisten yang dipunya Arsenal dalam beberapa musim terakhir.

Dalam 11 musim bereragam The Gunners, Ramsey menghasilkan 64 gol.

10. Adrien Rabbiot (Paris Saint Germain – 2019).

Meski sudah berlimpah gelandang dalam diri Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, dan Rodrigo Bentancur, Juventus tak membuang peluang saat ada peluang membawa Adrien Rabbiot dari Paris Saint Germain. Juventus mendapatkan Rabbiot saat hubungannua dengan PSG tengah memburuk.

Baru berusia 24 tahun, Rabbiot bisa menawarkan banyak hal untuk Juventu

Inter Sodorkan Rp 1 Triliun ke MU untuk Lukaku, Dicicil

Inter Milan dilaporkan sudah mengirim tawaran baru ke Manchester United untuk Romelu Lukaku. Tawaran baru itu senilai 66,5 juta euro.

Inter tertarik mendatangkan Lukaku musim panas ini, setelah sang penyerang tak diprioritaskan Ole Gunnar Solskjaer di MU. Solskjaer lebih mengutamakan Marcus Rashford sebagai penyerang tengah.

Minat Inter bukannya tanpa dasar. Pelatih baru Nerazzurri Antonio Conte sudah selalu mengagumi Lukaku, bahkan menginginkannya sejak masih melatih Chelsea.

Inter sudah menyodorkan proposal baru senilai 66,5 juta euro atau sekitar Rp 1,04 triliun ke MU. Sky Sports melaporkan bahwa nilai itu akan dibayarkan secara mencicil dalam dua atau tiga tahap. Tawaran Inter ini sebenarnya masih jauh dari harga yang dipatok MU, yakni 87,5 juta euro. ‘Setan Merah’ juga tak menghadapi desakan untuk melepas si pemain dengan cepat karena kontrak masih berlaku sampai 2022 mendatang. (raw/rin)