Semua artikel oleh Administator

Hasil Liga Spanyol: Tundukkan Huesca, Madrid Kembali ke Empat Besar

Real Madrid cuma menang tipis 1-0 saat berhadapan dengan klub juru kunci, Huesca. Poin penuh dari laga tersebut cukup mengantar El Real kembali masuk empat besar.

Pada laga yang dihelat di Estadio El Alcoraz, Minggu (9/12/2018) malam WIB, Madrid tak tampil istimewa. Di sisi lain, Huesca mampu memberikan perlawanan sengit yang membuat El Real tak bisa bermain lepas.

Dalam hal statistik, Madrid hanya unggul sedikit dalam penguasaan bola yakni 52-48 persen. Bahkan Huesca membuat lebih banyak tembakan (7:4). Satu-satunya gol Madrid dalam laga ini dilesakkan gareth Bale saat pertandingan baru berusia delapan menit.

Kemenangan ini membuat Madrid kembali masuk ke empat besar klasemen La Liga dengan koleksi 26 poin. Mereka hanya berjarak lima angka dari Barcelona yang ada di posisi teratas.

Sedangkan Huesca harus mengalami kekalahan ke-10 musim ini, yang membuat mereka belum beranjak dari peringkat paling buncit dengan tujuh poin dipunya.

Jalannya Pertandingan

Huesca tampil percaya diri sejak peluit pertama dibunyikan. Kesempatan pertama bahkan datang dari tim tuan rumah pada menit ketujuh. Tapi, tandukan Xabier Etxeita masih tidak meleset dari gawang yang dijaga Thibaut Courtois.

Namun El Real lah yang pada akhirnya membuka gol. Lewat serangan cepat, umpan silang akurat Alvaro Odriozola dari sisi kiri pertahanan Huesca disambut dengan tendangan voli keras Gareth Bale yang menjadi gol. Madrid unggul 1-0.

Gol ini membuat Huesca semakin menggencarkan permainan. Mereka benar-benar berani bermain agresif melawan Madrid. Pada menit ke-17, Ezequiel Avila mencpitakan peluang. Tapi penyelesaiannya masih tidak memuaskan.

Malahan Bale nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-25. Namun, upaya pemain Wales itu masih bisa ditahan oleh kiper Huesca, Aleksandar Jovanovic.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Di awal babak kedua, Madrid masih bermain aman. Huesca coba memanfaatkan tempo Los Blancos yang masih naik turun itu.

Baru berjalan dua, Gonzalo Melero membuat peluang untuk tuan rumah. Tapi, tandukannya masih gagal mengarah ke gawang.

Huesca kembali membuat peluang di menit ke-53. Avila kembali mencoba peruntungan. Namun, tembakan kerasnya ditahan dengan baik oleh Courtois. Selang tiga menit, Avila lagi-lagi membuat percobaan tapi tak menghasilkan apapun.

Bale tampil spesial pada laga ini. Bukan hanya karena dia mencetak gol pembuka. Tapi faktanya hingga menit ke-75 semua tembakan Madrid hanya dibuat oleh mantan pemain Tottenham Hotspur ini.

Pada 10 menit terakhir laga, Huesca gencar membangun serangan. Serdar Gurler nyaris menjebol gawang Madrid pada menit ke-80. Tapi, tembakannya masih mampu diblok.

Huesca benar-benar menekan Madrid jelang pertandingan berakhir. Tapi, Sergio Ramos dkk masih mampu menahan segala tekanan dengan baik. Laga pada akhirnya tuntas 1-0 untuk El Real.

Susunan Pemain

SD Huesca: Jovanovic; Miramon, Insua, Pulido, Etxeita, Ferreiro (Gurler 76′); Gomez, Aguilera (Melero 19′), Rivera; Avila (Longo 84′), Hernandez

Real Madrid: Courtois; Carvajal, Varane, Ramos, Odriozola; Modric (Isco 66′), Llorente, Ceballos (Valverde 58′); Bale (Asensio 76′), Benzema, Vazquez

Akhirnya Bale Bikin Gol Lagi

Setelah puasa gol sangat panjang, Gareth Bale akhirnya bisa kembali bikin gol. Satu gol yang dia buat memberi Real Madrid kemenangan di kandang Huesca.

Bale mencetak satu-satunya gol Real Madrid di kandang Huesca saat laga baru berjalan tujuh menit. Pemain asal Wales itu mencetaknya melalui tendangan voli dari dalam kotak penalti.

Gol Bale menjadi penyelamat sekaligus penentu kemenangan El Real. Skuat besutan Santiago Solari tampil tak menggigit di kandang klub juru kunci tersebut, di mana sepanjang 90 menit mereka hanya melepaskan lima tembakan.

Bale sebelumnya gagal membuat gol pada 10 laga terakhir Madrid di Liga Spanyol, atau total selama 100 hari. Jika dihitung dalam menit pertandingan, jumlahnya sudah mencapai 802 menit.

Terakhir Bale mencetak gol di La Liga adalah pada 1 September. Ketika itu Madrid menang 4-1 atas Leganes.

Sepeninggal Cristiano Ronaldo, Bale sebenarnya diharapkan jadi pemain yang bisa diandalkan untuk menggedor pertahanan lawan. Namun sejauh musim ini berjalan dia baru membuat enam gol di semua kompetisi.

AC Milan Diredam Torino Tanpa Gol

AC Milan gagal meraih poin penuh saat menjamu Torino di pekan 16 Liga Italia. Meski membuat cukup banyak peluang, Rossoneri dipaksa puas dengan hasil imbang 0-0.

Bermain di San Siro, Senin (10/12/2018) dinihari WIB, Milan mendapatkan kembali beberapa pemain pentingnya. Di lini depan Gennaro Gattuso bisa kembali menurunkan duet Gonzalo Higuain dan Patrick Cutrone.

Namun kombinasi keduanya tetap tak mampu memberi gol untuk Milan. Melepaskan total 16 tembakan sepanjang 90 menit, cuma tiga tembakan yang mengarah ke gawang.

Hasil imbang tanpa gol ini tak menggeser posisi Milan di urutan empat klasemen Liga Italia dengan poin dikumpulkan berjumlah 26. Sementara Torino ada di tangga keenam dengan koleksi poin berjumlah 22.

Jalannya Pertandingan

Milan langsung dapat ancaman berbahaya di lima menit pertama pertandingan. Tandukan Iago Falque yang menyongsong crossing dari Cristian Asnaldi memaksa Gianluigi Donnarumma berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Milan balas mengancam melalui Higuain, yang baru comeback setelah menjalani larangan bermain dua laga. Namun upaya striker asal Argentina itu dihentikan dengan tekel bersih dari Nicolas Nkoulou.

Kedua tim kemudian terlibat jual-beli serangan. Tendangan Andrea Belotti dari jarak dekat masih melenceng dari sasaran. Sementara Upaya Hakan Calhanoglu menyongsong umpan Suso dihentikan oleh Armando Izzo.

Gawang Milan nyaris kebobolan saat tendangan Belotti mengarah ke gawang setelah terlebih dulu membentur Cristian Zapatan. Namun sekali lagi Donnaruma membuat penyelamatan gemilang untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

VAR sempat digunakan saat Milan mengklaim telah terjadi hand ball di kotak penalti Torino. Namun tayangan ulang video menyatakan tangan Nkoulou tidak menyentuh bola.

Di awal babak kedua Torino memaksa Milan lebih banyak bermain di wilayahnya sendiri. Namun dari peluang yang berhasil dikreasikan tak satupun bisa menjadi gol.

Tiga menit sebelum pertandingan tuntas Milan punya peluang emas melalui Cutrone. Mendapat sodoran bola dari Zapatan, tendangan Cutrone dari jarak dekat melebar ke tiang jauh.

Peluang terakhir Milan datang dari tandukan Higuain untuk menyongsong tendangan sudut. Bola yang disundul Higuain disapu Koffi Djidji saat akan masuk ke gawang.

Di akhir laga wasit memberi kartu merah pada pelatih Torino, Walter Mazzarri. Tapi itu tak berpengaruh banyak pada pertandingan, skor akhir laga bertahan di angka 0-0.

Susunan Pemain

Milan: G Donnarumma; Calabria, Abate, Zapata, Rodriguez; Suso, Kessie, Bakayoko, Calhanoglu (Castillejo 70); Cutrone, Higuain

Torino: Sirigu; Izzo, Nkoulou, Djidji; Aina, Meite, Rincon, Baselli (Lukic 80), Ansaldi (Berenguer 90); Iago Falque (Zaza 69), Belotti

Neymar yang Tengil Menginspirasi Jadon Sancho

Selain kerap diving, Neymar berulang kali dikritik karena aksi individunya dianggap sengaja dilakukan untuk membuat malu lawan. Hal itu justru membuat Jadon Sancho mengidolai bintang Brasil tersebut.

“Saat tumbuh besar, pemain favorit saya adalah Ronaldinho. Itu bisa langsung terlihat (karena kualitasnya). Dia adalah pemain hebat dan selalu tersenyum. Sekarang (pemain favorit saya) adalah Neymar karena dia berbeda,” ucap Jadon Sancho di Skysports.

Meski Neymar kerap melakukan aksi-aksi yang dinilai orang sengaja dilakukan untuk mempermalukan lawan, Sancho menilai Neymar melakukan itu semua hanya untuk menjadi dirinya sendiri. Sancho memuji Neymar sebagai pemain yang bisa mengekspresikan diri di atas lapangan.

“Dia membuat pemain lawan terlihat konyol. Mungkin itu tak baik, tapi ia hanya menjadi diri sendiri, mengekspresikan dirinya, dan saya mencintai itu.”

“Orang-orang mungkin tak takut melakukan hal yang dia lakukan, tapi mereka tak akan bisa melakukan apa yang dilakukan (Neymar). Saya hanya berpikir ketika Anda berbeda, Anda bisa lebih menonjol dan saya senang ketika seorang pemain menonjol karena itu berbeda. Individualitas di lapangan yang Anda tak bisa lihat setiap hari,” tutur pemain muda Borussia Dortmund itu.

Simic Tak Mau Persija Jakarta Jadi Tim Musafir Lagi

Marko Simic menyampaikan harapannya jika terus bersama Persija Jakarta. Dia tak mau Macan Kemayoran main kandang di luar Jakarta musim depan.

Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018 setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (9/12/2018) sore WIB. Seluruh gol Persija dicetak oleh Simic.

Simic masih punya kontrak bersama Persija untuk musim depan dan sempat dapat penawaran kontrak baru. Belum ada respons soal tawaran itu dari Simic, namun yang pasti dia ingin Persija tidak lagi menjadi tim musafir musim depan.

Hampir seperempat musim ini, Persija bertanding di luar Jakarta. Mereka memakai Bantul dam Bekasi sebagai kandang.

“Jika saya bertahan di Persija, maka tidak ingin main kandang di luar Jakarta. Motivasi saya cetak gol di Bantul tidak terlalu bagus,” ungkap Simic di mixed zone Stadion GBK.

“Tapi, waku minggu lalu di Bali sangat luar biasa. Saya senang sekali main di Bali. Dukungan The Jakmania di sana luar biasa dan berpengaruh terhadap permainan saya. Saya ucapkan terima kasih dan saya harap bisa bertemu lagi,” sambungnya.

Simic udah mencetak 18 gol untuk Persija sepanjang musim ini. Dia kalah tiga gol dari Aleksandar Rakic yang cetak 21 gol untuk PS Tira dan menyabet gelar top skor.

Selain gagal menyabet gelar top skor, Simic juga tak mampu mendapat status pemain terbaik Liga 1 2018. Pria asal Kroasia itu kalah rekan satu tim di Persija, yakni Rohit Chand.

“Tidak apa-apa tak dapat gelar pribadi. Tapi, ini semua berkat kerja sama tim. Terpenting adalah kami menang Liga 1 setelah 17 tahun. Ini luar biasa,” katanya.

Menang Lewat Perpanjangan Waktu, River Plate Juara Copa Libertadores

Drama panjang final Copa Libertadores akhirnya berakhir. Lewat pertandingan yang juga berjalan dramatis, River Plate juara setelah menang 3-1 atas Boca Junior di leg 2.

Dalam pertandingan leg kedua yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu, Senin (10/12/2018) dinihari WIB, River Plate menang 3-1 setelah bertarung selama 120 menit. Hasil ini membuat River Plate unggul agregat 5-3 atas Boca Juniors setelah pada leg pertama kedua tim berimbang 2-2.

Kemenangan River Plate di leg kedua ini didapat dengan susah payah karena mereka justru tertinggal lebih dulu. Di menit 44 Dario Benedetto mencetak gol yang membuat Boca unggul 1-0.

Lucas Pratto kemudian membuat River Plate kembali dalam posisi sama kuat setelah mencetak gol di menit 67. Skor 1-1 (agregat 3-3) bertahan sampai wasit meniupkan peluit panjang. Ini membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Kemalangan Boca dimulai di menit 92, saat mereka kehilangan satu orang pemainnya. Wilmar Barrios dapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan.

Bermain dengan 10 orang membuat Boca kesulitan. River Plate memanfaatkan kondisi ini dengan mencetak gol kedua mereka di menit 109. Adalah Juan Quintero yang membuat River Plate gantian memimpin. Kemenangan River Plate akhirnya dipastikan di menit 120. Gonzalo Martinez mencetak gol untuk membuat River Plate memenangi Superclasico dan berhak atas titel juara Copa Libertadores musim ini.

Setelah leg pertama digelar di kandang Boca Junior pada 12 November, laga leg kedua sempat tertunda sampai dua kali. Faktor keamanan menjadi penyebab dilakukannya penundaan tersebut. Sampai pada akhirnya disepakati kalau leg kedua dilangsungkan di luar Argentina, di mana Santiago Benabeu pada akhirnya dipilih sebagai ‘kandang’ untuk River Plate.

Susunan Pemain

River Plate (4-1-4-1): Franco Armani; Gonzalo Montiel (’73 Camilo Mayada), Jonathan Maidana, Javier Pinola, Milton Casco; Leonardo Ponzio (’59 Juan Quintero); Ignacio Fernandez (‘111 Bruno Zuculini), Enzo Perez, Exequiel Palacios (’97 Julian Alvarez), Gonzalo Martinez; Lucas Pratto.

Boca Juniors (4-3-3): Esteban Andrada; Julio Buffarini (‘111 Carlos Tevez), Carlos Izquierdoz, Lisandro Magallan, Lucas Olaza; Nahitan Nandez, Wilmar Barrios, Pablo Perez (’89 Fernando Gago); Sebastian Villa (’96 Leonardo Jara), Cristian Pavon, Dario Benedetto (’62 Ramon Abila)

Unai Emery Tolak Hukum Pemain Arsenal yang Pesta Gas Tertawa

Unai Emery menolak keras untuk menghukum para bintang Arsenal yang tertangkap kamera tengah menghirup ‘hippy crack’ (gas tertawa/dinitrogen oksida) dalam sebuah pesta pribadi di sebuah klub malam di London beberapa bulan lalu.

Pelatih Arsenal, Unai Emery, telah samar-samar memandang masalah yang disebut The Sun sebagai ‘skandal’ yang mengemuka jelang pengujung pekan ini. Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Mesut Ozil, Sead Kolasinac dan Matteo Guendouzi tertangkap kamera sedang berpesta sembari menghirup gas dinitrogen oksida melalui beberapa balon (gas tertawa) di sebuah klub malam yang mewah di London Barat.

Malam yang buruk itu terjadi ketika para pemain mendapat waktu luang, sekitar bulan Agustus, sebelum Liga Premier musim 2018/19 ini dimulai. Mereka berpesta untuk menghabiskan waktu luang dan menikmati gas tertawa yang memang ngetren di kalangan anak muda di Inggris yang menimbulkan efek halusinasi serta euforia.

Kegiatan mereka terekam kamera CCTV di ruang tersebut, hingga akhirnya bocor ke media bulan ini. Walau gas tertawa bukan sesuatu yang ilegal seperti halnya narkoba, namun gas tersebut tak boleh diperjual-belikan secara bebas.

Terkait masalah ini, pelatih Arsenal Unai Emery dengan tegas menolak menjatuhkan sanksi kepada para pemainnya tersebut. Tapi, pesta tengah musim akan mendapat perhatian lebih dari pelatih asal Spanyol itu.

“Para pemain akan diajak berbicara tentang hal ini – dan kami akan mengingatkan tanggung jawab mereka sebagai wakil klub,” demikian pernyataan resmi Arsenal.

Mesut Ozil kini kembali mendapat masalah dan akan melewatkan pertandingan Sabtu ini melawan Huddersfield di Emirates. Sementara top skorer Liga Premier, Pierre-Emerick Aubameyang, akan tampil sebagai starter – dengan Lacazette, Kolasinac dan Guendouzi yang juga akan berada dalam skuad the Gunners yang menjamu Huddersfield.

Sebelumnya, bintang Inggris Raheem Sterling dan Kyle Walker juga tertangkap pernah menggunakan gas tertawa atau yang ngetop disebut ‘hippy crack’, yang sebenarnya tidak ilegal untuk dimiliki tapi tidak boleh beredar bebas.

Juventus Samai Rekor Tak Terkalahkan PSG di Awal Musim

Juventus samai catatan awal musim terbaik setelah 15 pertandingan di lima liga top Eropa, menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Inter Milan dalam Derby d’Italia, Sabtu (8/12) dinihari tadi.

Sundulan Mario Mandzukic di babak kedua membawa Juventus sukses bukukan kemenangan kandang 1-0 melawan Inter Milan. Lewat kemenangan ini pula Juventus kini memperlebar jarak 11 poin dari Napoli yang berada di posisi kedua, dan hampir dipastikan bisa berjalan mulus raih Scudetto ke-8 mereka secara beruntun.

Lewat poin tambahan di laga kontra Inter Milan ini, Juve mengumpulkan 43 poin dalam 15 pertandingan musim ini. Si Nyonya Tua pun berhasil samakan rekor tak terkalahkan yang sebelumnya dikantongi PSG awal bulan ini.

PSG sebelumnya memenangkan 14 pertandingan pertama mereka di awal musim ini di bawah asuhan pelatih baru, Thomas Tuchel. Namun, kini Les Parisiens menjatuhkan poin mereka untuk pertama kalinya dalam hasil imbang 2-2 di Bordeaux pada akhir pekan lalu.

Rekor Juventus ini dibukukan sejak Genoa mampu mengklaim hasil imbang 1-1 di J-Stadium pada 20 Oktober lalu. Bianconeri juga berhasil mempertahankan lima clean sheet berturut-turut di semua kompetisi.

Kedua tim berada di jalur mempertahankan gelar yang mereka menangkan dengan mudah tahun lalu, di mana keberhasilan di kompetisi Eropa kini menjadi target PSG dan Juventus, setelah dominasi domestik mereka terus berlanjut.

Lewat kemenangan beruntun dalam 15 pertandingan, Juve kini kantongi poin 43 di posisi teratas klasemen sementara Serie A. Tentunya terlihat menyolok, karena Napoli yang bertengger di peringkat dua ‘hanya’ kumpulkan poin 32.

Persebaya Surabaya Tekad Kalahkan PSIS Semarang di Pekan Terakhir

Persebaya Surabaya harus menang saat menjamu PSIS Semarang di pekan terakhir Liga 1 Indonesia, Sabtu (8/12) sore, jika tak ingin terlempar dari posisi enam Liga 1 Indonesia.

Pertemuan antara Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang sore ini diperkirakan akan berlangsung sengit. Pasalnya, selain Persebaya yang mengejar kemenangan, PSIS pun tak mau kalah agar bisa memperbaiki posisinya di papan klasemen akhir.

Saat ini, Persebaya Surabaya berada di peringkat enam dengan koleksi 47 poin. Sedangkan PSIS Semarang bertengger di posisi sembilan dengan 46 poin.
Laga vs PSIS Tetap Laga Penting

“Laga melawan PSIS tetap penting, karena peringkat keenam yang kini ditempati Persebaya yang jadi taruhannya. Kami tak mau digusur PSIS di klasemen akhir,” tandas pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia.

Karena itulah, Djadjang meminta skuad Bajul Ijo tetap tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dia juga berharap, anak asuhnya bisa memaksimalkan keuntungan mereka sebagai tuan rumah yang pastinya akan didukung ribuan suporter fanatik Persebaya.

Persebaya pastinya akan tampil dengan dukungan puluhan ribu suporternya, setelah tiket pertandingan antara Persebaya kontra PSIS sudah laku terjual sejak H-4 pertandingan sore nanti.

Sayangnya, Persebaya tak akan diperkuat dua pemain pilarnya, yakni Osvaldo Haay dan Fandry Imbiri. Jika Osvaldo absen karena jalani sanksi akumulasi kartu kuning, Fandri ijin pulang ke Papua karena ada saudaranya yang sakit keras.
PSIS Bakal Tanpa Beban

Sementara itu, PSIS dipastikan akan tampil tanpa beban dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Pasalnya, tim Mahesa Jenar sudah dipastikan akan bertahan di Liga 1 Indonesia musim depan.

Tapi, pelatih PSIS Jafri Sastra juga tegaskan, timnya tetap akan tunjukkan penampilan terbaik di kandang Persebaya. “Kami hadir di Surabaya tidak untuk formalitas. Laga nanti tetap dijalani dengan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Kami ingin memperbaiki peringkat kami di papan klasemen,” tandas Jafri Sastra.

Di laga lawan Persebaya nanti, PSIS lagi-lagi tak bisa mainkan gelandang andalannya, Ibrahim Conteh. Alasannya, Conteh masih harus jalani sanksi skorsing dari Komisi Disiplin PSSI.

Perkiraan Susunan Pemain

Persebaya (4-3-3): Miswar Saputra; Abu Rizal Maulana, Otavio Dutra, OK John, Ruben Sanadi; Misbakus Solikin, Rendi Irwan, Fandy Eko Utomo; Oktafianus Fernando, David da Silva, Irfan Jaya. Cadangan: Dimas Galih, Andri Muladi, Rachmat Irianto, Mochammad Syaifuddin, Irvan Febrianto, Riky Kayame, Ferinando Pahabol, Muhammad Hidayat.

PSIS (4-3-3): Jandia Eka Putra; Safrudin Tahar, M Rio Saputra, Petar Planic, Gilang Ginarsa; M Yunus, Bayu Nugroho, Nerius Alom; Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, Komarudin. Cadangan: Joko Ribowo, Fauzan Fajri, Akbar Riansyah, Hafit Ibrahim, Gustur Cahyo, Aldaier Makatindu.

Atletico Madrid Bidik Bintang Celta Vigo Gantikan Diego Costa

Atletico Madrid putus asa dengan tersedianya alternatif di lini serang mereka, dan membidik bintang Celta Vigo, Maxi Gomez, untuk gantikan Diego Costa yang tengah cedera.

Setelah datang dari Chelsea pada Januari lalu, Diego Costa berhasil unjuk gigi dan jadi mesin gol bagi Atletico Madrid. Sayangnya, masalah kebugaran saat ini sedang mengganggu pemain internasional Spanyol tersebut.

Sedangkan striker lainnya, Nikola Kalinic – yang dipinjam Atletico Madrid dari AC Milan, tampil mengecewakan walau berhasil mencetak gol saat Atleti menang atas Sant Andreu di ajang Copa del Rey.

Pemain asal Kroasia itu tak dianggap sebagai alternatif yang pas untuk gantikan Diego Costa. Dalam beberapa hari terakhir ini, Los Rojiblancos telah mempercepat upayanya untuk datangkan striker baru pada Januari mendatang. Apalagi, Costa harus absen cukup lama, sekitar tiga bulan.

Atletico pun melirik Maxi Gomez yang jadi andalan di Celta Vigo. Sesama klub La Liga itu sendiri telah beberapa kali menolak tawaran yang datang, baik dari Inggris maupun China. Namun, Atletico tetap akan mencoba untuk sodorkan tawaran untuk pemain asal Uruguay tersebut.
Terganjal Limit Gaji Pemain

Andrea Berta yang akan memimpin perekrutan pemain di Atletico pada jendela transfer musim dingin nanti, mengingatkan akan beberapa penghalang terkait keinginan Atleti membawa Maxi Gomez ke klub ibukota Spanyol itu.

Batas gaji di LaLiga Santander menjadi salah satu masalah, karena Atletico telah mengeluarkan dana sebesar 293 juta euro (sekitar Rp4,8 triliun) untuk membayar gaji para pemainnya, dan ini sudah mencapai batas yang ditetapkan LaLiga. Kecuali, ada pemain lain yang pergi, dan tidak ada pemain lain yang datang, walau Kalinic dan Gelson Martins bisa pergi pada Januari nanti setelah keduanya tak bisa diandalkan.

Gomez memiliki klausul pembelian dalam kontraknya, namun dengan nilai klausa yang sekitar 50 juta euro (Rp826 miliar), tidak mungkin tawaran seperti itu bisa dibuat. Atleti menghabiskan banyak dana pada musim panas lalu, walau mereka punya stadion untuk membayarnya.

Bisa dipahami jika Los Rojiblancos hanya akan benar-benar bersedia membayar setengah dari klausul pelepasan Maxi Gomez. Namun, bisa dipastikan hal ini tak akan dikabulkan Celta Vigo.