Semua artikel oleh Administator

Persebaya Surabaya Tekad Kalahkan PSIS Semarang di Pekan Terakhir

Persebaya Surabaya harus menang saat menjamu PSIS Semarang di pekan terakhir Liga 1 Indonesia, Sabtu (8/12) sore, jika tak ingin terlempar dari posisi enam Liga 1 Indonesia.

Pertemuan antara Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang sore ini diperkirakan akan berlangsung sengit. Pasalnya, selain Persebaya yang mengejar kemenangan, PSIS pun tak mau kalah agar bisa memperbaiki posisinya di papan klasemen akhir.

Saat ini, Persebaya Surabaya berada di peringkat enam dengan koleksi 47 poin. Sedangkan PSIS Semarang bertengger di posisi sembilan dengan 46 poin.
Laga vs PSIS Tetap Laga Penting

“Laga melawan PSIS tetap penting, karena peringkat keenam yang kini ditempati Persebaya yang jadi taruhannya. Kami tak mau digusur PSIS di klasemen akhir,” tandas pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia.

Karena itulah, Djadjang meminta skuad Bajul Ijo tetap tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dia juga berharap, anak asuhnya bisa memaksimalkan keuntungan mereka sebagai tuan rumah yang pastinya akan didukung ribuan suporter fanatik Persebaya.

Persebaya pastinya akan tampil dengan dukungan puluhan ribu suporternya, setelah tiket pertandingan antara Persebaya kontra PSIS sudah laku terjual sejak H-4 pertandingan sore nanti.

Sayangnya, Persebaya tak akan diperkuat dua pemain pilarnya, yakni Osvaldo Haay dan Fandry Imbiri. Jika Osvaldo absen karena jalani sanksi akumulasi kartu kuning, Fandri ijin pulang ke Papua karena ada saudaranya yang sakit keras.
PSIS Bakal Tanpa Beban

Sementara itu, PSIS dipastikan akan tampil tanpa beban dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Pasalnya, tim Mahesa Jenar sudah dipastikan akan bertahan di Liga 1 Indonesia musim depan.

Tapi, pelatih PSIS Jafri Sastra juga tegaskan, timnya tetap akan tunjukkan penampilan terbaik di kandang Persebaya. “Kami hadir di Surabaya tidak untuk formalitas. Laga nanti tetap dijalani dengan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Kami ingin memperbaiki peringkat kami di papan klasemen,” tandas Jafri Sastra.

Di laga lawan Persebaya nanti, PSIS lagi-lagi tak bisa mainkan gelandang andalannya, Ibrahim Conteh. Alasannya, Conteh masih harus jalani sanksi skorsing dari Komisi Disiplin PSSI.

Perkiraan Susunan Pemain

Persebaya (4-3-3): Miswar Saputra; Abu Rizal Maulana, Otavio Dutra, OK John, Ruben Sanadi; Misbakus Solikin, Rendi Irwan, Fandy Eko Utomo; Oktafianus Fernando, David da Silva, Irfan Jaya. Cadangan: Dimas Galih, Andri Muladi, Rachmat Irianto, Mochammad Syaifuddin, Irvan Febrianto, Riky Kayame, Ferinando Pahabol, Muhammad Hidayat.

PSIS (4-3-3): Jandia Eka Putra; Safrudin Tahar, M Rio Saputra, Petar Planic, Gilang Ginarsa; M Yunus, Bayu Nugroho, Nerius Alom; Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, Komarudin. Cadangan: Joko Ribowo, Fauzan Fajri, Akbar Riansyah, Hafit Ibrahim, Gustur Cahyo, Aldaier Makatindu.

Atletico Madrid Bidik Bintang Celta Vigo Gantikan Diego Costa

Atletico Madrid putus asa dengan tersedianya alternatif di lini serang mereka, dan membidik bintang Celta Vigo, Maxi Gomez, untuk gantikan Diego Costa yang tengah cedera.

Setelah datang dari Chelsea pada Januari lalu, Diego Costa berhasil unjuk gigi dan jadi mesin gol bagi Atletico Madrid. Sayangnya, masalah kebugaran saat ini sedang mengganggu pemain internasional Spanyol tersebut.

Sedangkan striker lainnya, Nikola Kalinic – yang dipinjam Atletico Madrid dari AC Milan, tampil mengecewakan walau berhasil mencetak gol saat Atleti menang atas Sant Andreu di ajang Copa del Rey.

Pemain asal Kroasia itu tak dianggap sebagai alternatif yang pas untuk gantikan Diego Costa. Dalam beberapa hari terakhir ini, Los Rojiblancos telah mempercepat upayanya untuk datangkan striker baru pada Januari mendatang. Apalagi, Costa harus absen cukup lama, sekitar tiga bulan.

Atletico pun melirik Maxi Gomez yang jadi andalan di Celta Vigo. Sesama klub La Liga itu sendiri telah beberapa kali menolak tawaran yang datang, baik dari Inggris maupun China. Namun, Atletico tetap akan mencoba untuk sodorkan tawaran untuk pemain asal Uruguay tersebut.
Terganjal Limit Gaji Pemain

Andrea Berta yang akan memimpin perekrutan pemain di Atletico pada jendela transfer musim dingin nanti, mengingatkan akan beberapa penghalang terkait keinginan Atleti membawa Maxi Gomez ke klub ibukota Spanyol itu.

Batas gaji di LaLiga Santander menjadi salah satu masalah, karena Atletico telah mengeluarkan dana sebesar 293 juta euro (sekitar Rp4,8 triliun) untuk membayar gaji para pemainnya, dan ini sudah mencapai batas yang ditetapkan LaLiga. Kecuali, ada pemain lain yang pergi, dan tidak ada pemain lain yang datang, walau Kalinic dan Gelson Martins bisa pergi pada Januari nanti setelah keduanya tak bisa diandalkan.

Gomez memiliki klausul pembelian dalam kontraknya, namun dengan nilai klausa yang sekitar 50 juta euro (Rp826 miliar), tidak mungkin tawaran seperti itu bisa dibuat. Atleti menghabiskan banyak dana pada musim panas lalu, walau mereka punya stadion untuk membayarnya.

Bisa dipahami jika Los Rojiblancos hanya akan benar-benar bersedia membayar setengah dari klausul pelepasan Maxi Gomez. Namun, bisa dipastikan hal ini tak akan dikabulkan Celta Vigo.

Pep Guardiola: Manchester City Tak akan Dilarang Berlaga di Liga Champions

Pep Guardiola menegaskan, Manchester City tidak akan dilarang dari Liga Champions setelah ia mendapat jaminan dari hirarki klub.

UEFA sedang menyelidiki tuduhan bahwa jawara Liga Premier tersebut telah menyembunyikan jutaan poundsterling investasinya untuk menghindari aturan Play Fair Financial (PFF).

Tuduhan yang dilayangkan media Jerman, Der Spiegel, itu mengklaim pemilik Manchester City asal Abu Dhabi telah menggelembungkan perjanjian sponsor untuk hindari hukuman dari otoritas sepakbola Eropa.

Jika mereka ditemukan bersalah, pelarangan berlaga di Liga Champions menjadi salah satu sanksi potensialnya.

“Kami tidak akan dilarang (bermain di Liga Champions), tidak. Itulah yang saya pikirkan, karena saya percaya pada pimpinan saya, CEO saya, dan apa yang telah mereka jelaskan kepada saya. Saya percaya pada mereka,” ujar Pep Guardiola yang ditunjuk untuk wakili Manchester City meraih hadiah terbesar sepakbola klub Eropa tersebut.

“Jika itu terjadi, karena UEFA memutuskan itu, kami akan menerimanya dan tetap move on,” tambahnya.
UEFA Masih Menyelidiki Laporan Football Leaks

Awal pekan ini, Presiden UEFA Aleksander Ceferin membenarkan tuduhan itu dan pihaknya sedang lakukan penyelidikan.

Manchester City diguncang serangkaian laporan Der Spiegel bulan lalu. Email dan dokumen yang diperoleh platform whistle blower, Football Leaks, mengklaim untuk mengungkapkan sepenuhnya langkah-langkah City untuk menyeimbangkan pembukuan mereka, sambil melanjutkan pengeluaran luar biasa pada sejumlah pemain berbakat kelas dunia.

Kabar akan dilarangnya Manchester City berlaga di Liga Champions mengemuka jelang pertandingan terakhir fase grup the Citizens melawan Hoffenheim, Kamis (13/12) pekan depan. Pada akhir pekan ini, City juga disibukkan dengan persiapan laga di kandang Chelsea, yang akan digelar pada Minggu (9/12) dinihari nanti.

Penyelesaian Akhir yang Membedakan Juventus dan Inter

Inter Milan kecewa berat usai gagal meraih setidaknya satu poin di kandang Juventus. Inter pun mengakui penyelesaian akhir Juventus lebih baik.

Inter kalah 0-1 saat melawat ke Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dinihari WIB di lanjutan Serie A. Gol tunggal Juventus dicetak oleh Mario Mandzukic pada menit ke-66.

Kedua tim bermain terbuka di pertandingan ini dan punya momen menarik masing-masing. Inter tercatat punya 12 percobaan, satu mengarah ke gawang dan satu membentur tiang, sementara enam diblok.

Juventus membukukan 18 tembakan, di mana lima tepat target. Penguasaan bola sendiri berada di angka 50%-50%.

Bek Inter Joao Miranda menilai Inter tak kalah tangguh dari Juventus. Yang membedakan adalah Juventus bisa memaksimalkan salah satu peluang menjadi gol, sementara Inter tidak.

“Ini kekalahan yang berat, karena kami tampil tangguh di babak pertama dan kemudian melewatkan beberapa peluang bagus,” kata Miranda dilansir Football Italia.

“Juve adalah tim bagus dan memaksimalkan peluang mereka untuk bikin gol. Perbedaannya adalah Juve punya peluang dan mengonversinya jadi gol, sementara kami punya lebih banyak peluang tapi masih tak bisa menjebol gawang.”

“Apapun itu, malam ini kami membuktikan bahwa Inter sekuat Juventus. Kami cuma harus mengeksekusi peluang-peluang dengan lebih baik,” imbuhnya.

Bonucci: Juventus Bisa Kalahkan Siapa Saja

Juventus menang 1-0 atas Inter Milan dalam lanjutan Serie A. Kemenangan yang membuktikan Bianconeri bisa kalahkan siapa saja.

Bertanding di Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dinihari WIB, Juventus mendapat perlawanan sengit dari Inter Milan. Tim besutan Luciano Spalletti itu mampu melepas 12 tembakan, namun cuma satu yang mengarah ke gawang. Ada pula upaya Roberto Gagliardini yang membentur tiang gawang.

Juventus bermain tak kalah gereget dari Nerazzurri. Bianconeri melepas 18 tembakan dengan lima yang mengarah ke gawang. Dari jumlah itu, cuma sundulan Mario Mandzukic yang berhasil merobek gawang Inter.

Meski harus susah payah mengalahkan Inter. Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menilai hasil yang didapat adalah bukti bahwa Juventus bisa mengalahkan siapa saja.

“Ada banyak permainan yang harus dimainkan dan kami harus membuktikan kami selalu siap untuk mendapatkan poin siapapun lawannya,” kata Bonucci kepada Sky Sport Italia.

“Ini adalah musim yang panjang, ada banyak pertandingan yang akan dimainkan di Eropa juga, tetapi kemenangan ini sekali lagi membuat kami sadar bahwa kami kuat dan bisa mengalahkan siapa pun,” sambung Bonucci.

“(Mauro) Icardi selalu berbahaya di kotak penalti, tapi kami berhasil mengatasinya. Kami hanya cuma kecolongan Roberto Gagliardini dan untung bola mengenai mistar.”

“Saya pikir Juve bermain lebih baik di babak kedua dan pantas menang,” tegasnya.

City Jago Tandang, Stamford Bridge Korban Berikutnya?

Manchester City akan melawat ke markas Chelsea dengan rekor apik di laga tandang. Bisakah City melanjutkan catatan positifnya?

Big match antara Chelsea dan City akan tersaji di pekan ke-16 Premier League. Pertandingan akan digelar di Stamford Bridge, Minggu (9/12) dini hari WIB.

Melawat ke Stamford Bridge, City bermodal laju oke di laga tandang. Dicatat oleh Opta, The Citizens tak terkalahkan dalam 14 pertandingan tandang terakhir di Premier League. Dalam laju tersebut, City mencatat 11 kemenangan dan tiga hasil imbang.

City punya peluang untuk melanjutkan tren tersebut di Stamford Bridge. Sebab tim arahan Pep Guardiola itu juga sedang jago di kandang Chelsea.

Dalam tiga lawatan terakhir ke Stamford Bridge di ajang Premier League, City mencatat dua kemenangan. Pada kunjungan terakhir ke kandang Chelsea pada September 2017, City menang 1-0 berkat gol tunggal Kevin De Bruyne.

City sejauh ini jadi salah satu tim yang belum terkalahkan di Premier League usai 15 pertandingan. Mereka memimpin klasemen dengan 41 poin.

Sementara itu, Chelsea baru saja tersandung usai kalah dari Wolverhampton Wanderers pada tengah pekan. The Blues kini menempati peringkat empat dengan selisih 10 poin dari City.

Tandang ke Stamford Bridge, City Masih Tanpa Aguero

Manchester City masih belum bisa menurunkan Sergio Aguero dalam pertandingan melawan Chelsea. Striker asal Argentina itu belum pulih dari cederanya.

Aguero telah melewatkan dua pertandingan terakhir City melawan Bournemouth dan Watford. Aguero mengalami masalah pada ototnya.

Jelang lawatan City ke Stamford Bridge, Minggu (9/12/2018) dini hari WIB, Aguero belum pulih dari cederanya. Selain Aguero, Kevin de Bruyne yang sudah absen sejak November karena cedera lutut juga tak bisa main.

“Tidak, mereka tidak bisa bermain besok. Mereka akan segera kembali,” ucap manajer City Pep Guardiola seperti dikutip situs resmi klub.

Soal De Bruyne, Guardiola yakin gelandang internasional Belgia itu kembali dalam waktu dekat.

“Saya kira dia akan kembali berlatih mungkin seminggu lagi. Saya bilang berkali-kali, saya mau Kevin bisa main, tapi kami mencoba untuk tidak memberi tekanan kepada satu pemain tapi ke semuanya agar jadi tim bagus,” ucap Guardiola.

“Dia kembali. Sergio juga akan kembali beberapa hari lagi,” imbuhnya.

City Menang Terus, Klopp: Terus Kenapa?

Manchester City menampilkan performa brilian sejauh musim ini, yang membuat mereka sulit dikejat. Tapi Liverpool ternyata tak terlalu peduli.

City masih kokoh di puncak klasemen Liga Inggris sampai saat ini dengan 41 poin, hasil 13 kemenangan dan 2 hasil imbang. Hanya Liverpool yang sampai kini bisa menempel The Citizens dengan 39 poin di peringkat kedua.

Si Merah sebenarnya berhasil mencatat rekor lewat start terbaik dalam 15 laga awal liga sepanjang sejarah. Tapi, superioritas City membuat anak asuh Klopp terlihat masih harus berjuang lebih lagi.

Pasalnya City benar-benar sulit dihentikan. Apalagi rentetan kemenangan yang dibuat pun selalu diwarnai dengan dominasi dan beberapa kemenangan dengan skor besar.

Terlepas dari kondisi sekarang, Juergen Klopp mengaku timnya tak terlalu memikirkan kiprah City. Fokus Liverpool saat ini hanya bermain sebaik mungkin dan memikirkan diri sendiri.

“Bagaimana Anda bisa mengeluhkan soal itu (hasil yang diraih City)? Tugas kami hanya mengumpulkan poin sebanyak yang kami bisa dan lihat apa yang akan terjadi,” kata Klopp pada konferensi pers dilansir Liverpool Echo.

“Kami tak bisa berbuat lebih. Lagipula bukan masalah bagi kami masuk ke ruang ganti dan melihat City kembali menang. Kami menganggap mereka selalu menang kecuali di laga melawan kami.”

“Tim hanya mencoba memainkan musim terbaik yang pernah dilakukan. Pada periode sulit ini, Anda hanya harus fokus pada performa diri sendiri karena tak mungkin melawan dua lawan sekaligus. Satu yang ada di depan mata, satu lagi dipikiran. Itu tak akan bekerja.”

“Di manapun mereka finis akhir musim nanti, mungkin mereka pantas mendapatkannya. Begitu juga dengan kami,” tutur manajer asal Jerman itu.

Situasi Politik Sebabkan Duel Duo Legenda Arsenal di Liga Prancis Terpaksa Tertunda

Partai reuni dua legenda Arsenal antara Patrick Vieira, yang menangani Nice, dan Thierry Henry, sang pembesut AS Monaco, dalam lanjutan Liga Prancis pekan ke-17 terpaksa ditunda.

Partai pekan ke-17 Liga Prancis pada Jumat (7/12/2018) malam atau Sabtu pukul 02.30 dini hari WIB, sejatinya akan mempertemukan AS Monaco dan OGC Nice.

Dua legenda hidup Arsenal, Patrick Vieira dan Thierry Henry siap bertemu kembali untuk kali pertama sebagai rival dalam karier kepelatihan mereka, setelah pisah lebih dari satu dekade.

Namun, situasi politik Prancis menyebabkan atmosfer Ligue 1 tidak kondusif hingga menunda partai AS Monaco versus OGC Nice.

Dilansir BolaSport.com dari The Washington Post, gelombang demonstran warga sipil meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu ditengarai sebagai buntut ketidaksetujuan terhadap kebijakan pajak energi dan bahan bakar yang diputuskan Presiden Emmanuel Macron.

Kembali ke pembicaraan, Vieira mengaku kecewa setelah menyadari tak mampu membawa anak asuhnya bertolak ke Stade Louis II, markas AS Monaco. “Kami sangat kecewa tak mampu memainkan laga ini. Akan tetapi melihat apa yang terjadi di Prancis saat ini, kami bisa mengerti,” tutur Patrick Vieira, dilansir BolaSport.com dari laman Daily Mirror.

Disebut Tidak Akur, Pelatih Real Madrid Mengaku Bahagia dengan Isco Alarcon

Pelatih Real Madrid, Santiago Solari, menegaskan tidak memiliki masalah serius dengan gelandang timnya, Isco Alarcon. Santiago Solari mengaku puas dengan permainan Isco Alarcon saat ia turunkan di skuat Real Madrid menggebuk 6-1 klub kasta ketiga Liga Spanyol, Melilla, pada Kamis (6/12/2018).

Dalam laga 32 besar Copa del Rey tersebut, Isco Alarcon sumbangkan dua gol untuk Real Madrid pada menit ke-47 dan 83′.

Seraya Santiago Solari juga mengomentari ketidakberuntungan Isco yang bisa saja mencetak hattrick, andai peluangnya pada menit ke-16 tidak ditepis dengan baik kiper Melilla, Pedro Luis. “Saya sangat senang dengan Isco. Saya sangat menyayangkan ia melewatkan satu peluang pada babak pertama,” ucap Santiago Solari, dilansir BolaSport.com dari laman Four Four Two.

“Sebab, peluang itu mungkin akan menjadi gol yang indah,” terang pria asal Argentina tersebut melanjutkan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sangkalan Solari yang dikabarkan tidak akur dengan Isco dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu pria 42 tahun itu disebut-sebu tidak puas dengan apa yang diperlihatkan sang pemain dalam sesi latihan.

Isco meninggalkan sesi latihan lebih dini kendati dalam pemeriksaan kesehatan ia dinyatakan tidak mengalami masalah serius.

Buntut dari ketidakpuasan itu membuat Solari sempat membuat Isco menghangatkan bangku cadangan dalam bebeberapa laga terakhir Los Blancos.

Puncaknya, pemain 26 tahun itu dikatakan mengabaikan ajakan bersalaman sang pelatih di ruang ganti, saat El Real dipermalukan 0-3 Eibar, pada pekan ke-13 Liga Spanyol, akhir bulan lalu.