Semua artikel oleh Administator

Media Asing Sebut Dua Pemain Liga 1 Sebagai Penampil Terbaik di Piala AFC Cup

Piala AFC Cup 2019 telah memasuki laga kedua, dimana kedua klub Liga 1, Persija Jakarta dan PSM Makassar turut serta dalam ajang tersebut. Media asing ternama, Fox Sports Asia pun lantas membuat daftar lima pemain terbaik pekan kedua di Piala AFC Cup, dua diantaranya pemain dari Liga 1.

Persija yang tergabung dalam Grup G Piala AFC 2019, sukses mengalahkan klub asal Myanmar, Shan United dengan skor 3-1 dalam laga kedua penyisihan grup di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (12/3/2019).

Bruno Matos menjadi aktor kemenangan Persija dilaga kali ini. Dua gol dari Bruno Matos memastikan Tim Macan Kemayoran berhasil membawa oleh-oleh tiga poin dari Myanmar.

Selain itu pada pekan kedua lainnya, PSM juga sukses meraih hasil positif dengan menaklukkan tim asal Laos, Lao Toyota di Stadion Pakansari, Rabu (13/3). Tak tanggung-tanggung, klub berjuluk Juku Eja itu melumat Lao Toyota dengan skor sangat mencolok 7-3.

Dilaga ini Wiljan Pluim dan Eero Markkanen masing-masing berhasil mencetak dua gol. Sementara tiga gol PSM lainnya dicetak oleh Zulham Zamrun, Ferdinand Sinaga dan Marc Klok.

Penampilan gemilang yang dipersembahkan Persija dan PSM, membuat pemain mereka turut serta dalam daftar lima pemain terbaik pekan kedua di Piala AFC Cup versi Fox Sports Asia. Pemain yang dimaksud adalah Bruno Matos dan Wiljan Pluim.

Diwartakan oleh Fox Sports Asia, bahwa Bruno Matos mampu menjadi penyelamat Persija atas Shan United, dengan dua golnya.

“Bruno Matos tampil sebagai aktor kemenangan 3-1 atas Shan United meskipun pemain Brasil itu ditempatkan dalam peran lini tengah.” tulis Fox Sports Asia.

Selain itu, Fox Sports Asia juga menyebut Wiljan Pluim sebagai pemain terbaik pada pekan kedua Piala AFC Cup.

“Wiljan Pluim tak luput dengan penampilannya yang sangat brilian saat ia membuka skor dengan penyelesaian yang bagus.” tulis Fox Sports Asia.

“Penampilan Pluim yang sangat baik bersama rekannya, Marc Klok serta pemain baru Eero Markkanen, membuat mereka membngkar pertahanan Lao Toyota sesuka hati.”

Selain Bruno Matos dan Wiljan Pluim, terdapat juga Alfred Osei (Kaya FC-Iloilo), Bienvenido Maranon (Cered-Negros), Irwan Shah (Tampines Rovers) dalam daftar lima pemain terbaik pekan kedua di Piala AFC Cup.

Cetak Hat-trick, Olivier Giroud Dapat Pujian dari Maurizio Sarri

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, memuji penampilan Olivier Giroud saat timnya menang 5-0 atas Dynamo Kiev pada leg kedua 16 besar Liga Europa, Kamis (14/3/2019) waktu setempat.

Pada laga tersebut Giroud tampil gemilang dengan mengemas tiga gol. Tambahan gol tersebut membuat striker Prancis itu kini duduk sebagai pencetak gol terbanyak Liga Europa dengan sembilan gol.

“Pencapaian Giroud sangat bagus. Pada beberapa pekan terakhir, dia selalu tampil baik saat dipercaya bermain,” kata Sarri dilansir situs resmi klub.

“Giroud merupakan pemain penting bagi kami. Saya sangat senang dia mencetak tiga gol,” lanjut Sarri.

Pada musim ini, Giroud sebenarnya bukan pilihan utama lini depan Chelsea. Namun, eks pemain Arsenal itu mampu tampil baik dengan mencetak 10 gol dari 33 pertandingan di berbagai ajang.

Dihancurkan Manchester City, Schalke 04 Pecat Pelatihnya

Schalke 04 memecat pelatih Domenico Tedesco pada Kamis (14/3/2019). Keputusan itu diambil hanya dua hari setelah The Royal Blues tersingkir dari Liga Champions 2018-2019.

“Pelatih Domenico Tedesco dan asistennya Peter Perchtold dibebastugaskan dari jabatannya,” tulis pernyataan resmi Schalke.

Sebelumnya, Schalke dipermalukan Manchester City dengan skor 0-7 pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Etihad. Kekalahan itu membuat agregat kontra The Citizens menjadi 2-10.

“Kami mengapresiasi tugas Tedesco selama di Schalke. Dia meningkatkan kualitas tim pada musim lalu sehingga kami menyelesaikan musim di peringkat kedua,” kata Direktur Olahraga, Jochen Schneider.

Tedesco melatih Schalke sejak awal musim 2017-2018. Selama dilatih Tedesco, Schalke mengemas 33 kemenangan dari 75 pertandingan di berbagai ajang.

Alasan Pemain Belanda Ini Ngebet Jalani Naturalisasi

Pemain asing asal Belanda milik PSM Makassar, Marc Klok tak terbendung hasratnya untuk bisa membela Timnas Indonesia di masa mendatang.

Sejak datang pada tahun 2017 lalu, Klok sudah jatuh cinta terhadap tanah air. Mumpung masih di usia muda yakni 25 tahun, dirinya mengatakan masa depannya berada di Indonesia.

Klok menjalani musim keduanya bersama Juku Eja, dirinya juga mendapat bantuan dari pihak klub untuk menjalani proses naturalisasi.

Meskipun belum lima tahun berada atau menetap di Indonesia, garis keturunan Klok dari kakeknya yang orang Makassar bisa membawanya lolos proses pindah kewarganegaraan dengan jalur khusus.

“Alasan utamanya yaitu karena saya suka negara ini. Sejak momen pertama kali saya tiba di Indonesia, masyarakat sangat welcome,” ungkap Klok.

“Saya masih muda, 25 tahun, dan masih punya banyak waktu di negara ini. Jadi alasan utama saya untuk tetap berada di sini salah satunya adalah bisa jadi role model buat pemain muda,” papar Klok.

“Saya ingin membuktikan apa yang bisa saya lakukan untuk negara ini. Dan, tentunya bagi pemain muda bisa mendapatkan pencapaian untuk mereka sendiri,” tutup Klok.

Klok mencetak satu gol untuk PSM dalam kemenangan 7-3 atas Lao Toyota di ajang Piala AFC, Rabu lalu.

Alasan Pierre-Emerick Aubameyang Pakai Topeng Black Panther saat Hadapi Rennes

Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, mengatakan alasan memakai topeng Black Panther saat melakukan selebrasi gol ke gawang Rennes pada leg kedua 16 besar Liga Europa, di Stadion Emirates, London, Kamis (14/3/2019) waktu setempat.

Dua gol Aubameyang dan satu gol tambahan Ashley Maitland-Niles membawa Arsenal menang 3-0 atas Rennes. The Gunners lolos ke perempat final berkat keunggulan agregat 4-3 atas wakil Prancis tersebut.

Saya membutuhkan topeng itu untuk merepresentasikan saya. Ini adalah Black Panther,” kata Aubameyang dilansir situs resmi klub.

“Di Afrika, kami dijuluki Black Panther dari Gabon. Jadi, topeng ini menjelaskan dari mana saya,” kata Aubameyang.

Aubameyang mengaku sempat gugup sebelum pertandingan dimulai. Sebab, Arsenal butuh membalikkan agregat karena kekalahan 1-3 di markas Rennes.

“Saya sedikit gugup. Saya sempat menyia-nyiakan dua peluang. Namun yang terpenting, kami bisa menang dan itu hal yang menyenangkan,” ujar eks striker Borussia Dortmund itu.

Daftar Hukuman Komdis PSSI atas Pelanggaran Klub di Piala Presiden 2019

Meski berstatus turnamen pra-musim, Piala Presiden 2019 juga menjadi ranah PSSI untuk menghukum klub yang melakukan pelanggaran.

Kali ini Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan klub-klub peserta. Terutama yang diakibatkan oleh ulah oknum suporter di dalam stadion.

Setidaknya ada lima klub yang mendapat hukuman dari Komdis, mereka adalah Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC, Semen Padang, dan Kalteng Putra. Kegagalan dalam mengatur tingkah oknum suporter masih menjadi tajuk utama dalam hasil komdis kali ini.

Kalteng Putra, klub yang baru saja promosi ke Liga 1 2019 ini diberi sanksi karena mengenakan jersey dengan muatan politis pada laga melawan PSM Makassar (6/3).

Arema FC jadi tim yang paling banyak mendapat denda dari Komdis. Tim berjuluk Singo Edan itu mendapat dua hukuman dengan total denda mencapai Rp 150 juta.

Sementara bagi Persebaya dan Persib, sama-sama mendapat total denda Rp 105 juta. Namun pihak Persib mendapat tambahan teguran dari Komdis. Panpel Persib dinilai tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman saat menggelar pertandingan.

Berikut Hasil lengkap Sidang Komdis PSSI pada 13 Maret 2019:

1. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persib Bandung vs PS TIRA Persikabo
– Tanggal kejadian: 2 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Denda Rp 30 juta

2. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

3. Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman
– Hukuman: Teguran keras

4. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Perseru Serui vs Persebaya Surabaya
– Tanggal kejadian: 2 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Denda Rp 30 juta

5. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 7 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

6. Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Arema FC vs PS Barito Putera
– Tanggal kejadian: 4 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penonton masuk lapangan
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

7. Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 9 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol dan penyalaan flare
– Hukuman: Denda Rp 75 juta

8. Panitia pelaksana pertandingan Arema FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 9 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman
– Hukuman: Teguran keras

9. Semen Padang FC
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: Semen Padang FC vs Bali United FC
– Tanggal kejadian: 11 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol
– Hukuman: Sanksi denda Rp 30 juta

10. Kalteng Putra
– Nama kompetisi: Piala Presiden 2019
– Pertandingan: PSM Makassar vs Kalteng Putra
– Tanggal kejadian: 6 Maret 2019
– Jenis pelanggaran: Tulisan bermuatan politik pada jersey tim
– Hukuman: Denda Rp 50 juta

Legenda MU Mundur dari Kursi Pelatih via WhatsApp

Paul Scholes dikabarkan mengundurkan diri sebagai manajer Oldham Athletic melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Sky Sporst mengabarkan bahwa ketua klub Abdallah Lemsagam menerima pesan tiba-tiba pada hari Rabu sore. Scholes pun belum berbicara kepada siapa pun kepada dewan direksi sejak mengirim pesan pengunduran dirinya.

Mantan gelandang Manchester United dan Inggris itu mengambil alih kursi manajer Oldham pada 11 Februari, dan meninggalkan klub setelah hanya 31 hari bertugas di Boundary Park.

Scholes memenangkan pertandingan pertamanya bersama klub kota kelahirannya itu, tetapi kemudian bermain imbang tiga dan kalah dalam tiga pertandingan selama masa tugasnya yang singkat.

“Oldham Athletic kecewa dengan keputusan Paul untuk mengundurkan diri dan terkejut dengan alasan yang diberikannya,” kata Lemsagam dikutip dari Sky Sports News.

“Klub memberi Paul semua dukungan dan otonomi yang dia minta. Dia tidak mengutarakan keprihatinannya sama sekali, baik secara formal maupun non-formal, sebelum pengunduran dirinya. Dia tidak memberikan kesempatan untuk mengatasi masalah apa pun, hanya mengundurkan diri dengan teks dan kemudian menolak untuk membahas masalah.”

“Manajemen adalah pekerjaan yang sulit dan kami akan bekerja dengan Paul untuk menemukan solusi, seandainya kami diberi kesempatan. Kami ucapkan selamat dan terima kasih atas kontribusinya. Kami akan segera memulai pencarian manajer baru. ”

Scholes mengundurkan diri sebagai direktur klub di Salford, sambil mempertahankan 10 persen sahamnya, sebelum mengambil pekerjaan dengan Latics, yang berada di urutan ke-14 dalam tabel League Two.

Kebijakan Naturalisasi Pemain Kurang Disambut Baik oleh Pelatih Timnas Vietnam

Kebijakan naturalisasi pemain yang rencananya akan dilakukan oleh sepakbola Vietnam disambut kurang baik oleh pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-Seo. Dirinya menyetujui naturalisasi dilakukan asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu yang menurutnya cukup sulit.

Belakangan ini timnas Vietnam telah menerapkan kebijakan naturalisasi pemain untuk memperkuat timnas Vietnam. Hal ini sebelumnya telah dilakukan saat mereka sukses menaturalisasi pemain keturunan Vietnam dari Rusia, Dang Van Lam.

Dang Van Lam diturunkan ketika Vietnam tampil di Piala AFF 2018 beberapa waktu lalu. Diajang Piala AFF 2018, Van Lam mampu tampil bersinar dengan berhasil membawa Vietnam menjadi juara dan mencatat clean sheet di lima dari delapan pertandingan Vietnam.

Kesuksesan yang diberikan Van Lam, membuat sepakbola Vietnam kembali merencakan untuk melakukan naturalisasi pemain. Salah satu pemain yang akan dinaturalisasi ialah penyerang blasteran Vietnam-Norwegia, Alexander Dang.

Meski membuka peluang untuk merekrut pemain naturalisasi, pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-Seo nampaknya kurang senang dengan wacana tersebut. Menurut Park Hang-Seo, kebijakan naturalisasi pemain harus memenuhi syarat tertentu. Terlebih, proses adaptasi pemain naturalisasi akan lebih memakan waktu dibanding pemain lokal.

“Tentu saya menyambut hal itu (proses naturalisasi). Meski begitu, rencana tersebut diharuskan membuat pemain melalui rute yang menurut saya cukup sulit,” kata Park Hang-Seo dikutip dari Bongda.

“Mereka harus adaptasi dan butuh waktu dengan kami. Komunikasi juga jadi faktor utama, sehingga kami akan mempertimbangkan semuanya,” ujarnya.

Keyakinan Isco akan Kembalinya Sosok Zizou

Gelandang serang Real Madrid, Isco, memberi penghormatan kepada pelatih kepala Zinedine Zidane usai kembali membesut tim ibu kota itu di tengah masa sulit yang dialami oleh El Real.

Zidane memiliki warisan emas selama 28 bulan masa jabatannya yang dimulai pada Januari 2016 dan sukses mengangkat tiga gelar Liga Champions dan mahkota LaLiga.

Pelatih Prancis itu secara mengejutkan angkat kaki dari Santiago Bernabeu pada Mei 2018 dan presiden Florentino Perez sejak itu sudah memecat dua pelatih kepala dalam sembilan bulan pada musim ini.

Madrid dipermalukan 4-1 di kandang melawan Ajax di babak 16 besa Liga Champions dan mereka telah tertinggal 12 poin dari rival Barcelona di LaLiga. Zidane memulai mantra keduanya sebagai pelatih pada hari Sabtu melawan Celta Vigo.

Dengan Zidane sudah ditetapkan sebagai ikon di Madrid, Isco percaya pria berusia 46 tahun itu layak mendapat pengakuan lebih karena berjanji untuk membangun kembali kerajaan emas yang telah runtuh karena ketidakhadirannya.

“Kita semua kenal dia,” kata Isco.

“Sebagai pemain dia luar biasa, sebagai pelatih dia telah memenangkan segalanya.

“Sangat fantastis bagi semua orang untuk mendapatkannya kembali di Real Madrid. Dan semua penghargaan untuknya kembali sekarang, ketika waktu sangat sulit.

“Dia mencintai Real Madrid dan mudah-mudahan dia akan membawa kita lagi ke kemenangan.”

Isco menjadi salah satu pemain yang terpinggirkan dalam era kepelatihan Santiago Solari.

Penebusan Dosa Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang melesakkan satu gol ke gawang Manchester United lewat titik penalti. Dia melakukannya setelah akhir pekan lalu gagal mengeksekusi penalti ke gawang Tottenham Hotspur.

Arsenal menang 2-0 saat menjamu MU di Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Granit Xhaka membuka keunggulan Arsenal di babak pertama dan Aubameyang menutupnya lewat penalti di babak kedua.

Arah bola tembakan penalti Aubameyang tak berbeda jauh saat gagal melakukannya ke gawang Tottenham. Keberhasilan ini tak lepas dari upaya striker 29 tahun itu untuk terus mengasahnya di latihan.

“Saya membuat kesalahan melawan Tottenham dan saya gagal mengeksekusinya, tetapi hari ini saya fokus dan mencetak gol penalti,” kata Aubameyang seperti dikutip dari BBC.

“Anda harus berlatih ini sepanjang waktu dan saya melakukannya. Saya tahu itu akan sulit, tetapi saya sangat percaya diri,” sambungnya.

Arsenal kini kembali ke posisi empat, yang merupakan batas akhir untuk merebut tiket Liga Champions. The Gunners untuk sementara menggusur MU ke posisi lima.

“Semangat tim bagus. Kami punya segalanya dan kami tahu akan sulit untuk finis di empat besar, tetapi kami yakin – penting untuk memenangi pertandingan ini dan kami punya kesempatan,” Aubameyang menambahkan.

“Kami memiliki semangat yang baik dan kami lapar – kami ingin kembali ke Liga Champions,” tegasnya.