Semua artikel oleh Administator

Pesan Khusus Pelatih Jerman untuk Beckham Jelang Final Liga 1 U-19

Pelatih keturunan Jerman Timo Scheunemann memberikan pesan khusus kepada Beckham Putra Nugraha jelang pertandingan sepak bola nasional final Liga 1 U-19 2018.

Pasalnya gelandang Persib Bandung U-19, Beckham mampu bermain gemilang sepanjang pagelaran Liga 1 U-19 2018. Sehingga Timo Scheunemann mendoakan yang terbaik untuk karier Bechkam ke depannya.

“Go beckhaaaaam! Butuh 11 detik saya scout dia saat umurnya 11. Semoga perkembangannya baik. All the best @BeckhamPn,” tutur Timo Scheunemann lewat akun media sosial Twitter pribadinya.

Mendapat doa yang sangat baik dari pelatih keturunan Jerman, Beckham pun langsung memberikan respons. Hal itu juga disampaikannya lewat akun media sosial Twitter pribadinya.

“aminn coachhh semoga yang terbaik,” tutur Beckham.

Gagal ke Semifinal Liga 2, Madura FC: Jika Fair, Kami Harusnya Bisa Juara

Salahudin masih belum menerima sepenuhnya atas kegagalan membawa Madura FC lolos ke semifinal kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, Liga 2 musim ini.

Sakit hati cukup mendalam dirasakannya pelatih Madura FC, lantaran mendapati anak asuhnya digagalkan dengan cara yang tidak fair. Menurutnya, faktor non teknis membuat mereka gagal lolos.

“Bisa dikatakan, kami gagal karena banyak faktor non teknis. Kami banyak dikerjai saat bermain di luar kandang,” tandas Pelatih Madura FC tersebut.

Dari segi materi pemain dan performa tim, Madura FC memang tak seharusnya terhenti di babak 8 besar. Skuat yang dibangun Salahudin sarat dengan pemain yang sudah punya pengalaman di level teratas, ditambah dengan pemain muda potensial.

Performa mereka pun menjanjikan hingga mampu lolos ke babak 8 besar di urutan ketiga dengan mengumpulkan 39 poin. Bertanding 22 kali di babak penyisihan Wilayah Timur, Usman Pribadi dkk meraih 11 kali kemenangan, 6 imbang dan hanya 5 kali kalah.

Namun, performa berbalik mulai dialami tim berjulukan Sapeh Pote itu di babak 8 besar, dengan hanya mengais 2 kemenangan dan 4 kali kalah.

“Kalau mau fair, tim ini sebenarnya bisa juara. Materi pemain kami sudah tidak layak untuk lolos lagi, tapi juara,” tegasnya.

Belum Perpanjang Kontrak, De Gea Menuju Juventus?

Kiper Manchester United, David de Gea, dikabarkan sedang mendekat ke klub sepak bola raksasa Serie A Italia, Juventus.

Jika benar, ini akan menjadi sebuah perjalanan karier yang berkesan bagi pemain asal Spanyol tersebut. Selain itu, ia juga bisa bergabung dengan pendahulunya di Setan Merah, Cristiano Ronaldo.

Kontrak de Gea sendiri di Manchester United akan berakhir akhir musim ini. Akan tetapi, pihak klub belum menunjukkan tanda-tanda akan memperpanjang masa bermainnya.

Menurut laporan sebuah media berita sports Italia, Tuttosport, agen de Gea, Jorge Mendes, dikabarkan sudah membuka pembicaraan dengan pihak Juventus yang diwakili oleh Fabio Paratici.

Klub berjuluk Si Nyonya Tua tersebut kini memang sedang mencari sosok kiper yang tepat untuk mengisi satu posisi mendampingi Wojciech Szczesny. Pasalnya, mereka baru saja ditinggal Gianluigi Buffon yang hengkang ke Paris Saint-Germain.

Mendes pun dikabarkan telah melakukan sejumlah riset dan mempelajari proses megatransfer Ronaldo dari Real Madrid beberapa waktu lalu, dengan harapan mampu memberi de Gea kontrak yang berharga jika memang Juventus benar-benar niat meminangnya.

De Gea sudah membela Manchester United selama 8 tahun, tentu bukan waktu yang singkat. Bersama Setan Merah, ia telah berhasil satu gelar Premier League – kasta teratas di sepak bola Inggris, dan meraih banyak trofi, termasuk Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Piala Europa.

Persib Bandung vs Perseru Serui: Ezechiel Absen, Mario Gomez Tetap Dapat Angin Segar

Jadwal pertandingan Liga 1 Indonesia 2018 akhir pekan ini, salah satunya akan menyajikan laga antara Persib Bandung vs Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta.

Sebelum laga yang akan digelar pada hari Jumat (23/11/18) sore nanti, Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez sudah mempersiapkan sejumlah pemain untuk menggantikan Ezechiel N’Douassel dan Oh In-Kyun pada pertandingan tersebut.

Ezechiel dan In-Kyun terpaksa tidak bisa diturunkan pada pertandingan pekan ke-32 karena mendapatkan akumulasi kartu.

Gomez menambahkan, selain menyiapkan pemain pengganti Ezehciel dan In-Kyun, pada pertandingan kali ini Supardi Nasir dan Ardi Idrus akan kembali diturunkan. Setelah, absen pada laga sebelumnya menghadapi PSIS Semarang.

“Ya, kita memang kehilangan beberapa pemain tapi kita punya pemain lain. kita akan menurunkan Patrich, Atep, Ghozal, Supardi, kita juga punya pemain di lini penyerangan,” kata Gomez kepada sejumlah media berita olahraga di Indonesia.

3 Pemain yang Layak Dicoba Saat Timnas Indonesia vs Filipina

Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Filipina pada laga terakhir babak penyisihan Grup B turnamen sepak bola Piala AFF 2018 akan berlangsung Minggu (25/11/18) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Timnas Indonesia sudah dipastikan tersingkir dari Piala AFF 2018. Perolehan poin Timnas Indonesia tidak bisa lagi melampaui Thailand dan Filipina. di urutan pertama dan kedua.

Kepastian tersebut diketahui usai pertandingan antara Filipina vs Thailand, Rabu (21/11/18) lalu, berakhir imbang dengan skor 1-1.

Dengan demikian, pertandingan Timnas Indonesia vs Filipina tidak akan menentukan nasib tim Merah Putih di Piala AFF 2018.

Namun demikian, pelatih Bima Sakti tetap mengusung misi kemenangan di laga terakhir. Hal itu tentu untuk menjaga nama baik dan martabat bangsa di hadapan puluhan ribu suporter yang akan hadir memenuhi GBK.

Laga melawan Filipina nanti dapat dijadikan akan pembuktian bagi sejumlah pemain. Bima Sakti layak memberikan panggung bagi beberapa pemain yang belum unjuk gigi atau mendapatkan kesempatan pada tiga partai sebelumnya.

Berikut ini kami menghadirkan 3 pemain yang layak dicoba saat pertandingan Timnas Indonesia vs Filipina.

Muhammad Ridho Djazulie
M. Ridho terpilih sebagai kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 bersama Andritany Ardhiyasa dan Awan Setho. Akan tetapi, ia belum mendapatkan kesempatan untuk melakoni pertandingan pertamanya.

Penjaga gawang klub Borneo FC ini layak dicoba mengingat catatan kurang impresif dua kiper lainnya. Andritany Ardhiyasa terbukti gagal meraih cleansheet di dua pertandingan awal Timnas Indonesia. Sementara itu, Awan Setho tampil gugup ketika menghadapi Thailand di Stadion Rajamangala. Ia melakukan sejumlah blunder yang terkadang merugikan tim.

M. Ridho sebelumnya tampil menawan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia saat uji coba melawan Hong Kong. Ia unggul dalam bola-bola atas dan penyelamatan udara. Keunggulan tersebut dapat dimaksimalkan guna menghadapi Filipina yang memiliki pemain berpostur tinggi. M. Ridho layak tampil di laga melawan Filipina dan mengecap debut perdananya di Piala AFF.

Dedik Setiawan

Bima Sakti masih mempercayakan Beto Goncalves sebagai ujung tombak Timnas Indonesia. Ia baru sekali mengganti striker naturalisasi tersebut saat sisa babak kedua melawan Thailand. Dedik Setiawan patut dicoba saat menghadapi Filipina nanti. Meskipun telah tampil sebagai pemain pengganti ketika melawan Thailand, kesempatan itu tidaklah cukup.

Striker klub Arema FC ini butuh pembuktian yang lebih pantas untuk menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu predator lokal terganas musim ini. Dedik Setiawan punya keunggulan dalam kecepatan. Ia mampu melihat celah pertahanan lawan melalui kecepatannya dalam memanfaatkan umpan bola daerah.

Bagas Adi Nugroho

Bagas Adi Nugroho menjadi satu-satunya pemain yang belum merasakan menit bermain bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Tak khayal, banyak yang menyebut bek klub Arema FC ini sebagai pemain ‘titipan’ atau tidak layak menghuni skuat Garuda.

Namun demikian, Bima Sakti membantah isu tersebut. Ia menyebut Bagas Adi sebagai pemain berkualitas yang mampu bermain di berbagai posisi.

Bagas Adi layak dicoba di posisi bek tengah, bek sayap kanan, atau gelandang bertahan. Bisa jadi, ia merupakan solusi rapuhnya lini pertahanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 selama ini.

Sarri Terkesan Mourinho, tapi Lebih Klop dengan Klopp

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, menaruh respek kepada Jose Mourinho. Tapi, urusan gaya bermain, dia lebih senang disebut mirip dengan Juergen Klopp.

Mourinho memiliki rekam jejak sip bersama klub-klub yang pernah ditanganinya, termasuk Chelsea. Manajer asal Portugal itu berhasil mengantarkan The Blues tiga kali juara Premier League.

Mourinho juga menandai petualangannya di klub-klub liga lain dengan trofi. Di Real Madrid, Inter Milan, dan Porto.

Kini, Mourinho diuji di Manchester United. Kendati belum bisa mengantarkan MU menjadi juara liga, Sarri memujinya. Manajer asal Italia itu salut dengan pencapaian luar biasa manjer tim rivalnya.

“Mourinho adalah sosok yang luar biasa. Saya amat terkesan dengannya saat kami berjumpa di Stamford Bridge dan insiden yang melibatkan asisten saya (Oktober),” kata Sarri seperti dikutip Gazzetta dello Sport dan dilansir ESPN.

“Sangat profesional. Tak ada yang lainnya. Dia meraih juar dari ajang apapun, di manapun,” dia menegaskan.

Nah, untuk urusan teknik dan strategi, Sarri memiliki manajer lain yang memiliki gaya kepelatihan yang hampir sama. Yakni, manajer Liverpool, Klopp.

“Juergen Klopp adalah manajer yang memiliki filosofi yang paling mirip dengan saya. Hasil imbang saat Liverpool bermain di chelsea membuktikannya,” kata Sarri.

“Di satu momen saya melihat kepada dan dia tersenyum. Saya tanya, kenapa?. Dia bilang, ‘Karena saya menyukai hasil ini. bagaimana denganmu?’ Saya balas, ‘Saya juga.”

“Saat kalian mengalami situasi seperti ini, kalian menyadari bahwa kalian telah mencapai puncak,” dia menambahkan.

Milan Incar Fabregas

Cesc Fabregas dalam situasi sulit di Chelsea. AC Milan dikabarkan berminat menawarkan jalan keluar bagi gelandang top Spanyol itu.

Fabregas menjadi pemain penting Chelsea kala memenangi dua trofi juara Premier League sejak didatangkan dari Barcelona pada 2014. Namun, pesepakbola berusia 31 tahun itu bukanlah pemain reguler usai Chelsea dimanajeri Maurizio Sarri.

Fabregas baru tiga kali dimainkan di Liga Inggris. Namun, itupun hanya sebagai pemain pengganti saja.

Kontrak Fabregas di Stamford Bridge akan habis pada akhir musim 2018/19. Mengingat situasinya saat ini, peluang besar terbuka bagi Fabregas untuk hengkang.

Sementara itu, Milan tengah mencari pemain untuk didatangkan pada Januari seiring cederanya sejumlah pemain belakangan ini. Calciomercato menyebut, direktur-direktur olahraga Rossoneri Leonardo dan Paolo Maldini telah mengadakan kontak dengan agen Fabregas.

Meski begitu, Milan masih mencari formula kesepakatan untuk mereka dan Chelsea. Selain itu, gaji Fabregas yang sebesar GBP 156 ribu per pekannya diyakini akan menjadi hambatan terbesar bagi Milan.

Selain Fabregas, Milan juga disebut-sebut membidik Leandro Paredes (Zenit St. Petersburg) dan Stanislav Lobotka (Celta Vigo) sebagai opsi lain.

PSIS vs Persib Berbau Match Fixing, Kemenpora: Serahkan ke PSSI

Laga antara PSIS Semarang kontra Persib Bandung yang berakhir 0-3 memunculkan dugaan pengaturan skor. Kemenpora berharap PSSI menyelidiki kebenarannya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, setelah mendapat pertanyaan dari pewarta terkait indikasi tersebut. ‘Maung Bandung’ menelan kekalahan 0-3 dari PSIS dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Madya Magelang pada Minggu (18/11/2018).

Tiga gol PSIS dilesakkan oleh Bruno Silva, Hari Nur Yulianto, dan Ibrahim Posle Conteh. Kekalahan telak Persib ini memunculkan tanda tanya.

Sebab menuju ke pertandingan tersebut, PSIS merupakan tim papan bawah, menghuni posisi 12. Sementara Persib datang sebagai penghuni posisi tiga klasemen. Apalagi sebelumnya sudah ada rumor pengaturan skor saat Persib kalah 0-1 dari PSMS.

Usai pertandingan melawan PSIS, pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez menuding ada sejumlah orang yang ingin menghancurkan timnya, menyebut para pemain tak cuma harus menghadapi pemain tim lawan. Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto pun menyayangkan munculnya dugaan kecurangan semacam ini.

“Kalau benar ada dugaan pengaturan skor ya kami sayangkan. Bukan meremehkan PSIS, mereka tim bagus. Tapi kenapa Persib bisa kalah telak? Karena setelah kena skorsing [usai kejadian melawan Persija di Bandung], Persib tidak pernah mengalami kekalahan telak,” kata Gatot di ruang kerjanya di Kantor Kemenpora, Senin (19/11/2018).

“Semoga hal itu tidak terjadi. Kalau itu benar terjadi itu tugas PSSI untuk investigasi. Kalau pemerintah masih wait and see. Cuma yang menjadi masalah adalah di aparat. Mereka harus proaktif. Yang menjadi pertanyaan saya darimana publik mengetahui ada potensi itu. Karena takutnya jika tidak ada pengaturan skor, hanya dugaan-dugaan saja jadinya hoax. Kasihan dua klub tersebut. Harus dipastikan dulu, minimal ada data premier, minimal ada saksi,” Gatot menjelaskan.

Pengaturan skor pernah terjadi di persepakbolaan Indonesia. Saat itu melibatkan PSIS Semarang dan PSS Sleman dan berujung pada pembekuan PSSI oleh FIFA.

“Ya kami mohon bantuan aparat. Kalau di KUHP memang tidak menyentuh pengaturan skor. Tapi ada di pasal menyebut bahwa yang mengakibatkan sebuah pertandingan tidak berjalan sportif itu menjadi kata lain dari pengaturan skor. Saya juga harap PSSI bisa melihat lagi videonya. Kalau pun enggak, PSSI harus clear kan. Jangan sampai itu menjadi hoax di tahun politik ini dan bisa digoreng,” dia menagaskan.

Selepas insiden di laga lawan Persija yang berujung skors, Persib menjalani delapan pertandingan dengan hanya sekali menang. ‘Pangeran Biru’ meraih dua hasil imbang dan menelan lima kekalahan, dengan yang telak adalah melawan Persebaya (1-4) dan PSIS (0-3).

Saat ini Persib tertahan di posisi tiga dengan 49 poin dari 31 pertandingan, tertinggal lima poin dari PSM Makassar di puncak dan satu poin dari Persija Jakarta (30 pertandingan). Sementara PSIS naik ke posisi 10 dengan 42 poin.

‘Harry Kane, Pencetak Gol Terbaik di Dunia’

Harry Kane bersinar untuk memimpin Inggris mengalahkan Kroasia 2-1 di Wembley, Minggu (18/11). Gareth Southgate tak ragu melayangkan pujian tinggi pada Kane.

Kemenangan itu meloloskan Tiga Singa ke semifinal UEFA Nations League. Namun, hasil itu tidak didapat dengan mudah.

Inggris mesti bekerja keras setelah Andrej Kramaric membobol gawang Jordan Pickford pada menit ke-57. Namun, Harry Kane memperlihatkan penampilan cemerlang untuk membawa Inggris membalikkan keadaan.

Bomber Tottenham itu mengkreasi gol penyama Inggris yang dibuat Jesse Lingard, sebelum mencetak gol kedua yang memenangkan timnya. Itu adalah gol ke-20 Kane untuk Inggris dalam 35 caps.

“Dia adalah pencetak gol terbaik di dunia,” ujar pelatih Inggris itu dilansir Sky Sports.

“Dia adalah penendang penalti kami, pemimpin dan kemampuan menahan bolanya juga sangat penting bagi tim. Kami memiliki keyakinan besar padanya dan dia sangat lapar untuk memimpin tim ini kedepannya.”

Southgate berhasil memadukan pemain baru macam Ben Chilwell dan Joe Gomez. Keduanya dimainkan untuk mengisi posisi yang ditinggal Harry Maguire dan Kieran Trippier akibat cedera.

“Kami tahu untuk menjaga rasa lapar, Anda butuh persaingan untuk memperebutkan tempat utama,” kata Southgate.

“Kami telah melihat lebih dekat pada Ben (Ben Chilwell) di musim panas lalu dan tidak berpikir dia cukup siap (bermain di timnas), tapi dia mengawali musim ini dengan sangat baik di Leicester.”

“Para pemain muda telah muncul begitu cepat. Joe Gomez mungkin akan ikut dengan kami di musim panas lalu (saat Piala Dunia) jika dia fit. Kami tidak akan takut untuk memainkan mereka.”

Persib Bandung Tunjuk Miljan Radovic Jadi Direktur Teknik

Persib Bandung resmi menunjuk Miljan Radovic sebagai direktur teknik. Keberadaan direktur teknik dibutuhkan untuk memenuhi syarat lisensi klub profesional AFC.

Miljan bukan sosok asing bagi tim Maung Bandung. Dia pernah menjadi bagian dari skuat Persib di musim 2011-2012 dan berhasil menyumbang 17 gol dengan 28 asisst.

Kini dia telah pensiun sebagai pemain. Sang profesor, julukan Miljan, sedang mendalami kepelatihan dan telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A.

“Sudah memberitahukan saya tadi, saya alhamdulillah yah direktur teknik membantu juga. Siapa tahu Persib masih ada perbaikan yah,” kata Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, di Bandara Husein Sastranegara , Kota Bandung, Senin (19/11/2018).

Dia berharap mantan gelandang tersebut bisa langsung bekerja. Sehingga, konsep pembinaan tim ke depan bisa jauh lebih terarah.

“Harus segera langsung bekerja,” dia menambahkan.

Sementara itu, Komisaris PT PBB, Zainuri Hasyim, menambahkan tugas direktur teknik tidak hanya mengurusi tim Persib senior semata, namun menangani tim secara keseluruhan.

“Direktur teknik ini dalam artian bukan hanya Persib senior saja, tapi semua. Diklat, juga semua, kelompok usia juga,” dia menegaskan.

Penunjukan Miljan sebagai direktur teknik bukan tanpa alasan. Menurut Zainuri, Miljan memiliki kedekatan dengan Persib Bandung. Apalagi sempat membela Maung Bandung juga.

“Masukan-masukan dari semua, termasuk wartawan juga memberikan masukan pernah kita baca semuanya. Diskusi dari kecocokan dan dia juga pernah main di Persib kan. Jadi pemain yang baik, karakter baik. Kemudian juga dia selama pulang kenegaranya belajar kepelatihan,” ujar Zainuri.

Ditanya ada kemungkinan Mijlan mengisi kursi pelatih bila Gomez hengkang di musim depan, Zainuri mengaku belum ada rencana ke arah sana. “Belum berpikir sampai ke situ,” ujarnya.