Semua artikel oleh Falah Nurlaila

Barcelona Kembali Didenda Karena Ulah Suporter

MADRID, Cutejapanese.org – Komisi Anti Kekerasan Spanyol menjatuhkan denda kepada Barcelona sekitar 66 ribu euro (sekitar Rp 983,2 juta) terkait tindakan suporternya yang menghina lagu kebangsaan Spanyol sebelum pertandingan final Copa del Rey melawan Athletic Bilbao pada Mei lalu.

Ini kali kedua bagi Barcelona didenda selama pekan ini. Sebelumnya, El Barca juga diwajibkan membayar denda sebesar 30 ribu euro (sekitar Rp 440 juta) lantaran suporter mereka membentangkan spanduk pro-Catalan dalam laga final Liga Champions melawan Juventus, di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Selain Barcelona, Bilbao juga didenda 18 ribu euro (sekitar Rp 268,2 juta) karena suporter mereka juga ikut-ikutan melecehkan lagu kebangsaan Spanyol.

Nainggolan : Senang Bisa Kembali Lagi ke Indonesia

JAKARTA, Cutejapanese.org – Radja Nainggolan menjadi salah satu pemain yang paling ditunggu kedatangannya dalam tur pra-musim AS Roma di Jakarta. Tahu dirinya cukup menjadi sorotan, Nainggolan merasa senang karena akhirnya bisa kembali Indonesia.

Meski ini adalah pertama kalinya Roma menyambangi Indonesia, tidak demikian halnya bagi Nainggolan. Pemain internasional Belgia itu sebelumnya sudah pernah mengunjungi tanah air.

“Senang bisa kembali lagi ke sini (Indonesia), setelah dua tahun lalu. Saya selalu senang saat berada di sini,” kata Nainggolan saar konferensi pers di Hotel Shangri-La, Jumat (24/7/2015).

“Anda bisa lihat, kedatangan dan dukungan seperti ini adalah sesuatu yang spesial bagi saya,” sambung pemain berdarah Indonesia itu.

Tidak hanya Nainggolan, bos Roma yakni Italio Zanzi juga mengungkapkan kegembiraannya bisa mengunjungi Indonesia. Menurut Zanzi, tur pramusim ke Indonesia bisa menjadi pengalaman yang positif bagi seluruh pasukan Rudi Garcia.

“Luar biasa. Ini adalah pengalaman positif untuk kami. Kami senang bisa mengunjungi Indonesia. Sudah tidak sabar rasanya untuk pertandingan besok,” papar Zanzi.

Roma dijadwalkan akan menggelar pertandingan melawan internal di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu 25 Juli 2015 dan ditayangkan di MNCTV mulai pukul 18.45 WIB. Sebelumnya, Giallorossi akan menggelar coaching clinic bersama puluhan anak-anak yang terpilih.

Depay : Saya Ingin Menjadi Legenda MU

CALIFORNIA, Cutejapanese.org – Memphis Depay belum ada satu musim bermain untuk Manchester United. Namun, ia sudah memancang target tinggi tim barunya tersebut disela sesi wawancara laga pra-musim International Champions Cup (ICC) 2015. Tidak tanggung-tanggung, ia ingin bertahan lama di Old Trafford dan menjadi salah satu legenda MU.

Depay ingin menggapai mimpi itu karena merasa kerasan di MU. Selama klub masih membutuhkan, pesepak bola berusia 21 tahun tersebut berencana membela MU sampai pensiun.

“Saya berkata jujur. Saya ingin menjadi legenda klub ini. Saya akan berusaha menunjukkan permainan terbaik pada setiap pertandingan. Saya masih muda dan akan mengembangkan permainan,” tutur Depay.

“Saya akan melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi saya percaya pada waktunya bisa menjadi legenda MU. Saya juga mendengar dukungan positif dari para fan dan legenda MU. Saya berterima kasih untuk itu,” sambungnya.

Sejauh ini, Depay sudah melakoni dua pertandingan bersama United di ajang pramusim 2015–2016. Dari dua laga itu, pemain internasional Belanda tersebut sudah mencetak satu gol.

City Kalahkan Roma Lewat Adu Penalti

MELBOURNE, Cutejapanese.org – Manchester City sukses menaklukkan AS Roma dalam laga pra musim bertajuk International Champions Cup (ICC) yang dihelat di Melbourne Cricket Ground, Australia, Selasa (21/07/2015). Kemenangan The Citizen atas AS ROMA diraih lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Dalam laga ini, kedua tim memainkan sepak bola menyerang dan atraktif. City mampu unggul cepat atas Roma melalui rekrutan anyar mereka, Raheem Sterling. Eks punggawa Liverpool tersebut sukses membukukan gol debut setelah menaklukan Morgan De Sanctis di menit ke-3 lewat sepakan terukurnya ke sisi kiri gawang.

Namun, hanya berselang lima menit, Roma mampu membalas gol Sterling. Sepakan spektakuler Miralem Pjanic dari luar kotak penalti gagal diantisipasi oleh Willy Caballero. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki paruh waktu kedua, The Sky Blues kembali unggul di menit ke-51. Kali ini, pemain muda City, Kelechi Iheanacho, sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Pada menit ke-87, Roma mampu menyamakan kedudukan ketika Adem Ljajic berhasil mencetak gol lewat sepakan bebas melengkung yang gagal dibendung oleh kiper pengganti, Joe Hart.

Skor 2-2 bertahan hingga wasit peluit panjang. Sesuai regulasi ICC, pemenang harus ditentukan lewat babak adu penalti.

Jantung para pemain City sempat berdegup kencang usai Aleksandar Kolarov gagal menunaikan tugasnya. Beruntung, eksekutor kelima Roma, Seydou Doumbia, gagal menaklukkan Hart.

Hart yang maju untuk mengeksekusi penalti keenam City. Hasilnya, dia mampu menaklukkan kiper Roma, Bogdan Lobont. Nahas bagi Roma, eksekutor terakhir, Seydou Keita, gagal menunaikan tugasnya. Roma kalah lewat adu penalti, 4-5.

Meski kalah, Roma tetap berada di puncak klasemen ICC zona Australia dengan koleksi 3 poin. Sedangkan, Manchester City berada di peringkat 2 dengan torehan 2 poin.

PSSI : Kompetisi ISL dan Divisi Utama Siap Bergulir Kembali

JAKARTA, Cutejapanese.org – Komite Eksekutif PSSI siap menggulirkan kembali Kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan beberapa turnamen lain setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengeluarkan putusan perihal Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 tahun 2015 tentang Pembekuan PSSI.

Exco PSSI, Rabu (14/7/2015), menyatakan telah menginstruksikan PT Liga Indonesia agar mempersiapkan dan menyusun tahapan pelaksanaan ISL dan Divisi Utama musim kompetisi 2015/2016. Turnamen-turnamen itu rencananya bakal digelar pada Oktober 2015.

“PSSI juga akan meneruskan kembali program Football Development sebagai bagian inti dari pembinaan dan pengembangan sepak bola Indonesi yang meliputi agenda pendidikan dan pelatihan teknik, pengembangan anggota PSSI, serta peningkatan infrastruktur,” demikian pernyataan resmi Exco PSSI.

PSSI juga bakal menyiapkan dan menyusun kembali jadwal kompetisi amatir dan kelompok umur untuk musim kompetisi 2015-16 yang meliputi Liga Nusantara, Piala Soeratin, dan U-15 Nasional. Setelah itu, PSSI akan mempersiapkan pembentukan ofisial tim nasional Indonesia serta program pemusatan latihan dengan menyesuaikan kalender kegiatan timnas.

“Terakhir, PSSI akan melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait dan Kepolisian RI sebagai bagian dari rencana program dan kegiatan PSSI,” lanjut pernyataan tersebut.

Majelis Hakim PTUN yang dipimpin oleh Hakim Ujang Abdullah, Selasa (14/7/2015), memenangkan gugatan PSSI atas Kemenpora. Menurut pertimbangan Majelis Hakim, penerbitan SK itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik, antara lain asas profesionalisme, proporsionalitas, dan di luar kewenangan.

Dalam amar putusannya, hakim juga memerintahkan Kemenpora sebagai pihak tergugat untuk segera mencabut SK tersebut. Selain itu, Kemenpora juga diwajibkan membayar biaya perkara yang timbul sebesar Rp277 ribu.

Meski begitu, Menpora Imam Nahrawi sudah mengonfirmasi bahwa telah mengajukan banding atas putusan itu. Menurut dia, Kemenpora hingga saat ini belum berencana untuk mencabut SK pembekuan PSSI.

Skuat Terbaik Copa America 2015

CHILE, Cutejapanese.org – Gelaran Copa America 2015 resmi berakhir pada Minggu 5 Juli 2015 pagi WIB dan tuan rumah Chile berhasil menjadi kampiun setelah di partai puncak berhasil menaklukkan Argentina lewat babak adu penalti. Seusai final, pihak penyelenggara langsung memilih 11 pemain terbaik yang masuk sebagai skuat impian Copa America 2015.

Sang jawara Chile mendominasi dengan memasukkan lima nama pemainnya masuk dalam skuat impian Copa America 2015. Sementara itu, runner-up turnamen, Argentina mengutus tiga wakil.

Pihak penyelenggara memilih formasi 3-4-3 dalam tim impian Copa America kali ini. Dua pemain yang menjadi top skor, Eduardo Vargas (Chile) dan Paolo Guerrero (Peru) terpilih masuk mengisi lini depan. Satu nama lagi, yakni Lionel Messi.

Di posisi gelandang, kuartet Christian Cueva (Peru), Marcelo Diaz (Chile), Javier Mascherano (Argentina), dan Arturo Vidal (Chile) terpilih sebagai yang terbaik di lini tengah.

Di lini belakang, bek Kolombia Jeison Murillo terpilh masuk tim impian sebagai satu-satunya pemain yang negaranya tidak lolos ke semifinal. Murillo akan bertandem dengan Gary Medel (Chile) dan Nicolas Otamendi (Argentina). Di posisi penjaga gawang La Roja Claudio Bravo terpilih setelah dirinya juga terpilih sebagai kiper terbaik turnamen.

Nama pelatih Chile, Jorge Sampaoli melengkapi susunan tim impian ini. Pria asal Argentina itu dipilih karena berhasil membawa tim asuhannya menjuarai Copa America untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Schweinsteiger Disarankan Berlabuh ke Old Trafford

MUNICH, Cutejapanese.org – Manchester United dikabarkan tertarik untuk mendapatkan servis gelandang elegan Bayern Munich Bastian Schweinsteiger ke Old Trafford musim panas ini. Jika tawaran itu datang, Schweinsteiger disarankan memikirkannya baik-baik.

Saran itu disampaikan legenda Bayern Munich dan Jerman Lothar Matthaeus, dalam kolom yang ditulisnya di Sport Bild sebagaimana dilansir ESPNFC.

Kontrak Schweinsteiger di Allianz Arena hanya tersisa satu tahun lagi, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan yang tercapai kendatipun si pemain menyikapi masa depannya dengan santai.

Pemain Jerman berusia 30 tahun itu pada musim lalu mesti berbagi tempat dengan Xabi Alonso, yang sering dimainkan oleh Josep Guardiola, di posisinya.

Schweinsteiger memainkan peran penting saat Bayern masih dilatih Louis van Gaal. Matthaeus yakin sekali, kelak jika Schweinsteiger bermain di Old Trafford, ia akan mendapatkan performa terbaiknya kembali.

“Dia (Guardiola) memainkan Alonso di sana di kebanyakan pertandingan penting dan Schweinsteiger mesti memainkan peran lain yang tidak cocok buat dia,” tulis Matthaeus, yang pernah menyabet tujuh titel Bundesliga selama dua periode bersama Bayern.

“Schweinsteiger bukanlah pemain tercepat di muka bumi dan dia akan berusia 31 tahun, yang mana itu tidak akan membaik di masa mendatang. Tapi dia cukup cerdik dan punya visi yang dibutuhkan untuk menjadi penghubung di antara pertahanan dan penyerangan di lini tengah.”

“Schweinsteiger butuh seorang pelatih yang memainkan dia menurut kekuatannya dan Van Gaal jelas akan melakukan itu. Jika ada tawaran dari Manchester, Bastian harus mempertimbangkannya dengan serius,” imbuh Matthaeus.

Proses Pencalonan Tuan Rumah PD 2026 di Tunda

LAUSSANE, Cutejapanese.org – Di tengah berita miring seputar penyelidikan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat di FIFA, pada Rabu 10 Juni 2015 organisasi sepakbola tersebut mengumumkan bahwa mereka menunda proses pencalonan tuan rumah untuk Piala Dunia 2026.

“Sudah diputuskan untuk menunda proses administratif untuk pencalonan Piala Dunia 2026 karena situasi terkini,” demikian pernyataan FIFA.

“Keputusan-keputusan berikutnya terkait proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 akan didiskusikan Komite Eksekutif FIFA di kemudian hari.”

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat FIFA ditangkap oleh polisi khusus Amerika (FBI) dan kepolisian Swiss di sebuah hotel mewah di Swiss, pada Rabu 25 Mei 2015, beberapa hari menjelang Kongres FIFA digelar.

Mereka ditangkap atas tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan penipuan yang kabarnya telah berlangsung di FIFA selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Termasuk suap soal penunjukkan Rusia dan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Trio MSN Tersubur di Eropa

Cutejapanese.org – Dibawah kepelatihan Luis Enrique, Barcelona melakukan sesuatu yang luar biasa pada musim ini. Setelah mereka maraih “treble winner” pada musim 2014-15. Tanpa mengesampingkan skuat Barca yang lain, kunci keberhasilan Blaugrana tak bisa dipisahkan dari tiga nama besar yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar yang memiliki kontribusi besar dalam terciptanya gol-gol Blaugrana.

Setelah mengungguli persaingan dengan Real Madrid di Liga Spanyol, Barcelona juga meyingkirkan Athtletic Bilbao untuk dapat meraih trofi Copa del Rey. Kemenangan atas Juventus di laga final Liga Champions 2014/2015, semakin mengukuhkan dominasi mereka di daratan Eropa.

“Treble winner” bagi Barca adalah sebuah ulangan kesuksesan mereka, yang sebelumnya di musim 2008-09 mereka raih bersama Josep Guardiola.

Barcelona kini tentunya tak sama dengan Barca enam tahun lalu. Selain pelatih yang berbeda, perubahan besar lainnya adalah soal gaya bermain. Barca versi Luis Enrique bermain lebih mengutamakan direct football di tiki-taka. Sebuah skema yang punya tingkat keberhasilan tinggi karena sokongan trio pemain di lini serang.

Enrique sukses meracik talenta Messi, Suarez, dan Neymar menjadi lini serang paling mengerikan saat ini. Lihat saja jumlah gol ketiganya di musim ini yang mencapai 122 gol.

Messi menjadi yang paling subur di antara ketiganya dengan koleksi 58 gol dan 27 assist. Sementara Neymar ada di urutan kedua dengan koleksi 39 gol serta 8 assist. Sedangkan si pemain anyar, Luis Suarez, menjalani musim debut yang gemilang setelah memberikan kontribusi 25 gol dan 21 assist.

Tiga penyerang yang sering disebut dengan julukan Trio MSN itupun telah berhasil mematahkan rekor trio pemain tersubur di Eropa yang sebelumnya dimiliki Trio Real Madrid, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuain. Sebelumnya mereka berhasil menorehkan catatan manis di sepanjang musim 2011-12 dengan 118 gol.

Head To Head Barcelona vs Juventus

Cutejapanese.org – Laga pamungkas Liga Champions musim 2014-15 akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Laga Final kali ini akan mempertemukan dua tim terbaik di kompetisi negara masing-masing. Barcelona sebagai jawara La Liga, Spanyol akan bertemu dengan Juara Seri-A, Italia, Juventus.

Juventus dan Barcelona sudah delapan kali melakukan pertemuan di kompetisi Eropa. Soal rekor pertemuan, Bianconeri sedikit lebih unggul dibandingkan Blaugrana.

Kedua klub telah bertemu dalam empat seri pertandingan dua leg sejak musim 1970-71. Kala itu di kompetisi Inter Cities Fairs Cup, Juve dan Barca saling berseteru di babak putaran kedua. Juve menyingkirkan Barca dengan agregat 4-2 setelah membukukan kemenangan dengan skor 2-1 di masing-masing laga.

Juve dan Barca kemudian bertemu di babak perempatfinal ajang European Cup musim 1985-86. Barca mengungguli Juve yang saat itu sebagai juara bertahan dengan agregat 2-1.

Selanjutnya pada musim 1990-91, Juve dan Barca kembali dipertemukan di babak semifinal ajang Piala Winners’. Barca menaklukkan Juve 3-1 di leg pertama, akan tapi kemudian kalah 0-1 di leg kedua. Gol tunggal Juve di laga itu dilesakkan oleh Roberto Baggio.

Diperhelatan Liga Champions, Juve dan Barca berhadapan di musim 2002-03. Keduanya kala itu saling jegal di perempatfinal, Juve mampu menang atas Barca dengan agregat 3-2. Juve akhirnya mampu lolos ke final, tapi dikalahkan AC Milan lewat drama adu penalti.

Secara keseluruhan, dari delapan kali pertemuan, Juve mencatat empat kemenangan atas Barca. Sementara Barca punya dua kemenangan dan dua laga sisanya berakhir sama kuat.

Juve dan Barca akan kembali bertemu di Liga Champions musim ini. Kedua tim akan memperebutkan ‘Si Kuping Besar’ dalam babak final di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Berikut catatan head to head Juventus vs Barcelona:

Tahun 1970-71 di ajang Fairs Cup
Barcelona 1-2 Juventus
Juventus 2-1 Barcelona

Tahun 1985-86 di ajang European Cup
Barcelona 1-0 Juventus
Juventus 1-1 Barcelona

Tahun 1990-91 di ajang Winners Cup
Barcelona 3-1 Juventus
Juventus 1-0 Barcelona

Tahun 2002-03 di ajang Liga Champions
Juventus 1-1 Barcelona
Barcelona 1-2 Juventus