Semua artikel oleh Nurul Octavianus

Usai Takluk Dari Hull, Langkah Liverpool Kian Berat ke Liga Champions

Cutejapanese.org – Liverpool secara mengejutkan takluk 0-1 dari Hull City, pada pertandingan lanjutan Premier League, di KC Stadium, Selasa malam atau Rabu (29/4/2015) dini hari WIB. Hasil ini membuat langkah Liverpool ke Liga Champions musim depan semakin berat.

Gol tunggal Hull diciptakan Michael Dawson pada menit ke-37. Dawson menaklukkan kiper Sigmon Mignolet melalui tandukan keras yang dilepaskannya setelah memanfaatkan umpan terukur Ahmed El Mohamady.

The Red kesulitan mencetak gol tambahan hingga akhirnya Brendan Rodgers melakukan perubahan pada menit ke-65. Rodgers memasukkan Rickie Lambert dan Adam Lallana untuk menggantikan Ibe dan Balotelli. Namun, perubahan yang dilakukan Rodgers tak mampu membuat Liverpool terhindar dari kekalahan 0-1 di kandang Hull.

Hasil ini membuat Liverpool terkunci di peringkat kelima dengan mengoleksi 58 poin, atau tertinggal tujuh poin dari Manchester United di peringkat keempat yang merupakan posisi terakhir jatah tiket Liga Champions. Tottenham Hotspur pun menguntit Liverpool di peringkat keenam yang mengoleksi 58 poin, atau hanya kalah selisih gol dari Liverpool.

Dengan demikian, Liverpol wajib meraih kemenangan pada empat laga tersisa untuk membuka harapan lolos ke Liga Champions, seraya berharap MU kehilangan poin pada pekan selanjutnya.

Ditengah Badai Cidera, Bayern Rengkuh Titel ke-25

MUNICH, Cutejapanese.org – Menjuarai Bundesliga dengan musim masih menyisakan empat pertandingan, Bayern Munich tampak menjalani musim yang mulus. Tapi nyatanya perjalanan Die Roten tak semudah itu.

Bayern memastikan gelar Liga Jerman ke-25 usai menyaksikan Wolfsburg, yang merupakan peringkat dua di klasemen, takluk 0-1 dari Borussia Moenchengladbach, Minggu (26/4/2015) malam WIB tadi. Hasil yang dipetik rival terdekatnya itu membuat Bayern tak mungkin terkejar lagi di sisa empat laga.

Anak asuh Pep Guardiola mengoleksi nilai 76 dari 30 pekan, unggul 15 angka dari Wolfsburg. Artinya jika Wolfsburg memenangi seluruh pertandingan tersisa dan Bayern kalah di periode yang sama, masih akan menutup musim dengan tertinggal tiga poin.

Jika melihat catatannya, Bayern tampak menjalani musim dengan nyaman. Mereka cuma kalah dua kali sejauh ini, kebobolan hanya 13 gol sementara mencetak 77 gol. Statistik itu merupakan yang terbaik dari seluruh peserta Bundesliga musim ini.

Tapi sejatinya perjalanan mereka tak semudah itu karena musim ini banyak pemainnya mengalami cedera. Sebagai tim yang paling banyak mengirimkan pemain ke tim nasional pada Piala Dunia 2014 lalu (setidaknya 14 pemain), Bayern juga menghadapi fakta bahwa skuat mereka kelelahan hingga akhirnya menambah banyak cedera.

Beberapa nama yang menjalani musim penuh cedera adalah Franck Ribery, David Alaba, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, dan Arjen Robben. Belum lagi Thiago Alcantara, Javi Martinez, dan Holger Badstuber yang sejak awal musim sudah absen karena cedera parah.

Maka tak mengherankan jika Bayern menyebut gelar ke-25 ini sebagai gelar yang terasa kian istimewa, mengingat perjalanannya terbilang menantang.

“Anda bisa menyamakan gelar ke-25 dengan sebuah perayaan hari jadi perak. Mereka menampilkan performa luar biasa di paruh pertama meski usai menjalani Piala Dunia yang menguras energi. Titel ke-25 perlu sebuah perhatian khusus,” kata Presiden Kehormatan Bayern, Franz Beckenbauer dikutip Guardian.

Martinez yang bahkan belum sekalipun tampil di liga musim ini turut menyambut gelar ketiga secara beruntun dengan kegembiraan.

“Menakjubkan bisa memenangi tiga gelar dalam tiga tahun bersama Bayern. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan,” tulisnya di laman twitter pribadinya.

Ramos : Malam Magis buat Madrid

MADRID, Cutejapanese.org – Real Madrid akhirnya memastikan satu tempat di semifinal Liga Champions dengan kemenangan agregat 1-0 atas Atletico Madrid. Sergio Ramos menyebut momen itu sebagai malam magis buat El Real.

Tiket itu baru didapatkan Madrid pada leg kedua yang bergulir di Santiago Bernabeu pada Kamis (23/4/2015) dinihari WIB. Leg pertama pertemuan kedua tim itu berakhir imbang 0-0.

Adalah satu gol Javier ‘Chicharito’ Hernandez yang menyelamatkan Los Blancos. Gol itu sekaligus membuat Madrid akhirnya bisa menang atas tim besutan Diego Simeone setelah final Liga Champions musim lalu.

Sebelumnya tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut memang tak pernah meraih hasil positif dalam tujuh Derby Madrid setelah itu. Empat laga diselesaikan Madrid dengan kekalahan dan tiga lainnya berakhir seri.

Sergio Ramos menyebut malam kemenangan itu sebagai malam yang luar biasa. Laga itu dianggap sebagai sebuah balas dendam di saat yang tepat.

“Ini malam yang penuh magis. Ini sebuah pertandingan menghadapi lawan yang memiliki level tinggi sehingga membutuhkan pengorbanan besar dan pertandingan yang sangat intensif,” kata Ramos seperti dikutip situs resmi klub.

“Atletico adalah juara bertahan La Liga dan kami belum meraih kemenangan atas mereka belakangan ini. Madrid akhirnya bisa tampil oke dan bisa mengalahkan kualitas dan tempo mereka malam ini.

“Sepakbola selalu memberimu kesempatan untuk balas dendam dan itu sungguh manis. Cara lebih indah apalagi ketimbang bisa menang dan memastikan langkah ke semifinal Liga Champions di markas sendiri? Sebuah malam magis ketika olahraga memberimu kesempatan untuk melewati sebuah pengalaman menakjubkan. Kami memang layak untuk lolos,” tegasnya.

Chicharito Bayar Tuntas Kepercayaan Ancelotti

MADRID, Cutejapanese.org – Carlo Ancelotti memberi kesempatan tampil sebagai starter untuk Javier Hernandez di laga krusial melawan Atletico Madrid dan berujung gol kemenangan yang dicetaknya. Ancelotti pun puas Chicharito membayar tuntas kepercayaan darinya. Badai cedera yang menghantam lini utama Madrid, membuat Ancelotti harus memutar otak untuk menyusun tim yang akan bermain di leg kedua perempatfinal Liga Champions.

Akhirnya Ancelotti memutuskan untuk menurunkan Chicharito untuk berduet dengan Cristiano Ronaldo dalam formasi 4-4-2. Keputusan ini tentu dipertanyakan mengingat Chicharito sangat jarang tampil dan lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Pemain asal Meksiko itu hanya tampil sebanyak 25 kali musim ini dengan waktu bermain tak lebih dari 900 menit. Tapi Chicharito memberi jawaban atas segala keraguan yang selama ini membayangi dirinya sejak Ancelotti memutuskan menjadikannya starter.

Setelah beberapa peluang yang dimilikinya, Chicharito akhirnya mampu membuat perubahan melalui gol di menit ke-88 dari tujuh tembakan yang dilepaskannya di pertandingan tersebut. Gol itu memecah kebuntuan dan menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga itu, dan meloloskan Madrid ke semifinal Liga Champions.

Alhasil Chicharito yang sepanjang musim ini bukan siapa-siapa, tiba-tiba jadi sosok yang dielu-elukan oleh Madridistas yang memadati Santiago Bernabeu dinihari WIB.

“Dia adalah solusi fantastis karena dia bermain sangat baik dengan intensitas tinggi,” tutur Ancelotti.

“Dia pantas mendapatkannya karena dia tidak banyak bermain musim ini, tapi ketika aku minta dia bermain, dia sudah siap,” sambungnya.

“Dia orangnya profesional dan aku turut senang untuknya,” demikian Ancelotti.

MU bidik Lewandowski

Manajer Manchester United Louis van Gaal mulai membidik pemain buruannya untuk mewujudkan impian meraih gelar musim depan. Menurut laporan di Spanyol, seperti dikutip dari Daily Star, Selasa (21/4/2015), Setan Merah sudah mengajukan tawaran untuk membeli penyerang Bayern Muenchen Robert Lewandowski.

Dikatakan bahwa MU sudah melakukan kontak dengan raksasa Bundes liga tersebut guna membicarakan tentang kemungkinan transfer penyerang asal Polandia itu ke Old Trafford pada musim panas nanti. Akan tetapi, MU kemungkinan gagal mendapatkan mantan pemain Borussia Dortmund tersebut karena agen Lewandowski mengatakan bahwa kliennya tak punya keinginan meninggalkan Allianz Arena saat ini.

Lewandowski pindah ke Bayern pada musim panas lalu dengan status bebas transfer dari Dortmund, setelah dia menolak perpanjangan kontrak. Dalam musim perdananya bersama The Bavarians, Lewandowski sudah mengoleksi 19 gol di semua kompetisi yang diikuti tim besutan Pep Guardiola itu.

Melihat produktivitasnya yang cukup tinggi, MU tertarik untuk menggaet pemain berusia 26 tahun tersebut. Bahkan, MU sebenarnya sudah mengincar pemain ini sejak dia masih berkostum Dortmund.

Memang, jika melihat komposisi barisan penyerangnya pada musim ini, Van Gaal tampaknya tak terlalu puas dengan kinerja Tim Besutannya tersebut. Sehingga manajer asal Belanda tersebut akan melakukan perombakan. Radamel Falcao yang dipinjam dari AS Monaco tampil sangat mengecewakan, sedangkan masa depan Robin van Persie tak menentu, apalagi belakngan ia lebih banyak dibangku cadangan bergelut dengan cedera.

MU sebenarnya masih memiliki seorang striker dari Meksiko, Javier Hernandez. Tetapi pada musim ini pemain tersebut “dipinjamkan” ke Real Madrid.