Semua artikel oleh Olivia Nugraha

WBA Dapatkan Penyerang Liverpool

WEST BROMWICH, Cutejapanese.org – West Bromwich Albion (WBA) menyelesaikan proses transfer penyerang veteran berusia 33 tahun, Rickie Lambert dari Liverpool. Lambert diboyong dengan harga tiga juta pounds dan terikat kontrak dengan durasi 2 tahun.

Lambert sejatinya baru berseragam Liverpool selama satu musim. Diharapkan mampu menjadi pengganti Luis Suarez yang memilih hijrah ke Barcelona musim lalu, namun ia justru gagal menampilkan performa terbaik dan hanya mencetak sepasang gol di Premier League.

Penyerang bertinggi 188 sentimeter ini pertama kali berpetualang di Premier League pada musim 2012-13 bersama Southampton dengan raihan 13 gol. Musim selanjutnya, torehannya meningkat menjadi 15 gol.

“Rickie pemain bagus, kuat, solid yang memiliki karakter baik. Dia bagus di ruang ganti dan lapangan. Kami sangat senang memilikinya dalam tim. Dia adalah pemain yang memiliki silsilah luar biasa, dan kami menunggunya berintegrasi ke skuad,” ucap pelatih WBA, Tony Pulis, seperti dimuat Goal, Sabtu (1/8/2015).

Lambert adalah pemain ketiga yang dibeli WBA di musim panas setelah James Chester dan James McClean. Bersama The Baggies -julukan WBA, dia akan mengenakan nomor punggung 17.

Barcelona Raih Kemenangan Atas LA Galaxy

PASADENA, Cutejapanese.org – Barcelona sukses meraih kemenangan atas La Galaxy dengan skor tipis, 2-1 dalam laga pra musim International Champions Cup (ICC). Gol kemenangan Barcelona berhasil disumbangkan oleh Luis Suarez dan Sergi Roberto. Kemenangan 2-1 berhasil memberikan tiga poin penting bagi skuat asuhan Luis Enrique.

Laga yang digelar di Stadion Rose Bowl, Pasadena ini, juga mempertemuan kembali antara dua mantan pilar utama Liverpool, Luis Suarez dan Steven Gerrard. Pertandingan antara kedua tim berlangsung menarik sejak menit awal dimulai. Barcelona hampir memimpin melalui Marc Bartra pada menit ke-4. LA Galaxy sempat membalas lewat peluang yang dimiliki Steven Gerrard, tapi Barcelona membalasnya dengan cepat lewat peluang dari Suarez dan Ivan Rakitic.

Menguasai jalannya pertandingan, Barcelona terus menekan barisan pertahanan Galaxy. Roberto nyaris mencetak gol ketika tendangannya masih mampu ditepis Brian Rowe. Namum, ketangguhan kiper Galaxy itu akhirnya sirna menjelang akhir babak pertama. Tepatnya pada menit ke-45, Suarez yang berada di area kotak penalti Galaxy, sukses memanfaatkan umpan yang tepat jatuh kekakinya untuk mengubah papan skor menjadi 1-0.

Memasuki paruh babak kedua, Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan. Douglas dan Munir memiliki dua peluang yang bagus akan tetapi bola masih bisa ditepis oleh Andrew Wolverton yang masuk menggantikan Rowe di interval pertandingan.

Akhirnya pada menit ke-56, Barcelona berhasil menggandakan keunggulan mereka. Kerjasama antara dua pemain dari Barcelona B, Munir dan Sandro Ramirez, memudahkan gelandang muda mereka, Roberto untuk menyarangkan bola ke gawang Wolverton. Sementara satu gol balasan Galaxy dicetak oleh Tommy Meyer di masa injury time babak kedua. Laga pun berkesudahan 2-1 untuk keunggulan Barcelona.

Setelah laga ini, Barcelona masih akan beraksi di ICC 2015 di Amerika Utara. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Manchester United pada tanggal 26 Juli mendatang di Santa Clara.

Gol Lampard Bawa City Tundukkan So’ton

MANCHESTER, Cutejapanese.org – Laga pamungkas Frank Lampard di Premier League ditutup dengan kemenangan. Yang lebih spesial lagi, Lampard mampu mempersembahkan gol untuk Manchester City.

Menjalani laga pamungkas Premier League, City kedatangan tamu Southampton (so’ton). Bertanding di Stadion Etihad, City mencoba bermain terbuka sejak menit awal dimulai. Namun, City juga tetap berkonsentrasi untuk mengantisipasi pergerakan para pemain So’ton.

Memasuki menit ke-31, Lampard mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan dari James Milner, Lampard sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol. City pun unggul 1-0.

So’ton pun tak mau tinggal diam dengan ketertinggalan tersebut. Beberapa usaha pun dilakukan untuk mencetak gol. Namun, semua usaha masih sulit untuk menembus barisan pertahanan The Citizen.

Jelang pertandingan berakhir, City justru mampu menambah gol melalui aksi Sergio Aguero di menit 88. Gol tersebut adalah gol ke-26 di sepanjang musim ini dan membuat ia menjadi top skor Premier League 2014-15. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah dan City pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Kemenangan ini membuat City nyaman berada di posisi kedua dengan raihan nilai 79. Sementara Southampton berada di peringkat tujuh dengan nilai 60.

Gerrard Berikan Salam Perpisahan di Anfield

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Drama penuh emosional terjadi di Anfield. Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mengucapkan kalimat perpisahan kepada suporter The Reds usai laga lanjutan Premier League melawan Crystal Palace di Stadion Anfield, Sabtu (16/5/2015).

Meski Liverpool kalah 1-3 pada pertandingan tersebut, perasaan haru tetap saja menyelimuti Anfield melepas kepergian sang kapten dari Liverpool. Tiga gol Palace dicetak Jason Puncheon pada menit ke-43, Wilfred Zaha (60), Glenn Murray (90′), sementara gol Liverpool dikreasi Adam Lallana (26′). Kekalahan itu sedikit menodai laga perpisahan Gerrard.

Ini adalah laga terakhir Steven Gerrard di Anfield. Pemain yang sudah 17 tahun membela The Reds itu bakal memulai kariernya di Major League Soccer (MLS) bersama LA Galaxy pada musim depan.

“Aku ingin berterima kasih kepada semua orang di klub yang telah membantuku selama lebih dari 17 tahun. Aku juga ingin berterima kasih kepada seluruh staf yang membantuku dan seluruh mantan pemain yang sempat bermain bersamaku,” ungkap Gerrard.

“Klub berada di tangan yang tepat. Kami mempunyai pemilik yang hebat dan manajer luar biasa, Brendan Rodgers. Banyak pemain potensial di dalam skuad ini dan aku yakin akan ada rekrutan baru dalam beberapa pekan ke depan. Aku berharap mereka meraih kesuksesan pada masa depan.”

“Aku merasa aneh hari ini. Aku sudah mengalami rasa takut momen seperti ini karena aku akan sangat merindukannya. Aku mencintai setiap menit (bermain di Anfield) dan aku merasa sangat sedih tidak akan bermain di depan suporter ini lagi.”

“Semenjak pertama kali berlari di hadapan The Kop, aku tidak akan pernah melupakannya. Pertama kali bermain bersama Liverpool adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Segalanya setelah itu adalah bonus bagiku.”

“Sebelum aku pergi, sebelum air mata jatuh, biarkan aku memberitahu bahwa kalian (para suporter) adalah yang terbaik. Terima kasih banyak,” tutup Gerrard.

Gerrard memulai kariernya di skuad senior Liverpool pada musim 1998-1999. Sebelumnya, pemain kelahiran Whiston, Merseyside, 30 Mei 1980 itu menimba ilmu sepak bola di Liverpool sejak usia sembilan tahun.

Bersama Liverpool, Gerrard menyumbang sejumlah prestasi dan raihan trofi bergengsi. Ia merupakan salah satu pemain penting ketika Liverpool sukses meraih trofi Liga Champions pada 2005.

Crystal Palace ‘Nodai’ Laga Perpisahan Gerrard

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Liverpool sempat unggul terlebih dahulu, seblum akhirnya takluk 1-3 dari Crystal Palace pada pertandingan lanjutan Premier League di Stadion Anfield, Sabtu (16/5/2015).

Ini adalah laga kandang terakhir Steven Gerrard di Premier League, sekaligus laga perpisahan sang kapten. Pemain yang sudah 17 tahun membela The Reds itu bakal memulai kariernya di Major League Soccer (MLS) bersama LA Galaxy pada musim depan.

Gerrard dan kawan-kawan pun memulai pertandingan dengan tempo cepat. Beberapa kali skuad asuhan Brendan Rodgers tersebut mendapatkan peluang untuk mencetak gol lebih dulu.

Pada menit ke-26, Adam Lallana akhirnya mampu membuat pendukung tuan rumah bersorak setelah sukses mencatatkan namanya di papan skor. Melalui serangan balik cepat, Lallana berhasil menyarangkan bola ke pojok kanan gawang Palace tanpa mampu dibendung kiper Wayne Hennessey.

Ketinggalan 1-0, Palace berupaya membalas. Namun, bola hasil tendangan keras Jason Puncheon dari dalam kotak penalti pada menit ke-33 masih mampu dimentahkan oleh kiper Liverpool, Simon Mignolet.

Dua menit sebelum turun minum, Palace berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas Puncheon. Skor 1-1 pun akhirnya tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Palace meningkatkan serangan. Hasilnya pada menit ke-60, pemain pengganti Wilfried Zaha mampu membalikkan keadaan setelah bola tendangannya masuk ke dalam gawang Liverpool.

Lima menit berselang, Gerrard mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis Hennessey sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok.

Pada menit ke-90, Palace mendapatkan hadiah penalti setelah Lucas Leiva melanggar Zaha di kotak terlarang. Glenn Murray yang maju mengeksekusi bola berhasil menjalankan tugasnya dengan baik meski bola tendangannya sempat diblok oleh Mingnolet.

Hasil ini membuat Liverpool gagal memangkas jarak dengan pesaing terdekat, Manchester United, di posisi keempat klasemen sementara Premier League. Liverpool berada di peringkat kelima dengan poin 62 dari 27 laga, kalah enam angka dari MU yang baru memainkan 36 pertandingan.

Hasil buruk ini tentu saja sedikit menodai rangkaian jalannya laga perpisahan Steven Gerrard di Anfield. Namun para pendukung Liverpool tetap menunggu aksi terakhir sang kapten hingga laga usai.

Van Gaal : Jika De Gea Hengkang, MU Telah Siap

MANCHESTER, Cutejapanese.org – Manchester United telah mempersiapkan diri jika akhirnya David de Gea benar-benar pergi musim panas nanti. Sang manajer, Louis van Gaal, bahkan sudah mempersiapkan calon pengganti De Ge di bawah mistar.

Dikabarkan masa depan De Gea terus jadi spekulasi menyusul belum rampungnya kesepakatan penandatanganan kontrak baru kiper asal Spanyol itu, meski kubu ‘Setan Merah’ sudah menyodorkan kontrak bernilai tinggi padanya.

De Gea dikabarkan jadi incaran utama Real Madrid yang tengah mempersiapkan pengganti Iker Casillas. Kabarnya De Gea sudah menerima tawaran kontrak jangka panjang dari Madrid dengan nilai 4 juta euro per musimnya.

Hingga saat ini Van Gaal mengaku belum mengetahui sebenarnya apa keinginan De Gea, lanjut bersama MU atau pindah ke klub lain. Meski demikian Van Gaal sudah pasang kuda-kuda apabila benar De Gea ingin hengkang.

Dengan dana transfer besar yang kabarnya akan dikucurkan musim panas nanti, Van Gaal sudah punya sederet kiper buruan untuk dibeli dan juga beberapa pemain di pos lain.

“Kami punya daftar kiper yang bisa menggantikannya karena kami harus selalu bersiap-siap,” ujar Van Gaal.

“Kami ingin dia bertahan dan saya berharap dia akan segera meneken kontrak baru,” lanjutnya.

“Ada tiga pihak yang terlibat dalam soal kontrak dan yang terpenting itu selalu pemain.” imbuhnya.

“Tidak bergantung pada Manchester United, tidak juga saya, karena kami ingin dia meneken kontrak itu. Dia harus melakukannya, dia harus mengatakan bahwa dia ingin bertahan di Manchester United. Saya tidak tahu mengapa dia belum juga memutuskannya,” tutup Van Gaal.

Setelah Madrid, Juve Selanjutnya Bertemu Inter dan Lazio

TURIN, Cutejapanese.org – Juventus akan bertandang ke kandang Inter Milan akhir pekan ini, tetapi disisi lain mereka juga akan menjalani laga final Coppa Italia kontra Lazio tengah pekan depan. Tanpa bermaksud mengesampingkan Inter, Bianconeri mengindikasikan adanya rotasi pemain.

Juve akan bertamu ke Giuseppe Meazza, Sabtu (16/5/2015) malam WIB, tak sampai tiga hari berselang setelah menghadapi Real Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions. Setelah Inter, Juve akan melakoni final Coppa Italia kontra Lazio di Olimpico, Kamis (21/5/2015) dinihari WIB.

Setelah memastikan tiket ke final Liga Champions, Allegri menuntut anak asuhnya menjaga fokus demi meraih gelar juara Coppa Italia. Namun demikian, laga syarat gengsi melawan Inter juga tak serta merta bakal dilepas begitu saja.

Allegri ingin timnya mempertahankan level dan intensitas permainan, meski mengindikasikan bakal terjadinya perubahan susunan pemain.

“Memang benar kami punya antusiasme yang besar sekarang. Mencapai final Liga Champions adalah raihan hebat, tapi kami tidak boleh melepaskan pandangan dari sebuah target penting, Coppa Italia, yang sudah tak dimenangi Juventus selama 20 tahun,” kata Allegri dikutip Football Italia.

“Besok kami akan pergi ke San Siro dengan skuat hampir penuh, karena hanya Caceres yang sedang dalam meja perawatan sedang sisanya siap bermain. Kami akan pergi malam ini dengan bus setelah latihan dan mungkin saya akan memberikan mereka yang sudah bermain lebih banyak, kesempatan untuk ‘bernafas’.”

“Mari jangan lupakan bahwa kami punya final Coppa Italia di hari Rabu, yang merupakan target terpenting kedua musim ini. Namun demikian, laga besok akan jadi laga yang penting karena memang selalu demikian, ini laga Juventus-Inter.”

“Mereka bertarung untuk Liga Europa dan kami harus pergi ke San Siro untuk menampilkan permainan yang bagus, dari sudut pandang teknik dan juga intensitas. Anda harus selalu tampil bagus di San Siro,” ujarnya.

Jika juara Coppa Italia, gelar itu bakal jadi gelar kedua Juve setelah Scudetto musim ini. Mereka masih berpeluang menutup musim dengan treble winner dengan memenangi Liga Champions.

Inter dipastikan tampil ngotot demi mempertahankan laju tak terkalahkan di tujuh pertandingan terakhir. Selain itu, anak asuh Roberto Mancini juga sedang meretas jalan ke Liga Europa. Saat ini Inter ada di posisi delapan dengan nilai 52 dari 35 pekan. Mereka hanya tertinggal tiga angka dari Fiorentina di posisi lima atau batas zona Liga Europa.

Wenger : Arsenal Harus Bangkit, Menang atau Imbang Tak Masalah

LONDON, Cutejapanese.org – Setelah menuai kekalahan dari Swansea City, Arsenal diharapkan bangkit saat menyambangi Manchester United akhir pekan ini. Menang atau imbang bakal disambut positif oleh manajer The Gunners, Arsene Wenger.

Arsenal kalah 0-1 dari Swansea akhir pekan lalu. Hasil itu membuat mereka gagal memperlebar jarak dengan MU di papan klasemen.

Pasukan London utara saat ini menempati posisi tiga dengan nilai 70 dari 35 pekan, unggul dua angka dari MU di posisi empat yang sudah bermain satu kali lebih banyak. Akhir pekan ini, kedua tim tersebut akan akan saling berhadapan di Old Trafford, Minggu (17/5/2015) malam WIB.

Menatap laga penuh gengsi ini, Arsenal mengusung misi bangkit. Wenger ingin anak asuhnya tampil baik dan pulang dengan mengantongi poin, baik hanya satu poin maupun angka penuh.

“Kami ingin bangkit dari kekalahan saat melawan Swansea dan menampilkan performa yang bagus. Hasil positif apapun, menang atau imbang akan bagus,” kata Wenger dikutip BBC.

“Secara matematika kami bisa memberikan jarak antara United dan kami di empat besar dan mengamankan posisi tiga besar,” tambahnya.

Bagaimanapun, Wenger tak menyangkal bahwa kemenangan juga bakal jadi sebuah hasil yang sangat istimewa. Itu artinya Mesut Oezil dkk, sukses menaklukkan ‘Setan Merah’ di kandang dua kali, setelah sebelumnya menang 2-1 di Piala FA.

“Saya rasa jika kami menang, itu juga akan jadi sebuah pernyataan simbolis. Kami menang di sana di Piala FA dan mengulangi itu bakal jadi sebuah hal penting secara psikologis,” demikian Wenger.

Juve Berharap, Kenangan Manis 2003 Akan Terulang

MADRID, Cutejapanese.org – Juventus akan bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu untuk melakoni semifinal kedua Liga Champions melawan tuan rumah Real Madrid, Rabu malam atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB. Pada semifinal kedua hari ini, Real Madrid dituntut untuk membalas kekalahan 1-2 pada semifinal pertama.

Pada laga pertama di Turin pekan lalu (6/5/2015), Bianconeri berhasil mengalahkan Los Blancos. Alvaro Morata dan Carlos Tevez menjadi penentu kemenangan Juventus lewat gol yang mereka ciptakan. Sementara Real Madrid hanya mampu mencetak satu gol lewat Cristiano Ronaldo.

Untuk mewujudkan misi membalas kekalahan itu, El Real dikabarkan mendapatkan amunisi tambahan. Penyerang andalan Real Madrid yang absen pada leg pertama, Karim Benzema, diharapkan bisa tampil kembali. Benzema tentunya akan memimpin lini depan Real Madrid, bersama Ronaldo dan Gareth Bale.

Akan tetapi, bukan hanya Madrid yang mendapatkan kabar gembira. Juventus juga mendapatkan suntikan tenaga baru setelah gelandang muda mereka, Paul Pogba dinyatakan telah pulih dari cedera. Kehadiran pemain berusia 22 tahun itu tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi Juventus.

“Kami sudah ada di sini sekarang, dan kami berharap mimpi mencapai final bisa menjadi kenyataan,” ujar bek tengah Juventus, Andrea Barzagli.

Barzagli tentu berharap keberhasilan Juventus melangkah ke final Liga Champions pada 2002-03, bisa berulang di musim ini. Namun, tentu saja dengan skenario yang berbeda.

Saat itu, Juventus juga bertemu dengan Madrid di semifinal. Pada pertemuan pertama, Madrid yang bertindak sebagai tuan rumah menang 2-1 berkat gol Ronaldo dan Roberto Carlos, dan hanya dibalas oleh Juventus melalui David Trezeguet.

Kemenangan 2-1 atas Juventus pada leg pertama, memberikan keuntungan bagi Madrid. Mereka lebih diunggulkan untuk lolos ke final. Apalagi, skuad Madrid yang saat itu dilatih oleh Vicente del Bosque, dihiasi oleh nama-nama beken, seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Roberto Carlos, dan Ronaldo.

Akan tetapi, prediksi sebagian besar pengamat salah. Juventus yang diarsiteki Marcello Lippi mampu menang 3-1 atas Madrid.

Trezeguet, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved menjadi pencetak gol bagi I Bianconeri. Sedangkan Madrid hanya mampu memperkecil kedudukan melalui Zinedine Zidane jelang akhir pertandingan. Agregat pun menjadi 4-3 untuk keunggulan Juventus. Akhirnya, Juventus berhak lolos ke final dan bertemu dengan wakil Italia lainnya, yaitu AC Milan.

Seperti halnya 12 tahun lalu, Madrid saat ini pun lebih diuntungkan untuk lolos. Namun, belajar dari kisah pahit masa lalu, para pemain Madrid tak boleh lengah meski bermain di markas sendiri. Sedangkan bagi Juventus, kenangan masa lalu itu bisa menjadi pelecut untuk bisa mengulanginya musim ini.

Pertemuan nanti akan menjadi sangat menentukan siapa yang berhak melaju ke Berlin, tempat digelarnya pertandingan final Liga Champions musim ini. Madrid atau Juventus sudah ditunggu oleh Barcelona yang lebih dahulu memastikan tempat di babak final setelah berhasil menyingkirkan Bayern Muenchen.

Madrid Seringkali Gagal Lewati Tim Italia di Fase Knock Out

Cutejapanese.org- Peluang Real Madrid untuk dapat lolos babak ke final Liga Champions masih terbuka meski kalah 1-2 di leg pertama. Yang harus diwaspadai Los Merengues adalah kegagalan mereka melewati hadangan wakil Italia di fase knock out dalam 28 tahun terakhir.

Madrid cuma mencetak satu gol melalui Cristiano Ronaldo saat bermain di Juventus Stadium pekan lalu. Tapi satu gol tersebut jadi bekal yang sangat berharga karena di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015) dinihari lusa, karena Madrid hanya butuh margin satu gol untuk membalikkan keadaan.

Satu hal yang menghalangi Madrid untuk menang atas Juventus dan lolos untuk kali kedua secara beruntun ke final adalah catatan sejarah. Madrid dalam 28 tahun terakhir tidak pernah berhasil melewati tim Italia di laga knock out dua leg.

Kali terakhir Madrid mendepak tim Italia dari fase knock out kompetisi Eropa adalah di musim 1987/1988. Kala itu Madrid mengalahkan Napoli 2-0 di leg pertama dan berimbang 1-1 di leg kedua dalam laga dengan Napoli di Piala Champions.

Sejak itu Madrid tidak pernah lagi menang atas tim-tim Italia di babak knock out. Mereka dua kali didepak AC Milan pada musim 1988/89 dan 1989/90 pada Piala Champions, sementara di Piala UEFA 1991/1992 Los Merengues disingkirkan Torino.

Kekalahan terakhir Madrid atas wakil Italia di fase knock out adalah pada Liga Champions 2007/2008. Ketika itu El Real terlempar di babak 16 besar dengan skor 1-2 dan 1-2.

Meski punya statistik buruk, dalam kurun tersebut Madrid sempat mengalahkan Juventus di laga final Liga Champions 1997/1998. Gol tunggal dalam pertandingan itu dilesakkan Predrag Mijatovic.

Terkait Juventus, dalam tujuh lawatan ke Santiago Bernabeu Bianconeri meraih dua kemenangan yakni di tahun 1962 (1-0) dan 2008 (2-0).