Semua artikel oleh Olivia Nugraha

Dibantai City 6-0, QPR Terdegradasi

MANCHESTER, Cutejapanese.org – Manchester City meraih kemenangan telak 6-0 saat menjamu Queens Park Rangers, di mana tiga gol di antaranya dibuat Sergio Aguero. Kemenangan ini sekaligus memastikan City lolos ke Liga Champions musim depan.

Bermain di Etihad Stadium, Minggu (10/5/2015) malam WIB, The Citizen sudah menciptakan peluang pertamanya ketika laga baru berjalan dua menit. Melakukan tusukan ke kotak penalti lawan, sepakan Aguero di mulut gawang terhadang oleh bek QPR. Aguero akhirnya benar-benar mencetak gol di menit keempat melalui aksi individunya. Mendapat umpan dari Pablo Zabaleta di sepertiga pertahanan QPR dia melakukan penetrasi menembus jantung pertahanan QPR. Beberapa pemain dia lewati sebelum akhirnya melepaskan tembakan cungkil saat tinggal berhadapan dengan kiper Robert Green.

QPR yang selalu berada di bawah tekanan berhasil mencetak gol melalui tandukan Charlie Austin di menit 20. Tapi gol tersebut dianulir wasit karena dia sudah offside.

Di menit 24 Fernandinho, Frank Lampard dan David Silva melalukan operan ala tiki taka di dalam kotak penalti QPR. Tidak ada gol tercipta dari proses yang berjalan impresif itu karena sepakan Fernandinho hanya mengenai sisi luar jala gawang.

Dua menit berselang kerjasama serupa dibangun City di sisi kanan pertahanan QPR. Zabaleta mengirim umpan pada Mangala yang berdiri di muka kotak penalti. Tidak ada gol tercipta kali ini karena sepakan Mangala hanya menerjang angin, bola luput dari sepakannya.

Di menit 31 CIty akhirnya menambah keunggulan. Gol tersebut bermula dari pelanggaran yang dilakukan pemain QPR terhadap Aguero di muka kotak penalti. Kolarov yang mengeksekusi tendangan bebas tersebut mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang. Robert Green tak sanggup menghalau si kulit bundar dan membuat gawangya kebobolan untuk kali kedua.

QPR mempunyai peluang terbaik untuk mencetak gol di menit 38. Leroy Fer yang lolos dari jebakan offside melob bola melewati Joe Hart. Bola gagal masuk berbuah gol karena masih membentur mistar gawang. Dari momen itu Bobby Zamora berupaya melakukan rebound dengan menyundulnya. QPR sepertinya akan mencetak gol, namun Joe Hart yang sudah kembali ke posisinya bergerak sigap memetik bola di udara.

Setelah Jeda babak pertama usai, Sergio Aguero membuat gol cepat di babak kedua. Gol ini datang dari skema serangan balik, Umpan panjang yang dilepas Silva dari depan kotak penalti City sepertinya akan bisa diantisipasi Suk-Young yang menjadi pemain terakhir QPR di tengah lapangan, namun dia ternyata salah mengatisipasi datangnya bola. Alhasil Aguero berhasil merebutnya dan berlari sendirian dari tengah lapangan. Tendangan datar namun terarah saat tinggal berhadapan dengan kiper membuat City unggul 3-0.

Aguero mencetak gol ketiganya dalam laga ini dari eksekusi penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Silva dilanggar di sana. Penati Aguero di menit 65 itu mengubah kedudukan jadi 4-0.

Skor 4-0 tersebut tak bertahan lama karena James Milner lima menit kemudian ikut memasukkan namanya di papan skor. Dia dengan mudah membelokkan bola ke dalam gawang untuk menuntaskan umpan Silva. Milner sama sekali tidak mendapat kawalan di posisinya yang hanya sekitar satu meter dari garis gawang.

Gol pamungkas tuan rumah dibuat Silva ketika waktu normal pertandingan menyisakan tiga menit. Dapat umpan backheel dari Wilfried Bonny, Silva dengan tenang memperdaya Green dan menggenapkan keunggulan timnya menjadi 6-0.

Poin sempurna ini menjaga City bertahan di posisi dua klasemen dengan poin 73, unggul tiga poin dari Arsenal yang masih punya dua pertandingan sisa lebih banyak. Kemenangan ini sekaligus membuat skuat besutan Manuel Pellegrini memastikan mereka berpartisipasi di Liga Champions musim depan.

Bagi QPR, kekalahan telak ini membenamkan mereka di dasar klasemen dengan 27 poin dikumpulkan. QPR dipastikan terdegradasi dari Premier League musim ini.

Stoke Hantam Spurs 3-0

Stoke on Trent, Cutejapanese.org – Usaha Tottenham Hotspur untuk menembus zona Eropa mendapat ganjalan di kandang Stoke City. Spurs yang harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua kalah 0-3 dari Stoke.

Dalam pertandingan pekan ke-36 Premier League di Britannia Stadium, Sabtu (9/5/2015) malam WIB, Spurs sudah tertinggal 0-2 di babak pertama. Dua gol tuan rumah diciptakan oleh Charlie Adam dan Steven N’Zonzi.

Di awal babak kedua, Spurs sudah kehilangan Vlad Chiriches yang menerima kartu kuning kedua. Bermain dengan 10 orang, Spurs kesulitan untuk menembus pertahanan Stoke. Sebaliknya, Stoke mampu menambah keunggulan empat menit jelang laga usai lewat gol Mame Diouf.

Stoke membuka keunggulan di menit ke-21. Mame Diouf mengirim umpan ke dalam kotak penalti Spurs dari sisi kanan. Bola sempat mengenai kepala Jan Vertonghen dan jatuh tepat di hadapan Charlie Adam. Tanpa kesulitan Adam menyundul bola ke pojok kanan atas gawang Hugo Lloris.

Dua menit berselang, Spurs nyaris membuat kedudukan kembali sama kuat. Tendangan bebas Erik Lamela membentur kepala Marc Muniesa dan tak bisa dijangkau oleh Jack Butland. Tapi bola membentur mistar gawang dan pemain belakang Stoke bisa menghalaunya.

Keunggulan Stoke bertambah di menit ke-32. Steven N’Zonzi menjebol gawang Spurs usai memanfaatkan buruknya koordinasi lini belakang tim tamu.

Umpan crossing yang mengarah ke kotak penalti Spurs hampir dikuasai dengan baik oleh Eric Dier. Namun Lloris juga keluar dari sarangnya untuk menghalaunya. Bola kemudian justru jatuh ke kaki N’Zonzi. Dia langsung melepaskan tembakan kaki kanan ke arah tiang jauh untuk membuat skor menjadi 2-0.

Unggul dua gol tak membuat Stoke mengendurkan serangan. Marko Arnautovic menjadi ancaman untuk Spurs dari sisi kiri. Setelah melakukan penetrasi, dia kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang. Tapi Lloris bisa mengamankan bola di tiang dekat.

Memasuki babak kedua, Spurs justru harus kehilangan salah satu pemainnya. Chiriches mendapat kartu kuning kedua di menit ke-51 setelah melakukan pelanggaran terhadap Diouf.

Unggul jumlah pemain, Stoke kian mendominasi. Adam lagi-lagi menjadi ancaman untuk gawang Spurs lewat tembakannya. Kali ini tembakan kaki kanannya di menit ke-59 memaksa Lloris melakukan penyelamatan.

Stoke nyaris menambah keunggulannya di menit ke-79. Menerima umpan dari Ryan Shawcross dari sisi kiri, Jonathan Walters yang berada tepat di depan gawang hanya tinggal berhadapan dengan Lloris. Tapi sepakannya terlalu lemah dan mengarah tepat ke Lloris.

Empat menit jelang laga usai, Stoke akhirnya mencetak gol ketiganya. Arnautovic yang bergerak dari sisi kiri mengirim umpan ke tiang dekat. Diouf yang sudah menunggu langsung membelokkan bola ke dalam gawang.

Hingga laga usai, skor 3-0 untuk Stoke tetap bertahan.

Dengan hasil ini, Spurs tetap tertahan di peringkat keenam dengan 58 poin dari 36 pertandingan dan masih tertinggal tiga angka dari Liverpool yang ada di urutan kelima. Sementara itu, Stoke menghuni posisi kesembilan dengan 50 poin.

Nasri Menepi Hingga Akhir Musim

Cutejapanese.org – Pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini, mengkonfirmasi Samir Nasri tidak akan bermain hingga akhir musim ini. Pemain asal Prancis tersebut mengalami cedera yang cukup serius.

Nasri mengalami cedera saat The Citizens melakoni laga kontra Tottenham Hotspur pada pekan lalu, di mana dia hanya bermain selama 13 menit saja. Gelandang berusia 27 tahun itu alami masalah pada otot.

Manchester City pun harus kehilangan Nasri di tiga laga terakhir kontra Queens Park Rangers, Swansea City dan Southampton. Namun, kabar baiknya adalah Vincent Kompany telah bugar dan sudah kembali berlatih bersama rekan-rekannya.

“Kami punya skuad yang komplit, kecuali Nasri, yang mengalami cedera otot. Dia akan absen hingga akhir musim,” ujar Pellegrini pada situs resmi Manchester City.

Menurut pelatih berkebangsaan Chile itu, Vincent Kompany selalu menjadi pemain penting untuk timnya.
“Dia kembali dari cedera otot. Penting baginya untuk mengembalikan penampilan normalnya. Kami akan lihat apa yang akan terjadi mulai sekarang sampai akhir musim,” kata Pellegrini.

The Citizen saat ini dalam perjuangan meraih posisi runner up pada klasemen Premier League, usai gagal mempertahankan gelar juara. Namun, raihan 70 poin The Citizens saat ini sama dengan jumlah poin milik Arsenal yang memiliki satu laga sisa lebih banyak.

Final Sesama Klub Italia Terancam Batal

Cutejapanese.org – Napoli dan Fiorentina punya kesempatan menciptakan final sesama klub Italia di Liga Europa lantaran pada semifinal keduanya tidak saling berhadapan. Akan tetapi, impian masyarakat Italia melihat ada tim dari negaranya berjaya di ajang yang sebelumnya bernama Piala UEFA itu, terancam batal.

Hal tersebut tak lepas dari hasil semifinal pertama Liga Europa yang berlangsung pada Kamis malam atau Jumat (8/5/2015) dini hari WIB. Napoli ditahan imbang 1-1 saat menjamu Dnipro, sementara Fiorentina kalah telak dari Sevilla 0-3.

Di Stadion San Paolo, Napoli unggul lebih dulu lewat gol David Lopez pada menit ke-50. Namun, sepuluh menit menjelang laga usai, tim tamu bisa membalas lewat aksi Yevhen Seleznyov.

Hasil imbang ini memperkecil peluang Napoli untuk lolos ke partai puncak lantaran semifinal kedua bakal dilangsungkan di kandang Dnipro. Dalam empat pertandingan Liga Europa terakhir di Ukraina, Dnipro selalu bisa mengalahkan lawannya sekaligus tak pernah kebobolan.

Hasil lebih buruk dialami Fiorentina di Spanyol. Di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, La Viola kalah 0-3 dari tuan rumah Sevilla. Tiga gol kemenangan juara bertahan Liga Europa itu dibukukan oleh Aleix Vidal pada menit ke-17 dan ke-52, dan Kevin Gameiro pada menit ke-75.

Selain punya kans besar menggagalkan final sesama klub Italia, Sevilla juga memiliki kesempatan untuk mengulang prestasi tahun 2007. Saat itu, Sevilla berhasil mempertahankan gelar Piala UEFA yang diraih pada musim sebelumnya.

Kekalahan Fiorentina dan hasil imbang yang dialami Napoli memperkecil peluang tercipta All Italian Final di Liga Europa. Hal ini juga bisa memperpanjang paceklik gelar juara klub Italia di kompetisi antarklub kasta kedua Eropa ini sejak Parma meraihnya pada 1998-99. Sejak saat itu, tak ada satu pun wakil Italia yang bisa melangkah ke final Piala UEFA maupun Liga Europa.

Allegri Mampu Pertahankan Gelar Scudetto Juventus

GENOA, Cutejapanese.org – Sukses membawa Juventus meraih gelar juara membuat Massimiliano Allegri disanjung setinggi langit. Hal itu berkebalikan dengan situasi saat dia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih Juventus, pada awal musim lalu.

Juventus berhasil mempertahankan gelar juara setelah menang tipis 1-0 atas Sampdoria, Sabtu (2/5/2015). Secara matematis, perolehan poin Juventus tak mungkin lagi mampu dikejar oleh para pesaingnya.

Allegri memang sempat dikritik saat ditunjuk menggantikan Antonio Conte. Reputasi dia dianggap oleh sejumlah suporter tak sebanding dengan Conte yang mengantarkan Juventus meraih tiga gelar juara beruntun.

Akan tetapi, perlahan namun pasti, Juventus dibawah kepelatihan Allegri tampil stabil dan mampu mempersembahkan gelar scudetto bagi Juventus. Gelar ini merupakan gelar keempat secara beruntun bagi Juventus. Tak pelak, pujian pun berdatangan untuk dirinya.

“Gelar juara tahun ini terasa lebih penting karena kami melakukan pergantian pelatih. Saat pertama kali Allegri ditunjuk, protes suporter demikian keras. Namun, dia bisa menjawab tantangan dengan meraih gelar juara dan mengantarkan Juventus ke semifinal Liga Champions,” puji Giuseppe Marotta, Direktur Umum Juventus.

Dipuji demikian, Allegri menjawab dengan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan pihak klub. “Saya harus berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu dalam petualangan di klub ini. Para pemain punya kualitas luar biasa yang mampu mengantarkan tim ini meraih gelar juara empat kali beruntun,” tutur dia.

Allegri juga memuji performa anak-anak asuhannya. “Tim ini tak pernah kehilangan karakteristik permainan meski ditahan imbang bahkan kalah sekalipun,” ujar Allegri.

Gol Tunggal Arturo Vidal, Pastikan Scudetto I Bianconeri

GENOA, Cutejapanese.org – Juventus memastikan mengunci gelar scudetto keempat secara beruntun setelah meraih kemenangan 1-0 di markas Sampdoria, Stadion Luigi Ferraris, Sabtu (2/5/2015). Arturo Vidal menjadi pahlawan I Bianconeri dalam pertandingan ini.

Hasil ini menjadikan Juventus mengoleksi 79 poin dari 34 pertandingan Serie-A. Dengan demikian perolehan poin mereka tak mungkin lagi terkejar oleh rival terdekat mereka Lazio (62) dan AS Roma (61), meskipun dua tim ibukota ini baru bermain 33 kali.

Sejak awal pertandingan dimulai, Juventus tampil menekan pertahanan tuan rumah. Saat laga memasuki menit ke-37, Arturo Vidal mendapat peluang cukup terbuka untuk melepaskan tembakan. Sayang, bola sepakan gelandang asal Cile ini masih bisa ditangkap oleh Emiliano Viviano.

Peruntungan Vidal berubah lima menit berselang. Kali ini, ia sukses meneruskan umpan silang yang diberikan Stephan Lichtsteiner dengan tandukan ke gawang Sampdoria. Papan skor pun berubah 0-1 untuk Juventus.

Sampdoria sempat balik mengancam jelang turun minum. Memanfaatkan umpan Samuel Eto’o, Luis Muriel masuk ke kotak penalti dan melepas tembakan. Sayang, usahanya belum menemui hasil. Skor 0-1 pun bertahan saat wasit menutup paruh pertama.

Usai turun minum, Juventus kembali mengambil kendali permainan. Bahkan, Carlos Tevez hampir saja menggandakan keunggulan lewat tembakan ke arah pojok gawang. Beruntung bagi Sampdoria, Viviano mampu menjangkau bola.

Gianluigi Buffon juga sempat unjuk gigi pada akhir laga. Ia menggagalkan tembakan keras dari Muriel. Hingga peluit akhir dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi Juve, yang akan melakoni laga semifinal Liga Champions tengah pekan ini menghadapi Real Madrid.

Lini Belakang City Harus Berbenah

MANCHESTER, Cutejapanese.org – The Citizen selayaknya memberikan perhatian lebih pada barisan pertahanannya jika ingin bertarung dalam perebutan gelar juara musim depan. Lini belakang diakui Manuel Pellegrini jadi titik lemah The Citizens.

Ketika menjuarai Premier League musim lalu City berhasil menuntaskan kompetisi dengan membuat 102 gol dan kemasukan 37 kali. Sementara di musim ini dengan empat pertandingan tersisa, mereka baru bikin 70 gol dan kemasukan 36 kali.

Meski jumlah golnya menurun drastis, Pellegrini menilai kalau ketajaman lini depan bukan sumber masalah yang membuat City tertinggal jauh dari Chelsea. Faktanya, City masih menjadi tim paling subur musim ini di Liga Inggris.

Barisan pertahanan yang dianggap jadi pekerjaan rumah terbesar City. Vincent Kompany tampil buruk musim ini dengan cedera yang berulang datang dan performa yang jauh dari konsisten. Sementara Eliaquim Mangala juga masih gagal memenuhi harapan besar yang diberikan padanya setelah diboyong dengan mahal dari Porto pada musim panas lalu.

“Sulit dikatakan kami kurang tajam karena kami adalah tim tersubur di Premier League. Dibanding tahun lalu kami lebih sedikit bikin gol, tapi tidaklah mudah mencetak lebih dari 100 gol di Premier League. Anda tidak bisa melakukan itu setiap musim, Anda harus mencobanya tapi Anda tidak bisa selalu melakukannya,” sahut Pellegrini dalam konferensi pers.

“Kami akan lihat apa yang kami butuhkan, penting untuk menciptakan keseimbangan. Kami harus mengembangkan terkait jumlah gol yang tercipta ke gawang kami musim depan, bukan cuma mencetak gol,” lanjut sang manajer di Reuters.

Lini belakang City akan kembali dapat tantangan di akhir pekan ini. Saat harus melawat ke Tottenham Hotspur, Minggu (3/5/2015) malam WIB mereka tidak akan bisa memainkan Kompany dan Yaya Toure yang tengah cedera.

AFC Bournemouth Ikuti Jejak Watford ke Premier League

AFC Bournemouth memastikan diri lolos ke Premier League musim depan setelah menang 3-0 atas Bolton Wanderers di kandang sendiri, Senin (27/4/2015). Keberhasilan Bournemouth promosi ini juga bakal memaksa Arsenal tak lagi mengawali musim di posisi teratas.

Berkat kemenangan ini, Bournemouth memastikan diri finis di posisi kedua Divisi Championship. The Cherries menjadi tim kedua yang meraih tiket promosi setelah Watford. Ini adalah kali pertama bagi Bournemouth bermain di kasta tertinggi Liga Inggris.

Klub yang berdiri pada 1890 ini lebih sering berkutat di kasta ketiga Liga Inggris atau League One. Bahkan, enam tahun lalu, tepatnya pada 2009, Bournemouth berada di papan bawah League Two atau kasta keempat.

Dengan 87 poin dan tersisa satu pekan, Bournemouth sebenarnya masih bisa disusul Moddlesbrough yang mengoleksi 84 poin. Namun, selisih poin Bournemouth, surplus 50 gol, tak mungkin dikejar oleh Boro yang “hanya” surplus 31 gol.

Bournemouth juga masih bisa meraih status juara Divisi Championship andai pada laga pamungkas bisa menang sementara Watford gagal mendapatkan poin penuh. “Bournemouth telah melakukan pencapaian yang mustahil. Apalagi, enam tahun lalu, kami nyaris terjerumus (ke level amatir),” ujar Chairman Jeff Mostyn.

Terkait promosi ini, Bournemouth akan memulai Premier League musim depan di posisi teratas. Sebab, klasemen awal Premier League disusun berdasarkan alfabet dan nama klub ditulis lengkap.

Dengan demikian, AFC Bournemouth akan menggeser posisi Arsenal dari puncak klasemen awal Premier League musim depan. Inilah untuk kali pertama Arsenal takkan memulai kompetisi di posisi teratas.

FA Cup Akan Berganti Nama

LONDON, Cutejapanese.org – Kompetisi sepak bola tertua di dunia, Piala FA, diyakini akan berubah nama musim depan. Ada sponsor besar yang masuk dan akan menyelipkan merek dagangnya di ajang tersebut.

Piala FA tidak punya sponsor resmi kompetisi di musim 2014/2015 ini setelah Budweiser memutuskan tidak memperpanjang kontrak yang habis di tahun lalu. Namun kini FA diyakini sudah mendapatkan sponsor baru, yang bersedia membayar dengan jumlah besar.

Dikutip dari Guardian, perusahaan yang akan mesponsori Piala FA adalah Emirates. Maskapai penerbangan itu disebutkan bersedia membayar 10 juta poundsterling per tahun, angka tersebut lebih tinggi 1 juta poundsterling dari yang diterima dari Budweiser.

Belum diketahui berapa durasi kontrak yang akan disepakati, namun disebutkan kalau deal tersebut akan membuat Piala FA mengalami rebranding.

Jika deal dengan Budweiser membuat Piala FA ditambahi embel-embel ‘didukung oleh’, maka kerjasama dengan Emirates akan membuat nama resmi kompetisi berubah menjadi ‘Emirates FA Cup’.

Emirates bukan satu-satunya perusahaan yang akan mensponsori Piala FA karena pembicaraan dengan Nike dan William Hill juga tengan dilakukan. FA membidik enam sponsor non-utama, demi membidik pendapatan yang lebih besar terkait target mereka melakukan investasi lebih besar pada level grassroot.

“Kami masih melakukan diskusi dengan beberapa perusahaan terkait peluang berpartner dengan Piala FA,” ungkap seorang juru bicara FA.

Sepanjang sejarahnya, Piala FA sudah berulang kali berganti sponsor. Namun untuk kali pertama sebuah produk akan terselip di nama resmi kompetisi tersebut jika deal dengan Emirates benar tercapai.

Messi-Neymar-Suarez Masih Kalah Dari Ronaldo-Benzema-Higuain

JAKARTA, Cutejapanese.org – Setelah berhasil mencetak 102 gol di sepanjang musim ini, trio Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez masih harus membuat 16 gol lagi untuk setidaknya menyamai torehan yang dibuat trisula Real Madrid tiga musim lalu.

Messi dan Suarez sama-sama bikin dua gol saat Barcelona menundukkan Getafe dalam lanjutan Liga Spayol, Rabu (29/4/2015) dinihari tadi. Ditambah satu gol lainnya yang dibuat Neymar, ketiga pemain itu total sudah membuat 102 gol di semua kompetisi musim ini.

Itu jadi capaian hebat karena di Barcelona belum pernah ada torehan serupa sebelumnya – dengan yang paling mendekati adalah 100 gol yang diciptakan Samuel Eto’o-Thierry Henry-Messi pada 2008-09.

Meski jadi capaian fantastis, angka 102 gol yang dibuat Messi, Suarez, dan Neymar bukanlah gol terbanyak yang dibuat oleh trio pemain depan. Baru tiga tahun lalu trisula Madrid punya torehan yang lebih spesial.

Ketika itu Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Gonzalo Higuain melesakkan 118 gol di semua kompetisi. Ronaldo jadi yang paling subur dengan 60 gol, diikuti Benzema yang membuat 32 gol dan 26 gol lainnya atas nama Higuain. Demikian diberitakan Marca.

Menarik dinantikan apakah Messi, Neymar, dan Suarez akan bisa menyamai atau bahkan mengalahkan jumlah gol milik pemain depan Madrid itu. Yang pasti peluang tersebut masih terbuka lebar karena Barca masih akan menjalani empat pertandingan di Liga Spanyol, satu di Copa del Rey dan paling tidak dua pertandingan lainnya di Liga Champions.