Evan Dimas bukan pemain yang luar biasa, Menurut Indra Sjafrie

Jakarta, cutejapanese.com, Menjadi salah satu harapan publik Indonesia untuk membanggakan nama bangsa ke kancah internasional dunia, Evan Dimas di mata pelatih yang membesarkan namanya, Indra Sjafri, ternyata tidak lebih istimewa dari pemain lainnya. Indra Sfari mengatakan bahwa dia (Evan Dimas) tidak berbeda dengan pemain-pemain lainnya. Evan Dimas itu biasa-biasa saja. Cara Daftar Sbobet.

Mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19 itu memang tidak ingin terlalu mengistimewakan satu pemain saja. Menurut Indra bahwa Evan tak ubahnya pemain-pemain U-19 yang pernah ia latih dulu seperti Ilham Udin Armaiyn, dan lainnya.

Performa gemilang Evan Dimas memang tak lepas dari peran Indra yang menjadi “ayah” bagi skuat U-19. Tidak ada masalah. Baik secara teknik atau disiplin, tidak ada masalah apa-apa.

Indra memang dikenal sebagai salah satu pelatih yang tak ingin pemainnya terlalu mendapatkan sorotan media. Sikap tegas Indra terlihat dengan usaha menjauhkan anak asuhnya dari sorotan kamera. Pria asal ranah Minang ini sempat mewanti-wanti agar pemain asuhannya tak terlalu banyak diberitakan berbagai media. Terlebih usai menjuarai Piala AFF U-19.

Dalam mengembangkan potensi di anak-anak muda Indonesia, Indra berharap banyak kompetisi bergengsi digelar. Jika sepak bola kita tak ada kompetisi (usia muda) yang bagus, maka akan banyak bakat-bakat muda yang sia-sia.

Nama Evan Dimas kembali menjadi sorotan setelah pemain Persebaya United itu mendapat tawaran mengikuti uji coba selama satu minggu bersama klub Spanyol, UE Llagostera. Sempat menghebohkan pemberitaan di dalam negeri, Evan Dimas gagal merumput bersama klub yang saat ini berada di kasta kedua sepak bola Spanyol (Segunda Division) tersebut.

Menurut Indra, kegagalan Evan Dimas menembus kancah sepak bola Eropa itu disebabkan masih kurangnya kualitas yang dimiliki oleh mantan anak asuhnya tersebut. Evan Dimas gagal karena kualitas dia masih kurang untuk (bermain) di Eropa.

Indra Sjafri menilai dirinya turut andil dalam kegagalan perjalanannya di Spanyol. Saya jadi tidak enak karena terlalu membesar-besarkan dia.

Indra melanjutkan bahwa proses peralihan Evan dari kelompok muda ke senior yang tidak sempurna. Menurutnya, setiap tahapan akan sangat mempengaruhi performa pemain ke depannya.

Nama Evan Dimas memang mencuat setelah berada di bawah asuhan Indra. Diplot sebagai kapten timnas U-19, pemain kelahiran Surabaya itu semakin berkibar setelah berhasil mengantar tim muda Indonesia menjuarai Piala AFF U-19.

Setelah itu, Evan melanjutkan sensasinya dengan tampil apik di ajang Piala AFC U-19. Setelah mencetak satu gol di laga perdana Piala AFC menghadapi Laos, 8 Oktober 2013. Evan Dimas tampil gemilang di pertandingan berikutnya saat menghadapi Korea Selatan.

Kembali dari Spanyol, Evan bergabung lagi dengan Persebaya United dan turut tampil saat klub tersebut berlaga di ajang Piala Presiden 2015. Evan Dimas hanyalah salah satu nama yang mencuat di tengah keringnya prestasi sepak bola Indonesia, yang kini tampak sedang asyik sendiri dengan kisruh internal dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *