Arsip Kategori: Berita Bola

Laju Positif Atletico Berlanjut

Atletico Madrid memetik kemenangan atas Getafe di lanjutan La Liga. Laju positif yang dilakukan Los Colchoneros pun berlanjut.

Saat bertanding di Wanda Metropolitano, Sabtu (26/1/20189) malam WIB, Atletico memetik kemenangan atas Getafe dengan skor akhir 2-0. Antoine Griezmann dan Saul Niguez menjadi penentu kemenangan.

Dengan hasil bagus ini, Atletico melanjutkan laju tak terkalahkan di Liga Spanyol sejak bulan September. Celta Vigo yang terakhir kali mengalahkan tim asuhan Diego Simeone. Pada 1 September 2018, Atletico kalah 0-2.

Setelah itu, 18 pertandingan dilewati tanpa kekalahan. Rinciannya, ada 11 kemenangan dan tujuh hasil imbang yang didapat.

Saul pun merasa sangat senang, Atletico pun masih menjaga mimpi untuk bersaing dengan Barcelona di Liga Spanyol hingga saat terakhir.

Atletico kini ada di posisi kedua klasemen dengan raihan 44 poin, tertinggal dua poin dari Barcelona di posisi pertama. Los Cules baru akan memainkan laga dengan Girona pada Minggu malam.

“Laju ini sangat positif. Penting bisa memetik kemenangan untuk terus memperjuangkan tujuan kami. Tim ini merasa sangat bagus,” kata Saul di situs Atletico Madrid.

Mengenai golnya di laga melawan Getafe, Saul amat senang bisa memberi kontribusi untuk tim. Gol itu yang pertama di La Liga pada musim ini.

“Saya sangat senang bisa membantu tim dengan gol-gol saya. Kami harus menghadapinya pertandingan demi pertandingan,” kata dia.

Ketika City Pensiunkan Flaggy…Si Bendera Sepak Pojoknya

Kemenangan Manchester City atas Burnley memakan ‘korban’. Adalah Flaggy, bendera sepak pojok The Citizen, yang terpaksa pensiun dini akibat patah.

Pertandingan City vs Burnley di Etihad Stadium, Sabtu (26/1/2019), sempat terinterupsi pada menit ke-10. Penyebabnya adalah tiang bendera sudut kanan di area permainan Burnley patah.

Adalah Kyle Walker yang menyebabkan bendera sepak pojok itu terbelah dua. Saat hendak melepaskan crossing, Walker malah bola berikut tiang bendera di sudut lapangan itu sekaligus.

Hakim garis kemudian berusaha membetulkannya, dan momen itu rupanya membuat laga harus dihentikan beberapa menit. Wasit Graham Scott sampai berkoordinasi dengan official untuk membetulkannya.

Bendera itu akhirnya diganti. City, lewat media sosialnya, kemudian membuat lelucon soal Flaggy, nama bendera yang patah tersebut. Sampai akhirnya, City membuat pengumuman. Flaggy harus pensiun dini karena patah dan tidak bisa digunakan lagi di Etihad.

“Terkait cedera yang dialami dalam pertandingan hari ini, kami dengan sedih mengabarkan jika Flaggy terpaksa pensiun dari tugasnya di Etihad Stadium,” cuit City. Walker sendiri meramaikan lelucon itu. Ia mengunggah video Flaggy yang patah di Twitter, dengan caption bertuliskan RIP (Rest in Peace).

Laga sendiri dimenangi City dengan skor 5-0. Tim asuhan Pep Guardiola melenggang ke babak kelima.

Pertahanan Sempurna Milan Bikin Napoli Mejan

AC Milan menahan Napoli tanpa gol di pekan ke-21 Liga Italia. Rossoneri bertahan dengan sempurna untuk membuat sang lawan gigit jari kepayahan bikin gol.

Milan bekerja keras sepanjang laga melawan Napoli di San Siro, Minggu (27/1/2019) dini hari WIB. Lini belakangnya berkali-kali diancam Partenopei.

Sejak babak pertama hingga memasuki menit akhir, gawang Milan berkali-kali Piotr Zielinski, Arek Milik, Dries Mertens, dan Jose Callejon. Namun tangguhnya lini belakang Milan, termasuk kiper Gianluigi Donnaruma, bisa mementahkan banyak peluang tim tamu.

Milan sendiri bukannya tak memberi perlawanan. BBC mencatat kedua tim cukup berimbang di lapangan. Milan melepaskan 5 shot on target dan Napoli 6 shot on target dari sama-sama melepaskan 14 shot.

Bek Milan, Mateo Musacchio, menyebut Milan memang menggalang pertahanan dengan sempurna. Ia menyebut taktik itu berjalan sempurna untuk setidaknya mengamankan satu poin di kandang.

“Napoli adalah tim yang tangguh, kami perlu menampilkan permainan bertahan dengan sempurna untuk meraih poin di kandang. Kami bermain bagus dan hal yang penting bisa menjaga gawang tak kebobolan,” kata Musacchio kepada DAZN yang dilansir Football-Italia.

Di laga melawan Napoli, Milan juga langsung memainkan Krzysztof Piatek yang baru direkrut dari Genoa. Musacchio memuji rekan barunya itu. “Rekrutan baru juga tangguh, di mana Lucas Paqueta bermain bagus dan Piatek sudah membuktikannya di Genoa. Sekarang kami harus beristirahat dan fokus ke Coppa Italia besok,” tambahnya.

Hasil imbang membuat Milan mengoleksi 35 poin di peringkat empat, sementara Napoli masih di posisi dua dengan 48 poin. Selanjutnya Milan kembali menghadapi Napoli di Coppa Italia, Rabu (30/1).

Hasil AC Milan vs Napoli: Laga Berakhir Tanpa Gol di San Siro

AC Milan dan Napoli harus berbagi poin di pekan ke-21 Liga Italia. Kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Bertanding di San Siro, Minggu (27/1/2019) dini hari WIB, Napoli mengancam lebih dulu di menit keenam. Sepakan voli dilepaskan Jose Callejon, namun bola masih bisa ditangkap kiper Gianluigi Donnarumma.

Milan merespons empat menit berselang. Patrick Cutrone melepaskan sepakan ke arah gawang Napoli, namun arahnya masih melenceng tipis.

Laga relatif seimbang hingga memasuki ment ke-30. Kedua tim-sama bermain terbuka dan coba melancarkan serangan dari berbagai area lapangan permainan. Napoli sempat kembali mengancam pada menit ke-35. Gelandang Piotr Zielinski meneruskan umpan tarik Callejon, namun sepakannya masih melenceng dari gawang Milan. Hingga turun minum, skor 0-0 masih bertahan.

Di awal babak kedua, Milan langsung menekan. Dua peluang langsung didapat, yakni lewat sepakan jarak dekat Kessie yang masih diblok, serta tendangan Paqueta yang bisa diredam Ospina.

Sementara Napoli juga berupaya menekan. Beberapa kali serangan baliknya merepotkan Milan, kendati bisa diredam Alessio Romagnoli dkk.

Di menit ke-64, Arek Milik mengancam gawang Milan. Menerima umpan tarik di kotak penalti, ia melepaskan sepakan kaki kiri namun bolanya bisa ditahan Donnaruma.

Dua menit berselang, giliran Zielinski melepaskan sepakan kencang dari luar kotak penalti. Tapi lagi-lagi Donnarumma bisa meredamnya. Bola bisa ditepis dan diamankannya.

Pada menit ke72, Milan memainkan Krzysztof Piatek, yang baru didatangkan dari Genoa. Masuknya striker anyar itu menambah tenaga di lini serang Milan.

Pada menit ke-77, Milan mendapat peluang. Berawal dari sepak pojok, Mateo Musacchio melepaskan tendangan salto jarak dekat, namun bola bisa ditepis Opsina.

Memasuki menit-ment akhir, Milan masih kepayahan menjebol gawang Napoli. Sementara tim tamu sempat mendapat peluang emas lewat Zielinski, namun sepakan jarak dekatnya lagi-lagi bisa dimentahkan Donnarumma.

Di injury time, Napoli kehilangan Fabian karena menelan kartu kuning keduanya. Keunggulan jumlah pemain pun tak mampu dimanfaatkan Milan. Hingga laga tuntas, skor 0-0 bertahan.

Hasil ini membuat Milan masih berada di peringkat empat dengan 35 poin, sementara Napoli masih di peringkat dua dengan 48 poin dari 21 laga, terpaut 8 poin dengan Juventus di puncak klasemen yang baru bermain 20 kali. Bianconeri baru akan bermain menghadapi Lazio pada Senin (28/1) dini hari WIB.

Susunan Pemain

AC Milan: Donnarumma, Calabria, Musacchio, Romagnoli, Ricardo, Kessie, Bakayoko, Paqueta (Borini 69′), Suso, Calhanoglu (Laxalt 90′), Cutrone (Piatek 72′)

Napoli: Ospina, Rui (Ghoulam 72′), Koulibaly, Albiol, Malcuit. Insigne (Ounas 88′), Zielinski, Ruiz, Callejon, Milik, Mertens (Verdi 80′)

Solsjaer berada di role position Coach

Eks gelandang Manchester United Phil Neville menyebut Ole Gunnar Solskjaer sekarang berada di posisi terdepan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai manajer permanen di Old Trafford.

Solskjaer memang hanya berstatus sebagai manajer interim di MU saat ini. Ia dipinjam dari klub Norwegia, Molde.

Pihak Molde sendiri menegaskan bahwa manajer 45 tahun itu akan kembali lagi ke Norwegia setelah kompetisi musim ini berakhir. Namun di sisi lain banyak dukungan pada Solskjaer untuk tetap bertahan di Old Trafford mengingat prestasinya yang apik sejauh ini.

Belakangan ini muncul perdebatan terkait cara menentukan masa depan Solskjaer. Apakah keputusan mengangkatnya jadi manajer tetap ditentukan laga demi laga atau melihat hasil keseluruhan di akhir musim.

Neville mengatakan bahwa keputusan pengangkatan itu harus ditentukan dengan melihat laga demi laga yang dilakoninya. Ia juga yakin Solskjaer akan bisa memanfaatkan peluang yang ada di hadapannya untuk meraih jabatan tersebut

“Itu harus [diputuskan berdasarkan laga demi laga]. Ia mendapat kursi terbaik karena ia bertanggung jawab atas nasibnya sendiri pada saat ini,” ucapnya pada Sky Sports.

“Mereka menyebutnya sebagai manajer sementara dan Anda harus mengambil peluang dalam hidup dan Ole adalah tipe yang akan melakukan itu. Saya ingat ketika ia masih aktif sebagai pemain, Sir Alex [Ferguson] biasa menempatkan ia selama satu atau dua menit dan ia akan mencetak gol karena ia selalu mengambil peluang yang ada di hadapannya.”

Neville juga mengatakan saat ini Solskjaer berada di posisi terdepan untuk mendapatkan pekerjaan itu ketimbang manajer lainnaya, jika memang ada kandidat lainnya. Pasalnya Solskjaer tahu semua seluk beluk klub tersebut.

“Ada manajer lain di luar sana yang sedang ditautkan ke pos ini, tetapi mungkin tidak ada yang mendapatkan kursi yang lebih baik saat ini daripada Ole. Ia tahu para pemainnya, ia tahu klubnya, ia tahu bagaimana klub bekerja, yang berarti ia ada di posisi terdepan,” cetusnya.

Ia juga mengatakan sedari dahulu, ia merasa yakin Solskjaer akan meraih sukses. Baik itu sebagai pemain maupun di bidang lainnya.

“Pertama kali saya bertemu dengannya, ia duduk dua tempat dari tempat saya di ruang ganti, dan Anda berbicara tentang wajah bayinya pada saat itu, tetapi ada tekad dan kejam dalam hatinya. Anda melihatnya dari cara dirinya bermain sepakbola sehingga Anda tahu ia akan sukses dalam hidupnya,” ujarnya.

Arsenal Intip Peluang Bajak Juan Mata dari MU

Raksasa Premier League, Arsenal dikabarkan tengah mengintip peluang untuk membajak playmaker Juan Mata dari sang rival, Manchester United pada musim panas nanti.

Kontrak Juan Mata akan mencapai masa kedaluwarsa akhir musim ini. Pemain 30 tahun itu pun kini sudah bisa menggelar pembicaraan dengan klub luar Inggris karena sudah memasuki enam bulan terakhir kontraknya.

Mata menjadi satu dari tiga pemain United yang akan habis kontrak pada penghujung musim ini. Dua pemain lainnya adalah Ander Herrera dan Ashley Young.

Dilansir Daily Mirror, beberapa klub raksasa Eropa, salah satunya Arsenal diklaim tengah memonitor perkembangan situasi Mata di United.

Mata tidak akan asing berada di Arsenal karena ia sudah pernah menjadi anak asuh manajer The Gunners saat ini, Unai Emery ketika keduanya masih sama-sama di Valencia.

Selain Arsenal, tiga klub top benua biru lainnya diyakini juga tengah mengikuti situasi terkini Mata. Mereka adalah Juventus, PSG, dan Barcelona. Belakangan muncul kabar yang menyebut bahwa kubu United tidak akan membiarkan Mata pergi karena sang pemain dinilai masih punya kontribusi yang besar di ruang ganti Setan Merah.

Mata disebut sebagai salah satu sosok yang dihormati di ruang ganti United. Ia kerap membantu menenangkan rekan-rekannya, sebagai contoh ketika atmosfer internal United memburuk di era Jose Mourinho.

Selain itu Mata juga dinilai masih bisa menjadi pembeda di atas lapangan. Alhasil pihak United siap menambah masa bakti pemain asal Spanyol itu di Old Trafford.

Neville Puji Kesuksesan Solskjaer Bangkitkan Performa Pogba Cs

Eks gelandang Manchester United Phil Neville memuji keberhasilan Ole Gunnar Solskjaer membangkitkan performa para pemain Setan Merah.

Di era Jose Mourinho, skuat MU tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya secara konsisten. Permainan United bahkan menjadi kian tak karuan pada musim ketiga Mourinho bermukim di Old Trafford.

Sejumlah pemain United pun akhirnya tampil di bawah kemampuan standarnya. Contohnya Paul Pogba, Marcus Rashford, Romelu Lukaku, Victor Lindelof, hingga David De Gea.

Akan tetapi semuanya berubah setelah Solksjaer datang. Performa semua penggawa United langsung jadi jauh membaik.

Neville kemudian coba membeberkan bagaimana cara manajer interim itu memotivasi Pogba cs. Ia mengatakan bahwa Solskjaer sangat tahu apa artinya bermain bagi United. Dan semangat itulah yang kemudian ia tularkan pada para pemain MU sekarang ini

“ia masuk dan Ole menjadi Ole, ia membawa senyum. Ia tahu klub itu, yang sangat penting bagi saya,” ujarnya pada Sky Sport.

“Apa yang telah ia lakukan adalah mengatakan kepada semua orang ‘pergi dan nikmati bermain untuk Man Utd, pergi dan para pemain paling beruntung di planet ini yang ada di lapangan’,” ujarnya.

“Ia merasa seperti itu ketika ia seorang pemain dan ia mencoba memperkenalkannya kepada para pemain sekarang, dan itu berhasil,” tutur Neville.

Salah Bisa Jad Legenda Liverpool Asal Tak Tiru Suarez dan Torres

Eks bomber Liverpool Ian Rush menyebut Mohamed Salah bisa jadi legenda sejati The Reds apabila ia tak mengikuti jejak Luis Suarez dan Fernando Torres.

Salah adalah idola baru pada suporter Liverpool. Hal ini tak lepas dari performanya yang luar biasa sejak ia menginjakkan kaki di Anfield.

Para fans bahkan langsung menciptakan chant khusus bagi pemain asal Mesir ini. Hal tersebut merupakan sebuah penghargaan tersendiri bagi seorang pemain yang bermain di Liverpool.

Pasalnya tak semua pemain mendapat keistimewaan untuk bisa dibuatkan lagu oleh para suporter The Reds. Namun demikian, sebagian fans juga sudah menganggapnya layak masuk barisan legenda klub.

Akan tetapi Rush menyebut saat ini Salah belum benar-benar berstatus legenda di Anfield. Untuk bisa meraih status itu, ia harus bertahan sangat lama di Liverpool.

Ia juga tak disarankan untuk mengikuti jejak Suarez maupun Torres. Keduanya memang disebut legenda oleh sebagian fans namun sayangnya cuma bertahan tak lebih dari empat tahun di Anfield.

“Orang-orang berbicara tentang Torres dan Suarez, mereka adalah pemain hebat tetapi mereka tidak bertahan cukup lama,” ucapnya pada Liverpool Echo.

“Saya ingin Mo bertahan lebih lama dari mereka dan menjadi legenda sejati di sini,” seru Rush.

Sebelumnya legenda Liverpool lainnya yakni Robbie Fowler mengecam status legenda yang dialamatkan pada Suarez. Fowler menilai apa yang telah dilakukan pemain Barcelona itu tidak mencerminkan sikap seorang legenda untuk The Reds.

“Orang-orang sering mengatakan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda klub,” buka Fowler kepada Mirror.

“Tidak diragukan lagi bahwa ia adalah salah satu pemain top yang pernah membela klub ini. Namun apakah ia salah satu yang terbaik sepanjang masa? Saya rasa tidak.”

“Ia tidak layak disebut karena ia tidak berada lama di klub ini. Ia hanya bermain selama 3 tahun lebih sedikit untuk membela Liverpool.”

Thierry Henry Resmi Dicopot Sementara dari Kursi Pelatih Monaco

Klub Ligue 1, AS Monaco mengambil langkah tegas dengan untuk sementara mencopot Thierry dari kursi pelatih utama hingga keputusan akhir mengenai masa depannya ditetapkan.

Usai memecat Leonardo Jardim pada Oktober lalu, tak lama kemudian Monaco langsung menunjuk Henry yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih tim nasional Belgia sebagai pengganti.

Di bawah asuhan Henry, prestasi Monaco tak menjadi lebih baik. Dari 20 laga yang dijalani, 11 di antaranya berakhir dengan kekalahan. Henry hanya meraih empat kemenangan dan lima kali hasil imbang.

Meski sudah dibelikan Cesc Fabregas, akan tetapi Henry tetap gagal mengangkat Monaco dari keterpurukan. Saat ini Monaco terbenam di posisi 19 di Ligue 1 dan peluang degradasi pun makin besar.

“AS Monaco mengumumkan telah mengambil keputusan untuk menangguhkan Thierry Henry dari posisi pelatih tim utama mulai hari ini dan menunggu keputusan terakhir diambil,” demikian bunyi pernyataan Monaco di laman resmi mereka.

“Franck Passi akan melatih tim utama pada Jumat ini,”

Setelah pencopotan sementara ini, Monaco kabarnya bakal segera resmi memecat Henry dan memanggil kembali Leonardo Jardim untuk menukangi klub lagi.

Keputusan Monaco ini diambil tak lama setelah Henry mengeluarkan pernyataan yang menyebut dirinya telah membuang beberapa pemain dari tim utama ke tim cadangan.

“Kami harus mengecilkan skuat. Di satu sisi, kita butuh sosok yang bisa menyelamatkan klub, bukan hanya mementingkan masa depannya sendiri,” ujar Henry.

Sebelumnya Henry pun sempat menjadi sorotan karena memaki pemain Strasbourg, Kenny Lala yang ia anggap terlalu mengulur waktu. Henry pun kemudian meminta maaf atas tindakannya tersebut.

Wright Khawatirkan Ancaman MU Terhadap Arsenal

Legenda Arsenal Ian Wright mengaku khawatir dengan ancaman yang diberikan oleh Manchester United terhadap The Gunners dalam perlombaan untuk finis di zona empat besar Premier League.

Saat ini dua tempat teratas hampir dipastikan akan menjadi milik Liverpool dan Manchester City. Itu artinya, ada dua tempat tersisa untuk diperebutkan empat tim besar lainnya.

Saat ini posisi ketiga ditempati oleh Tottenham. Sementara itu peringkat keempat ditempati oleh Chelsea.

Arsenal sendiri ada di peringkat kelima. Mereka meraih 44 poin dari 23 laga. The Gunners terpisah tiga angka dari Chelsea. Sementara itu MU sejak Desember lalu mengalami kebangkitan berkat sentuhan tangan dingin Ole Gunnar Solskjaer. Mereka meraih enam kemenangan beruntun di pentas EPL.

Sekarang mereka mengoleksi poin yang sama dengan Arsenal, 44 poin. Namun mereka masih berada di posisi keenam karena kalah selisih gol.

Kebangkitan MU inilah yang membuat Wright cemas. Ia takut momentum positif United akan membuat mereka bisa melewati Arseenal yang belakangan ini sedikit inkonsisten.

“Saya pikir Anda harus melihat Manchester United, kemunculan mereka. Mereka sedang berusaha untuk mengambil tempat seseorang dari zona empat besar,” ucapnya pada Radio 5 Live BBC.

“Anda lihat, ya Arsenal, Anda melihat apa yang terjadi di West Ham dan kemudian tiba-tiba Arsenal yang berbeda muncul melawan Chelsea,” tutur Wright. Wight kemudian menyebut bahwa peluang Arsenal untuk melepaskan diri dari ancaman MU adalah dengan tampil konsisten. Ia berharap pasukan Unai Emery itu bisa terus tampil seperti saat mengalahkan Chelsea.

“Anda melihat Chelsea, kami tidak tahu apa yang didapat Chelsea saat ini. Anda melihat Spurs dengan cedera-cederanya dan Man United justru sedang bagus-bagusnya.”

“Saya pikir Arsenal, mereka harus bermain seperti yang mereka lakukan melawan Chelsea. Itu jauh lebih baik, intensitas dan penutupannya. Mereka harus bermain seperti itu,” tegasnya.

“Tapi saya pikir Man United adalah kekhawatiran besar bagi siapa saja yang mencoba masuk empat besar – Arsenal, Tottenham dan Chelsea. Man United adalah kekhawatiran besar,” cetusnya.