Arsip Kategori: Berita Bola

Skuat Menua, Bayern Perlu Perombakan

Gelandang Bayern Munich Kingsley Coman menilai skuat yang menua jadi salah satu faktor di balik buruknya performa tim. Ia pun berharap akan ada rekrutan baru.

Bayern sedikit tercecer di Liga Jerman musim ini. Die Roten sudah kalah tiga kali dalam 11 laga, baru mengumpulkan 20 poin, ada di peringkat kelima, dan tertinggal tujuh angka dari Borussia Dortmund yang ada di puncak klasemen.

Coman menilai menurunnya performa Bayern dikarenakan skuat yang menua. Saat ini, rata-rata usia skuat Bayern merupakan yang paling tua di Liga Jerman (27,4 tahun).

Saat kalah dari Dortmund akhir pekan lalu, delapan dari 11 pemain di starting XI Bayern adalah mereka yang juga tampil di final Liga Champions 2013 melawan tim yang sama.

“Kami punya tim yang sangat bagus, tapi benar: timnya sedikit menua. Anda harus berpikir soal pemain-pemain baru di waktu yang tepat,” ujar Coman seperti dilansir ESPN FC.

Di skuat Bayern saat ini, Franck Ribery dan Arjen Robben merupakan yang paling tua dengan masing-masing berusia 35 dan 34 tahun. Sementara beberapa pemain kunci seperti Manuel Neuer, Robert Lewandowski, Javi Martinez, dan Jerome Boateng sudah memasuki usia 30 tahun. Mats Hummels dan Thomas Mueller juga sudah menginjak usia 29 tahun.

Presiden Bayern Uli Hoeness menyebut bahwa sebagian besar pemain akan dipantau dalam beberapa bulan ke depan. Klub berencana untuk melakukan perombakan pada musim panas 2019.

“Tergantung bagaimana mereka bermain. Anda harus bilang kepada para pemain mereka ada di bawah tekanan dalam tiga, empat bulan ke depan,” ujar Hoeness seperti dikutip kicker.

“Kemudian Anda harus melihat siapa yang masih dibutuhkan dan siapa yang tidak,” imbuhnya.

Kisah Kante Tolak Akali Pajak Pendapatan

N’Golo Kante menolak sebuah skema untuk mengakali pajak pendapatannya. Gelandang Chelsea ini cuma mau cara yang normal-normal saja.

Kisah tersebut muncul dari sebuah laporan Football Leaks. Mulanya Kante yang sedang di ambang kepindahan dari Leicester City ke Chelsea mendapatkan kesempatan untuk memecah gajinya untuk mengelabui pajak.

Perusahaan bernama NK Promotions yang terdaftar di Jersey, sebuah wilayah independen di barat Prancis, menawarkan untuk membayarkan 10% gaji Kante di luar Inggris untuk menghindari pajak. Tak jelas apakah perusahaan itu disiapkan koneksi Kante atau Chelsea.

Awalnya pengacara Kante mengindikasikan bahwa kliennya akan menerima skema itu. Tapi kemudian gelandang Chelsea itu menegaskan lewat penasihat pajaknya bahwa dia menolak segala bentuk pembayaran gaji di luar negeri.

“N’Golo itu kaku, dia cuma mau gaji normal saja. Setelah membaca sejumlah artikel di media tentang hak citra dan penyelidikan pajak terhadap sejumlah pemain dan klub, N’Golo semakin khawatir bahwa skema yang ditawarkan kepadanya bisa dipertanyakan oleh otoritas pajak,” ungkap penasihat pajak Kante pada Mei 2017 dalam email ke eksekutif Chelsea.

“N’Golo memutuskan dia tak mau mengambil resiko apapun,” demikian pernyataan dalam surat elektronik tersebut seperti dilansir Fox Sport.

Kante sendiri dikenal sebagai sosok yang tak neko-neko dan juga sederhana. Bahkan sampai 2017 lalu, ketika sudah memenangi Premier League bersama Leicester, Kante terlihat masih mengendari mobil mini cooper yang relatif sederhana untuk seorang pesepakbola top Eropa.

Soal Kante menolak mengakali pajak itu, rekan setimnya di tim nasional Prancis Blaise Matuidi sudah tak heran lagi. Matuidi mengungkapkan pemain 27 tahun itu memang bukan tipe orang yang nakal. “Saya tak terkejut. Dia cuma menjadi seorang N’Golo biasanya. Semuanya sempurna, dia bukan seseorang yang curang, ya kecuali sedikit di permainan kartu,” selorohnya.

Sambangi PSM Tanpa Andritany dan Riko, Persija Tetap Tenang

Persija Jakarta kehilangan beberapa pemain pilar saat menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 2018. Namun begitu, pelatih Stefano Cugurra Teco percaya diri dengan kekuatan timnya.

Persija akan bertandang melawan tuan rumah PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar Jumat (16/11/2018). Duel mempertemukan dua tim teratas Liga 1 2018.

Sebabnya PSM Makassar saat ini menempati puncak klasemen Liga 1 dengan 53 poin, hanya terpaut empat angka dari Persija yang menempel di bawahnya.

Menjelang laga penting itu, tim Ibukota tak bisa diperkuat tiga pemain pilarnya. Andritany Ardhiyasa dan Riko Simanjutak memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Sementara itu, Maman mengalami cedera.

Teco menilai kehilangan pemain bukan sesuatu yang baru bagi Persija. Pelatih asal Brasil tersebut tak khawatir karena dia masih memiliki banyak pemain yang kualitasnya sama.

“Riko pemain sangat bagus bisa bantu tim. Sekarang kami tidak punya dia, kami harus punya solusi sama pemain lain. Kasih latihan buat pemain lain kasih semangat,” ujar Teco dalam rilis yang diterima detikSport, Kamis (15/11/2018).

“Begitu juga Maman, kami punya beberapa stok pemain pengganti sudah main bagus di liga dan AFC. Kami pasti ada pemain lain bisa bantu,” tambahnya.

Persija berpeluang menurunkan Rezaldi Hehanussa yang telah pulih dari cederanya. Menurut Teco kehadiran Rezaldi akan membantu pertahanan Persija.

“Dia bagus sudah bisa ikut latihan kerja keras di latihan. Dia sudah kembali kondisi fisik bagus,” dia menambahkan.

Jasa Guardiola dan Klopp atas Kebangkitan Timnas Inggris

Wayne Rooney menilai para pelatih asing Premier League seperti Pep Guardiola dan Juergen Klopp berjasa atas kebangkitan Timnas Inggris.

Timnas Inggris mengalami peningkatan prestasi usai ditangani oleh Gareth Southgate. Terakhir, Tim Tiga Singa sukses meraih peringkat keempat pada Piala Dunia 2018.

Penampilan apik Inggris di Piala Dunia 2018 terbilang luar biasa karena mereka diperkuat mayoritas pemain muda.

Prestasi Inggris di bawah asuhan Gareth Soutgate ini mampu melampaui torehan generasi emas Inggris yang diperkuat banyak pemain bintang pada Piala Dunia 2006 dan 2010.

Pada dua gelaran Piala Dunia tersebut, Inggris, yang diperkuat pemain seperti Wayne Rooney, Steven Gerrard dan Frank Lampard, tak mampu melangkah ke babak semifinal.

Wayne Rooney yang pernah berada di generasi emas Inggris merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh Tim Tiga Singa saat ini.

“Andai saja kami memiliki pemain-pemain seperti di era ini. Ketika kami lebih fokus pada pembinaan pemain muda dan lebih cerdas dalam persiapan dan pembentukan tim,” kata Rooney dikutip dari SkySport.

Pria berusia 33 tahun ini juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor keberhasilan Inggris di era Gareth Southgate adalah kehadiran banyak pelatih asing berkualitas di Liga Primer Inggris. “Saya pikir banyak manajer asing, seperti Josep Guardiola dan Klopp yang datang ke Liga Primer Inggris, membantu banyak pemain muda kami.”

“Saya tahu ada perdebatan tentang manajer asing di Liga Primer Inggris, tetapi saya percaya apa yang mereka lakukan untuk pemain seperti Raheem Sterling, Kyle Walker, dan pemain lain telah memberi banyak sekali ilmu tentang cara bermain,” ungkap mantan pemain MU ini menambahkan.

Rooney yang kini memperkuat DC United akan melakoni laga perpisahan bersama timnas Inggris saat Tim Tiga Singa berhadapan dengan Amerika Serikat, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB. Pemain didikan Everton ini tak lupa menyampaikan salam perpisahan dengan mengatakan ia akan menonton aksi Tim Tiga Singa sebagai seorang penggemar.

“Ini giliran saya untuk pergi dan menonton timnas Inggris sebagai penggemar, saya akan berusaha untuk menikmati hal ini,” tutur Rooney.

Persija Imbau The Jak Ikut Jaga Poin Demi Gelar Juara

Persija Jakarta memaksimalkan semua lini untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya di sisa musim Liga 1 2018. Jangan sampai angka hilang berkat lawan dan sanksi PSSI.

Persija berduel dengan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata pada Jumat (16/11/2018) mulai pukul 15.30 WIB. Pertemuan dua tim papan atas itu diprediksi menjadi penentu juara Liga 1 2018.

Saat ini, PSM berada di puncak klasemen dengan koleksi 53 poin. Sementara, Persija menempel ketat di bawahnya dengan 49 poin.

Jika PSM menang maka akan lebih sulit lagi untuk dikejar oleh Persija atau beberapa klub di bawahnya, meskipun Macan Kemayoran menyimpan satu laga tunda.

Mereka pun akan habis-habisan meski berstatus tim tamu. Selain itu, mereka meminta agar suporter turut membantu laju Persija. Caranya, tak bikin ulah hingga berpotensi sanksi pengurangamn poin dari PSSI.

Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, berharap suporter menjaga ketertiban dan bersikap sportif apapun hasil akhir pertandingan.

“Dua tim pasti sangat kerja keras buat menang besok apalagi kedua tim sama-sama sedang di papan atas. Kami ingin suporter yang datang tidak membuat masalah di stadion baik di dalam maupun di luar,” ujar Teco dalam rilis yang diterima detikSport, Kamis (15/11/2018).

“Mereka harusnya hanya support saja dan bisa menerima hasil dari pertandingan ini, baik menang, imbang dan seri. Tim yang main terbaik besok bisa menang suporter hanya support saja,” kata Teco.

Teco berharap Persija bisa terus didukung suporternya dalam laga-laga berikutnya.

“Meskipun lebih banyak suporter tuan rumah, tapi Jakmania bisa datang ke sini. Saya pikir buat sepakbola Indonesia harus seperti ini, boleh datang dua suporter dari masing-masing tim,” kata dia.

“Kami, tahun ini, dalam beberapa pertandingan di tempat lain, Jakmania tidak boleh datang. Tapi, sekali lagi saya bilang, sepakbola hanya tiga hasil, yaitu menang, sering, dan kalah. Jadi harus sportif (dalam memberikan dukungan),” ujar dia.

Bisa Turunkan Saddil, Persela Bertekad Balas Kekalahan dari Arema

Persela Lamongan mengusung misi balas dendam kepada Arema FC di pekan ke-31 Liga 1 besok. Persela kemungkinan besar menurunkan Saddil Ramdani.

Persela menjamu Arema di Stadion Surajaya, Jum’at Malam (15/11/2018). Laga itu menjadi kesmepatan Persela menambah tiga poin sekaligus revans.

Pada putaran pertama yang lalu, Persela dipaksa menyerah oleh Arema FC 0-1. Gol semata wayang yang diciptakan Dedik Setiawan menit ke-76.

“Untuk pertandingan melawan Arema, putaran pertama kita kalah 0-1. Di putaran kedua, kami ingin membalas kekalahan tersebut dan meraih poin 3,” kata Aji Santoso, pelatih Persela pada sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Kamis (15/11/2018).

Aji memprediksi laga bergulir snegit. Di bawah kendali Milan Petrovic yang mau merekrut banyak pemain, Arema mengalami perubahan positif.

“Dengan masuknya beberapa pemain seperti Hamka, Konate dan Alvin, tentunya Arema banyak perubahan, dengan pelatih ini juga memberikan faktor positif,” ujar dia.

Aji pun meminta dukungan semaksimal mungkin dari LA-Mania dan Curva Boys di laga itu. Aji optimistis dapat meraih poin penuh untuk mendongkrak posisi Persela di papan klasemen.

“Tapi, tentunya besok kita main di kandang, yang pertama kita harus menjaga poin tiga supaya kita aman dari persaingan papan bawah, dan yang kedua kita menjaga Persela tidak pernah kalah di kandang,” ujar Aji.

Selain itu, kembalinya Saddil Ramdhani juga membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir memiliki lebih banyak pilihan di sisi sayap.

“Karena ada Saddil, ada Dendy, Fahmi, Sugeng dan guntur. Ini menjadi pertimbangan saya siapa yang paling pas untuk mengisi starting line up besok malam,” kata pelatih asal Malang ini.

Saatnya Reus Pakai Nomor 10 Timnas Jerman

Peran pemain nomor 10 di Timnas Jerman kini kosong menyusul pensiunnya Mesut Oezil. Marco Reus menegaskan siap mengambil alih.

Peran pemain nomor 10 atau playmaker di Timns Jerman kini sedang kosong. Oezil, yang sebelumnya memerankannya, memutuskan pensiun pascagagalnya Die Mannschaft di Piala Dunia 2018.

Reus pun mengintip peran itu. Gelandang serang berusia 29 tahun tersebut mengaku siap mengemban peran yang tinggal Oezil sebab dirinya akan maksimal jika bermain di posisi tersebut.

“Jika saya ingin bermain dengan sangat, sangat baik, dan mencetak begitu banyak gol, cara terbaiknya adalah meraihnya dari posisi itu,” kata Reus dilansir ESPN.

Reus sendiri tengah bersinar bersama Borussia Dortmund musim ini. Ia sudah mencetak 11 gol dan 7 assist dari 14 laga bersama Die Borussen di semua kompetisi.

Kendati begitu, Reus menilai keinginannya mengenakan jersey bernomor 10 di Jerman juga tergantung bagaimana sistem permainan Jerman. Reus akan menghormati keputusan pelatih Joachim Loew.

“Itu akan selalu tergantung bagaimana sistem di tim nasional. Tapi jelas, jika memainkan saya sebagai playmaker, saya bisa membayangkan dengan baik soal itu dan saya akan mencoba menyesuaikan diri dengan posisi itu sebaik mungkin,” jelasnya.

Selanjutnya, Timnas Jerman akan melakoni dua pertandingan. Pertama menghadapi Rusia di laga persahabatan, Jumat (16/11), dan menantang Belanda di UEFA Nations League, Selasa (20/11).

Atletico: Jangan Pergi, Oblak

Jan Oblak baru saja mengeluarkan pernyataan yang makin menguatkan spekulasi masa depannya. Oblak pun diminta bertahan di Atletico Madrid.

Penjaga gawang asal Slovenia ini menjelma menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di dunia sejak bergabung ke Atletico dari Benfica pada tahun 2014.

Jan Oblak menjadi kunci utama kuatnya pertahanan Atletico Madrid dalam beberapa musim terakhir. Ini dibuktikan torehan tiga Trofi Zamora yang dia raih, merupakan penghargaan penjaga gawang terbaik di La Liga.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, masa depan Oblak sedang dispekulasikan menyusul belum adanya kontrak baru dari pihak klub. Oblak memang masih terikat kontrak hingga 2021, namun sejumlah pemain bintang lainnya seperti Saul Niguez, Antoine Griezmann, Jose Gimenez, dan Koke sudah menerima kontrak baru.

Maka Oblak dikabarkan tidak nyaman dengan situasi ini dan mulai memikirkan opsi untuk hengkang ke klub yang bisa memberinya gaji lebih besar. Terkait spekulasi tersebut, bek Atletico Juanfran meminta Oblak tak hengkang karena Atletico masih membutuhkannya.

“Saya akan mencoba semaksimal mungkin untuk mempertahankannya dan saya harap dia mau bertahan,” ujar Juanfran kepada El Larguero. “Terkadang pemain memang meninggalkan tim dan ada yang menggantikan, itu bukanlah masalah. Vrsaljko pergi dan Arias datang,” sambungnya.

“Saya akan memberi berapapun yang Oblak mau karena dia pantas mendapatkannya.”

Harapan serupa juga diutarakan mantan kapten Atletico yang kini bermain di Liga Qatar, Gabi, yang ingin Oblak tetap berseragam Atletico musim depan.

“Situasinya sulit. Saya yakin dia akan memperpanjang kontraknya. Saya yakin mereka akan mencapai kesepakatan,” tutupnya.

Conte Tunggu Sampai Juni untuk Comeback Melatih

Antonio Conte masih menganggur setelah meninggalkan Chelsea di musim panas lalu. Pelatih asal Italia itu tak buru-buru melatih lagi.

Conte diberhentikan Chelsea hanya dua musim setelah sukses mempersembahkan titel Premier League dan Piala FA. Pemecatan Conte diyakini tak sekadar soal performa menurun the Blues di liga 2017/18 dimana mereka hanya finis kelima. Keputusan itu turut dilatarbelakangi dengan hubungan Conte yang kurang harmonis dengan beberapa pemain Chelsea.

Di awal musim ini, Conte kerap dikaitkan dengan beberapa klub. Salah satu rumor yang paling santer adalah peluang menjadi pelatih baru Real Madrid usai memecat Julen Lopetegui.

Saat ini, posisi yang ditinggalkan Lopetegui diisi oleh Santiago Solari, yang berstatus sebagai pelatih sementara. Namun, Madrid disebut-sebut berencana mempermanenkan Solari.

Setelah lama bungkam, pria berusia 49 tahun itu berbicara soal rencana masa depannya saat menghadiri penghargaan Panchina d’Oro di Coverciano. Conte mengaungkapkan bahwa dia menunggu sampai musim depan.

“Apakah saya akan segera melatih klub besar? Saya kira saya akan ada di rumah pada hari ini. Saat ini saya sedang beristirahat, menonton beberapa pertandingan dan mengikuti kiprah beberapa rekan,” jawab Conte di Football Italia.

“Dengan tipe seperti saya, saya lebih memilih menunggu sampai Juni untuk mencari pekerjaan baru.”

Conte membangun reputasinya setelah sukses membesut Juventus. Setelahnya, Conte melatih timnas Italia sebelum berkarier di Inggris bersama Chelsea. Apakah Conte berniat melatih di Italia lagi?

“Tak ada yang tak mungkin. Saya orang Italia, merasa baik di sini dan senang untuk bekerja. Tapi, tanpa pengecualian ke luar negeri juga,” tutur dia.

Menanti Debut Sven-Goran Eriksson di Piala AFF 2018

Sven-Goran Eriksson akan membuat debut kepelatihannya di Asia Tenggara. Pelatih Timnas Filipina itu merasa tak ada masalah karena pemahaman sepakbola di seluruh dunia sama.

Filipina akan memulai perjalanan pertamanya di Grup B Piala AFF 2018 dengan menjamu Singapura di Panaad Stadium, Bacolod, Selasa (13/11/2018). Laga ini sekaligus akan menjadi debut Eriksson sebagai pelatih Filipina.

Dia ditunjuk sebagai pelatih kepala pada akhir Oktober lalu dengan durasi kontrak enam bulan. Sebelumnya, Eriksson tak melatih setelah satu tahun lebih.

Melatih untuk Timnas Filipina sekaligus menjadi pengalaman pertama Eriksson di dunia sepakbola Asia Tenggara. Eriksson sebelumnya tercatat sudah pernah melatih di Eropa, Amerika Utara, Afrika, dan Asia.

Pengalaman Eriksson di Asia tercatat saat melatih untuk klub asal China, yakni Guangzhou R&F, Shanghai SIPG, dan Shenzhen.

“Secara pribadi, ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Saya senang. Saya menantikan Piala AFF,” kata Eriksson seperti dikutip dari situs resmi AFF.

“Jika Anda pernah ke Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika, sepakbola kurang lebih sama di seluruh dunia. Maksud saya, tim Filipina, tentu saja, adalah tim Asia, tapi tim ini juga dipengaruhi permainan Eropa dengan banyak pemain ini mendapatkan ilmu sepakbola dari sana,” sambungnya.

“Jadi, saya tidak berpikir ini akan menjadi masalah bagi saya,” tegasnya.