Arsip Kategori: Berita Bola

Gol Salah Bawa Liverpool Memimpin atas Cardiff di Babak I

Liverpool menutup babak I laga kontra Cardiff City di Anfield, Sabtu (27/10/2018) malam WIB dalam posisi unggul 1-0. Gol Mohamed Salah jadi pembeda kedua tim.

Jalannya Pertandingan

Liverpool langsung menguasai pertandingan selepas kick-off. Cardiff langsung menumpuk pemain di kotak penalti untuk membendung serangan tuan rumah.

Di menit ke-10, Liverpool memetik keunggulan. Umpan silang Trent Alexander-Arnold disambar Sadio Mane tapi terhalang bek Cardiff. Bola liar lantas disepak oleh Georginio Wijnaldum ke arah gawang, tapi kembali terhalau.

Baru pada kesempatan ketiga upaya Liverpool membuahkan hasil. Mohamed Salah menyambut bola di sisi kiri di dalam kotak penalti dengan tembakan keras yang meluncur masuk ke gawang.

Tiga menit berselang, Liverpool nyaris saja menggandakan keunggulan. Umpan lambung Salah dari kanan ditanduk Virgil van Dijk yang lolos dari penjagaan. Bola meluncur ke pojok kanan gawang tanpa terjangkau kiper, tapi lantas memantul tiang gawang dan diamankan.

Salah kalah cepat dari kiper Cardiff Neil Etheridge saat mencoba mengejar umpan terobosan, dalam situasi satu lawan satu. Tak lama kemudian, Liverpool meminta penalti usai Salah terjatuh di bawah tekanan bek tim tamu. Wasit bergeming.

Cardiff masih terus bertahan dengan rapat. Percobaan dari Alexander-Arnold dan Salah belum membuahkan hasil.

Cardiff mencoba mengancam Liverpool lewat serangan balik di menit ke-31. Tapi pembacaan serangan yang baik dari Dejan Lovren mengakhiri tusukan Victor Camarasa.

Firmino memainkan bola sebelum kemudian melepaskan tembakan dari depan kotak penalti di menit ke-42. Tak cukup membahayakan gawang Cardiff karena melambung jauh.

Liverpool punya peluang bagus yang digagalkan pertahanan Cardiff di menit-menit akhir babak pertama. Sundulan Adam Lallana menyambar umpan Alberto Moreno dihalau di garis gawang oleh Sean Morrison. Babak pertama berakhir untuk keunggulan Liverpool 1-0 atas Cardiff.

Susunan pemain:

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold, Dejan Lovren, Virgil van Dijk, Alberto Moreno; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Adam Lallana; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Cardiff: Neil Etheridge; Bruno Ecuele Manga, Sean Morrison, Sol Bamba, Joel Bennett; Junior Holiett, Victor Camarasa, Aron Gunnarsson, Josh Murphy; Bobby Reid; Callum Paterson

Jadwal Liga 2 Babak 8 Besar, Rabu (24/10/18)

Gelaran kompetisi sepak bola Indonesia kasta kedua, Liga 2 akan memulai babak delapan besar pada Rabu (24/10/18). Untuk jadwal Liga 2 hari ini, akan ada satu pertandingan yang dimainkan.

Babak delapan besar ini berformat grup, yakni A dan B. Tiap grup dihuni oleh empat klub dari delapan tim yang lolos ke babak ini.

Apalagi regulasi Liga 2 babak delapan besar kali ini berbeda dengan musim lalu, yang home tournament. Sekarang menggunakan sistem kandang-tandang.

Sebelumnya juga klub-klub delapan besar diperbolehkan untuk mengontrak pemain baru. Jadi semakin menarik bagaimana kiprah klub-klub ini untuk lolos ke Liga 1 2019 mendatang.

Pertandingan Rabu 24 Oktober 2018

Jadwal Pertandingan Semen Padang vs PS Mojokerto Putera di Stadion H. Agus Salim, pukul 15.30 WIB (IndiHome dan USEE TV).

Merasa Dirugikan Wasit, Kapten Sriwijaya FC Menangis

Klub sepak bola Sriwijaya FC menelan kekakahan menyakitkan dari PSIS Semarang dengan skor 0-1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Selasa (23/10/18), dalam laga lanjutan kasta teratas sepak bola Indonesia, Gojek Liga 1 2018 .

Seperti biasanya, pelatih dan perwakilan kedua tim hadir memberikan komentarnya pada awal media pasca pertandingan. Dari kubu Laskar Wong Kito dihadiri pelatih anyar Sriwijaya FC, Alfredo Vera, dan sang kapten asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo.

Tidak seperti preskon lainnya, sang kapten Sriwijaya terlihat menetesan air mata. Meski sesekali ia berusaha menyembunyikannya, tapi suaranya yang terpatah-patah membuat ia tidak bisa menutupinya.

Gelandang sepak bola asal Korea Selatan ini mengakui ia sangat sedih karena tim kalah 0-1 dari PSIS Semarang. Tapi bukan karena itu saja, ia sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Hadi Prasetya.

Di laga ini, Yu Hyun-koo merasa timnya banyak dirugikan. Banyak keputusan kontroversi dari keputusan wasit Hadi Prasetya. Jika hal semacam ini dibiarkan makal mencoreng kompetisi liga 1.

“Kenapa kita latihan pagi dan sore setiap hari. Menonton video, membahas kekuatan lawan, tapi jadinya seperti ini,” ucapnya pasca laga diiringi isak tangis.

“Main bola seharusnya tidak seperti ini. Semua harusnya malu melihat sepak bola seperti ini,” tambahnya menjabarkan.

Sekadar informasi, dalam laga PSIS vs Sriwijaya FC kemarin terdapat banyak pelanggaran yang merugikan untuk pihak Laskar Wong Kito.

Wasit Prasetyo Hadi total mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah, dengan bek kiri Sriwijaya FC, Zalnando, harus keluar lapangan terlebih dahulu pada menit ke-64.

Kekalahan ini membuat Sriwijaya FC berada di peringkat 15 klasemen sementara, unggul satu tingkat dari zona degradasi dengan raihan 30 poin.

Jadwal Pertandingan Piala Asia U-19: Timnas Indonesia U-19 vs UEA

Kompetisi Piala Asia U-19 2018 telah memasuki babak akhir penyishan grup, pada jadwal pertandingan Piala Asia U-19 hari ini, sejumlah laga sengit akan berlangsung termasuk Timnas Indonesia U-19 vs Uni Emirat Arab (UEA).

Final matchday Grup A, yang bakal berlangsung serempak nanti malam akan menyajikan duel hidup mati dari empat tim, guna meraih ambisi lolos dari fase grup Piala Asia U-19 2018.

Timnas Indonesia U-19 kembali akan bertanding dan bakal melakoni laga sulit alias mission impossible, pasalnya usai skuat Garuda Muda harus berhadapan dengan sang pemuncak klasemen UEA U-19.

Pasca kalah dari Qatar U-19, langkah Egy Maulana Vikri dan kolega semakin sulit bahkan jika imbang sekalipun Timnas Indonesia U-19 masih harus berharap dari hasil lain, sehingga kemenangan merupakan harga mati dalam laga nanti.

Jadwal Piala Asia U-19 2018: Timnas Indonesia U-19 vs UEA

24 Oktober 2018, Pukul 19:00 WIB

Timnas Indonesia U-19 vs UEA U-19, Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta

Timnas Qatar U-19 vs Chinese Taipei, Pakansari Stadium, Cibinong

Pamit dari Old Trafford, Cristiano Ronaldo Disoraki Fans Manchester United

Ikatan batin antara suporter klub sepak bola Manchester United dan salah satu legenda hidup mereka, Cristiano Ronaldo belum putus.

Pemain yang kini berlaga di Serie A Italia tersebut mendapat sambutan yang luar biasa ketika kembali ke Old Trafford untuk pertandingan sepak bola bergengsi di Benua Eropa, Liga Champions, saat Manchester United menjamu Juventus.

Selama berada di rumah lamanya tersebut, Cristiano Ronaldo terlihat bahagia dan seolah tidak dapat berhenti tersenyum.

Meski sempat membuat para suporter tuan rumah patah hati ketika memutuskan hengkang ke klub sepak bola asal Spanyol, Real Madrid pada tahun 2009 lalu, Ronaldo masih diterima dengan ramah di Old Trafford.

Pertandingan Manchester United vs Juventus sendiri berakhir dengan kemenangan tim tamu 1-0 berkat gol tunggal Paul Dybala di babak pertama.

Dalam pertandingan tersebut, Cristiano Ronaldo nyaris mencetak angka melawan mantan klubnya tersebut jika David De Gea tidak melakukan penyelamatan gemilang.

Ketika tiba saatnya untuk meninggalkan lapangan pasca laga usai, Ronaldo pun memberi salam perpisahan kepada para penonton, terutama pendukung Manchester United yang tidak berhenti bersorak untuknya.

Megabintang sepak bola yang kini sedang terseret kasus dugaan perkosaan tersebut pun melambaikan tangannya seolah ingin berterima kasih kepada suporter tuan rumah.

Interaksi Ronaldo dan pendukung Setan Merah saat pertandingan Manchester United vs Juventus terlihat semakin nyata ketika penonton menyanyikan chant ‘Viva Ronaldo’ yang mungkin sudah lama tidak mereka kumandangkan.

Tidak hanya yang hadir di Old Trafford, aksi berkelas Ronaldo saat laga Manchester United vs Juventus tersebut juga mendapat banyak pujian dari para pengguna media sosial.

Sebagian besar mengaku ikut bahagia melihat sang pemain kembali menginjakkan kaki ke klub yang telah membesarkan namanya itu.

Betapa Kroos Rindu Rasanya Menang

Kemenangan Real Madrid atas Viktoria Plzen membuat Toni Kroos luar biasa lega. Sebab gelandang Madrid itu tak terbiasa dengan laju buruk.

Sebelum menghadapi Viktoria, Madrid berada dalam tren negatif. Los Blancos tidak menang dalam lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.

Dalam laju tersebut, Madrid menelan empat kekalahan. Tiga kekalahan didapat secara beruntun melawan CSKA Moskow, Deportivo Alaves, dan Levante.

Tren buruk tersebut akhirnya terputus di laga melawan Viktoria Plzen di matchday 3 Liga Champions. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Rabu (24/10/2018) dini hari WIB, Madrid menang 2-1.

Kroos pun lega Madrid akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Meski demikian, ia menilai timnya masih butuh perbaikan jelang lawatan ke markas Barcelona di Liga Spanyol, Minggu (28/10/2018), akhir pekan ini.

“Saya benar-benar rindu rasanya menang karena dalam beberapa tahun terakhir, kami begitu terbiasa dengan kemenangan,” ujar Kroos seperti dilansir FourFourTwo.

“Tapi saya selalu yakin kami akan kembali ke jalur kemenangan,” lanjut gelandang Jerman itu.

“Kami harus terus bekerja karena tidak semuanya sempurna. Tentu tidak semuanya juga jelek sebelumnya dan tidak semuanya bagus saat ini. Kami harus terus lanjut. Kami akan menghadapi laga besar di hari Minggu,” katanya.

Acungan Tiga Jari Mourinho Usai Diejek Suporter Juve

Suporter Juventus mengejek Jose Mourinho usai kekalahan Manchester United 0-1 di lanjutan Liga Champions. Mourinho membalas dengan mengacungkan tiga jarinya.

Menjamu Juventus di Old Trafford, Rabu (24/10) dinihari WIB, Setan Merah tak berkutik. MU kesulitan keluar dari tekanan tim tamu sehingga hanya mampu melepaskan enam percobaan dan hanya dua yang on target.

Sebaliknya, Bianconeri bermain dengan nyaman untuk menggempur MU. Sebanyak 14 percobaan diciptakan pasukan Turin itu, yang lima di antaranya mengarah ke sasaran meskipun hanya satu gol yang terlahir dari kaki Paulo Dybala.

Tensi kecil muncul usai pertandingan. Ribuan suporter Juve di stadion menyanyikan lagu bernada cemoohan untuk Mourinho, mengingat sang manajer pernah membesut Inter Milan, rival berat Juve di Italia di masa lalu.

Manajer MU itu tidak diam saja. Mourinho itu mengacungkan tiga hari tangannya ke hadapan Juventini. Isyarat bahwa Mourinho pernah membawa Inter memenangi treble di 2010, pencapaian yang hingga sekarang belum bisa dilakukan Si Nyonya Besar.

“Itu adalah sebuah respons yang jelas,” ungkap Mourinho usai pertandingan kepada Sky Sports Italia, yang dikutip Football Italia.

“Sudah pasti, mereka tidak menyukai saya. Sudah pasti momen terberat mereka adalah Treble kami. Tidak apa-apa.”

Bisakah Arema Patahkan Rekor Apik Bhayangkara di PTIK?

Arema FC akan menyambangi Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 2018. Arema dihadapkan pada rekor apik Bhayangkara di kandang sendiri.

Arema akan menantang Bhayangkara di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (24/10/2018) sore WIB. Bhayangkara belum terkalahkan saat main kandang sejauh ini dengan catatan enam kemenangan dan enam imbang.

Di sisi lain, Arema punya catatan buruk di laga tandang. Singo Edan telah kalah 10 kali dari 13 laga kandang. Empat di antaranya mereka derita secara beruntun baru-baru ini.

Bhayangkara saat ini duduk di posisi keempat dengan 42 poin, hanya tertinggal lima angka dari PSM Makassar di puncak klasemen. Sedangkan Arema menempati posisi ke-12 dengan 34 poin.

Meski demikian, Arema punya modal positif untuk menghadapi ketangguhan Bhayangkara. Kemenangan 3-1 atas tim peringkat kelima Bali United mendongrak kepercayaan diri Arema.

“Jika Anda melihat di klasemen, Bhayangkara punya peluang yang cukup untuk menjadi juara,” kata pelatih Arema Milan Petrovic dalam konferensi pers di Stadion PTIK.

“Kami tahu Bhayangkara mungkin tidak memainkan sepakbola yang atraktif, tapi mereka merupakan tim yang sangat kuat dan saya menghormati mereka,” sambungnya.

“Jika kami bisa bermain seperti saat kami mengalahkan Bali United, saya pikir kami akan mendapatkan satu poin atau mungkin lebih,” tegasnya.

Alcacer: Dua Tahun di Barcelona Tidak Sia-sia Kok

Karier Paco Alcacer di Barcelona tak mengilap karena minimnya waktu bermain yang ia dapat. Meski demikian, Alcacer tetap merasa ada hal positif yang ia petik.

Alcacer gabung Barca dari Valencia pada musim panas 2016. Namun pada musim panas lalu, penyerang 25 tahun itu dipinjamkan ke Borussia Dortmund.

Selama dua musim di Barca, Alcacer tak banyak dapat kesempatan bermain. Itu tak lepas dari posisinya yang hanya merupakan penyerang pilihan keempat di belakang trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Alcacer tercatat cuma 14 kali jadi starter di Liga Spanyol selama dua musim bersama Barca. Secara keseluruhan, ia main 50 kali di semua kompetisi dan bikin 15 gol.

Meski demikian, Alcacer merasa waktunya di Barca tak sia-sia. Pemain Spanyol itu mengaku berkembang, baik sebagai pemain maupun seorang pribadi, selama di Barca.

“Beberapa mungkin berpikir kalau saya mungkin sudah kehilangan dua tahun terakhir dari sudut pandang mereka. Saya kira tidak begitu,” ujar Alcacer dalam wawancara dengan Marca.

“Dalah hal menit bermain memang saya maunya lebih banyak, tapi saya juga sudah banyak berkembang sebagai seorang pesepakbola dan pribadi.”

“Saya tidak dapat menit bermain di Barcelona seperti yang diinginkan dan sekarang saya mendapatkannya dan segalanya berjalan baik,” katanya.

Kini Alcacer tengah bersinar bersama Dortmund. Ia sudah mencetak delapan gol hanya dalam lima pertandingan.

‘Kesalahan Akan Membuat Donnarumma Lebih Baik Lagi’

Gianluigi Donnarumma banyak disalahkan usai AC Milan kalah dari Inter Milan dalam derby della Madonnina akhir pekan lalu. Julio Cesar membelanya.

Milan kalah 0-1 dari Inter di laga derby yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Senin (22/10/2018) dini hari WIB. Gol Icardi di masa injury time memenangkan Inter.

Gol Icardi tercipta karena kesalahan. Berawal dari crossing dari sisi kiri pertahanan Milan, Donnarumma salah mengantisipasinya sehingga ia gagal menjangkau bola. Icardi yang sedikit tak terkawal, mampu menyundul bola masuk ke gawang Milan.

Usai laga, Donnarumma banyak disorot karena kesalahan mengantisipasi bola crossing itu. Pelatih Gennaro Gattuso sempat memberi pembelaan, dengan menilai kekalahan itu ditelan karena kesalahan secara tim, bukan individu. Dalam hal ini Donnarumma.

Kini, pembelaan datang dari Julio Cesar. Mantan kiper Inter Milan pada musim 2005-2012 itu menyebut kesalahan yang dilakukan Donnarumma adalah hal yang wajar terjadi, apalagi sang kiper masih belia yakni baru 19 tahun.

“Kami bisa menyoroti seorang penjaga gawang, saya juga membuat beberapa kesalahan, tetapi itu karena saya salah membaca arah bola atau karena pemain tidak bertahan dengan baik. Kenapa tidak menyoroti [Pepe] Reina misalnya? Saya tidak suka mengkhianati sesama penjaga gawang, Donnarumma sangat kuat, ia membuat debut pada usia 16 tahun,” kata Julio Cesar dilansir Calciomercato.

“Dia melakukan kesalahan, tetapi Anda tidak bisa menyalahkannya; ia masih memiliki punya banyak ruang yang untuk berkembang, mulai dari pengalaman yang bisa ia dapatkan terus menerus.”

“Kesalahan ini juga akan membantunya. Szczesny melawan Genoa juga jadi kasus yang sama: mereka berada di situasi sulit bagi kiper, tetapi mereka sedikit lengah. Dengan Icardi di depan gawang, ada banyak alasan Anda tidak akan mampu menjaganya karena ia bisa menghukum Anda,” jelasnya.