Arsip Kategori: Berita Bola

AC Milan Diredam Torino Tanpa Gol

AC Milan gagal meraih poin penuh saat menjamu Torino di pekan 16 Liga Italia. Meski membuat cukup banyak peluang, Rossoneri dipaksa puas dengan hasil imbang 0-0.

Bermain di San Siro, Senin (10/12/2018) dinihari WIB, Milan mendapatkan kembali beberapa pemain pentingnya. Di lini depan Gennaro Gattuso bisa kembali menurunkan duet Gonzalo Higuain dan Patrick Cutrone.

Namun kombinasi keduanya tetap tak mampu memberi gol untuk Milan. Melepaskan total 16 tembakan sepanjang 90 menit, cuma tiga tembakan yang mengarah ke gawang.

Hasil imbang tanpa gol ini tak menggeser posisi Milan di urutan empat klasemen Liga Italia dengan poin dikumpulkan berjumlah 26. Sementara Torino ada di tangga keenam dengan koleksi poin berjumlah 22.

Jalannya Pertandingan

Milan langsung dapat ancaman berbahaya di lima menit pertama pertandingan. Tandukan Iago Falque yang menyongsong crossing dari Cristian Asnaldi memaksa Gianluigi Donnarumma berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Milan balas mengancam melalui Higuain, yang baru comeback setelah menjalani larangan bermain dua laga. Namun upaya striker asal Argentina itu dihentikan dengan tekel bersih dari Nicolas Nkoulou.

Kedua tim kemudian terlibat jual-beli serangan. Tendangan Andrea Belotti dari jarak dekat masih melenceng dari sasaran. Sementara Upaya Hakan Calhanoglu menyongsong umpan Suso dihentikan oleh Armando Izzo.

Gawang Milan nyaris kebobolan saat tendangan Belotti mengarah ke gawang setelah terlebih dulu membentur Cristian Zapatan. Namun sekali lagi Donnaruma membuat penyelamatan gemilang untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

VAR sempat digunakan saat Milan mengklaim telah terjadi hand ball di kotak penalti Torino. Namun tayangan ulang video menyatakan tangan Nkoulou tidak menyentuh bola.

Di awal babak kedua Torino memaksa Milan lebih banyak bermain di wilayahnya sendiri. Namun dari peluang yang berhasil dikreasikan tak satupun bisa menjadi gol.

Tiga menit sebelum pertandingan tuntas Milan punya peluang emas melalui Cutrone. Mendapat sodoran bola dari Zapatan, tendangan Cutrone dari jarak dekat melebar ke tiang jauh.

Peluang terakhir Milan datang dari tandukan Higuain untuk menyongsong tendangan sudut. Bola yang disundul Higuain disapu Koffi Djidji saat akan masuk ke gawang.

Di akhir laga wasit memberi kartu merah pada pelatih Torino, Walter Mazzarri. Tapi itu tak berpengaruh banyak pada pertandingan, skor akhir laga bertahan di angka 0-0.

Susunan Pemain

Milan: G Donnarumma; Calabria, Abate, Zapata, Rodriguez; Suso, Kessie, Bakayoko, Calhanoglu (Castillejo 70); Cutrone, Higuain

Torino: Sirigu; Izzo, Nkoulou, Djidji; Aina, Meite, Rincon, Baselli (Lukic 80), Ansaldi (Berenguer 90); Iago Falque (Zaza 69), Belotti

Neymar yang Tengil Menginspirasi Jadon Sancho

Selain kerap diving, Neymar berulang kali dikritik karena aksi individunya dianggap sengaja dilakukan untuk membuat malu lawan. Hal itu justru membuat Jadon Sancho mengidolai bintang Brasil tersebut.

“Saat tumbuh besar, pemain favorit saya adalah Ronaldinho. Itu bisa langsung terlihat (karena kualitasnya). Dia adalah pemain hebat dan selalu tersenyum. Sekarang (pemain favorit saya) adalah Neymar karena dia berbeda,” ucap Jadon Sancho di Skysports.

Meski Neymar kerap melakukan aksi-aksi yang dinilai orang sengaja dilakukan untuk mempermalukan lawan, Sancho menilai Neymar melakukan itu semua hanya untuk menjadi dirinya sendiri. Sancho memuji Neymar sebagai pemain yang bisa mengekspresikan diri di atas lapangan.

“Dia membuat pemain lawan terlihat konyol. Mungkin itu tak baik, tapi ia hanya menjadi diri sendiri, mengekspresikan dirinya, dan saya mencintai itu.”

“Orang-orang mungkin tak takut melakukan hal yang dia lakukan, tapi mereka tak akan bisa melakukan apa yang dilakukan (Neymar). Saya hanya berpikir ketika Anda berbeda, Anda bisa lebih menonjol dan saya senang ketika seorang pemain menonjol karena itu berbeda. Individualitas di lapangan yang Anda tak bisa lihat setiap hari,” tutur pemain muda Borussia Dortmund itu.

Simic Tak Mau Persija Jakarta Jadi Tim Musafir Lagi

Marko Simic menyampaikan harapannya jika terus bersama Persija Jakarta. Dia tak mau Macan Kemayoran main kandang di luar Jakarta musim depan.

Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018 setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (9/12/2018) sore WIB. Seluruh gol Persija dicetak oleh Simic.

Simic masih punya kontrak bersama Persija untuk musim depan dan sempat dapat penawaran kontrak baru. Belum ada respons soal tawaran itu dari Simic, namun yang pasti dia ingin Persija tidak lagi menjadi tim musafir musim depan.

Hampir seperempat musim ini, Persija bertanding di luar Jakarta. Mereka memakai Bantul dam Bekasi sebagai kandang.

“Jika saya bertahan di Persija, maka tidak ingin main kandang di luar Jakarta. Motivasi saya cetak gol di Bantul tidak terlalu bagus,” ungkap Simic di mixed zone Stadion GBK.

“Tapi, waku minggu lalu di Bali sangat luar biasa. Saya senang sekali main di Bali. Dukungan The Jakmania di sana luar biasa dan berpengaruh terhadap permainan saya. Saya ucapkan terima kasih dan saya harap bisa bertemu lagi,” sambungnya.

Simic udah mencetak 18 gol untuk Persija sepanjang musim ini. Dia kalah tiga gol dari Aleksandar Rakic yang cetak 21 gol untuk PS Tira dan menyabet gelar top skor.

Selain gagal menyabet gelar top skor, Simic juga tak mampu mendapat status pemain terbaik Liga 1 2018. Pria asal Kroasia itu kalah rekan satu tim di Persija, yakni Rohit Chand.

“Tidak apa-apa tak dapat gelar pribadi. Tapi, ini semua berkat kerja sama tim. Terpenting adalah kami menang Liga 1 setelah 17 tahun. Ini luar biasa,” katanya.

Menang Lewat Perpanjangan Waktu, River Plate Juara Copa Libertadores

Drama panjang final Copa Libertadores akhirnya berakhir. Lewat pertandingan yang juga berjalan dramatis, River Plate juara setelah menang 3-1 atas Boca Junior di leg 2.

Dalam pertandingan leg kedua yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu, Senin (10/12/2018) dinihari WIB, River Plate menang 3-1 setelah bertarung selama 120 menit. Hasil ini membuat River Plate unggul agregat 5-3 atas Boca Juniors setelah pada leg pertama kedua tim berimbang 2-2.

Kemenangan River Plate di leg kedua ini didapat dengan susah payah karena mereka justru tertinggal lebih dulu. Di menit 44 Dario Benedetto mencetak gol yang membuat Boca unggul 1-0.

Lucas Pratto kemudian membuat River Plate kembali dalam posisi sama kuat setelah mencetak gol di menit 67. Skor 1-1 (agregat 3-3) bertahan sampai wasit meniupkan peluit panjang. Ini membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Kemalangan Boca dimulai di menit 92, saat mereka kehilangan satu orang pemainnya. Wilmar Barrios dapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan.

Bermain dengan 10 orang membuat Boca kesulitan. River Plate memanfaatkan kondisi ini dengan mencetak gol kedua mereka di menit 109. Adalah Juan Quintero yang membuat River Plate gantian memimpin. Kemenangan River Plate akhirnya dipastikan di menit 120. Gonzalo Martinez mencetak gol untuk membuat River Plate memenangi Superclasico dan berhak atas titel juara Copa Libertadores musim ini.

Setelah leg pertama digelar di kandang Boca Junior pada 12 November, laga leg kedua sempat tertunda sampai dua kali. Faktor keamanan menjadi penyebab dilakukannya penundaan tersebut. Sampai pada akhirnya disepakati kalau leg kedua dilangsungkan di luar Argentina, di mana Santiago Benabeu pada akhirnya dipilih sebagai ‘kandang’ untuk River Plate.

Susunan Pemain

River Plate (4-1-4-1): Franco Armani; Gonzalo Montiel (’73 Camilo Mayada), Jonathan Maidana, Javier Pinola, Milton Casco; Leonardo Ponzio (’59 Juan Quintero); Ignacio Fernandez (‘111 Bruno Zuculini), Enzo Perez, Exequiel Palacios (’97 Julian Alvarez), Gonzalo Martinez; Lucas Pratto.

Boca Juniors (4-3-3): Esteban Andrada; Julio Buffarini (‘111 Carlos Tevez), Carlos Izquierdoz, Lisandro Magallan, Lucas Olaza; Nahitan Nandez, Wilmar Barrios, Pablo Perez (’89 Fernando Gago); Sebastian Villa (’96 Leonardo Jara), Cristian Pavon, Dario Benedetto (’62 Ramon Abila)

Unai Emery Tolak Hukum Pemain Arsenal yang Pesta Gas Tertawa

Unai Emery menolak keras untuk menghukum para bintang Arsenal yang tertangkap kamera tengah menghirup ‘hippy crack’ (gas tertawa/dinitrogen oksida) dalam sebuah pesta pribadi di sebuah klub malam di London beberapa bulan lalu.

Pelatih Arsenal, Unai Emery, telah samar-samar memandang masalah yang disebut The Sun sebagai ‘skandal’ yang mengemuka jelang pengujung pekan ini. Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Mesut Ozil, Sead Kolasinac dan Matteo Guendouzi tertangkap kamera sedang berpesta sembari menghirup gas dinitrogen oksida melalui beberapa balon (gas tertawa) di sebuah klub malam yang mewah di London Barat.

Malam yang buruk itu terjadi ketika para pemain mendapat waktu luang, sekitar bulan Agustus, sebelum Liga Premier musim 2018/19 ini dimulai. Mereka berpesta untuk menghabiskan waktu luang dan menikmati gas tertawa yang memang ngetren di kalangan anak muda di Inggris yang menimbulkan efek halusinasi serta euforia.

Kegiatan mereka terekam kamera CCTV di ruang tersebut, hingga akhirnya bocor ke media bulan ini. Walau gas tertawa bukan sesuatu yang ilegal seperti halnya narkoba, namun gas tersebut tak boleh diperjual-belikan secara bebas.

Terkait masalah ini, pelatih Arsenal Unai Emery dengan tegas menolak menjatuhkan sanksi kepada para pemainnya tersebut. Tapi, pesta tengah musim akan mendapat perhatian lebih dari pelatih asal Spanyol itu.

“Para pemain akan diajak berbicara tentang hal ini – dan kami akan mengingatkan tanggung jawab mereka sebagai wakil klub,” demikian pernyataan resmi Arsenal.

Mesut Ozil kini kembali mendapat masalah dan akan melewatkan pertandingan Sabtu ini melawan Huddersfield di Emirates. Sementara top skorer Liga Premier, Pierre-Emerick Aubameyang, akan tampil sebagai starter – dengan Lacazette, Kolasinac dan Guendouzi yang juga akan berada dalam skuad the Gunners yang menjamu Huddersfield.

Sebelumnya, bintang Inggris Raheem Sterling dan Kyle Walker juga tertangkap pernah menggunakan gas tertawa atau yang ngetop disebut ‘hippy crack’, yang sebenarnya tidak ilegal untuk dimiliki tapi tidak boleh beredar bebas.

Juventus Samai Rekor Tak Terkalahkan PSG di Awal Musim

Juventus samai catatan awal musim terbaik setelah 15 pertandingan di lima liga top Eropa, menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Inter Milan dalam Derby d’Italia, Sabtu (8/12) dinihari tadi.

Sundulan Mario Mandzukic di babak kedua membawa Juventus sukses bukukan kemenangan kandang 1-0 melawan Inter Milan. Lewat kemenangan ini pula Juventus kini memperlebar jarak 11 poin dari Napoli yang berada di posisi kedua, dan hampir dipastikan bisa berjalan mulus raih Scudetto ke-8 mereka secara beruntun.

Lewat poin tambahan di laga kontra Inter Milan ini, Juve mengumpulkan 43 poin dalam 15 pertandingan musim ini. Si Nyonya Tua pun berhasil samakan rekor tak terkalahkan yang sebelumnya dikantongi PSG awal bulan ini.

PSG sebelumnya memenangkan 14 pertandingan pertama mereka di awal musim ini di bawah asuhan pelatih baru, Thomas Tuchel. Namun, kini Les Parisiens menjatuhkan poin mereka untuk pertama kalinya dalam hasil imbang 2-2 di Bordeaux pada akhir pekan lalu.

Rekor Juventus ini dibukukan sejak Genoa mampu mengklaim hasil imbang 1-1 di J-Stadium pada 20 Oktober lalu. Bianconeri juga berhasil mempertahankan lima clean sheet berturut-turut di semua kompetisi.

Kedua tim berada di jalur mempertahankan gelar yang mereka menangkan dengan mudah tahun lalu, di mana keberhasilan di kompetisi Eropa kini menjadi target PSG dan Juventus, setelah dominasi domestik mereka terus berlanjut.

Lewat kemenangan beruntun dalam 15 pertandingan, Juve kini kantongi poin 43 di posisi teratas klasemen sementara Serie A. Tentunya terlihat menyolok, karena Napoli yang bertengger di peringkat dua ‘hanya’ kumpulkan poin 32.

Persebaya Surabaya Tekad Kalahkan PSIS Semarang di Pekan Terakhir

Persebaya Surabaya harus menang saat menjamu PSIS Semarang di pekan terakhir Liga 1 Indonesia, Sabtu (8/12) sore, jika tak ingin terlempar dari posisi enam Liga 1 Indonesia.

Pertemuan antara Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang sore ini diperkirakan akan berlangsung sengit. Pasalnya, selain Persebaya yang mengejar kemenangan, PSIS pun tak mau kalah agar bisa memperbaiki posisinya di papan klasemen akhir.

Saat ini, Persebaya Surabaya berada di peringkat enam dengan koleksi 47 poin. Sedangkan PSIS Semarang bertengger di posisi sembilan dengan 46 poin.
Laga vs PSIS Tetap Laga Penting

“Laga melawan PSIS tetap penting, karena peringkat keenam yang kini ditempati Persebaya yang jadi taruhannya. Kami tak mau digusur PSIS di klasemen akhir,” tandas pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia.

Karena itulah, Djadjang meminta skuad Bajul Ijo tetap tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dia juga berharap, anak asuhnya bisa memaksimalkan keuntungan mereka sebagai tuan rumah yang pastinya akan didukung ribuan suporter fanatik Persebaya.

Persebaya pastinya akan tampil dengan dukungan puluhan ribu suporternya, setelah tiket pertandingan antara Persebaya kontra PSIS sudah laku terjual sejak H-4 pertandingan sore nanti.

Sayangnya, Persebaya tak akan diperkuat dua pemain pilarnya, yakni Osvaldo Haay dan Fandry Imbiri. Jika Osvaldo absen karena jalani sanksi akumulasi kartu kuning, Fandri ijin pulang ke Papua karena ada saudaranya yang sakit keras.
PSIS Bakal Tanpa Beban

Sementara itu, PSIS dipastikan akan tampil tanpa beban dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Pasalnya, tim Mahesa Jenar sudah dipastikan akan bertahan di Liga 1 Indonesia musim depan.

Tapi, pelatih PSIS Jafri Sastra juga tegaskan, timnya tetap akan tunjukkan penampilan terbaik di kandang Persebaya. “Kami hadir di Surabaya tidak untuk formalitas. Laga nanti tetap dijalani dengan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Kami ingin memperbaiki peringkat kami di papan klasemen,” tandas Jafri Sastra.

Di laga lawan Persebaya nanti, PSIS lagi-lagi tak bisa mainkan gelandang andalannya, Ibrahim Conteh. Alasannya, Conteh masih harus jalani sanksi skorsing dari Komisi Disiplin PSSI.

Perkiraan Susunan Pemain

Persebaya (4-3-3): Miswar Saputra; Abu Rizal Maulana, Otavio Dutra, OK John, Ruben Sanadi; Misbakus Solikin, Rendi Irwan, Fandy Eko Utomo; Oktafianus Fernando, David da Silva, Irfan Jaya. Cadangan: Dimas Galih, Andri Muladi, Rachmat Irianto, Mochammad Syaifuddin, Irvan Febrianto, Riky Kayame, Ferinando Pahabol, Muhammad Hidayat.

PSIS (4-3-3): Jandia Eka Putra; Safrudin Tahar, M Rio Saputra, Petar Planic, Gilang Ginarsa; M Yunus, Bayu Nugroho, Nerius Alom; Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, Komarudin. Cadangan: Joko Ribowo, Fauzan Fajri, Akbar Riansyah, Hafit Ibrahim, Gustur Cahyo, Aldaier Makatindu.

Atletico Madrid Bidik Bintang Celta Vigo Gantikan Diego Costa

Atletico Madrid putus asa dengan tersedianya alternatif di lini serang mereka, dan membidik bintang Celta Vigo, Maxi Gomez, untuk gantikan Diego Costa yang tengah cedera.

Setelah datang dari Chelsea pada Januari lalu, Diego Costa berhasil unjuk gigi dan jadi mesin gol bagi Atletico Madrid. Sayangnya, masalah kebugaran saat ini sedang mengganggu pemain internasional Spanyol tersebut.

Sedangkan striker lainnya, Nikola Kalinic – yang dipinjam Atletico Madrid dari AC Milan, tampil mengecewakan walau berhasil mencetak gol saat Atleti menang atas Sant Andreu di ajang Copa del Rey.

Pemain asal Kroasia itu tak dianggap sebagai alternatif yang pas untuk gantikan Diego Costa. Dalam beberapa hari terakhir ini, Los Rojiblancos telah mempercepat upayanya untuk datangkan striker baru pada Januari mendatang. Apalagi, Costa harus absen cukup lama, sekitar tiga bulan.

Atletico pun melirik Maxi Gomez yang jadi andalan di Celta Vigo. Sesama klub La Liga itu sendiri telah beberapa kali menolak tawaran yang datang, baik dari Inggris maupun China. Namun, Atletico tetap akan mencoba untuk sodorkan tawaran untuk pemain asal Uruguay tersebut.
Terganjal Limit Gaji Pemain

Andrea Berta yang akan memimpin perekrutan pemain di Atletico pada jendela transfer musim dingin nanti, mengingatkan akan beberapa penghalang terkait keinginan Atleti membawa Maxi Gomez ke klub ibukota Spanyol itu.

Batas gaji di LaLiga Santander menjadi salah satu masalah, karena Atletico telah mengeluarkan dana sebesar 293 juta euro (sekitar Rp4,8 triliun) untuk membayar gaji para pemainnya, dan ini sudah mencapai batas yang ditetapkan LaLiga. Kecuali, ada pemain lain yang pergi, dan tidak ada pemain lain yang datang, walau Kalinic dan Gelson Martins bisa pergi pada Januari nanti setelah keduanya tak bisa diandalkan.

Gomez memiliki klausul pembelian dalam kontraknya, namun dengan nilai klausa yang sekitar 50 juta euro (Rp826 miliar), tidak mungkin tawaran seperti itu bisa dibuat. Atleti menghabiskan banyak dana pada musim panas lalu, walau mereka punya stadion untuk membayarnya.

Bisa dipahami jika Los Rojiblancos hanya akan benar-benar bersedia membayar setengah dari klausul pelepasan Maxi Gomez. Namun, bisa dipastikan hal ini tak akan dikabulkan Celta Vigo.

Pep Guardiola: Manchester City Tak akan Dilarang Berlaga di Liga Champions

Pep Guardiola menegaskan, Manchester City tidak akan dilarang dari Liga Champions setelah ia mendapat jaminan dari hirarki klub.

UEFA sedang menyelidiki tuduhan bahwa jawara Liga Premier tersebut telah menyembunyikan jutaan poundsterling investasinya untuk menghindari aturan Play Fair Financial (PFF).

Tuduhan yang dilayangkan media Jerman, Der Spiegel, itu mengklaim pemilik Manchester City asal Abu Dhabi telah menggelembungkan perjanjian sponsor untuk hindari hukuman dari otoritas sepakbola Eropa.

Jika mereka ditemukan bersalah, pelarangan berlaga di Liga Champions menjadi salah satu sanksi potensialnya.

“Kami tidak akan dilarang (bermain di Liga Champions), tidak. Itulah yang saya pikirkan, karena saya percaya pada pimpinan saya, CEO saya, dan apa yang telah mereka jelaskan kepada saya. Saya percaya pada mereka,” ujar Pep Guardiola yang ditunjuk untuk wakili Manchester City meraih hadiah terbesar sepakbola klub Eropa tersebut.

“Jika itu terjadi, karena UEFA memutuskan itu, kami akan menerimanya dan tetap move on,” tambahnya.
UEFA Masih Menyelidiki Laporan Football Leaks

Awal pekan ini, Presiden UEFA Aleksander Ceferin membenarkan tuduhan itu dan pihaknya sedang lakukan penyelidikan.

Manchester City diguncang serangkaian laporan Der Spiegel bulan lalu. Email dan dokumen yang diperoleh platform whistle blower, Football Leaks, mengklaim untuk mengungkapkan sepenuhnya langkah-langkah City untuk menyeimbangkan pembukuan mereka, sambil melanjutkan pengeluaran luar biasa pada sejumlah pemain berbakat kelas dunia.

Kabar akan dilarangnya Manchester City berlaga di Liga Champions mengemuka jelang pertandingan terakhir fase grup the Citizens melawan Hoffenheim, Kamis (13/12) pekan depan. Pada akhir pekan ini, City juga disibukkan dengan persiapan laga di kandang Chelsea, yang akan digelar pada Minggu (9/12) dinihari nanti.

Penyelesaian Akhir yang Membedakan Juventus dan Inter

Inter Milan kecewa berat usai gagal meraih setidaknya satu poin di kandang Juventus. Inter pun mengakui penyelesaian akhir Juventus lebih baik.

Inter kalah 0-1 saat melawat ke Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dinihari WIB di lanjutan Serie A. Gol tunggal Juventus dicetak oleh Mario Mandzukic pada menit ke-66.

Kedua tim bermain terbuka di pertandingan ini dan punya momen menarik masing-masing. Inter tercatat punya 12 percobaan, satu mengarah ke gawang dan satu membentur tiang, sementara enam diblok.

Juventus membukukan 18 tembakan, di mana lima tepat target. Penguasaan bola sendiri berada di angka 50%-50%.

Bek Inter Joao Miranda menilai Inter tak kalah tangguh dari Juventus. Yang membedakan adalah Juventus bisa memaksimalkan salah satu peluang menjadi gol, sementara Inter tidak.

“Ini kekalahan yang berat, karena kami tampil tangguh di babak pertama dan kemudian melewatkan beberapa peluang bagus,” kata Miranda dilansir Football Italia.

“Juve adalah tim bagus dan memaksimalkan peluang mereka untuk bikin gol. Perbedaannya adalah Juve punya peluang dan mengonversinya jadi gol, sementara kami punya lebih banyak peluang tapi masih tak bisa menjebol gawang.”

“Apapun itu, malam ini kami membuktikan bahwa Inter sekuat Juventus. Kami cuma harus mengeksekusi peluang-peluang dengan lebih baik,” imbuhnya.