Arsip Kategori: Berita Bola

Mourinho kepada MU: Tertekan Main di Old Trafford? Lebih Baik di Rumah Saja

Jose Mourinho berharap para pemain Manchester United bisa mengatasi tekanan bermain di Old Trafford. Musim ini catatan MU kala bermain di kandang tidak bagus.

MU cuma menang tiga kali dalam sembilan pertandingan kandang di semua kompetisi musim ini. Yang teranyar, Setan Merah ditahan imbang Crystal Palace 0-0 di Premier League akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan, MU mencatat tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kali kalah dalam sembilan laga di Old Trafford musim ini. Salah satu kekalahan didapat di Liga Champions saat Paul Pogba dkk ditaklukkan Juventus 0-1 pada matchday 3.

Tengah pekan ini, MU akan kembali berlaga di Old Trafford. Mereka akan menjamu Young Boys di matchday 5 Liga Champions, Rabu (28/11) dini hari WIB, dan akan lolos ke 16 besar jika bisa meraih kemenangan.

Melihat catatan kandang yang sedang tidak oke, Mourinho menyangkal bahwa MU lebih senang main di laga tandang. Manajer asal Portugal itu pun berharap para penggawa MU bisa mengatasi tekanan di Old Trafford dengan baik.

“Kalau merasa tertekan, lebih baik tinggal di rumah saja — dan ketika saya bilang rumah bukan berarti stadion kandang, saya bilang rumah ya rumah dan menonton TV saja,” ujar Mourinho seperti dilansir ESPN FC.

“Ketika orang-orang datang untuk memberi dukungan, ayolah. Saya tidak merasakan tekanan bermain di kandang.”

“Saya pikir mengatakan kalau kami lebih memilih bermain tandang daripada kandang itu tidak menghormati stadion dan fans. Saya sepenuhnya menyangkal itu.”

“Apakah saya lebih memilih bermain melawan Young Boys di sini atau tandang ke Bern (markas Young Boys)? Saya akan langsung bilang bermain di kandang. Selalu,” katanya menegaskan.

Tanah Italia Sedang Ramah untuk Madrid

Real Madrid akan tandang ke markas AS Roma pada matchday 5 Liga Champions. Catatan apik El Real di Italia membuat mereka layak percaya diri jelang laga ini.

Laga Roma versus Madrid pada matchday 5 Grup C Liga Champions akan berlangsung di Stadion Olimpico, Rabu (28/11/2018) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama berpeluang besar mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Berstatus tim tamu, Madrid bermodal catatan apiknya selama berlaga di Italia di Liga Champions. Dalam tiga musim terakhir, Madrid selalu dapat hasil bagus saat bertanding di Italia.

Dilansir dari Marca, El Real selalu meraih kemenangan dalam lawatannya ke Negeri Pizza dalam tiga musim terakhir. Klub ibu kota Spanyol itu meraih empat kemenangan dari empat laga yang mereka mainkan.

Rangkaian hasil bagus Madrid di Italia dimulai di awal kepelatihan Zinedine Zidane. Pada saat itu, Madrid mengalahkan Roma 2-0 di Stadion Olimpico pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2015-2016.

Madrid kemudian kembali ke Italia untuk memainkan laga babak final yang digelar di San Siro, Milan. Di sana, Madrid meraih gelar Liga Champions yang ke-11 usai mengalahkan mengalahkan Atletico Madrid via adu penalti.

Satu musim berselang, Los Blancos kembali berkesempatan mengunjungi Italia. Kali ini mereka tandang ke markas Napoli pada leg kedua babak 16 Liga Champions. Kemenangan 3-1 mampu diraih Madrid pada laga itu.

Yang terakhir, Madrid mengguncang Italia pada Liga Champions musim lalu kala membantai Juventus 3-0 di Stadion Allianz pada leg pertama babak perempatfinal. Gol salto Ciritiano Ronaldo ke gawang Gianluigi Buffon jadi salah satu yang paling ikonis dari laga itu.

Kini patut kita nantikan apakah Roma mampu menghentikan tren positif Madrid di Italia. Atau justru Madrid yang akan memperpanjang rentetan kemenangannya.

Main Bertahan Lawan City Sama Saja Bunuh Diri untuk Lyon

Lyon takkan main bertahan meski menghadapi tim sekelas Manchester City. Los Gones siap menyerang demi tiket lolos ke 16 besar.

Lyon akan menjamu City pada matchday V Liga Champions di Groupama Stadium, Rabu (28/11/2018) dinihari WIB. Ini jadi pertemuan kedua tim setelah kemenangan 2-1 di kandang City September lalu.

City tentu tak ingin kekalahan itu terulang lagi dan mereka tentu diunggulkan untuk menang pada pertemuan kali ini, jika melihat performa belakangan ini. Pasalnya sejak duel kontra Lyon itu, City belum terkalahkan sama sekali.

Sementara, Lyon cenderung naik-turun dalam kurun waktu yang sama termasuk meraih tiga hasil imbang beruntun di laga grup ini. Maka itu modal kemenangan di matchday pertama itu nyaris hilang tak berbekas dan mereka malah ada di posisi kedua grup dengan enam poin, selisih tiga angka dengan City.

Maka itu, demi menjaga kans lolos ke 16 besar, Lyon wajib memenangi partai ini agar Hoffenheim (3 poin) di posisi ketiga tak bisa mengejar. Sepakbola menyerang pun bakal diterapkan oleh Lyon meski itu bakal berisiko besar menghadapi tim sekelas City.

Punya pemain menyerang seperti Nabil Fekir dan Memphis di lini serang bakal dimaksimalkan oleh pelatih Lyon Bruno Genesio.

“Kami harus bermain dengan fokus penuh. Ini adalah tim yang begitu superior ketimbang kami di atas kertas. Kami harus tampil 150 persen untuk menang,” ujar Genesio seperti dikutip FourFourTwo.

“Manchester City salah satu favorit juara Liga Champions. Mereka adalah salah satu tim terbaik Eropa, tapi kami akan bermain dengan ambisi penuh – itu satu-satunya cara kami merepotkan mereka. Kami harus yakin dengan diri kami sendiri,” sambungnya.

“Kami harus berani menyerang. Jika cuma bertahan, kami akan kesulitan dan kebobolan banyak gol, itu sudah pasti. Kami akan bermain dengan keberanian di depan fans sendiri dan tanpa beban,” tutupnya.

Siap Lawan PSS Sleman, Pemain Kalteng Putra Dapat Tambahan ‘Musuh’

Klub sepak bola Kalteng Putera harus berjuang melawan rasa lelah sebelum dijamu PSS Sleman pada leg kedua semifinal Liga 2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/11/2018). Tim Laskar Isen Mulang tak memiliki waktu untuk sekadar rehat.

Setelah menjamu PSS di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Minggu (25/11/2018) sore, skuat tim sepak bola asuhan Kas Hartadi langsung bertolak ke Sleman, Senin (26/11/2018) pagi.

Mereka juga harus melakukan penerbangan menuju Surabaya terlebih dahulu sebelum berlanjut ke Yogyakarta via jalur udara.

“Kami memang tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Namun semua pemain saya beri pemahaman untuk menikmati kondisi ini. Alhamdulillah mereka sangat antusias,” ungkap Kas Hartadi

Jelang Juventus vs Valencia, Evra Sengaja Sindir Bonucci

Pemain sepak bola asal Prancis, Patrice Evra seolah tidak pernah berhenti bergurau dengan ucapan-ucapannya yang tajam dan mengena. Kali ini, ia sengaja mengungkit kisah Leonardo Bonucci yang sempat ‘khilaf’ hengkang dari Juventus ke AC Milan beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Bonucci sempat menjadi bulan-bulanan massal ketika ia memutuskan pindah ke klub Rossoneri tahun lalu. Padahal, ia telah membela Juventus selama 7 tahun dan tentu saja itu bukan waktu yang sebentar.

Tak lama setelah kepindahannya ke Milan, Bonucci mengaku ingin kembali ke Juventus. Ia bahkan menginisiasi pembicaraan antara kedua belah pihak untuk mempermulus jalan pulangnya.

Pada akhir musim 2017/18, Milan hanya sanggup meraih peringkat ke-6 di Serie A Italia dan langkah Bonucci kembali ke Juventus pun nampaknya sudah benar. Dalam sebuah foto yang diunggah Paulo Dybala, Bonucci terlihat semringah mempersiapkan diri jelang laga Liga Champions Juventus vs Valencia.

Evra yang dahulu juga pernah berseragam Juventus pun kemudian ikut mengomentari foto tersebut. Ia pun mengungkit perihal Bonucci yang sempat meninggalkan Si Nyonya Tua demi pindah ke Milan.

“Sekarang senyuman telah kembali ke wajah Bonucci karena dia kemarin tidak bermain di ajang Liga Champions ketika berada di sana,” ujar Evra, tidak lupa menyematkan sejumlah emoticon dalam tulisannya.

Komentar Evra di akun Dybala tersebut langsung mendapat banyak respons dari para pengguna dunia maya. Tercatat 4.000-an komentar telah dilayangkan kepada eks pemain Manchester United yang nyentrik tersebut.

Juventus kini masih menempati peringkat pertama Grup H Liga Champions dengan 9 poin dari 4 pertandingan. Sementara itu, Valencia masih harus berjuang di urutan ke-3 dengan total 5 poin.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181127/jelang-juventus-vs-valencia-evra-sengaja-sindir-bonucci

Dele Alli Dapat Hukuman Aneh dari Pochettino Saat Laga Tandang ke Markas Arsenal

Dele Alli sepertinya harus menjalankan hukuman aneh dari Mauricio Pochettino saat Tottenham Hotspur bertandang ke markas Arsenal Desember nanti. Hal tersebut berdasarkan sebuah foto yang diunggah Harry Winks di akun Instagram miliknya belum lama ini.

Dalam foto tersebut, Alli terlihat sedang ditertawakan para rekannya saat sesi latihan. Diketahui, foto tersebut diambil jelang laga kandang melawa Chelsea akhir pekan kemarin.

“Sebaiknya mulai melakukan latihan olah suara,” tulis Winks dalam keterangan fotonya.

Ternyata ada maksud tertentu di balik kata-kata pemain berusia 22 tahun tersebut. Berdasarkan wawancaranya bersama The Guardian pada tahun 2017 lalu, Pochettino sengaja membuat aturan khusus bagi para pemainnya ketika berlatih.

Jika ada yang gagal menghalau nutmeg dan membiarkan bola menggelinding melewati kedua kakinya sampai tiga kali, mereka harus menyanyi di dalam bus dalam perjalanan tandang mereka.

“Kami punya peraturan baru. Jika Anda kena nutmeg sebanyak tiga kali, Anda harus bernyanyi saat lag atandang. Eric Dier dan Josh Onomah pernah kena, tapi mereka malah berdebat dan tidak mau melakukannya,” kata Winks saat itu.

Tottenham Hotspur akan menjamu Inter Milan dalam perhelatan Liga Champions pekan ini. Pertandingan tandang terdekat mereka adalah melawan Arsenal di Emirates pada hari Minggu (02/12/18) mendatang.

Namun mengingat perjalanan menuju markas Arsenal akan sangat singkat, Alli sepertinya bisa menyimpan bakat menyanyinya yang mungkin terpendam tersebut ketika Tottenham bertandang ke Leicester City pada 9 Desember.

Juara Liga 1 U-19, Persib Bandung U-19 Dapat Ucapan Spesial dari Ridwan Kamil

Persib Bandung U-19 sukses menjadi pelipur lara bagi warga Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung, ditengah prestasi tim senior Persib yang menurun.

Tim berjuluk Maung Ngora itu menang tipis 1-0 lewat gol penalti Ilham Qolba menit ke-27, di partai final menghadapi Persija Jakarta U-19, Senin (26/11/18) kemarin.

Keberhasilan ini pun mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Melalui sebuah unggahan foto di akun Instagram pribadinya, @ridwankamil menyampaikan ucapan selamat kepada anak asuh Budiman Yunus.

“SELAMAT untuk #Persib yang menjuarai Liga 1 U-19. Menandakan regenerasi terlihat berjalan dengan sangat baik dan menjanjikan. Semangat!” tulis pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Postingan itu pun langsung dibanjiri komentar dari para pengikutnya. Sebagian warganet meminta agar orang nomor satu di Jawa Barat itu bisa memberikan bonus kepada Beckham Putra cs, atas prestasi yang ditorehkannya.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181127/juara-liga-1-u-19-persib-u-19-dapat-ucapan-spesial-dari-ridwan-kamil

Nyanyian Rasis Jadi Penyebab Bhayangkara Gagal Kalahkan Persebaya Surabaya?

Omongan adalah doa, rupanya benar terjadi dan dialami Bhayangkara FC saat laga vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada lanjutan Liga 1 2018 (kasta tertinggi bola Indonesia) pekan ke-32 Senin (26/11/18).

Ya, sebelum laga berlangsung pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengaku jika laga melawan Persebaya Surabaya merupakan laga yang sulit baginya.

Ternyata pernyataannya saat konfrensi pers sebelum laga itu terjadi, Bhayangkara FC kalah tipis 0-1 melawan tuan rumah Persebaya Surabaya.

Pelatih asal Skotlandia itu mengatakan jika kehilangan fokus menjadi penyebab utama timnya kalah melawan tuan rumah. Padahal menurutnya selama jalannya laga sepak bola, anak didiknya sudah bermain sangat baik.

Lanjut ayah satu orang anak ini, selama jalannya laga sejumlah taktik juga sudah berjalan dengan baik. Buktinya selama jalannya laga tim yang mempunyai julukan The Guardian itu mampu menekan Bajul Ijo sejak babak pertama.

Simon mengatakan banyak peluang yang didapatkan anak didiknya. Hanya saja eksekusi yang dilakukan lini depan The Guardian ketika berada di depan gawang Miswar Saputra masih kurang beruntung.

“Kami sudah mencoba menyerang, sudah kami lakukan permainan bagus juga. Tapi sedikit kurang eksekusi saat sudah berada di dekat gawang Persebaya,” bebernya.

Sementara itu pada laga melawan Persebaya Surabaya tadi, laga sempat dihentikan lantaran adanya chant bernada rasis dari Bonek. Ditanya soal kejadian itu, Simon mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya.

“Tidak masalah, kecuali kalau ada suporter yang masuk lapangan. Karena jika itu terjadi sangat menganggu jalannya pertandingan,” tutupnya.

Sekadar informasi, meski gagal merebut poin, Bhayangkara FC masih bisa bernapas lega lantara masih bertahan di peringkat empat klasemen sementara Liga 1 2018 dengan torehan 49 poin.

PSSI Gelar Kongres di Januari

PSSI menjadwalkan kongres pada 20 Januari 2019 mendatang. Sejumlah hal akan dibahas, termasuk pergantian ketua umum?

PSSI menggelar Rapat Komite Eksekutif di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (25/11/2018) kemarin. Selain membicarakan soal evaluasi timnas Indonesia, dalam pertemuan itu juga dibahas tentang kongres.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjelaskan bahwa pertemuan Exco menyepakati kongres untuk digelar pada 20 Januari. Surat undangan kepada anggota akan mulai disebar satu bulan sebelum kongres atau bulan depan.

“PSSI membuat edaran tanggal kongres, tanggal 20 Januari dan sudah diratifikasi Komite Eksekutif. Empat pekan jelang kongres, PSSI terbitkan undangan sekaligus tempat definitif,” ujar Joko saat ditemui di Hotel Sultan.

“Menjelang itu, timeline menuju kongres, salah satunya di minggu kedua Desember akan ada rapat koordinasi, yang diperluas, yang biasanya di level Komite Eksekutif dan pengurus, ditambah 34 Asprov (Asosiasi Provinsi),” sambungnya.

Joko menyebut ada beberapa agenda yang akan menjadi pembahasan di dalam Kongres tersebut, termasuk program PSSI di tahun depan. Tapi Joko tak menyinggung soal kemungkinan pergantian Edy Rahmayadi selaku ketua umum.

“Kepentingannya agar program tahun depan betul-betul komprehensif, bisa mengakomodir sekaligus mendetailkan semua gagasan PSSI dan sukses implementasi di level Asprov. Itu agendanya dan pembicaraan tentang kongres,” dia menambahkan.

Kepengurusan PSSI kembali digoyang menyusul hasil buruk timnas di Piala AFF 2018. Belakangan juga mencuat isu match fixing baik di Liga 1 maupun Liga 2.

Edy Rahmayadi pun dituntut untuk mundur dari jabatannya, terlebih saat ini dia rangkap jabatan usai terpilih sebagai gubernur Sumatera Utara.

Roma Harus Menggigit di Hadapan Madrid

Penampilan angin-anginan AS Roma disebut sang pelatih karena para pemain kurang determinasi. Eusebio Di Francesco berharap Roma garang saat lawan Real Madrid.

Roma menuju laga kontra Madrid di Olimpico, Rabu (28/11/2018) dinihari WIB usai kalah dari Udinese. Dalam laga pekan ke-13 di Serie A, Sabtu (24/11) kemarin itu, Giallorossi kalah 0-1.

Dari 13 pekan sejauh ini, Roma baru lima kali menang dan empat kali berimbang. Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Anak-anak ibukota pun tercecer di posisi tujuh dengan 19 poin.

Di Francesco menyebut masalah timnya adalah masalah mentalitas. Para pemain kerap kalah determinasi dari lawan.

“Yang kurang adalah determinasi. Itu sesuatu yang sering dituliskan, tapi bukan sesuatu yang bisa dibeli di supermarket. Itu soal hasrat untuk memenangi laga, dengan level keberingasan yang tepat, di mana Anda bermain dengan cara pas secara ofensif dan defensif,” ungkap Di Francesco dilansir Football Italia.

“Kami bersiap untuk sebuah laga yang saya anggap sebagai yang terpenting, jadi kekalahan itu sungguh bikin kesal saya. Kami kurang yakin dengan apa yang kami lakukan, kami perlu bermain dengan lebih beringas.”

“Kami sedang bekerja keras dengan para pemain dan kami ingin menggunakan laga penting ini untuk membuktikan bahwa kami bukanlah seperti yang di Udine,” imbuhnya.