Arsip Kategori: Berita Bola

Bermain Seri melawan Mitra Kukar, Persija gagal melaju ke fase berikutnya

GIANYAR, cutejapanese.com – Mitra Kukar menjadi tim kedua yang lolos dari Grup C Kualifikasi Piala Presiden 2015. Mitra Kukar lolos mendampingi tuan rumah Bali United.

Kepastian lolos itu didapat Mitra Kukar setelah bermain tanpa gol melawan Persija Jakarta pada pertandingan lanjutan Piala Presiden, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (7/9/2015).

Hasil ini sudah cukup bagi Mitra Kukar untuk lolos ke babak delapan besar, mendampingi Bali United. Bali United sudah memastikan lolos terlebih dulu setelah sukses mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1. Sementara Persija dan Persita harus tersingkir.

Kedua tim sama-sama menurunkan team terbaiknya. Mereka pun saling bertukar serangan. Namun, tidakk ada satu pun gol yang mampu diciptakan kedua tim pada babak pertama.

Di babak pertama, permainan kedua tim relatif dalam tempo datar. Meski Persija mampu melepas lebih banyak peluang ketimbang Mitra Kukar. Cutejapanese.org mencatat bahwa Persija Jakartaa ada 7 peluang (cuma 4 yang menemui sasaran gawang ) dan Mitra Kukar cuma sedikit melakukan tembakan. Namun peluang tersebut tidak dimanfaatkan.

Kedudukan Skor 0-0 bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Persija Jakarta masih menguasai jalannya pertandingan namun kembali mereka kesulitan menembus pertahanan Mitra Kukar. Sementara itu, Mitra Kukar sesekali melancarkan serangan balik.

Pelatih Persija, Rahmad Darmawan bahkan berusaha meningkatkan serangan timnya dengan memasukkan Ramdani pada menit ke-61. Meski begitu, Persija Jakarta masih kesulitan mencetak gol. Bahkan, Ismed Sofyan dan kawan-kawan lebih banyak bermain dalam tekanan.

Pertandingan sempat dihentikan pada menit ke-82 karena adanya flare yang masuk ke dalam lapangan. Setelah pertandingan dilanjutkan, baik Persija maupun Mitra, masih tidak bisa membuat gol. Alhasil pertandingan berakhir dengan skor kacamata, sehingga Persija Jakarta akhirnya tersingkir setelah finis sebagai juru kunci grup dengan dua poin. Mitra Kukar lolos sebagai runner-up grup dengan tiga poin.

Kebuntuan kedua tim berlanjut setelah skor 0-0 bertahan hingga pertandingan selesai. Semustinya pelatih Rahmat Darmawan menginstrusikan anak-anaknya untuk bermain offensif pada menit-menit awal. Jika bermain offensif, tidak mustahil Persija Jakarta akan lolos ke babak berikutnya.

Akhirnya FA merespon pernyataan Eva Carniero

Eva Carneiro melontarkan kritik terhadap FA karena mereka tidak memberikan hukuman apapun terhadap Pelatih Chelsea,Jose Mourinho. FA pun merespons pernyataan eks dokter tim Chelsea tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eva Carniero mengkritik bahwa FA yang sama sekali tidak meminta keterangan darinya terkait insiden antara dirinya dengan Jose Mourinho di Pertandingan Chelsea melawan Swansea pada Bulan Agustus lalu.

Saat itu Jose Mourinho diklaim mengeluarkan kata-kata kasar berbau pelecehan terhadap Eva Carniero. Meski dalam proses investigasi FA hasilnya berbeda dan ini membuat Jose Mourinho tidak dijatuhi sanksi apapun.

Inilah yang lantas membuat Eva Carnieor kesal dan menganggap FA sudah lalai dengan tidak meminta keterangan darinya. Menanggapi pernyataan Eva tersebut, FA mengaku belum sama sekali menerima komplain dari wanita asal Gibraltar itu.

Jika memang Eva Carniero masih mau mau memperpanjang kasus tersebut, maka FA siap mendengarkan keterangan darinya. Berdasarkan informasi dari Soccerway, Juru Bicara FA mengatakan bahwa Kami belum sama sekali menerima informasi atau komplain dari Dr Carneiro. Termasuk korespondensi tertulis dengan pengacaranya, di sana telah dijelaskan secara panjang lebara bahwa jika Dr Carneiro punya bukti untuk diberikan atau ingn membuat komplain, maka kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Jalan itu masih terbuka

Sementara itu, Jose Mourinho juga ditanya perihal lolosnya dari sanksi usai permasalahnnya dengan Eva Carniero tersebut. Untuk saat ini, Jose Mourinho belum mau sama sekali berkomentar dan akan tiba saatnya dia untuk buka mulut terkait kasus tersebut.

Jose Mourinho mengatakan bahwa Saya tidak berbicara sama sekali soal itu selama dua bulan terakhir dan saya akan terus seperti ini. Suatu hari saya akan bicara tapi saya yang menentukan kapan waktunya. Saya membaca, mendengar, dan melihat semuanya tapi saya diam saja. Saya akan putuskan kapan saya harus harus bicara.

Eva Carniero merasa sakit hati terhadap Jose Mourinho atas hinaan pas masuk ke Lapangan. Dan Puncaknya karier Eva Carniero di Chelsea berakhir gara-gara Jose Mourinho

Kolombia Berharap Falcao Bisa menjadi Predator di Kandang Lawan

Radamel Falcao tetap menjadi andalan Tim Nasional Kolombia meski dalam dua musim terakhir tak bersinar di klub. Kolombia terus berharap agar Falcao bisa menemukan lagi performa terbaiknya.

Pindah ke Chelsea ternyata tak membuat Falcao menjadi lebih baik. Performanya kurang lebih masih sama dengan saat di Manchester United. Dia tidak dipercaya ssama Jose Mourinho pada posisi penyerang inti Chelsea.

Striker yang sudah berusia 29 tahun itu tumpul dan tak lagi menjadi predator menakutkan di depan gawang lawan. Dalam sembilan pertandingan bersama Chelsea pada musim ini, Falcao baru bikin satu gol. Dia juga lebih sering jadi pemain pengganti daripada main sebagai starter.

Situasi tersebut tentu jauh berbeda dengan saat Falcao masih berkostum Porto atau Atletico Madrid, di mana dia El Tigre tampil begitu ganas dan selalu mencetak lebih dari 30 gol setiap musimnya.

Meski sedang melempem, Falcao tetap dipercaya oleh timnas Kolombia. Dia dipanggil untuk pertandingan melawan Peru (8/10) dan Uruguay (13/10) di kualifikasi Piala Dunia 2018.

Berdasarkan informasi dari Soccerway, Radamel Falcao mengatakan bahwa saya datang untuk bermain selama 90 menit setelah di klubnya mendapatkan sedikit kesempatan, cuma 15 atau 20 menit, dalam pertandingan yang sedang berjalan, dan itu merugikan dia karena tak punya kontinuitas dalam mencetak gol serta mengasah kemampuannya agar tetap terjaga.

Pelatih Kolombia, Pekerman mengatakan bahwa kami semua tahu kemampuannya dan saya lihat dia masih punya keinginan untuk berjuang, untuk membalikkan keadaan, dengan semangat ingin mencapai performa terbaiknya dan kami punya ekspektasi serta haarapan yang tinggi kepada Radamel Falcao. Kami butuh semangat itu dan keinginan berjuang itu dan jika demikian kami punya harapan dia menemukan lagi performa terbaiknya dan kami bisa mengandalkannya.

Pekerman menambahkan bahwa kami selalu berharap agar dia menemukan kembali kepercayaan dirinya. Dia selalu pantas dipanggil. Kami ingin Falcao kembali menjadi Predator yang baik. Semustinya Falcao diberikan kepercayaan penuh untuk bermain selama 90 menit, supaya dia bisa lebih ceppat beradaptasi dan membuktikan bahwa dia berkualitas dan mencetak lebih banyak gol.

AC Milan melepas Mastour ke La Liga

Setelah melepas Stephan El Shaaraway, AC Milan kembali melepas pemain mudanya yang bernama Hachim Mastour yang disebut-sebut sebagai Wonder Kid Rossoneri. Mastour akan memperkuat Malaga pada musim ini sebagai status pemain pinjamana.

Mastour yang sudah beranjak usia 17 tahun, mengikat kontrak dengan Malaga tepat tepat pada transfer terakhir bursa transfer Italia. Dia akan dipinjam klub La Liga Primera itu dengan durasi kontrak selama dua tahun.

Berdasarkan informasi dari ESPN, bahwa Malaga mengumumkan Pemain muda Maroko asal AC Milan, Hachim Mastour, datang ke Malaga CF dengan transfer untuk dua musim ke depan dan menyelesaikan dengan Malaga untuk musim 2015-16,

Meski sama sekali belum pernah main di Team Senior Milan, Mastour dianggap sebagai salah satu calon bintang klub tersebut, dan bahkan dijuluki wonder kid. Dia mempunyai kemampuan individu yang sangat menonjol, di mana pelatih Milan U-17 kerap menyanjung kecepatan dan kemampuannya melewati pemain lawan.

Mastour di milan berrposisi sebagai gelandang serang, Mastour terikat kontran dengan Milan sampai 2017. Dia diharapkan akan menjadi tambahan amunisi untuk Malaga, yang belum menang di dua pertandingan pertama musim ini.

Mastour menjadi pemain muda kedua yang meninggalkan Milan di bursa transfer musim panas ini. Beberapa pekan lalu manajemen klub melepas Stepan El Shaarawy ke AS Monaco, juga dengan status pinjaman. Mastour diproyeksikan bakal menjadi salah satu playmaker terbaik di dunia ketika sudah memasuki usia emas sebagai pesepak bola. Milan sadar dengan potensi tersebut. Oleh karena itu, Milan memasukkan klausul buy-back ketika bernegosiasi dengan Malaga.

Dengan kesepakatan itu, I Rossoneri harus diprioritaskan oleh Malaga andai ingin menjual Mastour pada masa yang akan datang. Tipe klausul seperti ini sering digunakan oleh raksasa Spanyol, Barcelona ketika menjual pemain mudanya.

Berdasarkan informasi dari Football Italia memberitakan bahwa Mastour menjadi pemain kedua yang dilepas Milan pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2015, Selasa 1 September. Beberapa jam sebelum Mastour pergi, Alessandro Matri lebih dulu angkat kaki dari Milan guna bergabung dengan Lazio.

Berlusconi, saya bukan seorang Diktator di Milan

Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sering disebut sebagai Presiden yang terlalu ikut campur dalam urusan strategi dan teknik tim AC Milan. Namun dalam buku biografinya, Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang diktator di Milan.

Silvio Berlusconi merupakan salah satu sosok penting di Rossoneri. Usai membeli AC Milan pada tahun 1986, Silvio Berlusconi langsung mengubah AC Milan kembali menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa, terutama pada era tahun 90-an.

Namun di balik kegemilangannya tersebut, Silvio Berlusconi sering disebut terlalu mengatur di Milan. Ia layaknya sebagai diktator yang permintaannya harus terus dituruti, termasuk soal formasi tim dan taktik permainan.

Berdasarkan informasi dari Buku iografi Silvio Berlusconi yang berjudul My Way, mengatakan bahwa pernahkah saya mendikte formasi? Pernahkah saya memberi saran tentang formasi? Tentu saja saya sering melakukannya,” ucap Berlusconi dalam buku biografi yang berjudul ‘My Way’. Saya selalu berbicara dengan pelatih, mendiskusikan formasi dan para pemain sebelum pertandingan berlangsung. Ketika saya tidak setuju dengan pelatih, maka pelatih lah yang tetap akan memenangkan keputusan itu.

Silvio Berlusconi menegaskan bahwa dirinya sadar benar batasan posisinya sebagai Presiden Milan. Saya tidak pernah menggunakan posisi saya sebagai Presiden dan pemilik Milan untuk menempatkan posisi saya di atas kewenangan pelatih (dalam hal strategi). Namun di balik itu, tentu saja pelatih harus bertanggung jawab penuh dengan hasil yang bakal dipetik Milan.

Berlusconi kemudian memberikan contoh saat dirinya dengan pelatih Milan terlibat diskusi dengan intens, yaitu saat ia sering duduk bersama berbincang-bincang dengan Arrigo Sacchi. Kami berdua membicarakn formula sebuah tim yang kiranya bisa benar-benar mengontrol pertandingan.

Silvio Berlusconi mengatakan bahwa pada akhirnya Milan benar-benar tampil sebagai sebuah tim yang sangat menikmati pertandingan, menghormati lawan, dan selalu mendapatkan tepuk tangan dari suporter. Sesaat sebelum dibeli Berlusconi, Milan merupakan tim yang sedang bolak-balik Serie A-Serie B di awal dekade 80-an. Namun begitu Berlusconi tiba, tak butuh waktu lama bagi Milan untuk jadi raja Italia dan raja Eropa.

Selama Silvio Berlusconi memimpin ACMilan, Rossoneri berhasil merebut titel juara Serie A delapan kali, lima trofi Liga Champions, dan tiga mahkota juara Piala Dunia Antar Klub (Piala Interkontinental).

Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke dinonaktifkan

FIFA mengeluarkan keputusan bahwa Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke dinonaktifkan dari seluruh tanggung jawabnya sampai ada keputusan lebih lanjut

Berdasarkan informasi dari Surat kabar The Guardian pada Kamis (17/9) mengabarkan bahwa Valcke terlibat dalam skema penjualan tiket Piala Dunia 2014 dengan harga lebih mahal daripada harga resmi. Valcke yang telah menjabat sekjen FIFA sejak 2007, membantah bahwa tuduhan-tuduhan tersebut dan menyatakan tuduhan itu adalah sebuah kebohongan luar biasa

Berdasarkan informasi dari Jurnalis BBC, Richard Conway mengatakan bahwa keputusan untuk menonaktifkan Valcke diambil presiden FIFA, Sepp Blatter, setelah berkonsultasi dengan beberapa pemimpin konfederasi, termasuk di antaranya Michel Platini dari UEFA.

Ketika keputusan itu diambil, Valcke sedang berada dalam pesawat jet pribadi yang menuju ke Moskow, Rusia, untuk menjalani pertemuan terkait Piala Dunia 2018. Namun setelah mendengar keputusan itu, Valcke memutar balik dan kembali ke Zurich, markas besar FIFA.

Dalam beberapa bulan terakhir Valcke sendiri sedang berada dalam sorotan karena dituduh terkait suap senilai US$10 juta yang diberikan kepada mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner. Suap tersebut adalah untuk mengamankan suara Warner pada proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2010.

Uang suap ditransfer ke rekening Warner melalui rekening FIFA dengan label anggaran untuk panitia lokal Piala Dunia Afrika Selatan. Beberapa media Amerika Serikat mengabarkan bahwa termasuk di antaranya New York Times, mengklaim bahwa petinggi FIFA yang menyetujui transfer tersebut adalah Valcke.

Tuduhan kepada Valcke adalah satu dari serangkaian kasus korupsi yang dituduhkan kepada FIFA dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya, sembilan petinggi FIFA dan lima orang dari perusahaan pemasaran media juga ditangkap oleh pihak keamanan Swiss karena dituduh terlibat dalam berbagai aksi korupsi dalam 20 tahun terakhir. Skandal tersebut membuat Blatter mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden FIFA, hanya beberapa hari setelah ia terpilih kembali.

Bulan lalu, Valcke sempat mengatakan bahwa ia mempertimbangkan diri untuk mencalonkan sebagai presiden FIFA untuk menggantikan Sepp Blatter. Inilah sebuah keputusan yang mengejutkan semua pihak.

Mitra Kukar menang tipis atas Persib Bandung

Mitra Kukar memanfaatkan dengan baik kesempatan bermain di kandang pada leg pertama babak semifinal Piala Presiden yang digelar Di Stadion Aji Imbut, Minggu (4/10/2015) malam WIB, Mitra Kukar menundukkan Persib Bandung dengan skor 1-0.

Menjalani pertandingan away, Persib Bandung membuka peluang lebih dulu lewat tendangan bebas Firman Utina di depan kotak penalti melayang tinggi di atas mistar gawang. Mitra Kukar balas melancarkan serangan saat tendangan Defri dari dalam kotak penalti terhadang oleh Supardi.

Padaa menit ke-16 giliran tuan rumah Mitra Kukar mempunyai peluang dari tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti. Namun eksekusi OK John membentur pagar betis pemain Persib. Tekanan Mitra Kukar berlanjut melalui Defri saat dia melakukan tusukan dari sisi kiri. Sempat berhasil melewati Supardi dia kemudian melepaskan tembakan yang masih bisa dihalau I Made. Pada menit ke-29 Persib Bandung dapat pukulan saat Tantan mengalami cedera. Dia ditarik keluar dan digantikan oleh Taufiq.

Sampai turun minum tidak ada gol berhasil dibuat kedua klub. Pada awal babak kedua, Persi Bandungb kembali lebih dulu menciptakan peluang saat tendangan jarak jauh Konate sama sekali tidak sampai membahayakan gawang Rivki. Selang beberapa menit, Mitra Kukar nyaris membuat keunggulan terlebih dahulu melalui Fajar. Fajar nyaris membuat tuan rumah membuka keunggulan saat tembakanya yang mengarah ke gawang membuat I Made kerepotan dan bola lepas dari tangannya. Namun I Made bisa kembali menangkap si kulit bundar untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

Firman kembali mempunyai peluang mengantarkan Persib Bandung membuka keunggulan melalui tendangan bebas pada menit ke-78, setelah Atep dilanggar di depan kotak penalti. Tetapi sama seperti kesempatan pertama yang dia punya, bola yang dia tendang melayang di atas mistar gawang.

Akhirnya Mitra Kukar akhirnya memecah kebuntuan. Gol ini berawal dari tendangan bebas Zulkifli, bola dibelokkan ke dalam gawang oleh Charles Raul. Tuan rumah Mitra Kukar memimpin 1-0.

Tidak ada gol tambahan tercipta di sisa pertandingan plus tambahan waktu dua menit. Mitra Kukar memenangi leg pertama ini dengan skor tipis 1-0.

Del Piero ingin mencoba kemampuan sebagai Pelatih

Apa kabar Alessandro Del Piero? Setelah menuntaskan kariernya sebagai pesepakbola dan usianya sudah menginjak angka 40, Allesandro Del Piero mulai berpikir menjadi pelatih.

Del Piero terakhir kali bermain untuk Delhi Dynamos di Indian Super League pada tahun 2014. Bersama Dynamos, Del Piero bermain 10 kali dan mencetak 1 gol.

Kini Del Piero sedang tidak menendang bola. Dalam pengakuan teranyarnya, ia sedang mematangkan pikiran sembari mengingat-ingat pengalamannya sejauh ini. Del Piero merasa, dengan pengalaman panjangnya sebagai pemain, sudah waktunya ia menjadi pelatih sekarang.

Lalu, mengapa baru sekarang memutuskannya? Del Piero menyebutkan bahwa tiga tahun silam ia ingin mencari pengalaman lebih dulu. Setelah 20 tahun bermain di Italia, Del Piero merasa perlu mencari pengalaman di tempat lain untuk mengasah pengetahuan dan visinya akan sepakbola. Oleh karena itulah ia memilih bertualang ke Australia dan India.

Berdasarkan informasi dari Mediaset, Del Piero mengatakan bahwa Jika Anda bertanya kepada saya tiga tahun lalu, saya pasti bilang tidak (ingin jadi pelatih). Tapi, sekarang saya sudah punya pengalaman.

Allesandro Del Piero mengatakan bahwa Saya bermain di Italia selama 20 tahun dan hanya punya satu sudut pandang. Sudut pandang yang saya miliki dari situ memang fantastis, tapi hanya satu saja. Allesandro Del Piero belum memberitahukan seperti apa rencananya atau ingin menjadi pelatih klub mana. Ia mengatakan bahwa ia masih akan berpikir masak-masak. Saya akan pikir-pikir dulu sebelum memutuskan apakah itu jalan yang tepat buat saya.

Tetapi jangan terlalu lama-lama Del iero. Jika ingin kembali ke Dunia Sepak Bola sebagai pelatih. Harus berani mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Jangan cuma gosip belaka. Jangan membuat para pegggemar kamu atau klub yang ingin dilatih sama Del Piero tidak menunggu terlalu lama.

Ryan Giggs, Sinisa Mihajlovic, dan Roberto Mancini. Salah satu pemain yang menjadi pelatih ternama. Pelatih yang memegang Klub-klub besar di Liga yang sudah terkenal. Sebagai pelatih, jangan terlalu banyak berpikir terlalu lama. Harus mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

Arema Cronus imbang melawan PSGC di Piala Presiden 2015

Malang – cutejapanese.com, Pada sore tadi, Arema Cronus ditahan imbang 1-1 oleh tim Divisi Utama PSGC Ciamis pada pertandingan terakhir dalam penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (9/9/2015) petang WIB. Gol Arema Malang dicetak oleh Samsul Arif. Sedangkan gol balasan PSGC diciptakan Osas Saha.

Hasil imbang tersebut membuat Arema memastikan diri tampil ke babak perempat final turnamen yang diselenggarakan oleh Mahaka Sports and Entertainmet itu. Namun, mereka gagal menjadi juara grup B. Singo Edan harus puas menjadi runner-up, karena hanya mengumpulkan lima poin. Mereka terpaut satu angka dari Sriwijaya FC yang keluar sebagai juara grup.

Sejak pertandingan dimulai kedua tim memperlihatkan permainan yang cepat. PSGC mendapatkan peluang pertama untuk membuka skor pada menit kedua. Sayang, tendangan kaki kanan dari Dimas Galih masih bisa diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Arema I Made Wardana.

Tidak lama setelah itu giliran Arema yang mengancam. Pada menit ke-14, Samsul Arif melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang masih bisa dihalau oleh bek PSGC. Pada menit ke-21, Cristian Gonzales mendapatkan peluang untuk membuka skor. Namun, ia gagal memanfaatkan kemelut di depan gawang PSGC.

Pada pertandingan kali ini, Arema lebih mendominasi jalannya pertandingan dengan serangan dari sayap. Sedangkan PSGC bermain lebih sabar dan menerapkan pola serangan balik. Jelang berakhirnya babak pertama, Arema mendapatkan penalti setelah Christian Gonzales dijatuhkan pemain PSGC di area terlarang. Samsul Arif yang menjadi eksekutor tendangan itu menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 1-0 untuk keunggulan Singo Edan tidak berubah hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan babak pertama.

Memasuki babak kedua, Arema yang sudah unggul langsung tancap gas dengan memberikan tekanan. Namun, solidnya lini belakang Maung Galuh membuat serangan berhasil digagalkan. Kedua tim tampak menurunkan tempo serangan dan bola lebih banyak berada di tengah lapangan. Samsul Arif mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti di menit ke-68. Tetapi, tendangan kaki kirinya belum menemui sasaran.

PSGC yang terus-menerus ditekan akhirnya bisa menyamakan kedudukan jelang berakhirnya pertandingan di menit ke-86. Wasit memberikan penalti setelah penjaga gawang Kurnia Meiga yang baru masuk di babak kedua melakukan pelanggaran terhadap pemain PSGC.

Osas Saha yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan baik. Saha sukses mengecoh Meiga dengan tenang dan mengarahkan bola ke kanan gawang.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniupkan tanda berakhirnya pertandingan Arema melawan PSGC.

Susunan pemain:

Arema:
I Made Wardana (Kurnia Meiga); Hasyim Kipuw (Benny Wahyudi), Fabiano Beltrame, Purwaka Yudhi, Al Farizie; Sukadana (Juan Revi), Ahmad Bustomi (Hendro Siswanto), Lancine Kone (Sunarto); Samsul Arif, Cristian Gonzales, Dendi Santoso (Morimakan Koita).

Pelatih: Joko Susilo.

PSGC:
Irpan; Ledi Utomo, Ipan Priyanto, Vinsens (Dicky Adhitia Nugraha), Julia Mardianus; Susanto, Andi Budiawan; Budiman, Osas Saha, Dimas Galih (Rinto Hermawan).

Pelatih: Heri Rafni Kotari.

Wanchope mengundurkan diri dari TIMNAS Kosta Rika

Pelatih timnas Kosta Rika U-23, Paulo Wanchope mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih Tim Nasional Kosta Rika setelah adu jotos dengan seorang petugas keamanan.

Perkelahian terjadi antara mantan penyerang Manchester City dengan petugas keamanan itu terjadi pada hari Selasa (11/8) ketika laga kualifikasi Olimpiade antara Kosta Rika dan Panama telah berakhir. Perkelahian itu sendiri mulai terjadi ketika Wanchope yang marah ingin masuk ke dalam lapangan. Dari rekaman video yang beredar, Wanchope membuka pagar yang membatasi bangku ofisial dengan lapangan sambil mendorong petugas keamanan.

Petugas berkepala setengah plontos itu tidak terima dengan dorongan Wanchope. Dia lantas balas mendorong Wanchope dengan keras. Tidak terima didorong, Wanchope lalu memukul wajah petugas keamanan dengan keras. Kembali tidak terima dengan perlakuan Wanchope, sang petugas melawan sambil melepaskan tendangan terbang dan melanjutkannya dengan tinju yang mengarah ke wajah Wanchope.

Wanchope mencoba menghindar dan menjauhkan sang petugas dengan tendangan. AKhirnya perkelahian itu dihentikan oleh orang-orang di sekitar yang mencoba memisahkan mereka.

Sehari setelah insiden perkelahian itu, Wanchope pun dipanggil Federasi Sepak Bola Kosta Rika. Dan, setelah pertemuan dengan Federasi Kostaa Rika, mantan penyerang yang pernah membela Malaga, West Ham United, Manchester City, serta Derby County itu pun memutuskan mundur dari pelatih.

Wanchope pun meminta maaf terhadap penggemar sepak bola Kosta Rika dan Panama akibat ulahnya. Dia mengaku sangat emosi dan lepas kendali dalam insiden yang terjadi usai laga beraakhir tanpa gol.

Berdasarkan Euro Sport, Wanchope mengutakan bahwa kita semua manusia dan sayangnya saya bereaksi yang tak dapat diterima dengan posisi yang saya pegang.

Wanchope mulai menjabat sebagai pelatih timnas Kosta Rika pada Februari silam. Sebelumnya ia tercatat sebagai asisten pelatih timnas senior Jorge Luis Pinto. Pada ajang Piala Dunia 2014 yang lalu, Wanchope berhasil membawa timnas negara itu menembus perempat final. Kosta Rika kemudian disingkirkan Belanda lewat adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol.

Wanchope membela timnas Kosta Rika selama lebih dari satu dasawarsa dari tahun 1996 sampai tahun 2008. Sepanjang kariernya Dia bermain sebanyak 71 kali membela timnas Kosta Rika dan mencetak 45 gol. Torehan itu pun membuat Wanchope hingga saat ini menjadi pencetak gol terbanyak kedua timnas setelah Rolando Fonseca dengan 47 gol.