Arsip Kategori: WAGs

Not For Sale Divock Origi

Sejak kembali dari proses masa peminjaman di Lille, Divock Origi tidak kunjung bersinar di Liverpool. Namun, The Reds Liverpool tidak berencana untuk kembali meminjamkan penyerang asal Belgia itu.

Liverpool sebenarnya merekrut Origi dari Lille pada tahun lalu. Namun, mereka langsung meminjamkannya ke klub Prancis itu untuk musim 2014/2015. Origi mencetak sembilan gol untuk Lille dalam 44 pertandingan sepanjang musim lalu.

Liverpool memutuskan untuk memakai Origi pada musim ini. Namun, pada bursa transfer lalu, mereka juga mendatangkan Danny Ings dan Christian Benteke. Selain itu, mereka juga masih mempunyai Daniel Sturridge.

Sejauh ini, yang menjadi pilihan manajer Brendan Rodgers adalah Sturridge, Ings, dan Benteke. Origi baru dimainkan tiga kali dan cuma sekali jadi starter. Belum ada gol yang dicetak penyerang berusia 20 tahun itu. Meski Origi belum memberi kontribusi yang signifikan, Liverpool tidak akan mengirimnya ke klub lain.

Berdasarkan informasi dari Soccerway, Brenden Rodger mengatakan bahwa pada tahap ini, peminjaman bukanlah pilihan untuk Origi. Dia sudah dipinjamkan pada musim lalu. Musim ini adalah soal dia bergabung dan beradaptasi. Kami akan mengevaluasi di mana posisinya pada akhir musim.

Pellegrini menambahkan bahwa Fokus Divock adalah gol dan pertandingan. Itu butuh waktu untuk beradaptasi. Bagi kami, itu adalah soal mengembangkan talenta. Dia adalah orang yang rendah hati. Dia tahu berada di sini untuk berkembang. Itu merupakan sebuah langkah besar.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Liverpool, Brenden Rodgers mengatakan bahwa bagi saya, ia dapat menjadi talenta paling menarik dalam dunia sepakbola. Saya benar-benar meyakini hal tersebut. Anda dapat melihat banyak pemain bagus, namun pemain ini untuk seseorang yang berusia 19 tahun muncul di Piala Dunia, namun kami telah mengamatinya sebelum itu, kami melihatnya sebagai pemain muda yang bermain di pertandingan internasional usia muda. Ia memiliki segalanya untuk menjadi pemain kelas dunia. Ia mempunyai kecepatan yang luar biasa dan lihat dalam mengelola kemampuan menggocek sampai pemain musuh tidak sanggup untuk mengejarnya.

Robbie Fowler ingin menjadi Staf Pelatih dibawah Juergen Kloop

Kehadiran Mantan Pelatih Borrusia Dortmund, Juergen Klopp sebagai manajer baru Liverpool mendapatkan tanggapan antusias dari berbagai pihak, termasuk legenda The Reds.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, mantan penyerang Liverpool Robbie Fowler pun demikian. Tidak hanya antusias menyambut peluang Juergen Klopp akan hadir di Anfield, Robbie Fowler pun mengajukan tawaran. Robbie Fowler dengan terbuka menyatakan dirinya dengan senang hati ingin menjadi bagian dari staf pelatih andai Juergen Klopp menjadi manajer Liverpool.

Berdasarkan informasi dari Liverpool Echo, Robbie Fowler mengatakan bahwa saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak tertarik. Dalam opini saya, Juergen Klopp adalah seorang manajer yang sangat bagus. Fowler mengakui dirinya belum pernah bertemu langsung dengan dan mengenal Klopp secara pribadi.

Namun, lanjutnya, sebagai orang asing ia mengaku takjub dengan apa yang telah jJuergen Klopp lakukan saat melatih klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Saya suka dengan apa yang saya lihat dan ini secara tepat sama dengan Carlo Ancelotti. Saya suka perilakunya, saya suka tingkah Juergen dan cara dia membawa tim bermain sepak bola.

Robbie Fowler yang gantung sepatu pada 2012 silam hanya semusim memiliki pengalaman di bangku kepelatihan. Ia melakoninya saat bermain sekaligus melatih klub Thailand, Muangthong United pada tahun 2011-2012.

Dalam sejarah hidupnya Fowler meniti karier sepak bola profesional bersama Liverpool. Scouser–sebutan untuk penduduk lokal Liverpool–kelahiran 9 April 1975 itu memulai bermain untuk Liverpool sejak 1993. Debutnya terjadi pada 22 September 1993 saat timnya melawan Fulham di babak empat Piala Liga. Ia mencetak gol di laga debutnya tersebut.

Sepanjang kariernya bermain sebanyak delapan musim dalam dua periode. Periode pertama dari awal karier hingga musim 2000/2001 dan periode berikutnya pada musim 2006/2007. Pada periode pertamanya Fowler mencatat rekor 236 kali bermain untuk Liverpool dan mencetak 120 gol. Ia lalu sempat bermain untuk Leeds United dan Manchester City.

Pada musim 2006, Robbie Fowler kembali ke Anfield dan mencetak delapan gol dari 30 penampilan. Saya ingin menjadi staff pelatih dibawah kepemimpinan Juergen Kloop. Dan akan membawa Liverpool ke Tangga Juara.

Mantan Wakil Presiden FIFA dihukum seumur hidup oleh FIFA

Empat tahun setelah dilengserkan dari posisinya, mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner dihukum seumur hidup dan dilarang terlibat dalam dunia sepak bola. Keputusan itu diambil oleh Komite Etik FIFA pada Selasa (29/9).

Namun, Warner menuding bahwa hukuman yang ia terima adalah bagian dari usaha FIFA untuk mengalihkan perhatian publik terkait skandal korupsi yang melibatkan pejabat teras otoritas sepak bola dunia itu. Berdasarkan informasi dari Guardian, Warner mengutarakan bahwa Saya meninggalkan FIFA pada April 2011 dan jika pada September 2015 FIFA ingin menghukum saya seumur hidup tanpa pembelaan, maka terjadilah ketidakadilan

Tetapi saya tidak percaya keputusan ini akan mengalihkan publik dari masalah FIFA saat ini, seperti yang mereka inginkan. Melihat apa yang terjadi dengan (Sepp) Blatter di Zurich, saya hanya ingin menegaskan bahwa tak ada yang namanya kebetulan. Dunia punya mata. Semua akan menjai saksi kita ini

Hukuman terhadap Warner diberikan atas dasar penyelidikan yang dilakukan Michael Garcia terkait proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Berdasarkan informasi dari Komite Etik FIFA, Warner terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan posisinya sebagai orang penting di FIFA dan CONCACAF sebagai Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, yang ia pimpin dari tahun 1990 sampai 2011.

Ketua Komite Etik FIFA, Hans-Joachim Eckert mengatakan bahwa Dengan posisinya, dia merupakan pemain kunci dalam skema pembayaran ilegal dan sejumlah penggelapan uang lainnya. Warner dapat menentukkan system pembaayaran legal maupun tidak legal

Beberapa hari sebelum Komite Etik menjatuhkan hukuman untuk Warner, presiden FIFA saat ini, Sepp Blatter terjerat tindak pidana yang sedang diinvestigasi olehKejaksaan Swiss.

Namun, presiden FIFA mengklaim dirinya tak bersalah dan menolak segala tuduhan yang mengarah padanya, yang membuat dirinya terancam dihukum organisasi yang ia pimpin sendiri.

Warner mengatakan bahwa keputusan FIFA bener-bener ingin mengalihkan permasalahaan skandal korupsi di dalam Kubu FIFA. Warner juga menambahkan, jika bersedia menjadi saksi, saya siap. Saya akan bongkar semua Mafia di dalam kubu FIFA sekarang ini.

Rafael Benitez malas meladenin Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku tidak tertarik berbicara dengan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Rafael Benitez lebih senang membicarakan soal Carlo Ancelotti.

Rafael Benitez dan Jose Mourinho memiliki hubungan yang kurang harmonis. Terlebih setelah kedua pelatih perang pernyataan lewat media di awal musim. Dimana terjadi perang kata antara istri Rafael Benitez dengan Jose Mourinho. Tetapi Rafael Beniitez tidak menanggapi pernyataan yang sangat bodoh

Dalam wawancara dengan El Larguero di radio Cadena SER, Rafael Benitez mengaku sudah jarang melakukan komunikasi dengan JOse Mourinho. Bahkan sama sekali tidak berkomunikasi

Berdasarkan informasi dari AS, Rafael Benitez mengatakan bahwa saya sudah tidak berbicara dengan Mourinho cukup lama, atau saya tidak tertarik melakukannya lagi. Karena saya sudah sangat marah dan kecewa.

Rafael Benitez mengaku lebih tertarik membicarakan hubungannya dengan Carlo Ancelotti, sosok pelatih yang digantikannya di Real Madrid. Carlo Ancelotti adalah teman baik saya, dan saya lebih memilih untuk tidak berbicara mengenai Mourinho.

Rafael Benitez kembali melatih di La Liga musim ini setelah meninggalkan Spanyol pada 2004. Setelah meninggalkan Valencia, Benitez melanjutkan kariernya di Inggris dan Italia bersama Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli. Rafael Benitez coba membandingkan liga di ketiga negara tersebut.

Rafael Benited mengatakan bahwa Di Inggris, permainan sebuah lebih mengandalkan kekuatan fisik, sedangkan di Italia lebih berdasarkan pada taktik. Sepak bola Spanyol pada dasarnya sangat teknis dan fokus pada taktik. Taktik permainan yang dikembangkan

Terakhir Rafael Benitez mengungkapkan keinginannya untuk melatih timnas Spanyol di masa depan. Itu ada dalam rencana saya. Tidak dalam waktu dekat, tapi saya selalu ingin melatih La Roja. Tim Nasional Spanyol merupakan Team impian yang mau dilatih oleh Rafaeel Benitez.

Yang terpenting, saya ingin mempersembahkan Gelar sebanyak-banyaknya untuk Real Madrid. Focus utama saya adalah ingin membawa Real Madrid ke puncak kejayaan dan ditakuti oleh Team-team lain. Selama ini Real Madrid hanya mengandalkan ketajaman di Lini depan tetapi tidak mementingkan lini pertahaanan. Saya mempunyai konsep pertahanan yang solid dan menyerang ala Brazil.

Roberto Baggio memberikan Nasehat kepada Mario Balotelli

Milan – cutejapanese.com, Legenda hidup sepakbola Italia, Roberto Baggio mengatakan bahwa saya tak ingin Mario Balotelli menyesal di kemudian hari. Dia mengingatkan kalau ‘Super Mario’ Mario Balotelli akan segera kehabisan waktu. Dia harus cepat membuktikan kemampuan terbaik kepada Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic

Silvio Berlusconi pernah menyebutkan bahwa Mario Balotelli sebagai apel busuk. AC Milan merekrut si pemain itu lagi di awal musim ini. Pemain internasional Italia itu menjadi pemain pinjaman dari Liverpool. Dengan rekam jejak yang pernah dibuat, AC Milan seolah-olah berjudi untuk merekrut Mario Balotelli lagi. Bentrok dengan pelatih dan sederet ulah di luar lapangan saat menjadi pemain Manchester City menjadi cerita yang mewarnai media Inggris.

Mario Balotelli kemudian berlabuh di AC Milan selama 1,5 musim, terhitung dari tengah musim 2012-2013 sampai akhir musim berikutnya. Di awal musim 2014-2015 dia dilepas ke Liverpool. Tetapi The Reds hanya sanggup ‘menangani’ Balotelli selama semusim.

Sejak itu, tak ada klub yang benar-benar serius untuk menampung Balotelli. Kinerja Balotelli buruk selama bergabung dengan ‘Si Merah’. Bukan hanya Milan yang disayangkan, tapi masa depan Balotelli juga menjadi perhatian. Roberto Baggio mengingatkan kepada Mario Balotelli agar Balotelli tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua yang didapatkan ini.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Roberto Baggio mengatakan bahwa kalau ada kesempatan aku akan berbicara kepada Balotelli. Dia sudah mendapatkan kesempatan kedua, bisa jadi yang paling akhir. Kalau dia tak menunjukkan ledakan, itu bakal jadi masalah.

Roberto Baggio mengatakan bahwa Kalau dibiarkan saja, dia akan berakhir dengan penyesalan. Di mata saya, dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia, tetapi tampaknya dia sendiri inginmenghilangkan gambaran sebenarnya dirinya sendiri.

Jika saya ketemu dengan dia, saya akan menasehatinya agar bisa menjadi pemain terbaik dunia. Dia mempunyai kemampuan dan mutu yang terpendam di dalamnya. Cuma jeleknya dia berperilaku buruk waktu bermain di Inggris. Saya memberikan saran kepaada Balotelli bahwa ini adalah kesempatan terakhir dia dalam berkarier di dunia sepak bola.

Juan Carlos Osorio menjadi Pelatih Meksiko

Pelatih klub Sao Paulo, Juan Carlos Osorio, memberikan konfirmasi bahwa ia akan meninggalkan kesebelasan asal Brasil itu untuk melatih tim nasional Meksiko. Sao Paulo mengumumkan hal tersebut pada Selasa (6/10) melalui pernyataan resmi presiden klub, Carlos Miguel Aidar mengatakan bahwa saya sangat menyesalkan keputusan Osorio. Ia sedang melakukan tugasnya dengan baik.

Pada akhir Bulan Juli, Meksiko memecat pelatih yang membawa mereka memenangi Piala Emas 2015, Miguel Herrera, hanya dua hari setelah turnamen itu selesai. Herrera terbukti bersalah karena menyerang seorang wartawan TV Azteca, Christian Manrinoli, di bandara Philadelphia.

Dua pekan yang lalu, Miguel Herrera memberikan dukungan kepada Osorio untuk mengambil alih tugasnya. Ia bukan pilihan yang buruk, Ia pernah bekerja di Meksiko, tetapi seluruh keputusan berada di tangan direktur. Osorio adalah Pekerja keras dan juga lelaki luar biasa.

Meksiko kemudian menunjuk manajer interim Ricardo Ferreti untuk menangani Tim Nasional dalam empat pertandingan. Ferretti mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi pelatih tetap El Tri karena hal itu berarti ia akan kehilangan posisinya sebagai pelatih klub Tigres di Liga Meksiko.

Osorio memenangi empat gelar Liga Kolombia dan tiga gelar domestik lainnya, namun hanya bertahan sebentar di Liga Meksiko ketika menangani klub Puebla. Ia membawa Sao Paulo ke tempat keenam di Liga Brasil dan juga ke final Piala Brasil.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui bahwa melatih timnas Meksiko adalah pekerjaan impian. Tapi ia juga berkeinginan tetap di Sao Paulo hingga final Piala Brasil.

Osario mengatakan bahwa ini keputusan yang sulit, yaitu antara tetap tinggal atau mengambil peran di timnas yang sangat bergengsi. Saya ingin berterima kasih kepada Brasil dan juga rakyat Brasil karena telah membuat kami merasa seperti di rumah, dan mengizinkan kami belajar tentang sepak bola dan budaya mereka. Saya berterima kasih kepada Sao Paulo karena kepercayaan mereka untuk saya dan untuk sekelompok orang Kolombia dengan mengizinkan kami berkontribusi kepada sepak bola Brasil.

Meksiko akan memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia pada 13 November melawan El Savador di kandang sendiri, dan kemudian bertandang ke Honduras pada 17 November 2015.

Ultras Lazio dan Ultras AS Roma bersatu untuk meninggalkan Stadion

Tak ada suara lantang para suporter garis keras AS Roma ketika AS Roma menundukkan Carpi dengan skor 5-1 di Stadion Olimpico, Roma, pada Sabtu (26/9). Tribun Curva Sud yang biasanya ramai oleh spanduk dan kibaran bendera terlihat sepi dan sonder kehadiran para pendukung.

Pada hari itu para pendukung AS Roma memang memutuskan untuk tidak berdiri di atas tribun dan lebih memilih berteriak di luar stadion. Mereka melakukan aksi protes setelah Kepala Pertahanan Sipil, Franco Gabrielli, memutuskan agar tribun khusus ultras dibagi ke dalam dua sektor dengan menggunakan pembatas yang terbuat dari plastik.

Keputusan yang telah diterapkan sejak awal musim itu diambil oleh Gabrielli untuk meningkatkan keamanan publik. Pasalnya, ultras di Italia sendiri memang sering kali terlibat dalam beberapa bentrokan yang sampai mengakibatkan nyawa merenggang.

Ultras merespons keputusan itu dengan melakukan aksi diam. Pada pertandingan melawan Juventus, mereka datang ke tribun namun tidak menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk AS Roma dan hanya beberapa kali menyuarakan lagu anti-polisi. Sementara pada pertandingan melawan Barcelona mereka memutuskan untuk tidak masuk sama sekali ke dalam stadion.

Ultras menyatakan secara resmi bahwa tidak ada dari kami yang ingin pergi dari Curva Sud, namun kami akan tetap pergi sampai kami dibebaskan. Kami akan tetap pergi sampai kami bisa mendukung klub kami dengan bebas, dan bukan seperti anak anjing yang telah dilatih.

Sementara itu, Berdasarkan informasi dari harian Il, Fatto Quotidiano mengatakan keputusan Gabrielli itu sebagai militerisasi stadion yang belum pernah ada presedennya.

Kini harian Il Tempo mengabarkan bahwa ultras Lazio yang menggunakan tribun Curva Nord Stadion Olimpico dan juga menerima perlakukan sama, dan akan mengikuti jejak musuh bebuyutannya itu untuk melakukan aksi meninggalkan stadion.

Lazio dan AS Roma akan berjumpa di Olimpico pada 8 November. Berdasarkan informasi dari La Gazzetta kini melaporkan bahwa ada kemungkinan kedua suporter ini akan mencapai kata sepakat untuk sama-sama meninggalkan tribun.

Berdasarkan informasi dari ESPN, hingga kini Gabrielli sendiri mengabaikan protes dari ultras Roma dan pihak klub juga tidak menunjukkan niatan untuk memberikan dukungan kepada suporter dan menentang pihak berwenang.

Guangzhou Evergrande berhasil mengalahkan Gamba Osaka di Guangdong

Raksasa sepak bola asal China, Guangzhou Evergrande, berhasil memetik kemenangan pada leg pertama semifinal Liga Champions Asia atas lawannya yang berasal dari Jepang, Gamba Osaka. Gamba Osaka takluk 1-2 di tangan tuan rumah dalam laga yang berlangsung di Stadion Tianhe, Guangdong, Rabu (30/9) malam WIB.

Guanghzhou sempat tertinggal lebih dulu setelah Feng Xiaoting melakukan gol bunuh diri pada menit ke-12. Namun klub dengan julukan Harimau-Harimau China Selatan itu berhasil membalikkan skor menjadi 2-1 lewat dua gol yang dicetak Huang Bowen (36′) dan Zheng Zhi (57′).

Gol bunuh diri Feng terjadi pada saat pemain bertahan berusia 29 tahun itu salah mengantisipasi umpan silang Gamba dari sisi kiri pertahanan mereka yang dilepaskan Hiroyuki Abe. Gamba Osaka bisa saja memimpin menjadi 2-0 pada 12 menit kemudian. Namun Tendangan Shu Kurata hanya mengenai jaring samping di luar gawang.

Tertinggal satu gol, Guangzhou berhasil menyamakan kedudukan berkat aksi Huang pada menit ke-36. Gol ini terjadi Setelah menerima umpan dari mantan gelandang Tottenham Hotspur, Paulinho dari lapangan tengah, diumpankan ke Huang. Huang berhasil lolos dari jebakan offside dengan mudah menaklukkan Masaaki Higashiguchi di bawah mistar Gamba.

Pada babak kedua, umpan-umpan lambung yang dimainkan oleh pimpinan klasemen sementara Liga China itu sukses mengacaukan lini pertahanan Gamba. Pada menit ke-57, Zheng Zhi berhasil menaklukkan Higashiguchi lewat sundulan kepalanya. Kemenangan itu membuat Team asuhan Luiz Felipe Scolari itu memiliki bekal bagus saat giliran bertandang ke markas Gamba, Rabu (21/10) mendatang.

Guangzhou akan gantian melawat ke kandang Gamba, Rabu (21/10) mendatang. Pemenang dari duel semifinal ini akan melangkah ke partai final guna berhadapan dengan pemenang antara Al Hilal dan Al Ahli. Dua klub itu hanya mampu bermain imbang di leg pertama.

Dalam pertandingan yang berlansung di Riyadh, Selasa (29/9) itu Al Hilal dan Al Ahli imbang 1-1. Apakah Gamba Osaka akan membalas kekalahaan mereka di China ? Atau Jutsru Guanzhou akan mempermalukan dua kali Gamba Osaka di hadapan publik sendiri ?

Ikutilah pertandingan seru dan updatenya bisa dilihat di cutejapanese.com

Sepp Blatter terancam Skorsing 90 hari dari Dewan Komite Etik FIFA

Sepp Blatter terancam tidak bisa menjalani jabatannya sebagai Presiden FIFA sampai Bulan Januari 2016 setelah Komite Etik FIFA merekomendasikan agar pria 79 tahun itu dijatuhi skorsing selama 90 hari.

Hukuman skorsing selama 90 hari telah disepakati oleh Komite Etik FIFA dalam pertemuan di Swiss pekan ini. Keputusan itu tinggal diketuk palu oleh dewan keputusan komite etik yang dipimpin oleh hakim asal Jerman, Hans-Joachim Eckert.

Komite Etik FIFA memutuskan untuk menggelar pertemuan untuk membahas posisi Sepp Blatter menyusul keputusan Kejaksaan Agung Swiss yang menetapkan proses pidana terhadap presiden FIFA yang sudah menjabat sejak tahun 1998 tersebut.

Sepp Blatter diselidiki atas kasus dugaan penjualan hak siar Piala Dunia 2010 dan pembayaran ‘uang misterius’ kepada presiden UEFA saat ini, Michel Platini, sebesar 1,3 juta poundsterling.

Skors 90 hari ini merupakan hukuman terberat yang bisa dijatuhkan oleh Komite Etik FIFA jika sedang terjadi penyelidikan. Komite Etik FIFA berharap skorsing itu bisa membuat Kejaksaan Agung Swiss lancar dalam melakukan penyelidikan terhadap Organisasi FIFA.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport memberitakan bahwa Hakim Eckert akan mengetuk palu sanksi rekomendasi Komite Etik FIFA untuk Sepp Blatter hari ini, Kamis (8/10). Sepp Blatter sendiri sudah mengetahui rekomendasi Komite Etik FIFA tersebut.

Berdasarkan informasi dari Reuters, Penasehat Sepp Blatter, Klauss Stohlker mengatakan bahwa Kabar itu sudah disampaikan ke presiden (Blatter) sore ini. Dia tenang. Belum ada keputusan final.

Jika sanksi tersebut telah disahkan, maka Sepp Blatter akan menjalani hukuman hingga Januari 2016. Sedangkan pemilihan presiden FIFA akan berlangsung pada 26 Februari 2016.

Ada dua kasus yang ditengarai melibatkan Blatter. Salah satunya, Blatter menandatangani kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Karibia pada 12 September 2015. Kontrak ini diduga tak menguntungkan bagi FIFA.

Pada kasus lainnya, Sepp Blatter diduga telah melakukan pembayaran disloyal untuk Presiden UEFA, Michel Platini. Dalam kasus ini, FIFA juga tidak diuntungkan. Hingga kini, Komite Etik belum mengambil tindakan terhadap Platini.

Hingga kini Komite Etik FIFA belum mengeluarkan rekomendasi sanksi terkait kasus Michel Platini.

Penggunaan Nama Bonek FC tidak Etis dalam Dunia Sepak Bola

Persebaya United mengubah namanya menjadi Bonek FC. Nama Bonek FC tersebut dinilai tidak etis. Mengingat Bonek itu sebutan untuk suporter Persebaya bukan untuk nama sebuah klub. Persebaya United harus berganti nama di Piala Presiden. Kementerian Hukum dan HAM telah mengeluarkan keputusan bahwa yang berhak menggunakan nama Persebaya dan logonya adalah Persebaya 1927 yang dikelola oleh PT Persebaya Indonesia.

Dengan begitu, Persebaya dibawah PT MMIB (Mitra Muda Inti Berlian) harus mengganti nama beserta logo tersebut. Klub tersebut kemudian memilih menggunakan nama Bonek FC. Pemilihan nama tersebut membuat kelompok suporter Persebaya, Bonek, bertanya-tanya. Mereka menilai penggunaan nama itu tidak etis, karena Bonek adalah identitas dari suporter Persebaya itu sendiri.

Presedium Bonek, Andi Pecie mengatakan bahwa seharusnya Persebaya United meminta izin lebih dulu kepada media Jawa Pos, karena mereka yang memperkenalkan lebih dulu kepada masyarakat perihal nama Bonek tersebut.

Berdasarkan informasi dari Presidum Bonek, Andi Pecie mengatakan bahwa Kami menilai itu tidak etis dan ahistoris nama Bonek itu digunakan dalam klub sepakbola. Yang pertama, nama Bonek adalah identitas dari Suporter Persebaya. Yang kedua, nama Bonek, diperkenalkan di publik secara meluas oleh media Jawa Pos. Harusnya ada konfirmasi dan izin dari Jawa.

Andi mengakui nama Bonek memang belum dipatenkan, sehingga tidak bisa dibawa ke ranah hukum. Namun dia berharap nama Bonek tidak digunakan di sepakbola Indonesia. Andi Pacie menambahkan bahwa Problem utama kami ini nama Bonek belum dipatenkan. Secara hukum kami tidak bisa mempermasalahkan secara hukum. Tapi harapan kami tidak ada nama Bonek di sepakbola Indonesia.

Kiprah Bonek FC di Piala Presiden terhenti pada babak delapan besar. Pada pertandingan leg kedua melawan Sriwijaya FC, Minggu (27/9) kemarin mereka memilih Walk Out (WO) lantaran keberatan dengan keputusan wasit.

Bonek FC pun kini terancam kena sanksi oleh Mahaka Sports and Entertaiment. Bonek FC disebut klub yang tidak dewasa karena bersikap demikian. Kami akan melakukan sanksi denda. Sesuai kesepakatan, Jika ada yang berbuat akan dihukum dengan sanksi yang berat.