Arsip Kategori: Friendly Match

Neymar mencetak dua gol dalam laga persahabatan melawan AS

Amerika Serikat – cutejapanese.com, Meski sempat dicadangkan dan baru masuk ke lapangan pada babak kedua, Neymar mampu mencetak dua gol dan membantu Brasil menang dengan skor 4-1 dalam pertandingan persahabatan melawan Amerika Serikat di Foxborough, Massachusetts.

Brasil membuka pundi-pundi gol pada menit ke-9 lewat Hulk. Gol ini tercipta berawal dari menerima umpan silang dari Willian yang sukses melewati Aljandro Bedoya, Hulk sukses mengoyak gawang Meksiko dengan tendangan kerasnya.

Dalam posisi unggul 1-0, Neymar masuk ke lapangan pada babak kedua dan langsung memberikan pengaruh yang sangat besar. Ia mendapatkan penalti untuk Brasil setelah dilanggar oleh Brad Guzan di kotak terlarang. Eksekusi penyerang Barcelona tersebut sukses dan menambah keunggulan Brazil menjadi 2-0.

Gol ketiga Brasil tercipta pada menit ke-63. Serangan ini berawal dari penyerang sayap Paris Saint Germain, Lucas Moura, ia menyisir di sisi kiri permainan Brasil. Umpan terobosan Moura kemudian dimanfaatkan oleh Rafinha yang beraksi di dalam kotak penalti.

Tiga menit kemudian, Neymar merubah kedudukan menjadi 4-0. Walaupun berhadapan dengan rapatnya barisan pertahanan Amerika Serikat, Neymar mampu mencari celah dan mengoyak gawang Guzan dari jarak 10 meter di depan gawang. Pada menit terakhir, Amerika Serikat mampu memperkecil ketinggalan lewat Danny Williams.

Kemenangan ini adalah yang ke-15 bagi Brasil dalam 16 perjumpaan dengan Amerika Serikat.

Ini adalah pertandingan persahabatan terakhir sebelum Brazil menjalani sesi kualifikasi Piala Dunia pada 8 Oktober nanti melawan Chile dan kemudian bertemu dengan Venezuela empat hari kemudian.

Brasil sendiri harus bermain tanpa Neymar dalam kedua pertandingan tersebut. Pemain berusia 23 tahun itu masih menjalani sanksi larangan bertanding empat pertandingan menyusul kartu merah yang didapatnya pada babak grup Copa America 2015.

Hal inilah yang membuat Dunga mencadangkan Neymar ketika bertemu dengan Kosta Rika dan Amerika Serikat, yaitu agar timnya terbiasa bermain tanpa Neymar. Sang penyerang sendiri sempat mengungkapkan kekesalannya karena disimpan di bangku cadangan.

Berdasarkan informasi dari Sport.es, Neymar mengatakan bahwa berada di bangku cadangan sesuatu yang tidak biasa saya lakukan, dan saya tidak akan menerimanya. Saya ingin bermain dan bekerja keras untuk masuk tim utama.

Gerardo Martino tidak bisa menerapkan strategy yang cocok untuk Argentina

Amerika Serikat – cutejapanese.com, Team Tango, Argentina hampir saja kalah dari Meksiko dalam pertandingan persahabatan melawan Meksiko di AT&T Stadion di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (9/9) siang WIB.

Sampai pertandingan berjalan tiga perempat waktu normal, finalis Copa America 2015 dan Piala Dunia 2014 itu ketinggalan 0-2 dari timnas Meksiko. Dua gol untuk keunggulan Meksiko dicetak oleh mantan penyerang Manchester United Javier Hernandez pada menit ke-19 dari titik penalti dan Hector Herrera pada menit ke-69.

Pada pertandingan kali ini Argentina beruntung karena sang kapten Argentina Lionel Messi dan penyerang Manchester City Sergio Aguero mengejar ketinggalan gol ke gawang Meksiko menjelang lima menit sebelum pertandingan berakhir.

Lionel Messi mencetak gol lebih dulu pada menit ke-85, kemudian disusul Sergio Aguero pada menit ke-88. Sampai peluit akhir pertandingan berbunyi tidak ada gol lagi yang dicetak oleh kedua tim sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Pada pertandingan tersebut baik pelatih timnas Argentina maupun timnas Meksiko, Gerardo Martino dan Ricardo Ferretti sama-sama menggunakan formasi awal 5-3-2. Martino menempatkan Fernando Gago di posisi bek sayap kiri, sementara itu Lionel Messi bermain di tengah ditemani Ever Banega dan Javier Mascherano. Sementara di depan, Martino menempatkan duet Carlos Tevez dan Angel Correa.

Namun, formasi awal itu tidak terbukti efektif pada babak pertama hingga pertengahan babak kedua. Meksiko justru mencuri gol di masa-masa tersebut. Meksiko membuka keunggulan setelah bek baru Manchester City Nicolas Otamendi melanggar Raul Jimenez di dalam kotak terlarang. Hernandez yang berharap kariernya kembali pulih dengan pindah ke Bundesliga, berhasil mengeksekusi penalti.

Hernandez alias Chicharito pun hampir saja menambah gol sebelum jeda babak pertama. Setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Gago, mantan penyerang Manchester United itu berakselerasi. Sayang penyelesaiannya melambung di atas mistar gawang Argentina yang dikawal kiper klub Meksiko, Tigres UANL, Nahuel Guzman.

Memasuki babak kedua, Martino mencoba mengubah formasi dan Messi dimainkan lebih ke depan lagi. Tetapi, pada menit ke-69 Argentina kembali kebobolan. Gol ini berawal terjadi dari umpan Miguel Layun dari sektor sayap tim Tango yang kosong, tapi pergerakan berhasil dihantam Herrera dari pinggir kotak penalti.

Setelah itu, Martino mencoba mengubah komposisi pemain dan formasi. Pada menit ke-70, Martino mengganti empat pemain.

Marcos Rojo diganti bek sayap San Lorenzo, Emmanuel Mas (70′), kemudian Gago diganti gelandang serang Juventus Roberto Pereyra (76′), terakhir duet penyerang Tevez dan Correa diganti Sergio Aguero (76′) serta Ezequiel Lavezzi (77′).

Formasi pun kembali ke pola 4-3-3, di mana Messi kembali menempati posisi yang biasa ia nikmati di Barcelona dan timnas Argentina sebelumnya. Formula itu berhasil. Pasalnya, ibarat pahlawan kesiangan, Messi dan Aguero berhasil menyumbang gol untuk menghindarkan tim itu dari kekalahan.

Ini bukan pahlawan kesiangan. Tetapi Pelatih Argentina tidak bisa menerapkan strategi yang baik. Jangan pernah menyalahkan suatu pemain. Yang menjadi komando semua adalah pelatih. Jika pelatih salah menempatkan strategi yang tepat, maka akan fatal

Susunan Pemain:

Argentina:
Nahuel Guzman; Facundo Roncaglia, Martín Demichelis, Nicolás Otamendi, Marcos Rojo (70′: Emmanuel Mas), Fernando Gago (76′: Roberto Pereyra), Javier Mascherano, Lionel Messi, Ever Banega, Carlos Tévez (76′: Sergio Agüero), Ángel Correa (77′: Ezequiel Lavezzi)

Meksiko:
Moisés Muñoz; Miguel Layún, Rafael Márquez, (85′: Oswaldo Alanís), Héctor Moreno, Israel Jiménez, Diego Reyes, Héctor Herrera (81′: Jesús Dueñas), José Vázquez (66′: Jorge Torres), Andrés Guardado, Raúl Jiménez, Javier Hernández (76′: Carlos Vela)

Del Bosque kecewa terhadap permainan anak asuhnya

Tim Nasional Spanyol berhasil meraih kemenangan tipis atas Macedonia dalam lanjutan kualifikasi Grup C Piala Eropa 2016 pada Selasa (8/9) waktu setempat. Kemenangan tipis tim matador itu terjadi berkat gol tunggal gelandang serang Manchester United Juan Mata pada menit ke delapan.

Namun, kemenangan tersebut tak disambut dengan antusias oleh Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque.

Pelatih berusia 64 tahun itu justru mengklaim dan kecewa terhadap anak asuhannya seolah ‘berhenti bermain’ setelah spanyol mencetak satu gol.

Berdasarkan informasi dari Football Espana, Del Bosque mengayakan bahwa Kami mengalahkan Macedonia hanya karena ada kesempatan dan dibangun atas dasar yang salah. Kami tidak bermain dengan baik. Gol yang dicetak oleh Juan Mata itu sendiri sebetulnya berawal dari sebuah umpan silang yang berbelok mengarah ke dalam gawang setelah tersundul sang kiper Macedonia, Tome Pacovski.

Nama Mata tidak tertulis di papan skor, melainkan hasil bunuh diri atas nama Pacovski. Del Bosque sendiri tak habis pikir mengapa Mata dkk bermain seperti tak ada hasrat. Terutama pada babak kedua. Kami mencetak gol kami karena beruntung. Sekali kami telah mencetak gol, kami seperti berhenti bermain. Kami bermain lebih lambat, tanpa substansi apapun.

Pada penilaian Del Bosque, malam itu Team Spanyol tidak menerapkan seluruh dari tiga hal dasar dalam sepak bola yaitu bertahan, menciptakan peluang, dan mengakhiri peluang ke dalam gawang lawan. Itu semua tidak ada hasrat. Mungkin bahwa Spanyol sudah lolos Piala Eropa. Jadi tidak mempunyai hasrat untuk menciptakan pesta gol.

Jika terus bermaain seperti ini, kami memperkirakan Spanyol akan gugur di Perempat Final. Apalagi ketemu lawan yang cukup tangguh. Ini merupakan catatan untuk Del Bosque agar memperbaiki kelemahaan yang ada di anak didiknya. Jika ingin meraih Juara Piala Eropa lagi, gembleng pemain-pemainnya agar lebih semangat dan mempunyai hasrat untuk bermain.

Percuma mempunyai skill yang bagus, Jika tidak mempunyai hasrat bermain. hasiilnya tidak akan memuaskan. Pada kemaren malam, Spanyol tidak memainkan permainan yang cepat. Yang merupakan ciri khas Tim Nasional Spanyol.

Neymar menjadi kapten, tetapi dikritik pedas oleh Kosta Rica

Jelang pertandingan antara Tim Nasional Brasil menghadapi Kosta Rika pada laga pertandingann di New Jersey, Amerika Serikat, Sabtu (5/9), Neymar mendapat kritikan tajam dari legenda Selecao. Mantan pemain Timnas Braazil, Leornaardo Arauji mengatakan bahwa Neymar belum pantas menjadi kapten tim.

Leornardo mengatakan bahwa Neymar adalah pemain hebat, tetapi dia tidak punya kedewasaan untuk memimpin dan mengangkat tim. Neymar ditunjuk sebagai kapten timnas Brasil menggantikan Thiago Silva oleh pelatih Carlos Dunga usai Piala Dunia 2014.

Pada Turnamen Copa America 2015, Neymar gagal menunjukkan sikap sebagai kapten ketika mendapat kartu merah melawan Kolombia di babak grup dan absen di sisa turnamen. Meski mengkritik kepemimpinan Neymar, Leonardo menganggap permainan penyerang 23 tahun itu jauh meningkat sejak meninggalkan Santos dan bergabung dengan Barcelona pada 2013.

Leornardo mengatakaan bahwa dia mendapat banyak kritikan ketika masih bermain di Brasil. Dia egois dalam penguasaan bola dan ingin selalu memberikan pengaruh. Sekarang dia bermain lebih bagus tanpa bola. Ini masalah mental. Salah satu kemajuan yang ditunjukkan Neymar menurut Leonardo adalah kemampuannya dalam melakukan tendangan bebas. Tendangan bebas begitu indah

Pemain yang pernah membawa Barzil meraih Piala Dunia 2914 menegaskan bahwa Sebelumnya dia tidak pernah mengambil tendangan bebas, sekarang dia pemain spesialis. Masih ada banyak hal lainnya yang bisa dia tingkatkan.

Berdasarkan informasi dari Footbaall Espana, Neymar mengatakan baahwaa ia adalah pemain hebat, etapi ia belum memiliki kematangan untuk memimpin Brasil dan memimpin sebuah tim. Ia banyak dikritik kerika bermain bersama Brasil karena ingin terus memegang bola dan sikap egoisnya. Selain itu, sikapnya di atas lapangan belum mencerminkan sikap pemimpin.

Terpilihnya Carlos Dunga menjadi pelatih Brasil menggantikan Luiz Felipe Scolari memang membawa perubahan yang cukup kental di skuad tim Samba. Secara mengejutkan Dunga mencopot ban kapten dari Thiago Silva dan memilih Neymar menjadi kapten utama.

Hal tersebut cukup mengejutkan karena Neymar masih sangat muda dan minim pengalaman untuk menjadi seorang pemimpin dalam tim. Selain itu, masih banyak sosok yang lebih senior dari Neymar yang lebih pantas menjadi kapten.

Brazil hanya meang tipis melawan Kosta Rika

New Jersey- Cutejapanese.org, Team Samba, Brasil memetik kemenangan tipis dalam pertandingan uji coba melawan Kosta Rika dengan skor 1-0. Hulk tampil sebagai pahlawan Samba berkat gol tunggal yang diciptakannya di awal babak pertama.

Berdasarkan informasi dari ESPN FC mencatat bahwa pada pertandingan yang digelar di Red Bull Arena, New Jersey, Minggu (6/9/2015) dinihari WIB, Brasil tampil dominan memiliki 62 persen dan memiliki penguasaan bola dengan total 18 tembakan (8 mengarah ke gawang).

Sedangkan Kosta Rika hanya menciptakan satu percobaan tidak mengarah ke gawang dengan 37 persen penguasaan bola yang dipunya.

Brasil langsung memimpin 1-0 saat laga baru berjalan 10 menit. Gol ini berawal dari Menggiring bola dengan bayang-bayang seorang pemain lawan, Hulk menerobos kotak penalti dan akhirnya melepaskan tembakan mendatar ke jala Kosta Rika.

Kiper Kosta Rika Patrick Pamberto mendapatkan ujian di awal-awal pertandingan. Pamberto menyelamatkan gawangnya dari tembakan bebas Hulk dan sontekan jarak dekat Luiz. Fernandinho melepaskan tembakan kencang tapi masih bisa dihalau Pamberto ke tiang dekat. Bryan Ruiz komplain kepada wasit bahwa dia dilanggar oleh David Luiz di dalam kotak penalty.

Setelah turun minum, gelombang serangan Brasil semakin gencar. Marcelo menusuk pertahanan Kosta Rika dari tengah sebelum melepaskan tembakan ke arah kiper dan tendangan Douglas Costa melambung ke mistar setelah mengobrak-abrik pertahanan Brasil

Pada menit ke-56, Kosta Rika sebenarnya mampu mencetak gol melalui Bryan Ruiz. Namun, gol penyerang Sporting Lisbon itu dianulir wasit karena dianggap dalam posisi offside ketika menerima umpan Johan Venegas.

Brazil ingin menambah gol. Maka dimasuklah Neymar pada 10 menit terakhir, namun pemain Barcelona itu tidak sanggup menambah gol Brasil.

Brazil tidak mempunyai serangan yang mematikan. Brazil seperti yang dulu. Tidak menampilkan penampilan yang indah. Kami kecewa. Team Brazil sekarang ini tidak mempunyai kekuatan serangan yang kuat.

Susunan Pemain

BRASIL:
Grohe, Miranda, David Luiz, Marcelo, Danilo, Fernandinho (Elias 74′), Douglas Costa (Neymar 82′), Luiz Gustavo (Rafinha 81′), Willian (Lucas Moura 78′), Lucas Lima (Coutinho 67′), Hulk (Kaka 67′)

KOSTA RIKA:
Pemberton, Acosta, Gonzalez, Duarte, Borges, Gamboa (Myrie 90′), Tejeda (Guzman 77′), Matarrita, Bryan Ruiz (Colindres 80′), Vanegas (Vega 90′), Urena (Campbell 61′)

Federasi Sepak Bola Spanyol memindahkan lokasi pertandingan

Jakarta, cutejapanese.com — Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan persahabatan melawan Inggris pada tanggal 13 November mendatang dari Santiago Bernabeu ke Stadion Rico Perez di Alicante.

Keputusan itu diambil oleh RFEF, Senin (7/9) sebagai bentuk proteksi untuk bek timnas Spanyol, Gerard Pique dari cemoohan dan ejekann suporter Real Madrid.

Federasi Sepak Bola Spanyol mengambil keputusan itu berkaca dari insiden cemoohan yang didapat Pique pada saat timnas Spanyol mengalahkan Slovakia 2-0 di kualifikasi Piala Eropa 2016 di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Sabtu (5/9).

Di pertandingan itu, Pique mendapat cemoohan setiap menguasai bola. Untuk Mengantisipasi insiden serupa terjadi di Santiago Bernabeu, Federasi Sepak Bola Spanyol lebih memilih untuk memindahkan lokasi pertandingan melawan Inggris.

Pique dan suporter Real Madrid memiliki hubungan yang tidak harmonis. Semuanya itu bermula dari komentar mantan bek Manchester United itu pada perayaan treble Barcelona akhir musim lalu. Dimana ketika itu Pique menyindir Real Madrid dengan mengatakan terima kasih, kevi. Semua itu bermula dari kamu.

Kevin yang dimaksud Pique adalah penyanyi asal Kolombia, Kevin Roldan. Penyanyi ini hadir pada perayaan Ulang Tahun Bintang Real Madrid, Christiano Ronaldo pada tanggal 07 Februari yang lalu. Keputusan Roldan mengunggah foto acara ulang tahun Ronaldo diklaim sebagai titik balik keterpurukan Madrid padamusim lalu. Pasalnya, pesta ulang tahun itu menciptakan konflik di dalam skuat El Real. Ronaldo memutuskan untuk tetap menggelar pesta ulang tahun beberapa jam setelah Madrid dikalahkan Atletico Madrid 0-4 di Vicente Calderon.

Suporter Madrid bersua bahwa jika tidak ada api, tidak ada kebakaran. Jika tidak ada kritikan, maka kami tidak akaan melakukan tersebut. Bersainglah secara sehat. Jangan sangat mengkritik. Apalagi sampai menggungah di sosial media. Itu akan menjadi santapan para suporter yang tidak suka samaa kamu.

Spanyol dijadwalkan menghadapi Macedonia pada lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup C di Skopje, Selasa (8/9). Untuk itu kami menyarankan Spanyol dan Pique harus lebih focus dan displi dalam pertahanan. Karena pertahanan Spanyol sangat rapuh.

Kemenangan Prancis atas Portugal ditentukkan oleh Tendangan Bebas

Pada pertandingan persahabatan antara Portugal dengan Perancis di Estadio Jose, Alvalade berakhir dengan kemenangan tipis Perancis melawan Portugal. Kemenangan ini didapat melalui tendangan bebas oleh Mathieu Valbuena di menit-menit terakhir.

Berdasarkan informasi dari ESPN memberitakan bahwa dalam pertandingan yang berlangsung, Prancis tercatat lebih menguasai pertandingan. Mereka unggul dalam penguasaan bola 58% berbanding 42% milik Portugal. Prancis melepaskan lebih sedikit tembakan dari tuan rumah, yakni 8 berbanding 10. Tapi dari jumlah itu, anak asuh Didier Deschamps mencatatkan tujuh upaya tepat sasaran sedang Portugal hanya satu.

Salah satu peluang terbaik Prancis tiba di menit ke-31, saat Blaise Matuidi berhadapan satu lawan satu dengan kiper Portugal Rui Patricio. Tetapi tendangannya masih mampu dihalau oleh Patricio dengan kaki.

Portugal membalas dengan eksekusi tendangan bebas Cristiano Ronaldo di menit ke-41. Bola tendangannya memantul tanah dan masih mampu dibaca dengan baik oleh Hugo Lloris. Sebuah kerja sama antara Paul Pogba dengan Antoine Griezmann berakhir dengan tendangan yang dilakukan oleh Griezman. Hanya saja bola masih terlalu mudah untuk diamankan Patricio.

Akhirnya gol yang ditungu-tunggu telah datang. Gol pada akhirnya tercipta di menit ke-85 melalui tendangan bebas, melalui hasil dari pelanggaran Jose Fonte terhadap Griezmann. Valbuena maju sebagai eksekutor dan mengarahkan tendangan melengkung yang melesat dengan sempurna melewati pagar pemain, lalu bersarang di pojok kiri atas gawang Patricio

Tidak ada lagi gol di sisa waktu. Dengan hasil ini, Prancis menghentikan rangkaian kekalahan di dua pertandingan sebelumnya. Sebaliknya bagi Portugal, kekalahan ini menyetop laju dua kemenangannya.

Susunan pemain:

Portugal:
Rui Patricio; Vieirinha (Soares 61′), Pepe, Carvalho (Fonte 27′), Eliseu; Joao Mario (Danny 80′), Danilo Pereira (Silva 85′), Adrien Silva (Veloso 61′); Nani, Eder, Ronaldo (Quaresma 67′).

Prancis:
Lloris; Sagna, Varane, Koscielny, Evra; Sissoko (Valbuena 80′), Cabaye (Schneiderlin 46′), Matuidi; Pogba; Fekir (Griezmann 14′ (Giroud 88′)), Benzema (Martial 74′).

Dalam pertaandingan ini, Prancis melawan Portugal bermain membosankan. Tidak ada gol yang indah dan alur permainan yang sangat monoton. Tidak ada jual beli serangan. Gol prancis dari tendangan bebas sangat kebetulan.

Pelatih Argentina, Martino membawa Messi ke Tour Pramusim Amerika Serikat

Pelatih Argentina, Gerardo Martino telah mengubur spekulasi bahwa Lionel Messi akan istirahat sejenak dari dunia sepak bola internasional setelah dia memasukkan nama penyerang Barcelona tersebut ke dalam team yang menjalani tur ke Amerika Serikat.

Sebagai kapten team, Lionell Messi akan memimpin rekan-rekannya dalam laga persahabatan melawan Bolivia dan Meksiko di Texas bulan depan.

Usai kalah dari Chile di final Copa America 2015, media-media Argentina sempat berspekulasi bahwa Lionell Messi akan istirahat sejenak dari team Argentina. Terutama Lionell Messi menerima berbagai kritikan karena tidak kunjung memberikan Tim Tango sebuah gelar.

Berdasarkan situs resmi dari Federasi Sepak Bola Argentina, Martino sebagai pelatih Argentina mengumumkan nama-nama teamnya bertepatan dengan 10 tahun debut Lionell Messi bersama Tim Nasional. Martino mengatakan bahwa kritik-kritik tersebut tidak adil. Martino juga sempat menyatakan bahwa jika saja ia Lionel Messi maka ia akan undur diri dari timnas.

Eks pelatih Barcelona tersebut memanggil 24 orang ke dalam teamnya. Dia menambahkan nama Ramiro Funes Mori ke dalam daftar nama pemain yang mayoritas bermain di Copa America. Martino memanggil Funes setelah dia tampil gemilang di final Copa Libertadores bersama River Plate.

Tiga pemain Argentina telah berganti klub semenjak final Copa tersebut, yaitu Sergio Romero yang bergabung dengan Manchester United, Angel di Maria pindah ke Paris Saint Germain, dan Carlos Tevez kembali ke Argentina untuk membela Boca Juniors.

Seusai menjalani Tour di Amerika Serikat, Argentina akan menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan melawan Ekuador pada tanggal 5 Oktober.

Team Argentina dibawah Pelatih Martino

Penjaga Gawang:
Sergio Romero (Manchester United), Nahuel Guzman (UANL Tigres), Agustin Marchesin (Santos Laguna)

Pemain Belakang:
Facundo Roncaglia (Genoa), Pablo Zabaleta, Martin Demichelis (both Manchester City), Ezequiel Garay (Zenit St Petersburg), Nicolas Otamendi (Valencia), Marcos Rojo (Manchester United), Milton Casco (Newell’s Old Boys), Ramiro Funes Mori (River Plate)

Gelandang:
Javier Mascherano (Barcelona), Lucas Biglia (Lazio), Ever Banega (Sevilla), Roberto Pereyra (Juventus), Fernando Gago (Boca Juniors), Angel Di Maria, Javier Pastore (both Paris St Germain), Erik Lamela (Tottenham Hotspur)

Penyerang:
Lionel Messi (Barcelona), Carlos Tevez (Boca Juniors), Gonzalo Higuain (Napoli), Sergio Aguero (Manchester City), Ezequiel Lavezzi (Paris St Germain)

Klub Polandia Sukses Bikin Repot Juventus

GDANSK, Cutejapanese.org – Juventus harus berusaha keras untuk mengalahkan klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Pada laga yang di gelar di PGE Arena Gdansk, Polandia, (Rabu 29/7/2015) waktu setempat. La Vecchia Signora hanya mampu menang dengan skor tipis 2-1, meski menurunkan sejumlah pemain bintang,

Pada menit ke-4, Juventus seakan bakal menang dengan mudah saat Paul Pogba sudah mampu menciptakan gol. Pogba sukses memanfaatkan buruknya organisasi pertahanan Gdansk dan berhasil menyundul bola dengan sangat keras ke dalam gawang.

Tapi, setelah gol tersebut Dewi Fortuna seakan menjauh dari Juventus. Kesialan berkali-kali menghampiri La Vecchia Signora. Pertama, cedera yang menimpa Giorgio Chiellini pada menit ke-8. Cedera lama bek asal Italia itu diperkirakan kambuh sehingga harus ditarik keluar dan digantikan oleh Martin Caceres.

Kehilangan Chiellini sepertinya berpengaruh terhadap performa para pemain Juventus. Pasalnya sejak saat itu, semangat juang Pogba dkk menurun drastis. Sebaliknya, para pemain Gdansk makin bersemangat untuk menyamakan kedudukan setelah para penonton yang memenuhi stadion mulai bergemuruh menyanyikan yel-yel.

Peluang emas didapatkan oleh Gdansk pada menit ke-41. Ketika itu, mereka hampir mencetak gol andai tidak digagalkan oleh tiang gawang.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri yang memainkan skema 3-5-2 sejak awal laga memutuskan untuk mengubah susunan pemain saat interval kedua pertandingan baru dimulai. Pada saat itu, Allegri menarik keluar Lenardo Bonucci, Simone Zaza, Pogba, dan Stphan Lichtsteiner guna memberika kesempatan kepada Patrice Evra, Mario Mandzukic, Morata, dan Claudio Marchisio unjuk gigi.

Perubahan ini membuahkan hasil. Serangan Juventus mulai berbahaya dan merepotkan gawang tuan rumah. Hebatnya, suporter tim tamu berlaku sportif dengan memberi apresiasi atas perjuangan Juventus. Aplaus dari suporter Gdansk makin kencang ketika kiper Juventus, Gianluigi Buffon ditarik keluar untuk digantikan oleh Neto.

Juventus lengah ketika laga memasuki 10 menit akhir. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh skuat Gdansk. Pada menit ke-82, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan Adam Buksa. Gol tercipta setelah pemain bertahan Juventus melakukan blunder di area kotak penalti. Bola yang gagal disapu oleh Clemenza akhirnya direbut Bruno Nazario dan memberikan umpan matang kepada Buksa.

Juventus terhenyak. Mereka seakan tak mau kembali ke Italia dengan hasil seri. Pertahanan Gdansk akhirnya bertubi-tubi diserbu Mandzukic dkk. Usaha keras mereka membuahkan hasil. Secara cerdik, Mandzukic mampu mengelabui beberapa pemain Gdansk dan mengarahkan bola ke dalam gawang.

Ini menjadi gol spesial bagi Mandzukic. Pasalnya, gol tersebut menjadi yang pertama bagi striker asal Krosia itu sejak dibeli dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas 2015.

Gol Mandzukic akhirnya menjadi pembeda pada laga itu. Juventus sukses mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan dan berhak meraih kemenangan dengan skor 2-1.

City Hancurkan Vietnam 8-1

HANOI, Cutejapanese.org – Manchester City menghancurkan tim nasional Vietnam dalam laga pramusim yang berlangsung di My Dinh National Stadium, Senin (27/7/2015) malam WIB. Enam dari delapan gol tersebut, Raheem Sterling, David Silva, dan Aleksandar Kolarov mencetak masing-masing dua gol.

Pada laga ini, City menurunkan kombinasi pemain muda dan senior sebagai starter. Joe Hart dikawal Kolarov, Bacary Sagna, Eliaquim Mangala, dan Jason Denayer.

Di tengah The Citizen memainkan Silva, Sterling, dan Jesus Navas, yang mendampingi Manuel Garcia dan George Evans. Sementara Kelechi Iheanacho diandalkan untuk jadi ujung tombak.

Dengan komposisi tersebut, City berhasil mencetak empat gol di babak pertama. Kolarov, Sterling (2 gol) dan Silva mencatatkan nama di papan skor.

Manajer City, Manuel Pellegrini, kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain di babak kedua. Beberapa pemain pilar ditarik keluar seperti Silva, Navas, Sterling, Sagna, dan Hart. Sebagai gantinya dimasukkan Edin Dzeko, Bruno Zuculini, Patrick Roberts, James Horsfield, dan Willy Caballero.

Namun demikian, ketajaman City tak menurun di babak kedua. Terbukti, Kolarov dan Silva kembali mencetak gol, diikuti Marcos Lopes dan Jose Angel Pozo. Sementara Satu gol balasan Vietnam tercipta di menit-menit akhir melalui Nguyen Van Quyet.

Hasil ini jadi respon meyakinkan City setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Real Madrid. Sejauh ini sudah tiga laga pramusim di jalani The Citizens. Sebelum melawan Vietnam dan Madrid, mereka bermain imbang 2-2 dengan AS Roma sampai kemudian kalah adu penalti.

Selanjutnya tim besutan Pellegrini ini akan kembali ke Eropa untuk menghadapi Stuttgart di partai pramusim terakhir. Laga ini akan digelar di Mercedes-Benz Arena pada 1 Agustus mendatang.