Arsip Kategori: World Cup

Sejak 1991 Vietnam Tak Pernah Bisa Menang di Kandang Timnas Indonesia!

Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (15/10/2019). Sebagai sesama negara Asia Tenggara, Tim Paman Ho bukan lawan yang asing bagi Tim Merah-Putih.

Sejarah mencatat Timnas Indonesia lebih dominan dibanding kubu lawan. Dalam 10 pertemuan terakhir Timnas Indonesia hanya kalah sekali. Itu pun terjadi pada 17 tahun silam, ketika Tim Merah-Putih takluk 0-1 dari Vietnam di semifinal SEA Games 1999.

Setelah itu Timnas Indonesia tidak pernah kalah melawan Vietnam. Mayoritas pertandingan disudahi dengan skor imbang (6 kali), sementara tiga lainnya dimenangi Tim Garuda.

Mayoritas bentrok kedua tim terjadi di Piala AFF, turnamen prestius kawasan Asia Tenggara yang dihelat setiap dua tahun sekali.

Salah satu kemenangan sensasional Timnas Indonesia diraih saat Piala AFF 2004 dengan skor 3-0.

Vietnam yang bertindak sebagai tuan rumah fase penyisihan dibuat tak berdaya oleh Timnas Indonesia asuhan Peter Withe. Gol kemenangan Tim Merah-Putih disumbang: Mauli Lessy, Boaz Solossa, dan Ilham Jayakesuma.

Ilham Jayakesuma menyebut laga itu jadi salah satu laga terbaik sepanjang kariernya membela Timnas Indonesia, selain kemenangan sensasional 4-1 di fase semifinal Piala AFF 2004 melawan Malaysia di Stadion Bukit Djalil, Malaysia.

“Malam itu kami benar-benar membuat pendukung Vietnam bersedih. Kami bermain amat luar biasa, sama sekali tak memedulikan teror dari suporter dari tribune stadion,” ujar Ilham yang di turnamen edisi 2004 jadi predator ganas bareng Boaz Solossa.

Setelah kemenangan sensasional tersebut pertemuan kedua tim lebih banyak diwarnai hasil imbang. 1-1 di Piala AFF 2007, 0-0 di pertandingan persahabatan tahun 2008, dua kali hasil imbang 0-0 di laga persahabatan tahun 2012, dan terakhir imbang 2-2 di Piala AFF 2014.

Kemenangan dramatis didapat Timnas Indonesia Stadion My Dinh National, Hanoi, pada semifinal leg kedua Piala AFF 2016 silam.

Timnas Indonesia yang ditukangi Alfred Riedl meraih kemenangan 2-1 pada leg pertama yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Bentrok kedua di Hanoi bisa dibilang sarat tekanan, mengingat tim tuan rumah amat superior di babak penyisihan.

Dan benar saja, Vietnam menggasak Timnas Indonesia dengan skor 2-1, sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Manati Lestusen jadi pahlawan lewat eksekusi penaltinya pada menit ke-97 setelah pemain belakang Vietnam melakukan pelanggaran ke.

Di Piala AFF Vietnam lebih sering kalah dari Indonesia dalam pertandingan, namun mereka unggul dalam koleksi gelar. Negara penganut faham sosialis itu tercatat dua kali jadi jawara Piala AFF pada edisi 2008 dan 2018.

Sementara itu, Timnas Indonesia paling banter hanya jadi spesialis runner-up pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016.

Pertemuan terkini pada Selasa (15/10/2019) di Pulau Dewata amat krusial bagi Timnas Indonesia. Anak-asuh Simon McMenemy baru saja menderita tiga kekalahan beruntun melawan Malaysia (2-3), Thailand (0-3), dan Uni Emirat Arab (0-5).

Rekor Pertemuan Indonesia Vs Vietnam:

28 November 1991: Indonesia Vs Vietnam 1-0 (SEA Games)
16 April 1993: Vietnam Vs Indonesia 1-0 (Kualifikasi Piala Dunia)
30 April 1993: Indonesia Vs Vietnam 2-1 (Kualifikasi Piala Dunia)
9 Juni 1993: Indonesia Vs Vietnam 1-0 (SEA Games)
12 Desember 1995: Vietnam Vs Indonesia 1-0 (SEA Games)
11 September 1996: Vietnam Vs Indonesia 1-1 (Piala AFF)
15 September 1996: Vietnam Vs Indonesia 3-2 (Piala AFF)
24 Februari 1997: Indonesia Vs Vietnam 1-0 (Dunhill Cup)
7 Oktober 1997: Indonesia Vs Vietnam 2-2 (SEA Games)
12 Agustus 1999: Indonesia Vs Vietnam 0-1 (SEA Games)
16 November 2000: Vietnam Vs Indonesia 2-3 (Piala AFF)
6 September 2001: Indonesia Vs Vietnam 1-0 (SEA Games)
21 Desember 2002: Indonesia Vs Vietnam 2-2 (Piala AFF)
11 Desember 2004: Vietnam Vs Indonesia 0-3 (Piala AFF)
15 Januari 2007: Indonesia Vs Vietnam 1-1 (Piala AFF)
11 Juni 2008: Indonesia Vs Vietnam 1-0 (Persahabatan)
15 September 2012: Indonesia Vs Vietnam 0-0 (Persahabatan)
16 Oktober 2012: Vietnam Vs Indonesia 0-0 (Persahabatan)
20 November 2014: Vietnam Vs Indonesia 2-2 (Persahabatan)
22 November 2014: Vietnam Vs Indonesia 2-2 (Piala AFF)
8 November 2016: Vietnam Vs Indonesia 3-2 (Persahabatan)
3 Desember 2016: Indonesia Vs Vietnam 2-1 (Piala AFF)
7 Desember 2016: Vietnam Vs Indonesia 2-2 (Piala AFF)

FIFA Umumkan Hasil Undian Pra-Piala Dunia 2018

SAINT PETERSBURG, Cutejapanese.org – FIFA telah melakukan pengundian Pra-Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg, Sabtu (26/7/2015). Kecuali Asia, lima konfederasi telah mendapatkan hasil pengundian.

Berikut ini adalah hasil undian Pra-Piala Dunia 2018:

Eropa
Grup A: Belanda, Perancis, Swedia, Bulgaria, Belarus, Luksemburg

Grup B: Portugal, Swiss, Hongaria, Kep Faroe, Latvia, Andorra

Grup: Jerman, Ceko, Irlandia Utara, Norwegia, Azerbaijan, San Marino

Grup D: Wales, Austria, Serbia, Irlandia, Moldova, Georgia

Grup E: Romania, Denmark, Polandia, Montenegro, Armenia, Kazakhstan

Grup F: Inggris, Slovakia, Skotlandia, Slovenia, Lithuania, Malta

Grup G: Spanyol, Italia, Albania, Israel, Makedonia, Liechtenstein

Grup H: Belgia, Bosnia-Herzegovina, Yunani, Estonia, Siprus

Grup I: Kroasia, Islandia, Ukraina, Turki, Finlandia

Afrika
Babak 1: Somalia v Niger, Sudan Selatan v Mauritania, Gambia v Namibia, Sao Tome e Principe v Ethiopia, Chad v Sierra Leone, Comoros v Lesotho, Dijibouti v Swaziland, Eritrea v Botswana, Seychelles v Burundi, Liberia v Guinea-Bissau, Afrika Tengah v Madagascar, Mauritius v Kenya, Tanzania v Malawi

Babak 2: Somalia/Niger v Kamerun, Sudan Selatan/Mauritania v Tunisia, Gambia/Namibia v Guinea, Sao Tome e Principe/Ethiopia v Kongo, Chad/Sierra Leone v Mesir, Comoros/Lesotho v Ghana, Djibouti/Swaziland v Nigeria, Eritrea/Botswana v Mali, Seychelles/Burundi v Rep Kongo, Liberia/Guinea-Bissau v Pantai Gading, Afrika Tengah/Madagascar v Senegal, Mauritius/Kenya v Cape Verde, Tanzania/Malawi v Algeria, Sudan v Zambia, Libya v Rwanda, Maroko v Guinea Ekuatorial, Mozambik v Gabon, Benin v Burkina Faso, Togo v Uganda, Angola v Afrika Selatan

Amerika Utara
Babak 3: Curacao v El Salvador, Kanada v Belize, Grenada v Haiti, Jamaika v Nikaragua, St Vincent & Grenadines v Aruba, Antigua & Barbuda v Guatemala

Grup A: Honduras, Meksiko, Curacao/El Savador, Kanada/Belize

Grup B: Panama, Kosta Rika, Grenada/Haiti, Jamaika/Nikaragua

Grup C: Trinidad & Tobago, Amerika Serikat, St Vincent & Grenadines/Aruba, Antigua & Barbuda/Guatemala

Oseania
Babak 1 (sistem grup): Amerika Samoa, Kep Cook, Samoa, Tonga

Babak 2
Grup A: Juara grup babak 1, Papua Nugini, Kaledonia Baru, Tahiti

Grup B: Selandia Baru, Vanuatu, Fiji, Kep Solomon

Amerika Selatan
Sistem grup: Kolombia, Cile, Paraguay, Argentina, Brasil, Ekuador, Venezuela, Bolivia, Peru, Uruguay

Kalahkan Jepang, Tim Putri AS Juara Piala Dunia Wanita 2015

VANCOUVER, Cutejapanese.org – Tim Nasional putri Amerika Serikat meraih titel juara Piala Dunia Wanita 2015 setelah menang telak 5-2 atas Jepang, pada laga puncak yang dihelat di Stadion BC Place, Vancouver, Minggu malam atau Senin (6/7/2015) pagi WIB. Ini merupakan gelar ketiga bagi AS setelah sebelumnya mereka raih 1991 dan 1999.

Keberhasilan AS menjadi juara itu tak lepas dari kecemerlangan Carli Lloyd. Ia berhasil menciptakan dua gol cepat pada menit ke-3 dan ke-5, ini merupakan rekor gol tercepat Piala Dunia Wanita. Tak hanya itu, pada menit ke-16 Lloyd pun berhasil menciptakan gol spektakuler lewat tembakan dari tengah lapangan.

Dua gol AS lainnya dicetak oleh Lauren Holiday pada menit ke-13 dan Tobin Heath pada menit ke-54. Adapun gol balasan Jepang disumbangkan oleh Yuki Ogimi pada menit ke-27 dan gol bunuh diri Julie Johnston pada menit ke-52.

Kegembiraan AS bertambah lantaran dua pemainnya, Hope Solo dan Lloyd mendapatkan gelar individu. Kapten Lloyd yang mencetak hat-trick pada laga final, dinobatkan sebagai pemain terbaik dan berhak mendapatkan Bola Emas. Sementara Hope Solo, didaulat sebagai kiper terbaik turnamen.

Kegembiraan AS merupakan duka bagi Jepang. Mereka gagal mengulang kejayaan pada 2011 lalu, ketika menjuarai Piala Dunia seusai menang adu penalti atas AS.

Serbia Juara FIFA U-20 World Cup

AUCKLAND, Cutejapanese.org — Serbia menjadi juara FIFA U-20 World Cup, setelah di partai final menundukkan Brasil 2-1 melalui perpanjangan waktu di Stadion North Harbour, Sabtu (20/6/2015). Pertandingan harus dilanjutkan lewat perpanjangan waktu setelah kedua tim berbagi angka satu sama pada waktu normal.

Nemanja Maksimovic menjadi pahlawan kemenangan Serbia pada laga tersebut. Dialah yang mencetak gol penentu kemenangan timnya pada masa perpanjangan waktu.

Maksimovic juga menjadi kreator terciptanya gol pertama Serbia pada menit ke-70. Bermula dari umpan matang dirinya, Stanisa Mandic dapat membawa Serbia unggul lebih dulu atas Brasil.

Namun, keunggulan Serbia tak berlangsung lama, karena hanya dalam tempo tiga menit Brasil mampu menyamakan keadaan. Aksi individual pemain pengganti, Andreas Pereira, tak bisa diantisipasi barisan pertahan Serbia. Dengan mudah, dia menaklukkan Predrag Rajkovic. Skor 1-1 ini bertahan hingga waktu 2 x 45 menit berakhir.

Hujan yang mengguyur Auckland membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan. Namun, dua menit menjelang perpanjangan waktu habis, Serbia mampu mencetak gol penentu lewat sebuah skema serangan balik cepat yang diselesaikan dengan baik oleh Maksimovic.

Menerima umpan dari Andrija Zivkovic, Maksimovic yang lolos dari perangkap offside, dengan mudah menyarangkan bola ke gawang Brasil. Skor 2-1 untuk kemenangan Serbia ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Serbia untuk kali pertama berhasil menjadi kampiun FIFA U-20 World Cup. Maksimovic dkk menjadi negara asal Semenanjung Balkan kedua yang menjuarai turnamen tersebut setelah Yugoslavia tampil sebagai kampiun tahun 1987.

Beberapa jam sebelum laga final, pertandingan perebutan tempat ketiga dilangsungkan di tempat yang sama. Mali akhirnya meraih perunggu setelah menang 3-1 atas wakil Afrika lainnya, Senegal.

Proses Pencalonan Tuan Rumah PD 2026 di Tunda

LAUSSANE, Cutejapanese.org – Di tengah berita miring seputar penyelidikan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat di FIFA, pada Rabu 10 Juni 2015 organisasi sepakbola tersebut mengumumkan bahwa mereka menunda proses pencalonan tuan rumah untuk Piala Dunia 2026.

“Sudah diputuskan untuk menunda proses administratif untuk pencalonan Piala Dunia 2026 karena situasi terkini,” demikian pernyataan FIFA.

“Keputusan-keputusan berikutnya terkait proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 akan didiskusikan Komite Eksekutif FIFA di kemudian hari.”

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat FIFA ditangkap oleh polisi khusus Amerika (FBI) dan kepolisian Swiss di sebuah hotel mewah di Swiss, pada Rabu 25 Mei 2015, beberapa hari menjelang Kongres FIFA digelar.

Mereka ditangkap atas tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan penipuan yang kabarnya telah berlangsung di FIFA selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Termasuk suap soal penunjukkan Rusia dan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.