Arsip Kategori: Indonesia

Banding PSS Sleman Dikabulkan, BCS Bisa Kembali Penuhi Tribun Maguwoharjo

PSS Sleman mendapat kabar baik, setelah bandingnya atas hukuman yang mereka dapat dari Komdis PSSI dikabulkan oleh Komisi Banding PSSI.

Sebelumnya kericuhan yang terjadi di pekan perdana kontrak Arema FC berbuah hukuman untuk mengosongkan tribun selatan Stadion Maguwoharjo dalam empat laga kandang.

Namun Komding akan memberikan percobaan selama enam bulan kepada PSS Sleman, jika dalam periode itu suporter kembali berulah maka hukuman harus dijalani oleh Elang Jawa.

Hal ini dituangkan dalam surat nomor 01/KEP/KB/LIGA1/V/2019, Komite Banding (Komding) PSSI akhirnya mengabulkan permohonan PSS.

Dalam keputusannya, Komding menyebut kalau hukuman buat PSS hanya berlaku satu laga kandang saja. Hukuman itu sudah mereka jalani saat PSS menjamu Semen Padang di Stadion Maguwoharjo, 25 Mei lalu.

Manajemen PSS sendiri menyambut baik hasil banding mereka yang diterima oleh Komding PSSI. Pihak klub mengajak para suporternya untuk bersikap baik selama masa percobaan.

“Keputusan Komite Banding PSSI merupakan momentum untuk membuktikan bahwa kami bisa menjadi lebih baik. Mari kita penuhi kembali Stadion Maguwoharjo dan mendukung Super Elja dengan tertib,” ujar Dirut PT PSS, Viola Kurniawati dalam rilis klub, Selasa (4/6).

PSS Sleman akan beraksi di pekan kelima pada 22 Juni mendatang, saat mereka menjamu Bhayangkara FC.

‘PSIM Main Luar Biasa Tahan Timnas U-23’

PSIM Yogyakarta puas bisa menahan Tim Nasional Indonesia U-23. Pelatih Laskar Mataram, Vladimir Vujovic, menyebut anak asuhnya bermain luar biasa.

Di Stadion Sultan Agung, Bantul, DIY, Minggu (2/6/2019) malam WIB, PSIM bermain imbang 0-0 melawan Garuda Muda.

“Semua pemain hari ini bermain luar biasa,” ujar Vujovic selepas pertandingan.

Kendati demikian, pria yang kerap disapa Vlado ini menyebut akan melakukan perbaikan strategi pada tim PSIM sebelum mengarungi Liga 2.

“Di Liga 2 kami akan ketemu banyak tim dengan komposisi (lawan) seperti sekarang. Jadi kami harus sabar tanpa banyak long pas dengan coba main di bawah (bola pendek), bola harus (berpindah) cepat dan kami harus punya seperti passion untuk membuka peluang,” ucapnya.

“Yang penting harus sabar sebelum kami buka team working,” imbuh Vlado. Terkait sulitnya PSIM untuk menjebol gawang Timnas U-23 dan meraih kemenangan, Vlado menyebut hal itu wajar karena Timnas U-23 bermaterikan pemain Liga 1. Namun ia mengapresiasi anak asuhnya dapat menahan imbang tim besutan Indra Sjafri, bahkan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.

“Hal yang normal, anda tidak tanya kenapa Timnas tidak bisa (menang) lawan tim Liga 2? Sedikit realistis, kami sudah 15 tahun di Liga 2, kami main hari ini lawan pemain Liga 1, sedikit realistis, aku pikir kami lebih bagus malam ini, karena kami lebih banyak (menciptakan) peluang daripada mereka,” katanya.

Vlado menambahkan, ke depannya PSIM akan melakoni laga uji coba sebelum mengarungi gelaran Liga 2. Menurutnya, satu pertandingan itu sebagai penentu seberapa siap PSIM Yogyakarta mencapai target lolos ke Liga 1.

“Uji coba satu pertandingan habis libur (lebaran), pertandingan itu persiapan untuk Liga 2,” ujarnya.

Sementara itu, pemain bertahan PSIM, Aditya Putra Dewa, menyebut permainan timnya malam ini luar biasa. Bahkan, ia menyebut pertandingan melawan Timnas sebagai modal apik untuk mengarungi Liga 2.

“Saya pikir malam ini kami sudah main luar biasa, karena Timnas U-23 beberapa kali tanding lawan tim Liga 1 bisa menang, tapi lawan kami tidak bisa menang. Mungkin mereka kesulitan karena kami bikin banyak peluang dan itu jadi modal bagus kami untuk capai target naik Liga 1,” katanya.

Selain itu, Dewa berharap dukungan supporter tak henti-hentinya diberikan saat PSIM berlaga. Menurutnya, hal itu sangat penting untuk memompa semangat pemain bermain maksimal.

“Atmosfer pertandingan tadi luar biasa, dan saya berharap dukungan supporter terus seperti ini kalau main di kandang. Karena dengan keberadaan supporter menambah semangat kami untuk main lebih baik dan kerja keras lagi,” ucapnya.

Peringkat Klub Asia 2019: Persija dan PSM Alami Kenaikan

Posisi dari klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, mampu mengalami peningkatan dalam daftar peringkat klub Asia 2019. Hal ini telah dirilis oleh situs footyrankings.com dalam rilisan peringkat klub Asia per 22 Mei 2019.

Situs Footy Ranking merangkum penampilan dari klub-klub Asia dalam empat tahun terakhir mereka berlaga di kompetisi level Asia. Total ada 162 tim yang masuk dalam peringkat klub Asia 2019.

Persija yang pada April lalu berada di posisi ke-90, saat ini merangkak ke peringkat 86. Tim Macan Kemayoran mendapatkan nilai total koefisien 15,23 dalam empat tahun terakhir berkompetisi di kancah Asia.

Kenaikan juga dialami oleh tim Indonesia lainnya, PSM Makassar yang mampu beranjak ke posisi 109 dengan total koefisien 9,24. Sebelumnya, PSM hanya mampu menempati peringkat ke-30 pada April lalu.

Sementara Bali United justru turun satu peringkat, yang tadinya di posisi ke-115 turun menjadi 116.

Dimulai 27 Juli, Liga 3 Jatim Diikuti 40 Tim

Kompetisi Liga 3 Jatim 2019 mulai diputar pada 27 Juli 2019. Sebanyak 40 tim ambil bagian pada kompetisi yang dikelola Asprov PSSI Jatim ini.

Jumlah ini lebih sedikit dari total anggota PSSI Jatim sebanyak 86 tim.

“Yang mendaftar ada 56 tim, tapi karena musim ini kami sepakat untuk meningkatkan kualitas kompetisi, kami melakukan verifikasi ketat. Dari situlah tiba-tiba ada yang mundur,” kata Amir Burhanuddin, Sekretaris PSSI Jatim.

Selain faktor itu, mepetnya waktu yang dimiliki Asprov PSSI Jatim, menyusul adanya agenda Pemilu, puasa, Lebaran, dan Porprov di Jatim, menjadi alasan lain verifikasi dilakukan secara ketat.

Amir mengungkapkan, dari 56 tim yang mendaftar, lima tim di antaranya, Perssu Sumenep, Semeru FC, Persegres, PSBK, dan Persinga Ngawi, harus disisihkan karena mengikuti babak kualifikasi putaran 16 nasional.

“Dari 56 tim itu ada lima tim yang kemarin masuk 16 besar putaran nasional. Mereka itu disisihkan, dibuatkan kompetisi sendiri, tapi levelnya sama, hanya untuk memperebutkan enam slot dari 32 slot nasional. Sementara di luar lima itu mundur, sehingga tinggal 40 tim saja,” tuturnya.

Dari 40 tim itu nantinya akan dibagi menjadi delapan grup, dengan masing-masing grup berisi lima tim. Pada fase ini, format yang digunakan adalah kandang and tandang dengan sistem kompetisi penuh.

Masuk ke babak 16 besar, akan dibagi menjadi 4 grup dan setiap grup dihuni empat tim. Sistem yang dipakai pada babak ini setengah kompetisi. Format ini berubah menjadi sistem gugur ketika masuk ke babak 8 besar Liga 3 Jatim.

Gomes de Oliveira Memuji Trio Eks Persebaya di Kalteng Putra

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira memuji profesionalitas yang dimiliki oleh tiga mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini menjadi andalan timnya. Ketiga pemain tersebut adalah stoper OK John, kiper Dimas Galih, dan penyerang sayap Feri Pahabol.

Mereka berperan penting saat Kalteng Putra menghadapi Persebaya pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/5/2019) malam. Tidak terlihat perasaan canggung dari mereka saat membawa Kalteng Putra menahan imbang 1-1 pada laga ini.

Selain tiga pemain itu, Gomes tercatat pernah menjadi bagian dari Persebaya. Pelatih asal Brasil itu pernah menangani Persebaya U-21 dan menjadi asisten pelatih pada era 2008-2010.

“Dimas sudah jadi anak saya sejak umur 19 tahun. Sebelum kontrak dengan Kalteng Putra, saya bicara dan ingin kami saling bantu. Dia membantu saya waktu masih junior. Dia berjuang keras dan menurut saya termasuk kiper terbaik di Indonesia saat ini,” kata Gomes.

Kalteng Putra memang bukan klub pertama yang mempertemukan pelatih asal Brasil tersebut dengan Dimas Galih. Pada 2009-2010, keduanya sama-sama menjadi bagian Persebaya U-21 yang tampil di ISL U-21.

Dalam pertandingan ini, Dimas memberikan pembuktian kepada Persebaya yang telah “membuangnya” pada akhir musim lalu. Kendati begitu, Dimas terlibat dalam drama laga panas itu dengan mengeluh merasa kesakitan untuk mengulur waktu.

OK John merupakan pemain naturalisasi asal Nigeria yang sudah bekerja sama dengan Gomes saat masih membela Madura United musim lalu. Keduanya sudah saling mengenal karena OK John terbilang sebagai pemain berpengalaman di Indonesia.

“OK John sudah pernah bermain bersama saya. Dia sangat membantu karena memiliki pengalaman yang panjang. Dia juga bermain bagus membawa tim ini meraih poin di sini,” imbuh pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Sementara, Pahabol pernah membela Persiwa Wamena, klub yang juga pernah ditangani oleh Gomes. Namun, keduanya berada di klub berjulukan Badai Pegunungan itu pada periode yang berbeda.

“Pahabol adalah anak Papua dan termasuk pemain sayap yang lincah. Semua pemain itu semakin baik bersama kami. Tidak hanya tiga mantan Persebaya Surabaya itu, tapi semua pemain kami semakin berkembang,” ucap Gomes.

Rahim Soekasah Deklarasikan Diri Sebagai Calon Ketum PSSI

Rahim Soekasah secara resmi mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Dia dapat dukungan dari sejumlah eks pemain Timnas Indonesia.

Selain mendapatkan dukungan, Rahim terpanggil mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI karena sedih melihat kondisi PSSI saat ini. Kasus-kasus yang belakangan terjadi membuat dia ingin melakukan perubahan dan terutama membawa Timnas Indonesia berprestasi.

Jika melihat salah satu persyaratan calon ketua umum PSSI yaitu aktif di sepakbola selama lima tahun, Rahim bisa dibilang memenuhi persyaratan tersebut. Sebab, dia sudah berkecimpung di sepakbola selama 39 tahun. Rahim juga merupakan Chairmain klub Liga Australia, Brisbane Roar dan mantan Ketua BTN di Timnas era 2010.

“Saya sedih melihat tim nasional tidak ada di Asian Championship. Berarti ada some sindrom, bagaimana mungkin Filipina ikut kami tidak ikut. Itu aneh bagi saya. Jadi saya ingin memperbaiki itu semua agar ke depannya Indonesia harus lebih baik dari mereka semua. Bisa atau tidak? Bisa. Motivasi saya, saya ingin mengangkat sepakbola ini seperti yang dulu-dulu,” ujar Rahim.

“Nah, saya punya motivasi itu angkat lagi sepakbola kami, jangan terpuruk kami diamkan siapa lagi yang mau angkat kalau bukan kami-kami ini sendiri. Kami harus memperbaiki keadaan, tidak boleh diam, kami harus berjuang, itu motivasi saya,” sambungnya.

“Saya sebagai orang bola, saya tidak mau sepakbola dihancurkan begitu, kami perbaiki sepakbola ini. Siapa yang bisa membangkitkan? Semua orang bisa, tapi tidak ada yang ngomong, cuma saya sendiri yang ngomong karena saya tahu masalahnya di mana saya tahu persis,” katanya menambahkan.

Sejumlah legenda Timnas Indonesia mendukung keinginan Rahim untuk maju sebagai calon Ketum PSSI. Rahim dianggap sosok yang paham dan pengalaman dalam sepakbola.

Para legenda yang mendukung adalah Johanes Auri, Simson Rumapasal, Patar Tambunan, Nasir Salasa, Yudho Hadianto, Robby Binur, Oyong Liza, Hermansyah, dll.

“Kami sengaja mendorong agar orang bola yang sudah paham bola untuk menjadi Ketum PSSI,” ujar Simson Rumapasal.

“Saya ingin Timnas bangkit, sepak bola bangkit. Seperti era kami dulu,” ungkap Nasir.

Iwan Budianto Memastikan Tak Ada Unsur Politik di Piala Presiden 2019

Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, merespon isu tak sedap yang mengaitkan Piala Presiden 2019 dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Penyelenggaraan turnamen pramusim itu dianggap sebagai cara untuk mendukung salah satu pasangan capres di Pilpres nantinya.

Namun, Iwan membantahkabar tersebut. Menurutnya, isu yang berkembang tersebut berasal dari sumber yang tak jelas.

Ia pun menjelaskan bahwa Piala Presiden sudah ada sejak tiga tahun lalu. Tak aneh jika tahun ini kembali digelar lagi.

“Sekarang banyak berita yang mudah tersebar tanpa konfirmasi. Piala Presiden 2019 adalah penyelenggaraan tahun keempat. Piala Presiden adalah ajang pramusim yang digelar pada 1-2 bulan sebelum kompetisi dimulai,” kata IB, sapaan akrab Iwan Budianto dalam konferensi pers undian jadwal Piala Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Hanya saja, penyelenggaraan tahun ini yang dimulai pada 2 Maret lebih dulu sekitar dua bulan sebelum Pilpres pada 17 April. Alhasil, ideal untuk dikaitkan dengan Pilpres.

“Karena ajang pramusim maka sifatmya persiapan untuk klub mempersiapkan tim, mencoba pemain lokal, asing, dan pelatih,” ujar IB.

“Tidak mungkin turnamen pramusim digelar setelah kompetisi berjalan atau bahkan di akhir kompetisi,” ucap IB melanjutkan.

Jadwal Pertandingan Piala Presiden Piala Presiden 2019:

Grup A

Sabtu, 2 Maret 2019

Persib Vs PS Tira Persikabo

Perseru Vs Persebaya

Kamis, 7 Maret 2019

PS Tira Persikabo Vs Perseru

Persebaya Vs Persib

Selasa, 12 Maret 2019

PS Tira Persikabo Vs Persebaya

Persib Vs Perseru

Grup B

Minggu, 3 Maret 2019

Bhayangkara FC Vs Semen Padang

Bali United Vs Mitra Kukar

Jumat, 8 Maret 2019

Semen Padang Vs Bali United

Mitra Kukar Vs Bhayangkara FC

Rabu, 13 Maret 2019

Semen Padang Vs Mitra Kukar

Bhayangkara FC Vs Bali United

Grup C

Rabu, 6 Maret 2019

PSIS Vs Persipura

PSM Vs Kalteng Putra

Senin, 11 Maret 2019

Persipura Vs PSM

Kalteng Putra Vs PSIS

Sabtu, 16 Maret 2019

Persipura Vs Kalteng Putra

PSIS Vs PSM

Grup D

Selasa, 5 Maret 2019

PSS Vs Madura United

Persija Vs Borneo FC

Minggu, 10 Maret 2019

Madura United Vs Persija

Borneo FC Vs PSS

Jumat, 15 Maret 2019

Madura United Vs Borneo FC

PSS Vs Persija

Grup E

Senin, 4 Maret 2019

Arema FC Vs Barito Putera

Persita Vs Persela

Sabtu, 9 Maret 2019

Barito Putera Vs Persita

Persela Vs Arema FC

Kamis, 14 Maret 2019

Barito Putera Vs Persela

Arema FC Vs Persita

Dua Anggotanya Diciduk Polisi, Apa Langkah PSSI?

Satuan Tugas Anti Mafia Bola menciduk dua anggota PSSI terkait kasus pengaturan skor yakni Johar Lin Eng dan Dwi Irianto. Apa langkah PSSI selanjutnya?

Satgas Anti Mafia Bola berturut-turut menciduk dua anggota PSSI terkait kasus pengaturan skor. Pertama Johar Lin Eng pada Kamis (27/12/2018) dan kemudian Dwi Irianto (28/12).

Johar merupakan Anggota Executive PSSI, yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah. Adapun Dwi Irianto adalah ketua Asprov Yogyakarta yang juga anggota Komisi Disiplin PSSI.

PSSI menyebut proses hukuman untuk Johar dan Dwi akan tetap berjalan di tubuh PSSI. Sekjen PSSI Ratu Tisha mengatakan hukuman keduanya tetap akan diproses di Komdis.

“Proses di Komdis pastinya akan terus berlanjut, hal itu sudah ada proses dan tupoksi namanya badan yudisial komdis. Di situ dulu jadi penegakan regulasi dan seluruh halnya itu ada di komdis. Itu yang harus kita hargai bersama,” kata Tisha di Kantor Bareskrim, Gedung Ombdudsman, Jl. HR Rasuna Said Kav. C-19 Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/12).

“Kedepannya, pembenahan organisasi ada di awal Januari sebelum kongres kita akan ada rapat dengan polisi dan fifa untuk bahas lebih lanjut apa tupoksi yang kompare,” sambungnya.

Tisha melanjutkan, kekosongan Exco belum akan dibahas PSSI lebih lanjut. Pasalnya, kekosongan belum mencapai 50 persen dari total anggota.

“Kalau kekosongan Exco, sesuai statuta, apabila yang tidak ada kurang dari 50 persen itu tidak ada aturan untuk dibahas. Kalau ada sampai 50 persen, baru itu harus dilakukan pemilihan untuk Exco. Kalau untuk badan yudisial, nanti di dalam kongres akan disahkan badan yudisial sesuai badan seleksi, dan itu kewenangannya ada di kongres,” tambahnya.

PT LIB Lunasi Dana Kontribusi ke Klub Liga 1 Senilai Rp5 Miliar

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memenuhi kewajibannya ke kontestan Liga 1 2018. Sebanyak 18 klub sudah mendapat pelunasan dana kontribusi sebesar Rp5 miliar.

Di awal musim, PT LIB mengaku memberikan dana kontribusi sebesar Rp7,5 miliar kepada para klub yang berlaga di Liga 1 2018. Rinciannya, Rp5 miliar akan dibagikan secara bertahap dan sisanya Rp2,5 miliar diserahkan dengan menyesuaikan kegiatan klub pada pengembangan usia muda.

Khusus untuk kontribusi ke klub yang senilai Rp 5 miliar, PT LIB telah melunasinya. Per akhir Desember 2018, sebanyak 18 klub Liga 1 2018 sudah menerima uang kontribusi tersebut.

“Sesuai dengan perjanjian, kami telah membayarkan semua hak-hak klub di kontribusi awal yang nilainya Rp 5 miliar tersebut,” jelas Risha Adi Widjaya, CEO LIB dalam rilis yang diterima detikSport.

Seperti yang disepakati sebelumnya, pembayaran uang kontribusi senilai Rp5 miliar akan diberikan dalam delapan tahap. Pembayaran mulai dilakukan sejak April hingga Desember 2018.

PT LIB juga sudah mengirimkan surat konfirmasi pembayaran kepada klub. Hal ini diyakini akan memudahkan klub untuk mengetahui proses pengiriman secara keseluruhan.

Kapten PSM Marah Persija Juara Liga 1 2018

Zulkifli Syukur, kapten PSM Makassar masih memendam kekecewaan timnya gagal juara Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak.

Tim Juku Eja menutup kompetisi dengan melumat PSMS Medan dengan skor 5-1, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (9/12/2018).

Sayang torehan positif itu tak mengerek posisi tim ke posisi puncak klasemen akhir.

Persija Jakarta yang menang 2-1 atas Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, jadi kampiun. Mereka mengoleksi 62 poin akhir, sementara PSM tertinggal sebiji angka.

Zulkifli Syukur tanpa sungkan mengungkapkan kekecewaannya usai pertandingan.

“Trofi juara PSM ‘dicuri’ oleh oknum mafia yang tidak ingin melihat PSM juara,” tegas Zulkifli yang bersama Robert Aberts Rene pelatih PSM membawa Arema Indonesia juara Liga Super Indonesia 2009-2010 ini.

Mewakili pemain, Zulkifli meminta maaf karena gagal memenuhi harapan suporter PSM.

“Mari kita kembali bersatu dan berjuang bersama musim depan. Semoga PSM meraih juara,” ujar Zulkifli yang berposisi sebagai bek sayap kanan itu.

PSM sejatinya punya kans besar jadi jawara Liga 1 2018. Hanya raihan hasil imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Makassar serta skor imbang 0-0 kontra Bhayangkara FC di Jakarta, membuat keadaan berubah. Posisi puncak klasemen dikudeta Persija di dua laga terakhir kompetisi kasta elite.