Arsip Kategori: Indonesia

Bonek Surabaya, kami hilangkan kecintaan terhadap Sepak Bola (SESI 01)

Surabaya, cutejapanese.com — Sejatinya seorang suporter sepak bola berdiri di atas tribun untuk mendukung klub kebanggaan mereka. Namun hal ini tidak berlaku untuk bondo nekat (bonek), suporter Persebaya 1927 yang selama dua tahun terakhir tidak menginjakkan kaki ke dalam stadion.

Sejak pada tahun 2013 lalu, atau tepatnya ketika terjadi unfikasi antara Indonesian Super League dan Indonesian Premier League, klub Persebaya 1927 dinyatakan tidak boleh lagi berkompetisi. Selama itu juga Bonek 1927 tidak menonton pertandingan di dalam maupun di luar kota Surabaya.

Kehidupan dan kegiatan mereka kini sebatas menonton pertandingan sepak bola kesebelasan lain di layar kaca masing-masing, atau berkumpul di Wisma Persebaya.

Hal ini pula yang dilakukan presidium Bonek 1927, Andy Kristiantono, di basis bonek yang terletak di Jalan Karang Gayam 1, Ploso, Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur. Bersama teman-temannya, di sana ia berkumpul hampir setiap hari dari pagi hingga malam dengan ditemani secangkir kopi yang menjadi minuman favoritnya agar tetap terjaga. Beberapa dari mereka juga bermalam satu-dua hari, semua demi sepak bola Surabaya.

Di halaman belakang wisma, mereka menjalani hari-hari dengan dimanjakan pohon rindang yang melindungi dari cuaca panas kota Surabaya, dengan alunan gitar, dengan bermain kartu, bersenda gurau, sambil menunggu, dan merencanakan aksi-aksi protes untuk memperjuangkan eksistensi Persebaya 1927.

Atribut Persebaya tak pernah lepas dari tubuh mereka, entah itu gelang, kaos, ataupun syal. Berdasarkan informasi yang ada, Andie mengatakan bahwa kami kangen dan pasti berat rasanya. Yang namanya suporter pasti menunggu pertandingan sepak bolaDi Indonesia, mungkin hanya kami yang sudah lebih dari dua tahun tidak menyaksikan pertandingan sepak bola. Tapi kerinduan itu harus dikubur dalam-dalam, harus dihilangkan. Karena kami berada dalam area perlawanan mengembalikan Persebaya ke rumahnya.”

Andie Peci, demikian ia akrab dipanggil oleh rekan seperjuangan dan para wartawan atau pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia. Laki-laki yang gemar memakai flat cap berwarna hitam tersebut sering memimpin aksi-aksi perjuangan Bonek. Pria asal Madiun ini sudah sedari kecil mencintai Persebaya sejak pindah ke Surabaya pada tahun 1996 dan cintanya kepada Persebaya terkadang melebihi masyarakat Surabaya sendiri.

Bersambung ke Sesi 02

KLB Luar Biasa harus segera dilaksanakan untuk memulai Liga Indonesia

Jakarta – cutejapanese.com — Kongres Luar Biasa yang digagas bersama oleh PSSI dan Menpora dianggap bisa menjadi solusi mengatasi masalah yang dihadapi sepakbola Indonesia pada saat ini. Melalui KLB diharapkan roda kompetisi bisa kembali digulirkan.

Sejak Menpora menjatuhkan sanksi pembekuan pada PSSI empat setengah bulan lalu, praktis tidak ada liga domestik bergulir. Akibatnya, nasib ratusan klub dan ribuan pemain masih terkatung-katung. Desakan demi desakan untuk segera menggulir kompetisi dilontarkan dari pemain dan ‎pelatih tim. Termasuk yang diutarakan pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan. Ia ingin pemerintah dan PSSI bisa duduk bersama untuk mencari titik temu atas persoalan yang terjadi.

Pengamat sepakbola nasional Budiarto Shambazy mengatakan kunci dari bergulirnya kompetisi adalah menggelar Kongres Luar Biasa PSSI. ‎Bukan KLB biasa, tapi KLB yang digelar bersama dengan Menpora.

Budiarto mengatakan bahwa kuncinya sekarang ada di KLB. Jadi PSSI kembali membuat KLB yang bersih. Ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama Kemenpora untuk membuat itu. KLB yang bersih yang dimaksud dalam arti membuka semua statuta dan membuka fakta sejauh mana kriteria profesionalisme FIFA, AFC, dipatuhi oleh klub. Itu mutlak harus dilakukan karena banyak klub yang terlibat tidak bayar pajak. Administrasinya juga kacau balau. Persija saja utangnya 10 miliar, padahal penontonnya banyak, itu harus dibuka dulu.

PSSI sebenarnya baru menggelar KLB pada 18 April lalu, yang memilih kembali La Nyalla Mataliti sebagai ketua umum PSSI serta kepengurusan di bawahnya. ‎Tapi KLB kemarin kan tertutup tidak jelas, tidak tuntas membahas masalah-masalah persepakbolaan. Saya kira sekarang ini terbukti pembekuan Menpora itu betul sebagai syok terapi. sekarang kelemahan kita kebuka. Jadi PSSI tidak bisa lagi seolah-olah seperti malaikat, benar semua. Ternyata banyak borok sepakbola kita.

Nah itu dengan KLB. Jadi Kemenpora bersama PSSI membuat KLB baru. Dengan tekad pertama menggulirkan lagi liga. Tapi liganya harus bersih, dan membuka persoalan di PSSI. Jadi La Nyalla harus mengalah. KLB lagi dan musyawarah. Pemerintah turun tangan dan tanya satu -satu apa masalahnya.

Tidak apa-apa kita melakukan pekerjaan berat yang makan waktu dan biaya, tapi ini demi perbaikan sepakbola kita. La Nyalla menjadi Ketua Umum lagi pun tidak apa-apa. Asal semuanya fair. Karena saya tidak melihat jalan keluar lain, kecuali KLB.

Nah, jika KLB siap, baru dilaporkan ke FIFA. Artinya pemerintah sudah tidak melakukan intervensi lagi. Karena dengan demikian besar kemungkinan FIFA bisa kembali mencabut sanksinya dan PSSI menjadi anggota lagi.

Budiarto mengatakan bahwa waktu yang paling tepat untuk bisa melaksanakan KLB adalah akhir tahun 2015 atau awal 2016. “Bayangan saya sekitar itu (akhir tahun atau awal tahun depan). Tapi itu harus persiapannya matang. Karena satu-satu mesti didekati. Karena KLB itu bukannya hanya digelar oleh PSSI tapi juga harus ada keterlibatan pemerintah, dalam arti Menpora melalui Tim Transisi. Tidak usah buru-buru, persoalan ini kan pelik. Kalau kita lihat ada pembekuan di Australia sampai sada federasi baru itu kan butuh bertahun-tahun.

Yang terpenting semua beres. Dan Sepak Bola di Indonesia kembali bergelora.

Zulham dan Tantan sangat gemilang melawan Persebaya United

Tim Maung Bandung, Persib Bandung melaju ke perempatfinal Piala Presiden 2015. Hasil ini didapat setelah ‘Maung Bandung’ menang dua gol tanpa balas atas Persebaya United. Pada pertandingaan kedua Grup A yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (6/9/2015) malam WIB, Persib memainkan formasi 4-3-3 di mana Zulham Zamrun dan Tantan mengapit Ilija Spasojevic.

Pada menit ke-8, Tantan mendapatkan peluang emas untuk bikin gol tapi tendangannya dari luar kotak penalti masih melebar dari sasaran gawang. Pada menit ke-11, Persib Bandung memimpin lewat gol Zulham. Gol ini tercipta berawal dari umpan lambung, Zulham yang berada di dalam kotak penalty mampu menerima dengan sempurna menggunakan kaki tangan dan digocek ke kaki kiri. Lalu Bola itu ditendang dengan sempurna oleh Zulham ke tiang jauh dari gawang Jendri Pitoy.

Tertinggal 0-1, Persebaya United mencoba membalas dan mereka melancarkan serangan ke pertahanan Persib. Di menit ke-14, terjadi kemelut di dalam gawang. Evan Dimas mendapatkan bola tersebut dan kontrol yang sangat baik, bola itu dikuasai. Evan Dimas menembak bola keras-keras tapi masih melayang di atas mistar gawang.

lepas dari tekanan Persebaya United, Persib United masih menguasai jalannya pertandingan namun mereka kesulitan menembus pertahanan Persebaya. Selepas 30 menit pertandingan berjalan, Persib malah mengendurkan tekanan dan membuat Persebaya mampu menekan hingga sepertiga akhir lapangan lawan.

Sayangnya, dua peluang lewat Evan Dimas dan Ilham Udin masih tidak mampu menjebol jala I Made Wirawan. Kedudukan skor 1-0 bertahan hingga babak pertama selesai

Tujuh menit baru berjalan, Persib Bandung menggandakan skor 2-0 lewat tendangan keras kaki kanan Tantan dari luar kotak penalti. Jendri hanya terpaku melihat bola bergulir ke pojok kiri gawangnya. Setelah gol tersebut, Persib beberapa kali mencoba menambah gol lewat akselerasi Zulham dan Tantan di kedua sayap. Bahkan pelatih Djajang Nurdjaman mencoba memasukkan Makan Konate untuk menambah daya gedor.

Sementara itu, Spasojevic harus ditarik keluar ketika laga berjalan sekitar sejam karena mengalami cedera pada pahanya. Persebaya United sendiri sebenarnya mampu beberapa kali mengancam gawang Persib, tetapi Pedro Javier yang dipasang di lini depan terlihat tidak optimal penampilannya.

Sampai akhir pertandingan tidak ada gol lagi tercipta. Kemenangan ini membawa Persib memuncaki grup dengan enam poin dan berhak lolos ke perempatfinal. Sementara Persebaya United di posisi ketiga dengan satu poin.

Choriul Huda ” Kiper Persela ” yang sangat ditakutkan

Gelandang serang Arema Malang, Lancine Kone, menjadi pahlawan Arema Cronus. Gol Kone pada perpanjangan waktu babak kedua berhasil membawa Singo Edan menahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1, dalam pertandingan perdana Grup B Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (1/9/2015) malam WIB.

Bermain di kandang sendiri, Arema Cronus yang turun dengan formasi 4-3-2-1, langsung menekan pertahanan Persela Lamongan. Akan tetapi, Persela yang turun dengan formasi 4-4-2 mampu mematikan skema penyerangan yang diterapkan pelatih Arema Cronus, Joko Susilo. Meski sering ditekan, Persela sesekali membangun serangan yang lebih efektif melalui sektor sayap pertahanan kiri Arema. Hasilnya pada menit ke-4, tandukan Diallo Mamadou mampu membobol gawang Arema Cronus yang dikawal I Made Wardhana. Gol ini berawa; dari memanfaatkan umpan matang Zaenal Arifin lalu diterima dengan baik oleh Diallo Mamadou. Kedudukan skor berubah menjadi 1-0, Laskar Joko Tingkir unggul atas Arema.

Tertinggal satu gol, Singo Edan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi. Pada menit ke-12, kapten Arema, Ahmad Bustomi hampir saja membawa Singo Edan menyamakan kedudukan. Akan tetapi, tendangan bebas pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 tersebut masih membentur mistar gawang.

Lagi-lagi usaha Arema menemui jalan buntu. Kali ini pada menit ke-15, Lancine Kone yang berdiri bebas di depan gawang Persela berhasil membobol gawang Choirul Huda. Namun, gol tersebut tidak sah. Gol tersebut dianulir oleh wasit, lantaran pemain asal Pantai Gading tersebut berdiri dalam posisi offside. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tidak berubah untuk keunggulan Persela.

Di babak kedua, jalannya pertandingan masih dikendalikan oleh Arema. Cristian Gonzales dkk. terus menggempur jantung pertahanan Persela Lamongan. Namun, usaha anak-anak asuhan Joko Susilo selalu gagal untuk menciptakan gol.

Pada menit ke-49, tendangan spekulasi gelandang Arema, Juan Revi, mampu diamankan oleh Choirul Huda. Begitu juga pada menit ke-63, usaha dari Winger Arema, Dendi Santoso mencoba tendangan spekulasi yang begitu keras, tetapi masih diamankan oleh Chairul Huda.

Kiper Persela Lamongan yang sarat pengalaman tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi para pemain depan Singo Edan. Tercatat, kiper yang sudah berusia 36 tahun tersebut sudah mengagalkan lima peluang emas Arema. Termasuk tendangan Lancine Kone dari dalam kotak penalti pada menit ke-67, berhasil diamankan dengan baik.

Setelah itu, Juan Revi dkk. terlihat merasa frustrasi membongkar kedisiplinan pertahanan para pemain belakang dan kiper Persela. Namun, para penggawa Singo Edan tetap bersabar untuk bisa menyamakan kedudukan.

Hasilnya pada menit ke-90 tambahaan 4 menit, Arema melakukan tusukan oleh Ferry Aman Saragih, Setelah lolos dari hadangan bek. Dia mengumpan ke kotak tengah. Tetapi boleh itu dibuang. Arema melalui tendangan pojok dari Dendi Santoso berhasil dimanfaatkan oleh Lancine Kone. Skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua kesebelasan.

Susunan Pemain Arema vs Persela:

Arema:
I Made Wardhana; Hasim Kipuw, Fabiono Da Rosa Beltrame, Purwaka Yudi, Achmad Fauzi (Benny Wahyudi 62); I Gede Suka Dana (Juan Revi 30), Ahmad Bustomi (Dendi Santoso 30), Samsul Arif; Lancine Kone, Morimakah Koita (Ferry Aman Saragih 70); Cristian Gonzales.

Persela:
Choirul Huda; Mahyadi Panggabean (Edy Gunawan 38), Asep Budi Santoso, Taufiq Kasrun, Eky Taufiq Febrrianto; Arif Ariyanto, Jusmadi, Radikal Idealis (Jules Basille 68), Zaenal Arif (Andik Rendika 82); Diallo Mamadou (Imam Budi 82), Bijahil Chalwa (Dendi Sulistyawan 68)

Maung Bandung melumat Persiba Balikpapan dengan meyakinkan

Juara Liga Indonesia 2014, Persbi Bandung mengawali kompetisi dengan baik. Mereka berhasil memuncaki klasemen sementara di Group A dalam Tournament Piala Presiden setelah mengatasi Persiba Balikpapan dengan skor 4-0 tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

Dua gol Persib dicetak pada babak pertama lewat tendangan penyerang asal Montenegro, Ilija Spasojevic pada menit ke-10 dan ke-23. Spasojevic bisa saja mencetak hat-trick setelah dipercaya menjadi eksekutor penalti pada menit ke-85. Sayang, penyerang berusia 27 tahun gagal menyelesaikan tugasnya tersebut.

Gol pertama Spasojevic tercipta setelah ia berhasil memanfaatkan umpan terukur dari Supardi Nasir. Bola tendangan Spasojevic sempat membentur kaki pemain belakang Persiba Balikpapan membuat penjaga gawang mereka tidak banyak berkutik.

Kemudian pada gol kedua Spasojevic berawal dari umpan tendangan bebas yang dilakukan Firman Utina. Spasojevic yang berdiri tanpa kawalan ketat di tengah kotak penalti dengan mudah menaklukkan Kiper Jandia Eka Putra di bawah mistar gawang Persiba pada menit ke-23.

Setelah jual beli serangan di babak kedua tak kunjung menghasilkan gol. Pendukung Persib akhirnya kembali bersorak ketika Zulham Zamrun mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74.

Gol Zulham berawal dari pergerakan menusuk Tantan di sisi kanan pertahanan Persiba. Tantan mengoper ke Atep yang mendapatkan ruang di kotak penalti. Atep melihat Zulham dalam posisi tidak dikawal dan langsung menyodorkan bola kepada Zulham yang tidak terkawal pemain Persiba.

Gelandang kelahiran Ternate pada 27 tahun lalu itu pun berhasil mencetak gol pertamanya untuk Persib. Pada perpanjangan waktu babak kedua giliran Tantan yang namanya tercatat di papan skor. Pada menit ke-93, Tantan melakukan manuver ke dalam kotak penalti dari sisi kanan pertahanan Persiba. Penyerang berusia 33 tahun itu lalu berhadapan satu lawan satu dengan Jandia.

Tantan pun berhasil mengecoh Jandia dan menceploskan gol terakhir Persib ke gawang Persiba. Kemenangan empat gol tanpa balas itu membuat Persib menduduki peringkat pertama klasemen sementara Grup A Piala Presiden. Pasalnya, di tempat yang sama, pada pertandingan sebelumnya, Persebaya United berbagi poin tanpa gol dengan Martapura FC.

Pada pertandingan selanjutnya, Persib akan menantang Persebaya dan Persiba akan berhadapan dengan Martapura, Minggu (6/9).

Susunan Pemain:

Persib Bandung:
I Made Wirawan, Supardi Nasir (Angga Putra 76′), Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Tony Sucipto, Hariono, Taufik (Pribadi 78′), Firman Utina (Tantan 70′), M. Ridwan (Zulham Zamrun 39′), Atep, Ilija Spasojevic.

Persiba Balikpapan :
Jandia Eka Putra, Frengky Turnando (Lestaluhu 70′), Absor Fauzi, Yudi Khoerudin, Arifki Eka Putra, Bayu Pradana, Arwin, Rahel Radiansyah (Satriadi 76′), Suheri Daud (Juansyah 82′), Rendi Saputra, I Made Wirahadi.

Mahaka Sports siap menyelenggarakan Piala Presiden 2015

CEO Mahaka Sports, Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menggelar Piala Presiden pada akhir pekan ini, 30 Agustus 2015.

Berdasarkan informasi dari CNN Indonesia melalui telepon, Hasani Abdul Gani mengatakan ia sudah memperoleh ijin dari BOPI dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk menyelenggarakan Tournamen ini.

Hasani mengatakan bahwa Izin BOPI sudah didapat dari pekan lalu (20/8) dan waktu itu kami langsung ke Mabes Polri. Kabarnya dari Mabes sudah menyampaikan ke Kepolisian Daerah (Polda) setempat. Mudah-mudahan saja lancar nanti akhir pekan ini.

Enam belas klub yang sebagian besar dari klub Indonesia Super League (ISL) akan mengikuti Piala Presiden tersebut. Pertandingan tersebut akan digelar di empat tempat yakni Malang, Bali, Bandung, dan Makassar.

Hasani mengatakan bahwa untuk memiliki rekomendasi dari BOPI tersebut memerlukan proses yang tidak pendek akibat beberapa persoalan seperti dualisme Persebaya. Terkait hal tersebut, Hasani punya solusinya. Setelah didiskusikan, di Piala Presiden nanti Persebaya akan memakai nama Persebaya United. Dari suporter Persebaya 1927 sudah tidak ada masalah.

Hasani mengabarkan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan besar akan membuka turnamen untuk memperebutkan Piala Presiden tersebut. Kami sudah jadwalkan semua dan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Hasani juga menjamin transparansi dalam perhelatan Turnaamen tersebut melalui kerjasama dengan salah satu perusahaan konsulyan audit terbesar di dunia, yaitu Pricewaterhouse Coopers. Perusahaan ini ditugaskan untuk mengawasi dan membuat Laporan keuangan yang masuk ke Turnament ini dan akan dilaporkan kepada masyarakat pencinta tanah air secara terbuka.

Hasani mengatakan bahwa Biar semuanya jelas, supaya tidak ada fitnah. Jadi uang dari sponsor berapa, berapa yang harus kita keluarkan ke pamain, klub, dan segala macamnya, dapat tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jika benar turnamen ini berjalan dan sukses. Turnamen ini akan menjadi turnmaen yang berhasil diadakan oleh pemerintah secara transparan dan terbuka. Tidak ada Laporan keuangan yang disembunyikan. Inilah langkah awal Sepak Bola Indonesia dibangun dari awal untuk sepak bola menjadi lebih baik dan bermartabat.

PSM Makasar dan Pusamania Borneo melaju ke perempat Final

Makasar – cutejapanese.com — Pertandingan terakhir dalam penyisihan Grup D Piala Presiden 2015, antara Pusamania Borneo FC melawan PSM Makassar berakhir imbang tanpa gol, pertaandingan ini berlangsung di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Selasa (8/9/2015). Hasil ini membuat PSM Makasar menjadi juara Grup D sedangkan, PBFC akan menemani PSM Makasar ke perempat final sebagai runner-up grup.

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, kedua kesebelasan menerapkan permainan terbuka. Namun, PSM Makasar yang mampu mengambil inisiatif penyerangan terlebih dahulu melalui skema penguasaan bola yang lebih dominan. Sementara, Pusamania Borneo FC lebih bersabar untuk melakukan serangan ke jantung pertahanan PSM Makasar.

Meski begitu, Pusamania Borneo FC yang terlebih dahulu mendapatkan peluang emas melalui striker tunggalnya, Jajang Mulyana pada menit kedua. Sayang, tendangan mantan penyerang Pelita Jaya Karawang tersebut masih melambung di atas mistar gawang PSM yang di kawal oleh Dimas Galih Pratama.

Pada menit ke-16, PSM Makasar mendapatkan kembali peluang emas untuk membobol gawang PBFC melalui Hendra Wijaya, peluang ini terjadi setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Borneo FC. Namun, tendangan pemain berumur 23 tahun itu masih bisa diselamatkan oleh Juni Irawan.

Selanjutnya, Pusamania Borneo FC mulai keluar dari tekanan. Pada menit ke-27, gelandang Borneo FC, Fandi Ahmad hampir membobol gawang PSM Makasar. Tetapi, tendangan pemain yang dikenal agresif tersebut masih bisa diantisipasi oleh Dimas Galih.

Anak asuhan Iwan Setiawan kembali mendapatkan peluang untuk mencetak gol pada menit ke-36 melalui Arpani. Sayang, tendangan pemain yang berposisi penyerang sayap itu masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Dimas Galih. Sehingga, skor kacamata menutup jalannya pertandingan babak pertama.

Di babak kedua, PSM Makasar masih memegang kendali jalannya pertandingan. Beberapa kali, anak-anak asuhan Assegaf Razak melakukan serangan ke jantung pertahanan Pusamania Borneo FC. Akan tetapi, kedisiplinan Rachmat Latif dkk. belum bisa ditembus oleh pasukan PSM Makasar.

Pada menit ke-61, Ferdinand Sinaga mencoba peruntungan untuk menciptakan gol ke gawang PBFC melalui tendangan spekulasi yang keras dari luar kotak penalti. Sayang, upaya mantan pemain PSMS Medan tersebut masih bisa diamankan oleh Juni Irawan.

Memasuki menit ke-70, PSM Makasar menerapkan permainan dengan tempo yang cepat melalui sisi kanan dan kiri lapangan, untuk membongkar pertahanan Borneo FC yang dikomandoi oleh Rachmat Latif. Namun, kedisiplinnya pertahanan Borneo FC membuat PSM Makasar merasa putus asa.

Hal tersebut membuat Ferdinand Sinaga dkk terlihat kehilangan akal untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor kacamata menutup pertandingan PSM melawan PBFC.

Hasil ini membuat PSM Makasar melaju ke perempat final Piala Presiden sebagai juara Grup D. Sementara, Borneo FC akan menemani PSM Makasar ke perempat final setelah memastikan posisi runner-up.

Susunan Pemain:

Pusamania Borneo FC (4-3-2-1):
Muhammad Juni Irawan; Diego Michels (Lopicic 62), Rachmat Latif, Djayusman Triasdi, Victor Pae; Achmad Hisyam, Fandi Ahmad (Gazali 67), Hermansyah Muchlis; Arfani, Boaz Solossa; Jajang Mulyana (Febri Hamzah 90).

PSM Makassar (4-3-3):
Dimas Galih Pratama; Hendra Wijaya, Agung Prasetyo, Kurniawan Karman (Iqbal Samad 45), Satrio Syam; Ardan Aras, Rasyid Assahid Bakri, Syamsul Bachri Chaeruddin; Aditya Putra Dewa (Maldini Pali 69), Ferdinand Sinaga, Muchlis Hadi Ning (M.Rahmat 78).

Pada Leg pertama, Persib Bandung Tanpa pemain Inti saat melawan Mitra Kukar

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman tinggal melewati satu anak tangga lagi untuk membawa tim asuhannya ke partai puncak Piala Presiden.

Tim asal Bandung itu akan melewati dua pertandingan partai semifinal melawan Mitra Kukar. Dalam Leg pertama akan dilakoni Mitra Kukar dan Persib akan digelar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10) malam WIB.

Djanur, sapaan akrab bagi Djadjang, mengatakan bahwa para pemainnya sudah cukup menjalani latihan. Ia pun siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Namanya tanding away, kami harus siap bermain seimbang dari segi serangan maupun bertahan.

Pada pertandingan pertama semifinal itu, Persib tak dapat diperkuat enam pemain intinya. Seperti, Hariono, Ilija Spasojevic, Zulham Zamrun, Achmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic mendapat sanksi karena kartu yang mereka terima pada pertandingan sebelumnya. Lima pemain itu baru bisa bergabung pada leg kedua semifinal.

Sementara itu Muhammad Ridwan tak ikut ke Tenggarong karena masih proses pemulihan cedera.

Tentang hal itu, Djanur menyatakan tak khawatir lantaran berpikir masih banyak pilihan pemain Persib yang lain.

Djanur menambahkan bahwa Di belakang masih ada Dias, Abdul Rahman, Jajang Sukmara. Di tengah masih ada Dedi Kusnandar, dan Taufiq yang selama ini tidak turun. Di depan masih ada Yandi Sofyan Munawar. Saya pikir secara materi kemampuannya tidak terlalu berbeda, saya optimis mereka dapat bermain dengan baik.

Tanpa Vujovic dan Jufriyanto, Djanur mungkin akan memasang Tony Sucipto dan Abdul Rahman di posisi bek sentral.

Berdasarkan informasi dari situs Resmi Persib, Abdul Rahman meminta semua suporter tidak pesimis dengan kondisi tim yang tak diperkuat setengah pemain intinya. Salah satu keunggulan Persib untuk menjadi juara, kata Rahman, adalah kekompakan dan kerja sama tim yang menjadi unggulan itu.

Sementara tentang peluangnya berduet bersama Tony, Abdul Rahman mengatakan bahwa Duet sama Tony pernah saat lawan Mitra Kukar di Solo. Kita sama-sama jadi stopper, mungkin sisa waktu ini kita pergunakan buat meningkatkan komunikasi. Sebab, melihat lawan (Mitra Kukar). Mereka punya kecepatan di sayap.

Sementara itu secara terpisah, Manajer Mitra Kukar, Suwanto, menyatakan bahwa para absennya lima pemain inti Persib itu akan menambah motivasi dari para pemainnya. Saya pikir tidak ada kesulitan, tim pelatih akan meracik bagaimana strategi menghentikan serangan persib. Apapun siap.

Adapun Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengaku senang bertemu Persib dan dinilai sebagai tim kuda hitam. Mengenai absennya sebagian besar pilar Persib, Jafri menilai Persib tak hanya ditentukan satu atau dua pemain. Oleh karena itu ia menegaskan pada skuat Naga Mekes untuk tetap fokus. Persib-nya yang kita lihat, bukan individunya. Yang jadi fokus kita adalah bagaimana bisa bermain lebih baik dan memenangkan laga, khususnya leg pertama di kandang sendiri.

Setelah partai pertama itu, Persib dan Mitra Kukar lalu akan berjibaku di leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu

Persib Bandung kena denda sebesar Rp.15 Juta

Team Maung Bandung, Persib Bandung harus menanggung denda akibat aksi yang diperbuat oleh para suporternya saat menyalakan flare saat pertandingan berlangsung pada pertandingan leg kedua perempatfinal Piala Presiden. Mahaka Sports and Entertaiment menjatuhkan denda uang sebesar Rp 15 juta.

Persib Bandung sukses melaju ke babak semifinal Piala Presiden, setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (26/9) dengan skor 2-1. Keunggulan tersebut membuat Maung Bandung unggul dalam agresivitas gol tandang dengan agregat sama kuat 4-4.

Namun pada saat bertandingan masih berlangsung separuh babak kedua para Bobotoh sudah terlihat menyalakan flare. CEO Mahaka Sports and Entertaiment Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa sesuai dengan regulasi setiap tim akan dikenakan denda jika terdapat flare ketika pertandingan masih berlangsung. Dendanya sebesar Rp 15 juta. Oleh sebab itu Persib Bandung disebutnya wajib membayar denda tersebut.

Hasani Abdul Gani mengatakan bahwa Sesuai regulasi mereka kena denda Rp 15 juta karena ada flare saat pertandingan. Namun Persib Bandung tidak perlu membayar denda tersebut dengan uang cash, karena Hasani Abdul Gani menjelaskan akan memotong denda itu melalui uang deposit Persib selama turnamen. Mekanismenya kami potong dari deposit.

Tak hanya dipotong denda sebesar Rp 15 juta, Persib Bandung juga harus membayar denda kartu merah yang diterima Ilija Spasojevic Rp 5 juta dan kartu kuning Rp 2 juta. Sementara itu Pelatih Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku bahwa tak ingin terlalu pusing dengan denda yang harus ditanggung timnya. Yang penting sekarang, Persib Bandung bisa meraih hasil positif dan Bobotoh terus memberikan dukungannya.

Pelatih Persib Bandung, Umuh mengatakan bahwa Bobotoh menyalakan flare karena mereka saking senangnya kemarin kami menang. Soal denda, tak masalah lah yang penting tidak rusuh. Kami berharap Bobotoh, Viking semua suporter selalu mendukung Persib.

Kekuatan Suporter sangat dibutuhkan dalam suatu team. Itulah menjadi kekuatan pemain ke-13. Biarkan denda itu akan kami bayar melalui potongan Deposit. Yang terpenting Bobotoh selalu mendukung kami. Dan kami himbau jangan rusuh dan menyalakan Flare lagi di dalam Stadion.

Pusamania Borneo FC membantai Gresik United

Pusamania Borneo FC (PBFC) sukses mengalahkan Gresik United dengan kemenangann yang meyakinkan 3-1 pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup D Piala Presiden di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Jumat (4/9/2015) sore WIB. Gol kemenangan Borneo FC diciptakan oleh Terens Owang Priska dan sepasang gol Srdjan Lopicic. Sedangkan gol balasan Gresik diceploskan Fitra Ridwan.

Ini merupakan kemenangan kedua yang diraih oleh Borneo FC Pada turnamen yang diselenggarakan oleh Mahaka Sports and Entertainment tersebut. Hasil ini juga membuat Borneo FC untuk sementara kokoh di puncak klasemen dengan perolehaan enam poin dari dua pertandingan. Namun, semua ini masih bisa berubah mengingat masih ada partai lain di Grup D mempertemukan PSM Makassar melawan Persipasi Bandung Raya (PBR) yang baru bermain petang ini.

Sedangkan untuk Gresik United, kekalahan ini menutup peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya. Pasalnya, pada laga perdana Team arahan Lestiadi itu juga menelan kekalahan dari tuan rumah Grup D, PSM Makasaar dengan skor 0-3.

Gresik United mendapatkan peluang untuk mencetak gol pada menit kelima. Namun, umpan tarik yang diberikan Herman Dzumafo gagal dimanfaatkan oleh M. Kamri. Tiga menit setelah itu, Kiper Gresik United, Muhammad Ridwan melakukan pelanggaran kepada Terens Owang Priska di dalam kota penalty. Akhirnya wasit memberikan hukuman kepada Gresik United sebuah tendangan Penalty. Borneo FC tidak menyia-yiakan kesempatan emas ini. Borneo United menugaskan Srjan Lopicic yang menjadi eksekutor tendangan penalty itu menjalankan tugas dengan baik. Pemain asal Montenegro tersebut berhasil mengecoh M. Ridwan.

Pada Menit ke-16 Gresik menyamakan kedudukan lewat gol yang diciptakan Fitra Ridwan. Gol ini tercipta berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh penjaga gawang Borneo FC, Galih Sudaryono yang ingin membuang bola, tetapi malah jatuh ke kaki pemain Gresik. Dengan tenang Riko Simanjuntak mengirimkan umpan ke Fitra yang kemudian menendang bola ke sisi kanan gawang yang tidak bisa dijangkau oleh Galih.

Borneo FC kembali memperlebar jarak dengan Gresik setelah Terens Owang menciptakan gol di menit 28. Gol ini tercipta berawal dari umpan terukur pemain anyar Pesut Etam, Boaz Solossa, yang kemudian disontek oleh Terens Owang.

Setelah gol kedua, kedua tim memperagakan permainan yang menyerang. Namun, sampai wasit meniupkan peluit berakhirnya babak pertama dengan skor 2-1 untuk keunggulan Borneo FC tidak berubah. Di menit ke-48 Lopicic kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu tercipta berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Boaz, kemudian ditanduk oleh Hamka Hamzah. Bola hasil sundulan Hamka lalu diselesaikan dengan baik oleh Lopicic untuk memperlebar skor menjadi 3-1.

Penampilan Boaz Sollosa pada pertandingan perdanananya sangat fantastis. Setelah memberikan assist pada gol kedua Borneo dan berperan dalam terciptanya gol ketiga tim. Pada menit ke-52, pemain bernomor punggung 69 tersebut hampir mencetak gol. Tetapi, tendangan spekulasi kaki kirinya dari luar kotak penalti masih mengenai tiang gawang. Tidak lama setelah kesempatan itu, Boaz kembali mencoba peruntungan untuk membuat gol. Sayang, tendangannya kali ini belum menemui sasaran.

Skor 3-1 untuk kemenangan Borneo FC tidak berubah sampai wasit meniup tanda berakhirnya pertandingan. Skor ini membuat Borneo FC lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan kekalahaan Gresik United menutup peluang Gresik United untuk lolos ke fase berikutnya.

Susunan pemain:

Gresik United (4-3-2-1): M.Ridwan; Supriyono, M.Rifky, Agus Nova, Rendy Siregar; Firtra Ridwan, Yusuf Efendi, Bima Sakti; M. Kamri, Riko Simanjuntak; Herman Dzumafo.

Pelatih: Lestiadi.

PBFC (4-3-2-1): Galih Sudaryono; Zulvin Zamrun, Hamka Hamzah, M.Roby, M.Nizar (Viktor Pae); Hasan Basri (Diego Michiels), Ponaryo, Srdjan Lopicic; Boaz, Terens Owang; Jajang Mulyana.

Pelatih: Iwan Setiawan.