Arsip Kategori: Liga Indonesia

Turun dari Bangku Cadangan, Fahmi Al Ayyubi di Puji Teco

Semula memang tidak ada yang menyangka Bali United bakal mendatangkan Fahmi Al Ayyubi, penyerang sayap muda yang mengudara berkat performa apiknya di Persela. Namun, pilihan Bali ternyata tepat.

Pelatih Stefano Cugurra alias Teco memuji penampilannya dalam beberapa laga terakhir. Fahmi dinilai sudah nyetel dengan permainan Bali ala Teco.

“Fahmi sudah mampu beradaptasi dengan sistem permainan tim ini. Walaupun dia bisa dibilang salah satu pemain terakhir yang bergabung dengan tim,” kata Teco di situs resmi klub.

“Selain itu kami tahu dia sempat harus menunggu lama untuk bisa langsung latihan dengan tim karena suatu masalah. Tapi sekarang saya lihat progres dia cukup positif,” ucap Teco melanjutkan.

Di laga terakhir Bali United, yaitu kontra PSM (1/8/2019), Fahmi yang turun dari bangku cadangan bahkan diapresiasi oleh Teco karena juga rajin membantu pertahanan. Ia menggantikan Irfan Bachdim pada menit ke-57.

“Fahmi bermain sangat baik saat pertandingan melawan PSM kemarin. Walaupun turun dari bangku cadangan, tapi dia bisa merepotkan pertahanan lawan. Dia juga mau membantu pertahanan ketika tim diserang. Secara keseluruhan penampilan dia bagus,” ujarnya.

Ini Rekomendasi PSSI untuk Panpel PSM

PSSI mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada panpel PSM Makassar untuk leg kedua final Piala Indonesia. PSSI ingin agar pertandingan berjalan aman dan lancar.

Pertandingan PSM melawan Persija Jakarta seharusnya digelar di Stadion Andi Mattalatta, 28 Juli 2019. Namun PSSI memutuskan menundanya karena alasan keamanan. Laga digeser menjadi 6 Agustus di stadion yang sama.

Dikutip dari laman PSSI, disebutkan rekomendasi tersebut sesuai standar pelaksanaan pertandingan yang diadopsi dari FIFA Stadium Safety and Security Regulation. Ada sejumlah aturan yang wajib diterapkan panpel untuk laga tersebut.

Yang pertama, tidak ada kegiatan yang mengundang massa di stadion saat latihan resmi tim dilaksanakan (H-1). Panpel wajib menyediakan pengawalan kepada Persija dan PSM di semua lokasi. Lalu yang kedua, area stadion harus steril mulai dari latihan hingga laga selesai dilangsungkan. PSSI juga meminta kanalisasi, barikade pintu masuk penonton VIP/VVIP karena beririsan dengan area kedatangan tim.

PSSI tidak merekomendasikan pembangunan atau pembuatan tribune tambahan yang tidak menyatu dengan struktur bangunan stadion.

Para penonton juga tak boleh membawa tongkat dan spanduk ke dalam stadion. Panpel juga harus menjamin tidak ada penonton yang diperkenankan memasuki lapangan sejak, sebelum, dan sesudah pertandingan.

“PSSI yakin bahwa Panpel PSM Makassar selaku penanggung jawab utama pertandingan akan memenuhi kewajiban untuk melaksanakan rangkaian pertandingan dari H-2 hingga H+1 dengan aman dan nyaman,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha.

“PSSI juga mengapresiasi kerja sama pihak kepolisian dan unsur keamanan lainnya dalam menyukseskan pelaksanaan pertandingan,” dia menambahkan.

Semen Padang, Kapan Menang?

Usai seri dengan Persebaya Surabaya, Semen Padang belum juga menang di Liga 1 2019. Pelatih Semen Padang Weliansyah menilai timnya kini sudah lebih baik.

Semen Padang bermain imbang tanpa gol saat menjamu Persebaya di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (28/7/2019). Ini menandai hasil seri keempat Kabau Sirah dalam sembilan laga, di mana lima lainnya berujung kekalahan.

Semen Padang terpuruk di urutan terbawah klasemen Liga 1 setelah baru mengumpulkan empat poin dan menjadi satu-satunya tim di kompetisi yang belum meraih kemenangan. Weliansyah belum lama melatih Semen Padang, menggantikan Syafrianto Rusli. Menurut Weli, sapaan akrabnya, timnya masih punya permasalahan.

“Saya senang. Aplus pemain semua. (Sudah) Bermain cukuo baik. Pertandingan malam ini akan menjadi bahan evaluasi,” kata Welli yang baru dua hari ditetapkan sebagai pelatih defenitif Kabau Sirah.

“Pemain belakang sudah mulai solid, organisasi sudah mulai benar, satu-dua miss itu wajar, yang jelas ada progress dan peningkatan,” jelas Welli.

Mulai membaiknya permainan juga diakui oleh pemain sayap Semen Padang, Muhammad Rifqi.

“Pertandingan ini sudah banyak perubahan, namun tidak ada keberuntungan saja. Banyak peluang yang harus bisa dimaksimalkan,” kata dia.

Persib Kalah, Suporter Masuk Lapangan Lagi

Persib Bandung kembali menelan kekalahan di kandang. Suporter yang kecewa kembali masuk ke lapangan.

Di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (26/7/2019), Persib kalah 0-2 dari Bali United di lanjutan Liga 1 2019. Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic yang menjadi penentu kekalahan Pangeran Biru.

Setelah peluit akhir pertandingan ditiup wasit, polisi langsung melakukan pengamanan di tribune barat, karena ada botol yang dilemparkan oleh penonton.

Para penonton itu, kecewa atas keputusan-keputusan wasit yang diberikan kepada tim kesayangan nya. Salah satunya saat Persib gagal mendapatkan penalti. Selain itu, para pendukung Persib yang duduk di tribune barat pun mencaci maki, hal itu terjadi karena mereka kecewa.

Tak berselang lama, ada satu orang penonton yang melompat dan masuk ke dalam stadion yang berasal dari timur. Penonton itu langsung diamankan oleh panpel.

Tensi menurun, setelah sejumlah pemain Persib dan Bali United saling menukar jersey dan penonton pun langsung membubarkan diri dengan aman.

Ini bukan pertama kalinya suporter Persib masuk ke lapangan. Saat Persib kalah dari Bhayangkara FC pada 30 Juni lalu, mereka juga masuk ke lapangan.

Persija Minta Keamanan Ekstra di Makassar

Persija Jakarta akan menghadapi PSM Makassar di final leg kedua Piala Indonesia. Panitia pelaksana (panpel) PSM Makassar diminta menyiapkan keamanan ekstra.

Persija bakal bertemu PSM di final leg kedua Piala Indonesia yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (28/7/2019). Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit karena akan menentukan juara Piala Indonesia edisi 2018/19.

Dengan demikian, Persija menilai perlu adanya pengamanan khusus karena tingginya tensi pertandingan. Tuan rumah diharapkan bisa mengantisipasi dengan maksimal.

“Kalau masalah pengamanan tentu ada. Saya juga sudah katakan kepada media officer PSM nanti, saat Match Coordination Meeting (MCM) sebelum pertandingan, yang jelas kami meminta pengamanan,” kata manajer Persija Ardhi Tjahjoko di Lapangan PSAU TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/7/2109).

“Pengamanan yang standar tentunya. Standar dalam arti, pengamanan seperti biasa. Cuma karena final, saya minta ekstra pengamanan. Terutama untuk pemain. Saya tidak mau pemain saya terjadi apa-apa. Tapi kami tahu atmosfir final, di kandang lawan. Kami harus antisipasi,” kata Ardhi.

Ardhi menyebut Persija kemungkinan bisa aja meminta rantis atau barracuda. Namun jika kondisi tak ada masalah, Ismed Sofyan dkk akan naik bus seperti biasa.

“Mungkin saya minta rantis juga untuk menjaga. Kalau tidak terjadi apa-apa, ya normal. Kalau terjadi apa-apa saya minta rantis. Sudah bilang juga ke security officer mereka,” kata pria berpangkat Marsma TNI AU itu.

Persija Ingin Jamu PSM di SUGBK

Macan Kemayoran akan menjamu PSM Makassar terlebih dahulu pada leg pertama babak final Piala Indonesia yang akan berlangsung pada 21 Juli 2019. Setelah itu, Macan Kemayoran baru bertandag ke Stadion Andi Mattalatta, 28 Juli 2019.

Keinginan Persija Jakarta untuk bermain di SUGBK pada babak final ini nampaknya bisa direalisasikan. Hal ini dikarenakan, panitia pelaksana Persija yang sukses menggelar laga Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dengan aman.

Melihat hal tersebut, Ferry Paulus sangat optimistis Persija Jakarta bisa menggelar laga tersebutsi SUGBK. Menurut Ferry semua sudah tidak ada masalah, tinggal bagaimana izin dari pihak kepolisian saja.

“Maunya kami tetap main di SUGBK, lagi-lagi ya tinggal izin dari pihak kepolisian saja ya. Tapi kalau melihat kemarin melawan Persib Bandung aman,” kata Ferry Paulus beberapa waktu lalu.

“Bahkan sepanjang pertandingan bergengsi selalu sarat masalah ya, artinya sering ada efek. Tapi lihat kemarin kondusif, bagus, rapi, sampi dengan hari ini ga ada berita jelek, jadi kami optimistis,” Fersy Paulus menambahkan.

Sebelum menghadapi final Piala Indonesia 2018, Persija Jakarta terlebih duhulu menghadapi Tira Persikabo dalam lanjutan Liga 1 2019. Oleh kerena itu, mereka akan fokus terlebih dahulu ke sana baru ke laga final.

Curi Poin Milik Persis, Persik Lanjutkan Tren Positif di Liga 2 2019

Persik Kediri melanjutkan tren positif pada Liga 2 2019. Faris Aditama dkk. berhasil menahan Persis 1-1 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (6/7/2019). Tambahan satu poin ini makin memantapkan posisi Persik di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 2019 dengan koleksi poin delapan.

Hasil ini juga menjaga ketangguhan Persik Kediri sebagai tim belum terkalahkan hingga laga keempat Liga 2 2019.

Sejak sepak mula, laga berlangsung datar-datar saja. Kedua tim hanya melancarkan serangan secara sporadis. Tak terjadi gol selama babak pertama.

Babak kedua, baik Persis maupun Persik mulai saling menekan. Tim tamu unggul lebih dulu lewat tandukan striker Timnas Indonesia U-23, Septian Satria Bagaskara, pada menit ke-73. 10 menit berselang, giliran Laskar Sambernyawa membalas.

“Sebuah kerugian tak bisa meraih poin absolut di kandang. Saya tetap apresiasi perjuangan pemain. Minimal mereka telah berusaha agar tak kalah,” ujar Agus Yuwono, pelatih Persis.

Arsitek Persik Kediri, Budihardjo Thalib, mensyukuri raihan positif anak asuhnya. Meski tak menang, satu poin dari partai tandang tetap dirasa hasil apik.

“Pemain bisa melupakan trauma kekalahan di pramusim uji coba lalu. Ini sinyal positif bagi mental bertanding mereka. Satu poin tetap penting pada laga tandang seperti ini,” kata Budihardjo Thali

PSIS Perpanjang Penderitaan Persela di Shopee Liga 1 2019

PSIS Semarang meraih kemenangan 2-0 atas Persela Lamongan pada laga pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 yang berlangsung di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu malam WIB (6/7/2019).

Kemenangan ini membuat PSIS Semarang naik ke peringkat enam dengan raihan 11 poin. Adapun bagi Persela, kekalahan ini membuat mereka makin menderita di dasar klasemen dengan poin dua.

Berstatus sebagai tim tamu, Persela langsung agresif melancarkan serangan. Pada menit ketujuh, Alex Goncalves langsung melepaskan tembakan yang masih bisa diamankan kiper PSIS kawalan Jandia Eka Putra.

Tim tuan rumah baru mendapatkan peluang pada menit ke-19 melalui Septian David. Namun, bola masih bisa diantisipasi kiper Persela kawalan Dwi Kuswanto.

Pada menit ke-35, Persela kembali membuat Jandia Eka Putra kerja keras. Eky Taufik melepaskan tembakan yang berhasil diantisipasi sehingga berbuah tendangan penjuru.

Begitu juga dengan tembakan Kei Hirose pada menit ke-44 yang kembali diantisipasi Jandia. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua laga, Persela semakin agresif melancarkan serangan. PSIS sesekali mengancam melalui serangan balik.

Publik tuan rumah kemudian bergemuruh setelah wasit menunjuk titik putih pada menit ke-61. Tembakan pemain PSIS mengenai salah seorang bek Persela. Wallace Costa yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan peluang. Bola hasil sepakannya meluncur deras ke dalam gawang Persela.

PSIS kemudian berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-86 melalui Shohei Matsunaga. Memanfaatkan umpan Silvio Escoba, pemain Jepang itu kemudian melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper.

Menjelang akhir babak kedua, PSIS Semarang kembali mendapatkan peluang menambah gol melalui Bayu Nugroho. Namun, peluang yang didapat setelah berhadapan dengan kiper Persela gagal dimaksimalkan karena bola berhasil dimentahkan Dwi Kuswanto. Hingga laga usai, tak ada gol tambahan.

Susunan pemain

PSIS Semarang (4-3-3): Jandia Eka Putra (kiper), Safrudin Tahar, Wallace Costa, M. Rio Saputro, Arthur Bonai (belakang), Bayu Nugroho, Fredyan Wahyu, Patrick Mota (tengah), Septian David, Komarudin, Silvio Escobar (depan)

Pelatih: Jafri Sastra (Indonesia)

Persela Lamongan (4-3-3): Dwi Kuswanto (kiper), Samsul Arifin, Mawouna Amevor, Moch Zaenuri, Eky Taufik (belakang), Rafael Gomes, Kei Hirose, Lucky Wahyu (tengah), Delvin Rumbino, Alex Goncalves, Anis Nabar (depan)

Pelatih: Nil Maizar (Indonesia)

Prediksi Madura United Vs PSM: Duel Jilid 3 Jadi Penentu

Madura United dan PSM Makassar bakal melakoni pertandingan edisi terakhir dalam tiga pertemuan beruntun. Kedua tim akan saling berjibaku dalam leg kedua semifinal Piala Indonesia 2018 di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Minggu sore (7/7/2019).

Dalam dua pertemuan sebelumnya, kedua tim saling mengungguli. PSM menang 1-0 dalam leg pertama semifinal pada Minggu (30/6/2019). Madura United menang 2-0 dalam pekan keenam Shopee Liga 1 2019, Kamis (4/7/2019).

Pertemuan ini menutup tiga laga beruntun itu. Di samping itu, pertandingan kali ini bakal menjadi penentuan. Sebab, duel ini bakal menjadi penentu kelolosan ke final. Tim pemenang skor agregat bakal bersua dengan Persija Jakarta di partai puncak Piala Indonesia 2018.

“Kami sudah belajar dari pertandingan sebelumnya, saat menang di sini. Semua tetap perlu bekerja keras. Saya meminta pemain bermain serius dan memenangkan pertandingan supaya kami bisa ke final,” kata Dejan Antonic, pelatih Madura United.

Di laga ini, Laskar Sape Kerrab tidak bisa memainkan dua pemain yang kerap masuk starting eleven. Andik Vermansah masih mengalami cedera hamstring, sedangkan Asep Berlian absen akibat akumulasi kartu.

Kemungkinan, posisi kedua pemain itu bakal diisi Alfath Faathier dan Guntur Ariyadi sejak menit pertama. Mereka juga sudah terbiasa menjadi pengganti dan tetap memberi kontribusi buat timnya.

“Semua pemain di tim ini sama. Kami tanpa Asep dan Andik, dan ada pemain pengganti yang siap main. Saya yakin pemain siap mental, meski kelelahan karena sebelumnya juga melawan PSM dalam rentetan jadwal padat,” imbuh Dejan.

Kabar baiknya, Madura United bisa menurunkan kiper Ridho Djazulie, yang dilarikan ke rumah sakit pada pertandingan Kamis lalu. Ridho sudah sembuh dan siap kembali tampil melawan tim berjulukan Juku Eja itu.

“Ridho dalam kondisi sudah oke. Itu dokter tim (Hery Siswanto) yang bilang, bukan dari saya. Saya perlu lihat kondisinya lagi, tapi dia siap tampil di pertandingan ini,” ucap pelatih asal Serbia itu. Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menegaskan skuatnya tetap bermain normal pada pertandingan ini. Di mata Darije, kemenangan 1-0 memang membuat PSM di atas angin, tetapi otomatis membuat Juku Eja aman ke partai puncak.

Itulah mengapa Darije tetap menurunkan formasi agresif minus sang kapten Wiljan Pluim, yang terjerat akumulasi kartu kuning.

“Kalau kami mencetak satu gol, itu berarti Madura United harus mencetak minimal tiga gol untuk lolos ke final dan seterusnya,” kata Darije.

Untuk mewujudkan gol itu, Darije menyiratkan memainkan Eero Markkanen sebagai starter di posisi striker, sedangkan Guy Junior digeser ke penyerang sayap bersama Zulham Zamrun.

Di tengah, peran Pluim bakal dilakoni Rasyid Bakri yang juga piawai mencetak gol sebagai ‘gelandang muncul’ PSM. Aksi Rasyid ditopang duet gelandang pekerja, Marc Klok dan Rizky Pellu.

Sedang di lini belakang, Aaron Evans (stoper) dan Beny Wahyudi (bek kiri) tetap diberi kepercayaan, meski baru membuat gol bunuh diri saat PSM ditekuk Madura United pada laga Shopee Liga 1 2019.

Rotasi hanya dilakukan di posisi bek kanan, di mana Asnawi Mangkualam kembali dipercaya mengganti peran seniornya, Zulkifli Syukur.

Prakiraan Susunan Pemain

Madura United (4-3-3): Ridho Djazulie (kiper); Marckho Meraudje, Jaimerson Xavier, Fandry Imbiri, Andik Rendika Rama (belakang); Zulfiandi, Guntur Ariyadi, Alfath Faathier (tengah); Greg Nwokolo, Aleksandar Rakic, Beto Goncalves (depan)

Pelatih: Dejan Antonic

PSM Makassar (4-3-3): Rivki Mokodompit;Asnawi Mangkualam, Aaron Evans, Abdul Rahman, Beny Wahyudi; Marc Klok, Rizky Pellu, Rasyid Bakri; Guy Junior, Eero Markkanen, Zulham Zamrun

Pelatih: Darije Kalezic

Hasil Bhayangkara FC Vs Tira Persikabo: The Guardians Tertahan di Kandang

Laga Bhayangkara FC vs PS Tira Persikabo pada lanjutan Liga 1 2019 berakhir 1-1. Hasil ini membuat posisi kedua di klasemen tim disusul oleh Madura United.

Duel dua tim papan atas ini tersaji di Stadion Madya Senayan, Kamis (4/7/2019) malam WIB. Laga ini berlangsung sengit sejak menit awal laga.

Tim tamu mengejutkan tuan rumah terlebih dahulu lewat gol Ciro Alves di menit ke-20. Sundulannya memanfaatkan umpan silang Osas Saha dari sisi kanan berhasil memperdaya Awan Setho.

Bhayangkara FC cuma butuh lima menit untuk menyamakan skor menjadi 1-1. Berawal dari tusukan Putu Gede ke kotak penalti Tira, bola disambar oleh Ramiro Fergonzi, yang dalam tayangan ulang bola sempat mengenai kaki Muhammad Rifad Marasambessy sebelum masuk ke gawang. Skor itu bertahan hingga turun minum.

Usai jeda, kedua tim masih tampil terbuka. Di menit ke-54, Ciro Alves nyaris mencetak gol keduanya di laga ini, namun bola sepakannya dari tepi kotak penalti masih melebar tipis ke kanan gawang Bhayangkara FC.

The Guardians giliran mengancam pada menit ke-62. Tendangan bebas Anderson Salles masih mampu ditepis oleh Angga sebelum menerpa mistar gawang.

Di sisa waktu yang ada, kedua kubu gagal mencetak gol tambahan. Hal ini membuat skor 1-1 bertahan hingga akhir laga.

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim tergusur oleh Madura United, yang di saat bersamaan menang 2-0 atas PSM Makassar. Tira Persikabo dan Bhayangkara kini berada di urutan ketiga dan keempat dengan 12 poin. Mereka tertinggal satu angka dari Sapeh Kerab yang menempati posisi kedua.

Susunan Pemain:

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo, Anderson Salles, Jajang Mulyana, I Putu Gede, Fatchu Rochman; Flavio Beck, Lee Yujun, Sani Rizki Fauzi; Rachmad Hidayat, Ramiro Fergonzi, Dendy Sulistyawan.

PS Tira Persikabo: Angga Saputro, Andy Setyo Nugroho, Khurshed Beknazarov, Anderson Sa Abduh Lestaluhu, Rifad Marasabessy; Manahati Lestusen, Wawan Febriyanto; Loris Arnaud, Ciro Henrique Alves, Osas Saha