Arsip Kategori: Italia

Efek Domino Jika Higuain ke Chelsea: Morata, Kalinic, dan Piatek

Transfer Gonzalo Higuain ke Chelsea bisa menjadi efek domino. Hal itu akan melibatkan Alvaro Morata, Nikola Kalinic, dan Krzysztof Piatek.

El Pipita sedang menurun drastis. Dia cuma mencetak delapan gol dalam 21 penampilan sejak dipinjam AC Milan dari Juventus di musim panas.

Rossoneri sudah mengeluarkan uang mencapai 16 juta euro untuk meminjam Higuain sampai akhir musim ini. Milan juga punya opse membeli pria asal Argentina itu sebesar 35 juta euro.

Milan dikabarkan sudah hilang minat mempermanenkan Higuain. Chelsea pun mengendus itu dengan coba meminjam Higuain lebih dulu sampai akhir musim. Situasi itu didukung dengan minim golnya Moarta dan Oliver Giroud.

Jika transfer Higuain ke Chelsea terjadi, maka si striker bisa reuni dengan Maurizio Sarri. Di bawah arahan Sarri, Higuain mencapai musim tersuburnya kala mencetak 38 gol untuk Napoli di Liga Italia 2015/16.

Kedatangan Higuain nantinya juga bisa berdampak pada Morata. Pria asal Spanyol ini sedang santer dikabarkan bakal balik ke Atletico Madrid selaku tim masa kecilnya.

Morata nantinya bisa membuka jalan Kalinic untuk pergi dari Atletico menuju AS Monaco. Selama di Atletico, pria asal Kroasia itu baru main sembilan kali di La Liga dengan mencetak dua gol.

Lantas siapa yang bakal menggantikan Higuain di Milan? Adalah Piatek yang belakangan santer disebut-sebut mau meninggalkan Genoa.

Milan tak akan dengan mudah mendatangkan Piatek, yang sudah mencetak 19 gol dalam 21 pertandingan musim ini. Tim besutan Gennaro Gattuso itu harus berhadapan dengan Real Madrid.

Hasil Coppa Italia: Roma ke Perempatfinal Usai Bungkam Entella

AS Roma masih terlalu tangguh untuk Virtus Entella di babak 16 besar Coppa Italia. Roma menang 4-0 atas tim Serie C itu untuk melaju ke perempatfinal.

Dalam pertandingan di Stadion Olimpico, Selasa (15/1/2019) dini hari WIB, Patrik Schick tampil apik dengan mencetak dua gol dan satu assist. Dua gol Roma lainnya diciptakan oleh Ivan Marcano dan Javier Pastore.

Roma tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Pertandingan baru berjalan 23 detik, tuan rumah sudah membuka keunggulan.

Cengiz Under menyerang dari sisi kanan dan melepaskan umpan untuk Schick. Nama yang disebut terakhir itu menuntaskannya dengan tendangan tumit untuk menjebol gawang Entella.

Tendangan bebas Luca Nizzetto pada menit ke-17 memaksa kiper Roma Robin Olsen melakukan penyelamatan. Bola muntah coba disambar oleh Mirko Eramo, tapi Olsen lagi-lagi bisa menepisnya.

Dany Mota Carvalho sempat menyamakan skor untuk Entella. Namun gol tersebut dianulir karena Carvalho lebih dulu terjebak offside.

Roma menggandakan keunggulan di injury time babak pertama. Umpan terobosan dari Rick Karsdorp dibelokkan oleh Schick dengan tumitnya. Bola jatuh ke kaki Ivan Marcano yang langsung menuntaskannya menjadi gol.

Roma kembali bikin gol cepat di awal babak kedua. Berawal dari serangan balik, Justin Kluivert yang menerima bola dari Lorenzo Pellegrini kemudian mengoper kepada Schick.

Schick lantas melepaskan tembakan dari depan kotak penalti dengan kaki kirinya. Bola mengarah ke pojok kiri bawah gawang Entella tanpa bisa diantisipasi oleh kiper tim tamu.

Pada menit ke-50, Entella sempat mencetak gol lewat tendangan melengkung Mancosu. Namun gol Entella lagi-lagi dianulir karena Mancosu lebih dulu dalam posisi offside.

Javier Pastore kemudian memantapkan keunggulan Roma menjadi 4-0 pada menit ke-74. Pemain asal Argentina itu menuntaskan umpan terobosan Kluivert dengan tendangan kaki kanan.

Kemenangan ini mengantar Roma ke babak perempatfinal untuk menghadapi Fiorentina. La Viola sudah lebih dulu lolos usai menyingkirkan Torino.

Susunan Pemain

Roma: Olsen; Karsdorp, Fazio, Juan Jesus (Marcano 10), Kolarov; Cristante, Lorenzo Pellegrini (Zaniolo 82); Cengiz (Zaniolo 76), Pastore, Kluivert; Schick

Virtus Entella: Paroni; Belli, Pellizzer, Baroni, Crialese; Icardi, Paolucci (Ardizzone 70), Eramo; Adorjan (Simone Icardi 46); Caturano (Mancosu 46), Mota Carvalho

Allegri Tunggu Lebih Banyak Gol dari Ronaldo

Massimilliano Allegri hanya ingin satu hal dari Cristiano Ronaldo. Hal tersebut adalah lebih banyak gol.

Ronaldo memulai musim perdananya di Seria A bersama Juventus dengan sangat baik. Pria asal Portugal ini mampu mengemas 14 gol dan enam assist dari 19 laga di Serie A.

Penampilan apik Ronaldo ini mampu membantu Juventus memuncaki klasemen Serie A dengan 53 poin dari 17 kemenangan serta dua hasil imbang. Di musim ini Bianconerri belum tersentuh kemenangan di kompetisi domestik.

Penampilan apik penyerang berjuluk CR7 tersebut mampu menjawab ekspektasi Allegri saat mendatangkannya dari Real Madrid.

“Dia tidak jauh berbeda dengan yang saya bayangkan,” kata Allegri dilansir dari Calciomercato.

“Saya tahu dia adalah seorang profesional hebat dengan semangat kompetitif yang telah membantu setiap orang untuk terus berkembang.”

“Dia ingin menjadi yang terbaik setiap hari dan itu adalah nilai penting yang membantu kami semua. Saya tidak terkejut, saya lebih suka mengatakan bahwa senang melihat dia bermain karena dia adalah pemain yang berbeda,” ujar pelatih 51 tahun ini.

Mantan pelatih AC Milan ini juga mengungkapkan bahwa saat ini yang ia inginkan hanyalah gol dari penyerang 33 tahun ini.

“Kualitas terbesar Ronaldo adalah dia selalu fokus, baik dalam permainan maupun selama latihan. Dia selalu memiliki kebiasaan yang sama bahkan ketika dia hanya mendapatkan satu bola selama pertandingan. Saya hanya ingin satu hal darinya: banyak gol. Dia tahu lebih baik tentang itu, Cristiano adalah contoh untuk semua orang”, ungkap Allegri.

“Gelar Serie A adalah tujuan natural bagi Juventus, karena untuk memenangkan Liga Champions Anda harus memiliki keberuntungan. Ronaldo harus menjadi kegembiraan bagi Juventus dan untuk sepakbola Italia,” tuturnya menyimpulkan.

Hasil Liga Italia: Cetak Gol di Injury Time, Chievo Imbangi Inter 1-1

Inter Milan gagal mendapatkan tiga poin dari markas Chievo Verona. Gol Sergio Pellissier di injury time memaksa hasil akhir 1-1.

Chievo menjamu Inter di Stadio Marcantonio Bentegodi, Minggu (23/12/2018) dinihari WIB. Kedua tim saling bergantian menekan di babak pertama.

Inter berhasil mencuri gol duluan lewat Ivan Perisic. Gol itu menutup babak pertama untuk keunggulan Inter 1-0.

Chievo bermain jauh lebih baik dari Inter di babak kedua. Itu ditunjukkan dari tujuh tembakan berbanding lima yang dilepaskan Chievo.

Usaha Chievo baru berhasil di injury time. Gol Sergio Pellissier memaksa Inter harus pulang dengan satu poin.

Nerazzurri tetap ada di posisi ketiga, yang kali ini dengan jumlah 33 poin. Di sisi lain, Chievo masih menghuni dasar klasemen dengan lima poin.

Jalannya Pertandingan

Tim tuan rumah langsung mengancam saat laga belum berjalan satu menit. Riccardo Meggiorini melepas tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis Samir Handanovic

Inter gantian menekan di menit kedua. Ivan Perisic melepas tembakan dari luar kotak penalti, namun arah bola masih di atas gawang Stefano Sorrentino.

Kedua tim main terbuka dengan saling bergantian melancarkan serangan. Inter baru bisa mengancam pertahanan Chievo di menit ke-23 setelah tembakan Mauro Icardi di kotak penalti melebar ke sisi kiri gawang.

Inter mampu merobek gawang Chievo di menit ke-39. Bola hasil umpan silang Danilo D’Ambrosio dari sisi kiri dituntaskan lewat tendangan Perisic dari jarak dekat. 1-0 Inter memimpin.

Chievo berusaha melakukan serangan dari kedua isi, namun tak selalu gagal sebelum masuk ke kotak penalti. Skor 1-0 tetap bertahan untuk Inter hingga turun minum.

Perisic nyaris memperbesar keunggulan Inter saat babak kedua baru berjalan dua menit. Tembakan Perisic di dalam kotak penalti mampu ditepis Sorrentino.

Chievo baru mengancam di menit ke-63. Nicola Rigoni melepas tembakan dari tepi kotak penalti, tapi laju bola masih bisa di blok Stefan De Vrij.

Tim berjulukan Keledai Terbang ini bermain lebih baik daripada Inter di paruh kedua. Permainan agresifnya menyulitkan Inter untuk berkembang.

Umpan silang dari sisi kanan mengarah ke jantung pertahanan Inter di menit ke-70. Bola berhasil disambar dengan cepat oleh Mariusz Stepinski, namun arahnya masih melebar dari bidang sasaran.

Kerja keras Chievo untuk menyamakan skor menjadi 1-1- baru berbuah hasil di injury time. Stepinski meneruskan umpan lambung dengan sundulan ke Pellissier. Bola dikontrol dengan baik oleh sang kapten sebelum melepaskan tembakan lob yang masuk ke gawang Nerazzurri.

Inter berusaha bangkit menyerang di sisa waktu. Ada sekitar delapn pemain masuk ke daerah sepertiga akhir pertahanan Chievo, namun upaya mereka itu telat. Skor 1-1 tetap bertahan hingga laga tuntas.

Susunan Pemain:

Chievo: Sorrentino; Depaoli, Bani, Rossettini, Barba; Kiyine (Jaroszynski 46), Rigoni, Hetemaj; Giaccherini (Birsa 77); Meggiorini (Stepinski 61), Pellissier.

Inter: Handanovic; Vrsaljko, Skriniar, De Vrij, D’Ambrosio; Joao Mario (Borja Valero 81), Brozovic, Nainggolan (Vecino 67); Politano (Lautaro Martinez 75), Icardi, Perisic.

Hasil Juventus vs AS Roma: Bianconeri Menang 1-0

Juventus sukses membungkam AS Roma di pekan ke-17 Liga Italia 2018/2019. Bianconeri menang 1-0 atas I Giallorossi.

Bertanding di Allianz-Stadium, Turin, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB, Juventus unggul 1-0 di babak pertama. Gol dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-35. Gol bertahan hingga laga tuntas.

Tiga poin membuat Juventus masih perkasa di puncak klasemen Liga Italia dengan 49 poin dari 17 laga, unggul delapan angka dari Napoli di posisi dua. Adapun Roma tertahan di posisi 10 dengan 24 poin.

Jalannya Pertandingan

Juventus mengancam sejak menit kedua. Mario Mandzukic melepaskan shot, namun bola masih bisa diblok barisan pertahanan Roma.

Pada menit kedelapan, Juventus kembali menebar ancaman lewat Alex Sandro. Ia melepaskan shot ke gawang Roma, namun bolanya bisa ditepis Robin Olsen.

Di menit ke-19, Cristiano Ronaldo ikutan mengancam gawang Roma. Dari sepak pojok, penyerang Portugal itu menyundul bola, namun arahnya masih menyamping dari gawang lawan.

Di menit ke-33, peluang kembali didapat Ronaldo. Menerima umpan Paulo Dybala di kotak penalti Roma, CR7 melepaskan sepakan ke tiang jauh. Olsen mampu menepisnya, sehingga peluang itu berujung sepak pojok.

Tekanan Juventus berbuah hasil dua menit berselang. Berawal dari tekanan di sisi kanan, De Sciglio melepaskan crossing ke tengah. Mario Mandzukic bisa menyundul masuk bola ke gawang Roma. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Roma coba membalas. Di menit ke-42, kesalahan Giorgio Chiellini hampir dimanfaatkan tim tamu. Patrick Schick merebut bola dari Chiellini dan mengopernya ke Davide Santon.

Tak pakai lama, Santon mengirimnya lagi ke kotak penalti dan bisa disundul Steven Nzonzi. Kiper Juventus, Wojciech Szczesny masih sigap menangkapnya bola sundulan Nzonzi. Hingga jeda, skor 1-0 tidak berubah.

Di babak kedua, Juventus menebar ancaman di menit ke-54. Alex Sandro melepaskan crossing ke tengah dan bisa disundul Ronaldo, namun bolanya melayang ke atas.

Tiga menit berselang, giliran Roma mengancam. Federico Fazio bisa menyundul bola, namun upayanya lemah sehingga bola mudah ditangkap Szczesny.

Di menit ke-59, Ronaldo lagi-lagi mengancam gawang Roma. Dybala melepaskan crossing ke tengah dan bisa disundul Ronaldo, namun Olsen membuat penyelamatan gemilang. Semenit berselang, peluang Ronaldo kembali digagalkan Olsen.

Pada menit ke-69, Chiellini bisa menceploskan bola ke gawang Roma. Wasit Davide Massa lantas menganulirnya, karena kapten Juventus itu mengganggu pergerakan Olsen lebih dulu.

Roma bukannya tanpa upaya. Berkali-kali serangan yang dibangun Nzonzi, Justin Kluivert, dan Schick bisa dimentahkan barisan pertahanan Juventus. Serigala Ibu Kota kesulitan menembus kotak penalti lawannya.

Memasuki menit-menit akhir, Roma banyak menekan. Pada menit ke-89, Bryan Cristante melepaskan sundulan, memanfaatkan tendangan bebas. Namun, upayanya bisa diamankan Szczesny.

Di injury time, Douglas Costa sempat menjebol gawang Roma. Namun gol tersebut dianulir wasit usai mengecek Video Assistant Referee (VAR). Hingga laga tuntas, skor 1-0 untuk kemenangan Juventus atas Roma tidak berubah.

Susunan Pemain

Juventus: Szczesny, De Sciglio, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro, Bentacur, Pjanic (Emre Can 71′), Matuidi, Dybala (Douglas Costa 80′), Ronaldo, Mandzukic

AS Roma: Olsen, Kolarov, Fazio, Manolas, Santon, Cristante, Florenzi (Kluivert 46′), Zaniolo, Nzonzi (Dzeko 80′), Under (Perotti 71′), Schick

Agen Klaim Icardi Ditawarkan ke Juventus, Inter Membantah

Agen Mauro Icardi, Wanda Nara, mengungkapkan bahwa striker Argentina itu ditawarkan ke Juventus. Kubu Nerazzurri memberi bantahan.

Wanda mengungkapkan bahwa negosiasi kontrak baru Icardi dengan Inter jalan di tempat. Negosiasi untuk menambah durasi ikatan sebenarnya memang belum krusial, kontrak Icardi dengan Inter masih berlaku hingga 2021.

Lebih lanjut lagi, Wanda mengungkapkan bahwa ada usaha Inter untuk menawarkan Icardi ke klub Italia lainnya, Juventus. Tapi, pemain 25 tahun itu tetap mengikrarkan kesetiaannya.

Petinggi Inter, Piero Ausilio, merasa perlu untuk menanggapi pernyataan Wanda itu. Dia pun menegaskan selalu terbuka untuk membahas kontrak baru di kantor.

Kami tetap konsisten dengan apa yang kami katakan dalam beberapa bulan terakhir. Kami bahagia dengan Icardi sebagai pemain dan apa yang dia sumbangkan di atas lapangan untuk Inter. Dia selalu memikul tanggung jawab dan tak takut pada apapun,” kata Ausilio di Football Italia.

“Selain itu tak masalah, ada kantor resmi, saya terbuka untuk semua orang. Agen Icardi tahu di mana bisa menemukan saya apakah datang ke kantor atau lewat telepon. Sisanya, sosial media, media, film box office Natal tak membuat saya tertarik.”

“Inter dan saya hanya akan berbicara di kantor, di kantor pusat kamu, tidak di sosial media atau televisi. Beppe Marotta dan saya selalu siap membantu,” dia menambahkan.

Sampdoria naik ke posisi ke-3, setelah mengalahkan Bologna

Sampdoria akhirnya menang atas Bologna. Sampdoria memaksimalkan keunggulan jumlah pemain untuk menekuk Bologna dengan skor 2-0. Kemenangan ini mengangkat Sampdoria ke posisi ketiga di klasemen sementara Serie A. Pertandingan Sampdoria melawan Bologna di Stadio Luigi Ferraris, Selasa (15/9/2015) dinihari WIB, seharusnya digelar pada Minggu (13/9) lalu. Namun, karena ada badai yang menerjang Genoa, pertandingan pun tertunda.

Sampdoria yang bertindak sebagai tuan rumah mendominasi pertandingan ini. Namun, mereka tidak banyak menciptakan peluang di babak pertama. Pada babak kedua, kiper Bologna, Antonio Mirante, membuat penyelamatan gemilang. Dia terbang untuk mementahkan tembakan keras Eder.

Bologna juga tidak mau diam, akhirnya dia membalas serangan Sampdoria. Disinilah terjadi tuker serangan. Serangan Bologna tidak membuahkan hasil. Memasuki menit ke-62, Pemain Bologna, Luca Rizzo diusir oleh wasit setelah menerima kartu kuning kedua.

Hal ini membuat Bologna harus bermain dengan 10 orang pemain. Keunggulan jumlah pemain bisa dimanfaatkan oleh Sampdoria. Sampdoria sangat pintar dalam memanfatkan kekurangan Bologna. Sampdoria menggempur terus pertahanan Bologna.

Akhirnya Sampdoria memecahkan kebuntuan pada menit ke-75 melalui gol Eder. Eder bermain umpan satu-dua dengan Luis Muriel. Dengan lincah, Eder melepaskan tendangan yang sangat keras ke sisi pojok kiri gawang. Tidak puas dengan skor 1-0, Sampdoria melancarkan serangan lagi. Hanya berselang empat menit, Sampdoria berhasil menggandakan keunggulannya melalui Roberto Soriano. Gol ini tercipta berawal dari kreasi Soriano yang membawa bola dan Tembakan Roberto Soriano dari luar kotak penalti membawa tim tuan rumah memimpin 2-0. Skor ini tidak berubah hingga pertandingan selesai.

Berkat kemenangan atas Bologna, Sampdoria naik ke posisi ketiga di klasemen sementara Serie A dengan poin 7. Mereka ada di bawah Inter Milan (9 poin) dan Chievo (7 poin). Bologna terpuruk di urutan ke-19 karena belum mendapatkan poin.

Pahlawan Sampdoria, Eder dan Roberto Soriano menjadi bintang lapangan kali ini

Susunan Pemain
Sampdoria:
Viviano; Cassani (Pereira 21), Silvestre, Moisander, Regini; Ivan (Correa 65), Fernando, Barreto; Soriano; Eder, Muriel (Rodriguez 82)

Bologna:
Mirante; Ferrari, Rossettini, Maietta, Masina; Donsah (Pulgar 68), Taider (Diawara 57); Giaccherini (Rizzo 28), Brienza, Mounier; Destro

Bonaventura mengatakan AC Milan akan menang melawan Inter Milan

Milan – cutejapanese.com , Team Rossonerri, AC Milan meraih hasil bagus saat bertemu Inter Milan di pertandingan pramusim. Rossoneri ingin mengulangi hasil bagus itu saat melawan Nerazzurri di derby Milan yang pertama musim ini.

Pertandingan AC Milan melawan Inter Milan akan berlangsung di Giuseppe Meazza, Senin (14/9/2015) dinihari WIB. Menatap pertandingan itu AC Milan mempunyai modal yang bagus saat dua kali bertemu Inter di laga pramusim.

Saat berduel di turnamen pramusim International Champions Cup, Milan menang dengan skor 1-0. Sementara ketika bertemu di laga Trofeo TIM yang cuma berlangsung satu babak, tim asuhan Sinisa Mihajlovic itu menang dengan skor akhir 2-1.

Untuk melanjutkan hasil positif itu, Giacomo Bonaventura mengatakan bahwa AC Milan sudah bersiap dengan sebaik-baiknya. Tetapi, I Diavolo Rosso juga mesti waspada karena Inter Milan sedang dalam tren positif setelah memenangi dua pertandingan awal di Liga Italia.

Berdasarkan informasi dari Milan Channel, Bonaventura mengatakan bahwa Kami melakukan yang terbaik saat mempersiapkan diri menatap laga penting ini. Pada derby pertama saya tahun lalu, sungguh luar biasa. Itu positif meski cuma berakhir imbang. Sekarang saya berharap bisa memetik kemenangan di hari Minggu.

Bonaventura mengatakan bahwa pada awal musim, tim harus melebur. Anda harus mengenal rekan baru di tim. Tapi, saya pikir di hari Minggu akan menjadi ujian yang bagus. Bagaimanapun juga kami siap. Saya tak berpikir ada perbedaan yang jauh antara kami dengan Inter. Kami banyak berubah, kami sedang kembali membangun tim. Mereka mempunyai beberapa pemain baru sejak pertandingan di musim panas (di China dan Trofeo TIM). Sungguh bagus bisa menang di musim panas, tapi akan lebih menyenangkan kalau bisa menang di Liga

Di pertahanan, kami akan jaga dengan sebaik-baiknya agar tidak dibobol oleh Inter Milan. Kami ingin kembali ke trek Tangga Juara. Dengan memenangkan Derby Milan, kami akan memperbaik peringkat kami di Liga Italia. Bonaventura secara pribadi mengatakan saya akan jaga dengan sebaik-baiknya pertahanan kami dan saya akan mengeluarkan kemampuan yang terbaik

Awal kebangkitan Giuseppe Rossi

Punggawa La Viola lainnya, Khouma Babacar menyatakan bahwa Penyerang Fiorentina, Giuseppe Rossi nyaris mengeluarkan air mata setelah mencetak gol ke gawang Belenenses di Liga Eropa pada Kamis (1/10).

La Viola, Fiorentina menang 4-0 di markas Belenenses dengan Federico Bernardeschi, Khouma Babacar, dan Rossi mencetak gol dan satu gol lainnya tercipta dari bunuh diri Tonel.

Gol Giuseppe Rossi adalah yang pertama untuk mantan penyerang tim nasional Italia tersebut setelah terakhir kalinya membobol gawang lawan pada 501 hari yang lalu. Ia sempat mengalami cedera panjang yang memaksanya tak bisa bermain sepanjang musim 2014-2015.

Giuseppe Rossi melakukannya gol pada menit ke-90 yang kemudian disambut oleh senyum dari sang pelatih yang bernama Paulo Sousa. Berdasarkan informasi dari Football Italia, Khouma Babacar mengatakan bahwa Giuseppe Rossi nyaris menangis setelah golnya. Ia sangat emosional, dan kami memberinya aplaus ketika ia masuk ke ruang ganti.

Gol tersebut akan menjadi awal dari sebuah jalan panjang Giuseppe Rossi untuk kembali bangkit. Sempat diprediksi menjadi striker masa depan Italia, cedera lutut yang berkepanjangan membuat Giuseppe Rossi lebih sering menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Berdasarkan informasi dari beberapa pekan yang lalu, situs resmi Fiorentina mengatakan bahwa Giuseppe Rossi telah menerima pengurangan gaji dalam perpanjangan kontraknya, dari semula €2,4 juta menjadi €1,7 juta.

Selain berjuang untuk mendapatkan tempat di tim Fiorentina, Giuseppe Rossi pun akan berupaya merebut kepercayaan pelatih tim nasional Italia, Antonio Conte. Ia memiliki waktu beberapa bulan untuk berjuang masuk ke dalam tim yang dibawa ke Piala Eropa Perancis 2016.

Gol ini adalah awal kebangkitan Giuseppe Rossi di kancah International maupun domestik. Giuseppe Rossi mengatakan bahwa saya harus bangkita dan harus bisa mengembalikkan kepercayaan Pelatih Italia untuk bisa ikut dalam kancah Piala Eropa 2016 di Prancis.

Sebagai proses awal kebangkitan, saya harus membuat banyak gol untuk Fiorentina dan harus mempunyai kontribusi untuk Fiorentina. Terima kasih kepada Paulo Sousa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain Full. Saya harus bisa membalas budi atas kepercayaan pelatih terhadap saya.

Silvio Berlusconi harus merekrut pelatih yang handal

Mantan pemain AC Milan, Marco Simone menyalahkan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi atas performa buruk yang didapatkan oleh Rossoneri dalam beberapa pekan ke belakang.

AC Milan kini tertahan di peringkat sebelas setelah mendapatkan tiga kemenangan dan empat kekalahan. Pada akhir pekan lalu mereka ditundukkan oleh Napoli 0-4 dan juga kalah di pertandingan derby melawan Internazionale dengan skor 0-1.

AC Milan juga gagal untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions Eropa selama dua musim berturut-turut.

Marco Simone mengatakan bahwa Masalah Milan sebenarnya adalah pada petinggi klub, dan saya bukan berbicara tentang uang. Berdasarkan informasi dari Football Italia mengatakan bahwa Saya cukup beruntung untuk mengenal seorang presiden yang memiliki anggaran penting dan juga ide. Sekarang saya memiliki kesan ide-idenya telah mengering.

Simone kemudian mengatakan bahwa kini AC Milan tidak memiliki visi lagi. Di matanya, pembelian-pembelian mahal yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini adalah hanya untuk menaikkan citra klub di depan media dan penggemar. AC Milan di masa lalu selalu bekerja dengan ide spesifik dan juga memiliki anggaran yang penting.”

Suporter garis keras AC Milan telah beberapa kali melayangkan protes terhadap kehadiran CEO Milan, Adriano Galliani. Ia dianggap tidak lagi mampu untuk memimpin klub. Simone menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah struktur di dalam klub harus berganti. Ia melihat bahwa Galliani dan Berlusconi telah kehilangan arah dalam upaya untuk membangkitkan kembali klub dari titik nol.

Marco Simone mengatakan bahwa Mereka lupa caranya untuk membangun AC Milan yang hebat dan kuat. Sekarang mereka hanya terburu-buru untuk melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan uang. Tetapi ini sia-sia, karena AC Milan tidak bisa bersaing dengan Real Madrid atau Manchester City dalam segi keuangan.

Semustinya AC Milan merekrut Pelatih yang handal dalam meracik formasi dan melatih pemain agar kemampuan meningkat. Pelatih yang harus direkrut adalah Marcelo Lippi, Pep Guardiola maupun Manuel Pellegrini. Pelatih inilah yang membawa AC Milan kembali ke puncak kejayaan.