Arsip Kategori: Italia

Hasil Liga Italia: Napoli Hajar Inter 4-1

Napoli memetik kemenangan telak 4-1 saat menjamu Inter Milan di laga pekan ke-37 Serie A. Hasil ini berbahaya untuk posisi Inter di empat besar.

Menjamu Inter di San Paolo, Senin (20/5/2019) dinihari WIB, Napoli tampil efisien dan sempat unggul 4-0. Piotr Zielinski membawa mereka memimpin di menit ke-16 dan menutup babak pertama unggul 1-0.

Satu gol Dries Mertens dan dua gol Fabian Ruiz membawa Partenopei melebarkan selisih. Inter baru bisa membalas lewat titik penalti dari eksekusi Mauro Icardi, yang sekaligus jadi gol terakhir di pertandingan ini.

Napoli mencatatkan 14 tembakan dengan enam yang on target seperti dicatat whoscored. Sementara Inter punya 22 tembakan, namun juga mencatatkan enam yang mengarah ke gawang.

Tambahan tiga poin tak mengubah posisi Napoli di urutan dua, dengan kini mengoleksi 79 poin dari 37 pertandingan. Sementara Inter disalip Atalanta, sama-sama mengumpulkan 66 poin namun unggul head-to-head.

Kedua tim khususnya Inter, dalam ancaman AC Milan yang cuma berjarak satu poin di posisi lima.

Jalannya Pertandingan

Napoli langsung mengancam di menit ketiga saat Dries Mertens mendapatkan umpan silang dari Kevin Malcuit di kanan. Sepakannya masih melambung.

Tekanan lain dari Napoli berakhir dengan percobaan Arkadiusz Milik di menit ke-11. Sepakannya dari luar kotak penalti juga melambung.

Umpan ceroboh Kwadwo Asamoah di menit ke-16 berujung fatal untuk Inter. Bola direbut Fabian Ruiz dan dioperkan ke Piotr Zielinski dan dituntaskan dengan sepakan keras. Samir Handanovic tak kuasa membendung laju bola.

Inter menebar ancaman di menit ke-37. Marcelo Brozovic mendapatkan bola tak jauh dari kotak penalti lalu berakhir di kaki Lautaro Martinez. Martinez mengarahkan sepakan ke gawang dan dihalau Orestis Karnezis dengan kaki.

Di menit ke-41, sepakan melengkung Jose Callejon melesat tipis ke samping gawang. Babak pertama berakhir 1-0 untuk keunggulan Napoli.

Inter membuang kans bagus di menit ke-53, setelah merebut penguasaan dari kesalahan Napoli. Buruknya sentuhan pertama Lautaro membuat momentum hilang dan sepakannya diblok.

Napoli menggandakan keunggulan di menit ke-61, memaksimalkan kelengahan pertahanan Inter. Mertens menyelinap di antara para bek dan menyundul umpan silang Callejon dari kanan.

Peluang untuk Inter! Umpan silang Ivan Perisic disodorkan Mauro Icardi dengan dada ke Danilo D’Ambrosio. D’Ambrosio mencoba mengoper ke Lautaro tapi bola lebih dulu dihalau Karnezis dengan tangan.

Nyaris gol untuk Inter! Sepakan keras Lautaro sudah menaklukkan Karnezis, tapi dibelokkan ke atas gawang oleh Kalidou Koulibaly tepat di depan garis.

Alih-alih bikin gol, Inter malah kembali kebobolan di menit ke-71. Umpan silang Mertens dari kanan disambar Milik di depan gawang, namun dihalau Handanovic.

Bola liar dikuasai Malcuit dan dikirimkan ke tengah, untuk kemudian disambar Ruiz ke dalam gawang.

Peluang lain yang gagal untuk Inter di menit ke-74. Umpan Perisic jatuh di kaki Lautaro dan coba dituntaskan, hanya saja sepakannya mengenai mistar gawang dan melesat ke atas.

Napoli bikin gol keempat di menit ke-78. Ruiz menerima umpan di sisi kiri dan dengan tenang menaklukkan Handanovic.

Inter mendapatkan penalti di menit ke-81, setelah Icardi dijatuhkan Raul Albiol. Icardi maju sebagai eksekutor dan mengecoh Karnezis dengan tembakan ke kanan bawah.

Sebuah sepakan dari Lorenzo Insigne di menit ke-88 masih melenceng. Tak ada gol lain di sisa waktu dan Napoli menang 4-1.

Susunan pemain:

Napoli: Karnezis; Malcuit, Albiol, Koulibaly (Luperto 84), Ghoulam; Callejon, Allan, Fabian Ruiz, Zielinski; Mertens (Younes 80), Milik (Insigne 76)

Inter: Handanovic; D’Ambrosio, Miranda, Skriniar, Asamoah; Gagliardini (Vecino 58), Brozovic; Politano (Icardi 46), Nainggolan, Perisic (Candreva 79); Lautaro Martinez

Tetap Tenang dan Kalem, Inter

Inter Milan disalip Atalanta usai kalah telak dari Napoli. Kini posisi mereka terancam oleh AC Milan dan tak boleh terpeleset di laga terakhir.

Inter takluk 1-4 saat bertandang ke markas Napoli, Senin (20/5/2019) dinihari WIB. Hasil ini membuat posisi Inter di empat besar terancam.

Mereka dilewati Atalanta, yang di pertandingan lain berimbang kontra Juventus. Sama-sama mengoleksi 66 poin, Inter kalah head to head dari tim besutan Gian Piero Gasperini tersebut.

Sementara itu Milan di posisi lima cuma berjarak satu poin saja. Alhasil Inter mesti menang lawan Empoli di partai terakhir musim ini jika ingin terhindar dari hasil yang tak diinginkan: terdepan dari empat besar.

Milan akan menghadapi SPAL di pertandingan terakhirnya, yang relatif mudah karena posisi sang lawan sudah aman dan tak lagi mengejar apapun. Sementara lawan Inter, Empoli – di posisi 17, masih butuh mengamankan posisi dari zona merah karena berpeluang disalip Genoa.

Pelatih Inter Luciano Spalletti mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan dan tampil di bawah standar. Tapi ia menegaskan segala sesuatunya masih ada di tangan mereka.

“Kami memulai laga dengan baik, lalu membuat kesalahan-kesalahan teknik saat membangun permainan dari belakang, yang mana jadi penyebab kami kebobolan. Dari saat itu, kami tak mengoper dengan baik,” ungkapnya kepada Sky Sport Italia.

“Kami tak bisa menemukan jalur yang tepat dan mereka menekan kami. Kami tampil buruk ketimbang di laga-laga yang lain. Kalah dari Napoli itu bisa saja terjadi, tapi bukan seperti ini. Laga berikutnya benar-benar final. Kami tak boleh menjalaninya dengan salah.”

“Saya sudah pernah berada di situasi-situasi seperti ini. Kami harus menjaga pikiran tetap jernih, mengevaluasi segala sesuatu dengan benar. Tim tampil buruk malam ini, mereka kecewa, karena tahu itu bukan penampilan yang bagus. Kami masih memegang nasib sendiri dan masih perlu memenangi laga terakhir,” imbuh Spalletti.

Milan Bertekad Bangkit, tapi Apa Bisa Jegal Juventus?

AC Milan bertekad bangkit di akhir pekan ini setelah gagal menang di tiga pertandingan. Laga tandang melawan Juventus akan jadi tantangan superbesar bagi Milan.

Setelah melaju tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan Liga Italia, Rossoneri tersendat. Dimulai sejak takluk dari Inter Milan 2-3, tim besutan Gennaro Gattuso itu berturut-turut dikalahkan Genoa 0-1 dan berimbang 1-1 dengan Udinese.

Meski begitu, toh Milan masih cukup aman di papan atas. Gianluigi Donnarumma cs menempati posisi empat dengan perolehan 52 poin, berjarak empat poin dari Inter [3], dan unggul empat poin dari Atalanta [5], Lazio [6], AS Roma [7], dan Torino [8].

Di giornata 31, Milan akan menantang Juve di Allianz Stadium, Sabtu (6/4/2019). Pada pertemuan pertama awal musim ini, Il Diavolo Rosso gagal memberikan perlawanan berarti sehingga takluk 0-2.

Pemain senior Milan Ignazio Abate tidak mencemaskan laju buruk timnya akhir-akhir ini. Menurut dia, sekarang yang penting Milan mesti mencoba kembali ke jalur positif.

“Masih ada delapan pertandingan sampai akhir musim dan kami harus mencoba mendapatkan sebanyak mungkin poin untuk mencapai target kami. Kekalahan di derby memang pukulan telak dan kami kesulitan menang dalam tiga pertandingan terakhir, tapi hal itu memang bisa terjadi. Yang penting adalah tidak kehilangan kepercayaan diri,” Abate mengatakan kepada Milan TV, yang dikutip Football Italia.

“Kami harus konsentrasi pada satu per satu pertandingan. Jangan lupakan bahwa dalam empat atau lima tahun terakhir, kami terpaut 15 poin dari zona Liga Champions sampai musim ini, tapi sekarang kami di posisi empat dan mesti mempertahankannya.”

“Selalu ada motivasi untuk bermain di Juventus Stadium. Kami menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa dan harus berusaha untuk bermain lebih baik daripada saat bertanding di San Siro. Kami akan ke Turin untuk mencoba mendapatkan tiga angka yang penting,” cetus pemain internasional Italia itu.

Juventus memungkinkan mengunci Scudetto di pertandingan apabila mampu mengalahkan Milan dan Napoli, rival terdekatnya, menderita kekalahan. Saat ini Juventus dan Napoli berjarak 18 poin dengan delapan laga sisa.

Hasil Liga Italia: Diimbangi Sassuolo, Napoli Makin Jauh dengan Juventus

Napoli hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Sassuolo. Hasil ini membuat Il Parteinopei semakin tertinggal jauh dengan Juventus.

Napoli bertandang ke Stadion Mapei untuk menghadapi Sassuolo, Senin (11/3/2019) dinihari WIB, pada pekan ke-27 Liga Italia. Laga ini langsung berjalan sengit sejak menit awal.

Peluang pertama di laga ini baru lahir pada menit ke-13. Sepakan jarak jauh Amadou Diawara masih melambung dari gawang Sassuolo.

Tuan rumah kemudian membalas pada menit ke-22. Jeremie Boga melepas tembakan dari tepi kotak penalti, namun upayanya ini masih melebar dari gawang David Ospina.

Napoli hampir saja mencetak gol pada menit ke-29. Umpan terobosan Adam Ounas disambut Lorenzo Insigne di kotak penalti. Kapten Il Parteinopei ini kemudian melepas tembakan yang masih mampu diamankan Gianluca Pegolo.

Kedua tim minim menciptakan peluang di lima menit akhir babak pertama. Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.

Pada babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52. Sassuolo membuka keunggulan terlebih dahulu lewat Dominico Berardi. Penyerang asal Italia ini melepas tembakan keras dari jarak dekat yang tak mampu ditepis David Ospina.

Tertinggal 0-1, Napoli berusaha tampil lebih menyerang untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-58 mereka mengancam lewat sundulan Kalidou Koulibaly memanfaatkan sepak pojok Dries Martens yang masih melebar.

Tekanan yang dilakukan Il Parteinopei makin bergelombang jelang laga berakhir. Pada Menit ke-75, Pegolo harus melakukan penyelamatan gemilang untuk mencegah Napoli mencetak gol. Kiper Sassuolo ini menepis sepakan keras jarak jauh Diawara.

Usaha tak kenal lelah anak asuhan Carlo Ancelotti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Memanfaatkan bola liar, Lorenzo Insigne melepas sepakan akurat ke sudut gawang Sassuolo.

Gol Insigne gagal dibalas Sassuolo selama sisa waktu pertandingan. Laga pun tuntas dengan skor 1-1. Hasil imbang ini membuat Napoli semakin tertinggal jauh dengan Juventus. Napoli ada di posisi kedua dengan 57 poin. Kalah 18 angka dari Si Nyonya Tua.

Sementara itu, hasil ini membuat Sassuolo tetap di posisi ke-12. I Neroverdi kini mengumpulkan 32 poin dari 27 laga.

Susunan Pemain.

Sassuolo : Pegolo; Demiral, Ferrari, Peluso; Lirola, Magnanelli, Duncan (Locatelli 90′), Rogerio; Berardi (Babacar 85′), Djuricic (Bourabia 76′), Boga

Napoli : Ospina; Malcuit, Chiriches (Luperto 46′), Koulibaly, Ghoulam; Ounas (Younes 66′), Diawara, Allan, Verdi (Milik 66′) ; Insigne, Mertens.

Jadwal Liga Italia Pekan Ke-26, Peluang Napoli Beri Kekalahan Perdana Juventus

Giornata ke-26 Serie A bakal berlangsung panas. Selain karena Derby Della Capitalle, juga disebabkan pertempuran panas Napoli versus Juventus di San Paolo, Senin (4/3/2019) pukul 02.30 WIB.

Laga Cagliari kontra Inter Milan di Sardegna Arena, Sabtu (2/3/2019) dini hari WIB membuka giornata ke-26 Serie A. Dari tujuh pertemuan terakhir, enam di antaranya dimenangkan Nerazzurri dan satu sisanya milik Cagliari.

Cagliari harus mendapatkan poin dalma laga tersebut, Pasalnya, mereka hanya berjarak enam angka dari posisi akhir zona degradasi Bologna dan maish ada 12 laga tersisa.

Inter tidak boleh kehilangan poin dalam laga tersebut jika tidak ingin posisinya digeser AC Milan. Kedua tim Kota Milan tersebut hanya berselisih dua angka, Inter 47 (posisi 3) dan Il Diavolo 45 (posisi 4).

Target scudetto musim ini dapat dikatakan pupus bagi Inter. Mereka tertinggal sembilan poin dari Napoli (posisi 2) dan 22 angka dari Juventus (posisi 1).

Karena itu mereka harus menjaga posisi tiga klasemen hingga akhir musim. Pasalnya, Milan dalam kondisi terbaik di paruh kedua musim 2018/2019. Rossoneri bakal menghadapi Sassuolo di San Siro, Minggu (3/3/2019) pukul 00.00 WIB.

Kehadiran Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta membuat serangan Milan menjadi ganas. Melihat tren terakhir, besar kemungkinan Milan bakal mendapatkan tiga poin dalam laga tersebut.

Setelahnya, giliran Lazio dan Roma yang akan saling mengalahkan di Stadio Olimpico pukul 02.30 WIB. Kedua tim butuh menang, Roma ingin masuk ke jajaran empat besar Serie A dan Lazio mempertahankan posisi enam klasemen sebagai jatah akhir zona Eropa.

Giornata ke-26 ditutup laga Napoli kontra Juventus. Pertandingan tersebut menjadi ajang Il Partenopei memotong defisit poin dari Juventus yang berjumlah 13 angka.

Sementara, Juventus diyakini hanya butuh hasil imbang dan tidak bakal ngotot. Pasalnya mereka fokus pada laga kontra Atletico Madrid di Allianz Stadium, Rabu (13/3/2019) dini hari WIB. Pada leg pertama mereka kalah 0-2 dan butuh mennag dengan selisih tiga gol.

Namun, Juventus pun tidak bakal mengalah begitu saja dmei rekor belum terkalahkan hingga pekan ke-25. Hasil imbang di San Paolo akan terasa seperti kemenangan bagi Si Nyonya Tua.

Berikut jadwal lengkap Serie A pekan ke-26

Sabtu (2/3/2019)
Pukul 02.30 WIB – Cagliari vs Inter Milan
Pukul 21.00 WIB – Empoli vs Parma

Minggu (3/3/2019)
Pukul 00.00 WIB – AC Milan vs Sassuolo
Pukul 02.30 WIB – Lazio vs Roma
Pukul 18.30 WIB – Torino vs Chievo
Pukul 21.00 WIB – Udinese vs Bologna
Pukul 21.00 WIB – Genoa vs Frosinone
Pukul 21.00 WIB – SPAL vs Sampdoria

Senin (4/3/2019)
Pukul 00.00 WIB – Atalanta vs Fiorentina
Pukul 02.30 WIB – Napoli vs Juventus

Hasil Liga Italia: Napoli Diredam Fiorentina

Napoli gagal memangkas jarak dengan Juventus di puncak klasemen. Bertandang ke markas Fiorentina, Il Partenopei cuma bermain imbang 0-0.

Pada laga pekan ke-23 Serie A yang dihelat di Artemio Franchi, Minggu (10/2/2019) dini hari WIB, Lorenzo Insigne untuk pertama kalinya jadi kapten sepeninggal Marek Hamsik yang sebentar lagi pindah ke China.

Kedua tim sedari awal laga memang saling bertukar serangan. Total ada 10 attempts dibuat Fiorentina dengan tiga on goal, sementara Napoli bikin 11 dengan empat on target.

Napoli punya kans lebih dulu pada laga ini ketika Piotr Zielinski mendapat bola di kotak penalti dan coba melepaskan umpan tarik yang bisa ditepis Alban Lafont. Bola muntah dicocor Insigne tapi masih melayang di atas mistar.

Lalu, ada juga peluang tembakan voli Dries Mertens dari jarak dekat yang ditepis Lafont. Fiorentina bukannya tanpa peluang karena Federico Chiesa membuang kans untuk bikin gol setelah tembakannya melayang.

Satu peluang emas didapat Fiorentina lewat Jordan Veretout tapi sepakan volinya bisa ditepis kiper Napoli Alex Meret.

Dries Mertens juga punya kans bikin gol tapi tendangan jarak dekatnya digagalkan oleh Lafont. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Masuk di kedua, Napoli meningkatkan intensitas serangan tapi lagi-lagi serangan yang dibandung tak kunjung membuahkan hasil. Ketangguhan Lafont di bawah mistar Fiorentina jadi salah satu alasannya.

Ada satu kans emas didapat Arkadiusz Milik di sepuluh menit akhir laga ketika dia mendapat umpan tarik dari Callejon yang berlari di sisi kanan. Sayangnya, sepakan Milik menerpar sisi luar tiang gawang tuan rumah.

Demikian juga dengan sepakan Milik di masa injury time yang bisa dimentahkan Lafont. Tak ada gol tercipta sehingga Napoli harus puas dengan skor 0-0 dan cuma memangkas jarak jadi delapan poin dengan Juve.

Napoli punya 52 poin dan bisa melebar andaikan Juve mengalahkan Sassuolo besok. Fiorentina tertahan di posisi kesembilan dengan 32 poin.

Susunan pemain

Fiorentina: Lafont; Ceccherini, Pezzella, Hancko (Vitor Hugo 57); Dabo, Edimilson Fernandes, Veretout, Biraghi; Gerson (Mirallas 68) (Simeone 80); Chiesa, Muriel

Napoli: Meret; Hysaj, Maksimovic, Koulibaly, Mario Rui (Ghoulam 5); Callejon, Allan, Fabian Ruiz, Zielinski; Insigne (Verdi 77), Mertens (Milik 62)

Hasil Liga Italia: Inter Milan Vs Sassuolo Selesai Tanpa Gol

Inter Milan tertahan di lanjutan Liga Italia. Nerazzurri bermain imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Sassuolo di Giuseppe Meazza.

Dalam pertandingan yang berlangsung, Minggu (20/1/2019) dinihari WIB, Inter dan Sassuolo saling menyerang. ESPN FC melansir data bahwa tim Biru-Hitam mencatatkan 58 persen penguasaan bola.

Soal percobaan, Sassuolo membukukan lebih banyak. Ada 16 tembakan dan lima tepat sasaran. Sementara itu, Inter membukukan 13 percobaan dan empat di antaranya menemui bidang.

Percobaan pertama dalam duel Inter vs Sassuolo dilakukan oleh pemain tim tamu, Manuel Locatelli. Sial baginya, arah tembakan itu masih melenceng.

Inter membalas serangan tiga menit berselang. Usaha Matías Vecino meneruskan sepak pojok juga belum membuahkan hasil.

Peluang emas Sassuolo pada menit ke-19 juga belum mampu membobol gawang Inter. Kevin-Prince Boateng melepaskan tembakan jarak jauh usai menerima umpan Locatelli. Kiper Inter, Samir Handanovic masih sigap.

Inter mendapatkan peluang pada menit ke-31! Matteo Politano melepaskan tendangan dari tengah kotak penalti, yang bisa diantisipasi dengan sempurna oleh Andrea Consigli.

Tembakan dari luar kotak penalti kembali dilepaskan pemain Inter pada menit ke-40. Usaha Matias Vecino itu masih belum juga menghasilkan gol.

Sundulan Boateng pada menit ke-47 juga masih mentah. Sama halnya serangan balasan Inter sesaat kemudian via Ivan Perisic yang belum membuahkan hasil.

Percobaan Mauro Icardi pada menit ke-71 juga tak tepat sasaran. Sundulannya dari dalam kotak penalti masih melenceng. Sama halnya dengan sundulan Lautaro Martinez 12 menit berselang, sundulannya bisa ditangkap Consigli.

Di masa injury time, Sassuolo gagal menyelesaikan kemelut di muka gawang Inter menjadi gol. Begitu juga dengan Inter, peluang terakhir lewat tendangan sudut juga tak mampu dimanfaatkan menjadi gol.

Dengan tambahan satu angka ini, Inter ada di posisi ketiga dengan raihan 40 poin. Sementara itu, Sassuolo menempati peringkat ke-12 dengan raihan 26 poin.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; D’Ambrosio, De Vrij, Skriniar, Asamoah; Vecino (Borja Valero 81), Brozovic, Joao Mario (Nainggolan 60); Politano (Lautaro Martinez 81), Icardi, Perisic

Sassuolo: Consigli; Lirola, Magnani, Rogerio, Peluso; Duncan (Bourabia 72), Locatelli, Sensi (Magnanelli 76); Berardi, Boateng, Djuricic (Boga 62)

Efek Domino Jika Higuain ke Chelsea: Morata, Kalinic, dan Piatek

Transfer Gonzalo Higuain ke Chelsea bisa menjadi efek domino. Hal itu akan melibatkan Alvaro Morata, Nikola Kalinic, dan Krzysztof Piatek.

El Pipita sedang menurun drastis. Dia cuma mencetak delapan gol dalam 21 penampilan sejak dipinjam AC Milan dari Juventus di musim panas.

Rossoneri sudah mengeluarkan uang mencapai 16 juta euro untuk meminjam Higuain sampai akhir musim ini. Milan juga punya opse membeli pria asal Argentina itu sebesar 35 juta euro.

Milan dikabarkan sudah hilang minat mempermanenkan Higuain. Chelsea pun mengendus itu dengan coba meminjam Higuain lebih dulu sampai akhir musim. Situasi itu didukung dengan minim golnya Moarta dan Oliver Giroud.

Jika transfer Higuain ke Chelsea terjadi, maka si striker bisa reuni dengan Maurizio Sarri. Di bawah arahan Sarri, Higuain mencapai musim tersuburnya kala mencetak 38 gol untuk Napoli di Liga Italia 2015/16.

Kedatangan Higuain nantinya juga bisa berdampak pada Morata. Pria asal Spanyol ini sedang santer dikabarkan bakal balik ke Atletico Madrid selaku tim masa kecilnya.

Morata nantinya bisa membuka jalan Kalinic untuk pergi dari Atletico menuju AS Monaco. Selama di Atletico, pria asal Kroasia itu baru main sembilan kali di La Liga dengan mencetak dua gol.

Lantas siapa yang bakal menggantikan Higuain di Milan? Adalah Piatek yang belakangan santer disebut-sebut mau meninggalkan Genoa.

Milan tak akan dengan mudah mendatangkan Piatek, yang sudah mencetak 19 gol dalam 21 pertandingan musim ini. Tim besutan Gennaro Gattuso itu harus berhadapan dengan Real Madrid.

Hasil Coppa Italia: Roma ke Perempatfinal Usai Bungkam Entella

AS Roma masih terlalu tangguh untuk Virtus Entella di babak 16 besar Coppa Italia. Roma menang 4-0 atas tim Serie C itu untuk melaju ke perempatfinal.

Dalam pertandingan di Stadion Olimpico, Selasa (15/1/2019) dini hari WIB, Patrik Schick tampil apik dengan mencetak dua gol dan satu assist. Dua gol Roma lainnya diciptakan oleh Ivan Marcano dan Javier Pastore.

Roma tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Pertandingan baru berjalan 23 detik, tuan rumah sudah membuka keunggulan.

Cengiz Under menyerang dari sisi kanan dan melepaskan umpan untuk Schick. Nama yang disebut terakhir itu menuntaskannya dengan tendangan tumit untuk menjebol gawang Entella.

Tendangan bebas Luca Nizzetto pada menit ke-17 memaksa kiper Roma Robin Olsen melakukan penyelamatan. Bola muntah coba disambar oleh Mirko Eramo, tapi Olsen lagi-lagi bisa menepisnya.

Dany Mota Carvalho sempat menyamakan skor untuk Entella. Namun gol tersebut dianulir karena Carvalho lebih dulu terjebak offside.

Roma menggandakan keunggulan di injury time babak pertama. Umpan terobosan dari Rick Karsdorp dibelokkan oleh Schick dengan tumitnya. Bola jatuh ke kaki Ivan Marcano yang langsung menuntaskannya menjadi gol.

Roma kembali bikin gol cepat di awal babak kedua. Berawal dari serangan balik, Justin Kluivert yang menerima bola dari Lorenzo Pellegrini kemudian mengoper kepada Schick.

Schick lantas melepaskan tembakan dari depan kotak penalti dengan kaki kirinya. Bola mengarah ke pojok kiri bawah gawang Entella tanpa bisa diantisipasi oleh kiper tim tamu.

Pada menit ke-50, Entella sempat mencetak gol lewat tendangan melengkung Mancosu. Namun gol Entella lagi-lagi dianulir karena Mancosu lebih dulu dalam posisi offside.

Javier Pastore kemudian memantapkan keunggulan Roma menjadi 4-0 pada menit ke-74. Pemain asal Argentina itu menuntaskan umpan terobosan Kluivert dengan tendangan kaki kanan.

Kemenangan ini mengantar Roma ke babak perempatfinal untuk menghadapi Fiorentina. La Viola sudah lebih dulu lolos usai menyingkirkan Torino.

Susunan Pemain

Roma: Olsen; Karsdorp, Fazio, Juan Jesus (Marcano 10), Kolarov; Cristante, Lorenzo Pellegrini (Zaniolo 82); Cengiz (Zaniolo 76), Pastore, Kluivert; Schick

Virtus Entella: Paroni; Belli, Pellizzer, Baroni, Crialese; Icardi, Paolucci (Ardizzone 70), Eramo; Adorjan (Simone Icardi 46); Caturano (Mancosu 46), Mota Carvalho

Allegri Tunggu Lebih Banyak Gol dari Ronaldo

Massimilliano Allegri hanya ingin satu hal dari Cristiano Ronaldo. Hal tersebut adalah lebih banyak gol.

Ronaldo memulai musim perdananya di Seria A bersama Juventus dengan sangat baik. Pria asal Portugal ini mampu mengemas 14 gol dan enam assist dari 19 laga di Serie A.

Penampilan apik Ronaldo ini mampu membantu Juventus memuncaki klasemen Serie A dengan 53 poin dari 17 kemenangan serta dua hasil imbang. Di musim ini Bianconerri belum tersentuh kemenangan di kompetisi domestik.

Penampilan apik penyerang berjuluk CR7 tersebut mampu menjawab ekspektasi Allegri saat mendatangkannya dari Real Madrid.

“Dia tidak jauh berbeda dengan yang saya bayangkan,” kata Allegri dilansir dari Calciomercato.

“Saya tahu dia adalah seorang profesional hebat dengan semangat kompetitif yang telah membantu setiap orang untuk terus berkembang.”

“Dia ingin menjadi yang terbaik setiap hari dan itu adalah nilai penting yang membantu kami semua. Saya tidak terkejut, saya lebih suka mengatakan bahwa senang melihat dia bermain karena dia adalah pemain yang berbeda,” ujar pelatih 51 tahun ini.

Mantan pelatih AC Milan ini juga mengungkapkan bahwa saat ini yang ia inginkan hanyalah gol dari penyerang 33 tahun ini.

“Kualitas terbesar Ronaldo adalah dia selalu fokus, baik dalam permainan maupun selama latihan. Dia selalu memiliki kebiasaan yang sama bahkan ketika dia hanya mendapatkan satu bola selama pertandingan. Saya hanya ingin satu hal darinya: banyak gol. Dia tahu lebih baik tentang itu, Cristiano adalah contoh untuk semua orang”, ungkap Allegri.

“Gelar Serie A adalah tujuan natural bagi Juventus, karena untuk memenangkan Liga Champions Anda harus memiliki keberuntungan. Ronaldo harus menjadi kegembiraan bagi Juventus dan untuk sepakbola Italia,” tuturnya menyimpulkan.