Arsip Kategori: Italia

Awal kebangkitan Giuseppe Rossi

Punggawa La Viola lainnya, Khouma Babacar menyatakan bahwa Penyerang Fiorentina, Giuseppe Rossi nyaris mengeluarkan air mata setelah mencetak gol ke gawang Belenenses di Liga Eropa pada Kamis (1/10).

La Viola, Fiorentina menang 4-0 di markas Belenenses dengan Federico Bernardeschi, Khouma Babacar, dan Rossi mencetak gol dan satu gol lainnya tercipta dari bunuh diri Tonel.

Gol Giuseppe Rossi adalah yang pertama untuk mantan penyerang tim nasional Italia tersebut setelah terakhir kalinya membobol gawang lawan pada 501 hari yang lalu. Ia sempat mengalami cedera panjang yang memaksanya tak bisa bermain sepanjang musim 2014-2015.

Giuseppe Rossi melakukannya gol pada menit ke-90 yang kemudian disambut oleh senyum dari sang pelatih yang bernama Paulo Sousa. Berdasarkan informasi dari Football Italia, Khouma Babacar mengatakan bahwa Giuseppe Rossi nyaris menangis setelah golnya. Ia sangat emosional, dan kami memberinya aplaus ketika ia masuk ke ruang ganti.

Gol tersebut akan menjadi awal dari sebuah jalan panjang Giuseppe Rossi untuk kembali bangkit. Sempat diprediksi menjadi striker masa depan Italia, cedera lutut yang berkepanjangan membuat Giuseppe Rossi lebih sering menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Berdasarkan informasi dari beberapa pekan yang lalu, situs resmi Fiorentina mengatakan bahwa Giuseppe Rossi telah menerima pengurangan gaji dalam perpanjangan kontraknya, dari semula €2,4 juta menjadi €1,7 juta.

Selain berjuang untuk mendapatkan tempat di tim Fiorentina, Giuseppe Rossi pun akan berupaya merebut kepercayaan pelatih tim nasional Italia, Antonio Conte. Ia memiliki waktu beberapa bulan untuk berjuang masuk ke dalam tim yang dibawa ke Piala Eropa Perancis 2016.

Gol ini adalah awal kebangkitan Giuseppe Rossi di kancah International maupun domestik. Giuseppe Rossi mengatakan bahwa saya harus bangkita dan harus bisa mengembalikkan kepercayaan Pelatih Italia untuk bisa ikut dalam kancah Piala Eropa 2016 di Prancis.

Sebagai proses awal kebangkitan, saya harus membuat banyak gol untuk Fiorentina dan harus mempunyai kontribusi untuk Fiorentina. Terima kasih kepada Paulo Sousa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain Full. Saya harus bisa membalas budi atas kepercayaan pelatih terhadap saya.

Silvio Berlusconi harus merekrut pelatih yang handal

Mantan pemain AC Milan, Marco Simone menyalahkan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi atas performa buruk yang didapatkan oleh Rossoneri dalam beberapa pekan ke belakang.

AC Milan kini tertahan di peringkat sebelas setelah mendapatkan tiga kemenangan dan empat kekalahan. Pada akhir pekan lalu mereka ditundukkan oleh Napoli 0-4 dan juga kalah di pertandingan derby melawan Internazionale dengan skor 0-1.

AC Milan juga gagal untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions Eropa selama dua musim berturut-turut.

Marco Simone mengatakan bahwa Masalah Milan sebenarnya adalah pada petinggi klub, dan saya bukan berbicara tentang uang. Berdasarkan informasi dari Football Italia mengatakan bahwa Saya cukup beruntung untuk mengenal seorang presiden yang memiliki anggaran penting dan juga ide. Sekarang saya memiliki kesan ide-idenya telah mengering.

Simone kemudian mengatakan bahwa kini AC Milan tidak memiliki visi lagi. Di matanya, pembelian-pembelian mahal yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini adalah hanya untuk menaikkan citra klub di depan media dan penggemar. AC Milan di masa lalu selalu bekerja dengan ide spesifik dan juga memiliki anggaran yang penting.”

Suporter garis keras AC Milan telah beberapa kali melayangkan protes terhadap kehadiran CEO Milan, Adriano Galliani. Ia dianggap tidak lagi mampu untuk memimpin klub. Simone menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah struktur di dalam klub harus berganti. Ia melihat bahwa Galliani dan Berlusconi telah kehilangan arah dalam upaya untuk membangkitkan kembali klub dari titik nol.

Marco Simone mengatakan bahwa Mereka lupa caranya untuk membangun AC Milan yang hebat dan kuat. Sekarang mereka hanya terburu-buru untuk melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan uang. Tetapi ini sia-sia, karena AC Milan tidak bisa bersaing dengan Real Madrid atau Manchester City dalam segi keuangan.

Semustinya AC Milan merekrut Pelatih yang handal dalam meracik formasi dan melatih pemain agar kemampuan meningkat. Pelatih yang harus direkrut adalah Marcelo Lippi, Pep Guardiola maupun Manuel Pellegrini. Pelatih inilah yang membawa AC Milan kembali ke puncak kejayaan.

Genoa menaklukan AC Milan dengan skor tipis

AC Milan menelan kekalahan lagi dengan skor 0-1 kala bertandang ke Genoa pada lanjutan Serie A. Tertinggal cepat usai dibobol oleh Blerim Dzemaili, langkah Rossoneri kian berat usai Alessio Romagnoli diusir oleh wasit.

AC Milan langsung mendapatkan tekanan pada menit ke-5. Gol ini berawal dari skema tendangan bebas, dimana Dzemaili menyodorkan bola ke Diego Capel. Capel mengarahkan tendangan ke gawang, tetapi cuma melenceng ke kiri.

Lima menit berselang, AC Milan kebobolan. Gol ini berawal dari tendangan bebas, Dzemaili mengarahkan tendangan langsung ke gawang. Bola berbelok arah setelah membentur pagar pemain dan bersarang di pojok kanan gawang. AC Milan balas menekan pada menit ke-20. Tendangan Giacomo Bonaventura dari luar kotak penalti masih terlalu tinggi.

Berjarak dua menit, giliran Genoa lagi mengancam. Peluang yang diciptakan berasal dari sepak pojok, umpan lambung Diego Perotti disambut oleh sundulan Nicolas Burdisso. Tetapi sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.

AC Milan mendapatkan peluang emas pada menit ke-35. Umpan silang Bonaventura disundul oleh Mario Balotelli dari jarak dekat. Tetapi berakhir tipis di sisi kanan gawang. Dua menit kemudian, Genoa yang balik menyerang mendapatkan peluang. Tendangan Capel masih mudah diamankan oleh Diego Lopez.

Alih-alih untuk mrmbslas Gol, AC Milan justru mendapatkan hadiah tidak mengenakkan pada menit ke-42. Alessio Romagnoli mendapatkan kartu kuning kedua dan harus keluar dari permainan.

Pada menit ke 48, Luiz Adriano melepaskan tendangan. Tetapi tendangannya tak membuahkan hasil dan dihalau kiper Genoa, Eugenio Lamanna.

Tekanan lain dilancarkan AC Milan pada menit ke-57. Kerjasama Bertolacci dan Balotelli diakhiri dengan tendangan ke gawang berhasil ditepis oleh Kiper Genoa. Pada menit ke-63, Mario Balotelli mendaapatkan peluang lewat bola mati. Tetapi tendangan jauh dari sasaran. Semenit berselang, Balotelli mendapatkan kesempatan dari dalam kotak penalti. Kali ini tendangannya pas di hadapan kiper.

Pada berikutnya Genoa memberikan tekanan beruntun kepada AC Milan. Tekanan ini berasal dari tendangan Olivier Ntcham, Leonardo Pavoletti, dan Capel. Tetapi seluruh tendanganya masih melebar dari mistar gawang.

AC Milan kesulitan untuk mengontrol permainan, sementara Genoa mulai memainkan tempo. Pada menit ke 86, AC Milan mendapatkan peluang dari Adriano. Tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang.

AC Milan pun kesulitan untuk mengontrol permainan. Berdasarkan informasi dari ESPN, Statistik menunjukkan bahwa Genoa sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53%-47%. Tuan rumah Genoa melepaskan 11 percobaan dengan dua tepat sasaran, sedangkan ACMilan mempunyai 12 tembakan di mana tiga mengarah ke gawang.

Dengan hasil ini, AC Milan tertahan di urutan sembilan klasemen dengan nilai sembilan dari enam pekan. Mereka memetik tiga kemenangan dan tiga kekalahan sejauh ini. Sementara Genoa berada di urutan 13 dengan enam poin.

Susunan pemain:

Genoa:
Lamanna; De Maio, Burdisso, Marchese; Figueiras, Rincon, Dzemaili, Laxalt; Capel, Pavoletti, Perotti

Milan:
Diego Lopez; Calabria, Zapata, Romagnoli, De Sciglio; De Jong, Montolivo, Bertolacci; Bonaventura; Luiz Adriano, Balotelli

FIGC bisa menuntut Juventus atas ucapan Presiden Klub Juventus

Berdasarkan informasi dari Gazzetta World, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Carlo Tavecchio menyatakan bahwa FIGC bisa menuntut Juventus atas ucapan Presiden klub Andrea Agnelli.

Pada awal pekan ini, Presiden Juventus, Agnelli mengeluarkan pernyataan bahwa perlu ada perbaikan total pada sistem persepakbolaan Italia, termasuk di antaranya merancang liga untuk tim cadangan dan juga memperbaiki keamanan saat pertandingan.

Agnelli juga mendesak FIGC untuk menghindari membuang-buang waktu antara sekarang dan 2022 untuk mencari pendapat tentang hal-hal yang harus dibenahi, tapi pada akhirnya tidak melakukan apapun. Pernyataan itu yang diduga menjadi pemantik pertikaian antara FIGC dan Si Nyonya Tua.

Pernyataan yang keras ini membuat para petinggi FIGC tersinggung dan menimbulkan pertikaian baru. Pada dahulu, Juventus dihukum oleh FIGC karena kasus perjudian di Seri A. Akhirnya Juventus tergredasi ke Seri B.

Berdasarkan informasi dari Gazzetta, saat ini Tavecchio telah berkonsultasi dengan pengacara untuk mengetahui jika ia memiliki landasan kuat untuk melakukan tuntutan hukum. Tavecchio juga dikabarkan sangat marah karena Agnelli membuat kontroversi lagi. Saya ingin membuat mulut Presiden Juventus ini diam untuk selamanya.

Kami akan analisasis dulu sebelum mengajukkan ke Pengadilan. Kami ingin tuntutan memiliki landasan yang kuat.

Perselisihan antara Juventus dan FIGC memang bukan yang pertama terjadi. Bianconeri, Juventus sebelumnya sempat menuntut penggantian kerugian sebesar €443 juta, atau setara Rp 7,3 triliun, karena hukuman atas keterlibatan Juventus dalam skandal Calciopoli 2006 tidak berdasarkan bukti-bukti lengkap. Saat itu pengadilan memutuskan Juventus terdegradasi ke Serie-B dan mencabut gelar juara Serie-A musim 2005-2006.

Inilah yang menjadi awal pertikaian antara Juventus dengan Federasi Seppak BBola Italy.

Sejak bulan Maret 2015 kedua belah pihak telah saling berkomunikasi namun belum mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut di luar pengadilan. Meski demikian, Pengadilan Kasasi menyatakan bahwa mantan Manajer Umum Juventus, Luciano Mogi, memang menjadi sosok penting dalam skandal Calciopoli, sehingga upaya banding akan berbuah kesia-siaan.

Semustinya FIGC dan Presiden Juventus sama-sama dua bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan saling mengumbar di Media Sosial. Hal itu akan menjadi runyam

Cyril Thereau menaklukkan Juventus di Laga pembuka Seri A

Pada pertandingan perdana, Juventus mengawali dengan start yang sangat buruk. Juventus mengalami kekalahaan saat menjamu Udinese meski tampil dominan di berbagai aspek semua Lini. Berdasarkan informasi dari ESPN bahwa pada malam ini, Juventus tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 66% berbanding terbalik hanya 34% milik Udinese.

Bianconeri juga melepaskan total 21 tembakan dengan lima tembakan mengarah ke gawang, sementara tamunya punya enam tembakan di mana cuma dua tembakan yang tepat sasaran.

Bianconeri mendapatkan peluang di menit kelima melalui tendangan dari Kingsley Coman, namun tendangannya terlalu pelan. Sementara pada menit-19, serangan dari Stephan Lichtsteiner menyambut umpan dari Mario Mandzukic masih diblok oleh Kiper Udinese

Tak berselang lama, giliran Udiense menebar teror melalui Roberto Pereyra yang berhasil dihalau kiper. Selang beberapa lama, sejumlah spekulasi tendangan yang gagal menemui sasaran dari Leonardo Bonucci, Coman, dan Simone Padoin

Sebuah upaya balasan dari Udinese dilancarkan pada menit ke-28 melalui Tendangan Ali Adnan dari sektor kiri di dalam kotak penalti hanya melebar ke sisi kiri gawang yang dikawal Buffon.

Juventus melancarkan serangan melalui Lichtsteiner. Tetapi, Tendangan keras dari Lichtsteiner di menit ke-33 berhasil ditaklukan oleh kiper Udinese Orestis Karnezis. Sementara empat menit berselang peluang Juventus dari sundulan Mandzukic kembali belum membuahkan hasil. Tidak ada gol di babak pertama.

Juventus mempertahankan seranganan yang bertubi-tubi di babak kedua. Namun Tendangan dari Pogba pada menit ke-52 masih jauh dari sasaran. Tujuh menit berselang upaya Padoin dari jarak dekat mampu diblok oleh barisan pertahanan Udinese yang tampil rapat. Mandzukic juga mendapatkan kesempatan serupa dengan Padoin tak lama kemudian. Tapi eks Atletico Madrid itu gagal menuntaskan bola di depan gawang dengan sempurna sehingga terhalang oleh bek udinese.

Sundulan Mandzukic menyambut umpan silang Patrice Evra masih melambung. Beberapa saat kemudian giliran Evra yang melakukan percobaan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.Sayang, bola itu tepat mengarah ke kiper.

Terus menerus menekan Udinese, Juventus malah kecolongan di menit ke-79. Gol ini berawal dari Umpan silang Panagiotis Kone disambut oleh Cyril Thereau yang lepas dari pengawalan di depan gawang. Tendangan keras mengarah ke gawang behasil disarangkan. Ini merupakan tembakan on target yang pertama dari Udinese. Lichtsteiner dan Pereyra terlihat kurang sigap mengantisipasi pergerakan Thereau.

Setelah ketinggalan 1-0, Juventus makin giat menekan. Tendangan Bonucci di menit ke-84 masih melebar ke kiri. Berikutnya sundulan Mandzukic yang menyambut umpan silang Paulo Dybala meluncur jauh di atas mistar gawang.

Udinese sempat melancarkan serangan balik memanfaatkan banyaknya ruang terbuka di area Juventus. Serangan ini bermula dari Menerima bola pantulan dari Duvan Zapata, Thereau menusuk di sisi kiri lalu memindahkan bola ke sisi kanan di mana Silvan Widmer berlari. Widmer mencoba melepaskan umpan silang, tapi dipotong kiper dan hanya menghasilkan sepak pojok. Skor1-0 ini bertahan sampai akhir pertandingan.

Susunan pemain:

Juventus:
Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner (Isla 82′), Pereyra (LLorente 79′), Padoin, Pogba, Evra; Mandzukic, Coman (Dybala 65′)

Udinese:
Karnezis; Heurtaux, Danilo, Piris; Edenilson, Badu (Kone 53′), Iturra, Bruno Fernandes, Ali Adnan (Widmer 86′); Thereau, Di Natale (Zapata 66′)

AC Milan menang tipis atas Palermo

Team Rosonerri, AC Milan sukses memetik kemenangan ketika melawan Palermo. Carlos Bacca menjadi pahlawan lewat dua golnya, di mana AC Milan akhirnya menang 3-2 atas Palermo.

Pada pertandingan yang digelar di San Siro, Minggu (20/9) dinihari WIB, AC Milan tampil relatif dominan. Unggul tipis dalam penguaasaan bola, 55:45, AC Milan juga lebih banyak dalam menciptakan percobaan untuk mencetak gol: 16 tembakan (7 on target), sementara Palermo menorehkan 12tembakan (3 on target).

AC Milan juga sempat unggul dua kali, meski Palermo dua kali juga menyamakan kedudukan. Dua kali kelengahan Milan dalam mengantisipasi bola berbuah menjadi gol-gol Palermo. Rossoneri baru benar-benar mendapatkan peluang bersih pada menit ke-20, ketika tendangan Keisuke Honda dari dalam kotak penalti masih melambung tinggi. Namun, semenit kemudian, AC Milan berhasil meraih keunggulan. Gol ini berawal dari umpan silang yang dilepaskan dari sisi kanan, bola diterima oleh Giacomo Bonaventura di dalam kotak penalti. Setelah menahan bola sejenak, Bonaventura memberikan bola kepada Carlos Bacca yang bergerak di belakangnya. Bacca pun menyelesaikannya dengan tendangan kaki kanan terarah.

Keunggulan AC Milan hanya bertahan pada menit ke-32. Palermo membalas gol melalui Oscar Hiljermak. Gol ini berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Robin Quaison, kiper Milan, Diego Lopez, maju untuk meninju bola. Sial baginya, bola lebih dulu disambut oleh Osccar Hiljemark yang langsung menanduk bola masuk ke dalam gawang.

Setelah gol tersebut, AC Milan sempat mendapatkan peluang lewat Luiz Adriano. Namun, tendangannya dari dalam kotak penalti masih bisa digagalkan oleh kiper Palermo, Stefano Sorrentino.

Lima menit menjelang turun minum, barulah AC Milan bisa menyamakan kedudukan. Pelanggaran yang dilakukan Ivaylo Chochev terhadap Bonaventura berbuah hasil tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti Palermo. Bonaventura sendiri yang menjadi algojonya mengeksekusi tendangan tersebut dengan baik. Tendangan Bonaventura melesak ke sisi sebelah kanan Sorrentino. Penjaga gawang Palermo itu tidak bereaksi banyak menyaksikan bola masuk ke dalam gawangnya. Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Milan.

Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-72, Palermo bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui lewat dua buah operan pendek, Palermo sukses menggetarkan jala Milan. Gol diawali oleh operan yang diberikan kepada Alberto Gilardino. Tanpa buang waktu penyerang Palermo itu langsung melepaskan operan ke sisi kanan meski saat itu tengah dikawal oleh Cristian Zapata. Operan Gilardino diterima oleh Hiljemark, yang lolos dari jebakan offside. Lewat sebuah tendangan datar, Hiljemark berhasil menaklukkan Diego Lopez dan mencetak gol keduanya pada laga ini.

Kendati demikian, skor 2-2 hanya bertahan tiga menit. Pada menit ke-75, Bacca membawa Milan keunggulan lagi. Kali ini umpan Juraj Kucka dari kanan disambutnya dengan sundulan. Skor pun berubah lagi menjadi 3-2.

Hiljemark dan Franco Vazquez sempat membuat peluang untuk Palermo setelahnya. Tetapi, tendangan Hiljemark masih bisa digagalkan Lopez, sedangan tendangan Vazquez masih melebar tipis.

Sundulan Aleksandar Trajkovski pada menit ke-80 juga belum menghasilkan apa-apa untuk Palermo. Sampai peluit panjang dibunyikan pun skor tidak berubah. AC Milan meraih kemenangan kedua mereka musim ini. Dengan hasil ini, AC Milan duduk di posisi kesembilan dengan nilai 6. Sementara, Palermo berada di posisi ketujuh dengan nilai 7.

Susunan Pemain

AC Milan:
Diego Lopez, De Sciglio, Romagnoli, Zapata, Abate (Calabria 18), Montolivo, Kucka, Bonaventura, Honda (Poli 79), Bacca, Luiz Adriano (Balotelli 70).

Palermo:
Sorrentino, Lazaar, Gonzalez, Struna, El Kaoutari, Chochev, Vazquez, Quaison (Trajkovski 70), Hiljemark, Jajalo, Djurdevic (Gilardino 56).

Prediksi Carpi vs Inter Milan, 31 Agustus 2015

Pada pertandingan ke-2, Inter Milan akan bertandang ke Kandang Carpi dalam lanjutan Seri A Musim 2015-2016. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Alberto Braglia, sebagai kandang Carpi. Perjumpaan kali ini diprediksi mampu dimenangkan Inter Milan selaku tim tamu, meskipun perlawanan terbaik siap diberikan Carpi sebagai tuan rumah.

Kita harus mengakui, minimnya pengalaman Carpi yang baru promosi untuk pertama kalinya ke Serie A, menjadi permasalahan besar dalam menghadapi Inter Milan dengan kualitas pemain lebih berkualitas. Berikut analisa perbandingan kedua kesebelasan, adalah sebagai berikut :

Dalam pertandingan perdana di Seri A, Carpi mengalami kekalahaan telak melawan Sampdoria. Pada pertandinga ke-2, Carpi harus segera menghadapi lawan berat berikutnya, saat menjamu Inter Milan. Carpi akan melakukan perlawanan biarpun semua prediksi memenangkan Inter Milan.

Kami akan bermain dengan tenang namun tidak memberikan ruang gerak leluasa kepada pemain lawan. Dalam Lini pertahanan, kami wajib menjaga ketat pertahanan kami. Hal itu akan dilakukan oleh Luca Marrone, Andrea Lazzari maupun Filippo Porcari di lini tengah.

Sedangkan kerja keras dipastikan harus dilakukan oleh para pemain bertahan tuan rumah. Kedisiplinan antar pemain yang digalang oleh Nicolas Spolli bersama rekan-rekannya harus lebih ditingkatkan pada giornata ke-2 nanti. Strategi serangan balik lewat kecepatan Ryder Matos, Ia masih muda. Kecepatannya sangat luar biasa.

Pertandingan terakhir Inter Milan saat melawan Atalanta, 24 Agustus 2015. Inter Milan siap melanjutkan penampilan positifnya kala mendatangin markas Carpi, dalam lanjutan kompetisi Serie A pekan depan. Pertemuan di bulan Juli kemarin di ajang persahabatan, tentunya sedikit memberi pengetahuan bagi pelatih Roberto Mancini akan kekuatan lawan. Penampilan menjanjikan dari Stevan Jovetic di lini depan

Jovetic akan menutupi lubang yang ditinggal oleh Icardi karena pemain ini mengalami cedera. Mengingat dirinya pernah berkiprah bersama Fiorentina. Kemungkinan besar Rodrigo Palacio mendampinginya di lini depan Nerazzurri, patut diwaspadai oleh kubu tuan rumah.

Tugas menguasai ball possession, wajib diemban secara optimal oleh Gary Medel beserta Geoffrey Kondogbia ataupun pemain tengah lainnya dari tim tamu. Strategi Inter Milan adalah terus melakukan tekanan kepada Carpi.

Pertahanan Inter Milan tidak boleh menjadikan lini pertahanan yang dikawal oleh Miranda bersama rekan-rekannya menjadi lengah terhadap serangan balik lawan. Berkaca pada materi pemain yang lebih unggul daripada kubu tuan rumah, sangatlah wajar jika poin penuh menjadi target mutlak bagi Inter Milan.

Kami memprediksi Inter Milan akan menang dengan mudah melawan Carpi. Kami memprediksi Inter Milan akan menang dengan skor 4-1 atas Carpi.

Roberto Mancini membela Handanovic

Kekalahan Inter Milan dari Fiorentina tidak lepas dari kesalahan-kesalahan Samir Handanovic. Meski demikian, Roberto Mancini tidak mau menyalahkan kipernya itu. Inter Milan menelan kekalahan dengan skor 1-4 saat melawan Fiorentina pada giornata keenam Serie A, Senin (28/9/2015) dinihari WIB. Nikola Kalinic menjadi mimpi buruk untuk tuan rumah lewat hat-trick yang dia ciptakan.

Ini adalah kekalahan pertama bagi Nerazzurri Inter Milan pada musim ini setelah sebelumnya mencatat hasil sempurna di lima pertandingan awal. Hasil ini juga memutuskan catatan bagus pertahanan Inter Milan yang sebelumnya cuma kebobolan satu gol dari lima pertandingan.

Kekalahan telak Inter Milan dimulai setelah Handanovic melakukan pelanggaran terhadap Kalinic yang berbuah penalti untuk Fiorentina pada menit keempat. Josip Ilicic yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Handanovic juga bertanggung jawab atas gol kedua Fiorentina. Dia awalnya mampu menepis tendangan jarak jauh Ilicic. Tetapi kelengahannya membuat Kalinic dengan mudah memaksimalkan bola muntah.

Atas kekalahan ini, Handanovic mengaku bertanggung jawab. Kiper asal Slovenia itu tak menampik kalau dirinya tampil buruk. Kendati demikian, Roberto Mancini menolak untuk menyalahkan kipernya itu. Roberto Mancini mengatakan bahwa kekalahan Inter Milan adalah tanggung jawab semua pemain.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Roberto Mancini mengatakan bahwa Sayangnya hari ini ada kesalahan-kesalahan, tapi Handanovic melakukan beberapa penyelamatan bagus musim ini. Hal-hal seperti ini terjadi.

Roberto Mancini mengatakan bahwa dalam malam seperti ini, segalanya berjalan salah. Tidak ada yang perlu ditambahkan karena kami mungkin bisa saja mencoba comeback dengan 11 pemain, tapi dengan 10 orang segalanya jadi lebih sulit.

Kekalahan ini membuat Inter Milan turun ke posisi kedua klasemen dengan 15 poin, kalah selisih gol dari Fiorentina ada di urutan teratas.

Roberto Mancini mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahaan semua team. Bukan kiper yang disalahkan. Jika saya menyalahkan kiper, itu tidak adil. Lebih baik kita memperbaiki kesalahaan kami daripada menyalahkan pemain. Harus memotivasi para pemain untuk bangkit dan melupakan kekalahaan telak atas Fiorentina.

Roberto Mancini enggan membicaraakan Scudetto, perjalanan masih jauh

Nerazzuri, Inter Milan membukukan hasil yang sangat meyakinkan pada awal musim Serie A. Pelatih tim Inter Milan, Roberto Mancini menyebutkan bahwa Scudetto memang harus dirancang sejak awal musim dengan hasil-hasil yang bagus agar stadion penuh.

Inter menjadi tim terkuat di Serie A sejauh ini. Nerazzurri menjadi satu-satunya tim yang selalu menang dalam giornata ketiga ini.

AC Milan menjadi korban terakhir dengan dikandaskan 0-1. Dalam pertandingan yang bergulir di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (14/9/22015) dinihari WIB itu, gol yang dibuat oleh Freddy Guarin.

Dua tim lain yang sudah lebih dulu dikalahkan adalah Carpi dan Atalanta. Dengan tiga kali kemenangan itu, Inter Milan menduduki puncak klasemen sementara. Mereka diikuti Chievo Verona dan Torino yang sama-sama mengoleksi nilai tujuh.

Tetapi Roberto Mancini mengingatkan anak asuhnya untuk tidak mengendorkan penampilan. Karena, kekuatan-kekuatan besar musim-musim sebelumnya bisa jadi bakal segera bangkit dan menjadi pesaing berat untuk mendapatkan gelar juara.

Berdasarkan informasi dari Football Italy, Roberto Mancini mengatakan bahwa Kami memulai musim ini dengan hasil yang bagus dan stadion penuh dengan penonton. Saya berharap dua hal itu bisa terus berlanjut. Seperti yang saya bilang pekan lalu, sebuah tim besar haruslah menargetkan untuk mendapatkan hadiah utama. Maka untuk itu dibutuhkan konsistensi dan keberuntungan serta elemen-elemen untuk memuluskan jalannya.

Roberto Mancini mengatakan bahwa Siapa yang akan jadi kandidat juara? Juventus, Roma, Napoli. Tim-tim lain memang lebih oke untuk bisa menjadi Scudetto, tapi kami adalah Inter dan kami harus mendapatkannya.

Selain Roberto Mancini yang enggan menyebut scudeeto. Ada satu pemain lagi yang enggan menyebutkan Scudetto adalah Handanovic. Handanovic berharap sama Inter Milan bisa melanjutkan start yang gemilang ini dengan hasil-hasil bagus pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Namun, dia tak mau membicarakan soal gelar sekarang.

Berdasarkan informasi dari Skysport Italy, Handanovic mengatakan bahwa terlalu dini untuk membicarakan soal scudetto. Namun, kami adalah tim yang ambisius. Memenangi derby memberi kami kepercayaan diri, tapi pada hari Minggu mendatang ada laga berat lainnya melawan Chievo.

Handanovic mengatakan bahwa saya akan bilang bahwa pada musim ini ada atmosfer yang berbeda di Inter. Anda merasakannya di mana-mana, bahkan dalam latihan. Ini semua sedikit berbeda. Kami sudah membuat start bagus dan berharap bisa meneruskannya

Carlos Bacca mengaku dirinya seperti Ronaldo

Striker AC Milan, Carlos Bacca mengatakan bahwa saya mengaku dirinya mirip dengan mantan pemain I Rossoneri asal Brasil, Luiz Nazario de Lima alias Ronaldo.

Pada tanggal 2 Juli lalu Rossoneri mengumumkan keberhasilan mereka mendapatkan Carlos Bacca dengan nilai di kisaran 20 juta poundsterling. Penyerang berusia 28 tahun itu diharapkan bisa jadi mesin gol AC Milan dan membawa juara Liga Champions dan Scudetto Serie A

Menariknya, Carlos Bacca lebih memilih Ronaldo sebagai pemain yang paling dikagumi dibandingkan dengan deretan striker legendaris AC Milan seperti Marco van Basten ataupun Andriy Shevchenko.

Padahal perjalanan Ronaldo di AC Milan sendiri terbilang singkat. Ia hanya bermain selama dua musim dengan torehan total sembilan gol. Sebuah statistik yang menunjukkan Ronaldo telah melewati periode emasnya saat bergabung dengan Milan.

Bacca mengatakan bahwa Ronaldo adalah pemain yang paling saya kagumi di antara penyerang-penyerang hebat yang pernah dimiliki oleh AC Milan. Saya sangat fokus, dingin dan kejam di dalam kotak penalti. Sama seperti Ronaldo. Ronaldo di dalam kotak penalty begitu kejam.

Bacca akan memulai petualangannya bersama AC Milan di kompetisi Serie A dengan menghadapi tuan rumah Fiorentina di Artemio Franchi pada hari Minggu (23/8). Carlos Bacca penuh dengan rasa yakin apabila AC Milan hanya butuh satu tahun untuk bisa kembali bermain di Liga Champions.

Carlos Bacca mengatakan bahwa AC Milan dan Sevilla adalah klub besar, namun AC Milan ada pada level deretan klub terbaik dunia. Saya sangat tergerak untuk bisa berada di tempat ini dan saya yakin hanya butuh satu tahun untuk kembali membawa Milan ke Liga Champions.

Carlos Bacca mengatakan bahwa target kami adalah untuk mendapatkan Scudetto, Liga Champion dan Coppa Italia
Bersama Sevilla musim lalu, Bacca tampil total sebanyal 56 kali pertandingan dengan catatan 28 gol plus 10 assist.

Carlos Bacca merupakan pemain yang berpotensi dan pemain yang berbahaya di dalam kotak penalty. Kita tunggu dan lihat penampilan dan kemampuan terbaik Carlos Bacca membongkar pertahanan Fiorentina