Arsip Kategori: Liga Champions

Main Bertahan Lawan City Sama Saja Bunuh Diri untuk Lyon

Lyon takkan main bertahan meski menghadapi tim sekelas Manchester City. Los Gones siap menyerang demi tiket lolos ke 16 besar.

Lyon akan menjamu City pada matchday V Liga Champions di Groupama Stadium, Rabu (28/11/2018) dinihari WIB. Ini jadi pertemuan kedua tim setelah kemenangan 2-1 di kandang City September lalu.

City tentu tak ingin kekalahan itu terulang lagi dan mereka tentu diunggulkan untuk menang pada pertemuan kali ini, jika melihat performa belakangan ini. Pasalnya sejak duel kontra Lyon itu, City belum terkalahkan sama sekali.

Sementara, Lyon cenderung naik-turun dalam kurun waktu yang sama termasuk meraih tiga hasil imbang beruntun di laga grup ini. Maka itu modal kemenangan di matchday pertama itu nyaris hilang tak berbekas dan mereka malah ada di posisi kedua grup dengan enam poin, selisih tiga angka dengan City.

Maka itu, demi menjaga kans lolos ke 16 besar, Lyon wajib memenangi partai ini agar Hoffenheim (3 poin) di posisi ketiga tak bisa mengejar. Sepakbola menyerang pun bakal diterapkan oleh Lyon meski itu bakal berisiko besar menghadapi tim sekelas City.

Punya pemain menyerang seperti Nabil Fekir dan Memphis di lini serang bakal dimaksimalkan oleh pelatih Lyon Bruno Genesio.

Performa Tandang Belum Oke, Barcelona Hati-Hati di Markas PSV

Barcelona menyadari performa tandang mereka belum optimal di musim ini. Blaugrana pun waspada kala bertandang ke PSV.

Barcelona melawat ke PSV, Kamis (29/11/2018) dinihari WIB di matchday lima Liga Champions. Laga ini sudah tak terlalu berpengaruh untuk mereka karena sudah dipastikan lolos ke fase knockout.

Tapi poin-poin tetap penting karena ada posisi pertama yang perlu dijaga. Barcelona yang saat ini mengumpulkan 10 poin dari empat laga cuma memimpin tiga poin dari Inter Milan.

Selain itu, ada tugas untuk memperbaiki catatan tandang. Dari tujuh pertandingan yang gagal dimenangi Barcelona sepanjang musim ini, empat di antaranya dipetik saat bermain tandang.

Dari empat laga itu, Los Cules memetik tiga hasil imbang dan sekali kalah. Barcelona berimbang kontra Valencia, Inter Milan, dan Atletico Madrid, juga kalah dari Leganes.

Sementara di kandang, Barcelona ditahan Girona, Athletic Bilbao, dan kalah dari Real Betis.

Gelandang Barcelona Sergio Busquets menyebut timnya belum sampai di level yang diinginkan saat bermain tandang. Laga melawan PSV pun jadi momentum untuk membangun kepercayaan diri.

“Kami menjalani satu pekan yang buruk pada laga melawan Girona, Leganes, dan Athletic, dan kami membayar untuk itu. Kami belum sesolid dan seefektif yang kami inginkan saat bertandang,” ujarnya dikutip Marca. “Masih ada alan panjang untuk ditempuh di liga dan kami punya sejumlah pertandingan bagus melawan tim-tim besar, sementara kita juga sudah aman di Liga Champions,” imbuh Busquets.

Pertanyaan bodoh dari wartawan membuat Mourinho kesal

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho dibuat kesal dengan pertanyaan dari salah satu wartawan dalam konferensi pers jelang melawan Maccabi Tel Aviv pada pertandingan Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (16/9). Seorang wartawan bertanya kepada Mourinho, apakah Mourinho sedang mengalami sindrom musim ketiga, menyusul terpuruknya Chelsea di pentas Liga Primer Inggris saat ini ?

Sindrom musim ketiga yang dimaksud sang wartawan adalah, Mourinho tidak pernah sukses di musim ketiga bersama klub yang pernah dilatihnya. Pertanyaan itu membuat The Special One kesal.

Berdasarkan informasi dari Sunday World, Jose Mourinho menjawab bahwa Musim ketiga di Porto. Musim ketiga di Chelsea, saya merebut Piala FA dan Piala Liga. Musim ketiga di Inter Milan? Saya tidak punya musim ketiga.

Musim ketiga saya di Real Madrid? Saya menang Piala Super Spanyol. Ini pertanyaan bodoh. Anda masuk ke Google dan lihat faktanya sebelum Anda mengeluarkan pertanyaan bodoh. Saya mempunyai pengalaman setelah musim ketiga, jadi ini pertanyaan bodoh.

Jose Mourinho juga membantah rumor bahwa ia telah melarang para pemainnya bercanda dan tertawa saat menjalani latihan jelang melawan Maccabi. Jose Mourinho dengan tegas mengatakan bahwa anda tidak bisa mengharapkan kami semua tersenyum, tertawa, dan bercanda. Ketika orang tidak meraih sukses, maka orang itu akan frustrasi dan tidak bahagia

Untuk pertandingan melawan Maccabi, Jose Mourinho memastikan akan melakukan rotasi pemain. Pemain yang kemungkinan besar akan dimainkan Mourinho adalah Oscar dan bek kiri anyar, Baba Rahman.

Jose Mourinho memberitahukan kepada pers, bahwa Saya harus mencoba pemain berbeda, saya harus mencoba opsi baru dan saya tahu apa artinya itu. Saya akan secepatnya untuk meracik formula baru untuk membasmi semua musuh-musuh saya.

Chelsea saat ini terdampar di peringkat 17 klasemen sementara Liga Primer setelah mengalami tiga kekalahan dari lima pertandingan awal musim ini. Satu-satunya kemenangan yang diraih Chelsea saat menghadapi West Bromwich Albion.

Pada nanti malam, kami akan membuktika kepada dunia bahwa Chelsea akan bangkit dari kekalahaan beruntun

Jika Depay mencetak Gol ke Gawang PSV, Ia akan rayakan pesta

Memphis Depay sudah menghabiskan 10 tahun bersama PSV Eindhoven. Namun hal itu tidak lantas membuatnya berjanji untuk tidak melakukan perayaan gol. Depay secara tegas menyatakan bakal merayakan golnya jika ia mampu merobek gawang PSV.

PSV jelas memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan karier Depay. Depay ada di tim junior PSV sejak usia 12 tahun dan mendapatkan kesempatan melakukan debut profesional pada usia 17 tahun.

PSV merupakan klub profesional pertama Memphis di mana dia debut usai lulus dari akademi pada 2011. Total Memphis tampil 124 kali di seluruh ajang dengan total 50 gol dan 29 assist.

Musim lalu jadi puncak penampilan Memphis kala dia bikin 28 gol dari 40 penampilan. Karena alasan itulah Memphis didatangkan MU dengan banderol cukup mahal yakni 25 juta poundsterling.

Namun baru beberapa bulan meninggalkan PSV menuju Manchester United, Depay sudah dipertemukan lagi dengan mantan klubnya tersebut. Meski mengakui bahwa PSV berperan besar dalam perjalanan kariernya, namun Depay tetap tak ragu untuk melakukan perayaan gol di Stadion Philips saat ia kini sudah berkostum United.

Depay mengatakan bahwa tentu saja sebuah fakta bahwa saya bermain selama 10 tahun di PSV sebelum saya bergabung dengan Manchester United.

Berdasarkan informasi dari Four Four Two, Depay mengatakan bahwa ini tetaplah sebuah pertandingan biasa bagi saya, jadi saya akan melakukan perayaan bila berhasil mencetak gol. Saya tetap menghormati PSV, namun kini saya bermain untuk United.

Niat Depay untuk melakukan perayaan bila berhasil mencetak gol bisa jadi karena Depay sendiri saat ini tengah berada dalam tekanan. Diharapkan bisa langsung mencuat sejak awal musim, penampilan Depay masih belum konsisten.

Berdasarkan informasi dari Talk Sport, Depay mengatakan bahwa bagi saya ini adalah sebuah pertandingan, jadi saya akan merayakannya jika saya bikin gol.

Depay menambahkan bahwa Saya menghormati PSV tapi saya kini adalah pemain Manchester United.

Pada pertandingan melawan Liverpool pekan lalu, Depay justru ditarik keluar di babak kedua. Ketika Depay digantikan Ashley Young, permainan United justru menjadi lebih baik dan mereka pun sukses mencetak tiga gol tanpa Depay di lapangan.

Valencia lolos ke LC dengan Agregat 4-3 dari Monaco

Valencia berhasil lolos ke Liga Champions setelah mengalahkan AS Monaco dengan keunggulan agregat 4-3 pada hari Rabu dini hari WIB.

Dengan berbekal kemenangan telak di Leg pertama melawan AS Monaco di Staidum Monaco, Valencia mengawali pertandingan dengan penuh semangat. Hasilnya pada menit ke-4 baru berjalan, Valencia berhasil mencetak gol melalui tendangan Lob Negredo. Gol ini berawal dari melihat posisi Danijel Subasic jauh dari gawang, Negredo melakukan tendangan Lob, bola tersebut ke arah tiang jauh untuk menjebol gawang Subasic

Ketinggalan 1-0 dari Valencia, tidak membuat AS Monaco patah semangat. Monaco yakin bahwa dia mampu lolos ke dalam kualifikasi ini. Benar saja, hasil kerja keras AS Monaco membuahkan hasil. Mereka berhasi menyamakan kedudukan pada menit ke-17. Gol iniBerawal dari halauan bola yang tidak sempurna dari barisan belakang Valencia, Andrea Raggi mendapatkan bola dan menyepaknya ke pojok gawang

Gol tersebut memacu semangat Monaco untuk segera mencari gol kedua demi memberi tekanan kepada Valencia. Tapi, tak ada gol tercipta hingga turun minum

Memasuki di babak kedua, AS Monaco masih menguasai jalannya laga dan menekan pertahanan Valencia. Gol kedua akhirnya tercipta untuk Monaco pada menit ke-75. Gol ini berawal dari tendangan Marcelo Carrillo yang berhasil diblok oleh Matt Ryan, bola rebound kemudian disontek oleh Uwa Echiejile untuk membawa AS Monaco unggul 2-1.

Sayangnya, tidak ada gol lagi tercipta hingga 90 menit pertandingan tuntas dan Valencia lah yang berhak lolos dengan unggul agregat total 4-3. Kelolosan Valencia membuat Spanyol memiliki lima tim di fase grup, menyusul Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Sevilla.

AS Monaco tidaklah beruntung karena mereka sudah kalah dulu di Leg pertama. Hasil di Leg kedua tidak menjamin AS Monaco lolos. Tetapi di leg kedua ini, AS Monaco sangat percaya diri dan bermain luar biasa. Melihat pertandingan tadi malam, kami sangat memukau. Karena sebuah team yang mau berusaha keras untuk lolos, tetapi waktu tidak mencukupi untuk menambah pundi-pundi gol lagi.

Susunan Pemain

AS Monaco:
Subasic, Fabinho, Kurzawa (Echiejile 62′), Carvalho, Raggi, Pasalic (Lemar 52′), Toulalan, Silva, Dirar, Martial, Cavaleiro (Carrillo 64′)

Valencia:
Ryan, Barragan, Mustafi, Vezo, Gaya, Fuego, Perez (Danilo 70′), Parejo, Feghouli, Rodrigo (Piatti 63′), Negredo (Alcacer 60′)

Paul Scholes membela performa Buruk Wayne Rooney

Penampilan penyerang Tim Nasional Inggris, Wayne Rooney bersama Manchester United musim ini masih mendapatkan banyak kritikan yang pedas . Wayne Rooney mendapatkan pembelaan dari Mantan Eks Manchester United, Paul Scholes.

Paul Scholes mengatakan bahwa Wayne Rooney sudah tampil sebanyak 10 pertandingan bersama Manchester United musim ini. Dia sudah menyumbangkan lima gol dalam semua pertandingan itu.

Tetapi penampilan Wayne Rooney kembali mendapatkan kritikan pedas saat Manchester United menghadapi Wolfsburg di Liga Champions. Pada pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, Kamis (1/10/2015), ‘Setan Merah’ menang 2-1.

Manchester United tertinggal lebih dulu akibat gol yang dicetak oleh Daniel Caligiuri. The Red Devils membalas lewat Juan Mata dan Chris Smalling.

Saat Manchester United tertinggal, Wayne Rooney melewatkan satu peluang emas pada menit 25. Dia malah mengirim bola matang umpan Anthony Martial jauh melesat di atas mistar gawang Wolfsburg.

Sialnya, tendangan itu menjadi satu-satunya yang dicatatkan Rooney dalam pertandingan. Oleh karenanya, dia pun menjadi sasaran kritikan tajam.

Eks penggawa lini tengah MU, Paul Scholes memberikan pembelaan pada Rooney. Dia juga yakin bahwa Wayne Rooney bisa mencetak 20-25 gol dalam semusim.

Berdasarkan informasi dari BT Sports, Paul Scholes mengatakan bahwa Siapa yang peduli mengenai sosial media? Aku tidak. Yang terpenting kami ingin membawa Team kami terus memenangkan pertandingan. Biarpun kami tidak mencetak gol.

Paul Scholes mengatakan bahwa Dia tak memainkan pertandingan terbaik malam ini, kita semua melihat itu. Tetapi, kami tahu apa yang bisa dilakukan Wayne Rooney. Jika dia bermain semusim penuh, dia akan mencetak 20-25 gol. Saya yakin bahwa Rooney bisa mencapai ini semua. Dan mecteak gol selama semusim sebanyak 20-25 gol.

Gelandang MU yang mempunyai tendangan keras dari Luar Kotak Penalty, Paul Scholes mengatakan bahwa ini mungkin bukan malam terbaiknya, tetapi dia merupakan tipe pemain yang bisa mempunyai malam yang buruk, lalu mampu mencetak dua atau tiga gol di hari Minggu. Mari berharap dia bisa melakukannya

Paul Scholes menambahkan bahwa dia yakin bisa mencetak gol ke gawang Arsenal pada akhir pekan ini.

Selasa Kelabu adalah Malam berduka untuk kedua Tim di Kota Manchester

Pada hari Selasa, tanggal 15 September 2015 bukanlah malam yang menyenangkan bagi warga kota Manchester, khususnya ketika mereka tahu bahwa dua tim raksasanya, Manchester United dan Manchester City, sama-sama kalah di matchday I Liga Champions.

Dua hasil buruk ini tentu langsung menghapus semangat membara warga-warganya terkait penampilan impresif MU dan City di liga beberapa hari sebelumnya.

Manchester United sendiri berhasil menaklukkan rival abadinya, Liverpool, dengan skor 3-1 di Old Trafford. Kemenangan terasa lebih spesial mengingat pemain debutannya, Anthony Martial, langsung bikin gol usai dibeli malah dari AS Monaco.

Gol itu pula yang membawa Martial jadi starter saat Manchester United bertandang ke Philips Stadion, Rabu (16/9) dinihari WIB, untuk menghadapi PSV Eindhoven dalam laga Grup B Liga Champions.

Sayangnya nasib sial sudah merundung team asuhan ‘Setan Merah’ sejak pertandingan dimulai. Luke Shaw, yang sedang tampil bagus di awal musim ini, harus mengakhiri pertandingan lebih cepat usai kaki kanannya patah di dua bagian karena ditekel Hector Moreno pada menit ke-14.

Pelatih Manchester United, Louis Van Gaal mengatakan bahwa Luke Shaw Benar-benar buruk. Saya belum bicara dengannya. Dia harus menggunakan oksigen dan bahkan sampai menangis, menggambarkan kondisi Shaw yang harus ditandu keluar lapangan.

Sempat mendapat angin segar saat gol Memphis Depay membawa MU unggul, namun gol Moreno di penghujung babak pertama membuyarkan semuanya.

Skor pun menjadi imbang 1-1 dan akhirnya Luciano Narsingh di menit ke-57 memastikan kemenangan 2-1 bagi PSV. MU menandai comeback-nya ke kompetisi ini usai semusim absen dengan kekalahan.

Malam di Manchester pun kian kelabu setelah City takluk 1-2 dari Juventus di Etihad Stadium. Kekalahan yang begitu menyesakkan mengingat The Citizens begitu digembar-gemborkan bakal menang mengingat performa apik mereka di Premier League, 5 laga, 5 kemenangan dan tanpa kebobolan sekalipun.

Sementara, Juventus justru tengah tertatih-tatih usai hanya merebut satu poin dari tiga laganya. Keunggulan berkat gol bunuh diri Giorgio Chiellini musnah akibat gol Mario Mandzukic dan Alvaro Morata.

Berdasarkan situs resmi UEFA memberitakan bahwa ini untuk pertama kalinya dua tim asal Manchester kalah bersamaan di laga Liga Champions. Memang bukan malam yang indah untuk warga Manchester

Pelatih Shakhtar Donest kecewa sama Kinerja Wasit yang memimpin pertandingan

Pelatih Shakhtar Donetsk, Mircea Lucescu mengutarakan bahwa saya tidak puas dengan kinerja wasit Ivan Bebek, yang memimpin pertandingan timnya versus Real Madrid. Pelatih Shakhtar Donestk, Lucescu memprotes sejumlah keputusan Bebek.

Shakhtar kalah telak 0-4 saat bertandang ke Santiago Bernabeu, Rabu (16/9/2015) dinihari WIB. Real Madrid memberondong gawang klub Ukraina itu lewat gol Karim Benzema dan hattrick Cristiano Ronaldo.

Selain kalah telak, Shakhtar Donest juga menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain. Mereka kehilangan Taras Stepanenko, yang diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-50 akibat melanggar Sergio Ramos.

Setelah kehilangan satu pemain, Shakhtar kebobolan tiga gol, yang semuanya gol tercatat atas nama Ronaldo. Dua di antaranya dari tendangan penalti.

Penalti pertama Ronaldo pada menit ke-55 diawali oleh tembakan Ronaldo yang dibendung oleh Darijo Srna. Ronaldo mengklaim bola mengenai tangan Srna, sementara tayangan ulang menunjukkan si kulit bundar menghantam punggung Srna. Bebek akhirnya menunjuk titik putih, sementara Srna dia ganjar dengan kartu kuning.

Menurut Lucescu, Bebek memimpin pertandingan dalam kondisi tertekan sehingga mengambil keputusan-keputusan yang kurang tepat.

Berdasarkan informasi dari Soccerway, Lucescu mengatakan bahwa dalam pertandingan-pertandingan melawan tim-tim terbaik, hal-hal yang sama terjadi kepada kami. Dengan kami, wasit memberi kartu kuning. Sementara dengan tim raksasa seperti Madrid, mereka cuma memberi peringatan atas pelanggaran tanpa mengeluarkan kartu.

Lucescu mengatakan bahwa (Insiden Srna) bukanlah penalti. Melihat levelnya, wasit mendapatkan tekanan besar dari seisi stadion. Real Madrid tidak membutuhkan bantuan ini

Kami menyarankan anda jangan komplain. Keputusan wasit adalah keputusan yang mutlak. Jangan pernah menyalahkan wasit jika anda kalah. Permainan Real Madrid sangat luar biasa. Ingat Suara Suporter itu pemain ke-13. Jangan bilang wasit tertekan dengan suasana di stadion. Jika team anda kuat, balaslah di pertemuan kedua dengan kemenangan.

Alasan wasit adalah alasan klasik. Alasan yang selalu melemparkan kesalahaannya yang diperbuat oleh orang lain oleh klub-klub yang kalah. Akuilah kekalahaan mu dan balaslah jika mampu pada saat pertemuan kedua

Persaingan ketat antara Real Madrid dan PSG di Group A Liga Champion

Liga Champion musim 2015-2016 segera bergulir pada pertengahaan bulan September ini. Di Group A, terjadi persaingan antara PSG dengan Real Madrid untuk memperebutkan peringkat pertama. Tetapi Shakhtar Donest akan menjadi kuda hitam bagi kedua klub ini.

Berikut ini merupakan Daftar Team yang berada di Group A, Liga Champions, adalah sebagai berikut :

Paris Saint-Germain
Kiper: Nicolas Douchez, Kevin Trapp, Salvatore Sirigu
Bek: Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Marquinhos, Maxwell, Serge Aurier, Layvin Kurzawa, Gregory van der Wiel, David Luiz
Gelandang: Benjamin Stambouli, Marco Verratti, Lucas Moura, Thiago Motta, Angel Di Maria, Blaise Matuidi, Adrien Rabiot, Javier Pastore
Penyerang: Edinson Cavani, Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi, Jean-Kevin Augustin
Kekuataan Paris Saint Germain
ada di Lini tengah dan Lini Depan. Lini Tengah mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa, Pemain seperti Angel Di Maria, Luca Moura, Javier Pastore akan saling berkolaborasi untuk bisa mengumpankan ke Zlatan Ibrahimovic.
Kelemahaan PSG terletak pada Lini Depan. PSG masih bergantung besar pada Ibrahimovic.

Real Madrid
Kiper: Keylor Navas, Kiko Casilla, Ruben Yanez
Bek: Raphael Varane, Pepe, Sergio Ramos, Nacho Fernandez, Marcelo, Dani Carvajal, Alvaro Arbeloa, Danilo, Abner
Gelandang: Toni Kroos, James Rodriguez, Gareth Bale, Casemiro, Mateo Kovacic, Lucas Vazquez, Luka Modric, Denis Cheryshev, Isco, Martin Odegaard, Marcos Llorente
Penyerang: Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Jese Rodriguez, Borja Mayoral
Kekuatan Real Madrid terletak pada semua Lini.
Kelemahaan Real Madrid terletak kurang konsisten penyerang Madrid untuk mencetak gol lebih banyak.

Shakhtar Donetsk
Kiper: Bohdan Sarnavkiy, Andriy Pyatov, Anton Kanibolotskiy
Bek: Olexandr Kucher, Vyacheslav Shevchuk, Ivan Ordets, Mykola Matviyenko, Ismaily, Darijo Srna, Serhiy Kryvtsov, Yaroslav Rakitskiy, Marcio Azevedo
Gelandang: Taras Stepanenko, Weillington Nem, Fred, Dentinho, Bernard, Marlos, Vasyl Kobin, Maksym Malyshev, Serhiy Gryn, Taison, Alex Teixeira, Viktor Kovalenko
Penyerang: Facundo Ferreyra, Olexandr Gladkiy, Eduardo da Silva
Kekuatan terletak pada Lini Tengah
Kelemahaan terletak pada pertahanan yang sering rapuh.

Malmo
Kiper: Johan Wiland, Zlatan Azinovic, Fredrik Andersson, Marko Johansson
Bek: Pa Konate, Anton Tinnerholm, Yoshimar Yotun, Rasmus Bengtsson, Kari Arnasan, Mahmut Ozen, Felipe Carvalho, Andreas Vindheim, Franz Brorsson
Gelandang: Erdal Rakip, Oscar Lewicki, Simon Kroon, Enoch Kofi Adu, Guillermo Molins, Erik Andersson, Pawel Cibicki, Magnus Eikrem, Vladimir Rodic, Mattias Svanberg
Penyerang: Markus Rosenberg, Agon Mehmeti, Tobias Sana, Jo Inge Berget, Nikola Djurdjic
Kekuatan pada lini pertahanan
Kelemahaan pada Lini Depan. Dimana penyerangnya tidak tajam.

Apapun juga, di Group A cuma terjadi persaingan antara PSG dengan Real Madrid. Siapakah yang menempati peringkat pertama di Kualifikasi Liga Champion? Apakah PSG ataukah Real Madrid?

Keinginan Juventus menjaga keangkeran Juventus Stadion

Salah satu kunci sukses Nyonya Tua, Juventus menapak ke babak final pada musim lalu adalah lantaran mereka sangat perkasa di pertandingan kandang. Hal inilah yang akan coba kembali mereka praktekkan pada pertandingan melawan Sevilla di Stadion Juventus, dini hari nanti.

Pada Musim yang lalu, Nyonya Tua Juventus memetik lima kemenangan dan satu hasil seri dari total enam pertandingan yang dijalani di Turin. Hanya Atletico Madrid yang mampu pulang dari kandang Juventus dengan hasil seri.

Pada Musim sebelumnya, saat langkah Juventus terhenti di babak penyisihan grup pun, Bianconeri juga tak pernah membiarkan lawan memetik kemenangan di markas mereka. Total Juventus tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan kandang terakhir. Tim terakhir yang mampu menang di markas Juventus adalah Bayern Munich pada musim 2012/2013.

Namun catatan perkasa Juventus di kandang bakal menemui tantangan berat seiring kedatangan Sevilla nanti. Pasalnya, dari tiga laga kandang di Serie A musim ini, Juventus hanya meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Kiper asal Italia, Gianluigi Buffon dan kawan-kawan tumbang di tangan Udinese dan bahkan tak mampu meraih kemenangan atas Chievo dan Frosinone. Pada pertandingan nanti kami membutuhkan Juventus yang stabil dan penuh konsentrasi selama 90 menit. Dengan begitu maka kami akan memiliki kesempatan menjadi pemuncak grup di akhir pertandingan.

Berdasarkan informasi dari Situs Resmi Juventus, Gianluigi Buffon mengatakan bahwa Bukan hanya itu saja, kemenangan akan membuat kami bisa melupakan performa buruk di laga-laga sebelumnya. Karena itulah untuk banyak alasan, kami harus bisa mengakhiri pertandingan ini dengan tiga poin di tangan

Pelatih Juventus, Max Allegri mengutarakan bahwa Harapan Juventus untuk bisa menjaga keangkeran kandang mereka makin bertambah besar karena Sami Kheidira sudah pasti bakal diturunkan di laga ini. Kheidira akan mengisi starting line up. Meskipun nanti kondisinya belum memungkinkan untuk bermain 90 menit, namun saya akan memainkannya

Allegri menambahkan juga bahwa Sevilla juga kurang bagus di Liga Spanyol namun mereka tampil apik di Liga Champions. Karena itulah laga ini akan berjalan dengan sengit. Maka dari itu kami harus hari-hati dalam pertahanan