Arsip Kategori: Liga Eropa

Napoli membantai Club Brugge dengan skor meyakinkan di Liga Eropa

Napoli meraih kemenangan pertama di Serie A pada musim ini. Tak tanggung-tanggung, Napoli mendapatkannya setelah menggilas Lazio lima gol tanpa balas.

Pada pertandingan yang digelar di San Paolo, Senin (21/9/2015) dinihari WIB, Napoli berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang telak dengan skor 5-0 atas Club Brugge di Liga Europa tiga hari lalu. Maurizio Sarri pun bertekad mendapatkan poin penuh pertamanya sebagai pelatih Napoli di liga.

Peluang besar di depan mata Sarri setelah Lazio datang dengan kondisi pincang karena beberapa pemain kuncinya absen, seperti Antonio Candreva, Lucas Biglia, Miroslav Klose, Stefan de Vrij, dan Ravel Morrison. Inilah membuat Napoli tampil begitu dominan dengan 64 persen ball possesion, 19 tembakan di mana 10 di antaranya on goal. Sementara itu, Lazio cuma punya satu tembakan tepat sasaran dari sembilan upaya percobaan.

Gonzalo Higuain membuka pesta gol Napoli pada menit ke-14. Gol ini tercipta usai mengecoh Wesley Hoedt dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, yang mengarah ke pojok bawah gawang Federico Marchetti. Allan mencetak gol pada menit ke-35 sekaligus membawa Napoli unggul 2-0. Akselerasi Lorenzo Insigne dari sisi kiri diakhiri dengan umpan tarik yang disambar tendangan keras Allan yang menjebol gawang Lazio.

Pada babak kedua Napoli kian kalap setelah Insigne mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat timnya memimpin 3-0. Insigne dengan mudah menyontek bola merupakan hasil rebound hasil tembakan Higuain.

Higuain mencatatkan lagi namanya di papan skor pada menit ke-59 lewat sebuah solo run yang dituntaskan dengan tendangan ke arah gawang Marchetti. Ini adalah gol ke-10 Higuain dari lima pertemuan dengan Lazio.

Pesta gol Napoli ditutup oleh Manolo Gabbiandini pada menit ke-79 lewat tendangan mendatar. Gol ini tercipta meneruskan umpan terobosan Allan. Lalu dikonversi oleh Gabbiandini menjadi sebuah gol.

Tiga poin pertama Napoli membuat posisi mereka naik ke urutan ke-11 dengan lima poin, setingkat di bawah Lazio yang mempunyai enam poin.

Susunan Pemain

Napoli:
Reina; Hysaj, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Allan, Jorginho, Hamsik (David Lopez 60); Insigne (El Kaddouri 74); Higuain (Gabbiadini 65), Callejon

Lazio:
Marchetti; Basta, Mauricio, Hoedt, Radu; Parolo, Onazi, Lulic (Milinkovic-Savic 46); Mauri (Felipe Anderson 46), Matri (Djordjevic 74), Keita

Lazio Gemilang, Fiorentina terpuruk

Hasil berbeda dipetik dua klub Italia, Napoli dan Fiorentina di pertandingan perdana Liga Eropa dini hari tadi. Bila Napoli berhasil menghancurkan Club Brugge dengan skor 5-0, Fiorentina justru takluk di tangan tamunya, FC Basel, dengan skor 1-2.

Napoli menjalani pertandingan Liga Eropa ini dengan perasaan tertekan lantaran tak pernah menang di tiga laga Serie A. Namun hasil buruk itu sepertinya justru menjadi motivasi untuk tampil lebih ganas di pertandingan melawan Club Brugge.

Hanya dalam waktu 25 menit, Napoli sudah unggul 3-0 lewat gol Jose Callejon di menit kelima dan dua gol dari Dries Mertens di menit ke-19 dan 25. Pada babak kedua, Napoli kembali menambah dua gol lewat Marek Hamsik di menit ke-53 dan gol kedua Callejon di menit ke-77 tanpa sekalipun Club Brugge mampu membalas. Ini adalah sebuah langkah yang sangat penting bagi kami.”

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Kiper Napoli, Pepe Reina mengatakan bahwa kami mampu menjalani pertandingan tanpa pernah sekalipun kehilangan kontrol. Kami benar-benar menjalankan pertandingan dengan sangat baik. Setelah kemenangan ini, Napoli bisa kembali ke jalur kemenangan. Pepe Reina juga menegaskan bahwa seluruh pemain Napoli masih mempercayai pelatih Maurizio Sarri yang terus disudutkan.

Pepe Reina mengatakan bahwa Saya sama sekali tidak memiliki keraguan pada Sarri. Satu hal yang harus kami lakukan setelah ini adalah terus meningkatkan performa setiap minggunya. Usai pertandingan melawan Club Brugge, fokus kami saat ini sudah harus bergeser ke laga lawan Lazio.

Fiorentina merana. Sementara itu meskipun memainkan pertandingan di Artemio Franchi, Fiorentina harus mengakui keunggulan sang tamu FC Basel dengan skor 1-2. Fiorentina unggul lebih dulu melalui Nikola Kalinic pada menit ketiga. Namun kartu merah yang diterima Gonzalo Rodriguez pada di menit ke-65 turut memudahkan Basel mendapatkan momentum untuk bangkit.

Basel mencetak dua gol dalam kurun waktu delapan menit, lewat Birkir Bjarrnason di menit ke-71 dan Mohamed El Nenny di menit ke-79.

Pelatih Fiorentina, Paulo Sousa mengatakan bahwa saya rasa kami memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang kami tampilkan hari ini. Memang kami bermain dengan 10 orang, namun seharusnya kami bisa lebih baik.

Satu tim Italia lainnya, Lazio yang bertandang ke markas klub Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk membawa pulang satu poin berkat hasil imbang 1-1.

Lazio mencetak gol melalui Sergio Milinkovic-Savic di menit ke-34, namun Dnipro sukses menggagalkan kemenangan Lazio lewat gol penyama kedudukan Evhen Seleznyov di menit ke-90.

Hasil seimbang melawan SION, disambut ejekan dari Pendukung Liverpool

Mantan pemain sayap Liverpool pada era 1990-an, Steve McManaman melontarkan kritik keras terhadaap permainan mantan klubnya ketika ditahan imbang FC Sion 1-1 di lanjutan Liga Eropa di Stadion Anfield pada Kamis (1/10).

Steve Mcmanaman mengatakan bahwa Liverpool seharusnya menghancurkan tim-tim seperti ini, namun mereka tidak bermain dengan tempo cepat dan intensitas tinggi,” kata McManaman seperti dikutip dari Liverpool Echo. Sion siap untuk dihancurkan tapi mereka [Liverpool] mengeluarkan upaya yang sangat-sangat buruk.

Liverpool unggul melalui Adam Lallana pada menit kelima yang memanfaatkan umpan tarik Divock Origi dari depan gawang. Namun pada 13 menit kemudian, Sion mampu menyamakan kedudukan melalui Ebenezer Assifuah yang menaklukan Simon Mignolet dari sudut sempit.

Selain McManaman, mantan penjaga gawang Liverpool, David James, juga menyoroti pertandingan tersebut dan mengatakan bahwa ada kekhawatiran yang menyelimuti Anfield saat ini. Kekhawatiran saya sudah muncul ketika mereka menurunkan tim yang lemah.

Selain kedua mantan pemain Liverpool itu, hasil imbang juga membuat panas para pendukung Liverpool baik yang berada di dalam stadion maupun yang menyaksikan lewat layar televisi dan meluapkan lewat media sosial.

Berdasarkan informasi dariLiverpool Echo memberitakan bahwa Team Liverpool menerima ejekan dari para pendukungnya sendiri ketika wasit meniupkan peluit panjang. Hal ini terutama karena The Reds kerap membuang-buang peluang di dalam kotak penalti.

Berdasarkan informasi dari Opta mencatatkan bahwa sepanjang pertandingan Liverpool mampu mencetak tujuh peluang emas, dengan beberapa di antaranya jatuh ke kaki Divock Origi.

Sang pencetak gol, Adam Lallana mengatakan bahwa para pemain juga merasakan rasa frustrasi yang sama dengan para pedukung dan bahwa mereka harus secepatnya bangkit untuk menghadapi laga derby melawan Everton pada Minggu (4/10). Kami frustrasi. Saya yakin para penggemar juga frustrasi sehingga penting bagi kami untuk bangkit kembali.

Sejumlah Fans Liverpool kecewa dengan hasil ini. Melawan Team yang lemah, bagaimana bisa seimbang? Ini bukan permainan Liverpool. Tetapi kami percayaa bahwa Liverpool akan bangkit dengan pelatih yang baru. Semustinya Liverpool merekrut Pep Guardiola.

Lini Depan Liverpool mandul saat melawan SION di Liga Eropa

The Reds, Liverpool kembali gagal meraih poin penuh dalam lanjutan pertandingan fase grup Liga Europa. Kali ini The Reds diimbangi oleh klub Swiss, Sion, 1-1 setelah sempat unggul lebih dulu.

Pada pertandingan kedua Grup B yang digelar di Anfield, Jumat (2/10/2015) dinihari WIB, Liverpool tampil dominan dengan menciptakan 17 tembakan di mana 8 tepat sasaran plus 66 persen ball possesion. Sementara, Sion punya 10 tembakan dengan empat on target.

Empat menit pertandingan berjalan, Liverpool sudah memimpin 1-0 berkat gol Adam Lallana. Gol ini berawal dari pergerakan Divock Origi yang menusuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan ke depan gawang. Di sana ada Lallana yang menyonteknya ke dalam gawang.

Liverpool yang tampil menyerang sejak menit awal kembali dapat peluang bikin gol pada menit ke-15, tetapi tembakan Origi dari jarak dekat mampu dihadang oleh Andris Vanins.

Semenit kemudian Joe Allen memberikan umpan terobosan kepada Danny Ings. Danny Ings yang Tinggal berhadapan dengan kiper, Ings gagal menjaga bola dengan baik dan tendangannya mampu dihalau oleh Vanins untuk membuahkan sepak pojok.

Sion menyamakan skor pada menit ke-18. Gol tercipta berawal dari crossing Xavier Koussasi ke kotak penalti. Ebenezer Assifuah menerima dengan dada usai mengalahkan Nathaniel Clyne, dan dari sudut sempit menaklukkan Simon Mignolet di bawah gawang.

Setelah Sion menyamakan kedudukan, Liverpool meningkatkan intensitas serangannya untuk segera memimpin lagi. Tetapi usaha mereka kerap sia-sia karena tumpulnya lini depan dengan banyaknya peluang terbuang.

Salah satunya pada menit ke-32 ketika Danny Ings mendapatkan sodoran umpan bola dari Lallana. Berada di depan gawang, tembakan Danny Ings malah melebar jauh dari gawang Sion. Pada masa injury time, Origi mendapat kans emas ketika tinggal berhadapan dengan kiper usai menerima umpan Lallana. Sayang, Origi terlalu lama mengambil keputusan dan ada bek Sion yang langsung membuang bola.

Kedudukan skor 1-1 menjadi penutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Liverpool menekan terus pertahanan Sion tetapi lagi-lagi ketidakmampuan lini depan yang memanfaatkan peluang yang ada membuat gol tak kunjung hadir.

Origi lagi-lagi membuang kesempatan yang dipunya pada menit ke-65 ketika tembakan jarak dekatnya mampu dihadang Vanins. Pada menit ke-73 giliran Lallana yang mendapat peluang ketika mendapat bola lambung tepat di depan gawang. Sayang, Vanins mampu memblok sepakan Lallana.

Hingga pertandingan berakhir, Liverpool tidak bisa menambah gol lagi karena sulitnya mencari peluang. Alhasil skor 1-1 bertahan hingga laga usai dan Liverpool kembali gagal meraih kemenangan di fase grup Liga Europa.

Susunan Pemain

Liverpool:
Mignolet; Clyne (Moreno 45′), Can, Toure (Sakho 76′), Gomez; Allen, Rossiter, Lallana; Ibe, Origi, Ings (Coutinho 61′)

Sion:
Vanins; Zverotic, Lacroix, Ziegler, Modou Jagne; Edimilson Fernandes, Salatic, Kouassi; Assifuah (Birama 86′), Konate (Bia 89′), Carlitos

Sturridge absen saat melawan SION dalam Lanjutan Liga Champion

Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers tidak akan memforsir Daniel Sturridge yang baru pulih dari cedera. Oleh karena itu, Sturridge tidak akan tampil di pertandingan Liga Europa melawan Sion. Sturridge agar pulih dulu. Sturridge baru dua kali tampil di musim ini setelah sempat absen lama karena cedera. Terakhir kali, Sturridge bermain pada saat Liverpool menjamu Aston Villa di lanjutan Premier League pada akhir pekan lalu dan mencetak dua gol.

Kendati demikian, Sturridge sudah menunjukkan sinyal positif, Brendan Rodgers akan tetap berhati-hati mengatur strikernya itu. Oleh karenanya, Sturridge tidak akan tampil pada saat Liverpool menjamu Sion di matchday 2 Liga Europa, Jumat (2/10/2015) dinihari WIB. Sturridge akan disiapkan untuk derby Merseyside melawan Everton pada akhir pekan mendatang.

Berdasarkan informasi dari BBC, Brendan Rodger mengatakan bahwa Kami harus memastikan kami tidak melukai Daniel Sturridge. Dia tidak akan terlibat dalam pertandingan (melawan Sion). Kami akan terus menjaga kondisi Sturridge agar tetap segar untuk pada akhir pekan ini. Dia masih berupaya menuju kebugaran.

Untuk menghadapi Sion, Brendan Rodgers akan menggunakan pendekatan yang sama seperti pada saat Liverpool melawan Bordeaux di matchday 1 lalu. Dia akan memberi kesempatan pada para pelapis serta pemain muda untuk bermain. Para pelapis akan menunjukkan kemampuan kepada Rodgers agar mempunyai kesempatan masuk pada Team Inti Liverpool.

Brendan Rodgers mengatakan bahwa Mengapa kami mengistirahatkan Sturridge? Agar kondisi dan stamina Sturridge tetap FIT. Jika FIT, Kemampuan bermain akan kembali dan bahkan lebih luar biasa lagi.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Liverpool, Brenden Rodger mengatakan bahwa Cederanya tidak serius dan tak akan membuatnya absen lama, namun ia mungkin absen di partai akhir pekan ini. Ia mungkin dapat melakukan pemulihan dengan baik dalam beberapa hari ke depan dan siap bermain pada akhir pekan. Untuk saat ini kami hanya menilai dan melihat bagaimana ia melakukan pemulihan..

Brendan Rodgers mengatakan bahwa pendekatan kami pada pertandingan ini akan seperti yang sudah kami lakukan di kompetisi ini sejauh ini, ini adalah kesempatan untuk pemain pelapis menunjukkan kemampuan kepada Pelatihnya.

Kalahkan Dnipro, Sevilla Juara dan Ukir Sejarah di Liga Europa

WARSAWA, Cutejapanese.org — Sevilla mengukir sejarah baru sebagai tim pertama yang mampu menjuarai Liga Europa sebanyak empat kali. Prestasi itu ditorehkan Sevilla setelah mengalahkan wakil Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk, 3-2, pada laga final Liga Europa yang dilaksanakan di Warsawa, Polandia, Rabu (27/5).

Dalam laga tersebut Sevilla sempat lebih dulu tertinggal. Dnipro mencetak gol pertama saat permainan belum genap 10 menit. Tepatnya pada menit ke-7, Dnipro sudah unggul lewat gol yang disarangkan Nikola Kalinic.

Namun, Grzegorz Krychowiak berhasil membuat Sevilla menyamakan kedudukan lewat golnya pada menit ke-28 ke gawang Dnipro. Carlos Bacca membuat Sevilla berbalik unggul pada menit ke-31 sebelum posisi kembali diimbangi oleh gol Dnipro yang dicetak oleh Ruslan Rotan pada menit ke-44.

Setelah jeda babak pertama, kedua tim tetap tampil menyerang. Peluang demi peluang berhasil diciptakan oleh kedua kesebelasan. Dan akhirnya gol kemenangan Sevilla diciptakan kembali oleh Bacca pada menit ke-73. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah 3-2 untuk kemenangan Sevilla.

Meskipun di klasmen akhir Liga Spanyol musim 2014/15 Sevilla berada di peringkat kelima dan hanya berhak mengantongi tiket ke Liga Europa. Namun, dengan menjadi juara Liga Europa, Sevilla otomatis memiliki satu tempat di babak utama Liga Champions untuk musim depan.

Pelatih Sevilla Unai Emery mengatakan, tim asuhannya harus berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan Dnipro. Dia juga menambahkan, gelar juara kali ini merupakan hasil kerja keras para pemain dan tim karena para seteru tidaklah lebih buruk dari pada Sevilla.

“Kami melalui pertandingan yang berat di semua partai pertarungan. Namun, setelah babak pertama usai, saya bicara dengan para pemain. Saya katakan bahwa kompetisi ini telah sekian banyak menguras energi mereka. Semua itu kami lakukan untuk mengejar momen seperti malam ini. Oleh karena itu, kami harus menikmati permainan,” kata Emery.

Tak Ada Wakil Italia di Final Liga Europa

Cutejapanese.org – Lenyap sudah harapan publik Italia menyaksikan Napoli dan Fiorentina tampil di final Liga Europa musim ini. Hal tersebut tak lepas kekalahan yang dialami kedua tim pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa, Kamis malam atau Jumat (15/5/2015) dini hari WIB.

Di Stadion Artemio Franchi, Fiorentina tak mampu membalikkan keadaan setelah takluk 0-3 dari Sevilla pada pertemuan pertama. La Viola kembali menelan kekalahan 0-2 dari sang juara bertahan.

Kemenangan Sevilla ditentukan oleh gol yang diciptakan Carlos Bacca (22′) dan Daniel Carrico (27′). Dengan agregat 5-0, Sevilla lolos ke final yang bakal digelar di Stadion Narodowy, Warsawa, pada 27 Mei 2015.

Sementara di Ukraina, Napoli menelan kekalahan saat bertandang ke markas Dnipro Dnipropetrovsk. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, Napoli takluk oleh gol tunggal Yevhen Seleznyov. Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Dnipro untuk menyegel tiket final.

Bagi klub asal Ukraina tersebut, hasil ini merupakan pencapaian terbaik karena untuk kali pertama tampil di final kompetisi antarklub Eropa. Namun, Sevilla jelas sangat difavoritkan untuk kembali menjuara Liga Europa musim ini. Klub asal Spanyol tersebut sudah tiga kali menjadi jawara Liga Europa (dulu bernama Piala UEFA) yakni pada 2006, 2007, dan 2014.

Seandainya mampu mengalahkan Dnipro, Los Rojiblancos pun bakal menjadi tim yang paling banyak meraih gelar Liga Europa, melampaui Juventus, Inter Milan, dan Liverpool. Selain itu, Sevilla bakal menjadi satu-satunya tim yang dua kali mempertahankan gelar juara jika menjadi kampiun di Warsawa nanti.

Dnipro Siap Hadapi Sevilla, Usai Kandaskan Napoli

KIEV, Cutejapanese.org – Dnipro Dnipropetrovsk membuat kejutan dengan lolos ke final Liga Europa dan akan menantang sang juara bertahan Sevilla. Dnipro lolos setelah mengandaskan perlawanan Napoli lewat kemenangan 1-0 di leg kedua semifinal.

Dnipro menjalani leg kedua di Olympic Stadium, Kiev, Jumat (15/5/2015) dinihari WIB, dengan modal hasil seri 1-1 pada pertemuan pertama di kandang Napoli. Klub Ukraina itu pun cuma butuh hasil imbang tanpa gol di leg kedua untuk melaju ke final.

Pada awal-awal pertandingan, Gonzalo Higuain berpeluang membawa Napoli memimpin. Higuain langsung berhadapan dengan Denis Boyko, tapi penyelesaiannya masih bisa digagalkan oleh kiper Dnipro itu.

Boyko kembali menyelamatkan gawang Dnipro pada menit ke-28. Kali ini, Boyko menepis bola hasil sundulan Higuain.

Beberapa saat kemudian, Dnipro mengancam melalui aksi Yevhen Seleznyov, yang memanfaatkan kesalahan David Lopez. Namun, gawang Napoli masih selamat karena Mariano Andujar bisa mementahkan usaha dari Seleznyov.

Dnipro akhirnya benar-benar memimpin pada menit ke-58 melalui gol Seleznyov. Yevhen Konoplyanka yang mengirimkan umpan silang dari sisi kiri tanpa ampun disambut dengan sundulan Seleznyov untuk menggetarkan gawang Napoli.

Untuk menambah tekanan, Napoli memasukkan Marek Hamsik dan Dries Mertens. Partenopei mendapatkan sejumlah peluang lewat Mertens dan Lopez, tapi tak mampu mencetak gol pengimbang. Mereka bahkan nyaris kebobolan di masa injury time ketika sundulan Matheus menghantam mistar.

Alhasil, dengan kemenangan ini Dnipro lolos dengan skor agregat 2-1. Mereka selanjutnya akan menghadapi Sevilla di final yang digelar di Stadion Narodowy, Warsawa, 27 Mei mendatang.

Sevilla Melaju ke Final, Usai Melibas Fiorentina

FLORENCE, Cutejapanese.org – Wakil Spanyol di Liga Europa, Sevilla, akhirnya merebut tiket final lewat hasil meyakinkan atas Fiorentina. Sevilla melengkapi kemenangan di leg pertama semifinal dengan keberhasilan menundukkan Fiorentina 2-0 di leg kedua yang digelar di Artemio Franchi, Jumat (15/5/2015) dinihari WIB

Fiorentina yang bertekad mengejar ketertinggalan agregat kekalahan 0-3 di leg pertama langsung melakukan inisiatif serangan sejak menit pertama dimulai. Peluang emas pertama didapat Fiorentina di menit ke-17 lewat sundulan Gonzalo Rodriguez yang menyambut sepak pojok Borja Valero. Akan tapi Sergio Rico menunjukkan refleks yang bagus untuk menepis bola.

Sevilla kemudian justru mampu mencuri gol di menit ke-22. Dari tendangan bebas, Ever Banega mengirim bola ke kotak penalti. Bola jatuh ke kaki Carlos Bacca yang berada di depan gawang yang kemudian mengontrolnya dan melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang Fiorentina.

Lima menit berselang, Sevilla menggandakan keunggulannya. Kembali lewat skema sebuah tendangan bebas, tim tamu menggetarkan jala gawang Fiorentina.

Banega mengirim bola jauh ke sisi kanan yang diteruskan oleh Coke dengan umpan ke depan kotak penalti. Tanpa kesulitan, Daniel Carrico yang berada di depan gawang langsung meneruskannya untuk menjebol gawang Fiorentina.

Setelaj jeda babak pertama, Fiorentina mendapat peluang emas untuk menipiskan ketertinggalan. Tim tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah David Pizarro dijatuhkan oleh Grzegorz Krychowiak. Namun Ilicic yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang menjadi gol, sepakan kaki kirinya justru melambung tinggi ke atas mistar gawang Sevilla.

Hingga laga usai, tak ada tambahan gol yang tercipta. Sevilla menang 2-0 dan lolos ke final dengan agregat 5-0 atas La Viola.

Dengan demikian, Sevilla berpeluang besar untuk mempertahankan gelar Liga Europa. Musim lalu, Sevilla menjadi juara dengan mengalahkan Benfica di babak final.

Sevilla selanjutkan akan berhadapan dengan Dnipro di partai puncak. Dnipro secara mengejutkan lolos dengan menyingkirkan Napoli dengan keunggulan 2-1 secara agregat.

Final Sesama Klub Italia Terancam Batal

Cutejapanese.org – Napoli dan Fiorentina punya kesempatan menciptakan final sesama klub Italia di Liga Europa lantaran pada semifinal keduanya tidak saling berhadapan. Akan tetapi, impian masyarakat Italia melihat ada tim dari negaranya berjaya di ajang yang sebelumnya bernama Piala UEFA itu, terancam batal.

Hal tersebut tak lepas dari hasil semifinal pertama Liga Europa yang berlangsung pada Kamis malam atau Jumat (8/5/2015) dini hari WIB. Napoli ditahan imbang 1-1 saat menjamu Dnipro, sementara Fiorentina kalah telak dari Sevilla 0-3.

Di Stadion San Paolo, Napoli unggul lebih dulu lewat gol David Lopez pada menit ke-50. Namun, sepuluh menit menjelang laga usai, tim tamu bisa membalas lewat aksi Yevhen Seleznyov.

Hasil imbang ini memperkecil peluang Napoli untuk lolos ke partai puncak lantaran semifinal kedua bakal dilangsungkan di kandang Dnipro. Dalam empat pertandingan Liga Europa terakhir di Ukraina, Dnipro selalu bisa mengalahkan lawannya sekaligus tak pernah kebobolan.

Hasil lebih buruk dialami Fiorentina di Spanyol. Di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, La Viola kalah 0-3 dari tuan rumah Sevilla. Tiga gol kemenangan juara bertahan Liga Europa itu dibukukan oleh Aleix Vidal pada menit ke-17 dan ke-52, dan Kevin Gameiro pada menit ke-75.

Selain punya kans besar menggagalkan final sesama klub Italia, Sevilla juga memiliki kesempatan untuk mengulang prestasi tahun 2007. Saat itu, Sevilla berhasil mempertahankan gelar Piala UEFA yang diraih pada musim sebelumnya.

Kekalahan Fiorentina dan hasil imbang yang dialami Napoli memperkecil peluang tercipta All Italian Final di Liga Europa. Hal ini juga bisa memperpanjang paceklik gelar juara klub Italia di kompetisi antarklub kasta kedua Eropa ini sejak Parma meraihnya pada 1998-99. Sejak saat itu, tak ada satu pun wakil Italia yang bisa melangkah ke final Piala UEFA maupun Liga Europa.