Claudio Ranieri, menyarankan pemainnya jangan sombong

Masih ingat dalam pikiran, pada akhir bulan yang lalu dimana Leichester dikalahkan oleh Chelsea di kandang sendiri. Langkah mereka untuk selamat dari jurang degrasi sempat terhambat. Kemenangan pada musim kemaren membuat Chelsea tinggal membutuhkan satu pertandingan lagi untuk memastikan gelar Juara.

Chelsea kemudian mendapatkan mahkota Liga Inggris dan Leicester pun bisa bertahan setelah mendapatkan serangkaian hasil mengagumkan. Namun, pendukung Leicester dengan rasa optimistis paling tinggi sekali pun tidak akan membayangkan bagaimana hasil pertandingan kedua. Dua pertandingan ini berjalan sempurna dan mengambil nilai point 3.

Leicester yang dilatih oleh Claudio Ranieri bersiap-siap untuk melawan Tottenham Hotspur pada hari Sabtu (22/8) untuk mencoba meraih hasil sempurna dari tiga pertandingan.

Sebaliknya, para pendukung Chelsea juga nyaris tidak bisa mempercaya bahwa klub juara Liga Inggris musim lalu itu justru terperosok di dua laga pertama dengan menjalani awal musim paling buruk dalam 17 tahun terakhir. Jika beberapa skenario tertentu terjadi, maka Chelsea bisa jadi terjerembab di posisi paling buncit klasemen di akhir minggu ini meski kemungkinan tersebut sangat kecil.

Kemenangan melawan Sunderland dan West Ham United berarti Leicester telah mengumpulkan 28 angka dari 33 yang tersedia (jika dihitung dari musim lalu). Hal tersebut menjadikan mereka memiliki perolehaan nilai terbaik dari seluruh klub yang bermain di Liga Inggris.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, gol-gol mengalir begitu mudah. Sementara Tottenham yang belum menemukan ritme terbaik. Ibcbet WAP.

Leicester mempunyai Penyerang Aljazair, Riyad Mahrez dengan memegang penyerang tersubur dengan tiga gol, sementara James Vardy dan Marc Albrighton juga bermain cemerlang. Pemain yang baru didatangkan pada pekan ini dari Napoli yang juga kapten tim nasional Swis, Gokhan Inler telah menambah semangat di dalam klub. Tetapi Claudio Ranieri tidak akan membiarkan kepala para pemain melayang dan sombong. Denagn sombong, membuat pemain menjadi terlena.

Ranieri mengatakan bahwa Saya meletakkan es kepada kepala mereka untuk mendinginkan kepala, sehingga kami tetap rendah hati. Dengan rendah hati, kami akan bermain bebas dan alur permainan semakin bervariasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *