Bola Resmi Final Liga Champions 2015

Cutejapanese.org – Seperti biasa, perusahaan industri bola sepak terbesar dan terkenal di dunia, Adidas, selalu mengeluarkan seri terbaru bola yang akan digunakan diperhelatan akbar sepakbola. Adidas telah resmi mengeluarkan bola seri teranyar, yang akan digunakan para maestro lapangan hijau pada pertandingan Final Liga Champions 2015 yang diberi nama Adidas Finale Berlin.

Nama baru produk bola sepak adidas terinspirasi oleh ibu kota Berlin yang terpilih menjadi tuan rumah Final Liga Champions musim 2014-15. Adidas Finale Berlin mempunyai desain baru yang diklaim lebih segar dan berwarna untuk memberi penghormatan kepada sejarah kota tuan rumah dengan simbol yang ikonik dari kota berlin yang memiliki spektrum kosmopolitan dan warna-warni.

Adidas-Finale-Berlin
Panel pada bola didesain dengan berbentuk bintang ikonik yang sudah digunakan pada edisi-edisi pertandingan Liga Champions sebelumnya. Didalam panel terdapat gerbang Bradenburg yang melambangkan kebebasan dan keinginan untuk menyatukan kota Berlin.

Adidas_Finale15
Adidas juga menambahkan pola grafik yang siap untuk menyerang beruang. Beruang sendiri adalah simbol tradisional dari kota Berlin.

Bola yang penuh warna ini, diharapkan akan membantu para pemain untuk dapat fokus mengontrol bola dan memberikan penampilan terbaik di final yang akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, sabtu (6/6) waktu setempat atau minggu (7/6) dini hari WIB.

Barca vs Juve : Allegri Tak Hanya Fokus pada Messi

BERLIN, Cutejapanese.org – Menghentikan aksi penyerang Barcelona, Lionel Messi, memang akan menjadi pekerjaan rumah yang rumit untuk setiap pelatih, tidak terkecuali bagi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Bahkan sang pelatih itu mengatakan tidak akan menyia-nyiakan waktu dengan hanya fokus bagaimana menjaga pergerakan Messi pada partai final Liga Champions yang mempertemukan Barcelona kontra Juventus di Berlin, sabtu (6/6) atau Minggu (7/6) dini hari WIB.

Messi memang layak mendapat sorotan dengan aksi impresifnya bersama Luis Suarez dan Neymar. Trio Barca yang dikenal dengan sebutan Trio MSN itu telah mengoleksi lebih dari 120 gol pada semua ajang kompetisi sepanjang musim 2014-15. Meski mengakui kehebatan penyerang berjuluk La Pulga itu, Allegri yang menganggap Juventus sebagai tim underdog pada laga nanti mengatakan tidak akan hanya fokus menghentikan pergerakan bintang asal Argentina itu.

“Menjaga Messi secara satu lawan satu, hampir mustahil dapat dilakukan. Kami hanya perlu melakukan memberikan yang terbaik dengan selalu membatasi alur bola yang mengalir kepadanya. Akan tetapi Barca juga memiliki penyerang lain Suarez dan Neymar. Mereka punya banyak pemain dengan kualitas teknik yang luar biasa, dan karena itu kami perlu bermain dengan berani sepanjang pertandingan dan memanfaatkan peluang semaksimal mungkin,” jelas Allegri dilansir Sportsmole, Jumat (5/6/2015).

Menjaga pergerakan Messi memang tidak akan mudah, Bayern Muenchen pernah merasakan sihir pemain bertubuh mungil tersebut. Meski Bayern mempunyai pelatih sekelas Josep Guardiola yang sangat mengenal gaya bermain Messi, namun hal tersebut tidak menjadi acuan bahwa pergerakan La Pulga dapat dengan mudah dihentikan. Hasilnya dua gol Messi di leg pertama semifinal lalu, memiliki andil sangat besar untuk menjegal klub raksasa Jerman tersebut dari Liga Champions.

Messi menjadi aktor utama kemenangan Barcelona lewat dua golnya untuk menaklukkan Bayern. Barca sukses menutup duel leg pertama babak semifinal Liga Champions kontra Bayern dengan keunggulan 3-0 dalam laga yang berlangsung di Camp Nou. Meski pada leg kedua Barca harus dipaksa takluk di kandang Bayern, 2-3. Namun hal itu tidak mempengaruhi langkah skuat Catalan ke final. Karena Barca unggul agregat 5-3 atas Bayern.

“Bila Messi berada dalam performa terbaiknya, tidak ada pertahanan yang dapat menghentikannya. Anda harus mencoba membatasi pergerakannya dengan cara lain, salah satunya menghentikan pasokan bola kepada dirinya. Tapi bahkan kemudian Anda tetap tidak bisa menghentikannya,” ucap Guardiola sebelum pertandingan Bayern kontra Barca.

Menanggapi kesulitan yang akan dihadapi saat bertemu skuat Barca nanti, Allegri meminta anak asuhnya untuk bermain cerdik, dalam upaya mereka meraih gelar treble musim ini. Setelah membawa pulang gelar Liga Italia dan Coppa Italia, klub raksasa asal Turin itu menjadikan trofi Liga Champions sebagai target berikutnya musim ini.

“Kami hanya perlu memainkan satu pertandingan lagi karena itu tim ini harus bermain pintar demi membawa pulang trofi. Selain itu kami juga perlu keberuntungan,” tutupnya.

Trio MSN diantara Beban dan Sanjungan

Cutejapanese.org – Keberhasilan Barcelona yang telah meraih dua trofi sementara dalam musim 2014-15 adalah kontribusi trio maut “MSN” di lini depan. Klub berjuluk Blaugrana tersebut yang diisi oleh tiga penyerang handal dari tiga negara paling terkemuka di Amerika Selatan di sepakbola yakni Lionel Messi (Argentina), Neymar da Silva Jr. (Brasil), dan Luis Suarez (Uruguay).

Mereka kini sering disebut sebagai trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) yang kerap menjadi “predator ulung” yang merupakan ancaman bagi lini pertahanan dan penjaga gawang tim lawan.

Ketiganya bukan saja mampu memaksimalkan kemampuan skill individu tingkat tinggi, namun juga mampu menjalin kerja sama yang apik dan menanggalkan sikap egois masing-masing untuk kemudian mengobrak-abrik barisan belakang lawan secara konsisten sepanjang pertandingan.

Namun, ketika menghadapi tim sekelas Juventus yang notabenenya sebagai representasi pertahanan terbaik di dunia, seperti halnya Timnas Italia, meskipun tanpa kehadiran bek tangguh bernama Giorgio Chiellini, trio MSN yang diasuh pelatih Luis Enrique ini, tidak akan dengan mudah. Di Spanyol kekuatan utama yang nyaris sama hanya ada di tiga tim, yaitu Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

Yang amat sangat berbahaya justru kepercayaan dan sanjungan yang begitu hebat ditujukan kepada trio tersebut. Hal ini akhirnya bisa berbalik menjadi boomerang yang memperberat setiap langkah ketiganya di wilayah pertahanan Juventus.

Tentu saja mental pemain sekelas Messi, Neymar, dan Suarez tidak akan begitu saja mudah merosot menghadapi tekanan dan tuntutan yang demikian besar. Namun, untuk pertandingan dengan level setinggi final Liga Champions, tetap saja kemungkinan pengaruh terhadap kekuatan mental pemain menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dikesampingkan.

Jika hal itu yang akan terjadi, maka lawan terberat dalam pertandingan bagi trio MSN adalah diri mereka sendiri, bukan barisan pertahanan Juventus. Apabila beban itu berhasil mereka atasi, maka Messi, Neymar, dan Suarez sangat berpeluang kembali menambah koleksi gol mereka di ajang Liga Champions musim ini. Saat ini trio MSN telah mengoleksi 25 gol di ajang tersebut.

Head To Head Barcelona vs Juventus

Cutejapanese.org – Laga pamungkas Liga Champions musim 2014-15 akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Laga Final kali ini akan mempertemukan dua tim terbaik di kompetisi negara masing-masing. Barcelona sebagai jawara La Liga, Spanyol akan bertemu dengan Juara Seri-A, Italia, Juventus.

Juventus dan Barcelona sudah delapan kali melakukan pertemuan di kompetisi Eropa. Soal rekor pertemuan, Bianconeri sedikit lebih unggul dibandingkan Blaugrana.

Kedua klub telah bertemu dalam empat seri pertandingan dua leg sejak musim 1970-71. Kala itu di kompetisi Inter Cities Fairs Cup, Juve dan Barca saling berseteru di babak putaran kedua. Juve menyingkirkan Barca dengan agregat 4-2 setelah membukukan kemenangan dengan skor 2-1 di masing-masing laga.

Juve dan Barca kemudian bertemu di babak perempatfinal ajang European Cup musim 1985-86. Barca mengungguli Juve yang saat itu sebagai juara bertahan dengan agregat 2-1.

Selanjutnya pada musim 1990-91, Juve dan Barca kembali dipertemukan di babak semifinal ajang Piala Winners’. Barca menaklukkan Juve 3-1 di leg pertama, akan tapi kemudian kalah 0-1 di leg kedua. Gol tunggal Juve di laga itu dilesakkan oleh Roberto Baggio.

Diperhelatan Liga Champions, Juve dan Barca berhadapan di musim 2002-03. Keduanya kala itu saling jegal di perempatfinal, Juve mampu menang atas Barca dengan agregat 3-2. Juve akhirnya mampu lolos ke final, tapi dikalahkan AC Milan lewat drama adu penalti.

Secara keseluruhan, dari delapan kali pertemuan, Juve mencatat empat kemenangan atas Barca. Sementara Barca punya dua kemenangan dan dua laga sisanya berakhir sama kuat.

Juve dan Barca akan kembali bertemu di Liga Champions musim ini. Kedua tim akan memperebutkan ‘Si Kuping Besar’ dalam babak final di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Berikut catatan head to head Juventus vs Barcelona:

Tahun 1970-71 di ajang Fairs Cup
Barcelona 1-2 Juventus
Juventus 2-1 Barcelona

Tahun 1985-86 di ajang European Cup
Barcelona 1-0 Juventus
Juventus 1-1 Barcelona

Tahun 1990-91 di ajang Winners Cup
Barcelona 3-1 Juventus
Juventus 1-0 Barcelona

Tahun 2002-03 di ajang Liga Champions
Juventus 1-1 Barcelona
Barcelona 1-2 Juventus

Barcelona Tampil dengan Kekuatan Penuh di Final

BERLIN, Cutejapanese.org – Laga puncak Liga Champions musim 2014-15 akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Laga Final kali ini akan mempertemukan dua tim terbaik di kompetisi negara masing-masing. Barcelona sebagai juara La Liga, Spanyol, akan bertemu dengan jawara Seri-A, Italia, Juventus.

Barcelona telah mengumumkan skuat terbaiknya. Dari susunan ke-26 nama yang di kantongi Luis Enrique, Barca mantap menuju Berlin dengan kekuatan penuh setelah tak ada satu pun pemain yang mendapat akumulasi kartu dan dihadang hantu cedera.

Dilansir situs resmi Barca, Kamis (4/6/2015) Enrique juga membawa beberapa amunisi muda mereka seperti Munir El Haddadi, Sandro Ramirez dan Sergi Samper. Ketiga pemain muda Catalan itu diharapkan dapat menjadi jalan keluar, apabila skuat utama Barca kesulitan menghadapi jawara Italia nanti. Munir sendiri bukanlah sosok yang asing buat pecinta Catalan, setelah sempat bersinar pada 2014 lalu. Kala itu, pemain berdarah Maroko tersebut membuat debut resminya bersama skuat utama di ajang Liga Spanyol saat melawan Elche di Camp Nou. Munir langsung mencuri perhatian setelah mampu mencetak gol kedua dari kemenangan 3-0 sebelum akhirnya diganti Pedro Rodriguez setelah 67 menit bermain.

Sementara itu gelandang veteran, Andres Iniesta yang sebelumnya diragukan tampil karena cedera betis tetap dibawa pelatih Enrique. Sedangkan Xavi Hernandez yang akan memainkan laga pamungkas bersama Barca setelah memutuskan hengkang musim depan ke klub asal Qatar, Al-Sadd termasuk dalam susunan nama skuat Barca yang terbang ke Berlin. Trio MSN (Messi, Neymar dan Suarez) juga tidak ketinggalan terdapat dalam susunan nama yang dibawa Enrique.

Berikut skuat Barcelona di Final Liga Champions 2014-15:
Ter Stegen, Bravo, Masip, Alves, Douglas, Montoya, Pique, Mascherano, Mathieu, Bartra, Vermaelen, Adriano, Alba, Busquets, Samper, Rakitic, Xavi, Iniesta, Sergi Roberto, Rafinha, Pedro, Messi, Munir, Suarez, Sandro, dan Neymar.

Tanpa Chiellini, Allegri Umumkan Skuat Juventus di Final

Cutejapanese.org – Final Liga Champions musim 2014-15 akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Laga Final kali ini akan mempertemukan dua tim terbaik di kompetisi negara masing-masing. Barcelona sebagai juara La Liga, Spanyol, akan bertemu dengan jawara Seri-A, Italia, Juventus.

Belum sempat bertarung menghadapi Barcelona di final Liga Champions, kabar tak sedap datang menghampiri Juventus yang dipastikan berlaga tanpa kehadiran bek andalannya, Giorgio Chiellini.

Bek tangguh Italia itu merasakan nyeri di betis kirinya ketika melakukan sesi latihan bersama skuat Juventus. Tim medis memastikan sang pemain tak dapat bermain memperkuat barisan pertahan Bianconeri di Olympiastadion, Berlin. Chiellini pun urung bereuni dengan penyerang Barcelona, Luis Suarez, yang sempat terlibat insiden ketika melakukan “gigitan” ke pundaknya pada perhelatan Piala Dunia 2014.

Sebagai pengganti, Andrea Barzagli telah disiapkan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri jika ia menerapkan formasi 4-3-1-2. Mantan bek VFL Wolfsburg itu telah dinyatakan sembuh dari cedera, dan berangsur menemukan permainan terbaiknya.

Pasca mengumumkan kepastian absennya Chiellini di final, diwaktu bersamaan, Allegri juga mengumumkan skuat lengkap yang dibawanya untuk menghadapi Barcelona, seperti diberitakan Football Italia.

Berikut skuat Juventus di Final Liga Champios 2014-15:
Gianluigi Buffon, Angelo Ogbonna, Paul Pogba, Simone Pepe, Claudio Marchisio, Alvaro Morata, Carlos Tevez, Kingsley Coman, Fernando Llorente, Andrea Barzagli, Paolo De Ceglie, Leonardo Bonucci, Simone Padoin, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Stephan Lichtsteiner, Stefano Sturaro, Marco Storari, Alessandro Matri, Patrice Evra, Rubinho, dan Roberto Pereyra.

Ter Stegen vs Buffon : Debutan vs Veteran

BERLIN, Cutejapanese.org – Final Liga Champions musim 2014-15 akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Laga Final kali ini akan mempertemukan dua tim terbaik di kompetisi negara masing-masing. Barcelona sebagai jawara La Liga, Spanyol akan bertemu dengan Juara Seri-A, Italia, Juventus. Laga ini juga akan menjadi ajang duel dua penjaga gawang beda generasi.

Bagaimana tidak, saat peluit kick-off dibunyikan wasit Cuneyt Cakir (Turki), penjaga gawang sekaligus kapten utama Bianconeri, Gianluigi Buffon, telah berusia 37 tahun, 4 bulan, dan 9 hari. Sedangkan, penjaga gawang Azulgrana, Marc-Andre ter Stegen, baru berusia 23 tahun, 1 bulan, dan 7 hari. Atau usia keduanya terpaut lebih dari 14 tahun. Boleh diartikan saat Buffon telah menjalani debutnya sebagai pesepakbola profesional, Ter Stegen mungkin baru bisa berjalan.

Catatan lain yang mungkin kita dapatkan adalah dari segi pengalaman bertaanding di lapangan hijau. Buffon mengawali kariernya sebagai pesepakbola profesional pada 1995 atau 20 tahun yang lalu Bersama Juventus. Buffon telah tampil di bawah mistar gawang dalam 534 pertandingan di semua ajang kompetisi. Buffon pun tercatat mengukir rekor sebagai pemain dengan jumlah partai terbanyak (caps) bersama Timnas Italia, yakni 147 pertandingan.

Namun, terdapat pula fakta mengejutkan untuk Buffon. Sepanjang dua dekade membela Juventus, Buffon belum pernah sekalipun berhasil mengangkat trofi Liga Champions, gelar paling bergengsi di daratan Eropa. Prestasi terbaik Buffon adalah sebagai runner-up setelah tampil di final musim 2002-2003.

Saat itu partai puncak diselenggarakan di Old Trafford, markasn Manchester United. Meskipun mampu beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang dan utamanya memblok dua penalti Clarence Seedorf dan Kakha Kaladze, Buffon tetap harus gigit jari menyusul kekalahan Juventus 2-3 dari AC Milan dalam duel adu penalti.

Mengingat usia yang kian uzur, karenanya laga kali ini dipandang menjadi peluang emas bagi Buffon untuk memutus rekor buruknya di Liga Champions. Sepanjang kompetisi, Buffon hanya kebobolan 7 gol dan menoreh 6 clean sheet dari 12 partai yang telah dimainkan. Ini merupakan jumlah kebobolan paling sedikit diantara para peserta lain, termasuk Barcelona.

Ter Stegen, Kiper berpostur 187 cm ini baru muncul dalam persepakbolaan elite Eropa pada musim 2011-2012 bersama Borussia Muenchengladbach. Kiprahnya yang gemilang bersama Die Fohlen, membat Ter Stegen diboyong Barcelona dengan fee transfer sebesar € 12 juta atau sekitar Rp 175 miliar pada bulan Mei 2014. Di ajang timnas, sejak 2014, Ter Stegen baru 4 kali dipercayai Joachim Loew mengawal gawang Jerman.

Meski terbilang debutan, baik di La Liga maupun di Liga Champions, Ter Stegen mampu menunjukkan kamampuannya dengan hanya kebobolan 9 gol dari 12 pertandingan.

Menariknya, inilah final Liga Champions pertama bagi Ter Stegen. Karena itu , laga final yang akan di Berlin menjadi kesempatan terbesar bagi Buffon dan Ter Stegen guna mendapatkan gelar juara Liga Champions untuk kali pertama sepanjang karier mereka berdiri di bawah mistar sebagai penjawaga gawang.

Messi Berpeluang Ukir Sejarah di Liga Champions

Cutejapanese.org – Pada laga final Liga Champions di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6) malam waktu setempat atau Minggu (7/6) dini hari WIB. Bintang Barcelona, Lionel Messi, berpeluang menciptakan rekor baru saat tampil menghadapi Juventus.

Seperti dikutip dari situs resmi UEFA, Messi akan menciptakan rekor baru jika mampu menciptakan gol di laga final melawan Juventus.

Jika mampu membuat gol ke gawang I Bianconeri, Messi akan menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak gol di tiga laga final sejak era Liga Champions dimulai pada musim 1992-93.

Sebelumnya striker asal Argentina itu telah mencetak gol di dua laga final Liga Champions pada 2009 dan 2011. Total, Messi telah mencetak dua gol di laga final Liga Champions.

Messi saat ini telah menyamai rekor Raul Gonzalez, Samuel Eto’o, dan Cristian Ronaldo yang juga pernah menciptakan gol di dua laga final Liga Champions.

Raul mencetak gol di final Liga Champions pada 2000 dan 2002, Eto’o menyumbang gol Barcelona di final 2006 dan 2009. Sementara Ronaldo mencetak gol di final Liga Champions 2008 dan 2014.

Peluang Messi untuk menciptakan gol di laga final terbilang sangat terbuka. Pasalnya, pemain asal 27 tahun itu tengah dalam perfoma menanjak. Terakhir, Messi menciptakan dua gol pada final Piala Raja melawan Athletic Bilbao, Sabtu (30/5).

Secara keseluruhan, Messi telah menciptakan 58 gol dari 56 pertandingan di semua ajang kompetisi bersama Barcelona musim ini. Messi sudah mencetak 43 gol di La Liga, lima di Piala Raja, dan 10 di La Liga.

Messi hanya kurang dua gol untuk menyamai torehan rekor terbaiknya yang mampu mencetak 60 gol dalam satu musim, yang ia ciptakan pada musim 2012/2013.

Chiellini Terancam Absen di Final Liga Champions

TURIN, Cutejapanese.org – Juventus terancam tidak diperkuat Giorgio Chiellini pada final Liga Champions 2014-15 saat melawan Barcelona karena mengalami cedera betis saat berlatih bersama rekan-rekannya di Juventus, Rabu (3/6/2015).

Sepanjang musim kompetisi Liga Champions 2014-15, Chiellini selalu menjadi andalan di lini belakang Juventus. Bek berusia 30 tahun itu nyaris tak pernah absen hingga partai semifinal.

“Chiellini harus meninggalkan lapangan karena mengalami cedera pada betisnya hari ini. Kondisinya akan dievaluasi tim dokter pada Kamis (4/6/2015),” demikian pernyataan resmi Juventus.

Meski Chiellini terancam absen pada laga final nanti, kabar baik datang ke kubu Juventus, karena Andrea Barzagli dikabarkan kembali berlatih bersama skuad utama. Barzagli sebelumnya harus menjalani perawatan selama dua pekan karena mengalami cedera otot.

Juventus akan menghadapi Barcelona di Olympiastadion, Sabtu (6/6/2015). Juventus lolos ke final setelah sukses menaklukkan Real Madrid dengan agregat 3-2, sementara Barcelona menyingkirkan Bayern Muenchen dengan agregat 5-3.

Benitez Resmi Latih Madrid

MADRID, Cutejapanese.org – Rafael Benitez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Real Madrid menggatikan Carlo Ancelotti. Benitez dikontrak oleh Madrid dengan durasi tiga tahun. Namun belum diketahui secara pasti berapa gaji yang didapatkan pelatih asal Spanyol tersebut selama membesut Los Blancos. Rumor yang beredar, Benitez mendapat akan mendapat bayaran tak kurang dari empat juta euro per tahun.

Benitez telah sejak lama dikaitkan dengan Real Madrid. Bahkan, namanya sudah digadang-gadang akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti di kursi pelatih Madrid ketika kompetisi Liga Italia 2014-15 belum berakhir.

Sebelum melatih Madrid, Kabarnya Benitez juga didekati oleh beberapa klub papan atas seperti Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Manchester City. Namun semua tawaran itu akhirnya ditolak. Benitez diyakini lebih memilih melatih Madrid karena ingin dekat dengan istri dan kedua anak perempuannya di Spanyol.

Di Madrid, perjalanan karier Benitez sudah pasti akan menemui jalan terjal dan penuh kerikil. Sedikit saja melakukan kesalahan, mantan pelatih Liverpool itu harus siap didepak dari kursi pelatih. Kiprah Ancelotti bisa menjadi contoh sahih, ia dipecat lantaran gagal memberikan satu gelar pun untuk Madrid pada musim 2014-15. Sebuah keputusan yang mengejutkan, mengingat Ancelotti telah mempersembahkan gelar Liga Champions, Copa del Rey, dan Piala Dunia Antarklub bagi Madrid pada tahun lalu.