Loew Berikan Selamat Untuk Bayern

MUNICH, Cutejapanese.org – Pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew dan Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach memberi ucapan selamat kepada Bayern Munich, yang baru saja memastikan titel Bundesliga musim ini dengan empat laga tersisa.

Dengan keunggulan 15 poin Bayern dipastikan tak lagi tergeser dari puncak klasemen Bundesliga berkat kemenangan 1-0 atas Hertha Berlin, Sabtu (25/4/2015), ditambah dengan kekalahan 0-1 yang diderita Wolfsburg di markas Borussia Monchengladbach, Minggu (26/4).

“Fakta bahwa Bayern Munich berhasil memastikan diri jadi kampiun Jerman dengan empat laga tersisa memperlihatkan betapa percaya tim ini sudah mendominasi musim dan saya memberi ucapan selamat buat klub atas titel yang ke-25 dan saya juga angkat topi buat Pep Guardiola dan para pemain, dan juga seluruh manajemen klub atas capaian tersebut,” kata Niersbach seperti dikutip Kicker.de.

Keberhasilan Bayern menjuarai Bundesliga musim ini merupakan yang kali ketiga secara beruntun. Secara keseluruhan, Die Roten mengoleksi 25 titel di kompetisi Liga Jerman, jauh meninggalkan FC Nuremberg sebagai tim tersukses kedua (9 titel) dan Borussia Dortmund (8 titel).

“Selamat kepada Bayern atas titel yang layak mereka dapatkan,” kata Loew

“Secara khusus sayan terkesan dengan Pep Guardiola dan para pemain tim nasional kami (yang ada di Bayern) dan telah membuktikan tetap lapar meraih sukses setelah meraih Piala Dunia lalu.

“Performa Bayern musim ini amat impresif. Dan mereka juga masih bisa meraih dua gelar besar lainnya,” tuturnya.

Setelah mengamankan titel Bundesliga, Bayern masih punya semifinal DFB-Pokal lawan Borussia Dortmund, Rabu (29/4) dinihari WIB, dan juga babak empat besar Liga Champions lawan Barcelona pada tanggal 6 dan 12 Mei depan. Sejauh ini Bayern sudah pernah sekali mencatatkan treble pada tahun 2013, setelah sebelum itu gagal melakukannya di 1999 dan 2010.

Ditengah Badai Cidera, Bayern Rengkuh Titel ke-25

MUNICH, Cutejapanese.org – Menjuarai Bundesliga dengan musim masih menyisakan empat pertandingan, Bayern Munich tampak menjalani musim yang mulus. Tapi nyatanya perjalanan Die Roten tak semudah itu.

Bayern memastikan gelar Liga Jerman ke-25 usai menyaksikan Wolfsburg, yang merupakan peringkat dua di klasemen, takluk 0-1 dari Borussia Moenchengladbach, Minggu (26/4/2015) malam WIB tadi. Hasil yang dipetik rival terdekatnya itu membuat Bayern tak mungkin terkejar lagi di sisa empat laga.

Anak asuh Pep Guardiola mengoleksi nilai 76 dari 30 pekan, unggul 15 angka dari Wolfsburg. Artinya jika Wolfsburg memenangi seluruh pertandingan tersisa dan Bayern kalah di periode yang sama, masih akan menutup musim dengan tertinggal tiga poin.

Jika melihat catatannya, Bayern tampak menjalani musim dengan nyaman. Mereka cuma kalah dua kali sejauh ini, kebobolan hanya 13 gol sementara mencetak 77 gol. Statistik itu merupakan yang terbaik dari seluruh peserta Bundesliga musim ini.

Tapi sejatinya perjalanan mereka tak semudah itu karena musim ini banyak pemainnya mengalami cedera. Sebagai tim yang paling banyak mengirimkan pemain ke tim nasional pada Piala Dunia 2014 lalu (setidaknya 14 pemain), Bayern juga menghadapi fakta bahwa skuat mereka kelelahan hingga akhirnya menambah banyak cedera.

Beberapa nama yang menjalani musim penuh cedera adalah Franck Ribery, David Alaba, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, dan Arjen Robben. Belum lagi Thiago Alcantara, Javi Martinez, dan Holger Badstuber yang sejak awal musim sudah absen karena cedera parah.

Maka tak mengherankan jika Bayern menyebut gelar ke-25 ini sebagai gelar yang terasa kian istimewa, mengingat perjalanannya terbilang menantang.

“Anda bisa menyamakan gelar ke-25 dengan sebuah perayaan hari jadi perak. Mereka menampilkan performa luar biasa di paruh pertama meski usai menjalani Piala Dunia yang menguras energi. Titel ke-25 perlu sebuah perhatian khusus,” kata Presiden Kehormatan Bayern, Franz Beckenbauer dikutip Guardian.

Martinez yang bahkan belum sekalipun tampil di liga musim ini turut menyambut gelar ketiga secara beruntun dengan kegembiraan.

“Menakjubkan bisa memenangi tiga gelar dalam tiga tahun bersama Bayern. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan,” tulisnya di laman twitter pribadinya.

Tumbang di Goodison park, MU Gagal Salip City

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Manchester United menelan pil pahit, saat kalah 0-3 dari Everton pada laga Premier League yang dilangsungkan di Stadion Goodison Park, Liverpool, Minggu (26/4/2015).

Kekalahan ini membuat Manchester United gagal menyalip Manchester City yang berada di posisi ketiga. Manchester United menempati posisi keempat dengan 65 poin dari 34 pertandingan. Adapun Everton naik ke urutan kesepuluh dengan 44 poin dari 34 laga.

Pada laga ini, Daley Blind kembali bermain setelah absen pada laga melawan Chelsea, pekan lalu, karena mengalami cedera. Di kubu Everton, Romelu Lukaku juga kembali tampil usai mengalami cedera selama sebulan.

Namun, kembalinya Blind belum bisa mengembalikan performa apik Manchester United. Blind justru gagal menghentikan sebuah serangan Everton yang dikreasi James McCarthy pada menit ke-5. Alhasil, McCarthy sukses membobol gawang David de Gea untuk membuka keunggulan 1-0 bagi Everton.

Manchester United mencoba bangkit dari gol cepat The Toffees. Pasukan Louis van Gaal itu mencoba memanfaatkan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan Everton.

Dua peluang berhasil diciptakan Manchester United melalui Marouane Fellaini dan Chris Smalling. Namun, kedua kesempatan itu gagal mencetak angka bagi The Red Devils.

Malahan, Everton berhasil mencetak gol kedua pada laga tersebut. Dari sebuah sepak pojok pada menit ke-35, sundulan John Stones sukses menggetarkan jala David De Gea. Bola sempat coba dihalau Ashley Young, namun tetap saja masuk dan membuat Everton unggul 2-0 pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba mengubah komposisi pemain. Fellaini ditarik keluar untuk digantikan dengan Radamel Falcao.

Angel di Maria lalu dimasukkan menggantikan Juan Mata pada menit ke-83. Sementara Everton melakukan pergantian pertama pada menit ke-69 dengan memasukkan Kevin Mirallas untuk mengisi posisi Leon Osman. Rupanya, pergantian pemain Everton lebih jitu ketimbang Manchester United. Pada menit ke-74, Everton mencetak gol ketiga dalam pertandingan tersebut melalui Mirallas. Skor 3-0 pun bertahan hingga laga selesai.

Jual Beli Serangan, Tanpa gol Tercipta

Cutejapanese.org – Untuk memahami dan menganalisis pertandingan antara Arsenal melawan Chelsea semalam, terlebih dahulu kita harus melihat satu baris penuh di tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Chelsea berada pada posisi puncak, jumlah pertandingan mereka masih 33, disaat banyak kesebelasan sudah memainkan 34 pertandingan. Mereka hanya kalah dua kali dan menang 23 kali. Mereka juga kebobolan paling sedkit, yaitu 26 gol saja, dan mencetak 65 gol (terbanyak ke dua setelah Manchester City).

Kemudian jika kita melihat enam pertandingan terakhir mereka: menang 1-0 di West Ham United, imbang 1-1 melawan Southampton, Menang 3-2 di Hull City, menang 2-1 melawan Stoke City, menang 1-0 di Queens Park Rangers, dan menang 1-0 melawan Manchester United; mereka hampir selalu menang tipis dengan selisih satu gol atau paling buruk adalah imbang.

Chelsea musim ini di bawah Jose Mourinho adalah Chelsea yang bukan hanya efektif, tapi juga efisien. Mereka melakukan sedikit, tapi mendapatkan hasil yang terbaik.

Inilah kenapa setelah imbang 0-0 melawan rival merah asal London tersebut, John Terry cs terlihat girang bukan main.

Apakah ini cara yang benar untuk merayakan hasil 0-0? Mungkin jawabannya tidak, tapi lihat kembali tabel klasemen sementara secara menyeluruh, akhirnya kita tahu kenapa The Blues girangnya bukan main.

Chelsea Tanpa Penyerang

Mourinho membawa skuat Chelsea ke Emirates Stadium, kandang Arsenal, hanya dengan satu orang penyerang. Ia adalah Didier Drogba, dan ia duduk di bangku cadangan.

Benar sekali, dari awal pertandingan, Chelsea bermain tanpa penyerang. Hanya Oscar yang diplot sebagai pemain yang berada paling depan (jika kita tidak boleh menyebut Oscar sebagai penyerang).

Bersama Eden Hazard di kiri, Ramires di kanan, dan Willian di belakangnya, empat pemain ini sebenarnya bergantian mengisi pos penyerang Chelsea.
Sementara dari lini tengah, tidak ada hal yang lebih menarik daripada Francesc Fabregas yang kembali ke Emirates, stadion kebanggaan mantan kesebelasannya tersebut.

Hasil Drawing Semi Final Liga Champions 2014-2015

Nyon, Cutejapanese.org – Hasil drawing Semi final Liga Champion 2014-2015 telah dilakukan. Hasilnya Tim Raksasa Spanyol, Barcelona, akan menghadapi Bayern Munich di semifinal Liga Champions. Sementara itu juara bertahan musim lalu, Real Madrid, akan menghadapi Juventus.

Dalam undian yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, Jumat (24/4), mantan penyerang Borussia Dortmund dan Liverpool, Karl-Heinz Riedle, membantu melakukan pengundian. Dari tangannya, diresmikanlah laga Barcelona vs Bayern.

Dengan demikian, pelatih Bayern, Pep Guardiola, akan menghadapi tim yang pernah dibesutnya dan diantarkannya meraih dua gelar juara Liga Champions.

Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan Juventus dan Madrid. Kedua tim pernah bertemu pada final Liga Champions tahun 1998. Ketika itu, Madrid keluar sebagai pemenangnya.

Musim 2002/2003, Juventus dan Madrid juga pernah bertemu di semifinal. Hasilnya, Juventus sukses menyingkirkan Los Blancos dan melaju ke final.

Laga semifinal akan berlangsung pada 5-6 Mei 2015 dan 12-13 Mei 2015. Laga final akan dihelat di Berlin, Jerman, pada tanggal 6 Juni 2015.

Hasil Semifinal Liga Champions

FC Barcelona vs FC Bayern Munich
Juventus vs Real Madrid

Madrid, Barca, Bayern, dan Juve, Empat Tim yang Paling Sering ke 4 Besar

Vistbola.com – Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus sudah maju ke semifinal Liga Champions, ini menegaskan fakta bahwa keempatnya juga merupakan tim-tim yang paling sering menembus babak empat besar ajang bergengsi tersebut.

Dua tiket semifinal baru saja diamankan oleh Madrid dan Juve, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB. Keduanya menyusul Barca dan Bayern yang lebih dulu melangkah, Rabu (22/4/2015) dinihari WIB.

Menurut Infostrada Live, keempat tim tersebut juga merupakan yang terhitung paling sering masuk semifinal Piala/Liga Champions. Ditambah dengan musim ini, Madrid jadi yang paling sering (31), disusul Barca (30), Bayern (25), dan Juve (22).

Melihat catatan tersebut, Juve memang jadi yang paling sedikit jumlah keberhasilannya menembus semifinal, apalagi sudah 12 tahun berlalu sejak Bianconeri mampu menembus babak ini. Tetapi klub Turin itu ditegaskan tidak merasa inferior.

“Saya tak takut dengan siapa pun,” ucap gelandang Juve Arturo Vidal seperti dikutip Football Italia.

“Saya pikir empat tim di semifinal punya kualitasnya masing-masing dan pada hari Jumat kami akan melihat siapa yang kami hadapi, tapi saat ini saya pikir kami sejajar dengan keempatnya,” katanya menegaskan.

Keempat tim tersebut akan mengetahui siapa yang bakal dihadapi di semifinal dalam proses pengundian pada hari Jumat (24/4/2015) besok. Pengundian dilakukan secara terbuka, artinya setiap klub bisa berhadapan dengan siapapun.

Laga semifinal pertama akan dilangsungkan pada 5 dan 6 Mei, sementara leg kedua dilangsungkan tujuh hari berselang, 12 and 13 Mei 2015. Sementara final Liga Champions bakal dilaksanakan di Berlin pada 6 Juni 2015.

Juventus Tembus Babak Semifinal Liga Champions

MONACO, Cutejapanese.org – Tiket babak empat besar Liga Champions berhasil diraih Juventus menyusul hasil 0-0 di partai leg kedua babak 8 besar menghadapi Monaco. Sudah 12 tahun berlalu sejak kali terakhir Juve menembus babak itu.

Satu gol dari Arturo Vidal pada partai leg pertama di Turin tengah pekan lalu menjadi pembeda nasib Juve dan Monaco setelah pertemuan kedua di Stade Louis II, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB, berakhir imbang kacamata.

Dalam usaha mengamankan hasil di leg pertama sendiri, Bianconeri dicatat Opta sudah menurunkan starting XI tertua dalam sejarah klub tersebut (31 tahun, 28 hari) ketika menyambangi markas Monaco.

Hasil itu terbukti baik untuk si ‘Nyonya Tua’ yang kini akan menghadapi lawan berat lainnya Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Munich, di babak empat besar. Sejak tahun 2002-2003, baru kali ini lagi Juve mampu menembus babak semifinal Liga Champions.

“Saya akan katakan itu merupakan sebuah Juve yang dewasa. Kami memainkan sebuah laga berat dengan menggunakan kepala dan kami telah melakukan apa yang perlu kami lakukan agar maju,” kata Vidal

Carlo Ancelotti Bidik Final Lagi

MADRID, Cutejapanese.org – Berkat kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid di leg II, Real Madrid sukses melaju ke semifinal Liga Champions. Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menyebut timnya siap menghadapi siapa pun di semifinal dan membidik final untuk kedua kali dalam dua musim beruntun.

Berkat kemenangan yang diraih di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (23/4) dinihari WIB, tersebut, Madrid unggul agregat 1-0. Sebelumnya, kedua kesebelasan bermain imbang 0-0 pada leg pertama di Vicente Calderon pekan lalu.

Kemenangan Madrid ditentukan oleh pemain yang dipinjam dari Manchester United, Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Bagi penyerang asal Meksiko itu sendiri, menjadi pahlawan kemenangan Madrid adalah kepuasan tersendiri. Bukan apa-apa, Chicharito belakangan dikabarkan tidak akan dipertahankan oleh United dan dipersilakan untuk mencari klub lain pada musim panas.

Di sisi lain, Ancelotti mengaku puas melihat performa anak-anak asuhnya. Dia menyebut, Atletico adalah tim yang tangguh dan bisa mendominasi mereka adalah sebuah kesuksesan besar.

Catatan Bagus Terhenti, Simeone Tetap Pulang dengan Kepala Tegak

MADRID, Cutejapanese.org – Tak ada penyesalan yang terpancar dari pelatih Atletico, Diego Simeone. Meskipun kecewa dengan kekalahan Atletico Madrid di tangan rival sekota, Real Madrid, Simeone mengaku bangga karena timnya sudah memberikan perlawanan sebaik-baiknya.

Atletico kalah 0-1 pada leg II perempatfinal Liga Champions yang digelar di Santiago Bernabeu, Kamis (23/4) dinihari WIB. Dengan demikian, Atletico tersingkir dengan agregat 0-1.

Kekalahan tersebut membuat catatan bagus Atletico atas Madrid terhenti. Pertemuan di Bernabeu dinihari tadi merupakan pertemuan kedelapan kedua kesebelasan musim ini. Dalam tujuh pertemuan sebelumnya skuat besutan Diego Simeone meraih empat kemenangan, sementara tiga lainnya berkesudahan imbang.

Meski terhenti di perempatfinal, setelah pada musim sebelumnya melaju sampai partai final, Simeone puas dengan performa anak-anak asuhnya di Liga Champions. Menurutnya, yang terpenting timnya sudah tampil dengan mengerahkan kemampuan terbaik.

“Waktu kecil, saya diajari untuk berkompetisi sebaik-baiknya. Ketika saya sudah bertarung dengan kemampuan terbaik dan tetap kalah, saya tetap pulang dengan kebanggaan,” ujar Simeone di situs resmi UEFA.

Seperti biasa, pada laga dinihari tadi, Atletico tidak mengandalkan penguasaan bola. Namun, mereka bermain dengan intensitas biasa.

Menurut Simeone, satu-satunya kelemahan Atletico adalah kesulitan menghadapi tekanan Madrid di sepuluh menit pertama. Meski Madrid mendominasi penguasaan bola, pelatih asal Argentina itu menilai bahwa timnya bisa menutup ruang dengan baik.

“Saya pikir, kami kesulitan di 10 menit pertama. Kami sulit untuk mempertahankan bola ketika mereka menekan dengan intensitas tinggi.”

“Namun, setelahnya pertandingan berjalan seimbang. Mereka memang menguasai bola lebih banyak, tapi kami menutup ruang lebih baik,” kata Simeone.

Atletico Fokus Finis Ketiga di Liga

MADRID, Cutejapanese.org – Kiprah Atletico Madrid di Liga Champions berakhir setelah disingkirkan rival sekota mereka, Real Madrid. Atletico kini tinggal fokus memenuhi target terakhirnya di musim ini dengan finis ketiga La Liga.

Gol tunggal Javier Hernandez memastikan Los Rojiblancos terdepak dengan agregat 0-1 dari Madrid. Hasil ini menandai kegagalan Atletico mengulang mencapaian di musim sebelumnya di mana mereka sukses menjejakkan kaki di final.

Hal ini membuat Atletico tinggal fokus ke La Liga, menyusul kegagalan mereka di Copa del Rey. Walau begitu, Atletico tidak bertangan hampa di 2014-2015 karena di awal musim ini mereka sudah menggenggam trofi Super Spanyol usai menundukkan Real Madrid dengan agregat 2-1.

Atletico kini duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 69 poin. Namun posisinya masih belum aman karena Valencia di bawahnya hanya terpaut empat poin dengan enam laga tersisa, yang mana diantaranya mereka masih akan menjamu Barcelona.

“Kami di antara delapan klub terbaik di Eropa, yang mana ini bukan hal yang mudah. Jika para pemain memberikan segalanya seperti hari ini maka fans Atletico mestinya gembira dan bangga dengan para pemain yang mereka miliki,” ucap pelatih Atletico Diego Simeone setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

“Targetnya adalah sesuatu yang selalu kami punya. Dengan memenangi Piala Super di awal musim dan mengakhirinya di posisi ketiga adalah target yang diperlukan klub ini,” ucap dia di situs resmi klub.

Dilanjutan kompetisi La Liga, Atletico akan menjamu Elche di Vicente Calderon pada Sabtu (25/4) malam WIB.