Madrid, Barca, Bayern, dan Juve, Empat Tim yang Paling Sering ke 4 Besar

Vistbola.com – Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus sudah maju ke semifinal Liga Champions, ini menegaskan fakta bahwa keempatnya juga merupakan tim-tim yang paling sering menembus babak empat besar ajang bergengsi tersebut.

Dua tiket semifinal baru saja diamankan oleh Madrid dan Juve, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB. Keduanya menyusul Barca dan Bayern yang lebih dulu melangkah, Rabu (22/4/2015) dinihari WIB.

Menurut Infostrada Live, keempat tim tersebut juga merupakan yang terhitung paling sering masuk semifinal Piala/Liga Champions. Ditambah dengan musim ini, Madrid jadi yang paling sering (31), disusul Barca (30), Bayern (25), dan Juve (22).

Melihat catatan tersebut, Juve memang jadi yang paling sedikit jumlah keberhasilannya menembus semifinal, apalagi sudah 12 tahun berlalu sejak Bianconeri mampu menembus babak ini. Tetapi klub Turin itu ditegaskan tidak merasa inferior.

“Saya tak takut dengan siapa pun,” ucap gelandang Juve Arturo Vidal seperti dikutip Football Italia.

“Saya pikir empat tim di semifinal punya kualitasnya masing-masing dan pada hari Jumat kami akan melihat siapa yang kami hadapi, tapi saat ini saya pikir kami sejajar dengan keempatnya,” katanya menegaskan.

Keempat tim tersebut akan mengetahui siapa yang bakal dihadapi di semifinal dalam proses pengundian pada hari Jumat (24/4/2015) besok. Pengundian dilakukan secara terbuka, artinya setiap klub bisa berhadapan dengan siapapun.

Laga semifinal pertama akan dilangsungkan pada 5 dan 6 Mei, sementara leg kedua dilangsungkan tujuh hari berselang, 12 and 13 Mei 2015. Sementara final Liga Champions bakal dilaksanakan di Berlin pada 6 Juni 2015.

Juventus Tembus Babak Semifinal Liga Champions

MONACO, Cutejapanese.org – Tiket babak empat besar Liga Champions berhasil diraih Juventus menyusul hasil 0-0 di partai leg kedua babak 8 besar menghadapi Monaco. Sudah 12 tahun berlalu sejak kali terakhir Juve menembus babak itu.

Satu gol dari Arturo Vidal pada partai leg pertama di Turin tengah pekan lalu menjadi pembeda nasib Juve dan Monaco setelah pertemuan kedua di Stade Louis II, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB, berakhir imbang kacamata.

Dalam usaha mengamankan hasil di leg pertama sendiri, Bianconeri dicatat Opta sudah menurunkan starting XI tertua dalam sejarah klub tersebut (31 tahun, 28 hari) ketika menyambangi markas Monaco.

Hasil itu terbukti baik untuk si ‘Nyonya Tua’ yang kini akan menghadapi lawan berat lainnya Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Munich, di babak empat besar. Sejak tahun 2002-2003, baru kali ini lagi Juve mampu menembus babak semifinal Liga Champions.

“Saya akan katakan itu merupakan sebuah Juve yang dewasa. Kami memainkan sebuah laga berat dengan menggunakan kepala dan kami telah melakukan apa yang perlu kami lakukan agar maju,” kata Vidal

Carlo Ancelotti Bidik Final Lagi

MADRID, Cutejapanese.org – Berkat kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid di leg II, Real Madrid sukses melaju ke semifinal Liga Champions. Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menyebut timnya siap menghadapi siapa pun di semifinal dan membidik final untuk kedua kali dalam dua musim beruntun.

Berkat kemenangan yang diraih di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (23/4) dinihari WIB, tersebut, Madrid unggul agregat 1-0. Sebelumnya, kedua kesebelasan bermain imbang 0-0 pada leg pertama di Vicente Calderon pekan lalu.

Kemenangan Madrid ditentukan oleh pemain yang dipinjam dari Manchester United, Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Bagi penyerang asal Meksiko itu sendiri, menjadi pahlawan kemenangan Madrid adalah kepuasan tersendiri. Bukan apa-apa, Chicharito belakangan dikabarkan tidak akan dipertahankan oleh United dan dipersilakan untuk mencari klub lain pada musim panas.

Di sisi lain, Ancelotti mengaku puas melihat performa anak-anak asuhnya. Dia menyebut, Atletico adalah tim yang tangguh dan bisa mendominasi mereka adalah sebuah kesuksesan besar.

Catatan Bagus Terhenti, Simeone Tetap Pulang dengan Kepala Tegak

MADRID, Cutejapanese.org – Tak ada penyesalan yang terpancar dari pelatih Atletico, Diego Simeone. Meskipun kecewa dengan kekalahan Atletico Madrid di tangan rival sekota, Real Madrid, Simeone mengaku bangga karena timnya sudah memberikan perlawanan sebaik-baiknya.

Atletico kalah 0-1 pada leg II perempatfinal Liga Champions yang digelar di Santiago Bernabeu, Kamis (23/4) dinihari WIB. Dengan demikian, Atletico tersingkir dengan agregat 0-1.

Kekalahan tersebut membuat catatan bagus Atletico atas Madrid terhenti. Pertemuan di Bernabeu dinihari tadi merupakan pertemuan kedelapan kedua kesebelasan musim ini. Dalam tujuh pertemuan sebelumnya skuat besutan Diego Simeone meraih empat kemenangan, sementara tiga lainnya berkesudahan imbang.

Meski terhenti di perempatfinal, setelah pada musim sebelumnya melaju sampai partai final, Simeone puas dengan performa anak-anak asuhnya di Liga Champions. Menurutnya, yang terpenting timnya sudah tampil dengan mengerahkan kemampuan terbaik.

“Waktu kecil, saya diajari untuk berkompetisi sebaik-baiknya. Ketika saya sudah bertarung dengan kemampuan terbaik dan tetap kalah, saya tetap pulang dengan kebanggaan,” ujar Simeone di situs resmi UEFA.

Seperti biasa, pada laga dinihari tadi, Atletico tidak mengandalkan penguasaan bola. Namun, mereka bermain dengan intensitas biasa.

Menurut Simeone, satu-satunya kelemahan Atletico adalah kesulitan menghadapi tekanan Madrid di sepuluh menit pertama. Meski Madrid mendominasi penguasaan bola, pelatih asal Argentina itu menilai bahwa timnya bisa menutup ruang dengan baik.

“Saya pikir, kami kesulitan di 10 menit pertama. Kami sulit untuk mempertahankan bola ketika mereka menekan dengan intensitas tinggi.”

“Namun, setelahnya pertandingan berjalan seimbang. Mereka memang menguasai bola lebih banyak, tapi kami menutup ruang lebih baik,” kata Simeone.

Atletico Fokus Finis Ketiga di Liga

MADRID, Cutejapanese.org – Kiprah Atletico Madrid di Liga Champions berakhir setelah disingkirkan rival sekota mereka, Real Madrid. Atletico kini tinggal fokus memenuhi target terakhirnya di musim ini dengan finis ketiga La Liga.

Gol tunggal Javier Hernandez memastikan Los Rojiblancos terdepak dengan agregat 0-1 dari Madrid. Hasil ini menandai kegagalan Atletico mengulang mencapaian di musim sebelumnya di mana mereka sukses menjejakkan kaki di final.

Hal ini membuat Atletico tinggal fokus ke La Liga, menyusul kegagalan mereka di Copa del Rey. Walau begitu, Atletico tidak bertangan hampa di 2014-2015 karena di awal musim ini mereka sudah menggenggam trofi Super Spanyol usai menundukkan Real Madrid dengan agregat 2-1.

Atletico kini duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 69 poin. Namun posisinya masih belum aman karena Valencia di bawahnya hanya terpaut empat poin dengan enam laga tersisa, yang mana diantaranya mereka masih akan menjamu Barcelona.

“Kami di antara delapan klub terbaik di Eropa, yang mana ini bukan hal yang mudah. Jika para pemain memberikan segalanya seperti hari ini maka fans Atletico mestinya gembira dan bangga dengan para pemain yang mereka miliki,” ucap pelatih Atletico Diego Simeone setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

“Targetnya adalah sesuatu yang selalu kami punya. Dengan memenangi Piala Super di awal musim dan mengakhirinya di posisi ketiga adalah target yang diperlukan klub ini,” ucap dia di situs resmi klub.

Dilanjutan kompetisi La Liga, Atletico akan menjamu Elche di Vicente Calderon pada Sabtu (25/4) malam WIB.

Ramos : Malam Magis buat Madrid

MADRID, Cutejapanese.org – Real Madrid akhirnya memastikan satu tempat di semifinal Liga Champions dengan kemenangan agregat 1-0 atas Atletico Madrid. Sergio Ramos menyebut momen itu sebagai malam magis buat El Real.

Tiket itu baru didapatkan Madrid pada leg kedua yang bergulir di Santiago Bernabeu pada Kamis (23/4/2015) dinihari WIB. Leg pertama pertemuan kedua tim itu berakhir imbang 0-0.

Adalah satu gol Javier ‘Chicharito’ Hernandez yang menyelamatkan Los Blancos. Gol itu sekaligus membuat Madrid akhirnya bisa menang atas tim besutan Diego Simeone setelah final Liga Champions musim lalu.

Sebelumnya tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut memang tak pernah meraih hasil positif dalam tujuh Derby Madrid setelah itu. Empat laga diselesaikan Madrid dengan kekalahan dan tiga lainnya berakhir seri.

Sergio Ramos menyebut malam kemenangan itu sebagai malam yang luar biasa. Laga itu dianggap sebagai sebuah balas dendam di saat yang tepat.

“Ini malam yang penuh magis. Ini sebuah pertandingan menghadapi lawan yang memiliki level tinggi sehingga membutuhkan pengorbanan besar dan pertandingan yang sangat intensif,” kata Ramos seperti dikutip situs resmi klub.

“Atletico adalah juara bertahan La Liga dan kami belum meraih kemenangan atas mereka belakangan ini. Madrid akhirnya bisa tampil oke dan bisa mengalahkan kualitas dan tempo mereka malam ini.

“Sepakbola selalu memberimu kesempatan untuk balas dendam dan itu sungguh manis. Cara lebih indah apalagi ketimbang bisa menang dan memastikan langkah ke semifinal Liga Champions di markas sendiri? Sebuah malam magis ketika olahraga memberimu kesempatan untuk melewati sebuah pengalaman menakjubkan. Kami memang layak untuk lolos,” tegasnya.

Chicharito Bayar Tuntas Kepercayaan Ancelotti

MADRID, Cutejapanese.org – Carlo Ancelotti memberi kesempatan tampil sebagai starter untuk Javier Hernandez di laga krusial melawan Atletico Madrid dan berujung gol kemenangan yang dicetaknya. Ancelotti pun puas Chicharito membayar tuntas kepercayaan darinya. Badai cedera yang menghantam lini utama Madrid, membuat Ancelotti harus memutar otak untuk menyusun tim yang akan bermain di leg kedua perempatfinal Liga Champions.

Akhirnya Ancelotti memutuskan untuk menurunkan Chicharito untuk berduet dengan Cristiano Ronaldo dalam formasi 4-4-2. Keputusan ini tentu dipertanyakan mengingat Chicharito sangat jarang tampil dan lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Pemain asal Meksiko itu hanya tampil sebanyak 25 kali musim ini dengan waktu bermain tak lebih dari 900 menit. Tapi Chicharito memberi jawaban atas segala keraguan yang selama ini membayangi dirinya sejak Ancelotti memutuskan menjadikannya starter.

Setelah beberapa peluang yang dimilikinya, Chicharito akhirnya mampu membuat perubahan melalui gol di menit ke-88 dari tujuh tembakan yang dilepaskannya di pertandingan tersebut. Gol itu memecah kebuntuan dan menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga itu, dan meloloskan Madrid ke semifinal Liga Champions.

Alhasil Chicharito yang sepanjang musim ini bukan siapa-siapa, tiba-tiba jadi sosok yang dielu-elukan oleh Madridistas yang memadati Santiago Bernabeu dinihari WIB.

“Dia adalah solusi fantastis karena dia bermain sangat baik dengan intensitas tinggi,” tutur Ancelotti.

“Dia pantas mendapatkannya karena dia tidak banyak bermain musim ini, tapi ketika aku minta dia bermain, dia sudah siap,” sambungnya.

“Dia orangnya profesional dan aku turut senang untuknya,” demikian Ancelotti.

PSSI Dibekukan, Menpora Minta Kapolri Tak Beri Izin ISL

Cutejapanese.org – Pihak Kepolisian Republik Indonesia kembali mendapat surat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI untuk tidak memberi izin keramaian apabila kompetisi ISL kembali digulirkan oleh PSSI/PT Liga Indonesia.

Surat bernomor 01386/Menpora/IV/2015 tertanggal 20 April 2015 itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi, dengan tembusan antara lain kepada Wakil Presiden RI, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sekretaris Kabinet, Ketua Umum KONI dan KOI.

Surat tersebut mengingatkan polisi tentang dua hal, terkait pembekuan PSSI oleh negara pada 17 April lalu.

“Seluruh kegiatan PSSI tidak diakui pemerintah, sehingga setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk hasil keputusan Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yg terkait.

“Kedua, meminta kepada seluruh jajaran pemerintah di tingkat pusat dan daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitas kepada pengurus PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaannya sampai dengan terpilih kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

“Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai implikasi hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap PSSI, mohon kiranya Saudara untuk tidak memberikan izin keramaian pada penyelenggaraan kompetisi ISL 2015, kepada PSSI dan/atau PT Liga Indonesia yang penyelenggaraannya akan dilanjutkan pada tanggal 25 April 2015.”

Menpora sebelumnya juga pernah mengirimi Kapolri surat supaya tidak memberi izin keramaian untuk pertandingan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya, yang dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Namun kala itu kedua tim tetap bertanding, sementara polisi “hanya” berjaga-jaga di luar stadion untuk menjaga ketertiban.

Selangkah Lagi Juve ke Semifinal

MONACO, Cutejapanese.org – Meski mendominasi Serie A dalam beberapa tahun terakhir, namun Juventus masih memble dilevel Eropa. Juventus berambisi lolos ke semifinal untuk menghapus keraguan terhadap kemampuan mereka.
Juve terbukti telah merajai Italia dengan merengkuh hat-trick Scudetto secara beruntun. Di 2014-15, Bianconeri di ambang titel liga keempat menyusul keunggulan 15 poin dari rival-rival terdekatnya padahal kompetisi tinggal menyisakan tujuh pertandingan saja.

Dominasi Juventus di Italia sendiri semakin diperkuat pada musim ini. Pasukan Massimilliano Allegri itu berpeluang meraih gelar domestik ganda setelah sukses menembus final di mana mereka akan berhadapan dengan Lazio.
Walau perkasa di dalam negeri, tapi grafik sebaliknya terjadi di Liga Champions. Sejak kembali ke kompetisi antarklub tertinggi ini pada 2012-13 setelah beberapa musim absen, prestasi tertinggi Juventus hanya mampu melaju hingga perempatfinal.

Malam ini (22/4/2015) Juve akan mencoba menumpas AS Monaco saat bertandang ke Stade Louis II dalam laga leg II babak perempatfinal. Dengan keunggulan 1-0 di leg pertama, ‘Si Nyonya Besar’ tinggal butuh minimal hasil seri untuk lolos ke semifinal pertamanya sejak 2003.

“Aku sepenuhnya bahwa ini adalah pertandingan yang sangat penting untukku, rekan-rekan setimku, dan seluruh klub,” ucap kiper sekaligus kapten Juve Gianluigi Buffon di Football Italia.
“Aku rasa ini membuktikan bahwa jika kami lolos dari babak ini, Juventus sedang berkembang dan akan menempatkan sebuah penanda pada level pembuktian di Eropa apabila masih ada yang meragukan bahwa kami sudah kembali.”
“Oleh karena itu akan membantu menekan lawan dan membangun kembali kebanggaan kami,” imbuh Buffon.

Simeone : Pemain Pengganti Madrid Juga Berbahaya

MADRID, Cutejapanese.org – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku tak mememikirkan keuntungan dari badai cedera yang melanda Real Madrid saat ini. Simeone mengaku lebih tertarik bagaimana timnya bisa menghancurkan Madrid saat kedua tim bertemu pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (23/4/2015) dini hari WIB.

Madrid dipastikan tanpa diperkuat beberapa pilar utamanya seperti Luka Modric, Gareth Bale, dan Karim Benzema, pada pertandingan nanti. Absennya ketiga pemain tersebut tentu saja akan mengurangi kekuatan Madrid yang mengincar kemenangan untuk meraih tiket semifinal.

Hasil imbang tanpa gol pada pertemuan pertama membuat El Real wajib meraih kemenangan dikandang. Sementara Atletico sendiri hanya membutuhkan hasil seri dengan gol. Atletico pun difavoritkan melangkah ke semifinal, karena tak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Madrid. Dari tujuh pertemuan kedua tim tersebut, Atletico sukses meraih empat kemenangan.

“Kami tidak memiliki tekanan. Kami memiliki sebuah tanggung jawab karena tim telah menjadi kompetitif dan bermain baik. Namun, tekanan adalah sesuatu yang lain,” kata Simeone.

“Saya lebih tertarik bagaimana kami bisa menyakiti mereka dan saya tidak berpikir soal cedera Luka Modric dan Gareth Bale. Pemain pengganti yang lama berada di bangku cadangan juga berbahaya. Kami fokus terhadap persiapan dan kami hanya berpikir soal diri kami sendiri. Intensitas permainan pada leg pertama adalah penampilan terbaik pada musim ini. Itu adalah direct game dan itu yang diharapkan dari tim terbaik dunia,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Simeone berharap Mario Mandzukic bugar sehingga bisa tampil dengan Antoine Griezmann pada pertandingan nanti.

“Dia berlatih baik kemarin. Kami lihat bagaimana perasaannya pada sesi latihan Selasa. Kami berharap dia baik sehingga bisa bermain. Saya ingin semua pemain bermain dan tidak mudah menentukan susunan pemain. Saya sudah memiliki bayangan dan mereka yang akan tahu lebih dulu. Kami memiliki pemain luar biasa di lini pertahanan dan saya memiliki masalah memilih pemain yang tepat untuk laga yang juga tepat,” lanjutnya