Juve Gagal Raih Hasil Maksimal di Laga Pamungkas Seri-A

VERONA, Cutejapanese.org – Juara Seria, Juventus meraih hasil kurang maksimal saat mengakhiri kompetisi Serie-A. Sempat unggul terlebih dulu, Si Nyonya Besar dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Hellas Verona, pada laga pamungkas Serie-A yang digelar di Stadion Marcantonio Bentegodi, Sabtu (30/5/2015).

Gol pertama Juve disarangkan oleh Roberto Pereyra pada menit ke-42. Pereyra berhasil menciptakan gol dengan sangat luar biasa. Ia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Kiper Rafael hanya mampu terdiam melihat bola masuk ke dalam gawang yang dijaganya.

Pada menit ke-48, Verona sempat menyamakan kedudukan melalui aksi Luca Toni. Menerima umpan dari Emil Hallfredsson, Toni berhasil menyarangkan bola ke tiang dekat. Gol ini merupakan gol ke-22 pemain asal Italia tersebut.

Namun, kedudukan imbang 1-1 hanya bertahan sembilan menit. Juve kembali unggul berkat gol yang diciptakan Fernando Llorente. Andrea Pirlo yang melihat pergerakkan Padoin masuk ke dalam kotak penalti, berhasil menberikan umpan chip. Padoin kemudian memberikan umpan pendek kepada Llorente. 2-1 Juve unggul.

Juve sempat mendapatkan hadiah penalti saat Llorente dilanggar Rafa Marquez di kotak terlarang. Namun sayang, Calos Tevez yang maju sebagai eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna, setelah bola hasil tembakannya mampu ditepis Rafael.

Pada menit ke-90+2, Juve dipaksa bermain dengan 10 pemain saat Simone Pepe dikartumerahkan oleh wasit. Keadaan ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Verona. Tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Juanito. Gol itu membuat Juve harus puas mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang 2-2.

Secara keseluruhan, I Bianconeri berhasil mengoleksi 87 poin. Gianluigi Buffon dan kawan-kawan pun total mengoleksi 26 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan hanya tiga kali menelan kekalahan.

Sepp Blatter Kembali Terpilih Sebagai Presiden FIFA

ZURICH, Cutejapanese.org – Joseph S. Blatter akhirnya kembali terpilih menjadi presiden FIFA untuk periode empat tahun ke depan. Pria berusia 78 tahun ini memenangi voting melawan Pangeran Ali Al Hussein dalam pemilihan yang berlangsung Jumat (29/5/2015) di Zurich, Swiss.

Dengan demikian, Blatter sudah menjabat sebagai orang nomor satu di FIFA selama lima periode berturut-turut. itu artinya, dia akan menggenapkan kekuasaannya selama 20 tahun sebagai presiden FIFA.

Menurut jadwal seharusnya proses pemilihan ini akan berlangsung hingga putaran kedua, karena pada putaran pertama tidak ada kandidat yang memperoleh suara mayoritas yakni mendapatkan dua pertiga suara dari total 209 voter. Blatter, yang sejak awal telah diperkirakan akan melenggang mulus dan menjadi pemenang, mendapatkan 133 suara sedangkan Pangeran Ali memperoleh 73 suara – artinya ada tiga suara yang tidak memilih.

Namun ketika putaran kedua akan dimulai, mendadak Pangeran Ali memilih mundur dari bursa pencalonan presiden FIFA. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi alasan Pangeran Ali melakukan hal itu. Dengan demikian, Blatter secara resmi terpilih kembali menjadi Presiden FIFA sebagai pemimpin badan sepakbola tertinggi dunia untuk kelima kalinya.

Redam Trio MSN, Bilbao Siapkan Tiga Bek Tengah

BILBAO, Cutejapanese.org – Menghadapi tim sekuat Barcelona di Camp Nou, Pelatih Athletic Bilbao, Ernesto Valverde, mempersiapkan strategi khusus. Ia menyiapkan formasi 5-3-2 untuk laga melawan Barcelona pada final Copa del Rey 2015 yang akan dihelat Stadion Camp Nou, Barcelona, minggu (31/5/2015) dini hari WIB.

Selama ini, Bilbao lebih sering menggunakan formasi 4-3-3 pada kompetisi Divisi Primera, Copa del Rey, maupun Liga Europa. Namun, Valverde ternyata beberapa kali menggunakan strategi tiga bek tengah.

Sebenarnya formasi 5-3-2 yang diterapkan Bilbao gagal total saat mereka menjamu Torino pada laga Liga Europa, Februari 2015 silam. Saat itu, Bilbao tersingkir oleh Torino karena kalah agregat 4-5.

Namun, pelatih Valverde berdalih, gagalnya Bilbao meredam barisan penyerang Torino, karena mereka menggunakan dua striker. Dengan komposisi tiga bek tengah, terdapat celah di antara para bek Bilbao yang mampu dimanfaatkan dan bisa ditembus dengan mudah dua penyerang Torino saat itu.

Sementara disisi lain, Barcelona sudah dapat dipastikan menggunakan tiga penyerang sekaligus seperti biasa mereka terapkan. Kabar pulihnya Suarez dari Cedera, disinyalir akan menambah daya dobrak Barca dengan Trio MSN-nya (Messi-Suarez_Neymar). Karena faktor itulah, Bilbao sangat besar kemungkinan memasang trio Xabier Etxeita, Carlos Gurpegui, dan Aymeric Laporte sebagai bek tengah untuk menahan laju serangan Trio MSN Barcelona.

Pulih dari Cedera, Suarez Siap Tampil di Final Copa del Rey

BARCELONA, Cutejapanese.org – Kabar baik tengah menghampiri kubu Barcelona, Jelang Final Copa del Rey yang akan diadakan pada sabtu 31 Mei 2015 dini hari WIB. Melalui Pelatihnya, Luis Enrique, Barcelona memberitakan bahwa penyerang mereka Luis Suarez telah pulih dari cedera dan sudah bisa dimainkan untuk laga final Copa del Rey yang akan di helat di Camp Nou.

“Ia baik-baik saja. Ia sudah berlatih sepanjang pekan ini dan pada dasarnya, ia sudah bisa bermain seperti pemain lain dalam skuat,” ujar Enrique.

Suarez yang merupakan mantan striker Liverpool itu terlihat sudah mulai ikut bergabung dalam sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya di Barcelona pada pekan ini. Pemain asal Uruguay itu telah absen sejak di pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions menghadapi Bayern Muenchen pada 13 Mei 2015 yang lalu, karena mengalami cedera hamstring pada kakinya.

Akan tetapi, saat ini Suarez sudah fit dan siap untuk diturunkan pada partai Final Copa Del Rey melawan Athletic Bilbao di Camp Nou. Kabar Pulihnya Suarez tentu saja menjadi angin segar bagi Barca yang bertekad untuk meraih gelar kedua mereka musim ini. Setelah sebelumnya, La Blaugrana sukses mengunci gelar pertama mereka saat memastikan diri menjadi juara La Liga Spanyol pekan lalu setelah mampu menaklukkan Atletico Madrid dihadapan para pendukungnya 0-1.

Kalahkan Dnipro, Sevilla Juara dan Ukir Sejarah di Liga Europa

WARSAWA, Cutejapanese.org — Sevilla mengukir sejarah baru sebagai tim pertama yang mampu menjuarai Liga Europa sebanyak empat kali. Prestasi itu ditorehkan Sevilla setelah mengalahkan wakil Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk, 3-2, pada laga final Liga Europa yang dilaksanakan di Warsawa, Polandia, Rabu (27/5).

Dalam laga tersebut Sevilla sempat lebih dulu tertinggal. Dnipro mencetak gol pertama saat permainan belum genap 10 menit. Tepatnya pada menit ke-7, Dnipro sudah unggul lewat gol yang disarangkan Nikola Kalinic.

Namun, Grzegorz Krychowiak berhasil membuat Sevilla menyamakan kedudukan lewat golnya pada menit ke-28 ke gawang Dnipro. Carlos Bacca membuat Sevilla berbalik unggul pada menit ke-31 sebelum posisi kembali diimbangi oleh gol Dnipro yang dicetak oleh Ruslan Rotan pada menit ke-44.

Setelah jeda babak pertama, kedua tim tetap tampil menyerang. Peluang demi peluang berhasil diciptakan oleh kedua kesebelasan. Dan akhirnya gol kemenangan Sevilla diciptakan kembali oleh Bacca pada menit ke-73. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah 3-2 untuk kemenangan Sevilla.

Meskipun di klasmen akhir Liga Spanyol musim 2014/15 Sevilla berada di peringkat kelima dan hanya berhak mengantongi tiket ke Liga Europa. Namun, dengan menjadi juara Liga Europa, Sevilla otomatis memiliki satu tempat di babak utama Liga Champions untuk musim depan.

Pelatih Sevilla Unai Emery mengatakan, tim asuhannya harus berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan Dnipro. Dia juga menambahkan, gelar juara kali ini merupakan hasil kerja keras para pemain dan tim karena para seteru tidaklah lebih buruk dari pada Sevilla.

“Kami melalui pertandingan yang berat di semua partai pertarungan. Namun, setelah babak pertama usai, saya bicara dengan para pemain. Saya katakan bahwa kompetisi ini telah sekian banyak menguras energi mereka. Semua itu kami lakukan untuk mengejar momen seperti malam ini. Oleh karena itu, kami harus menikmati permainan,” kata Emery.

9 Pejabat FIFA Menjadi Tersangka Korupsi

New York, Cutejapanese.org : Dugaan yang menyebutkan FIFA sebagai sarang para koruptor akhirnya terbukti. Setelah menjadi teka-teki, identitas enam pejabat FIFA yang ditangkap FBI di Hotel Baur au Lac, Zurich, Swiss, Rabu dini hari tadi akibat kasus korupsi akhirnya terungkap.

Kabar yang dirilis New York Times, ada total 14 pejabat FIFA yang ditangkap. Jika sebelumnya banyak media menyebut FBI menangkap enam pejabat FIFA, dalam rilis terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat, pejabat FIFA yang ditangkap berjumlah sembilan orang.

Mereka diantaranya adalah, wakil Presiden FIFA Jeffrey Webb, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Eugenio Figueredo, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin, dan Nicolas Leoz.

Empat terdakwa lainnya berasal dari perusahaan pemasaran atau periklanan yang merupakan rekanan FIFA. Mereka tersebut adalah Alejandro Burzaco, Aaron Davidson, dan Hugo and Mariano Jinkis. Sementara satu terdakwa lain, yakni Jose Margulies merupakan mantan pengusaha periklanan yang bertindak sebagai fasilitator antara FIFA dan perusahaan iklan.

Mereka dikenakan dakwaan atas beberapa praktik kotor di FIFA yang telah berlangsung selama kurang lebih 24 tahun, seperti kasus suap, pencucian uang, penipuan, hingga pemilihan tuan rumah Piala Dunia yang melibatkan Rusia (2018) dan Qatar (2022). Selama lebih dari dua dekade menjalani praktik kotor tersebut, mereka dikabarkan berhasih meraup uang hingga USD100 juta lebih.

Penangkapan ini tentu saja sangat mengejutkan, karena tujuh petinggi FIFA di atas ditangkap saat akan menghadiri Kongres FIFA ke-65 di Zurich, Swiss, Jumat 29 Mei mendatang. Agenda Kongres ini sendiri adalah memilih Presiden FIFA di mana incumbent Sepp Blatter akan bertarung dengan Pangeran Yordania, Prince Ali bin Husein yang juga menjabat Wakil Presiden FIFA untuk kawasan Asia.

Berikut nama-nama 9 pejabat FIFA yang ditangkap FBI:

1. Jeffrey Webb: Wakil Presiden FIFA, Anggota Komite Eksekutif FIFA, Presiden CONCACAF, Anggota Komite Eksekutif Uni Sepak Bola Karibia (CFU), Presiden Asosiasi Sepak Bola Kepulauan Cayman (CIFA).

2. Jack Warner: Mantan wakil presiden FIFA dan anggota komite eksekutif, presiden CONCACAF, Presiden CFU dan penasihan khusus Federasi Sepak bola Trinidad dan Tobago (TTFF).

3. Eduardo Li: Anggota Komite Eksekutif FIFA, CONCACAF, dan Presiden Federasi Sepak Bola Kosta Rika (FEDEFUT).

4. Julio Rocha: Pejabat bidang pengembangan FIFA. Mantan Presiden Uni Sepak Bola Amerika Tengah (UNCAF) dan Presiden Federasi Sepak Bola Nikaragua (FENIFUT).

5. Costas Takkas: Atase Presiden CONCACAF, Mantan Sekjen Federasi Sepak Bola Kepulauan Cayman (CIFA).

6. Eugenio Figueredo: Wakil Presiden FIFA dan anggota Komite Eksekutif FIFA, mantan Presiden CONMEBOL, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF).

7. Rafael Esquivel: Anggota Komite Eksekutif CONMEBOL dan Presiden Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF).

8. Jose Maria Marin: Anggota Komite Organisasi FIFA untuk turrnamen sepak bola Olimpiade, dan Mantan Presiden Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).

9. Nicolas Leoz: Mantan anggota Komite Eksekutif FIFA dan Presiden CONMEBOL.

Inikah Pacar Baru CR7..?

MADRID, Cutejapanese.org – Cristiano Ronaldo tak henti-hentinya mengumbar sensi. Rumor yang beredar, kini ia telah memiliki kekasih baru usai putus dengan model asal Rusia, Irina Shayk. Kabarnya, pemain andalan Real Madrid itu sedang menjalin asmara dengan wanita cantik asal Italia, Alessia Tedeschi.

Benih ketertarikan Ronaldo terhadap Alessia dikabarkan mulai muncul saat keduanya bertemu disebuah acara yang digelar oleh Armani Exchange beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, Ronaldo dikabarkan kian dekat dan mulai sering menjalin komunikasi dengan wanita yang berprofesi sebagai model tersebut.

Saat ini, Ronaldo dan Alessia masih enggan berkomentar soal gosip ini. Tapi, Alessia tak menampik bahwa kehadirannya di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu 13 Mei lalu hanya untuk menyaksikan Cristiano Ronaldo tampil memperkuat Los Merengues melawan Juventus di ajang Liga Champions 2014/15.

Alessia bukanlah satu-satunya wanita yang digosipkan dekat dengan Ronaldo dalam beberapa bulan terakhir. Sejak putus dari Irina, Ronaldo sempat digosipkan dekat dengan beberapa teman wanita. Diantaranya Vanessa Huppenkothen dan reporter televisi Spanyol, Lucia Villalon.

Pada saat Ronaldo masih mencari-cari pasangan yang tepat, disisi lain mantan kekasihanya, Irina justru sudah menjalin kisah cinta yang serius dengan aktor Bradley Cooper. Keduanya berkali-kali tertangkap kamera sedang bermesaraan ketika menghadiri sejumlah acara di Amerika Serikat.

Opsi Terbaik Untuk Sepak Bola Indonesia

JAKARTA, Cutejapanese.org – Dunia sepak bola Indonesia memiliki secerca harapan setelah Menpora Imam Nahrawi menyatakan akan mempertimbangkan untuk merevisi Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI. Masyarakat sepak bola pun berharap hal itu segera menjadi kenyataan.

Sinyal berdamainya Kemenpora dan PSSI yang diwakili Waketum PSSI Hinca Panjaitan terlihat usai melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Senin 25 Mei kemarin. Dalam pertemuan yang juga dihadiri ketua dewan kehormatan PSSI Agum Gumelar dan Ketua KOI Rita Subowo itu tersebut, ada tiga opsi yang muncul untuk membenahi sepak bola Indonesia.

Pertama, tetap mempertahankan SK pembekuan PSSI. Kedua, mencabut SK pembekuan PSSI. Dan yang ketiga, merevisi SK Pembekuan PSSI dengan memperkuat Tim Transisi (bentukan Menpora) melalui pemberian kewenangan yang lebih untuk mengawasi PSSI secara profesional.

Sejauh ini, Menpora belum mengambil keputusan. Ia masih akan mengkaji lebih dalam, opsi mana yang paling ideal untuk memuluskan misinya membuat sepak bola Indonesia lebih baik dan berprestasi ke depannya.

Namun, jika melihat opsi yang ada, opsi ketiga sepertinya menjadi hal yang paling ideal sebagai solusi. Pasalnya, opsi ini memberikan win-win solution bagi kedua kubu.

PSSI bisa kembali menjalankan hak dan tugasnya sebagai induk organisasi sepak bola, seperti memutar roda kompetisi, menyiapkan timnas Indonesia dan lain-lain. Sementara itu, Kemenpora juga masih bisa menjalankan misinya memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia dengan hadirnya Tim Transisi.

Akan tetapi, hal ini juga tidak mudah untuk diwujudkan. Pertanyaan yang muncul ialah, bagaimana alur kerja mereka? PSSI juga belum tentu bisa menerima kehadiran Tim Transisi karena berpotensi bisa mengikis kewenangan mereka?

Terlepas dari opsi apa yang akan diambil nanti, para pelaku sepak bola, baik pelatih dan pemain berharap permasalahan ini segera selesai. Tujuannya ialah agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA dan kompetisi bisa kembali bergulir sehingga mereka bisa kembali menyambung hidup.

“Ini suatu kabar yang membahagiakan jika pada akhirnya Menpora mau mengaktifkan PSSI kembali. Setidaknya para insan sepak bola bisa berharap agi bahwa kompetisi musim ini akan berjalan kembali, tinggal Menpora bagaimana, kapan akan mencabutnya,” asisten pelatih Sriwijaya FC Hendri Susilo kepada Antara, Senin 25 Mei 2015.

“Ini jelas tidak mudah (menyatukan PSSI-Tim Transisi), perlu koordinasi yang berarti mau duduk satu meja. Tapi terlepas dari tantangan dan ancaman yang bakal terjadi pada masa mendatang, saya tetap optimistis memandang kompetisi ke depan,” kata asisten pelatih Benny Dollo ini.

Hal senada juga dilontarkan pemain Persela, Mahyadi Panggabean. Mantan penggawa Timnas Indonesia mendesak agar PSSI dan Kemenpora segera berdamai demi kebaikan sepak bola Indonesia.

“Pihak yang bersengketa mulailah untuk berdamai karena ada hal yang lebih penting yang harus dipikirkan. Tak berapa lama lagi Timnas Indonesia akan bermain di SEA Games, seharusnya lebih fokus ke sini,” timpal Mahyadi.

Kini, baik Menpora dan PSSI harus bergerak cepat untuk mencari solusi terbaik untuk sepak bola Indonesia. Sebab, menurut surat terakhir dari FIFA, Indonesia akan dijatuhi sanksi apabila gagal menyelesaikan permasalahan ini hingga 29 Mei 2015.

Laga Panas Derby della Capitale, Roma Singkirkan Lazio

ROMA, Cutejapanese.org – AS Roma berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 kala bertemu Lazio dalam laga panas bertajuk Derby della Capitale yang digelar di Stadion Olimpico, Selasa 26 Mei.

Kedua tim saling menyerang sejak menit pertama dimulai. Lazio menjadi tim pertama yang melakukan ancaman pada laga ini. Pada menit kelima, Lazio sempat membuat pertahanan Roma kewalahan ketika Miroslav Klose sukses melepaskan sepakan keras memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Kostas Manolas. Namun bola tidak masuk ke dalam gawang karena tembakan Klose masih melebar dari gawang Lazio.

Selang berapa menit kemudian, Lazio kembali membuat peluang melalui sepakan Lucas Biglia yang mendapatkan umpan matang dari Anderson. Lagi-lagi, para pemain Lazio kurang tenang di depan gawang sehingga peluang terbuang percuma.

Memasuki tengah pertandingan giliran Roma yang mendapatkan peluang emas melalu Alessandro Florenzi. Ketika itu, sepakan voli Florenzi hanya menghasilkan tendangan sudut bagi Roma karena bola membentur kaki bek Lazio.

Memasuki akhir babak pertama banyak peluang yang tercipta. Kedua tim bermain terbuka dan saling berbalas mengancam. Namun berkat penampilan mengesankan yang diperlihatkan oleh kiper dari kedua tim, skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Tempo permainan tidak mengendur pada babak kedua. Bahkan, kedua tim makin bersemangat untuk mencetak gol. Setelah mencoba berkali-kali, Roma akhirnya mendapatkan gol yang ditunggu-tunggu. Serangan Roma diawali oleh penetrasi Victor Ibarbo di kotak penalti. Ibarbo lalu melepaskan umpan silang terukur kepada Juan Iturbe yang langsung diselesaikan dengan tembakan keras dan menghujam gawang Lazio pada menit ke-73.

Lazio tidak patah semangat. Mereka terus berusaha menekan Roma demi mencuri gol sekaligus membalikkan keadaan. Usaha Lazio berbuah hasil maksimal. Pada menit ke-81, Lazio sukses menyamakan skor melalui sundulan Filip Djordjevic memanfaatkan umpan Miroslav Klose dari dalam kotak penalti. Kedudukan 1-1 membuat Lazio makin bersemangat menambah gol. Situasi ini dimanfaatkan Roma dengan baik. Memanfaatkan kesalahan koordinasi para pemain Lazio ketika situasi tendangan bebas, bek Mapou Yanga-Mbiwa berhasil melepaskan sundulan terukur tanpa bisa dicegah kiper Lazio, Federico Marchetti. Gol ini sebetulnya berbau kontrovesi karena tiga pemain Roma lebih dulu tertangkap offside sebelum Yanga-Mbiwa memasukkan bola ke dalam gawang.

Namun wasit mensahkan gol tersebut sehingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Roma. Lazio berusaha untuk menyamakan kedudukan. Tapi I Lupi sudah melakukan langkah antisipasi. Buktinya pada menit-menit akhir, Roma bermain sangat bertahan dengan menempatkan hampir seluruh pemain di area kotak penalti. Situasi ini makin menyulitkan Lazio untuk mencetak gol. Alhasil, skor 2-1 tidak berubah hingga wasit meniup peluit akhir.

Berkat kemenangan ini, Roma makin kokoh di posisi kedua klasemen Liga Italia 2014/15 sekaligus meraih satu tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Setelah melakoni 37 laga, Roma sudah mengoleksi nilai 70. Sedangkan Lazio yang berada di peringkat ketiga mengumpulkan nilai 66.

Alasan Ancelotti Mundur dari Madrid

MADRID, Cutejapanese.org : Kabar mundurnya Carlo Ancelotti dari kursi pelatih Real Madrid tampaknya semakin terlihat. Don Carletto mengungkapkan jika ia akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir musim 2014/15 ini.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain ini memiliki alasan lain soal pengunduran dirinya dari bangku pelatih Los Blacos. Ancelotti mengaku membutuhkan waktu istirahat selama setahun kedepan karena akan menjalani sebuah operasi terhadap penyakit yang dideritanya.

“Saya mengatakan ini dalam konferensi pers dan akan saya ulang pernyataan tersebut. Saya akan berhenti selama satu tahun karena saya memiliki alasan yang sangat serius untuk berhenti. Saya harus menjalani operasi penyakit stenoviks serviks saya,” tutur Ancelotti.

“Penyakit ini pada beberapa waktu telah mempengaruhi tangan saya, dan jika dibiarkan akan menjalar ke dalam kaki. Jadi saya harus membuat janji untuk menjalani operasi. Dan terus terang, saya tidak tahu harus berapa lama saya harus berhenti,” sambungnya.

Kabar kepergian Ancelotti ini pun memicu rumor kembalinya pelatih 55 tahun ini membesut AC Milan di masa mendatang. Dirinya pun tak mengesampingkan jika akan kembali ke Stadion San Siro meneruskan karier kepelatihannya.

“Saya selalu mengatakan dan berpikir bahwa jika saya harus kembali ke Italia dan melatih klub suatu hari nanti, dan itu hanya bisa untuk Milan,” pungkasnya.