Arjen Robben Akan Tinggalkan Bayern di Akhir Musim

2018/2019 akan menjadimusim terakhir Arjen Robben berseragam Bayern Munich. Robben mengonfirmasi bahwa dirinya akan pergi di akhir musim ini.

Winger Belanda berusia 34 tahun itu bergabung Bayern pada 2009 dari Real Madrid. Selama 10 tahun, Robben menjadi bagian penting Die Roten yang mendominasi sepakbola Jerman.

Robben telah memenangi tujuh gelar Bundesliga dan empat DFB. Serta mengantar Bayern menjuarai Liga Champions, yang menciptakan treble di 2013.

Kontrak Robben berakhir pada musim panas tahun depan. Belum diketahui apakah ada niatan Bayern untuk memperpanjang kontrak dia, tapi Robben sudah memutuskan bahwa sekarang waktunya pergi.

“Ini adalah tahun terakhirku di Bayern,” ungkap pesepakbola kidal itu kepada Omnisport, yang dilansir FourFourTwo.

“Sudah 10 tahun yang indah. Tapi sekarang waktunya [pergi],” ucap Robben.

Keputusan Robben membenarkan indikasi yang sebelumnya diutarakan presiden klub, Uli Hoeness. Menurut dia, Franck Ribery juga akan pergi.

“Ribery dan Robben sepertinya memainkan musim terakhir mereka di Bayern,” kata Hoeness.

Arsenal Memang Sering Terlambat Panas

Arsenal melakukan comeback saat menjamu Tottenham Hotspur dalam derby London utara. Statistik menunjukkan bahwa The Gunners memang sering terlambat panas di Liga Inggris.

Saat menjalani pertandingan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (2/12/2018) malam WIB, Arsenal menaklukkan The Lilywhites dengan skor akhir 4-2. Tim asuhan Unai Emery itu baru memastikan kemenangan itu di babak kedua.

Arsenal memang unggullebih dulu berkat gol dari Pierre-Emerick Aubameyang via titik putih di awal babak pertama. Di sisa paruh pertama laga, Spurs membalas dua kali via Eric Dier dan Harry Kane.

Gracenotelive melansir data bahwa Arsenal akan duduk di posisi ke-19 andai Liga Inggris cuma memainkan babak pertama. Saat jeda, Arsenal belum pernah unggul dari lawan-lawannya dalam 14 pertandingan.

Kedudukan laga-laga Arsenal saat jeda ada 10 imbang dan empat lainnya ketinggalan.

Kini Arsenal sudah tak pernah kalah dalam 12 pertandingan terakhir di Liga Inggris. Kalau di semua ajang, Meriam London sudah 19 kali melaju tanpa kalah. Arsenal pun sudah menembus empat besar dengan raihan 30 poin hasil dari 14 laga.

Usai Taklukkan Fulham, Chelsea Berhasrat Main Lebih Cantik

Chelsea tak memedulikan cara bermain saat menaklukkan Fulham di lanjutan Liga Inggris. Kini, The Blues ingin menunjukkan permainan yang lebih atraktif.

Saat bertanding di Stamford Bridge, Minggu (2/12/2018) malam WIB, Chelsea memetik kemenangan 2-0 atas The Cottagers. Pedro dan Ruben Loftus-Cheek yang menjadi penentu kemenangan tim London biru.

Kemenangan ini menjadi penebusan setelah pada laga Liga Inggris sebelumnya, Chelsea kalah dari Tottenham Hotspur. Itu merupakan kekalahan pertama The Blues di Liga Inggris musim ini.

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, bilang bahwa dirinya memang menginstruksikan anak-anak asuhnya fokus menuai poin penuh. Setelah itu, Chelsea baru berpikir bagaimana gaya bermain dengan cara yang lebih enak disaksikan.

“Hari ini cuma mengenai hasil akhir –kami memberi atensi lebih pada fase pertahanan untuk meraih kemenangan,” kata Sarri di Sky Sports.

“Sekarang, kami harus mulai untuk meningkatkan diri dan memperagakan permainan sepakbola kami dengan cara yang lebih baik,” dia menambahkan.

‘Cutrone Hidup untuk Cetak Gol’

Gennaro Gattuso melepas pujian kepada Patrick Cutrone. Penyerang 20 tahu itu menjadi bintang di balik kemenangan 2-1 AC Milan atas Parma.

Milan mampu mengalahkan Parma 2-1 di Stadion San Siro, Minggu (2/12/2018) pada pekan ke-14 Liga Italia. Meski begitu, kemenangan Rossonerri tersebut diraih dengan cara tidak mudah.

Anak asuhan Gattuso harus tertinggal terlebih dahulu setelah Roberto Inglese mencetak gol pada menit ke-49. Milan kemudian bangkit berkat gol dari Patrick Cutrone menit ke-55 dan Frank Kassie menit ke-71.

Keberhasilan Cutrone menginspirasi kebangkitan Rosseneri di laga ini, membuat Gattuso tak segan melepas pujian kepada penyerang 20 tahun ini.

“Jika Anda merasa lelah di usia 20 tahun, Anda melakukan kesalahan. Dia hidup untuk mencetak gol, saya bahagia untuknya,” kata Gattuso dikutip dari Gianluca Di Marzio.

“Kami juga mampu menyangkal prediksi bahwa kami gagal menguasai laga dari awal. Ini harus dilanjutkan, kami bisa jauh lebih baik lagi,” dia menambahkan.

Terlepas dari penampilan apiknya di laga kontra Parma, Cutrone sebenarnya tampil tak terlalu tajam di Liga Italia musim ini. Cutrone hanya mampu mencetak tiga gol dari 12 laga yang ia mainkan.

Hal inilah yang membuat Milan santer dikabarkan bakal mendatangkan penyerang baru pada bursa transfer musim dingin mendatang untuk menambah daya serang tim. Selain Zlatan Ibrahimovic, ada juga Lucas Paqueta.

Namun pelatih berjuluk Rino ini memilih untuk fokus terlebih dulu menyelesaikan laga di tahun 2018 sebelum menyusun rencana transfer Rossoneri.

“Ada juga Paqueta, mengapa kita tak juga membahas dia?” Gattuso menjawab kans trisula, Cutrone-Ibrahimovic-Higuain.

“Masih ada enam pertandingan tersisa hingga akhir 2018, saya suka bermain dengan pemain bertipe menyerang tetapi dibutuhkan keseimbangan.”

“Sekarang mari kita fokus pada pertandingan terlebih dahulu, kemudian baru kami akan berpikir tentang siapa yang akan tiba pada bursa transfer dan bagaimana memanfaatkan karakter terbaik para pemain,” dia menambahkan.

Karena Arsenal Pantang Menyerah

Arsenal sempat tertinggal di babak pertama sebelum akhirnya mengalahkan Tottenham Hotspur 4-2. Pierre-Emerick Aubameyang menyebut, kemenangan itu karenaArsenal pantang menyerah.

Di Stadion Emirates, Minggu (2/12/2018), the Gunners tampil menekan sejak awal. Hasilnya, Arsenal unggul di menit ke-10 berkat gol penalti Aubameyang, menyusul handball Jan Vertonghen.

Namun, Tottenham bisa menyamakan skor lewat sundulan Eric Dier, lalu berbalik unggul setelah Harry Kane mengeksekusi penalti usai pelanggaran Rob Holding. Akan tetapi, usai turun minum, Arsenal mengamuk.

Tiga gol dilesakkan Meriam London lewat Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Lucas Torreira. Situasi semakin sulit bagi Spurs karena di menit-menit akhir malah kehilangan Vertonghen karena diganjar kartu merah usai menerima kartu kuning kedua.

Berkat kemenangan ini, Arsenal menempati posisi empat besar dengan perolehan 30 poin terpaut satu poin dari Chelsea di atasnya. Tottenham tergusur ke urutan kelima juga dengan 30 poin, tapi kalah selisih gol.

“Kami memainkan paruh pertama yang hebat tapi usai kemasukan gol pertama, kami sedikit terpukul,” Aubameyang mengungkapkan kepada Sky Sports.

“Setelah half-time, kami berbicara dan tahu kami bisa. Dengan fans, Anda merasa tangguh, Anda mengejar kemenangan. Kami berhasil – kami comeback.”

“Anda bisa melihatnya di babak kedua. Kami bermain sangat baik karena kami tidak menyerah. Itulah mentalitasnya,” ucap eks bomber Borussia Dortmund itu.

Klub yang Terlibat Match Fixing Juga Harus Dihukum!

Sepakbola Indonesia kembali diguncang skandal match fixing atau pengaturan skor. Tidak cuma pelaku, klub yang terlibat juga harus dihukum.

Di tengah prestasi Timnas Indonesia yang tidak kunjung membaik, sepakbola nasional kembali diterpa kasus pengaturan skor. Skandal laten ini masih marak terjadi di kompetisi tanah air.

Kini, skandal pengaturan skor menyeret salah satu pejabat di PSSI. Hidayat, anggota Executive Committee PSSI, disebut terlibat dalam pengaturan skor beberapa laga.

Hidayat dituding terlibat pengaturan skor oleh Bambang Suryo, mantan pelaku pengaturan skor di Indonesia. Hal itu diungkap Bambang Suryo di acara Mata Najwa, Rabu (28/11/2018).

PSSI kini sedang menelusuri skandal ini. Jika terlibat, Hidayat bisa saja dicopot dari jabatannya. Hidayat sendiri sudah siap mundur andai terbukti mengatur skor.

Bicara soal sanksi, PSSI sebaiknya tidak cuma menghukum individu yang terlibat. Hendri Satrio, ketua Perkumpulan Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), meminta klub-klub yang terlibat juga dihukum.

“Match Fixing ini harus diterusin jalur-jalurnya, disuruh buka saja kira-kira siapa saja, klub mana saja yang minta tolong sama dia. Kalau dia buka, klub mana saja yang minta tolong sama dia, ketahuan tuh, klub-klub yang sering mainin ngatur skor kaya gini,” kata Hendri dalam keterangan persnya, Sabtu (1/12/2018).

Hendri lantas menantang PSSI untuk berani mengambil langkah-langkah strategis guna menanggulangi match fixing. Ia menyarankan federasi mau bekerja sama seperti Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar bisa menelusuri aliran dana dalam skandal pengaturan skor.

“Kalau mau strategis, PSSI harus berani mengambil langkah menyeluruh. Termasuk misalnya kerja sama dengan PPATK, untuk menelusuri aliran-aliran dana dari para oknum yang dianggap melakukan pengaturan skor itu, ke wasit misalnya,” lanjut Hendri, yang juga pengamat politik itu.

“Coba aja, itu kalau mau menyeluruh. Kan mumpung ada momentumnya untuk bersih-bersih, jadi dilihat, sehingga ini kan bisa jadi nilai plus kepengurusan Edy Rahmayadi kalau berani melakukan terobosan ini. Untuk memperbaiki sepakbola Indonesia, mafianya juga diberantas.”

“Jadi gak cuma prestasi saja yang dikejar, tapi juga pertandingan kompetisi yang bersih, yang gak penuh kecurangan,” tegasnya.

Ronaldo Tahu Takkan Menangi Ballon d’Or, Akan Absen di Gala

Cristiano Ronaldo dikabarkan sudah tahu hasil Ballon d’Or 2018. Ronaldo tidak menang sehingga tidak akan menghadiri acara penghargaan itu.

Pemenang penghargaan Ballon d’Or 2018 akan diumumkan dalam seremoni yang digelar di Grand Palais, Paris, pada Senin 3 Desember malam waktu setempat.

Megabintang sepakbola Portugal itu masuk dalam daftar calon pemenang berisikan 30 pemain, yang dirilis pada Oktober silam. Namun, Ronaldo diprediksi tidak akan memenangi penghargaan prestisius itu untuk keenam kalinya sekalipun sukses menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid.

Sky Sport Italia melaporkan bahwa Ronaldo akan finis kedua dalam tiga nominasi akhir, di atas striker Atletico Madrid dan timnas Prancis Antoine Griezmann. Sedangkan Ballon d’Or akan direbut rekan setim Ronaldo di Madrid, Luka Modric, yang menginspirasi Kroasia maju ke final Piala Dunia.

Atas hasil itu, Ronaldo tidak akan datang ke Paris. Pemain bintang Juventus ini juga melewatkan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA, yang dimenangi Modric pada September lalu.

Masih dari sumber yang sama, Kylian Mbappe akan memenangi trofi Kopa untuk menandai dia sebagai Pemain Muda Terbaik.

Cepat Sembuh, Umtiti

Bek Barcelona, Samuel Umtiti, harus menjalani pemulihan cedera lututnya hingga ke Doha. Sempat kembali bermain, lututnya rupanya kembali bermasalah.

Umtiti mengalami masalah pada lutut kirinya. Cedera itu ia dapat ketika Barcelona kalah dari Leganes 1-2, 27 September 2018.

Meski belum pulih benar, Umtiti akhirnya kembali merumput akhir pekan lalu. Saat Barcelona menahan imbang Atletico Madrid 1-1 di Wanda Metropolitano, bek asal Prancis itu bermain penuh.

Namun usai laga, Umtiti dikabarkan mengalami ketidaknyamanan lagi pada lututnya. Ia pun kembali absen saat Barcelona bertandang ke Eindhoven untuk menghadapi PSV di Liga Champions tengah pekan lalu.

Seperti dikutip Reuters, Umtiti rupanya harus kembali melakukan pemulihan pada lututnya. Pemain berusia 25 tahun itu akan diterbangkan ke Doha, Qatar, untuk melakukan terapi.

“Sang pemain akan ke Doha, di mana akan mengikuti terapi di bawah pengawasan medis klub selama beberapa minggu ke depan,” demikian pernyataan Barcelona.

Umtiti merupakan pilar utama Barcelona di lini belakang. Di tengah absennya pemain yang mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu, posisinya sementara digantikan Clement Lenglet.

Cepat sembuh, Umtiti.

Ke Final Liga 2, PSS Buta Kekuatan Semen Padang

PSS Sleman merebut tiket final Liga 2 Indonesia 2018. Di partai puncak, PSS bakal meladeni Semen Padang.

PSS lolos ke final Liga 2 usai menang 2-0 atas Kalteng Putra pada laga leg kedua semifinal, Rabu (28/11/2018). Skor itu pula yang jadi agregat kedua tim.

Kemenangan itu meloloskan PSS ke final, sekaligus mengamankan satu tiket promosi ke Liga 1 2019.

Soal final kontra Semeng Padang, PSS mengaku belum tahu banyak soal lawannya itu. Namun pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro tak menyangkal kalau Semeng Padang tim yang berkualitas, karena berhasil melangkah ke final.

“Secara keseluruhan Semen Padang adalah tim yang bagus,” kata Seto, saat jumpa pers usai laga leg II semifinal Liga 2 melawan Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/11/2018).

“(Tapi) Secara kekuatan kami belum pernah bertemu, jadi mau tak mau di pertandingan final harus kita waspadai,” ujarnya.

Usai laga leg II semifinal, Seto bakal melakukan evaluasi terhadap anak asuhnya untuk mematangkan strategi bermain. Satu hal yang tak kalah penting adalah memastikan soal aturan terkait kartu-kartu.

“Nanti kita juga akan lihat apakah ada pemutihan atau tidak, apakah ada pemain kita yang terkena akumulasi kartu atau tidak, saya akan tanya regulasinya,” imbuh Seto.

Exco PSSI, Apa Sih Kontribusimu Selama Ini?

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyentil anggota Executive Committee PSSI. Gatot bertanya, apa sih kontribusi Exco selama ini?

Hal itu dilontarkan Gatot dalam debat di talkshow Mata Najwa di Trans 7, yang sedang menayangkan episode PSSI Bisa Apa, Rabu (28/11/2018). Dalam kesempatan itu, Gatot bertanya kepada dua anggota Exco PSSI yang hadir, Gusti Randa dan Refrizal.

Gatot mempertanyakan kinerja Exco, di tengah posisi Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang sedang tersudut atas bobroknya sepakbola nasional.

“Bapak-bapak ini wajib membantu Pak Edy, sekarang saya tanya apa sih kontribusi, pemikiran yang nendang, yang signifikan, yang telah diberikan kepada Pak Edy dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, coba berikan kepada publik. Apa? Apa kontribusi kepada Pak Edy, kami sayang kepada Pak Edy meskipun kritis, kalau kalian apa?” tanya Gatot.

Refrizal menjawabnya. Dengan berbelit-belit, ia mengaku selalu berkoordinasi dengan Edy saat sang ketua memilih maju menjadi Gubernur Sumut.

“Saya sudah sampaikan, sejak Pak Edy dilantik, mungkin dia sedang konsolidasi. Waktu izin sama kami di Exco, dia minta izin. Waktu dia mencalonkan gubernur Sumatera Utara, dia juga izin,” jawab Refrizal.

Merasa kurang mendapat jawaban yang diinginkan, Gatot kemudian merinci pertanyaannya lebih spesifik lagi. Ia bertanya soal kontribusi Exco untuk Timnas Indonesia.

“Sekarang to the point, sekarang soal kualitas timnas, apa yang pernah dishare pemikiran yang konstruktif terhadap Pak Edy? Misal Pak Edy harus bla bla bla..,” tanya Gatot.

Refrizal lagi-lagi menjawabnya. Ia mengaku sudah mengingatkan agar Edy bisa membenahi soal kualitas liga sepakbola agar tak mengganggu kualitas Timnas Indonesia.

“Ya semua kami berikan masukan. Misal soal Liga harus betul. Mulainya harus betul, urusannya harus betul, jangan terlambat start untuk (liga) yang akan datang, kalau gak ini yang akan kami evaluasi,” jawab Refrizal.

Exco menegaskan, kinerja PSSI akan dievaluasi pada saat kongres tahunan PSSI. “Ya di Kongres Tahunan. Saya pikir itu kedaulatan tertinggi dari para voters,” timpal Gusti Randa.