Laga ke-200 Simeone, Sebagai Pelatih Atletico

MADRID, Cutejapanese.org – Tengah Pekan ini, Diego Simeone akan menjalani laga ke-200-nya sebagai pelatih Atletico Madrid. Simeone hingga kini tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses Los Colchoneros.

Simeone, yang pernah main di Atletico pada 1994–1997 dan 2003-2005, ditunjuk sebagai pelatih klub tersebut pada Desember 2011. Dia menggantikan Gregorio Manzano yang dipecat.

Pada musim pertamanya sebagai pelatih Atletico, Simeone langsung memberi gelar Liga Europa. Tak berselang lama, dia mengantarkan timnya jadi juara Piala Super Eropa.

Sejak saat itu, Simeone telah mempersembahkan tiga gelar lainnya untuk Atletico, yakni Copa del Rey (2012/2013), La Liga (2013/2014), dan Piala Super Spanyol (2014). Pria asal Argentina itu juga meloloskan timnya ke final Liga Champions musim lalu meski akhirnya kalah dari Real Madrid.

Prestasi Simeone pantas dibandingkan dengan pelatih legendaris Atletico, mendiang Luis Aragones. Aragones melatih Atletico pada empat periode dan memberi satu gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, satu gelar Piala Super Spanyol, dan satu trofi Piala Interkontinental.

Simeone hingga kini telah memimpin Atletico dalam 199 pertandingan resmi, dengan rincian 131 laga La Liga, 23 laga di Liga Champions, 23 laga di Copa del Rey, 17 laga di Liga Europa, empat laga di Piala Super Spanyol, dan satu laga di Piala Super Eropa.

Dalam 199 laga tersebut, Atletico meraih 126 kemenangan, 40 hasil seri, dan 33 kekalahan. Di bawah komando Simeone, Atletico mencetak 356 gol dan cuma kebobolan 145 kali.

Laga ke-200 Simeone sebagai pelatih Atletico akan datang pada Rabu (29/4/2015) ini, saat Atletico menghadapi Villarreal di El Madrigal. Simeone berharap bisa merayakan kemenangan pada laga ke-200-nya itu.

“Saya merasa sudah membuat keputusan bagus dengan datang ke klub saat situasi sedang tak terlalu baik dan saya berutang kepada para pemain karena merekalah yang telah membantu kami meraih apa yang kami miliki sekarang,” ujar Simeone yang dikutip Football Espana.

“Perbedaan utama pada tahun ini adalah kami punya 10 pemain baru yang harus beradaptasi. Tapi, mereka telah membantu kami untuk jadi kompetitif. Kami memenangi Piala Super Spanyol dan lolos ke perempatfinal Liga Champions dan disingkirkan Barcelona dari Copa del Rey,” katanya.

Atletico saat ini menempati posisi ketiga di klasemen sementara La Liga dengan 72 poin. Mereka terpaut 12 poin dari Barcelona dan tujuh poin dari Madrid.

PSG : Cavani Tidak Di Jual

Cutejapanese.org – Paris Saint-Germain tak perna mempunyai niat untuk melepas penyerang andalannya Edinson Cavani. Kalau ada tawaran datang dari klub lain untuk Cavani, PSG tak akan buang-buang waktu untuk melirik tawaran itu.

Masa depan Cavani di Parc des Princes terus menjadi bahan spekulasi. Striker internasional Uruguay itu dikabarkan tidak senang dengan peran yang dia lakoni di lini depan PSG. Sang pelatih, Laurent Blanc, kerap memainkan Cavani sebagai penyerang sayap dari formasi 4-3-3, yang bukan merupakan posisi terbaiknya.

Sejumlah klub besar Eropa dikabarkan siap mengangkui Cavani. Juventus dan Manchester United menjadi klub yang paling santer diisukan berminat untuk menggunakan jasa eks pemain Napoli itu.

Namun PSG tak punya niat untuk melego Cavani. Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi, menyatakan kalau klubnya tidak akan mengacuhkan tawaran yang masuk untuk Cavani.

“Saya bahkan tidak akan melihatnya,” ujar Al Khelaifi kepada Le Parisien seperti dikutip ESPN FC.

Al Khelaifi juga membantah kabar yang menyebut bahwa dirinya dan Cavani bertemu untuk membahas soal kelanjutan masa depan striker 28 tahun itu. Cavani sendiri masih punya kontrak dengan PSG hingga tiga tahun ke depan.

“Saya tidak ada pertemuan dengannya. Dia masih muda dan masa depan klub. Dia butuh lebih banyak kepercayaan diri, tapi pertandingan terakhirnya menunjukkan talentanya,” lanjut Khelaifi merujuk pada laga melawan Lille di mana Cavani mencetak dua gol.

“Dia akan tetap di Paris musim depan,” katanya menegaskan.

PSSI Surati Menpora, Minta Pembekuan Dicabut

JAKARTA, Cutejapanese.org – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengirim surat permohonan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk mencabut SK pembekuan terhadap mereka.

Surat tersebut bernomor 549/UDN/380/IV-2015, ditandatangani Plt. Sekjen PSSI, Azwan Karim, tertanggal 28 April 2015, dan diunggah pula di situs resmi PSSI hari ini, Rabu (29/4).

Berikut ini isi lengkap surat tersebut:

Kepada
Yth. Bapak Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Salam olahraga,

Merujuk kepada surat Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 01307 Tahun 2015,
tertanggal 17 April 2015, berupa pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan
keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui, maka dengan ini kami mewakili Komite Eksekutif PSSI masa bakti 2O15-2019 secara resmi meminta agar Bapak Menteri mencabut surat tersebut.

Perlu kami sampaikan, bahwa Ketua Umum PSSI yang sekarang berada di Bahrain dalam rangka menghadiri 26th AFC Congress, mendapat teguran keras dari induk olahragasepakbola Asia dan Dunia (AFC dan FIFA)tentang hal tersebut di atas.

Intinya, FIFA bersama AFC akan melakukan tindakan kepada sepakbola Indonesia yang berdampak langsung terhadap semua event sepakbola internasional yang akan/segera dan sedang berlangsung sesuai dengan Statuta FIFA art.14 par.3

‘A suspended member shall lose its membership rights. Other members may not
entertain sporting contact with a suspended Mmember. The Disciplinary Committee
may impose further sanctions.’

Hal ini akan berdampak langsung terhadap keikutsertaan tim sepakbola lndonesia di SEA Games 2015, AFC Cup, AFF Women Championship 2015, AFC U14 Girls’ Regional Championship 2015, kualifikasi Piala Asia dan Dunia 2015/16, tuan rumah AFF U16 dan U19/2015 serta kegiatan pelatihan-pelatihan internasional.

Selaku anak bangsa kami yakin dan percaya Bapak Menteri dapat berlaku adil dan
terhormat dengan menarik surat tersebut demi nama baik Bangsa lndonesia. Sekian dan terima kasih.

Dortmund Akan Berikan Trofi Perpisahan Bagi Klopp

MUNICH, Cutejapanese.org – Seperti diketahui Juergen Klopp akan pergi meninggalkan Borussia Dortmund begitu musim ini selesai. Pemain-pemain Dortmund pun berkesempatan memberikannya trofi perpisahan di ajang DFB-Pokal.

Dortmund baru saja memastikan diri lolos ke final usai menyingkirkan Bayern Munich. Pada laga yang berlangsung di Allianz Arena, Rabu (29/4) dinihari WIB, Dortmund dan Bayern bermain imbang 1-1 selama 120 menit, sebelum akhirnya Dortmund menang 2-0 di babak adu penalti.

Gelandang Dortmund, Marco Reus, menyebut bahwa pemain-pemain berutang banyak pada klub. Oleh karenanya, memenangi DFB-Pokal jadi keharusan.

“Saya tidak ingin berkata banyak soal Juergen Klopp. Saya dan tim ini harus berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada dia. Tapi, sekarang target kami adalah menjadi juara di DFB-Pokal,” ujar Reus di situs resmi Bundesliga.

Final DFB-Pokal akan dilangsungkan pada 30 Mei 2015 di Berlin. Dortmund tinggal menunggu pemenang dari laga Arminia Bielefeld vs VfL Wolfsburg untuk melihat siapa lawan mereka di final.

Kendati DFB-Pokal menjadi target utama kini, Reus tidak mau timnya melepas kompetisi liga begitu saja. Dia tetap ingin Dortmund finis setinggi mungkin supaya bermain di kompetisi Eropa musim depan.

Saat ini, Dortmund berada di posisi kedelapan dengan nilai 39. Mereka tertinggal tiga angka di belakang Augsburg yang duduk di posisi keenam, posisi terakhir untuk menggenggam tiket ke Liga Europa.

Dengan empat laga tersisa menuju akhir musim, Reus berharap Dortmund setidaknya finis di urutan keenam.

“Masih ada empat laga tersisa dan kami bertekad untuk lolos ke kualifikasi kompetisi Eropa musim depan, baru setelahnya memikirkan laga final,” kata Reus.

FA Cup Akan Berganti Nama

LONDON, Cutejapanese.org – Kompetisi sepak bola tertua di dunia, Piala FA, diyakini akan berubah nama musim depan. Ada sponsor besar yang masuk dan akan menyelipkan merek dagangnya di ajang tersebut.

Piala FA tidak punya sponsor resmi kompetisi di musim 2014/2015 ini setelah Budweiser memutuskan tidak memperpanjang kontrak yang habis di tahun lalu. Namun kini FA diyakini sudah mendapatkan sponsor baru, yang bersedia membayar dengan jumlah besar.

Dikutip dari Guardian, perusahaan yang akan mesponsori Piala FA adalah Emirates. Maskapai penerbangan itu disebutkan bersedia membayar 10 juta poundsterling per tahun, angka tersebut lebih tinggi 1 juta poundsterling dari yang diterima dari Budweiser.

Belum diketahui berapa durasi kontrak yang akan disepakati, namun disebutkan kalau deal tersebut akan membuat Piala FA mengalami rebranding.

Jika deal dengan Budweiser membuat Piala FA ditambahi embel-embel ‘didukung oleh’, maka kerjasama dengan Emirates akan membuat nama resmi kompetisi berubah menjadi ‘Emirates FA Cup’.

Emirates bukan satu-satunya perusahaan yang akan mensponsori Piala FA karena pembicaraan dengan Nike dan William Hill juga tengan dilakukan. FA membidik enam sponsor non-utama, demi membidik pendapatan yang lebih besar terkait target mereka melakukan investasi lebih besar pada level grassroot.

“Kami masih melakukan diskusi dengan beberapa perusahaan terkait peluang berpartner dengan Piala FA,” ungkap seorang juru bicara FA.

Sepanjang sejarahnya, Piala FA sudah berulang kali berganti sponsor. Namun untuk kali pertama sebuah produk akan terselip di nama resmi kompetisi tersebut jika deal dengan Emirates benar tercapai.

Meski PSSI Sudah Didukung FIFA dan AFC, Kemenpora Takkan Cabut SK Pembekuan

JAKARTA, Cutejapanese.org – Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak punya rencana mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI, walaupun pengurus baru organisasi itu sudah mendapat pengakuan dari FIFA dan AFC.

PSSI sudah dibekukan oleh Menpora Imam Nahrawi berdasarkan SK tanggal 17 April 2015. Segala aktivitas mereka juga dinyatakan tidak diakui oleh negara.

Yang tetap mengakui PSSI tetaplah FIFA dan AFC. Di situs resmi kedua badan sepakbola internasional itu La Nyalla Mattalitti sudah tercantum sebagai presiden asosiasi (PSSI).

Soal pengakuan FIFA dan AFC ini mendapatkan tanggapan dari Kemenpora. Komentar itu diucapkan oleh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto.

“Soal pengakuan AFC dan FIFA, itu merupakan hak PSSI untuk melakukan lobi pendekatan ke AFC dan FIFA. Sama seperti saat menggugat ke PTUN, itu merupakan hak mereka,” kata Gatot saat ditemui di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

“Kami juga akan menjelaskan ke AFC dan FIFA. Jadi, tak lantas setelah mendapatkan pengakuan lalu SK pembekuan terus dicabut. Rencananya akan berangkat pekan ini tapi karena mendapatkan informasi Blatter sedang ke luar negeri sehingga belum bisa ditemui.

“Mengenai pembekuan ini kami sudah mendapatkan dukungan penuh dari negara dalam arti pemerintah eksekutif, kepolisian, dan TNI,” imbuhnya.

Ada yang menarik dari pencantuman pengurus PSSI di situs resmi AFC dan FIFA. Di AFC, masih tercantum Alfred Riedl sebagai pelatih tim nasional. Sedangkan di FIFA, Joko Driyono masih ditulis sebagai sekjen — saat ini Azwan Karim bertindak sebagai Plt Sekjen PSSI.

Demanes : Ibrahimovic Bodoh, Besar Kepala & Tukang Bully

CASABLANCA, Cutejapanese.org – Mantan penjaga gawang Tim Nasional Prancis, Jean-Paul Bertrand-Demanes, tak tanggung-tanggung kala mencemooh Zlatan Ibrahimovic. Menurut dia, bomber Paris Saint-Germain (PSG) itu adalah pemain bodoh, besar kepala, dan tukang bully.

Sejak 1994, PSG tak lagi menjadi penguasa sepakbola Prancis saat Ibrahimovic datang ke Parc des Princes pada 2012 dari AC Milan. Kala itu, dia didatangkan dengan harga 20 juta euro dan gaji besarnya sempat menjadi sorotan karena dinilai terlalu berlebihan.

Pemain berjuluk Ibracadabra itu pun sukses membawa PSG menjadi Ligue 1 di tahun pertamanya, dan total sudah memberikan Les Parisiens enam trofi domestik. Hanya gelar Eropa yang tak kunjung dipersembahkan Ibrahimovic.
Namun, hal tersebut tak serta merta membuat Bertrand-Demanes tertarik akan Ibrahimovic. Dia masih belum mengerti kenapa publik sangat kagum kepada bintang asal Swedia tersebut.

“Saya tidak menyukai Ibrahimovic. Dia sangat besar kepala. Masalahnya adalah, orang-orang membuat dia berpikir dirinya adalah orang cerdas, padahal dia sangat bodoh. Dia adalah tukang bully. Anda bisa besar kepala jika Anda adalah Luis Suarez atau Lionel Messi, dan mencetak gol ke gawang Bayern Munich atau Real Madrid,” Bertrand-Demanes kepada L’Equipe, Rabu (29/4/2015).

“Saya minta maaf, tapi jika Anda hanya bisa mencetak hattrick melawan Nancy, dan jika ingin berjaya di Liga Champions, PSG harus menyingkirkannya. Dia adalah masalah bagi PSG. Anda tidak bisa memintanya bermain di depan dengan pemain lain, karena dia terlalu bodoh,” lanjutnya.

Kalahkan Udinese, Inter Naik Dua Peringkat

UDINE, Cutejapanese.org — Inter Milan berhasil mengalahkan Udinese 2-1 pada laga lanjutan Serie-A di Stadion Friuli, Udine, Selasa (28/4/2015) waktu setempat. Pada pertandingan ini, Udinese bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-58.

Kedua tim bermain dengan tempo lambat pada babak pertama. Inter mengandalkan duet Rodrigo Palacio dan Mauro Icardi untuk membongkar pertahanan Udinese. Sementara tuan rumah memasang Antonio Di Natale dan Cyril Thereau di lini depan.

Tetapi, kedua tim kerap kesulitan mencetak gol pada babak pertama. Lima menit jelang jeda, Udinese mendapat petaka saat Maurizio Domizzi menerima kartu kuning kedua karena melanggar Hernanes dan harus meninggalkan lapangan.

Setelah bermain tanpa gol pada babak pertama, Inter akhirnya bisa membuka keunggulan. Pada menit ke-48, Inter mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran kiper Orestis Karnezis terhadap Mateo Kovacic. Icardi yang menjadi algojo sukses menjalankan tugas dengan sempurna.

Akan tetapi, keunggulan Inter tak bertahan lama. Pada menit ke-50, Udinese berhasil menyamakan kedudukan melalui kaki Di Natale. Kapten Udinese tersebut sukses menaklukkan gawang Samir Handanovic setelah menerima umpan Allan.

Petaka bagi Udinese kembali hadir pada menit ke-58. Pemain asal Ghana, Emmanuel Agyemang Badu harus diusir keluar karena menerima kartu merah. Udinese pun terpaksa bermain dengan sembilan pemain.

Bermain dengan sembilan pemain membuat lini belakang Udinese kewalahan. Hasilnya, memasuki menit ke-65, Inter sukses mencetak gol lewat tendangan kaki kiri Lukas Podolski. Itu menjadi gol penentu kemenangan Inter pada laga tersebut. Inter pun menang 2-1 atas Udinese.

Kemenangan ini membawa Inter naik dua tingkat ke posisi ketujuh klasemen Serie-A. Inter kini mengemas 48 poin dari 33 pertandingan. Adapun Udinese berada di urutan ke-13 dengan 38 poin dari 33 laga.

Messi-Neymar-Suarez Masih Kalah Dari Ronaldo-Benzema-Higuain

JAKARTA, Cutejapanese.org – Setelah berhasil mencetak 102 gol di sepanjang musim ini, trio Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez masih harus membuat 16 gol lagi untuk setidaknya menyamai torehan yang dibuat trisula Real Madrid tiga musim lalu.

Messi dan Suarez sama-sama bikin dua gol saat Barcelona menundukkan Getafe dalam lanjutan Liga Spayol, Rabu (29/4/2015) dinihari tadi. Ditambah satu gol lainnya yang dibuat Neymar, ketiga pemain itu total sudah membuat 102 gol di semua kompetisi musim ini.

Itu jadi capaian hebat karena di Barcelona belum pernah ada torehan serupa sebelumnya – dengan yang paling mendekati adalah 100 gol yang diciptakan Samuel Eto’o-Thierry Henry-Messi pada 2008-09.

Meski jadi capaian fantastis, angka 102 gol yang dibuat Messi, Suarez, dan Neymar bukanlah gol terbanyak yang dibuat oleh trio pemain depan. Baru tiga tahun lalu trisula Madrid punya torehan yang lebih spesial.

Ketika itu Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Gonzalo Higuain melesakkan 118 gol di semua kompetisi. Ronaldo jadi yang paling subur dengan 60 gol, diikuti Benzema yang membuat 32 gol dan 26 gol lainnya atas nama Higuain. Demikian diberitakan Marca.

Menarik dinantikan apakah Messi, Neymar, dan Suarez akan bisa menyamai atau bahkan mengalahkan jumlah gol milik pemain depan Madrid itu. Yang pasti peluang tersebut masih terbuka lebar karena Barca masih akan menjalani empat pertandingan di Liga Spanyol, satu di Copa del Rey dan paling tidak dua pertandingan lainnya di Liga Champions.

Trio Barcelona Sudah Tembus 100 Gol

BARCELONA, Cutejapanese.org – Trio penyerang Barcelona semakin menjadi-jadi. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar kini sudah menghasilkan 102 gol untuk Barca di sepanjang musim ini.

Torehan tersebut tercipta dalam kemenangan telak Barca atas Getafe dengan skor 6-0 dalam laga yang digelar di Camp Nou pada dinihari tadi. Di pertandingan itu, lima gol disarangkan Los Cules pada 40 menit pertama. Satu gol lain lahir di awal babak kedua.

Gol pertama datang dari titik putih setelah Barca dihadiahi penalti setelah pelanggaran terhadap Suarez. Tampil sebagai eksekutor, Messi melakukan tendangan panenka mengelabuhi kiper Vicente Guaita yang terlanjur menjatuhkan diri.

Di menit ke-25 Suarez menciptakan gol ke-20 di musim ini dengan tendangan voli setelah memaksimalkan operan Messi. Hanya tiga menit kemudian, Neymar memperbesar skor setelah meneruskan umpan penyerang Uruguay itu untuk mencetak gol ke-100 trio “MSN”.

Saat pertandingan berjalan setengah jam, giliran Xavi Hernandez mengubah skor menjadi 4-0 sekaligus. Hanya berselang 10 menit kemudian, gawang Getafe bergetar lagi oleh Suarez yang gantian diberi umpan oleh gelandang veteran Spanyol itu.

Pasca turu minum, Barcelona menggenapkan kemenangan setengah lusin gol ke gawang Getafe setelah Messi mencetak gol keduanya di menit ke-47. Demikian dilansir ESPNFC.

Secara keseluruhan, Blaugrana telah mencetak 153 gol di musim ini. Messi mengemas 49 gol, Suarez 21 gol, dan Neymar 32 gol. Total 102 gol yang dihasilkan Messi-Suarez-Neymar sukses mengalahkan rekor 100 gol yang diciptakan trio sebelumnya; “Samuel Eto’o-Thierry Henry-Messi” yang terjadi pada 2008-09.

“Kami memiliki tiga penyerang yang menakjubkan dan kami harus senang tentang itu karena salah satu dari tujuan kami di musim ini adalah kami memiliki dua penyerang yang bisa membuat perbedaan,” ujar Presiden Barca Josep Maria Bartomeu di situs resmi klub.

Kemenangan ini mengembalikan jarak lima poin Barcelona dari Madrid. Namun, Madrid bisa kembali mendekati Barca karena baru akan bertanding melawan Almeria pada malam ini (29/4).