City Resmi Lepas Negredo Untuk Valencia

MANCHESTER, Cutejapanese.org – Manchester City mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan dengan Valencia untuk memermanenkan status penyerang Alvaro Negredo di Stadion Mestalla, Rabu (1/7/2015).

Negredo memutuskan bergabung dengan Valencia dengan status pemain pinjaman City pada 1 September 2014. Sempat bersinar di awal kariernya di Premier League, Negredo gagal meyakinkan manajer Manuel Pellegrini untuk mempertahankannya di lini depan skuat The Citizens.

Di Valencia, Negredo langsung menjadi pilihan utama. Pada Primera Division 2014-15, penyerang asal Spanyol itu mencetak enam gol dan lima assist dalam 34 pertandingan di semua ajang kompetisi.

“Klub ingin berterima kasih dan berharap agar Alvaro mendapatkan yang terbaik dalam kariernya pada masa depan,” demikian pernyataan resmi City.

Costa Resmi Milik Bayern

MUNICH, Cutejapanese.org – Bayern Munich, telah resmi menyelesaikan proses transfer Douglas Costa dari Shakhtar Donetsk, Rabu (1/7/2015). Pemain asal Brasil tersebut menandatangani kontrak berdurasi lima tahun hingga 30 Juni 2020 bersama Bayern.

“Kami senang bisa mendapatkan Douglas Costa. Kontrak lima tahun hingga 2020 mengindikasikan bahwa kami merencanakan masa depan Bayern bersama penyerang ini. Kini, kami berharap dia cepat beradaptasi di Muenchen dan di Bayern. Kami juga yakin dia bisa memperkuat skuad kami,” jelas Wakil Ketua Bayern, Jan-Christian Dreesen.

Sebelumnya, Bayern dan Shakhtar memang telah mencapai kesepakatan verbal untuk merekrut Costa. Die Roten diperkirakan harus mengeluarkan dana sebesar 25 juta poundsterling (sekitar Rp 524 miliar) untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 24 tahun tersebut.

“Sebuah impian yang terwujud pada hari ini. Aku bangga bisa menjadi pemain Bayern, mengikuti jejak dari begitu banyak pemain Brasil. Aku tak sabar bermain untuk tim yang luar biasa ini dan bakal melakukan yang aku bisa untuk memenuhi harapan orang kepadaku,” ujar Costa.

Costa disebut-sebut memiliki kemampuan setara Arjen Robben. Ia dijadwalkan akan mulai berlatih bersama skuat Bayern pada 11 Juli 2015.

Liverpool Resmi Dapatkan Bek Southampton

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Melalui situs resminya, Liverpool memberitakan bahwa mereka telah merampungkan proses transfer bek Southampton, Nathaniel Clyne dari, pada Rabu (1/7/2015). The Reds mengikat bek muda asal Inggris tersebut dengan kontrak jangka panjang.

“Aku senang dan ini adalah mimpi bagiku bisa datang ke sini, serta bermain bersama klub besar yang sarat akan sejarah. Aku tidak sabar untuk memulainya,” kata Clyne.

“Begitu Liverpool menunjukkan minat kepadaku, aku bahagia dan aku hanya ingin kesepakatan bisa cepat tercapai. Manajer telah menunjukkan ketertarikanya kepadaku dan menurutku, klub ini adalah tempat di mana aku bisa berkembang sebagai pemain. Jelas ini adalah kesempatan yang bagus bisa bergabung dan berusaha memenuhi potensiku,” sambungnya.

Clyne merupakan pemain baru keenam yang bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2015. Sebelumnya, Si Merah berhasil mendapatkan James Milner, Danny Ings, Adam Bogdan, Joe Gomez, dan Roberto Firmino.

Messi Berpeluang Raih MVP Copa America 2015

Cutejapanese.org – Meski tak mencetak gol dalam laga Argentina kontra Paraguay, sepertinya hal tersebut tak membuat kebintangan Lionel Messi pudar. Kembali, ia dinobatkan sebagai man of the match pada laga tersebut. Ini merupakan kali ke-4 Messi meraih penghargaan itu, dari 5 pertandingan yang sudah dia jalani.

Messi tak mencetak gol saat Argentina membenamkan Paraguay 6-1 di semifinal Copa America 2015. Meski demikian, Messi merupakan kreator kemenangan Albiceleste. La pulga (julukan Messi) berhasil membuat 3 assist dalam laga yang digelar di Estadio Municipal de Concepcion, Rabu (1/7/2015) pagi WIB.

Berkat kontribusinya tersebut, Messi dinobatkan sebagai man of the match, melampaui Angel Di Maria yang 2 kali memasukan si kulit bundar ke gawang Paraguay. Ini merupakan status man of the match ke-4 Messi dari 5 laga yang dia jalani di Copa America 2015.

Lionel Messi terpilih sebagai man of the match pada laga perdana, di mana kala itu dia mencetak satu gol lewat titik putih dan Argentina hanya bermain imbang 2-2 dengan Paraguay. Kala itu Messi membuat kejutan sebab dia menolak titel man of the match. Messi berpeluang meraih MVP Copa America 2015, bila ia mampu bermain baik pada laga final apa lagi jika ia berhasil mengantarkan Argentina meraih gelar juara.

Libas Paraguay 6-1, Argentina ke Final

CONCEPCION, Cutejapanese.org – Argentina memastikan lolos ke babak final Copa America 2015 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor telak 6-1 di babak semifinal yang digelar di Stadion Alcaldesa Ester Roa, Concepcion, Rabu (1/7/2015) dini hari WIB. Hasil itu membawa Tim Tango menghadapi tuan rumah Chile di partai final dan berpeluang mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun.

Argentina yang sebelumnya dikritik karena kurang produktif mencetak gol, benar-benar menjawab semua kritikan dengan hal yang luar biasa. Permainan berlangsung menarik, kedua tim melancarkan serangan silih berganti. Di awal pertandingan Argentina sempat melakukan sejumlah kesalahan sehingga membuat Paraguay nyaman melakukan ancaman. Sebaliknya, serangan Argentina yang dimotori Lionel Messi, Sergio Aguero dan Angel Di Maria selalu kandas oleh disiplinnya barisan pertahanan Paraguay.

Namun permainan keras yang diperagakan La Albirroja malah membuat Marcos Rojo mampu membawa Argentina unggul lebih dulu pada menit ke-15. Pelanggaran yang dilakukan Paraguay memberikan Argentina tendangan bebas. Messi yang menjadi eksekutor, berhasil mengirim umpan yang jatuh tepat ke kaki Rojo dan diteruskan menjadi gol. Papan skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Argentina.

Selang 12 Menit kemudian, Messi kembali jadi kreator ketangguhan Albiceleste. Umpan terukurnya kepada Javier Pastore berhasil diteruskan menjadi gol dan menambah keunggulan Argentina menjadi 2-0.

Dua menit jelang babak pertama berakhir, Paraguay mampu memperkecil keadaan setelah pemain mereka yang berdarah Argentina, Lucas Barrios menundukkan kiper Argentina, Sergio Romero dengan sepakan keras kaki kirinya. Skor 2-1 menutup babak pertama untuk keunggulan Argentina.

Memasuki paruh waktu kedua, Argentina langsung tampil menekan. Hasilnya, Enam menit selepas kick off babak kedua dimulai, mereka sudah berhasil menambah keunggulan. Di Maria mencetak dua gol di menit ke-47 dan ke-53 dan membawa timnya unggul jauh 4-1 atas Paraguay.

Tertinggal defisit tiga gol, Paraguay makin kesulitan mengembangkan permainan. Sejumlah tendangan spekulasi dilancarkan dari luar kotak penalti, namun tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Argentina. Sebaliknya, Messi dkk makin leluasa mengobrak-abrik lini pertahanan Paraguay.

Messi yang seakan kehilangan ketajamannya bersama Argentina, kembali gagal mencetak gol dalam pertandingan kali ini, termasuk ketika telah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Paraguay, Villar. Sebaliknya, dua gol tambahan Argentina disumbangkan Sergio Aguero pada menit ke-80 dan Gonzalo Higuain di menit ke-83. Skor 6-1 untuk kemenangan Argentina tak berubah hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Hasil tersebut membuat kans Argentina untuk mengulang kenangan indah Copa America 1991 terbuka lebar. Kala itu mereka menjadi jawara ketika gelaran turnamen juga diselenggarakan di Chile. Kesempatan mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun sudah dalam genggaman, dengan syarat bisa menundukkan tuan rumah di final yang akan digelar di Stadion Nacional, Santiago, sabtu waktu setempat atau minggu (5/7/2015) dini hari WIB mendatang.

Swedia Raih Trofi EURO U-21

PRAHA, Cutejapanese.org – Swedia menjadi jawara EURO U-21 2015 setelah mengalahkan Portugal lewat drama adu penalti pada final di Stadion Eden, Praha, Selasa (30/6/2015).

Sejak awal pertandingan, kedua kesebelasan saling melakukan tekanan dan jual beli serangan. Akan tetapi, kedua tim gagal menciptakan satu gol pun di sepanjang waktu normal 2×45 menit dan perpanjangan waktu 2×15 menit.

Akhirnya, pemenang laga ini harus ditentukan melalui adu Penalti. Pada babak adu penalti, Swedia lebih beruntung dengan menang 4-3 atas Portugal. Penendangan keempat Swedia, Abdullah Khalili, gagal menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara di kubu Portugal, penendang ketiga dan kelima, yakni Ricardo Esgaio dan William Carvalho, tidak bisa memberikan sumbangan gol untuk timnya.

Kemenangan ini menjadi gelar pertama Swedia pada kompetisi level yunior antarklub Eropa. Prestasi terbaik Swedia sebelumnya adalah menjadi peringkat kedua pada edisi EURO U-21 1992.

Adapun bagi Portugal, ini kedua kalinya gagal pada partai final. Pada 1994, Portugal juga pernah kalah di final dari Italia.

Cazorla di Incar Klub Spanyol

MADRID, Cutejapanese.org – Punggawa Arsenal, Santi Cazorla kembali masuk dalam bidikan salah satu klub Spanyol, Atletico Madrid. Cazorla kabarnya akan diproyeksikan sebagai pengganti Arda Turan yang akan meninggalkan Vicente Calderon pada bursa transfer musim panas ini.

Seperti ramai diberitakan, Turan menjadi buruan utama dua klub Premier League, Manchester United dan Chelsea. Tak mau ketinggalan Paris Saint-Germain dan AC Milan juga turut mengantri tanda tangannya. Agen bintang Timnas Turki itu sendiri memastikan bahwa kliennya selangkah lagi meninggalkan klub Ibu Kota Spanyol tersebut.

Sementara keinginan Atletico untuk merekrut Cazorla sejatinya telah berlangsung sejak jendela transfer musim dingin lalu. Akan tetapi, sang pemain memilih untuk tetap setia di Emirates Stadium. Arsenal sendiri sudah pasti takkan mengizinkan eks pemain Malaga tersebut hengkang dari London.

Tak kenal lelah, Los Rojiblancos pun mencoba mendekati Cazorla untuk yang kedua kalinya. Uang dari hasil penjualan Turan senilai 29 juta pounds kabarnya akan dimanfaatkan Atletico mengamankan tanda tangan Cazorla.

Sempat tersiar kabar bahwa kedatangan Mesut Ozil pada jendela transfer musim panas 2013 akan menyingkirkan posisinya. Namun, rumor tersebut tak terbukti dan Cazorla tetap menjadi pilihan utama pelatih Arsene Wenger selama kompetisi musim 2014-15.

Ronaldinho Menuju ke Liga Turki

ANTALYA, Cutejapanese.org – Setelah berhasil mendapatkan bintang asal Kamerun, Samuel Eto’o, klub Liga Super Turki, Antalyaspor, segera menghadirkan bintang asal Brasil, Ronaldinho.

Menurut Presiden Antalyaspor, Gultekin Gencer, pihak klub telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Ronaldinho. Dalam beberapa hari ini, mantan punggawa Barcelona itu direncanakan akan menjalani tes medis di Antalyaspor.

“Kami telah mencapai kesepakatan dengan Ronaldinho. Saya kira dalam waktu dua hari ke depan, kesepakatan ini akan menjadi resmi,” ujar Gencer kepada TRT Spor, Senin (29/6/2015).

Gencer juga menegaskan, bahwa klubnya belum akan berhenti untuk mendatangkan pemain bernama besar lainnya. “Selain Eto’o dan Ronaldinho, kami akan merekrut nama besar lainnya,” kata Gencer.

Setelah pernyataan Gencer tersebut, Ronaldinho muncul dalam sebuah video di akun Instagram @umit_akbulut. Dia pun menyapa para penggemarnya di Turki. “Halo semuanya. Aku akan segera berada di Turki bersama anda,” tutur pemain berusia 35 tahun itu.

Sebelumnya, Ronaldinho tercatat sebagai salah satu penggawa klub Meksiko, Queretaro FC. Pada Juni 2015, Ronaldinho meninggalkan Queretaro FC karena masa kontraknya telah usai.

Jorge Sampaoli : “Kertu Merah Peru, Bikin Kami Mandek”

SANTIAGO, Cutejapanese.org – Chile meraih kemenangan tipis 2-1 atas 10 pemain Peru pada semifinal Copa America 2015, Senin (29/6/2015). Kartu merah Carlos Zambrano pada menit ke-20 dianggap menjadi salah satu biang kekalahan Peru pada laga itu.

Akan tetapi, pendapat berbeda justru dikeluarkan Jorge Sampaoli. Pelatih Chile itu menilai kartu merah Zambrano justru menyulitkan timnya.

“Kartu merah itu lebih menyakitkan bagi kami dibandingkan Peru. Sebab, kami mengalami kemandekan (serangan),” ujar Sampaoli seusai pertandingan seperti dilansir La Tercera.

Sejak kartu merah Zambrano, Peru memang bermain lebih menunggu dan cenderung menumpuk pemain di area pertahanan. Hal ini sempat membuat serangan Chile mandek. Baru pada menit-menit akhir babak pertama, pasukan Sampaoli bisa memecah kebuntuan lewat gol Eduardo Vargas.

“Para pemain Peru sedang dalam performa terbaik. Mereka tak perlu takut menghadapi tim mana pun dari kawasan Amerika,” kata Sampaoli memuji.

Bagi Sampaoli, keberhasilan mengantarkan Chile ke final merupakan sebuah prestasi. “Melangkah ke final bagi seorang pelatih tim nasional adalah sebuah impian,” tutur dia.

“Melangkah ke final memang menjadi target kami sejak awal. Namun, kami ingin pesta ini terus berlanjut sampai akhir,” ucap pelatih asal Argentina itu.

Andai berhasil mengantarkan Chile meraih gelar di Copa America 2015, Sampaoli akan tercatat dalam sejarah sepak bola Chile. Sebab, hingga penyelenggaraan kali ini, belum sekali pun Chile menjadi juara Copa America.

Kalahkan Peru, Tuan Rumah Melaju ke Final

SANTIAGO, Cutejapanese.org — Chile berhak melaju ke final Copa America 2015 setelah meraih kemenangan 2-1 atas Peru pada laga semifinal yang diselenggarakan di Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos, Senin malam atau Selasa (30/6/2015) pagi WIB.

Chile mendapat keuntungan, karena sejak menit ke-20 Peru harus sudah bermain dengan 10 orang pemain. Carlos Zambrano mendapatkan kartu merah langsung lantaran melanggar keras Charles Aranguiz. Kartu merah tersebut sempat mendapat protes keras dari para pemain Peru, namun wasit Jose Argote tetap kukuh pada keputusannya.

Meski unggul dalam jumlah pemain, Chile baru dapat memecah kebuntuan pada menit ke-42. Berawal dari umpan silang Alexis Sanchez, Aranguiz langsung menyambar bola, namun masih gagal membuahkan gol. Bola hasil sepakannya mengenai tiang jauh dan beruntung bagi Chile, bola memantul mengarah kepada Eduardo Vargas. Tak mau menyia-nyiakan peluang, Vargas yang berdiri bebas langsung melepaskan tendangan dan berhasil menaklukkan kiper Peru, Pedro Gallese. Papan skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Chile menutup babak pertama.

Usai jeda babak pertama, Chile terus menekan dan memegang kendali permainan. Akan tetapi, Pada menit ke-60, Peru berhasil memanfaatkan kegagalan barisan pertahanan Chile untuk menciptakan gol penyeimbang.

Bermula dari area pertahanan timnya, Jose Paulo Guerrero membangun serangan balik dengan mengumpan ke sisi kanan. Luis Advincula lantas berlari menyisir sisi kiri pertahanan Chile. Melihat Andre Carrillo di kotak penalti lawan, Advincula lalu melepaskan umpan silang. Malang bagi Chile, usaha Gary Medel memotong umpan tersebut justru mengarahkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri Medel membuat skor imbang 1-1.

Namun, euforia kemenangan para pemain dan pendukung Peru tak berlangsung lama. Empat menit setelah melakukan gol bunuh diri, Medel membayar lunas kesalahannya. Umpan dirinya kepada Vargas diselesaikan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan atas gawang Peru. Chile kembali unggul 2-1.

Defisit satu gol, Peru bermain lebih ofensif dengan memasukkan Claudio Pizarro dan Victor Yuton untuk menambah daya gedor mereka. Namun, usaha tersebut tak juga membuahkan hasil. Cile menang 2-1 dan melangkah ke final Copa America 2015.

Bagi Chile, keberhasilan melangkah ke final merupakan yang pertama sejak 1987. Khusus sebagai tuan rumah, keberhasilan kali ini mengulang catatan 1955. Sial bagi Chile, dalam dua final itu, mereka kalah dari Argentina dan Uruguay.

Pada laga final, Sabtu (4/7/2015), Chile bertemu pemenang antara Argentina dan Paraguay. Sementara itu, Peru akan menjalani perebutan tempat ketiga pada Jumat (3/7/2015).