Bagi Chiellini Tak Ada Yang Special Pasca Insiden Gigitan Suarez

TURIN, Cutejapanese.org – Bek Juventus, Giorgio Chiellini, bakal bertemu dengan bomber Barcelona, Luis Suarez, pada final Liga Champions, di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Pertandingan akbar tersebut bakal menjadi pertemuan pertama antara Chiellini dan Suarez setelah keduanya terlibat insiden pada Piala Dunia 2014.

Saat itu pada pertandingan antara Italia melawan Uruguay, Suarez kedapatan mengigit bahu Chiellini. Tindakan tak terpuji Suarez tersebut berujung sanksi larangan bermain di ajang resmi selama empat bulan.

“Aku akan berhadapan Suarez sebagai striker hebat. Tidak lebih dari itu. Hal itu sama yang aku lakukan kepada semua pemain lain seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema,” kata Chiellini.

“Insiden seperti itu membantu Anda menjadi dewasa untuk kedua belah pihak. Bahkan di sisi dia, menurutku tidak ada yang lain selain keinginan untuk memenangi Liga Champions,” sambung pemain asal Italia tersebut.

Rodgers : Gerrard Ikon Liverpool Yang Tak Tergantikan

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Manajer Liverpool, Brendan Rodgers mengaku berjanji bakal selalu membuka pintu bagi Steven Gerrard, seandainya pemain asal Inggris tersebut ingin kembali ke Liverpool pada suatu saat nanti.

Setelah berkarier selama 17 tahun, Gerrard akan melakoni pertandingan terakhir di Anfield saat Liverpool menjamu Crystal Palace, Sabtu (16/5/2015).

Gerrard memang telah memutuskan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini untuk bergabung dengan Los Angeles Galaxy, mulai Juli mendatang. Gerrard pernah mengungkapkan bakal kembali ke Anfield pada suatu saat nanti, sebagai manajer. Rodgers pun mengaku senang dengan rencana Gerrard tersebut.

“Kepergian Steven tidak permanen. Dia adalah salah satu pemain yang saya sukai. Ada sebuah kesempatan bagi dia untuk kembali selama saya ada di sini,” kata Rodgers.

“Aku akan merindukan dia. Dia melakoni 42 laga pada musim pertama saya dini sini, 38 pertandingan musim lalu, dan 38 laga sejauh musini ini. Hal itu menunjukkan bahwa dia masih bernilai dan penting,” imbuhnya.

Menurut Rodgers, Gerrard pantas kembali ke Liverpool karena ia adalah ikon bagi publik Anfield. Selama membela Liverpool, Gerrard pernah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, seperti Liga Champions. Hanya gelar Premier League yang gagal dipersembahkan oleh Gerrard.

“Saya bertanya kepada sejumlah staf untuk menggambarkan Steven dalam satu kata. Saya memilih kata ‘Liverpool’. Apa yang diberikan Steven kepada kota ini, tidak pernah diberikan politisi. Dia adalah simbol yang indah bagi orang-orang. Dia tak tergantikan tetapi kami harus terus maju sebagai sebuah klub dan sebagai sebuah tim,” puji Rodgers.

Wenger : Arsenal Harus Bangkit, Menang atau Imbang Tak Masalah

LONDON, Cutejapanese.org – Setelah menuai kekalahan dari Swansea City, Arsenal diharapkan bangkit saat menyambangi Manchester United akhir pekan ini. Menang atau imbang bakal disambut positif oleh manajer The Gunners, Arsene Wenger.

Arsenal kalah 0-1 dari Swansea akhir pekan lalu. Hasil itu membuat mereka gagal memperlebar jarak dengan MU di papan klasemen.

Pasukan London utara saat ini menempati posisi tiga dengan nilai 70 dari 35 pekan, unggul dua angka dari MU di posisi empat yang sudah bermain satu kali lebih banyak. Akhir pekan ini, kedua tim tersebut akan akan saling berhadapan di Old Trafford, Minggu (17/5/2015) malam WIB.

Menatap laga penuh gengsi ini, Arsenal mengusung misi bangkit. Wenger ingin anak asuhnya tampil baik dan pulang dengan mengantongi poin, baik hanya satu poin maupun angka penuh.

“Kami ingin bangkit dari kekalahan saat melawan Swansea dan menampilkan performa yang bagus. Hasil positif apapun, menang atau imbang akan bagus,” kata Wenger dikutip BBC.

“Secara matematika kami bisa memberikan jarak antara United dan kami di empat besar dan mengamankan posisi tiga besar,” tambahnya.

Bagaimanapun, Wenger tak menyangkal bahwa kemenangan juga bakal jadi sebuah hasil yang sangat istimewa. Itu artinya Mesut Oezil dkk, sukses menaklukkan ‘Setan Merah’ di kandang dua kali, setelah sebelumnya menang 2-1 di Piala FA.

“Saya rasa jika kami menang, itu juga akan jadi sebuah pernyataan simbolis. Kami menang di sana di Piala FA dan mengulangi itu bakal jadi sebuah hal penting secara psikologis,” demikian Wenger.

Tak Ada Wakil Italia di Final Liga Europa

Cutejapanese.org – Lenyap sudah harapan publik Italia menyaksikan Napoli dan Fiorentina tampil di final Liga Europa musim ini. Hal tersebut tak lepas kekalahan yang dialami kedua tim pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa, Kamis malam atau Jumat (15/5/2015) dini hari WIB.

Di Stadion Artemio Franchi, Fiorentina tak mampu membalikkan keadaan setelah takluk 0-3 dari Sevilla pada pertemuan pertama. La Viola kembali menelan kekalahan 0-2 dari sang juara bertahan.

Kemenangan Sevilla ditentukan oleh gol yang diciptakan Carlos Bacca (22′) dan Daniel Carrico (27′). Dengan agregat 5-0, Sevilla lolos ke final yang bakal digelar di Stadion Narodowy, Warsawa, pada 27 Mei 2015.

Sementara di Ukraina, Napoli menelan kekalahan saat bertandang ke markas Dnipro Dnipropetrovsk. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, Napoli takluk oleh gol tunggal Yevhen Seleznyov. Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Dnipro untuk menyegel tiket final.

Bagi klub asal Ukraina tersebut, hasil ini merupakan pencapaian terbaik karena untuk kali pertama tampil di final kompetisi antarklub Eropa. Namun, Sevilla jelas sangat difavoritkan untuk kembali menjuara Liga Europa musim ini. Klub asal Spanyol tersebut sudah tiga kali menjadi jawara Liga Europa (dulu bernama Piala UEFA) yakni pada 2006, 2007, dan 2014.

Seandainya mampu mengalahkan Dnipro, Los Rojiblancos pun bakal menjadi tim yang paling banyak meraih gelar Liga Europa, melampaui Juventus, Inter Milan, dan Liverpool. Selain itu, Sevilla bakal menjadi satu-satunya tim yang dua kali mempertahankan gelar juara jika menjadi kampiun di Warsawa nanti.

Dnipro Siap Hadapi Sevilla, Usai Kandaskan Napoli

KIEV, Cutejapanese.org – Dnipro Dnipropetrovsk membuat kejutan dengan lolos ke final Liga Europa dan akan menantang sang juara bertahan Sevilla. Dnipro lolos setelah mengandaskan perlawanan Napoli lewat kemenangan 1-0 di leg kedua semifinal.

Dnipro menjalani leg kedua di Olympic Stadium, Kiev, Jumat (15/5/2015) dinihari WIB, dengan modal hasil seri 1-1 pada pertemuan pertama di kandang Napoli. Klub Ukraina itu pun cuma butuh hasil imbang tanpa gol di leg kedua untuk melaju ke final.

Pada awal-awal pertandingan, Gonzalo Higuain berpeluang membawa Napoli memimpin. Higuain langsung berhadapan dengan Denis Boyko, tapi penyelesaiannya masih bisa digagalkan oleh kiper Dnipro itu.

Boyko kembali menyelamatkan gawang Dnipro pada menit ke-28. Kali ini, Boyko menepis bola hasil sundulan Higuain.

Beberapa saat kemudian, Dnipro mengancam melalui aksi Yevhen Seleznyov, yang memanfaatkan kesalahan David Lopez. Namun, gawang Napoli masih selamat karena Mariano Andujar bisa mementahkan usaha dari Seleznyov.

Dnipro akhirnya benar-benar memimpin pada menit ke-58 melalui gol Seleznyov. Yevhen Konoplyanka yang mengirimkan umpan silang dari sisi kiri tanpa ampun disambut dengan sundulan Seleznyov untuk menggetarkan gawang Napoli.

Untuk menambah tekanan, Napoli memasukkan Marek Hamsik dan Dries Mertens. Partenopei mendapatkan sejumlah peluang lewat Mertens dan Lopez, tapi tak mampu mencetak gol pengimbang. Mereka bahkan nyaris kebobolan di masa injury time ketika sundulan Matheus menghantam mistar.

Alhasil, dengan kemenangan ini Dnipro lolos dengan skor agregat 2-1. Mereka selanjutnya akan menghadapi Sevilla di final yang digelar di Stadion Narodowy, Warsawa, 27 Mei mendatang.

Sevilla Melaju ke Final, Usai Melibas Fiorentina

FLORENCE, Cutejapanese.org – Wakil Spanyol di Liga Europa, Sevilla, akhirnya merebut tiket final lewat hasil meyakinkan atas Fiorentina. Sevilla melengkapi kemenangan di leg pertama semifinal dengan keberhasilan menundukkan Fiorentina 2-0 di leg kedua yang digelar di Artemio Franchi, Jumat (15/5/2015) dinihari WIB

Fiorentina yang bertekad mengejar ketertinggalan agregat kekalahan 0-3 di leg pertama langsung melakukan inisiatif serangan sejak menit pertama dimulai. Peluang emas pertama didapat Fiorentina di menit ke-17 lewat sundulan Gonzalo Rodriguez yang menyambut sepak pojok Borja Valero. Akan tapi Sergio Rico menunjukkan refleks yang bagus untuk menepis bola.

Sevilla kemudian justru mampu mencuri gol di menit ke-22. Dari tendangan bebas, Ever Banega mengirim bola ke kotak penalti. Bola jatuh ke kaki Carlos Bacca yang berada di depan gawang yang kemudian mengontrolnya dan melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang Fiorentina.

Lima menit berselang, Sevilla menggandakan keunggulannya. Kembali lewat skema sebuah tendangan bebas, tim tamu menggetarkan jala gawang Fiorentina.

Banega mengirim bola jauh ke sisi kanan yang diteruskan oleh Coke dengan umpan ke depan kotak penalti. Tanpa kesulitan, Daniel Carrico yang berada di depan gawang langsung meneruskannya untuk menjebol gawang Fiorentina.

Setelaj jeda babak pertama, Fiorentina mendapat peluang emas untuk menipiskan ketertinggalan. Tim tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah David Pizarro dijatuhkan oleh Grzegorz Krychowiak. Namun Ilicic yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang menjadi gol, sepakan kaki kirinya justru melambung tinggi ke atas mistar gawang Sevilla.

Hingga laga usai, tak ada tambahan gol yang tercipta. Sevilla menang 2-0 dan lolos ke final dengan agregat 5-0 atas La Viola.

Dengan demikian, Sevilla berpeluang besar untuk mempertahankan gelar Liga Europa. Musim lalu, Sevilla menjadi juara dengan mengalahkan Benfica di babak final.

Sevilla selanjutkan akan berhadapan dengan Dnipro di partai puncak. Dnipro secara mengejutkan lolos dengan menyingkirkan Napoli dengan keunggulan 2-1 secara agregat.

Kelelahan Bukan Penyebab Menurunnya Performa Harry Kane

LONDON, Cutejapanese.org – Produktivitas striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, terlihat menurun dalam beberapa pertandingan terakhir. Tapi, dugaan Kane mengalami kelelahan dibantah oleh manajer Spurs, Mauricio Pochettino.

Kane tampil cemerlang bersama Spurs pada musim ini. Penyerang berusia 21 tahun itu menjadi top skorer The Lilywhites setelah mencetak 30 gol dalam 49 pertandingan di semua kompetisi.

Akan tetapi, Kane belakangan ini jarang bikin gol. Dia cuma mencetak sebiji gol dalam enam laga terakhir. Saat Kane menurun, Spurs juga kurang oke karena cuma menang dua kali dalam delapan pertandingan terakhir.

Menurut Pochettino, Kane jarang bikin gol belakangan ini bukan karena sedang kelelahan. Dia menganggap hal ini sebagai sesuatu yang lumrah di sepakbola.

“Dia tidak kelelahan,” ucap Pochettino di Soccerway.

“Inilah sepakbola. Kadang-kadang Anda punya kemungkinan untuk mencetak gol dan kadang-kadang tidak. Saya pikir Harry menjalani musim yang fantastis,” tambahnya.

Spurs kini menempati posisi keenam di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Mereka akan menjamu Hull City di White Hart Lane, Sabtu (16/5/2015) besok.

“Kami harus menuntaskan musim dengan sangat baik dan setelah itu kami harus mempersiapkan diri untuk musim depan,” tutur Pochettino.

“Kami harus mempersiapkan tim dan skuat untuk bisa meraih sesuatu yang penting,” katanya.

Welbeck Siap Merumput di Old Trafford

Cutejapanese.org – Danny Welbeck akan kembali ke Old Trafford dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini. Secara kebetulan, cedera lutut yang dialami pemain 24 tahun itu dia mulai membaik.

Arsenal dijadwalkan melawat ke Old Trafford Minggu (17/5/2015) malam WIB. Duel itu diprediksi bakal seru sebab duel itu menjadi peluang bagi kedua tim untuk bisa finis paling dekat dengan Chelsea di akhir musim.

Untuk sementara, Arsenal masih memimpin di urutan ketiga dengan nilai 70, MU tertinggal di urutan keempat dengan nilai 68. Arsenal juga mempunyai catatan lebih bagus dalam pertemuan di paruh musim pertama. Mereka menang 2-1 atas Setan Merah.

Selain itu, laga tersebut bakal menjadi momen kembalinya Welbeck ke Old Trafford. Untuk pertama kalinya sejak dilego ke Arsenal, Welbeck tanpa sungkan mencetak gol dan malah menjadi penentu kemenangan The Gunners atas Manchester United pada babak delapan besar Piala FA.

Perkembangan pemulihan cedera lutut Welbeck pun cukup oke. Dia diyakini dapat merumput.

“Dia masih akan bermain musim ini, cuma inflamasi kok dan tak ada cedera mayor. Waktu ke akhir pekan memang cukup pendek, tapi dia seharusnya sudah membaik,” kata Wenger seperti dikutip Independent.

Sepanjang musim ini bersama Arsenal, Welbeck mendonasikan delapan gol dari berbagai ajang kompetisi.

Jadi Starter, Evra Akan Jabat Tangan Suarez

MADRID, Cutejapanese.org – Patrice Evra dan Luis Suarez pernah menjadi musuh besar di atas lapangan. Namun, untuk final Liga Champions bulan depan, Evra akan melupakan masalah tersebut dan menjabat tangan Suarez.

Evra dan Suarez terlibat perseteruan pada tahun 2011 silam, ketika keduanya masih memperkuat Manchester United dan Liverpool. Ketika itu, Suarez dinyatakan bersalah lantaran melontarkan kata-kata bernada rasialis kepada Evra. Imbasnya, Suarez pun mendapatkan hukuman larangan bertanding sebanyak 8 laga dan denda sebesar 400.000 poundsterling.

Pada pertemuan berikutnya setelah menjalani masa hukuman, Suarez menolak menjabat tangan Evra. Kejadian ini sempat mengundang perdebatan, tetapi Suarez dan manajer Liverpool saat itu, Kenny Dalglish, langsung memberikan pernyataan maaf.

Kini, Evra dan Suarez akan bertemu di final Liga Champions. Evra menyebut, seandainya bermain sebagai starter pada laga tersebut, dia akan tetap menjabat tangan Suarez sebelum pertandingan.

“Saya bangga akan asal-usul saya, saya juga bangga dengan warna kulit saya, dan saya akan tetap menjabat tangannya. Itu bukan masalah,” ujar Evra seperti dilansir Sky Sports.

“Namun, saya akan tetap membuat pertandingan berjalan berat untuknya,” lanjut Evra.

Juventus, yang diperkuat Evra, melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 3-2. Sementara itu, Suarez dan Barcelona melangkah setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 5-3.

Final Liga Champions musim ini akan dihelat pada 6 Juni 2015 di Olympiastadion, Berlin, Jerman.

Suarez Akan Reuni dengan Chiellini dan Evra di Final Liga Champions

BARCELONA, Cutejapanese.org – Setelah menyudahi perlawanan Real Madrid di semifinal lewat agregat 3-2, Juventus memastikan diri tampil di final Liga Champions 2014-2015 menantang Barcelona, 6 Juni mendatang.

Satu hal unik yang menjadi sorotan adalah kesempatan penyerang Barca, Luis Suarez bereuni dengan Giorgio Chiellini dan Partice Evra di Juventus. Kisah ketiga pemain ini tentu masih lekat di benak para pecinta sepak bola.

Kisah kontroversial El Pistolero (julukan Suarez) bersitegang diawalinya dengan Evra, kala keduanya bermain di Liga Primer Inggris. Suarez yang saat itu bermain untuk Liverpool sempat melakukan pelecehan rasial kepada Evra yang masih memperkuat Manchester United pada laga di Stadion Anfield 2011 lalu.

Bomber asal Uruguay itu akhirnya dijatuhi hukuman delapan laga serta denda sebesar 40 ribu pound. Striker si bengal ini pun lantas menolak berjabat tangan dengan Evra saat keduanya kembali bertemu di Stadion Old Trafford pada akhir musim.

Belum usai dengan Evra, Suarez kembali berulah pada gelaran Piala Dunia 2014 lalu. Nama Suarez tercoreng usai ketahuan menggigit bahu Chiellini saat Uruguay mengalahkan Italia di fase grup D.

Atas ulahnya itu, striker 28 tahun ini diskors empat bulan dari seluruh aktivitas sepak bola. Membuat dirinya tak bisa langsung bermain dengan klub barunya Barcelona setelah ditransfer dari Liverpool dengan biaya 75 juta pound.

Sosok ketiganya kali ini berpeluang bertemu di laga pamungkas kompetisi tertinggi klub Eropa. Penampilan Suarez bersama Barca melawan dua musuhnya di Juventus tampak layak ditunggu Juni mendatang.