Pasca Tersingkir di Liga Champions, El Real Terancam Akhiri Musim Tanpa Gelar

Cutejapanese.org – Laju Real Madrid terpaksa harus terhenti di semifinal pada ajang Liga Champions musim ini. Los Blancos pun terancam kemungkinan besar bakal mengakhiri musim ini tanpa gelar.

Butuh kemenangan saat melakoni leg II semifinal Liga Champions melawan Juventus, nyatanya Madrid hanya bisa memetik hasil imbang 1-1 terhadap Juventus.

Saat menjalani di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015) dinihari WIB, asa pendukung Madrid sempat terlihat menjadi nyata usai Cristiano Ronaldo mampu mencetak gol lewat titik putih di menit 23.

Namun, mimpi untuk melaju ke final akhirnya pupus setelah eks pemain Madrid, Alvaro Morata sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit 57. Madrid pun akhirnya kalah agregrat 2-3 dari Bianconeri.

Dengan tersingkirnya Madrid di ajang Liga Champions, maka hilang juga kans terbesar untuk meraih trofi musim ini. Di dua ajang domestik, El Real juga hampir pasti gagal meraih gelar juara.

Di Copa del Rey, Madrid sudah tersingkir sejak babak 16 besar setelah kalah dari rival sekota, Atletico Madrid.

Sementara di Liga Spanyol, Madrid memang boleh dibilang masih mempunyai kans untuk merebut gelar juara meski teramat tipis.

Madrid saat ini menempati di posisi dua klasemen dengan raihan 86 poin, berjarak empat poin dari Barca yang berada di puncak klasemen.

Dengan Liga Spanyol yang hanya tinggal menyisakan dua laga, Los Cules akan mengunci gelar juara Liga Spanyol andai bisa memenangi pertandingan pada akhir pekan ini. Hasil itu secara otomatis akan memastikan Madrid puasa gelar untuk musim ini.

Chiellini : Juve Tim Kuat dan Bisa Mengalahkan Tim Mana Pun

MADRID, Cutejapanese.org – Pasca pertandingan melawan Real Madrid, Bek Juventus, Giorgio Chiellini berpendapat, keberhasilan lolos ke final Liga Champions merupakan satu bukti Juventus sebagai salah satu tim kuat dan bisa mengalahkan tim mana pun. Chiellini yakin Juve mampu mengalahkan Barcelona, pada pertandingan final, di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Juve lolos ke final setelah sukses menyingkirkan Real Madrid. Si Nyonya Besar sukses menahan imbang Madrid dengan skor 1-1 di Santiago Bernabeu, Rabu malam atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB sehingga lolos dengan keunggulan agregat 3-2. Juve untuk pertama kalinya “mencicipi” final Liga Champions dalam 12 tahun terakhir.

Chiellini sangat gembira bisa mengantarkan timnya ke final. Apalagi, lawan yang disisihkan adalah juara bertahan dan bertabur bintang berharga mahal.

“Ini adalah pertandingan terindah dan penting dalam karierku. Para pemain membuktikan bahwa Juventus pantas berada di babak akhir Liga Champions. Jadi kini, kami bisa menuju Berlin dengan keyakinan bisa meraih kemenangan. Sebab, kami kuat dan bisa mengalahkan tim mana pun,” kata Chiellini.

Chiellini juga berbicara soal putusan wasit Jonas Eriksson memberikan Madrid penalti pada menit ke-23. Wasit asal Swedia tersebut menunjukk titik putih setelah melihat Chiellini melanggar James Rodriguez di kotak terlarang.

“Di lapangan, putusan tersebut tampaknya berlebihan. Namun, dari tayangan ulang terlihat ada sentuhan yang berujung penalti,” tuturnya.

Ramos : Juve Pantas ke Final

MADRID, Cutejapanese.org – Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mengucapkan selamat kepada Juventus atas keberhasilan lolos ke final Liga Champions. Menurut Ramos, Juve pantas menjadi finalis melawan Barcelona pada partai puncak di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015).

Ramos gagal mengantarkan Madrid ke final. Sang juara bertahan harus mengakhiri langkahnya di Liga Champions usai disingkirkan Juventus pada semifinal. Kalah 1-2 pada pertemuan pertama, Madrid hanya bermain imbang 1-1 dengan Juve di Santiago Bernabeu, Rabu malam atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo sempat membuka harapan Madrid untuk mencicipi final dengan mencetak gol pembuka melalui titik putih pada menit ke-23. Sayang, Madrid lengah sehingga Alvaro Morata mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-57. Ramos dkk pun gagal ke final lantaran kalah agregat.

“Adalah hal menyakitkan tersingkir dari Liga Champions. Rasa sakit itu sulit pulih. Sebab, kami adalah tim yang berjuang untuk memenangi trofi dan merupakan tim favorit untuk mempertahankan gelar,” jelas Ramos.

“Namun, Juventus pantas ke final. Setelah gol pertama, kami pikir semuanya sudah berakhir. Kami harus mengucapkan selamat kepada Juventus yang lebih baik dari kami dalam dua pertandingan,” lanjutnya.

Ramos juga mengungkapkan penyebab kegagalan Madrid. “Kami tidak cukup bagus di depan gawang lawan. Setelah mereka mencetak gol, kami sempat sedikit emosional karena sebenarnya tampil bagus. Sayang saja, kami gagal memanfaatkan kesempatan,” ulas Ramos.

Presiden Jokowi Dukung Menpora Terkait Pembekuan PSSI

JAKARTA, Cutejapanese.org – Presiden Joko Widodo mendukung penuh keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Narawi terkait pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Saya dukung penuh keputusan Menpora,” kata Jokowi di Rumah Sakit Moh. Ridwan Meuraksa, Jalan Raya Taman Mini 1, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Jokowi tak ambil pusing terkait sanksi yang akan diberikan FIFA atas pembekuan PSSI. Ia mempercayakan semua keputusan itu di tangan menterinya.

“Saya dukung penuh apa yang sudah diputuskan menpora,” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, PSSI dibekukan oleh Kemenpora melalui surat yang dikeluarkan per 17 April. Dalam surat itu, Kemenpora menegaskan bahwa tidak mengakui segala kegiatan keolahragaan PSSI termasuk Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya, Sabtu 18 April. Pembekuan oleh Kemenpora ini juga membuat PSSI terancam sanksi dari FIFA.

Pembekuan dilakukan setelah PSSI tetap mengikutsertakan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia. Pembekuan ini membuat LSI yang baru melangsungkan dua pertandingan harus dihentikan sementara.

Komentar Morata Setelah Menjadi Biang Kegagalan Madrid ke Final

MADRID, Cutejapanese.org — Striker Juventus, Alvaro Morata, menjadi pahlawan keberhasilan timnya melaju ke babak final Liga Champions. Gol alumnus Akademi Real Madrid itu ke gawang Los Blancos membuat skor berakhir 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB.

Pada pertandingan pertama yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Juventus, Morata turut menyumbangkan satu gol. Namun, Morata memutuskan tidak merayakan dua gol ke gawang klub yang membesarkannya itu.

“Aku tidak akan pernah merayakan gol (ke gawang Madrid). Ini sebuah perasaan yang aneh bagiku. Sulit bagiku menjalani dua pertandingan ini. Aku ingin berterima kasih kepada para suporter Real Madrid. Aku berharap mencetak gol ke gawang tim lain,” kata Morata seusai laga.

“Kami mendapat kesulitan bermain di sini. Namun, laga ini bukan yang terakhir. Kami ingin memenangi laga final nanti dan membuat sejarah. Sekarang, kami jelas bahagia,” lanjutnya.

Pada laga final, Juventus sudah ditunggu Barcelona yang sebelumnya lebih dahulu menyingkirkan Bayern Muenchen. Pertandingan puncak akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, 6 Juni mendatang.

“Mantan rekan-rekanku (di Real Madrid) ingin kami menang. Seperti di Turin, malam ini berjalan sulit bagiku. Namun, aku hanya ingin fokus. Inilah sepak bola,” kata Morata.

Juventus Bersiap Hadapi Messi dan Barcelona

MADRID, Cutejapanese.org – Carlos Tevez merasa Juventus sudah tampil baik di dua laga semifinal Liga Champions, untuk menyingkirkan Real Madrid. Kini Bianconeri tinggal mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna menghadapi Lionel Messi dan Barcelona.

Juve sukses membalikkan prediksi usai menghentikan laju Madrid di semifinal Liga Champions dengan agregat 3-2. Usai menang 2-1 di kandang pekan lalu, mereka berhasil menahan imbang Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015) dinihari WIB.

Pada laga leg kedua, Juve tampil cukup baik meredam tekanan demi tekanan dar para pemain Madrid. Meski melepaskan 22 tembakan, Los Blancos hanya mampu mencatatkan lima upaya tepat sasaran. Sedangkan anak asuh Massimiliano Allegri bermain lebih efisien dengan mencatatkan delapan percobaan dan empat yang mengarah ke gawang.

“Saya rasa tim ini memainkan dua laga yang bagus dan kami bisa pergi ke Berlin. Hal terpentingnya adalah untuk lolos dan Juventus sudah sekian lama tidak berada di final. Kami memang harus berhasil,” ujar Tevez kepada Mediaset dikutip Football Italia.

Kini tantangan berat lainnya menanti di depan saat mereka akan menghadapi Barca di partai puncak. Laga ini juga bakal menjadi duel antara dua penyerang Argentina, Tevez melawan Messi. Tevez percaya timnya butuh persiapan yang sangat baik untuk menangani Messi.

“Kami akan menghadapi Messi yang terbaik, jadi harus bersiap dengan sangat baik untuk laga tersebut. Dia adalah fenomena dan saya rasa itu akan jadi sebuah laga yang bagus,” ujar pemain 31 tahun itu.

Messi masih sangat produktif sepanjang musim ini. Total 53 gol dan 30 assist diciptakan dalam 53 pertandingan saja di semua ajang kompetisi.

Ancelotti : Meski Tersingkir, Madrid Telah Bermain Maksimal

MADRID, Cutejapanese.org – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menilai timnya sudah memberikan performa yang maksimal di laga semifinal Liga Champions kontra Juventus. Sayang Dewi Fortuna tidak berpihak pada Los Blancos yang akhirnya harus tersingkir.

Mengejar ketertinggalan 1-2 di leg pertama, Madrid tampil menekan sejak menit awal laga leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (14/5/2015) dinihari WIB. Mereka tak memberikan kesempatan Juve mengembangkan permainan. Di menit ke-23 melalui sebuah skema serangan, para pemain Madrid membuat Giorgio Chiellini harus melanggar James Rodriguez di kotak penalti dan membuahkan gol penalti Cristiano Ronaldo yang membawa Madrid unggul 1-0, sekaligus berada di posisi terdepan dalam perebutan tiket ke final.

Setelah gol tersebut Madrid kian bernafsu mencetak gol tambahan, namun ketangguhan Gianluigi Buffon mementahkan segala peluang tuan rumah.

Di babak kedua Juve mulai membaik dan mampu mengimbangi permainan Madrid, sampai akhirnya gol Alvaro Morata di menit ke-57 membuat skor imbang 1-1 dan bertahan hingga laga usai. Usaha Madrid untuk membobol gawang Buffon pun sia-sia karena tak satupun peluang yang bisa dikonversi menjadi gol.

Dengan hasil tersebut Madrid harus tersingkir setelah kalah agregat 2-3. Hasil yang didapat Los Merengues harusnya lebih baik mengingat mereka punya 23 shot sepanjang 90 menit tapi hanya lima yang tepat sasaran.

“Kami sudah kalah di leg pertama. Kami sudah bermain maksimal (di leg kedua) tapi kami memang tidak beruntung,” ujar Ancelotti di Football Espana.

“Kami mengontrol pertandingan dan punya banyak kesempatan bagus bikin gol, tapi kami tidak cukup beruntung untuk mencetak gol di menit-menit akhir,” imbuhnya.

“Jelas saya kecewa dengan itu tapi saya pikir kami memang kurang beruntung di laga itu. Kami punya banyak kesempatan bikin gol kedua, tapi tidak mampu melakukannya.”

“Saya pikir (Gareth) Bale tampil lebih baik dibanding leg pertama, tapi seluruh tim bekerja keras. Kami sudah berbuat sebisa kami, tapi itu tidak cukup untuk mengantarkan ke final,” tutup Ancelotti.

Messi Impikan Barca Kembali Juara Liga Champions

BARCELONA, Cutejapanese.org – Mega Bintang Barcelona, Lionel Messi, mengaku senang atas keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions. Menurut Messi, sudah saatnya bagi Barca untuk menjuarai Liga Champions di pertandingan final di Olympiastadion, Berlin, pada 6 Juni 2015.

El Barca lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan Bayern Muenchen pada pertandingan semifinal. Meski kalah 2-3 dari Bayern pada pertemuan kedua di Allianz Arena, Selasa (12/5/2015), Barca tetap lolos karena mereka meraih kemenangan 3-0 pada pertemuan pertama.

“Kami bahagia karena kami ingin lolos ke final Liga Champions. Namun, tujuan kami masih tetap sama yakni memenanginya,” tulis Messi di akun Facebook-nya.

Messi sendiri sudah merasakan tiga gelar Liga Champions selama berkarier di Camp Nou. Dia menjadi aktor utama pada pencapaian musim 2008-09 dan 2010-11. Pada 2005-06, Messi yang baru mengorbit hanya tampil 6 kali dan tak masuk daftar pemain untuk final melawan Arsenal.

Madrid Kembali Tersingkir di Fase Knock Out oleh Tim Italia

MADRID, Cutejapanese.org – Ternyata kutukan kalah di fase knock out oleh tim Italia belum mampu dipatahkan oleh El Real. Kekalahan Madrid dari Juventus di semifinal Liga Champions memperpanjang catatan buruk kala El Real kala berjumpa tim-tim Italia di fase knock out kompetisi Eropa.

Madrid yang butuh kemenangan usai kalah 1-2 di leg pertama pekan lalu, hanya mampu bermain imbang 1-1 di leg kedua semifinal Liga Champions yang dihelat di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5) dinihari WIB.

Gol penalti Cristiano Ronaldo di menit ke-23 dibabak pertama, dibalas Alvaro Morata di menit ke-57 babak kedua. Skor tersebut cukup untuk menghentikan langkah Madrid melaju ke final secara beruntun usai kalah agregat 2-3.

Kekalahan Madrid dari Juve ini juga turut memperpanjang rekor tak pernah menang dalam 28 tahun terakhir dari tim-tim Italia di fase knock out kompetisi antarklub Eropa atau delapan laga fase gugur secara beruntun.

Terakhir kali Madrid bertemu tim Italia di fase gugur adalah di musim 2007/2008. Namun kalah 1-2 dan 1-2 dari AS Roma di babak 16 besar. Madrid juga pernah dipecundangi dari Juve saat berstatus juara bertahan Liga Champions pada saat semifinal musim 2002/2003.

Kali terakhir Madrid mendepak tim Italia dari fase knock out kompetisi Eropa adalah di musim 1987/1988. Kala itu Madrid mengalahkan Napoli 2-0 di leg pertama dan berimbang 1-1 di leg kedua dalam laga dengan Napoli di ajang Piala Champions.

Imbangi Madrid, Juve Melangkah Ke Final

MADRID, Cutejapanese.org – Real Madrid akhirnya memastikan diri gagal untuk mempertahankan gelar Liga Champions pada musim ini karena disingkirkan Juventus pada laga semifinal. Setelah takluk 1-2 pada leg pertama, El Real hanya mampu bermain imbang 1-1 pada semifinal leg kedua yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu malam atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB. Dengan keunggulan agregat 3-2, Juve memastikan lolos ke final melawan Barcelona di Olympiastadion, Berlin, pada 6 Juni 2015.

Madrid berusaha mengendalikan permainan sejak awal laga. El Real mau tak mau harus meraih kemenangan untuk memastikan tiket final.

Peluang pertama El Real datang dari kaki Karim Benzema pada menit keenam. Bomber asal Perancis tersebut berhasil melepaskan tendangan dari jarak dekat. Namun, tembakan Benzema masih melenceng dari gawang.

Meski begitu, Madrid tidak dibiarkan leluasa mengembangkan permainannya. Beberapa kali Si Nyonya Besar mengancam pertahanan tim tuan rumah melalui serangan balik yang cepat.

Salah satunya ketika Arturo Vidal melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-14. Beruntung bagi Madrid, IKer Casillas berhasil menepis bola hasil tembakan Arturo Vidal.

Perlahan namun pasti, Madrid mulai mendominasi permainan. Pada menit ke-20, Benzema berhasil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan dan memberikan umpan. Sayang, tak ada pemain Madrid yang menyambut umpan tersebut.

Semenit kemudian, giliran Gareth Bale yang melepaskan ancaman melalui tembakan dari luar kotak penalti. Akan tetapi, Buffon melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola.

Usaha keras Madrid akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23 melalui gol penalti Ronaldo. Madrid mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran yang dilakukan Giorgio Chiellini terhadap James Rodriguez di kotak terlarang. Ronaldo yang maju sebagai eksekutor berhasil menyarangkan bola ke tengah gawang.

Benzema nyaris memperbesar keunggulan Madrid melalui tandukannya pada menit ke-30. Namun lagi-lagi, Buffon masih sigap mengamankan gawangnya.

Buffon kembali membuat Benzema gigit jari pada menit ke-41. Kiper asal Italia tersebut mampu menepis tembakan jarak dekat yang dilepaskan Benzema. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Tiket final yang sudah digenggam Madrid seakan-akan sirna, setelah mereka kebobolan pada menit ke-57. Casillas dipaksa memungut bola dari gawangnya sendiri, lantaran gagal membendung tembakan jarak dekat Morata. Sama seperti pertemuan pada leg pertama, kali ini Morata pun tidak merayakan golnya. Hal itu wajar karena Morata merupakan pemain hasil didikan El Real.

Setelah gol tersebut, Ancelotti berinisiatif menambah daya gedor El Real dengan memasukkan Javier Hernandez untuk menggantikan Benzema pada menit ke-67.

Belum sempat melepaskan ancaman baru, Ancelotti nyaris melihat gawang timnya kebobolan jika saja Casillas tak sigap menepis tembakan Claudio Marchisio pada menit ke-70.

Tujuh menit kemudian, giliran Paul Pogba yang melepaskan ancaman dari dalam kotak penalti. Namun, Casillas melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan Pogba.

Setelah itu, Madrid tetap saja lebih banyak mengendalikan serangan. Namun, hingga wasit meniut peluit panjang, tak ada gol tambahan dari tim tuan rumah hingga laga usai. Skor akhir tak berubah 1-1. Dengan hasil ini, Madrid pun dipastikan tersingkir dari Liga Champions, karena kalah selisih gol 3-2 untuk Juventus.

Pada laga puncak yang akan dihelat di Berlin nanti, Juve sudah di tunggu tim Spanyol lainnya, Barcelona. Setelah mereka berhasil mematahkan perlawanan Bayern Muenchen sehari sebelumnya.