Barca Incar Treble

BARCELONA, Cutejapanese.org – Barcelona menjadi salah satu dari sedikit klub Eropa yang masih punya peluang meraih treble pada musim ini. Blaugrana berharap tiga trofi yang mereka bidik bisa didapat semuanya.

Barca kini memuncaki klasemen sementara La Liga. Mereka unggul dua poin atas rival abadinya, Real Madrid, dengan lima laga tersisa.

Di arena Copa del Rey, tim asuhan Luis Enrique itu melaju ke babak final. Mereka akan berhadapan dengan Athletic Bilbao di partai puncak, 30 Mei mendatang.

Barca juga masih bertahan di Liga Champions. Mereka akan beradu kekuatan dengan Bayern Munich, yang dilatih mantan pelatih mereka Pep Guardiola, di babak semifinal.

Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, menyatakan bahwa timnya berharap bisa menyapu bersih semua gelar yang tersedia musim ini.

“Kami bekerja dengan baik,” ucap Rakitic

“Kami berada di trek yang benar dan kami akan berjuang sampai hari terakhir untuk memenangi sebanyak mungkin trofi,” katanya.

Barca akan berhadapan dengan Getafe dalam lanjutan La Liga, Rabu (29/4/2015) dinihari WIB.

Hull City Vs Liverpool : Tiga Angka Wajib

Cutejapanese.org – Liverpool tentunya bertekad mengamankan hasil tiga poin kala bertandang ke markas Hull City. The Red memperkirakan laga akan berjalan alot karena tuan rumah butuh tiga angka untuk menghindari zona degradasi.

Liverpool akan menjalani laga tunda Premier League kontra Hull di Kingston Communications Stadium, Rabu (29/4/2015) dinihari WIB nanti. Setelah hasil imbang tanpa gol kala menghadapi West Bromwich Albion akhir pekan lalu, tiga poin jadi incaran serius anak-anak Merseyside.

Hanya kemenangan yang bisa membuat peluang finis empat besar membesar. Menempati posisi lima dengan nilai 58 dari 33 laga, dan mereka masih defisit tujuh poin dari Manchester United (bermain 34 kali) di tangga keempat yang merupakan batas zona Liga Champions.

Dengan tambahan tiga poin, maka Jarak point bisa ditipiskan menjadi empat poin saja. Jika melihat posisi Hull yang duduk di peringkat 16, diatas kertas Liverpool akan menang dengan mudah.

Tapi bisa jadi keadaan ini berpotensi membuat Hull bermain all out dan habis-habisan. Mereka butuh tambahan angka untuk mengamankan diri dari zona degradasi. Kini mereka hanya unggul satu angka dari Sunderland di posisi 18 yang sama-sama baru bermain 33 kali.

“Kami punya lima laga lagi untuk dimainkan dan kami siap berjuang untuk setiap poinnya. Kami bermain melawan Hull City dan perlu memenangi laga ini demi menjaga peluang mencapai Liga Champions tetap hidup,” kata bek Liverpool Martin Skrtel dilansir situs resmi Liverpool.

“Ini tidak akan mudah karena mereka sedang mencoba menghindari degradasi dan kami harus memenangi laga ini. Tapi saya rasa kami punya kualitas dan siap untuk menunjukkannya di lapangan,” tambahnya.

Hazard Pemain Terbaik, Kane Pemain Muda Terbaik

LONDON, Cutejapanese.org – Winger kreatif Chelsea, Eden Hazard, terpilih menjadi pemain terbaik Liga Primer atau PFA Player of The year. Sedang Harry Kane terpilih menjadi pemain muda terbaik.

Sepanjang musim, Hazard tampil gemilang dengan mencetak 13 gol dan delapan assist di Primer League. Pemain 24 tahun ini juga menjadi bagian utama kesuksesan Chelsea meraih gelar Piala Liga dan gelar Liga primer yang sudah di depan mata.

Eden Hazard
Eden Hazard

“Saya sangat bahagia. Suatu hari nanti saya ingin menjadi yang terbaik dan apa yang saya lalukan musim ini adalah bermain dengan baik. Saya tak tahu bila saya pantas memenangkannya tapi ini bagus untuk saya,” katanya dilaporkan ESPN.

Sementara itu, pemain muda terbaik diberikan kepada striker Tottenham Hotspurs, Harry Kane. Pada musim ini, Kane telah mencetak 30 gol di semua ajang kompetisi.

Harry Kane
Harry Kane

“Ini momen yang luar biasa dan membuat saya dan keluarga bangga,” katanya. “Saya harus tetap kerja keras tapi untuk menjadi pemain yang diakui pemain lainnya adalah hal istimewa. Perasan ini rasanya luar biasa,” tuturnya.

Loew Berikan Selamat Untuk Bayern

MUNICH, Cutejapanese.org – Pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew dan Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach memberi ucapan selamat kepada Bayern Munich, yang baru saja memastikan titel Bundesliga musim ini dengan empat laga tersisa.

Dengan keunggulan 15 poin Bayern dipastikan tak lagi tergeser dari puncak klasemen Bundesliga berkat kemenangan 1-0 atas Hertha Berlin, Sabtu (25/4/2015), ditambah dengan kekalahan 0-1 yang diderita Wolfsburg di markas Borussia Monchengladbach, Minggu (26/4).

“Fakta bahwa Bayern Munich berhasil memastikan diri jadi kampiun Jerman dengan empat laga tersisa memperlihatkan betapa percaya tim ini sudah mendominasi musim dan saya memberi ucapan selamat buat klub atas titel yang ke-25 dan saya juga angkat topi buat Pep Guardiola dan para pemain, dan juga seluruh manajemen klub atas capaian tersebut,” kata Niersbach seperti dikutip Kicker.de.

Keberhasilan Bayern menjuarai Bundesliga musim ini merupakan yang kali ketiga secara beruntun. Secara keseluruhan, Die Roten mengoleksi 25 titel di kompetisi Liga Jerman, jauh meninggalkan FC Nuremberg sebagai tim tersukses kedua (9 titel) dan Borussia Dortmund (8 titel).

“Selamat kepada Bayern atas titel yang layak mereka dapatkan,” kata Loew

“Secara khusus sayan terkesan dengan Pep Guardiola dan para pemain tim nasional kami (yang ada di Bayern) dan telah membuktikan tetap lapar meraih sukses setelah meraih Piala Dunia lalu.

“Performa Bayern musim ini amat impresif. Dan mereka juga masih bisa meraih dua gelar besar lainnya,” tuturnya.

Setelah mengamankan titel Bundesliga, Bayern masih punya semifinal DFB-Pokal lawan Borussia Dortmund, Rabu (29/4) dinihari WIB, dan juga babak empat besar Liga Champions lawan Barcelona pada tanggal 6 dan 12 Mei depan. Sejauh ini Bayern sudah pernah sekali mencatatkan treble pada tahun 2013, setelah sebelum itu gagal melakukannya di 1999 dan 2010.

Ditengah Badai Cidera, Bayern Rengkuh Titel ke-25

MUNICH, Cutejapanese.org – Menjuarai Bundesliga dengan musim masih menyisakan empat pertandingan, Bayern Munich tampak menjalani musim yang mulus. Tapi nyatanya perjalanan Die Roten tak semudah itu.

Bayern memastikan gelar Liga Jerman ke-25 usai menyaksikan Wolfsburg, yang merupakan peringkat dua di klasemen, takluk 0-1 dari Borussia Moenchengladbach, Minggu (26/4/2015) malam WIB tadi. Hasil yang dipetik rival terdekatnya itu membuat Bayern tak mungkin terkejar lagi di sisa empat laga.

Anak asuh Pep Guardiola mengoleksi nilai 76 dari 30 pekan, unggul 15 angka dari Wolfsburg. Artinya jika Wolfsburg memenangi seluruh pertandingan tersisa dan Bayern kalah di periode yang sama, masih akan menutup musim dengan tertinggal tiga poin.

Jika melihat catatannya, Bayern tampak menjalani musim dengan nyaman. Mereka cuma kalah dua kali sejauh ini, kebobolan hanya 13 gol sementara mencetak 77 gol. Statistik itu merupakan yang terbaik dari seluruh peserta Bundesliga musim ini.

Tapi sejatinya perjalanan mereka tak semudah itu karena musim ini banyak pemainnya mengalami cedera. Sebagai tim yang paling banyak mengirimkan pemain ke tim nasional pada Piala Dunia 2014 lalu (setidaknya 14 pemain), Bayern juga menghadapi fakta bahwa skuat mereka kelelahan hingga akhirnya menambah banyak cedera.

Beberapa nama yang menjalani musim penuh cedera adalah Franck Ribery, David Alaba, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, dan Arjen Robben. Belum lagi Thiago Alcantara, Javi Martinez, dan Holger Badstuber yang sejak awal musim sudah absen karena cedera parah.

Maka tak mengherankan jika Bayern menyebut gelar ke-25 ini sebagai gelar yang terasa kian istimewa, mengingat perjalanannya terbilang menantang.

“Anda bisa menyamakan gelar ke-25 dengan sebuah perayaan hari jadi perak. Mereka menampilkan performa luar biasa di paruh pertama meski usai menjalani Piala Dunia yang menguras energi. Titel ke-25 perlu sebuah perhatian khusus,” kata Presiden Kehormatan Bayern, Franz Beckenbauer dikutip Guardian.

Martinez yang bahkan belum sekalipun tampil di liga musim ini turut menyambut gelar ketiga secara beruntun dengan kegembiraan.

“Menakjubkan bisa memenangi tiga gelar dalam tiga tahun bersama Bayern. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan,” tulisnya di laman twitter pribadinya.

Tumbang di Goodison park, MU Gagal Salip City

LIVERPOOL, Cutejapanese.org – Manchester United menelan pil pahit, saat kalah 0-3 dari Everton pada laga Premier League yang dilangsungkan di Stadion Goodison Park, Liverpool, Minggu (26/4/2015).

Kekalahan ini membuat Manchester United gagal menyalip Manchester City yang berada di posisi ketiga. Manchester United menempati posisi keempat dengan 65 poin dari 34 pertandingan. Adapun Everton naik ke urutan kesepuluh dengan 44 poin dari 34 laga.

Pada laga ini, Daley Blind kembali bermain setelah absen pada laga melawan Chelsea, pekan lalu, karena mengalami cedera. Di kubu Everton, Romelu Lukaku juga kembali tampil usai mengalami cedera selama sebulan.

Namun, kembalinya Blind belum bisa mengembalikan performa apik Manchester United. Blind justru gagal menghentikan sebuah serangan Everton yang dikreasi James McCarthy pada menit ke-5. Alhasil, McCarthy sukses membobol gawang David de Gea untuk membuka keunggulan 1-0 bagi Everton.

Manchester United mencoba bangkit dari gol cepat The Toffees. Pasukan Louis van Gaal itu mencoba memanfaatkan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan Everton.

Dua peluang berhasil diciptakan Manchester United melalui Marouane Fellaini dan Chris Smalling. Namun, kedua kesempatan itu gagal mencetak angka bagi The Red Devils.

Malahan, Everton berhasil mencetak gol kedua pada laga tersebut. Dari sebuah sepak pojok pada menit ke-35, sundulan John Stones sukses menggetarkan jala David De Gea. Bola sempat coba dihalau Ashley Young, namun tetap saja masuk dan membuat Everton unggul 2-0 pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba mengubah komposisi pemain. Fellaini ditarik keluar untuk digantikan dengan Radamel Falcao.

Angel di Maria lalu dimasukkan menggantikan Juan Mata pada menit ke-83. Sementara Everton melakukan pergantian pertama pada menit ke-69 dengan memasukkan Kevin Mirallas untuk mengisi posisi Leon Osman. Rupanya, pergantian pemain Everton lebih jitu ketimbang Manchester United. Pada menit ke-74, Everton mencetak gol ketiga dalam pertandingan tersebut melalui Mirallas. Skor 3-0 pun bertahan hingga laga selesai.

Jual Beli Serangan, Tanpa gol Tercipta

Cutejapanese.org – Untuk memahami dan menganalisis pertandingan antara Arsenal melawan Chelsea semalam, terlebih dahulu kita harus melihat satu baris penuh di tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Chelsea berada pada posisi puncak, jumlah pertandingan mereka masih 33, disaat banyak kesebelasan sudah memainkan 34 pertandingan. Mereka hanya kalah dua kali dan menang 23 kali. Mereka juga kebobolan paling sedkit, yaitu 26 gol saja, dan mencetak 65 gol (terbanyak ke dua setelah Manchester City).

Kemudian jika kita melihat enam pertandingan terakhir mereka: menang 1-0 di West Ham United, imbang 1-1 melawan Southampton, Menang 3-2 di Hull City, menang 2-1 melawan Stoke City, menang 1-0 di Queens Park Rangers, dan menang 1-0 melawan Manchester United; mereka hampir selalu menang tipis dengan selisih satu gol atau paling buruk adalah imbang.

Chelsea musim ini di bawah Jose Mourinho adalah Chelsea yang bukan hanya efektif, tapi juga efisien. Mereka melakukan sedikit, tapi mendapatkan hasil yang terbaik.

Inilah kenapa setelah imbang 0-0 melawan rival merah asal London tersebut, John Terry cs terlihat girang bukan main.

Apakah ini cara yang benar untuk merayakan hasil 0-0? Mungkin jawabannya tidak, tapi lihat kembali tabel klasemen sementara secara menyeluruh, akhirnya kita tahu kenapa The Blues girangnya bukan main.

Chelsea Tanpa Penyerang

Mourinho membawa skuat Chelsea ke Emirates Stadium, kandang Arsenal, hanya dengan satu orang penyerang. Ia adalah Didier Drogba, dan ia duduk di bangku cadangan.

Benar sekali, dari awal pertandingan, Chelsea bermain tanpa penyerang. Hanya Oscar yang diplot sebagai pemain yang berada paling depan (jika kita tidak boleh menyebut Oscar sebagai penyerang).

Bersama Eden Hazard di kiri, Ramires di kanan, dan Willian di belakangnya, empat pemain ini sebenarnya bergantian mengisi pos penyerang Chelsea.
Sementara dari lini tengah, tidak ada hal yang lebih menarik daripada Francesc Fabregas yang kembali ke Emirates, stadion kebanggaan mantan kesebelasannya tersebut.

Hasil Drawing Semi Final Liga Champions 2014-2015

Nyon, Cutejapanese.org – Hasil drawing Semi final Liga Champion 2014-2015 telah dilakukan. Hasilnya Tim Raksasa Spanyol, Barcelona, akan menghadapi Bayern Munich di semifinal Liga Champions. Sementara itu juara bertahan musim lalu, Real Madrid, akan menghadapi Juventus.

Dalam undian yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, Jumat (24/4), mantan penyerang Borussia Dortmund dan Liverpool, Karl-Heinz Riedle, membantu melakukan pengundian. Dari tangannya, diresmikanlah laga Barcelona vs Bayern.

Dengan demikian, pelatih Bayern, Pep Guardiola, akan menghadapi tim yang pernah dibesutnya dan diantarkannya meraih dua gelar juara Liga Champions.

Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan Juventus dan Madrid. Kedua tim pernah bertemu pada final Liga Champions tahun 1998. Ketika itu, Madrid keluar sebagai pemenangnya.

Musim 2002/2003, Juventus dan Madrid juga pernah bertemu di semifinal. Hasilnya, Juventus sukses menyingkirkan Los Blancos dan melaju ke final.

Laga semifinal akan berlangsung pada 5-6 Mei 2015 dan 12-13 Mei 2015. Laga final akan dihelat di Berlin, Jerman, pada tanggal 6 Juni 2015.

Hasil Semifinal Liga Champions

FC Barcelona vs FC Bayern Munich
Juventus vs Real Madrid

Madrid, Barca, Bayern, dan Juve, Empat Tim yang Paling Sering ke 4 Besar

Vistbola.com – Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus sudah maju ke semifinal Liga Champions, ini menegaskan fakta bahwa keempatnya juga merupakan tim-tim yang paling sering menembus babak empat besar ajang bergengsi tersebut.

Dua tiket semifinal baru saja diamankan oleh Madrid dan Juve, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB. Keduanya menyusul Barca dan Bayern yang lebih dulu melangkah, Rabu (22/4/2015) dinihari WIB.

Menurut Infostrada Live, keempat tim tersebut juga merupakan yang terhitung paling sering masuk semifinal Piala/Liga Champions. Ditambah dengan musim ini, Madrid jadi yang paling sering (31), disusul Barca (30), Bayern (25), dan Juve (22).

Melihat catatan tersebut, Juve memang jadi yang paling sedikit jumlah keberhasilannya menembus semifinal, apalagi sudah 12 tahun berlalu sejak Bianconeri mampu menembus babak ini. Tetapi klub Turin itu ditegaskan tidak merasa inferior.

“Saya tak takut dengan siapa pun,” ucap gelandang Juve Arturo Vidal seperti dikutip Football Italia.

“Saya pikir empat tim di semifinal punya kualitasnya masing-masing dan pada hari Jumat kami akan melihat siapa yang kami hadapi, tapi saat ini saya pikir kami sejajar dengan keempatnya,” katanya menegaskan.

Keempat tim tersebut akan mengetahui siapa yang bakal dihadapi di semifinal dalam proses pengundian pada hari Jumat (24/4/2015) besok. Pengundian dilakukan secara terbuka, artinya setiap klub bisa berhadapan dengan siapapun.

Laga semifinal pertama akan dilangsungkan pada 5 dan 6 Mei, sementara leg kedua dilangsungkan tujuh hari berselang, 12 and 13 Mei 2015. Sementara final Liga Champions bakal dilaksanakan di Berlin pada 6 Juni 2015.

Juventus Tembus Babak Semifinal Liga Champions

MONACO, Cutejapanese.org – Tiket babak empat besar Liga Champions berhasil diraih Juventus menyusul hasil 0-0 di partai leg kedua babak 8 besar menghadapi Monaco. Sudah 12 tahun berlalu sejak kali terakhir Juve menembus babak itu.

Satu gol dari Arturo Vidal pada partai leg pertama di Turin tengah pekan lalu menjadi pembeda nasib Juve dan Monaco setelah pertemuan kedua di Stade Louis II, Kamis (23/4/2015) dinihari WIB, berakhir imbang kacamata.

Dalam usaha mengamankan hasil di leg pertama sendiri, Bianconeri dicatat Opta sudah menurunkan starting XI tertua dalam sejarah klub tersebut (31 tahun, 28 hari) ketika menyambangi markas Monaco.

Hasil itu terbukti baik untuk si ‘Nyonya Tua’ yang kini akan menghadapi lawan berat lainnya Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Munich, di babak empat besar. Sejak tahun 2002-2003, baru kali ini lagi Juve mampu menembus babak semifinal Liga Champions.

“Saya akan katakan itu merupakan sebuah Juve yang dewasa. Kami memainkan sebuah laga berat dengan menggunakan kepala dan kami telah melakukan apa yang perlu kami lakukan agar maju,” kata Vidal