Jauh Dalam Hati, Neymar Menyesal Tinggalkan Barcelona

Neymar belum berhasil membawa Paris Saint-Germain bersaing di papan atas kompetisi Eropa. Rivaldo yakin jauh dalam hati, Neymar menyesal meninggalkan Blaugrana.

Neymar meninggalkan Barcelona di akhir musim 2016/2017. Dua musim bersama PSG, pemain termahal di dunia ini baru bisa memenangi kompetisi domestik: dua titel Ligue 1 dan masing-masing satu gelar Piala Prancis, Piala Liga Prancis, dan Piala Super Prancis.

“Jelas dia membuat kesalahan meninggalkan Barca. Kalau Anda bicara dengan Neymar soal ini, atau dengan ayahnya atau keluarganya, mereka akan memberi tahu Anda bahwa dia tak menyesal,” kata Rivaldo kepada betfair dikutip AS.

“Tapi jauh dalam hati, dia sesungguhnya menyesal. Barcelona itu Barcelona. Neymar itu pemain level Barca,” tambahnya.

‘Situasi Bale di Madrid Seperti Opera Sabun’

Masa depan Gareth Bale di Real Madrid terus dispekulasikan. Perkembangan nasib pemain asal Wales itu disebut seperti opera sabun alias sinetron.

Bale terus dikabarkan menuju pintu keluar Madrid. Kontribusinya yang minim menjadi penyebab utamanya.

Dengan nilai transfer 91 juta euro, Bale kurang memberi kontribusi maksimal. Bale bermain sebanyak 29 kali di LaLiga dengan sumbangan 8 gol. Catatan itu kalah jauh dari Karim Benzema yang membukukan 21 gol.

Eks presiden Madrid, Ramon Calderon, menilai bahwa ada ketidak sepahaman antara pelatih Madrid, Zinedine Zidane, dan petinggi Madrid, Florentino Perez. Oleh karena itu akhir saga ini akan sulit ditebak.

“Tak ada yang tahu bagaimana opera sabun bakal berakhir karena presiden dan pelatih mempunyai opini yang berbeda dalam kriteria,” kata Calderon di Sky Sports.

“(Bale) merupakan rekrutannya yang paling mahal dan dia tak ingin menerima bahwa dia salah saat dia berpikir bahwa Gareth Bale bisa menjadi pemimpin tim ketika Cristiano pergi.”

“Zidane membuatnya jelas, dan dia melakukan itu tahun lalu, ketika dia memutuskan untuk pergi karena presiden tak menerima keputusannya,” dia menambahkan.

Rivaldo Yakin Madrid Akan Lakukan Manuver untuk Neymar atau Mbappe

Real Madrid butuh penguatan skuat yang signifikan demi bangkit dari musim yang buruk. Oleh karena itu pembelian Neymar atau Kylian Mbappe jadi masuk akal.

Madrid menutup musim 2018/2019 dengan hasil mengecewakan. Hanya gelar Piala Dunia Antarklub yang berhasil diraih, sementara tiga trofi lainnya terlepas.

Los Blancos finis ketiga di LaLiga, berjarak 19 poin dari Barcelona yang juara dan delapan poin di belakang Atletico Madrid. Karim Benzema dkk juga terhenti di babak 16 besar Liga Champions dan semifinal Copa del Rey.

Pembelian dan perombakan besar diperkirakan akan dilakukan Madrid musim panas ini untuk mengangkat moral tim. Nama-nama seperti Eden Hazard, Paul Pogba, Christian Eriksen, Neymar, dan Mbappe terus dikaitkan.

Pemain legendaris Brasil Rivaldo yakin betul Madrid akan berusaha mewujudkan transfer salah satu dari Neymar dan Mbappe. Kedua pemain sudah kerap dirumorkan kurang puas dengan daya saing Paris Saint-Germain.

“Saya yakin Real Madrid akan mencoba merekrut Neymar atau Mbappe. Mereka butuh mendatangkan pemain level top untuk memperkuat tim,” ungkap Rivaldo kepada betfair seperti dilansir AS. “Mereka butuh pemain dengan nama besar yang bermain bagus, yang bisa jadi sosok menentukan dan salah satu dari keduanya bisa cocok di Real Madrid,” tandasnya.

Chelsea Akan Tunjuk Petr Cech Jadi Direktur Olahraga?

Petr Cech sudah mengumumkan bakal pensiun setelah musim ini berakhir. Chelsea kabarnya bersiap mengangkat sang kiper jadi direktur keolahragaan.

Cech punya satu laga tersisa sebelum mengakhiri kariernya sebagai pemain. Kiper Arsenal itu menatap partai final Liga Europa kontra Chelsea, klub yang juga membesarkan namanya.

Final digelar di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB.

Selepas resmi pensiun sebagai pesepakbola, Cech kabarnya sudah ditunggu posisi baru. Sky Sports melaporkan Chelsea berminat memulangkannya sebagai direktur keolahragaan. Posisi ini sudah kosong sejak kepergian Michael Emenalo pada November 2017 silam. Jika menerima pekerjaan ini, Cech kemungkinan besar akan menangani perekrutan dan menjadi jembatan antara direksi dan manajer.

Hubungan Chelsea dan Cech berjalan selama 11 musim, sebelum kemudian sang kiper hijrah ke Arsenal. Bersama The Blues, kiper 37 tahun itu memenangi total 15 trofi, empat di antaranya adalah gelar Premier League.

Paul Pogba Disorot, Didier Deschamps Membela

Performa Paul Pogba di Manchester United menjadi sorotan. Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, melakukan pembelaan.

Pogba gagal mengangkat performa Man United di musim ini. Setan Merah puasa gelar, lebih buruknya gagal meraih tiket Liga Champions.

Kontribusi Pogba untuk Man United sebenarnya sudah cukup maksimal. Dia membukukan 16 gol dan 11 assist dalam 47 pertandingan di semua ajang.

Deschamps ‘pasang badan’ atas sorotan pada Pogba itu. Dia mencontohkan kontribusi Pogba di Timnas Prancis. Pada musim panas tahun lalu, Pogba memimpin Prancis menjuarai Piala Dunia.

“Saya berharap anda melihat semua pertandingannya di Premier League. Kita melihat Paul saat mencetak gol dan membukukan assist, tapi Paul tak cuma mengenai itu. Bersama kami, dia mencetak gol lebih sedikit tapi dia masih tetap penting,” kata Deschamps seperti dilansir oleh Omnisport.

“Semusim setidaknya berlangsung selama 10 bulan dan para pemain tak bisa terus ada dalam performa terbaik. Bersama Prancis, dia tahi saya memintanya untuk melakukan hal berbeda karena kami mempunyai satu tim, dan dia melakukkannya dengan baik,” dia menambahkan.

Buntut Ricuh Suporter, PSS dan Arema FC Dijatuhi Denda

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah mengambil tindakan terkait ricuh suporter PSS Sleman dengan Arema FC. Kedua klub dijatuhi denda.

Laga perdana Liga 1 2019 antara PSS vs Arema di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) lalu diwarnai kericuhan antarsuporter. Laga sempat dihentikan pada menit ke-32, tapi kemudian dilanjutkan lagi meski kembali muncul kericuhan memasuki 10 menit terakhir.

Pertandingan pada prosesnya tuntas dengan kemenangan PSS dengan skor 3-1, namun kemudian masuk ke persidangan Komdis PSSI. Diputuskan kedua tim plus panpel mendapatkan hukuman.

PSS didenda Rp 150 juta. Selain suporternya terlibat keributan, mereka juga menyalakan flare, kembang api, dan petasan.

Sementara Arema mendapatkan hukuman separuhnya atau Rp 75 juta karena kericuhan yang melibatkan suporter. Untuk panpel, kegagalan memberikan keamanan dan rasa nyaman menghasilkan hukuman penutupan sebagian tribune selatan selama empat laga, plus denda Rp 50 juta.

Hasil Sidang Komdis PSSI

1. Panitia Pelaksana Pertandingan PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: Panpel PSS Sleman gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan dan penonton.
– Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali dan denda Rp. 50.000.000,-

2. PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter PSS Sleman menyalakan flare, kembang api, petasan, terlibat saling lempar dengan supporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 150.000.000,-

3. Arema FC
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter Arema FC terlibat saling lempar dengan supporter PSS Sleman sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 75.000.000,-

Eibar vs Barcelona: Messi Dua Gol, Barca Imbang di Pekan Terakhir Liga Spanyol

Barcelona menutup musim 2018/2019 dengan hasil imbang. Dua gol yang dibuat Lionel Messi tak cukup memberi Blaugrana kemenangan. Skor akhir 2-2.

Pada laga di Ipurua Municipal Stadium, Minggu (19/5/2019) malam WIB, Eibar memberikan perlawanan luar biasa. Meski kalah penguasaan bola 61-39 persen menurut ESPN, tapi Eibar mampu membuat tembakan lebih banyak dari Barca yakni 18 berbanding 8.

Eibar mencetak gol lebih dulu melalui Marc Cucurella, tapi Messi langsung membalasnya lewat dua gol dalam waktu dua menit. Saat babak pertama akan berakhir, Pablo De Blassis berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan voli jarak jauhnya.

Hasil ini membuat Barcelona menyelesaikan musim dengan 87 poin. Sedangkan Eibar finis di peringkat ke-12 klasemen dengan 47 poin.

Jalannya Pertandingan

Eibar memperlihatkan permainan agresif sejak awal. Ini membuat laga berjalan menarik di 10 menit awal dengan kedua tim bergantian membangun serangan.

Tuan rumah membuat tembakan pertama di menit kelima. Charles mendapat ruang untuk melakukan tembakan di dalam kotak penalti yang masih bisa diselamatkan Jasper Cillessen.

Berselang tiga menit Barcelona langsung membalas melaluia Sergio Busquets. Sepakan jarak jauh Busquets dari separuh lapangan lebih masih menyamping dari gawang Eibar.

Setelah itu Eibar melakukan serangan bertubi-tubi lewat Cote, Joan Jordan, dan Sergi Enrich. Tapi tiap peluang yang dibuat belum berbuah hasil. Sampai akhirnya Eibar berhasil membuat gol pada menit ke-20 melalui Marc Cucurella. Memanfaatkan umpan Enrich, Cucurella melesakkan sepakan keras ke pojok kiri gawang Barca yang tak bisa ditahan Cillessen. Eibar unggul 1-0.

Namun, Barcelona hanya perlu 11 menit untuk menyamakan kedudukan. Arturo Vidal membuat umpan terobosan terukur yang diselesaikan dengan dingin oleh Messi lewat sepakan mendatar terarah. Semenit setelah itu, tepatnya di menit ke-32, Messi lkembali bikin gol untuk membalikkan kedudukan.

Kali ini Ivan Rakitic yang membuat umpan akurat ke arah Messi, yang diselesaikan lewat sepakan cungkil. Barcelona unggul 2-1.

Jelang babak pertama berakhir, Eibar berhasil menyamakan kedudukan. Memanfaatkan blunder Cillessen yang meninggalkan gawangnya dan menyapu bola tidak sempurna, Pablo De Blasis membuat tendangan voli jarak jauh yang menghujam gawang Barcelona. Babak pertama berakhir 2-2.

Pada babak kedua, Eibar langsung mengambil alih permainan. Setidaknya ada dua peluang yang dibuat Charles dan Enrich pada 10 menit pertama babak kedua. Namun, tandukan Charles masih melebar, sedangkan sepakan Enrich terlalu lemah.

Memasuki menit ke-61, Barcelona mendapat peluang lewat Gerard Pique. Namun sepakannya masih bisa ditahan Marko Dmitrovic.

Eibar punya kesempatan untuk memenangi laga. Cucurella mendapat peluang emas di menit ke-81 ketika mendapat bola muntah di dekat gawang Barca. Alih-alih mencetak gol, tembakan winger kiri ini malah melambung jauh. Laga berakhir dengan skor 2-2.

Susunan Pemain

Eibar: Dmitrovic; Cote, Ramis (Ramis 77′), Oliveira, de Blasis; Cucurella, Jordan, Escalante, Orellana; Charles (Cardona 85′), Enrich (Kike 66′)

Barcelona: Cillessen; Alba, Lenglet, Pique, Semedo (Wague 46′); Rakitic, Busquets (Alena 65′), Vidal; Malcom (Perez 73′), Messi, Roberto

PSS Terima Sanksi Komdis PSSI

PSS Sleman dijatuhi sanksi sebagai buntut kericuhan suporter di laga lawan Arema FC. Manajemen memastikan takkan melakukan banding atas hukuman ini.

PSS didenda Rp 150 juta menyusul kerusuhan pada laga pembuka Liga 1 2019 lawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) lalu. Sidang Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada Arema FC dan panitia pelaksana pertandingan.

Arema didenda Rp 75 juta. Sementara panpel dihukum melakukan penutupan sebagian tribune selatan Stadion Maguwarjo selama empat pertandingan dan denda Rp 50 juta.

PSS langsung mengeluarkan pernyataan terkait hukuman ini. CEO PSS Viola Kurniawati menyatakan timnya menerima hukuman tersebut. “Hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI merupakan pembelajaran bagi PSS Sleman untuk menjadi lebih baik. Kemenangan yang diraih di awal laga, menjadi partai pembuka Shopee Liga 1 2019, terasa kurang dengan adanya kerusuhan dan insiden yang terjadi,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima detikSport.

“PSS berharap semua pihak hendaknya belajar dari kejadian tersebut. Tak hanya menjadi kerugian bagi tim tapi juga suporter. Kedewasaan dalam bertindak menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kita semua.” “PSS Sleman tidak akan melakukan banding atas hukuman yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI. Mudah-mudahan hukuman ini membuat kami semua menjadi lebih dewasa,” demikian pernyataan CEO PSS.

Berubah Pikiran, PSS Sleman Mau Pelajari Sanksi Komdis Dulu

PSS Sleman berubah pikiran soal hukuman Komisi Disiplin PSSI terkait ricuh suporter di laga lawan Arema FC. PSS akan mempelajari hukuman tersebut.

PSS dijatuhi denda Rp 150 juta menyusul kerusuhan pada laga lawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) lalu. Sidang Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada Arema FC dan panitia pelaksana pertandingan.

Arema didenda Rp 75 juta. Sementara panpel dihukum melakukan penutupan sebagian tribune selatan Stadion Maguwarjo di empat pertandingan dan denda Rp 50 juta.

Awalnya PSS menyatakan menerima hukuman tersebut dan takkan melakukan banding. Tapi kemudian manajemen berubah pikiran.

“PSS Sleman akan mempelajari lebih lanjut atas hukuman yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI. Mudah-mudahan hukuman ini membuat kami semua menjadi lebih dewasa,” ungkap pernyataan resmi CEO PSS Viola Kurniawati dalam rilis yang diterima detikSport.

Hasil Liga Italia: Milan Tundukkan Frosinone 2-0

AC Milan berhasil mengalahkan Frosinone 2-0. Asa Rossoneri untuk lolos ke Liga Champions musim depan pun terjaga.

Milan mendapatkan perlawanan cukup ketat dari Frosinone pada laga pekan ke-37 Serie A di San Siro, Minggu (19/9/2019) malam WIB. Babak pertama kedua tim bertarung sengit dan Milan tak mampu mencetak gol.

Pada babak kedua barulah tuan rumah memanfaatkan kesempatan dengan baik. Setelah Gianluigi Donnarumma berhasil menepis penalti Camilla Ciano, Krzysztof Piatek dan Suso mencetak gol berturut-turut buat Milan.

Kemenangan ini membawa Milan naik ke peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan 65 poin dari 37 laga. Jumlah poin mereka sama dengan Atalanta di posisi empat, yang baru akan menghadapi Juventus, Senin (20/5) dinihari WIB nanti.

Jalannya Pertandingan

Laga baru berjalan empat menit, Milan langsung membuat peluang melalui Suso. Gelandang Spanyol ini melepaskan tembakan jarak jauh yang masih bisa ditahan Francesco Bardi.

Frosinone langsung membalas semenit kemudian. Francesco Zampano mencoba peruntungan juga dengan sepakan dari luar kotak penalti, tapi tak mengarah ke target.

Kedua tim memperlihatkan pertahanan solid. Sehingga percobaan tembakan dari luar kotak penalti kerap terjadi.

Upaya Franck Kessie dari Rossoneri direspons Frosinone dari Raffaele Maiello, pada menit ke-15 dan 18. Paolo Sammarco juga berspekulasi dengan tembakan jarak jauh pada menit ke-37 dan masih melebar. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Di awal babak kedua Milan langsung mendapat peluang emas. Fabio Borini mendapatkan bola di posisi yang sangat baik untuk mencetak gol. Sudah satu lawan satu menghadapi kiper, sepakan mantan pemain Liverpool itu melambung.

Frosinone mendapat peluang emas saat Luca Paganini dijegal Ignacio Abate di dalam kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih di menit ke-50. Camillo Ciano maju sebagai eksekutor dan gagal. Sepakannya ke arah kiri gawang Milan ditepis dengan sempurna oleh Gianluigi Donnarumma.

Milan langsung memanfaatkan kelengahan Frosinone tujuh menit kemudian. Tembakan Borini berubah arah setelah terkena bek Frosinone, bola yang bergulir liar disambar oleh Krzysztof Piatek untuk membuat Milan memimpin 1-0.

Milan memanfaatkan momentum itu. Serangan-serangan mereka kian tajam hingga berujung gol kedua di menit ke-66. Adalah Suso yang mencetak gol lewat tendangan bebas melengkung ke pojok kiri atas gawang Frosinone.

Tempo pertandingan menurun setelah Milan unggul dua gol. Tak ada peluang nyata sampai menit ke-76, dari kaki Federico Dionisi. Sudah berada di muka gawang Milan, sepakannya masih melambung.

10 menit terakhir, Frosinone lebih menguasai permainan. Milan bermain menunggu dan tak banyak menusuk. Sampai pertandingan tuntas, skor 2-0 tak berubah.

Susunan Pemain

AC Milan: Donnarumma; Rodriguez, Romagnoli, Musacchio, Abate (Conti 84′); Calhanoglu, Bakayoko (Cutrone 51′), Kessie; Borini, Piatek (Castillejo 81′), Suso

Frosinone: Bardi; Brighenti, Ariaudo, Goldaniga; Beghetto (Valzania 75′), Maiello, Sammarco, Pagarini, Zampano; Trotta (Dionisi 65′), Ciano (Ciofani 77′)