Juan Carlos Osorio menjadi Pelatih Meksiko

Pelatih klub Sao Paulo, Juan Carlos Osorio, memberikan konfirmasi bahwa ia akan meninggalkan kesebelasan asal Brasil itu untuk melatih tim nasional Meksiko. Sao Paulo mengumumkan hal tersebut pada Selasa (6/10) melalui pernyataan resmi presiden klub, Carlos Miguel Aidar mengatakan bahwa saya sangat menyesalkan keputusan Osorio. Ia sedang melakukan tugasnya dengan baik.

Pada akhir Bulan Juli, Meksiko memecat pelatih yang membawa mereka memenangi Piala Emas 2015, Miguel Herrera, hanya dua hari setelah turnamen itu selesai. Herrera terbukti bersalah karena menyerang seorang wartawan TV Azteca, Christian Manrinoli, di bandara Philadelphia.

Dua pekan yang lalu, Miguel Herrera memberikan dukungan kepada Osorio untuk mengambil alih tugasnya. Ia bukan pilihan yang buruk, Ia pernah bekerja di Meksiko, tetapi seluruh keputusan berada di tangan direktur. Osorio adalah Pekerja keras dan juga lelaki luar biasa.

Meksiko kemudian menunjuk manajer interim Ricardo Ferreti untuk menangani Tim Nasional dalam empat pertandingan. Ferretti mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi pelatih tetap El Tri karena hal itu berarti ia akan kehilangan posisinya sebagai pelatih klub Tigres di Liga Meksiko.

Osorio memenangi empat gelar Liga Kolombia dan tiga gelar domestik lainnya, namun hanya bertahan sebentar di Liga Meksiko ketika menangani klub Puebla. Ia membawa Sao Paulo ke tempat keenam di Liga Brasil dan juga ke final Piala Brasil.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui bahwa melatih timnas Meksiko adalah pekerjaan impian. Tapi ia juga berkeinginan tetap di Sao Paulo hingga final Piala Brasil.

Osario mengatakan bahwa ini keputusan yang sulit, yaitu antara tetap tinggal atau mengambil peran di timnas yang sangat bergengsi. Saya ingin berterima kasih kepada Brasil dan juga rakyat Brasil karena telah membuat kami merasa seperti di rumah, dan mengizinkan kami belajar tentang sepak bola dan budaya mereka. Saya berterima kasih kepada Sao Paulo karena kepercayaan mereka untuk saya dan untuk sekelompok orang Kolombia dengan mengizinkan kami berkontribusi kepada sepak bola Brasil.

Meksiko akan memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia pada 13 November melawan El Savador di kandang sendiri, dan kemudian bertandang ke Honduras pada 17 November 2015.

AS Roma menang Tipis atas Frosinone

Pada pekan ini, AS Roma memetik poin penuh saat menghadapi Frosinone pada lanjutan Serie A. AS Roma menang 2-0 lewat gol Iago Falque dan Juan Manuel Iturbe di masing-masing babak. Bertanding di Stadio Matusa, Sabtu (12/9/2015) malam WIB, Roma harus menunggu sampai penghujung babak pertama untuk membuka keunggulan. Falque menjebol gawang Frosinone usai meneruskan lemparan ke dalam Lucas Digne.

Pada babak kedua, Frosinone yang tertinggal terus menekan AS Roma. Namun pada masa injury time, AS Roma justru mampu menggandakan keunggulan lewat sebuah serangan balik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Iturbe.

Dengan tambahan tiga poin dari pertandingan ini, AS Roma untuk sementara naik ke posisi teratas dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Sementara Frosinone yang belum mendapatkan poin terbenam di dasar klasemen.

Jalannya Pertandingan antara AS Roma melawan Frosinone adalah sebagai berikut : Pada menit-menit awal, Frosinone langsung menggebrak. Tuan rumah menebar ancaman lewat Alesandar Tonev, tapi tendangan kaki kirinya masih belum menemui sasaran. Upaya Robert Gurcher dari luar kotak penalti juga masih jauh dari sasaran.

Pada menit ke-11, Giliran AS Roma mendapatkan peluang emas melalui Edin Dzeko gagal memanfaatkan peluang yang didapatnya. Dzeko yang sudah berdiri di depan gawang tidak mampu menjangkau crossing Iago Falque dari sisi kiri

Frosinone yang tertinggal mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Melalui Aleandro Rosi melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti, tetapi Szczesny masih bisa mengamankan bola.

Szczesny kembali dipaksa bekerja keras pada menit ke-52. Kali ini dia memblok tendangan Ciofani dari jarak dekat. Sundulan Ciofani di menit ke-61 juga tidak berbuah gol setelah hanya mengenai sisi luar jaring gawang.

Enam menit jelang waktu normal habis, Florenzi nyaris menggandakan keunggulan Roma. Peluang ini terjadi berawal dari menerima bola dari Mohamed Salah, Florenzi kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kanan sambil menjatuhkan diri. Tetapi bola hanya mengenai mistar gawang.

Di penghujung masa injury time, Frosinone yang asyik menyerang justru kebobolan. Roma menggebrak lewat sebuah serangan balik. Salah yang memenangi perebutan bola di lapangan tengah kemudian mengoper kepada Iturbe yang bergerak di sisi kanan. Iturbe lantas masuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan untuk menggetarkan jala gawang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan Roma menjadi 2-0.

Kedudukan tidak berubah sampai pertandingan selesai.

Susunan Pemain

Frosinone:
Leali; Rosi, Blanchard, Diakite, Pavlovic; Tonev, Gucher (Sammarco 20), Chibsah, Soddimo (Longo 89); D Ciofani, Dionisi (Verde 71)

AS Roma:
Szczesny; Florenzi, Manolas, Rudiger, Digne; Keita, De Rossi; Gervinho, Totti (Iturbe 81), Falque (Salah 70); Dzeko (Nainggolan 57)

Gareth Bale menjadi Pahlawan Wales

Kemenangan atas Siprus benar-benar penting bagi Wales. The Dragons selangkah lagi akan memastikan satu tempat di putaran final Piala Eropa 2016. Wales mengalahkan Siprus 1-0 dalam lanjutan pertandingan babak kualifikasi di GSP Stadium, Nicosia, Jumat (4/9/2015) dinihari WIB. Gol penentu kemenangan mereka dicetak oleh Gareth Bale pada menit ke-82.

Berkat kemenangannya ini, Wales masih memuncaki klasemen sementara Grup B dengan 17 poin. Mereka unggul tiga poin atas Belgia yang berada di urutan kedua dan lima poin atas Israel yang menempati posisi ketiga. Dengan tiga pertandingan tersisa di babak kualifikasi, Wales kini butuh kemenangan atas Israel pada Minggu (6/9/2015) mendatang untuk memastikan satu tempat di putaran final Piala Eropa 2016 yang akan digelar Prancis.

Wales sangat jarang lolos ke putaran final turnamen-turnamen besar. Satu-satunya turnamen besar yang pernah mereka ikuti adalah Piala Dunia 1958, saat mereka mencapai babak perempatfinal. Pelatih Wales, Chris Coleman menegaskan bahwa timnya akan fokus menampilkan performa terbaik saat melawan Israel dan tidak erlalu memikirkan kemungkinan lolos ke putaran final.

Berdasarkan informasi dari Sky Sport, Coleman mengatakan bahwa sebelum pertandingan ini (melawan Siprus) ada orang-orang yang mengatakan bahwa jika Anda mendapatkan dua kemenangan atau mendapatkan empat poin maka itu bisa cukup (untuk lolos) dan kami benar-benar tidak pernah membicarakan soal itu. Yang petning kami focus.

Segera setelah peluit panjang berbunyi, kami bicara soal apa yang akan kami lakukan sebagai persiapan menghadapi pertandingan pada hari Minggu. Itu adalah tantangan lainnya buat kami. Israel malam ini menang (atas Andorra) dalam pertandingan yang diprediksi bisa mereka menangi. Jadi, ini semua soal performa kami. Kami harus siap

Coleman mengatakan bahwa Mata kami tertuju ke performa kami dan itulah yang penting. Kami harus memberikan yang terbaik. Kami tidak boleh lengah sedikitpun. Kami ingin lolos ke Piala Eropa untuk pertama kali. Kami mempunyai Gareth Bale yang sangat luar biasa

Gareth Bale memmpunyai kecepatan yang luar biasa. Kemenangan ini harus kami pertahankan.

PSG melumat AS Monaco melalui Cavani dan Lavezzi

Duel antara AS Monaco melawan Paris Saint Germain di Stade Louis II terlihat masih imbang di babak pertama. Pertandingan ini berlangsung sengit. Pada babak pertama, kedua team tidak bermain terbuka. Menjaga kehatia-hatian dalam menyerang. Namun memasuki babak kedua, PSG sukses menghadirkan mimpi buruk bagi tuan rumah.

Setelah di babak pertama tanpa gol selama hampir satu jam, PSG akhirnya sukses mencetak gol pertama di menit ke-57 melalui Edinson Cavani. Edison Cavani menjadi pemain yang berhasil memecahkan kebuntuan setelah sundulan kepalanya memanfaatkan umpan lambung dari Blaise Matuidi tidak bisa dihentikan oleh Danijel Subasic.

Edison Cavani kembali menghadirkan mimpi buruk bagi lini pertahanan Monaco. Gol ini berawal dari umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic, Umpan ini diterima baik oleh Cavani. Cavani yang berhadapan satu lawan satu dengan Subasic dengan tenang mengarahkan bola ke tiang jauh. Kedudukan Skor pun berubah jadi 2-0 untuk PSG.

Dominasi PSG atas Monaco pada pertandingan ini akhirnya ditutup melalui gol Ezequiel Lavezzi di menit ke-83. Gol Lavezzi ini tercipta berawal dari kerjasamanya dengan rekannya di tim nasional Argentina, Angel Di Maria. Di Maria yang menguasai bola di area pertahanan PSG melepaskan umpan jauh yang akurat ke arah Lavezzi. Lavezzi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mencetak gol ketiga bagi PSG.

Kemenangan PSG atas Monaco membuat posisi PSG masih solid di puncak klasemen. Saat ini PSG belum terkalahkan di empat pekan awal dan gawang mereka pun masih bersih dari kebobolan.

PSG unggul tiga angka dari Reims dan Rennes yang menempati posisi kedua dan ketiga. Sementara itu kekalahan ini membuat Monaco masih tertahan di papan tengah dengan duduk di peringkat ke-13.

Kemenangan PSG ini membuktikan bahwa Angel Di Maria itu kualitas bagus. Dia berhasil membuat assits yang sangat bagus untuk PSG. MU salah membuat keputusan dengan menjual Di Maria ke PSG/

Apakah kemenangan tanpa kebobolan akan bertahan sampai paruh musim ? Apakah PSG akan menjaga kemenngan ini ? Hal ini bisa dibuktikan pada pertandingan selanjutnya.

Welcome Carpi FC 1909 di Serie A

Dua tim promosi, Carpi FC 1909 dan Frosinone Calcio bakal menjalani debut pertama di Serie A pada akhir pekan ini. Bagaimana kiprah mereka di level teratas sepakbola Italia?

Carpi menyandang status juara Serie B pada musim 2014-15. Klub yang berdiri tahun 1909 ini melewati perjalanan panjang akhirnya tampil di divisi tertinggi sepak bola Italia. Pada tahun 2009, mereka masih bertarung di kasta kelima liga Italia. Sedangkan pada akhir pekan nanti, mereka memulai kisah bertanding melawan klub-klub elite Negeri Pizza.

Pada tahun 2000, AC Carpi mengalami kebangkrutan sehingga eksistensinya dihapuskan. Kemudian mereka merintis ulang klub ini dengan melakukan merger dengan klub Dorando Pietri Carpi. Nama Team berubah menjadi Carpi FC 1909. Usaha ini membuahkan hasil dengan capaian naik tingkat dari divisi lima sampai ke Serie B dari tahun 2009 sampai 2013. Hingga akhirnya pada musim 2015-16 mereka menjalani musim debut di Serie A.

Stadion milik I Biancorossi (Si Putih Merah), Stadion Sandro Cabassi hanya berkapasitas 4.144 kursi penonton. Hal ini memaksa mereka pindah ke kandang Modena, Stadio Alberto Braglia yang punya kapasitas 21.151 kursi.

Promosinya Carpi musim lalu turut dibantu performa kiper muda yang dipinjamkan AC Milan selama semusim, Gabriel. Dia tampil dalam 39 laga bersama Carpi. Posisi penjaga gawang kini milik Zeljko Brkic yang dipinjam dari Udinese.

Berdasarkan informasi dari Football Italia, Brkic mengatakan bahwa bukan keberuntungan Carpi di Serie A setelah mereka promosi di beberapa tahun terakhir. Kami bekerja keras untuk mempersiapkan kemungkinan terbaik di liga dan Coppa Italia.

Bintang utama mereka, penyerang berusia 22 tahun Jerry Mbakogu. Pemain asal Nigeria ini mengoleksi 15 gol yang membantu timnya untukpromosi. Musim ini mereka juga meminjam bek muda Chelsea, Wallace. Beberapa nama seperti Amauri dan Fabio Borini juga masuk dalam bidikan Klub Promosi ini, Carpi FC 1909.

Kota Carpi sendiri terletak di Provinsi Modena, Italia. Kota kecil ini hanya dihuni sekitar 70.000 orang. Hampir tidak ada kegiatan olahraga yang terkenal di kota ini, selain menjadi tempat finis lomba lari maraton tahunan Enzo Ferrari.

Apakah Carpi FC akan berkiprah lebih lama ? Kita saksikan pada akhir pekan ini.

James Rodriguez dipastikan akan bermain melawan Espanyol

Jakarta, cutejapanese.com, Real Madrid dipastikan bisa diperkuat oleh gelandang serang asal Kolombia, James Rodriguez, saat menghadapi Espanyol, Sabtu (12/9). Pihak Tim Nasional Kolombia memastikan James tidak mengalami cedera serius.

James hanya bermain selama 59 menit saat Kolombia ditahan imbang Peru 1-1 pada pertandingan persahabatan di New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (8/9).

Pelatih Kolombia, Jose Pekerman menarik James Rodriguez, hal ini disebabkan mantan pemain AS Monaco itu mengalami cedera lutut. Posisi James kemudian digantikan Fabian Castillo. Semula ada ketakutan James akan absen saat Real Madrid menghadapi Espanyol. Namun, tim dokter timnas Kolombia, Carlos Ulloa, memastikan cedera yang dialami James tidak serius.

Berdasarkan informasi dari ESPN, Ulloa mengatakan bahwa Lutut James menunjukkan tanda-tanda trauma. Tapi, tidak ada yang serius. Dia ditarik sebagai bentuk antisipasi. Kami sedang mengevaluasi kondisinya, tapi sepertinya tidak ada yang serius.

Cedera yang tidak terlalu buruk dialami James Rodriguez membuat pihak Madrid bisa bernapas lega. Pasalnya, gelandang 24 tahun itu sedang menjadi andalan ketika Cristiano Ronaldo sedang paceklik gol.

James berhasil mencetak dua gol ketika Madrid mengalahkan Real Betis 5-0 pada lanjutan La Liga pada tanggal 29 Agustus lalu. Ronaldo sendiri sudah tujuh pertandingan beruntun, bersama Madrid dan timnas Portugal, gagal menciptakan gol.

Carlos Ulloa selaku dokter timnas Kolombia menyatakan tak ada masalah serius yang diderita James. Ulloa mengatakan bahwa itu benturan yang kuat, tapi tidak membahayakan. Kami akan harus menunggu perkembangannya, tapi dia baik-baik saja.

Real Madrid saat ini masih menempati peringkat lima klasemen sementara La Liga dengan torehan empat poin dari dua pertandingan. Real Madrid merasa lega karena James Rodriguez bisa bermain melawan Espanyol. James merupakan pengatur serangan di Real Madrid. Ditambah lagi Kareem Benzema, Bale, Christiano Ronaldo sudah pulih membuat serangan madrid akan bervariasi dan akan membuat pesta gol lagi.

Jika james absen, Benitez akan memutar otak untuk membuatkan strategi yang jitu menghadapi Espanyol. Jika james absen, maka posisinya bisa digantikan oleh rekrutan baru dari Inter Milan, Kovacevic

Materazzi mengatakan Kualitas Inter Milan saat ini sangat membanggakan.

Team Nerazzuri, Inter Milan melakukan start bagus di tiga pertandingan pertama Liga Italia. Eks Punggawa Nerazzurri, Marco Materazzi, pun tidak meragukan kualitas Team asal Italia.

Nerazzuri memetik tiga kemenangan dalam tiga pertandingan awal Serie A. Yang terakhir, Inter Milan menang 1-0 atas AC Milan saat melakoni pertandingan derby Milan, pada hari Senin (14/9/2015) dinihari WIB. Dengan hasil-hasil itu, Inter Milan kini memuncaki klasemen Liga Italia dengan perolehaan angka sempurna sembilan angka. Eks presiden Inter, Massimo Moratti, mulai berani membicarakan kesempatan tim untuk meraih gelar juara liga.

Tetapi Pelatih Inter Milan dan sejumlah pemain yang lain berlatih keras dengan tekun akan meningkatkan semua permainan di lapangan yang ada.

Soal hal itu, Marco Materazzi masih belum mau bermimpi terlalu tinggi. Eks pemain belakang yang berhasil membawa Italia menjadi juara dunia di tahun 2006 itu menyebutkan bahwa Inter Milan akan finis di papan atas klasemen. Pasti akan finish di Klub-klub.

Materazzi juga memberikan komentar soal Inter yang mendatangkan pemain semisal Geoffrey Kondogbia, Stevan Jovetic, Ivan Perisic, Miranda, Filipe Melo, dan juga Jeison Murillo. Geoffrey Kondogbia, Stevan Jovetic, Ivan Perisic, Miranda akan diposisikan di Lini tengah. Untuk pertahanan, kami serahkan kepada Filipe Melo agar pertahanan Inter Milan semkin jago dan kuat dalam pertahanan.

Berdasarkan informasi dari Gazzetta Dello Sport, Marco Materazzi mengatakan bahwa Scudetto merupakan sebuah mimpi, tapi ini merupakan tim yang bisa finis di antara tim top di Serie A musim ini. Melawan Milan, terlepas dari 15 menit pertama saat Inter kaget, mereka tak banyak kesulitan. Anda selalu bisa meningkatkan penampilan, tentu saja, tapi hasil akhir yang bagus akan membantu tim untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan kepercayaan diri.

Kualitas grup ini tak usah diragukan.

Inter Milan yang sekarang bukanlah Inter Milan yang dulu. Inter Milan yang sekarang dapat pemain yang bagus dan berkualitas agar bisa bersaing di Seri A Liga Italy. Inter Milan dipastikan akan lolos.

Terungkap sudah Misteri hilangnya sayap-sayap Chelsea

Mantan pemain Chelsea, Andre Schuerrle mengatakan bahwa status Eden Hazard yang tidak tergantikan di sayap kiri Chelsea membuat pemain-pemain lainnya kesulitan untuk mendapat kesempatan bermain. Schuerrle sendiri adalah salah satu pemain yang memilih untuk hengkang dari Stamford Bridge. Musim panas ini ia kembali ke negara asalnya, Jerman, untuk bergabung dengan Wolfsburg. Sama seperti Kevin De Bruyne, Juan Mata, Mohamed Salah, dan Juan Cuadrado, ia tidak pernah mendapatkan kepercayaan Jose Mourinho untuk menggeser Eden Hazard dari susunan tim inti.

Berdasarkan informasi dari The Times, Schuerrle mengatakan bahwa Pemain muda Chelsea menghadapi masa-masa sulit terutama karena mereka adalah tim besar dengan banyak bertaaburan bintang. Lebih sulit lagi sebagai pemain sayap, karena hanya ada dua tempat di dalam tim dan Eden Hazard selalu bermain karena ia pemain terbaik di liga.

Gelandang berusia 24 tahun, Schuerrle itu menuturkan bahwa dengan Eden Hazard yang selalu bermain, maka pemain sayap lainnya akan berebut satu tempat di sektor kanan. Tapi terkadang mereka mengalami kesulitan untuk memainkan peran itu karena memiliki tuntutan yang lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan Mourinho memberikan kebebasan untuk Hazard bergerak ‘semau’-nya dan melepaskan sang pemain tim nasional Belgia dari tugas bertahan. Sebagai kompensasi, maka rekan satu timnya yang harus bekerja ekstra keras untuk menutup ruang-ruang kosong yang mungkin muncul karena ditinggalkan oleh Eden Hazard.

Schurrle menambahkan bahwa Anda harus sering bertahan ke belakang. Ketika seorang pemain mendapatkan kebebasan, maka sisa anggota tim harus melakukan penyesuaian. Hal itu membuat pemain di sayap lain sulit untuk mengembangkan permainan.

Perginya Schuerrle dari Chelsea sendiri bukan hanya karena kalah bersaing pada sektor kiri atau kanan, tetapi karena ia merasa tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Chelsea, Jose Mourinho.

Padahal, Schuerrle mengaku bahwa ia senang di Chelsea, menyukai restoran-restoran kota London dan juga memiliki hormat untuk Jose Mourinho. Semua terasa aneh bagi saya. Saya menjadi pemain inti di beberapa pertandingan, di bangku cadangan di beberapa pertandingan lain, dan diturunkan lagi jadi pemain utama.

Schuerrle menambahkan bahwa saya Selalu naik dan turun. Saya tidak mendapatkan konsistensi dari Pelatih Chelea sehingga sulit untuk memproduksi permainan terbaik saya.

Marilah kita nikmati permainan Fransesco Totti

Waktu terus berjalan secara otomatis, manusia tak bisa berbuat banyak. Betapa banyak kita ingin membuatnya terasa lebih lambat atau lebih cepat, ia tetap berjalan sebagaimana mestinya. Yang bisa kita lakukan hanyalah untuk menikmati setiap detiknya.

Saat sesuatu yang sudah lama dinikmati sudah hampir habis, wajar kalau kita merasa gelisah akan hidup ini. Tidak rela untuk kehilangannya. Perasaan gelisah itu pula yang mungkin sedang meliputi sebagian besar. Sebagian besar Romanisti sadar kalau Fransesco Totti yang sudah dua dekade lebih mengabdi pada satu nama, sudah mendekati senja.

Hari ini, 27 September 2015, Fransesco Totti genap berusia 39 tahun. Satu angka lagi menuju kepala empat. Usia yang uzur untuk seorang pemain sepakbola. Berbanding terbalik dengan angka di usianya yang menanjak, jumlah penampilan Totti di atas lapangan menurun. Sangat wajar memang. Apalagi melihat nama-nama yang kini mengisi barisan depan AS Roma. Ada Mohamed Salah serta Edin Dzeko yang kini menjadi andalan AS Roma.

Saat Serie A Musim 2015/2016 bergulir, sudah ada indikasi dari Rudi Garcia kalau kaptennya itu akan mulai diatur jumlah penampilannya. Baru pada pekan ketiga Garcia menurunkan Totti. Sampai liga berjalan enam pekan, Totti baru tampil tiga kali. Penampilan terakhirnya pada pertandingan melawan Carpi tadi malam (26/9/2015), satu hari sebelum ulang tahunnya, Fransesco Totti cuma tampil sekitar sembilan menit.

Fransesco Totti kemudian ditarik keluar lagi karena mengalami cedera tak lama setelah terlibat dalam gol Salah. Pada Liga Champions matchday 1 lalu, Totti juga hanya menyaksikan rekan-rekannya melawan Barcelona dari bangku cadangan. Dari peran Totti yang mulai tereduksi itu, fans AS Roma seperti dibiasakan untuk melihat Roma tanpa Totti. Mungkin seperti itulah rasanya saat Totti sudah gantung sepatu.

Romanisti pun mulai gelisa dan mungkin memang saat itu sudah dekat. Apalagi di akhir musim ini kontrak Totti akan habis. Mungkin inilah kali terakhir sang pangeran mengenakan jubahnya.

Pertanda tersebut salah satunya dirasakan oleh Marcelo Lippi. Mantan pelatih timnas Italia yang bersama Totti meraih gelar juara Piala Dunia 2006 itu merasakan ada kesedihan dari kapten Roma itu. Marcelo Lippi menyaksikannya saat Fransesco Totti mencetak golnya yang ke-300 untuk AS Roma ke gawang Sassuolo pekan lalu. Marcelo Lippi merasakan ada ‘kesedihan’ di balik perayaan yang sederhana itu. Usai mencetak gol, Totti hanya membentangkan kedua tangannya lalu memberi salam ke tribun penonton di mana dua anaknya –Cristian dan Chanel– merayakan gol ayahnya.

Marcelo Lippi mengatakan bahwa Saya ada di Olimpico menonton Roma melawan Sassuolo dan melihat Totti mencetak golnya yang ke-300. Ada perayaan di mana anak-anaknya, yang juga datang menonton, diliputi kebahagiaan. Tapi saya merasakan kesedihan dalam dirinya. Ada sedikit (kesedihan) mengelilingi Francesco saat ini.

Marcelo Lippi mengatakan bahwa Saya tidak tahu apakah ini karena dia tidak banyak dimainkan belakangan ini, atau mungkin dia mulai mengerti bahwa dia menuju akhir dari karier fantastisnya.

Fransesco Totti menuju akhir kariernya memang tak bisa dibantah. Tapi melepas Totti bagi Romanisti bukan perkara mudah. Ia bukan sekadar pemain atau kapten. Fransesco Totti merupakan simbol. Simbol kesetiaan dan cinta pada klub. Dua puluh tiga tahun setia pada satu seragam. Roma tanpa Totti tentu belum terbayang.

Membayangkan rasa kehilangan itu saja pasti sulit untuk fans Roma. Maka tak heran kalau mereka rasanya ingin memutar kembali waktu atau melambatkannya demi melihat Totti lebih lama bersama serigala-serigala Roma.

Tapi itu jelas tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah menikmatinya. Perkara apakah ia akan gantung sepatu di akhir musim, itu nanti saja dipikirkannya. Mari nikmati setiap momennya di atas lapangan. Nikmati setiap aksinya. Nikmati setiap golnya. Nikmati setiap perayaannya. Apapun itu. Nikmati selagi ia masih beraksi.

Selamat Ulang Tahun Fransesco Totti

Dybala menyelamatkan Juventus dari Rasa Malu

Nyonya Besar, Juventus masih belum bisa menang di pekan ketiga Serie A dan bahkan mereka nyaris kalah dari Chievo Verona. ‘Si Nyonya Besar’ butuh penalti Paulo Dybala menjelang akhir babak kedua, untuk memaksa pertandingan selesai dengan skor 1-1. Pada pertandingan yang digelar di Juventus Stadium, Minggu (13/9/2015) dinihari WIB, gawang Juve sudah kebobolan pada menit ke-5 lewat Perparim Hetemaj.

Setelah itu, Juventus bernafsu untuk mencari gol untuk menyamakan kedudukan. Berasarkaan informasi dari Soccernet, Soccernet mencatat bahwa ada 23 tembakan dilepas oleh pemain Bianconeri sepanjang 90 menit dengan tujuh on goal. Sementara, Chievo punya enam tembakan dengan tiga mengarah ke gawang.

Gol yang dinanti Juventus akhirnya datang juga ketika pertandingan menginjak menit ke-83. Adalah Dybala yang mengubah skor menjadi 1-1 lewat tendangan penalty dan bertahan hingga pertandingan selesai.

Juventus pun masih belum bisa menang setelah tiga pekan Serie A berlalu dan duduk di posisi ke-15 dengan satu poin. Sementara itu, Chievo masih perkasa di puncak klasemen dengan tujuh poin.

Berikut ini adalah perincian jalannya pertandingan antara Juventus melawan Chievo,

Baru lima menit pertandingan berjalan, gawang Gianluigi Buffon sudah kebobolan ketika tembakan spekulasi Hetemaj meluncur deras ke pojok, dan Buffon hanya terpaku melihatnya. Pada menit ke-10, Hernanes yang langsung menjadi starter di pertandingan debutnya, punya peluang bikin gol tetapi tembakan kerasnya dari luar kotak penalti bisa ditepis oleh Albano Bizzarri.

Pada menit ke-13, Roberto Pereyra melepaskan tendangan First Time, tetapi bola masih melayang di atas mistar gawang. Dybala pada menit ke-26 melepaskan tendangan yang sangat keras ke arah gawang namun bisa diamankan oleh Bizzarri. Tiga menit jelang turun minum, Claudio Marchisio mendapat ruang tembakan tapi sayang sepakannya terlalu lemah dan tepat di tangkapan Bizzarri.

Masuk pada babak kedua, Juventus melakukan pergantian dengan memasukkan Paul Pogba menggantikan Marchisio. Di menit ke-57, Pogba punya peluang emas menyamakan skor. Berawal dari tendangan Pereyra yang membentur tiang gawang, bola rebound mengarah ke tengah yang langsung disepak Pogba. Tetapi ada bek Chievo yang dengan sigap menghalau bola yang mengarah ke gawang kosong.

Pada menit ke-61 Chievo sebenarnya bisa membuat gol lagi lewat gol Bostjan Cesar, tetapi dianulir oleh wasit karena Cesar dianggap melanggar Leonardo Bonucci. Keputusan wasit ini kemudian diprotes keras oleh para pemain tim tamu

Hernanes pada menit ke-79 dari sebuah free kick di depan kotak penalti mengarahkan bola ke atas gawang. Tetapi Bizzarri masih bisa menepisnya. Gol yang dinanti oleh Juventus akhirnya tiba pada menit ke-83 ketika akselerasi Juan Cuadrado di sisi kanan memaksa Cesar menghentikannya. Wasit tanpa ampun menunjuk titik putih dan Dybala sukses menunaikan tugas untuk mencetak gol

Kedudukan Skor 1-1 bertahan sampai 90 menit pertandingan selesai.

Susunan Pemain

Juventus:
Buffon; Caceres, Barzagli, Bonucci, Alex Sandro; Pereyra, Marchisio (Pogba 46), Sturaro (Cuadrado 65); Hernanes; Dybala, Morata (Mandzukic 73)

Chievo:
Bizzarri; Frey, Gamberini (Dainelli 58), Cesar, Gobbi; Castro, Rigoni, Hetemaj; Birsa (Pepe 73); Paloschi, Meggiorini (Pinzi 66)