Indonesia Kalah Telak Dari Thailand

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Mimpi Indonesia untuk kembali meraih medali emas SEA Games di cabang sepakbola sirna, setelah di babak semifinal Tim “Garuda Muda” kalah telak dari Thailand 0-5.

Laga yang dihelat di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (13/6) tersebut, pada awalnya Indonesia beberapa kali berhasil menusuk daerah pertahanan Thailand. Namun, skuat besutan Aji Santoso itu sering kali gagal mengantisipasi serangan balik capat yang dilakukan oleh para pemain Thailand.

Dengan sangat rapi, Thailand berulang kali melakukan serangan balik cepat tak lama setelah Indonesia melakukan serangan. Serangan mereka di sisi sayap pun kerap kali merepotkan barisan pertahanan Indonesia.

Thailand memimpin 1-0 ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Tepat sebelum gol tersebut, justru Indonesia yang mendapatkan peluang melalui tendangan bebas Syaiful Indra. Namun, tendangan Indra masih bisa ditepis kiper Thailand, Chanin Sae-Eae.

Memasuki meni ke-11, melalui serangan balik cepat, Thailand lantas memberikan bola kepada Nurul Sriyankem. Sang gelandang mengecoh bek Indonesia sebelum akhirnya melakukan tembakan keras. Tendangan Sriyankem masih mampu dimentahkan kiper Indonesia Teguh Amiruddin, namun bola liar mampu dikonversi menjadi gol oleh Rungrath Poomichantuk.

Unggul 1-0, Thailand kerap kali mengancam gawang Indonesia. Pada menit ke-28, sebuah umpan silang dari kanan masih mampu dihalau oleh Syaiful sehingga menglahirkan sepak pojok untuk Thailand. Memanfaatkan sepak pojok tersebut, Thitipan Puangchan yang berdiri bebas berhasil menyundul bola masuk ke dalam gawang Indonesia untuk mengubah skor sebelum turun minum. 2-0 Thailand memimpin.

Usai Jeda babak pertama, dominasi Thailand kian tak terbendung. Indonesia kesulitan untuk mengimbangi serangan yang mereka terapkan, dan ironisnya hal itu bisa dilakukan dengan mudah di daerah pertahanan Indonesia. Para pemain Indonesia tak mampu berbuat banyak dan terkesan hanya menyaksikan mereka melakukan operan-operan tepat sasaran.

Puncaknya pada menit ke-51, Thailand berhasil unggul 3-0. Sriyankem, yang berdiri di sisi kiri pertahanan Indonesia, berhasil melepaskan umpan lambung di sela-sela dua pemain Indonesia yang berusaha menutupnya. Bola umpan Sriyankem itu kemudian disundul oleh Poomichantuk, yang juga berdiri di antara dua pemain Indonesia.

Indonesia mulai kehilangan bentuk formasi permainan dan posisi di lini belakang kehilangan konsentrasi setelah gol itu. Lima menit setelah gol ketiga Thailand, gawang “Garuda Muda” bergetar lagi.

Diawali kesalahan lini belakang yang kehilangan bola di area sendiri. Dengan cepat, Thailand mengalirkan bola ke sisi kanan, di mana tidak ada sama sekali pemain Indonesia mengawal area itu. Bek kanan mereka, Narubadin Weerawatnodom, dengan leluasa melepaskan sepakan keras dan terarah. 4-0, Thailand kian memperlebar jarak.

Unggul 4-0, Thailand terus mengancam pertahanan Indonesia. Namun, baru pada menit ke-89 mereka bisa menciptakan gol. Berawal dari operan-operan pendek di depan kotak penalti Indonesia, Chanathip Songkrasin dengan tepat mengarahkan bola dengan kaki kirinya ke pojok gawang Indonesia. Thailand pun Ungul 5-0 atas Indonesia. Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan tercipta.

Dengan hasil ini, Indonesia tinggal berpeluang untuk memperebutkan medali perunggu pada duel kontra Vietnam, 15 Juni mendatang. Sementara, Thailand melaju ke final untuk menghadapi Myanmar.

Taklukkan Vietnam, Myanmar Lolos ke Final

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Myanmar lolos ke partai puncak sepakbola SEA Games 2015 setelah berhasil mengalahkan Vietnam di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (13/6), Myanmar menang tipis 2-1.

Di babak pertama, Vietnam berhasil menguasai jalannya pertandingan. Namun, tim yang dibesut oleh Toshiya Miura ini gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang mereka ciptakan. Sebaliknya, Myanmar bermain santai menanti waktu yang tepat untuk balik menekan pertahanan Vietnam untuk menciptakan peluang.

Pada menit ke-38, Myanmar mendapatkan keuntungan ketika mereka mendapatkan tendangan penalti. Hadiah penalti diberikan wasit setelah pemain Vietnam tertangkap basah melakukan handball. Adalah Ho Ngoc Thang, yang melakukan handball ketika bermaksud menghalau tendangan bebas dengan tangan kirinya. Thang sempat melakukan protes keras, namun hasilnya Thang malah mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Aung Si Thu, yang maju sebagai algojo, melakukan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kaki kirinya tak mampu diantisipasi oleh kiper Vietnam, Phi Min Long.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Myanmar. Usai jeda babak pertama, Vietnam kembali menguasai jalannya permainan. Mereka terus menekan barisan pertahanan Myanmar dan memaksa kiper Phyo Kyaw Zin, bekerja keras melakukan penyelamatan berulang-ulang.

Ketika laga memasuki menit ke-71, Vietnam akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Banyaknya ruang di pertahanan Myanmar mampu dimanfaatkan oleh tiga pemain Vietnam. Memanfaatkan serangan balik, mereka dengan rapi melakukan umpan satu dua, sampai kemudian diakhiri oleh Vo Huy Toan. Bola liar hasil sepakan rekannya yang masih mengenai kaki pemain belakang Myanmar dengan sigap disambar Toan.

Namun, pada menit ke-80, Vietnam tak mampu mengantisipasi sebuah serangan balik yang dilakukan Myanmar. Kapten Myanmar, Nay Lin Tun, dengan keras melepaskan tendangan dari sisi kanan pertahan Vietnam. Tendangan Tun yang mengenai kaki pemain belakang Vietnam meluncur deras ke sudut atas gawang Vietnam. Myanmar pun mengakhiri laga dengan skor 2-1.

Dengan hasil ini, Myanmar masih melanjutkan performa impresif mereka di fase grup. Dimana mereka sukses meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari empat kali berlaga yang mereka lakoni. Myanmar pun melaju ke final yang akan dihelat pada 15 Juni mendatang.

Taklukkan Singapura, Indonesia Raih Tiket ke Semifinal

SINGAPURA, Cutejapanese.org — Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Singapura. Laga pamungkas Grup A SEA Games 2015 yang digelar di Stadion Jalan Besar, Kamis (11/6/2015) tersebut, Evan Dimas menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. Partai hidup mati ini, diwarnai banjir kartu kuning dan satu kartu merah untuk tim tuan rumah.

Kemenangan ini, membuat Indonesia menempati posisi dua klasemen akhir Grup A dengan koleksi sembilan poin. Tim “merah putih” terpaut satu angka dari Myanmar, yang duduk di posisi teratas klasemen. Indonesia berhak meraih tiket ke semifinal dan akan bertemu jawara Grup B, Thailand.

Hanya butuh hasil imbang untuk melangkah ke semifinal, nyatanya Evan Dimas dan kawan-kawan tampil ngotot dan berhasil merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.

Peluang pertama terjadi pada menit ke-24, kemelut terjadi di depan gawang Buhari Muhammad. Bola liar langsung disambar oleh Evan Dimas, namun masih gagal membuahkan hasil.

Sepuluh menit berselang, Evan membantu Ahmad Noviandani dalam kerja sama satu-dua. Sayang, tembakan Noviandani masih mampu dimentahkan kiper Singapura, Buhari.

Di sisi lain, Singapura lebih banyak memperagakan umpan panjang langsung ke mulut gawang Indonesia. Namun solidnya barisan pertahan Indonesia mampu mengantisipasi taktik tersebut sehingga paruh pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia langsung menggebrak. Bahkan pertandingan belum genap berumur 5 menit, anak-anak asuhan Aji Santoso berhasil memecahkan kebuntuan dua menit setelah kick-off. Kali ini, Evan Dimas menerima umpan datar Muchlis Hadi dan berhasil melepaskan tembakan first time, mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Singapura. 1-0 Indonesia memimpin.

Dalam kondisi tertinggal, Singapura berusaha terus menekan dan bermain menjurus kasar. Banjir kartu kuning di kubu tuan rumah membuat mereka kehilangan konsentrasi dan semakin terpuruk. Puncaknya, mereka harus kehilangan Ho Wai Loon pada menit ke-65. Wai dihadiahi wasit kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Evan Dimas.

Namun sayang, Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah gol. Skor 1-0 untuk kemenangan Indonesia pun terpampang saat peluit panjang dibunyikan.

Indonesia finis pada posisi kedua Grup A dengan 9 poin, selisih satu poin dari Myanmar yang menjadi juara grup. Indonesia akan bertemu Thailand pada semifinal, Sabtu (13/6/2015).

Mourinho Akan Kembalikan Ketajaman Falcao

LONDON, Cutejapanese.org – Manajer Chelsea, Jose Mourinho, ikut buka suara soal ketertarikan terhadap penyerang asal Kolombia, Radamel Falcao. Menurut Mourinho, Falcao bisa kembali tajam bila bermain di Chelsea. Hal ini semakin memperkuat isu kepindahan Falcao ke Chelsea.

Dipinjamkan dari AS Monaco ke Manchester Uniter, Falcao gagal menunjukkan ketajamannya sebagai seorang striker haus gol. Pada musim 2014-15, Falcao hanya mampu mencetak empat gol. Catatan ini menjadi torehan terburuk El Tigre selama delapan tahun terakhir.

Perfoma kurang impresif itu membuat Manchester United tidak mempermanenkan Falcao di Old trafford. Kubu Setan Merah akhirnya memutuskan mengembalikan Falcao ke klub asalnya, AS Monaco.

Namun, Chelsea yang disebut-sebut meminati jasa Falcao mulai ikut memantau kemungkinan merekrut pemain yang sebelumnya sempat memperkuat Atletico Madrid. Harga Falcao saat ini ditaksir sebesar 39,6 juta euro atau sekitar Rp 594,83 miliar.

“Menyakitkan saya bila orang-orang di Inggris percaya bahwa Falcao sesungguhnya hanya yang terlihat di Manchester United,” kata Mourinho kepada DirectTV.

“Saya tahu kemampuan Falcao saat menjadi pelatih Real Madrid menghadapi Atletico Madrid. Jika saya bisa membantu Falcao mengembalikan ketajaman, maka saya akan melakukannya,” lanjut Mourinho.

Mourinho dan Falcao secara tak langusng memiliki persamaan. Keduanya ditangani oleh satu agen yang sama, yakni Jorge Mendes. Takkan sulit bagi Mendes untuk menyakinkan Mourinho agar bisa menyelamatkan karier Falcao yang kini agak meredup.

Proses Pencalonan Tuan Rumah PD 2026 di Tunda

LAUSSANE, Cutejapanese.org – Di tengah berita miring seputar penyelidikan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat di FIFA, pada Rabu 10 Juni 2015 organisasi sepakbola tersebut mengumumkan bahwa mereka menunda proses pencalonan tuan rumah untuk Piala Dunia 2026.

“Sudah diputuskan untuk menunda proses administratif untuk pencalonan Piala Dunia 2026 karena situasi terkini,” demikian pernyataan FIFA.

“Keputusan-keputusan berikutnya terkait proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 akan didiskusikan Komite Eksekutif FIFA di kemudian hari.”

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat FIFA ditangkap oleh polisi khusus Amerika (FBI) dan kepolisian Swiss di sebuah hotel mewah di Swiss, pada Rabu 25 Mei 2015, beberapa hari menjelang Kongres FIFA digelar.

Mereka ditangkap atas tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan penipuan yang kabarnya telah berlangsung di FIFA selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Termasuk suap soal penunjukkan Rusia dan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Barcelona Perpanjang Kontrak Enrique Hingga 2017

BARCELONA, Cutejapanese.org – Barcelona memberikan perpanjangan kontrak untuk Luis Enrique hingga 30 Juni 2017 pada Selasa (9/6/2015). Sebelumnya, kontrak Enrique akan berakhir pada musim 2016.

Pada saat penandatanganan kontrak baru, Enrique ditemani langsung Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu.

“Kami sangat senang. Setelah musim luar biasa yang kami lalui dengan berbagai kesulitan, namun berakhir manis. Kami berharap bisa meraih banyak gelar lagi,” kata Enrique.

Barcelona menjatuhkan pilihan kepada Enrique sebagai pelatih Blaugrana pada awal musim 2014-2015, untuk menggantikan posisi Gerardo Martino yang dinilai gagal membawa Barcelona bersinar. Sebelumnya, Enrique menangani Celta Vigo.

Pada awal kepelatihannya di Camp Nou, Enrique menerima banyak kritikan. Mulai dari dinilai kurang berpengalaman untuk menangani tim sebesar Barca, hingga masalah terbesar adalah saat “memanasnya ruang ganti tim perihal dugaan konflik antara dirinya dengan Lionel Messi dan beberapa pemain lain.

Namun, ketegangan tersebut perlahan dapat diatasi menjelang musim berakhir. Tak tanggung-tanggung, Enrique berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih hebat dengan membawa Barcelona meraih “treble winners” pada musim perdananya menangani skuat Barca, yakni Divisi Primera, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Trio MSN Tersubur di Eropa

Cutejapanese.org – Dibawah kepelatihan Luis Enrique, Barcelona melakukan sesuatu yang luar biasa pada musim ini. Setelah mereka maraih “treble winner” pada musim 2014-15. Tanpa mengesampingkan skuat Barca yang lain, kunci keberhasilan Blaugrana tak bisa dipisahkan dari tiga nama besar yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar yang memiliki kontribusi besar dalam terciptanya gol-gol Blaugrana.

Setelah mengungguli persaingan dengan Real Madrid di Liga Spanyol, Barcelona juga meyingkirkan Athtletic Bilbao untuk dapat meraih trofi Copa del Rey. Kemenangan atas Juventus di laga final Liga Champions 2014/2015, semakin mengukuhkan dominasi mereka di daratan Eropa.

“Treble winner” bagi Barca adalah sebuah ulangan kesuksesan mereka, yang sebelumnya di musim 2008-09 mereka raih bersama Josep Guardiola.

Barcelona kini tentunya tak sama dengan Barca enam tahun lalu. Selain pelatih yang berbeda, perubahan besar lainnya adalah soal gaya bermain. Barca versi Luis Enrique bermain lebih mengutamakan direct football di tiki-taka. Sebuah skema yang punya tingkat keberhasilan tinggi karena sokongan trio pemain di lini serang.

Enrique sukses meracik talenta Messi, Suarez, dan Neymar menjadi lini serang paling mengerikan saat ini. Lihat saja jumlah gol ketiganya di musim ini yang mencapai 122 gol.

Messi menjadi yang paling subur di antara ketiganya dengan koleksi 58 gol dan 27 assist. Sementara Neymar ada di urutan kedua dengan koleksi 39 gol serta 8 assist. Sedangkan si pemain anyar, Luis Suarez, menjalani musim debut yang gemilang setelah memberikan kontribusi 25 gol dan 21 assist.

Tiga penyerang yang sering disebut dengan julukan Trio MSN itupun telah berhasil mematahkan rekor trio pemain tersubur di Eropa yang sebelumnya dimiliki Trio Real Madrid, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuain. Sebelumnya mereka berhasil menorehkan catatan manis di sepanjang musim 2011-12 dengan 118 gol.

Barca Raih Treble Winner, Usai Kandaskan Juve di Final Liga Champions

BERLIN, Cutejapanese.org – Final Liga Champions 2015, menjadi laga yang paling dinanti para pecinta bola di seluruh jagad raya. Pertandingan yang dihelat di Olympiastadion, Berlin (6/6) waktu setempat atau (7/6) dini hari WIB ini, dibuka dengan pesta yang sangat megah dan meriah.

Tensi tinggi pertandingan diperagakan kedua tim sejak peluit babak pertama dibunyikan. Baru empat menit laga berjalan, Gol pertama mampu dicetak oleh Ivan Rakitic. Melalui kerjasama satu dua antara Suarez dan Iniesta dikotak penalti Juventus, Iniesta berhasil mengirimkan umpan datar yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Ivan Rakitic untuk menjebol gawang Juve yang dijaga oleh Buffon. Skor pun berubah 0-1 untuk Barca.

Skuat Juventus yang tidak diperkuat bek tangguh Italia, Giorgio Chiellini, terkejut dengan gol cepat tersebut dan terlihat sempat meruntuhkan mental mereka. Barca pun memanfaatkan kesempatan tersebut dengan terus menekan barisan pertahan Juve.

Melalui Arturo Vidal, Juve sempat mengancam pertahanan Barcelona, namun tembakan kerasnya di menit ke-8 hanya melambung di atas mistar gawang Ter Stegen.

Barcelona terus membombardir barisan pertahanan Juventus. Vidal yang tampak frustasi menjadi orang pertama yang mendapatkan kartu kuning dalam laga ini. Di-15 menit awal babak pertama, ia sudah melakukan tiga kali pelanggaran.

Memasuki menit 20, Juventus mulai bangkit dan mampu mengimbangi permainan Barcelona. Andrea Pirlo mampu membawa Juve lepas dari tekanan, dan mulai memberikan serangan berbahaya ke gawang ter Stegen. Namun sayang usaha Bonucci dan Tevez masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Ter Stegen.

Buffon layak mendapat kredit poin atas beberapa usaha penyelamatan spektakuler yang ia lakukan atas percobaan dari Suarez dan Neymar. Namun pada menit ke-43, Buffon nyaris saja melakukan blunder yang dapat berakibat fatal. Bermaksud memberikan umpan kepada rekannya, aksinya malah berhasil direbut oleh Neymar. Beruntung umpan Neymar gagal disundul dengan baik oleh Luis Suarez. Babak pertama Juventus vs Barcelona pun berakhir dengan skor 0-1.

Usai turun minum, Barcelona langsung melakukan serangan. Namun barisan pertahanan Juventus semakin rapat menjaga daerah pertahanan mereka. Juve sempat mendapat tendangan bebas usai Tevez dilanggar di luar kotak penalti. Namun tendangan bebas yang dilakukan Pirlo, mampu dibuang oleh Pique dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Juve terus memanfaatkan momentum kebangkitannya. Pada menit ke-55, sebuah serangan dibangun Juve dari sisi kiri pertahanan Barcelona yang mampu menjadikan sebuah kemelut di area pertahanan Barca. Tembakan keras Carlos tevez berhasil dihalau Ter Stegen, namun bola muntah mampu di manfaatkan Alvaro Morata yang berdiri tak terkawal untuk mencetak gol. Papan skor pun berubah menjadi 1-1.

Laga terlihat semakin menarik, ketika jual beli serangan dilakukan para pemain kedua kesebelasan. Juve terlihat semakin mampu meladeni permainan Barca.

Namun petaka bagi Juve datang di menit ke-68. Melalui serangan balik cepat yang dimotori Iniesta yang berhasil mengirimkan umpan kepada Messi, dengan cepat Messi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Meski berhasil dihalau oleh Buffon, namun bola liar langsung disambar Suarez untuk menjadikan skor 1-2 untuk keunggulan Barcelona.

Neymar sempat mencetak gol pada menit ke-72. Namun gol yang telah dirayakan Neymar tersebut dianulir wasit, karena ketika menyundul bola, tangan Neymar tertangkap wasit menyentuh bola, sebelum bola masuk gawang Buffon. Hal ini diprotes keras oleh kubu Barca. Namun wasit Cuneyt Cakir asal Turki tak bergeming dengan keputusannya.

Pada menit ke-78, Luis Enrique melakukan keputusan bijak dengan memasukkan Xavi Hernandes menggantikan Iniesta. Terlepas dari strategi, Xavi diberikan kehormatan untuk menjalani laga terakhir Liga Champions dengan berseragam Barcelona. Hal ini menjadikan Xavi menjalani laga ke-151 di Liga Champions, Karena musim depan ia akan bermain di klub Qatar, Al sadd.

Skuat Juventus terus menerus memaksimalkan serangan dan berusaha mengejar ketertinggalan. Namun Barcelona tampaknya lebih menguasai bola dan lebih kerap kali memberikan ancaman ke gawang Buffon.

Tambahan waktu 5 menit diberikan pengawas pertandingan. Juve yang kian bernafsu untuk menyamakan kedudukan. Namun hal ini rupanya mampu dimanfaatkan Barcelona untuk menambah keunggulan. Pada menit ke-90+7, Neymar berhasil memperbesar keunggulan Barca. Melalui serangan balik cepat, Neymar yang mendapat umpan matang langsung menggiring bola ke kotak penalti Juve. Dengan sedikit sentuhan, ia melepaskan sepakan datar terarah untuk merubah skor akhir 1-3 untuk keunggulan Barca.

Kemenangan atas Juve di Final Liga Champions ini, melengkapi dua raihan trofi Barcelona sebelumnya di ajang domestik. Hasil ini menjadikan Barca meraih treble winner keduanya. Setelah sebelumnya di musim 2008-09 Barca sukses mengalahkan Manchester United di Final.

Hat-trick Muchlis Hadi Bawa Indonesia Libas Kamboja 6-1

SINGAPURA, Cutejapanese.org – Indonesia menang telak 6-1 saat bertemu Kamboja dalam lanjutan cabang sepak bola SEA Games 2015 Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Sabtu (6/6/2015). Pada laga ini, striker Muchlis Hadi Ning Syaifulloh mencetak hat-trick ke gawang kamboja.

Menghadapi Kamboja, pelatih Indonesia, Aji Santoso menurunkan skuat berbeda dibanding saat Indonesia dikalahkan Myanmar, 2-4, Selasa (2/6/2015). Aji mengganti beberapa pemain inti seperti M Natshir, Hansamu Yama Pranata, dan Wawan Pebriyanto. Pada laga kali ini, Aji lebih memberikan kepercayaan terhadap Teguh Amirrudin, Agung Prasetyo, dan Paulo Sitanggang.

Strategi yang diusung pelatih langsung terbukti ampuh pada awal babak pertama. Tepatnya pada menit ke-12, Muchlis Hadi mampu membuka keunggulan setelah sukses menyambar umpan datar Adam Alis Setyano yang berhasil menusuk ke area pertahanan Kamboja.

Sebelum turun minum, giliran Ahmad Nufiandani yang berhasil mencetak gol. Pada menit ke-37, tembakan Nufiandani dari sisi kanan serangan berhasil menggetarkan gawang Kamboja yang dikawal Um Serei Rath. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Indonesia.

Usai jeda babak pertama, Kamboja mampu memperkecil kedudukan melalui sepakan penalti Prak Many Udom pada menit ke-56. Penalti dihadiahkan wasit setelah Syaiful Indra Cahya melanggar salah satu pemain Kamboja di dalam kotak penalti.

Namun, Muchlis Hadi menunjukkan ketajamannya dalam pertandingan ini. Menjawab kritikan yang kerap datang menghampirinya, Muchlis Hadi mampu menyumbang dua gol lagi sekaligus melengkapi hat-trick, masing-masing pada menit ke-67 dan ke-73. Ini menegaskan bahwa ia layak menjadi penyerang yang mampu diandalakan skuat “merah putih” di SEA GAMES kali ini.

Lima menit jelang laga usai, giliran Wawan Pebriyanto yang memberikan andil untuk memperbesar keunggulan Indonesia. Tendangan jarak dekat Wawan berhasil merobek jala Kamboja untuk kelima kalinya.

Akhirnya kemenangan Indonesia ditutup melalui sepakan Evan Dimas Darmono pada masa injury, tepatnya di menit ke-93. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah. Indonesia pun menang telak dengan skor 6-1 atas Kamboja.

Kemenangan ini membawa angin segar bagi skuat “merah putih”, hasil ini manjadikan Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan raihan nilai tiga dari dua pertandingan. Adapun posisi puncak masih ditempati Myanmar yang meraih dua kemenangan. Pada laga selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Filipina di Stadion Jalan Besar, Selasa (9/6/2015).

Bola Resmi Final Liga Champions 2015

Cutejapanese.org – Seperti biasa, perusahaan industri bola sepak terbesar dan terkenal di dunia, Adidas, selalu mengeluarkan seri terbaru bola yang akan digunakan diperhelatan akbar sepakbola. Adidas telah resmi mengeluarkan bola seri teranyar, yang akan digunakan para maestro lapangan hijau pada pertandingan Final Liga Champions 2015 yang diberi nama Adidas Finale Berlin.

Nama baru produk bola sepak adidas terinspirasi oleh ibu kota Berlin yang terpilih menjadi tuan rumah Final Liga Champions musim 2014-15. Adidas Finale Berlin mempunyai desain baru yang diklaim lebih segar dan berwarna untuk memberi penghormatan kepada sejarah kota tuan rumah dengan simbol yang ikonik dari kota berlin yang memiliki spektrum kosmopolitan dan warna-warni.

Adidas-Finale-Berlin
Panel pada bola didesain dengan berbentuk bintang ikonik yang sudah digunakan pada edisi-edisi pertandingan Liga Champions sebelumnya. Didalam panel terdapat gerbang Bradenburg yang melambangkan kebebasan dan keinginan untuk menyatukan kota Berlin.

Adidas_Finale15
Adidas juga menambahkan pola grafik yang siap untuk menyerang beruang. Beruang sendiri adalah simbol tradisional dari kota Berlin.

Bola yang penuh warna ini, diharapkan akan membantu para pemain untuk dapat fokus mengontrol bola dan memberikan penampilan terbaik di final yang akan dihelat di Olympiastadion, Berlin, sabtu (6/6) waktu setempat atau minggu (7/6) dini hari WIB.