Hukuman Neymar Diperberat Menjadi Empat Laga

SANTIAGO, Cutejapanese.org – Brasil harus menjalani sisa laga Copa America tanpa kehadiran Neymar. Hukuman Neymar kian diperberat menjadi larangan empat laga akibat ulahnya pada pertandingan Brasil kontra Kolombia. Hukuman itu membuat dia tak akan bisa membela Brasil di sisa Copa America 2015.

Neymar diganjar kartu merah setelah laga Brasil kontra Kolombia di Estadio Monumental David Arellano, Rabu (17/6/2015) lalu, berakhir. Pada laga tersebut, Brasil takluk 0-1.

Kartu merah untuk Neymar dipicu oleh tindakan bodoh yang memancing emosi kubu Kolombia. Setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, penyerang Barcelona itu menendang bola yang kemudian mengenai punggung Pablo Armero. Jeison Murillo yang coba menenangkan Neymar, malah justru diberi tandukan meski tidak terlalu keras. Hal ini memicu ketegangan diantara para pemain lainnya.

Komisi Disiplin Copa America awalnya menjatuhkan hukuman dua laga untuk Neymar. Hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi satu laga oleh CONMEBOL. Namun, hukuman ini sifatnya masih sementara karena komisi disiplin akan bertemu lagi pada Jumat (19/6) untuk menentukan hukuman final.

Setelah melakukan pertemuan, komisi disiplin akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan hukuman empat laga kepada Neymar. Hal itu berarti Neymar tak akan bisa main lagi di Copa America 2015 sekali pun negaranya lolos ke final.

Brasil sendiri belum tentu lolos dari babak penyisihan grup di Copa America 2015. Selecao akan menjalani laga penentuan melawan Venezuela di Santiago pada Minggu (21/6) waktu setempat.

Hancurkan Bolivia, Chile Juara Grup A

SANTIAGO, Cutejapanese.org – Setelah menghancurkan Bolivia, Chile memastikan lolos ke perempatfinal Copa America sebagai juara Grup A. Tuan rumah menuntaskan laga terakhir fase grup dengan kemenangan telak 5-0 atas Bolivia pada laga yang diberlangsung di Estadio Nacional, Sabtu (20/6/2015) pagi WIB.

Kedua tim sama-sama dipastikan lolos ke perempatfinal, menyusul kekalahan Meksiko atas Ekuador. Chile dan Bolivia pun hanya tinggal menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.

Tampil menekan sejak laga dimulai, Chile berhasil membuka keunggulan saat laga memasuki menit ke-3. Gary Medel melepaskan umpan jauh ke Eduardo Vargas yang berlari ke belakang garis pertahanan Bolivia. Vargas yang berusaha mengontrol bola, namun memantul cukup jauh dari jangkauannya. Saat itulah Charles Aranguiz datang dan melepaskan tendakan keras ke pojok kiri bawah.

Pada menit ke-37, Alexis Sanchez berhasil menggandakan keunggulan Chile. Dalam sebuah skema serangan cepat, Alexis menusuk dari kiri ke tengah pertahanan Bolivia dan mengoper ke Jorge Valdivia di kanan. Valdivia lalu mengirim umpan silang ke kembali ke Alexis yang berlari memasuki kotak penalti. Bola berhasil disundul Alexis ke pojok kiri gawang untuk menorehkan gol perdananya di ajang Copa America. Skor 2-0 untuk keunggulan Chile bertahan hingga babak pertama selesai.

Memasuki paruh waktu kedua, Chile mampu memperlebar keunggulan. Gol ketiga Chile tercipta pada menit ke-66 kembali lewat kaki Aranguiz. Berdiri di tiang jauh pertahanan Bolivia, Aranguiz menerima umpan Henriquez dari kanan dan sempat mengelabui satu bek Bolivia. Dengan cerdik Aranguiz menyontek bola melewati hadangan kiper.

Pada menit ke-79, gelandang Inter Milan, Medel, ikut mencatatkan namanya di papan skor. Menuntaskan umpan terobosan Valdivia, ia sukses mencukil bola melewati hadangan kiper.

Derita Bolivia kian bertambah. Empat menit jelang waktu normal usai, Bolivia kembali kemasukan satu gol lagi. Kali ini melalui pemainnya yang melakukan gol bunuh diri. Bermaksud menghalau bola, Ronald Raldes malah melambungkan bola melewati kiper dan masuk ke gawang timnya. Hingga pertandingan selesai, skor 5-0 untuk Chile tak berubah.

Dengan kemenangan ini, Chile berhak lolos ke perempatfinal sebagai juara Grup A dengan nilai 7 dari tiga laga. Sementara Bolivia menemani sebagai runner-up dengan koleksi empat poin.

Dikalahkan Ekuador, Meksiko Angkat Koper Lebih Cepat

RANCAGUA, Cutejapanese.org – Meksiko menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir di perhelatan Copa America 2015. El Tricolor takluk 1-2 dari Ekuador di laga penentuan grup. Ekuador memaksa Meksiko angkat koper lebih cepat.

Laga Meksiko kontra Ekuador digelar di Estadio El Teniente, Sabtu (20/6/2015) pagi WIB. Meksiko menempati posisi tiga sementara dengan poin dua dari dua laga yang telah dilakoni. Sementara Ekuador belum mengumpulkan point sama sekali. Posisi satu-dua ditempati Chile dan Bolivia yang sama-sama mengoleksi empat poin.

Seharusnya kemenangan akan membuka peluang Meksiko lolos ke perempatfinal masih semakin besar. Namun mereka justru tampil tertekan dan akhirnya kandas di tangan Ekuador.

Pada menit ke-26 Meksiko tertinggal melalui sebuah serangan balik cepat. Miller Bolanos memberikan umpan ke Enner Valencia yang berada di sisi kiri, penyerang West Ham United itu coba mengarahkan sepakan ke gawang. Bola sepakannya masih membentur bek Meksiko namun bola mengarah ke Bolanos yang berdiri di sebelah kanan. Dengan mudah Bolanos memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Ekuador kemudian manambah keunggulan pada menit ke-57 memanfaatkan kesalahan barisan pertahan Meksiko. Juan Carlos Medina kehilangan bola di wilayah pertahanan timnya, Bolanos berhasil memanfaatkan keadaan tersebut. Bolanos dengan cepat melepaskan umpan terobosan kepada Valencia yang berdiri nyaris tak terkawal. Tanpa kesulitan, Valencia yang langsung berhadapan dengan penjaga gawang berhasil menciptakan gol kedua untuk Ekuador.

Pada menit ke-64, Meksiko mampu memperkecil ketertinggalan melalui titik putih. Penalti diberikan setelah Gabriel Achilier melanggar Hugo Ayala di kotak terlarang. Raul Jimenez yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Di sisa waktu, tak ada gol tambahan tercipta. Meksiko pun harus tersingkir karena harus bertukar posisi dengan Ekuador. Mereka menuntaskan perjalanan di posisi juru kunci Grup A, sementara Ekuador naik ke peringkat tiga dengan poin tiga.

Ekuador pun turut membuka kesempatan lolos lewat jalur tim terbaik penghuni peringkat tiga. Sebagai catatan, dua dari tiga tim penghuni urutan tiga fase grup akan melaju ke perempatfinal.

Sementara ini tim asuhan Gustavo Quinteros ada di posisi ketiga alias terbawah di belakang Uruguay dan Venezuela. Di sisi lain, bagi Chile dan Bolivia hasil di laga ini memastikan mereka berdua lolos ke perempatfinal.

Galaksi CR7 Terinspirasi Dari Nama Ronaldo

Cutejapanese.org – Baru-baru ini, para ahli astronomi di Eropa telah menemukan galaksi tertua yang berisi bintang-bintang monster dengan ukuran super besar. Galaksi itu memiliki bintang-bintang awal yang pertama tercipta setelah peristiwa Dentuman Besar (Big Bang).

Bintang-bintang dalam galaksi itu masih merupakan bintang kuno dengan elemen dasar seperti hidrogen, helium dan sedikit lithium. Sebagai perbandingan, bintang modern seperti matahari memiliki campuran banyak elemen, termasuk logam.

Galaksi kuno itu dideteksi oleh tim ahli astronomi dari Universitas Lisbon dan Universitas Leiden. Mereka memberikan nama Galaksi CR7 yang merupakan singkatan dari Cosmos Redshift 7.

Lalu apa hubungannya temuan galaksi kuno ini dengan sepakbola?

DR David Sobral dari Universitas Lisbon mengakui bahwa penamaan CR7 itu terinspirasi dari pemain pujaannya, Cristiano Ronaldo.

Bintang-bintang di Galaksi CR7 bersinar setidaknya tiga kali lebih terang dari bintang modern karena pembakarannya berlangsung jauh lebih cepat. Ukurannya pun ribuan kali lebih besar dari bintang-bintang di galaksi yang lebih muda.

Nama CR7 kian melejit setelah ia menjadi pemain termahal di dunia, saat Real Madrid memboyongnya dari Manchester United. Menariknya, Ronaldo juga merupakan bagian dari skuat Los Galacticos. Meski Madrid disesaki banyak bintang kelas atas, sinar Ronaldo masih paling terang di antara rekan-rekannya yang lain.

Monaco Dekati Llorente

TURIN, Cutejapanese.org – Striker Juventus, Fernando Llorente dikabarkan tengah gencar didekati oleh salah satu klub kaya Prancis, AS Monaco pada jendela transfer musim panas nanti.

Usai Juventus mencapai kesepakatan dengan striker Atletico Madrid, Mario Mandzukic. Kerap menjadi penghangat bangku cadangan musim lalu, kini Llorente mulai gerah dan menghawatirkan posisinya di skuat utama Juve musim depan.

Llorente pun tampaknya kini memiliki pilihan bergabung dengan Monaco. Dengan datangnya Mandzukic untuk merumput di Turin, praktis jika kini tak ada tempat tersisa di skuat Juventus bagi bomber 30 tahun ini.

Kubu Juventus mengharapkan nominal sebesar 20 juta euro (setara Rp 302 miliar) untuk banderol sang pemain. Namun, pihak Monaco tampaknya hanya tertarik dengan penawaran sebesar 15 juta euro (sekitar Rp 226 miliar).

Llorente sendiri kabarnya lebih tertarik jika ada tawaran datang dari klub La Liga Spanyol. Eks pemain Athletic Bilbao ini menyumbang 23 gol dari total 65 penampilannya bersama Juventus yang telah dibelanya selama dua musim.

Mandzukic Hijrah Ke Italia

TURIN, Cutejapanese.org – Penyerang Atletico Madrid, Mario Mandzukic akhirnya hijrah ke Italia dan menyepakati bergabung dengan Juara Serie A, Juventus untuk musim mendatang.

Buruan utama Manchester United ini justru lebih memilih berlabuh ke kota Turin dengan nilai kontrak mencapai 12,8 juta pound (sekitar Rp 271 miliar). Juventus berencana memberikan kontrak berdurasi empat tahun kepada striker asal Kroasia ini pada beberapa hari mendatang.

La Stampa dan Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa direktur umum Juventus Beppe Marotta langsung terbang ke Madrid untuk menyelesaikan transfer Mandzukic. Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone pun tak menampik hal tersebut.

“Saya berbicara kepada direktur umum Atletico Andrea Berta setiap hari dan kami pikir jika para pemain tim ini perlu berkembang,” ucap Simeonekepada Marca.

Mandzukic diboyong Atletico dari Bayern Muenchen pada awal musim lalu. Bersama El Atleti, bomber jangkung ini menorehkan 12 gol dari 27 total laga yang dijalaninya musim lalu.

Venezuela Kalah, Grup C Kian Ketat

VALPARAISO, Cutejapanese.org – Peta persaingan Grup C Copa America 2015 semakin sengit. Empat tim penghuni grup tersebut memiliki poin yang sama dan berpeluang sama besar untuk lolos ke perempat final.

Brasil, Peru, Venezuela, dan Kolombia saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua laga pertandingan. Keempat tim memiliki poin yang sama, lantaran kekalahan tim-tim yang meraih kemenangan pada pertandingan pertama pada matchday 2.

Setelah Brasil takluk dari Kolombia (17/6/2015), selanjutny menyusul Venezuela harus tumbang 0-1 dari Peru, Kamis malam waktu Chile atau Jumat (19/6/2015) pagi WIB.

Petaka bagi Venezuela terlihat ketika pertandingan memasuki menit ke-30. Mereka harus bermain dengan 10 orang pemain lantaran bek Fernando Amorebieta dikartu merah langsung oleh wasit. Amorebieta diusir wasit lantaran kakinya dinilai secara sengaja menginjak paha Jose Guerrero dalam perebutan bola.

Meski demikian, Peru tidak serta merta dapat dengan cepat memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak gol. Permainan rapat dan disiplin yang diperagakan para pemain Venezuela membuat Peru kesulitan untuk memecah kebuntuan.

Gol Peru baru tercipta pada menit ke-72. Bermula dari kerja antara Christian Cueva dan Guerrero, bola kemudian diarahkan ke Claudio Pizarro. Stiker Veteran itu bereaksi dengan cepat melepaskan sepakan dan menjebol gawang Chile.

Gol Pizarro tersebut menjadi pembeda hasil akhir kedua tim. Peru menang 1-0 dan membuka peluang lolos ke perempat final.

Kemenangan yang diraih Peru ini membuat persaingan di Grup C kian ketat, lantaran keempat tim sama-sama mengoleksi poin yang sama dari satu kemenangan dan satu kekalahan. Untuk sementara, Brasil dan Peru memimpin klasemen karena memiliki produktivitas gol lebih baik (2-2) dibandingkan Venezuela dan Kolombia (1-1).

Penentuan tim yang lolos akan ditentukan pada laga pamungkas, Minggu malam atau Senin (22/6/2015) dini hari WIB. Kolombia akan bertanding melawan Peru, lalu Brasil menghadapi Venezuela.

Kandidat Presiden Barca Janji Datangkan Ramos ke Camp Nou

BARCELONA, Cutejapanese.org – Salah satu kandidat presiden Barcelona dikabarkan akan mendatangkan bek Real Madrid, Sergio Ramos andai terpilih dalam pemilihan nanti. Kandidat presiden yang masih dirahasiakan namanya itu dikabarkan sudah melakukan kontak dengan presiden Madrid, Florentino Perez untuk membahas soal transfer Ramos.

Janji untuk membeli pemain bintang lazim dilakukan oleh para kandidat presiden Barcelona jelang pemilihan umum. Dua dari empat calon sebelumnya, Agusti Benedito dan Josep Maria Bartomeu menyertakan transfer gelandang Juventus, Paul Pogba dalam janji kampanyenya. Agar dapat terpilih, keduanya pun sesumbar berani mengeluarkan uang besar demi bisa mendapatkan Pogba pada bursa transfer musim panas 2015.

Ramos dikabarkan kecewa dengan manajemen Madrid yang telah memecat Carlo Ancelotti dan menggantinya dengan Rafael Benitez. Kegundahan Ramos akhirnya dimanfaatkan calon presiden Barcelona untuk menggodanya hengkang ke Camp Nou pada musim depan.

Isu rencana mendatangkan Ramos kali ini persis dengan manuver yang dilakukan calon presiden Barcelona, Jaume Llaurado jelang pemilihan umum 2013. Ketika itu, Llaurado juga berjanji bakal mendatangkan kiper Madrid, Iker Casillas. Ia juga sesumbar sudah menuai kesepakatan dengan sang kiper sebelum pemilu dilangsungkan.

Nedved-Moratta : Tevez Berniat Melanjutkan Karier di Argentina

TURIN, Cutejapanese.org – Dua Direktur Juventus, Pavel Nedved dan Giuseppe Marotta, mengaku tidak akan menjadi tembok penghalang Carlos Tevez yang dikabarkan ingin hijrah ke Boca Juniors.

Beberapa hari terakhir ini, Boca dikabarkan gencar bernegosiasi dengan agen Tevez. Presiden Boca Juniors, Daniel Angelici bahkan diberitakan sudah bertolak ke Chile untuk bertemu langsung dengan Tevez pada Senin (15/6/2015).

Meski Tevez belum mengumumkan keputusan soal masa depannya, Nedved menangkap kepindahan itu akan terealisasi. Ia pun mengaku akan menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada Tevez.

“Musim ini, Teves telah berkorban begitu banyak. Ia tampaknya sudah menetapkan keputusan. Menurut saya, Tevez ingin kembali ke rumahnya,” kata Nedved.

Sementara itu, pendapat lain diberikan Marotta, “Ia telah menunjukkan keinginan untuk mengakhiri karier di Argentina. Kami menunggu jawabannya karena tak ingin menciptakan situasi kontra produktif yang bisa menjadi masalah untuk semua pihak.”

“Semoga kami akan mendapat jawaban darinya pada Sabtu. Jika ia bertahan, kami akan senang. Bila ia pergi, kami tetap menaruh rasa hormat mengingat apa yang dilakukannya. Kehendak pemain juga fundamental,” tambah Marotta.

Juventus kemungkinan bakal meminta mahar lima juta euro atau sekitar Rp 75 miliar kepada Boca Junior. Sebagai opsi lain, skuad asuhan Massimiliano Allegri itu juga menerima pemain lain sebagai paket transfer Tevez ke Boca.

James Rodriguez Berikan “Nasehat” Untuk Neymar

Cutejapanese.org – Brasil tak bisa memainkan sang kapten, Neymar, dalam laga lanjutan Copa America menghadapi Venezuela mendatang. Penyerang yang bermain di Barcelona itu harus menjalani hukuman kartu merah yang didapat saat menghadapi Kolombia pada pertandingan Grup C, Kamis (18/6/2015). Laga itu sendiri berakhir 1-0 untuk kemenangan Kolombia.

Meski berbeda kubu, baik di level negara atau pun klub, James Rodriguez memahami kekecewaan Neymar setelah mendapatkan kartu merah saat Brasil menghadapi Kolombia. James minta agar Neymar tak lepas kendali.

Neymar begitu emosional hingga menendang bola ke arah Pablo Armero. Padahal wasit sudah meniup peluit panjang tanda pertandingan usai. Jaison Murillo yang datang mencoba menenangkan, malah dihadiahi tandukan walau tidak terlalu keras. Alhasil terjadi keributan antara Neymar dan beberapa pemain Kolumbia, dan puncaknya melibatkan Carlos Bacca yang terlihat sangat marah dengan perilaku Neymar. Akhirnya kedua pemain diberikan kartu merah, meski laga telah usai.

Usai kejadian itu, James terlihat memeluk Neymar usai pertandingan itu. Pemain Real Madrid yang sudah lebih dulu merasakan kekalahan dari Venezuela meminta agar Neymar tak bertindak gegabah lagi.

“Aku bilang kepada Neymar untuk tetap sabar dan menghargai talenta yang dimiliki dia,” kata James sepeti dikutip Football Espana.

“Aku merasakan hal yang sama seperti saat kami dikalahkan Venezuela. Aku amat marah hari itu,” ucap dia.

Sikap empati itu ditunjukkan James karena dia sudah lebih dulu merasakan emosi yang sama dengan Neymar. Tepatnya terjadi saat Kolombia secara mengejutkan dikalahkan oleh tim yang relatif lebih lemah, Venezuela.

Di sisi lain, James mengatakan kemenangan Kolombia atas Brasil itu didapatkan berkat para pemain yang menjalankan skenario pertandingan dengan baik.

“Aku rasa rencana pertandingan kami berjalan sempurna. Setiap orang juga datang dengan kemampuan terbaik masing-masing. Setiap orang menunjukkan talenta terbaik mereka dan kami telah membuat sejarah. Kami harus tetap gembira,” jelas dia.

Setelah melakoni dua laga, Kolombia masih ada di urutan ketiga papan klasemen sementara dengan nilai dua. Kolombia dijadwalkan untuk brejumpa Peru di laga terakhir babak grup.