Barca Hancurkan Bayern 3-0

BARCELONA, Cutejapanese.org – Barcelona meraih kemenangan telak 3-0 atas Bayern Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Camp Nou, Barcelona, Rabu (6/5/2015) waktu setempat. Dua dari tiga gol Barcelona dicetak oleh Lionel Messi.

Pada laga ini, Barcelona tampil dengan kekuatan terbaik. Sementara disisi lain, Bayern tetap menurunkan para pemain berkelas dengan nama besar, meski tanpa kehadiran Arjen Robben, Franck Ribery, dan David Alaba.

Barcelona mengusai jalannya pertandingan sejak menit pertama dimulai. Peluang demi peluang pun terjadi. Kesempatan pertama hadir melalui sepakan Luis Suarez pada menit ke-7. Sayangnya, tendangan Suarez masih lemah sehingga mampu dihentikan Manuel Neuer dengan mudah.

Suarez memiliki peluang kedua pada menit ke-12. Kali ini, kesempatan Suarez mencetak gol lebih besar karena tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Neuer. Namun, kembali aksi gemilang Neuer mampu menyelamatkan gawang bayern dari sepakan mendatar Luis Suarez.

Bayern pun mencoba keluar dari tekanan. Upaya Bayern hampir menemui hasil pada menit ke-19. Umpan silang Thomas Mueller mengarah kepada Robert Lewandowski yang berdiri bebas tanpa kawalan. Sayang, Lewandowski gagal memaksimalkan peluang terbaik itu menjadi sebuah gol setelah sontekannya melebar dari sasaran.

Pertandingan berjalan seimbang selama menit ke-20 hingga ke-35. Barcelona dan Bayern silih berganti menguasai pertandingan, namun kerap gagal memberikan ancaman berarti ke pertahanan lawan masing-masing.

Peluang berikutnya baru hadir pada menit ke-36. Messi dijatuhkan di luar kotak penalti yang berujung tendangan bebas. Namun, tendangan bebas Messi masih mampu ditangkap Neuer.

Pada menit ke-39, Barcelona kembali mendapatkan peluang emas. Kali ini, umpan terobosan Andres Iniesta tertuju kepada Dani Alves yang naik membantu serangan. Alves yang melepaskan tendangan voli kembali mampu dihentikan Neuer menggunakan kakinya. Neuer tampil gemilang di 45 menit babak pertama dan laga pun berakhir imbang 0-0.

Memasuki interfal kedua, tensi pertandingan berjalan sedikit memanas. Sebelas menit babak kedua berjalan, tiga kartu kuning dikeluarkan dari saku wasit Nicola Rizzoli, Italia. Dani Alves mendapatkan kartu kuning pada menit ke-46, diikuti oleh Mehdi Benatia pada menit ke-52 dan Juan Bernat pada menit ke-56.

Namun, Barcelona kembali tampil lebih tenang dalam menyusun serangan. Lini depan Barcelona lebih sering memberikan ancaman ketimbang barisan depan Bayern.

Pada menit ke-63, Neuer melakukan penyelamatan yang bagus saat memotong bola hasil pergerakan Neymar yang tinggal berhadapan dengannya. Satu menit kemudian, sepakan Neymar juga gagal berujung gol karena bola hanya melambung dari sasaran.

Memasuki menit ke-72, Bayern mendapatkan tendangan pertama yang mengarah tepat ke gawang Barcelona. Akan tetapi, eksekusi jarak jauh Thiago yang sempat mengenai Iniesta bisa diantisipasi dengan baik oleh Marc-Andre ter Stegen.

Ketangguhan Neuer akhirnya sirna, ketika pada menit ke-77, berawal dari kesalahan Bernat menggiring bola, Alves yang mampu merebut bola kemudian memberikan umpan kepada Lionel Messi. Dari luar kotak penalti, Messi melepaskan tendangan keras ke tiang dekat yang menggetarkan jala Neuer. Barcelona unggul 1-0 atas Bayern.

Gol tersebut ternyata melecut semangat para pemain Barcelona. Terbukti, hanya tiga menit berselang, Barcelona kembali berhasil mencetak gol dan lagi-lagi gol tersebut dipersembahkan Messi. Kali ini, Messi yang mendapatkan umpan dari Ivan Rakitic sukses mengelabui kawalan Jerome Boateng. Dengan tenang, Messi melepaskan tendangan cungkil untuk menaklukkan Neuer kedua kalinya.

Jelang laga usai, Barcelona menambah gol lagi di waktu tambahan melalui kaki Neymar. Dari sebuah skema serangan balik, Neymar yang mendapatkan umpan dari messi langsung menggiring bola dan berhadapan dengan Neuer. Neymar dengan tanang melepaskan tendangan terukur melewati sela-sela kaki Neuer untuk membobol gawang Bayern.

Barcelona pun meraih kemenangan 3-0 atas Bayern. Hasil ini tentu saja memberatkan langkah Bayern untuk melaju ke babak final Liga Champions, mereka butuh kemenangan besar saat nanti di leg kedua menjamu Barcelona di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Selasa (12/5/2015) waktu setempat.

Guardiola : Messi Sulit Di Hentikan

BARCELONA, Cutejapanese.org : Pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola memiliki tugas berat ketika timnya menghadapi Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis 7 Mei 2015. Salah satu tugas sulit itu adalah mematikan pergerakan mega bintang Blaugrana, Lionel Messi.

Guardiola akan mendampingi Muenchen untuk melawat ke markas Barcelona, Stadion Camp Nou. Ini merupakan kepulangannya sejak ia meninggalkan Blaugrana pada 2012 lalu.

Menghadapi partai nanti, Guardiola dinilai dapat mengatasi Barcelona. Bagaimana tidak? El Barca sudah tidak asing lagi bagi Guardiola.

Ia sudah menghabiskan waktu selama lima musim (2007-2012) untuk melatih Barcelona. Bahkan, ia yang membuat Azulgrana melejit semasa ia melatih.

Untuk itu, publik Muenchen pun dapat mengandalkan kemampuan Guardiola untuk mematikan mantan anak-anak asuhnya itu, termasuk Messi. Meski demikian, Guardiola tidak bisa menjamin hal itu. Menurutnya, Messi merupakan pemain yang sulit dihentikan.

“Tidak ada formasi atau pelatih satu pun dapat menghentikan bakat besarnya Messi. Anda tidak akan bisa menghentikan gerakannya. Ia terlalu bagus,” ujar Guardiola.

Meski demikian, Guardiola memastikan akan tampil serius menghadapi Barcelona.

“Barca adalah bagian penting dalam hidup saya. Namun, saya datang ke sini untuk menang. Saya di sini bukan untuk mendapatkan penghormatan, tetapi untuk mengantarkan Bayern lolos ke final,” sambungnya.

Thiago Mungkin Masih Di Camp Nou Jika Ada Guardiola

BARCELONA, Cutejapanese.org – Gelandang Bayern Muenchen, Thiago Alcantara, mengakui bisa saja bertahan di Barcelona jika masih ada sosok Pep Guardiola. Atas dasar kehadiran Guardiola juga, Thiago memilih hijrah ke Allianz Arena pada musim panas 2013.

Keduanya, baik Guardiola maupun Thiago akan kembali bertemu Barcelona dalam leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu waktu setempat atau Kamis (7/5/2015) dini hari. Jelang pertandingan, Thiago coba mengungkapkan keputusannya dua tahun silam.

“Pep selalu memberikan kepercayaan besar kepadaku. Begitu juga diriku terhadapnya. Jadi jika ia masih menjadi pelatih, aku mungkin masih berada di Barcelona. Aku cukup beruntung berada disini (Bayern) dengan Guardiola,” ungkap Thiago.

Banyak pengamat meragukan keputusan Thiago. Pasalnya, Bayern yang baru menjuarai Liga Champions ketika itu, sudah memiliki sejumlah gelandang tengah berkualitas seperti Bastian Schweinsteiger dan Toni Kroos.

“Aku tak ingin mengundang atensi beberapa pemain yang baru saja meraih gelar. Aku baru memulai pengalamanku di sini. Tujuanku yakni mengawali dari bangku cadangan seperti yang aku lakukan di Barcelona,” tambah Thiago.

Karier Thiago di Bayern memang sempat menemui hambatan. Ia harus menjalani operasi lutut dan absen dalam kurun cukup panjang.

Akan tetapi, kepercayaan Guardiola tak pernah luntur. Setelah pulih, Thiago kembali menjadi starter. Puncaknya saat perempat final Liga Champions melawan FC Porto. Dalam dua leg, Thiago selalu mencetak gol. Bayern pun membalikkan ketinggalan agregat pada leg pertama dengan kemenangan 6-1 pada leg kedua.

Oezil Ingin Arsenal Fokus Di Laga Tersisa

LONDON, Cutejapanese.org – Setelah relatif aman di peringkat empat besar, Arsenal membidik runner-up Premier League. Gelandang The Gunners Mesut Oezil pun mengingatkan agar para pemain segera bersiap menghadapi laga-laga sisa.

Arsenal memastikan ada di urutan ketiga setelah kemenangan 3-1 atas Hull pada 5 Mei. Hasil positif itu membuat mereka mengoleksi 70 poin, setara dengan Manchester City yang ada di peringkat kedua.

Dengan tiga pekan tersisa, manajer tim Arsene Wenger meminta Arsenal untuk bisa menutup musim ini sebagai runner-up. Oezil pun menjawab tantangan itu dengan antusias. Apalagi, Arsenal masih menyimpan satu laga tunda.

“Kami memainkan sepakbola yang luar biasa saat menghadapi Hull City. Kami sangat senang dengan hasil itu,” kata Oezil seperti dikutip Sports Mole.

“Kami mempunyai banyak peluang dalam pertandingan itu dan seharusnya kami bisa mencetak gol lebih banyak. Tapi, yang paling penting saat ini adalah bisa terus meraih tiga poin. Sekarang kami akan mengarahkan fokus ke pertandingan terdekat,” ucap pemain internasional Jerman itu.

Arsenal dijadwalkan berjumpa dengan Swansea City pada 12 Mei kemudian berlanjut melawat ke markas Manchester United lima hari kemudian. Setelah itu, Arsenal menjamu Sunderland dan West Bromwich Albion.

Buffon : Partai Saling Pukul, Seperti Pertandingan “Tinju”

TURIN, Cutejapanese.org – Partai pertama semifinal Liga Champions telah gelar. Juventus akhirnya mampu mengnaklukkan tim tamu Real Madrid dengan skor 2-1 pada leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB.

Pasca kemenangan tersebut, penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon turut berkomentar. Ia mengatakan bahwa Juventus telah membuktikan diri mampu meladeni klub sekelas El Real.

“Yang terpenting pada malam ini adalah kami telah membuktikan diri mampu meladeni permainan Real Madrid.” ucap Buffon.

“Pertandingan tadi seperti pertandingan tinju, kami saling bergantian memukul satu sama lain, dan saya berharap hal yang serupa terjadi pada leg kedua.” lanjut Buffon.

“Real Madrid adalah tim yang hebat. Meskipun diatas kertas mereka dinilai lebih kuat, namun kami mampu menyaingi mereka dari segi fisik, rasa lapar, dan antusiasme.” tutur penjaga gawang berusia 37 tahun itu.

Dengan kemenangan ini, Juventus hanya perlu bermain imbang pada leg kedua semifinal yang akan diselenggarakan di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

CR7 Top Scorer Liga Champions

Cutejapanese.org – Satu gol Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus dalam leg pertama semifinal Liga Champions semalam tak bisa memberikan kemenangan buat timnya. Tapi, menjadikannya sebagai top scorer di Liga Champions.

Los Blancos harus mengakui keunggulan pasukan Juventus Stadium 1-2 dalam laga yang berlangsung Selasa, 5 Mei 2015 atau Rabu dini hari WIB.

Satu gol lewat sundulan Ronaldo menyambut umpan James Rodriguez, tak mampu mengimbangi gol Alvaro Morata dan penalti Carlos Tevez di babak kedua.

CR7 kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions dengan 76 buah gol. Namun, angka tersebut masih saja bisa disalip oleh Lionel Messi (75) yang akan memimpin Barcelona hadapi Bayern Munich malam nanti.

Rekor Ronaldo melawan klub Italia pun cukup menawan. Bintang asal Portugal itu selalu mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions melawan klub “Negeri Spaghetti”.

Selain itu, tak ada pemain lain yang mencetak lebih banyak gol ke gawang Juventus daripada Ronaldo. Pemain terbaik dunia itu mencatatkan empat gol, sama dengan torehan Hakan Sukur dan Ryan Giggs.

Ada juga sebuah catatan positif lain yang dibuat Ronaldo, usai mencetak sebuah gol semalam, yaitu berhasil mencetak 15 gol lewat kepala di semua kompetisi musim ini.

Angka ini adalah yang terbanyak sepanjang karier profesionalnya. Sebelumnya, terbanyak hanya sembilan kali yaitu pada 2012-13 dan 2007-08 saat masih bersama Manchester United.

Alasan Moratta Tidak Lakukan Selebrasi Usai Cetak Gol Ke Gawang Madrid

TURIN, Cutejapanese.org — Eks Pemain Real Madrid yang kini membela Juventus, Alvaro Morata, mengungkapkan alasan dibalik sikapnya yang dingin dan tidak melakukan selebrasi seusai membobol gawang mantan klubnya tersebut, pada pertandingan pertama semifinal Liga Champions, di Stadion Juventus, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB.

I Bianconeri menang dengan skor 2-1 berkat gol Alvaro Morata (8′) dan penalti Carlos Tevez (58′). Adapun gol tunggal Madrid ditorehkan Cristiano Ronaldo (27′).

Pada menit kedelapan, Tevez menerima bola dari dalam kotak penalti lawan. Pemain asal Argentina tersebut melepaskan tembakan keras, tetapi Iker Casillas berhasil menepis bola. Beruntung bagi Juve, Morata yang berdiri tepat didekat tiang mampu memanfaatkan keadaan itu, dan berhasil meyarangkan bola liar kegawang El Real dan menyumbangkan gol pertama bagi klubnya. Setelah mencetak gol, nampak Morata tidak menunjukkan ekspresi berlebihan. Apakah hal itu seolah menjadi pembuktian dia atas kesalahan Madrid, yang memutuskan untuk melepasnya?

Tak mendapatkan tempat di skuat inti Madrid, Morata memilih hijrah ke Juventus pada 19 Juli 2014. Pemain berusia 22 tahun tersebut terikat kontrak selama lima tahun, dan Madrid memiliki opsi membeli Morata kembali. Namun, Morata membantah jika dikatakan bahwa selebrasi itu untuk menyindir Madrid yang melepasnya.

“Mereka (Pemain Madrid) masih menjadi temanku diluar lapangan. Pernyataanku telah disalahartikan. Aku tidak pernah mengucapkan satu pun kata buruk soal Madrid,” kata Morata.

“Aku mengatakan bahwa aku tidak akan merayakan gol (saat melawan mereka). Aku berterima kasih kepada pelatih (Carlo Ancelotti) dan klub. Namun, aku bahagia di Juventus,” lanjutnya.

Terkait soal kemenangan Juve, Morata menilai hal tersebut bukan sebuah keberuntungan. Menurut dia, Juve harus tetap meraih kemenangan saat tampil di Santiago Bernabeu pada leg kedua, Rabu (13/5/2015).

“Aku bahagia Juventus menang. Namun, menyingkirkan Madrid adalah sesuatu yang sulit. Memenangi pertandingan pertama memang penting, tetapi kami tahu Madrid adalah tim yang lebih berbahaya di Stadion Santiago Bernabeu,” kata Morata.

“Kami tidak memegang keuntungan lebih dari Madrid. Mereka adalah tim besar, dan laga kedua bakal sangat sulit bagi kami,” sambungnya.

Alasan Allegri Ubah Formasi Di Tengah Laga

TURIN, Cutejapanese.org – Allenatore Juventus, Massimiliano Allegri, mengubah formasi tim pada pertengahan laga melawan Real Madrid, Selasa (5/5/2015). Memulai pertandingan dengan formasi 4-3-1-2, Juventus bertransformasi menjadi 3-5-2 pada pertengahan babak kedua.

Juventus menang 2-1 atas Madrid berkat gol Alvaro Morata dan Carlos Tevez. Allegri kemudian memasukkan Andrea Barzagli pada pertengahan babak kedua menggantikan Stefano Sturaro.

“Malam ini kami bertahan dengan baik kala bermain dengan empat bek. Hal ini merupakan pilihan sulit karena mencadangkan Barzagli. Saya harus membuat putusan itu dan Barzagli pun tampil apik sebagai pemain pengganti,” ulas Allegri.

“Ketika Leonardo Bonucci mendapatkan kartu kuning, saya mengambil risiko. Karena itulah saya menambahkan bek lain untuk menemaninya,” tutur Allegri soal alasan memasukkan Barzagli.

Penampilan Sturaro dan barisan lini tengah Juventus juga mendapatkan pujian dari sang pelatih. “Para gelandang bermain baik saat membantu pertahanan. Mereka bisa menutup pergerakan Sergio Ramos,” puji Allegri.

“Saya senang dengan kemenangan ini. Sebab, tak mudah menembus semifinal Liga Champions dan bermain menghadapi Madrid,” lanjut dia.
“Kini kami punya persiapan selama sepekan dan akan berjuang pada pertemuan kedua di Madrid.” imbuhnya.

Bale Kurang Kreatifitas

TURIN, Cutejapanese.org – Winger Real Madrid, Gareth Bale dinilai tampil kurang memuaskan pada laga Juventus vs Real Madrid di Juventus Stadium, Rabu (6/5) dinihari WIB. Pemain asal Wales itu bahkan dianggap hilang entah ke mana.

Bale, bersama dengan Ronaldo, dijadikan tumpuan lini serang Madrid. Tanpa adanya penyerang murni, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menempatkan keduanya sebagai pemain depan Madrid, yang pada laga dinihari tadi tampak bermain dengan formasi 4-4-2.

Untuk mengisi lini tengah, Ancelotti menurunkan Isco di sayap kiri dan James Rodriguez di sayap kanan. Sementara, Toni Kroos dan Sergio Ramos diplot sebagai gelandang tengah.

Dengan formasi tersebut, Madrid lebih banyak mengandalkan serangan dari pinggir lapangan. Tidak jarang Bale bergerak ke sisi kiri (pada babak pertama) dan ke sisi kanan (pada babak kedua) untuk kemudian melepaskan umpan silang.

Sayang untuk Madrid, gaya main ini seakan mematikan Bale. Ditambah lagi, barisan pertahanan Juventus bermain rapat. Eks pemain Tottenham Hotspur itu memang beberapa kali sukses melepaskan umpan silang, namun jarang ada yang menemui rekan sendiri.

Minimnya kontribusi Bale terlihat pada catatan statistik. Selama 86 menit bermain, Bale hanya melepaskan satu tembakan, menyentuh bola sebanyak 32 kali, hanya melepaskan 18 operan, dan nihil mengkreasikan peluang.

Bale akhirnya digantikan oleh Jese pada menit ke-86. Ancelotti sempat berusaha mengubah bentuk timnya dengan memasukkan penyerang murni Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada menit ke-65.

Namun, hal itu tidak banyak membantu. Chicharito malah kerap terlihat bermain melebar ke sisi kiri dan Madrid pun tetap mengandalkan umpan-umpan silang untuk menciptakan peluang.

Madrid takluk 1-2 pada pertandingan tersebut. Juventus unggul lebih dulu lewat gol Alvaro Morata di menit kesembilan, sebelum Ronaldo menyamakan kedudukan untuk Madrid di menit ke-27.

Kemenangan Juventus ditentukan oleh penalti Carlos Tevez di menit ke-58. Penalti tersebut diberikan akibat pelanggaran yang dilakukan Dani Carvajal terhadap Tevez sendiri.

Ancelotti Ungkap Terpelesetnya Madrid Di Turin

TURIN, Cutejapanese.org — Carlo Ancelotti, mengaku sangat kecewa setelah timnya kalah melalui serangan balik yang diperagakan Juventus pada pertandingan pertama semifinal Liga Champions di Stadion Juventus, Selasa malam atau Rabu (6/5/2015) dini hari WIB. Namun, Ancelotti pun mengaku optimistis El Real bisa membalikkan keadaan saat menjamu Juventus pada pertandingan leg kedua di Santiago Bernabeu, Rabu (13/5/2015).

Madrid takluk 1-2 dari Juve melalui gol yang diciptakan Alvaro Morata (menit ke-9) dan penalti Carlos Tevez (58′). Adapun satu-satunya gol Madrid diciptakan oleh Cristiano Ronaldo (27′). Sepasang gol tim tuan rumah memang merupakan hasil dari skema serangan baik.

Pada menit kedelapan, Tevez menerima bola dari dalam kotak penalti lawan. Pemain asal Argentina tersebut melepaskan tembakan keras, tetapi Iker Casillas berhasil menepis bola. Beruntung bagi Juve, Morata berdiri tepat didekat tiang gawang yang memungkinkannya untuk menceploskan bola tanpa kawalan para pemain Madrid.

Namun beberapa menit berselang, Cristiano Ronaldo berhasil memberikan hasil imbang untuk El Real, setelah memanfaatkan umpan lambung didalam kotak pinalti dari James melalui tandukan kepalanya pada menit ke-27. Pertandinganpun berlangsung semakin menarik, tapi hingga jeda tak ada gol tercipta.

Setelah kedudukan imbang 1-1 pada babak pertama, Juve mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-56. Melalui serangan balik cepat, Tevez yang merangsek ke dalam kotak penalti dijatuhkan oleh Dani Carvajal. Tevez sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola ke tengah gawang sehingga Casillas terkecoh.

“Kami ingin mengontrol pertandingan, tetapi kami tidak beruntung. Kami kemasukan dari serangan balik, dan kecewa karena itu. Namun, dengan kepercayaan diri, kami bisa membalikkan keadaan,” kata Ancelotti.

“Menurut saya, kami kehilangan sedikit kesabaran. Kami tidak mengawali laga dengan baik, dan itu membuat kami kebobolan. Kami berkembang, tetapi kami tidak cukup berkembang,” imbuhnya..

Dengan hasil ini, Madrid wajib meraih kemenangan pada pertandingan kedua dengan minimal skor 1-0 untuk melangkah ke final. Adapun Juve hanya butuh hasil imbang tanpa gol untuk meraih tiket final.

“Jika bermain baik (pada leg kedua), kami memiliki peluang. Kami harus waspada. Sebab, jika kami kehilangan bola, maka Juve berbahaya melalui serangan balik,” kata Ancelotti.