Fenerbahce Resmi Datangkan Nani

ISTANBUL, Cutejapanese.org – Gelandang Timnas Portugal, Luis Nani, akhirnya tiba di Istanbul, Turki, untuk menyelesaikan proses kepindahannya dari Manchester United (MU) ke Fenerbahce.

Pemain berusia 28 tahun itu tiba di Istanbul dengan menggunakan pesawat jet pribadinya pada Minggu (5/7/2015), dan direncanakan akan menjalani tes medis pada Senin (6/7/2015).

“Aku sangat bahagia bisa berada di sini, aku kira ada kesempatan besar untuk kembali menunjukkan kemampuanku.” ujar Nani kepada Fenerbahce TV.

Kepindahan Nani ke Fenerbahce akan membuat dirinya kembali bertemu dengan dua kompatriotnya di tim nasional Portugal, Raul Meireles dan Bruno Alves.

“Bermain dengan Raul Meireles dan Bruno Alves akan sangat menyenangkan. Dengan bantuan mereka, aku merasa seperti bersama keluarga. Aku ingin sukses bersama rekan setimku yang baru,” kata Nani.

Nani bergabung dengan MU pada 2007. Selama membela The Red Devils, ia telah mencatatkan 103 pertandingan dengan mencetak 22 gol.

Pada musim lalu, Nani dipinjamkan MU ke Sporting Lisbon. Pada masa peminjamannya itu, ia tampil cukup menawan dengan mencetak 12 gol dan delapan assist dari 35 laga.

Namun, permainan apiknya bersama Sporting ternyata tidak membuat pelatih MU, Louis Van Gaal, tertarik untuk mendatangkannya kembali ke Old Trafford. Nani pun akhirnya dilego ke Fenerbahce.

Kalahkan Jepang, Tim Putri AS Juara Piala Dunia Wanita 2015

VANCOUVER, Cutejapanese.org – Tim Nasional putri Amerika Serikat meraih titel juara Piala Dunia Wanita 2015 setelah menang telak 5-2 atas Jepang, pada laga puncak yang dihelat di Stadion BC Place, Vancouver, Minggu malam atau Senin (6/7/2015) pagi WIB. Ini merupakan gelar ketiga bagi AS setelah sebelumnya mereka raih 1991 dan 1999.

Keberhasilan AS menjadi juara itu tak lepas dari kecemerlangan Carli Lloyd. Ia berhasil menciptakan dua gol cepat pada menit ke-3 dan ke-5, ini merupakan rekor gol tercepat Piala Dunia Wanita. Tak hanya itu, pada menit ke-16 Lloyd pun berhasil menciptakan gol spektakuler lewat tembakan dari tengah lapangan.

Dua gol AS lainnya dicetak oleh Lauren Holiday pada menit ke-13 dan Tobin Heath pada menit ke-54. Adapun gol balasan Jepang disumbangkan oleh Yuki Ogimi pada menit ke-27 dan gol bunuh diri Julie Johnston pada menit ke-52.

Kegembiraan AS bertambah lantaran dua pemainnya, Hope Solo dan Lloyd mendapatkan gelar individu. Kapten Lloyd yang mencetak hat-trick pada laga final, dinobatkan sebagai pemain terbaik dan berhak mendapatkan Bola Emas. Sementara Hope Solo, didaulat sebagai kiper terbaik turnamen.

Kegembiraan AS merupakan duka bagi Jepang. Mereka gagal mengulang kejayaan pada 2011 lalu, ketika menjuarai Piala Dunia seusai menang adu penalti atas AS.

Skuat Terbaik Copa America 2015

CHILE, Cutejapanese.org – Gelaran Copa America 2015 resmi berakhir pada Minggu 5 Juli 2015 pagi WIB dan tuan rumah Chile berhasil menjadi kampiun setelah di partai puncak berhasil menaklukkan Argentina lewat babak adu penalti. Seusai final, pihak penyelenggara langsung memilih 11 pemain terbaik yang masuk sebagai skuat impian Copa America 2015.

Sang jawara Chile mendominasi dengan memasukkan lima nama pemainnya masuk dalam skuat impian Copa America 2015. Sementara itu, runner-up turnamen, Argentina mengutus tiga wakil.

Pihak penyelenggara memilih formasi 3-4-3 dalam tim impian Copa America kali ini. Dua pemain yang menjadi top skor, Eduardo Vargas (Chile) dan Paolo Guerrero (Peru) terpilih masuk mengisi lini depan. Satu nama lagi, yakni Lionel Messi.

Di posisi gelandang, kuartet Christian Cueva (Peru), Marcelo Diaz (Chile), Javier Mascherano (Argentina), dan Arturo Vidal (Chile) terpilih sebagai yang terbaik di lini tengah.

Di lini belakang, bek Kolombia Jeison Murillo terpilh masuk tim impian sebagai satu-satunya pemain yang negaranya tidak lolos ke semifinal. Murillo akan bertandem dengan Gary Medel (Chile) dan Nicolas Otamendi (Argentina). Di posisi penjaga gawang La Roja Claudio Bravo terpilih setelah dirinya juga terpilih sebagai kiper terbaik turnamen.

Nama pelatih Chile, Jorge Sampaoli melengkapi susunan tim impian ini. Pria asal Argentina itu dipilih karena berhasil membawa tim asuhannya menjuarai Copa America untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Messi Tolak Gelar Pemain Terbaik

SANTIAGO, Cutejapanese.org — Chile meraih tahta sebagai kampiun Copa America 2015 usai menaklukkan Argentina melalui drama adu penalti, Sabtu (4/7/2015) pagi dini hari WIB. Namun, siapakah Pemain Terbaik Copa America 2015 yang berhak meraih trofi Bola Emas?

Penyerahan trofi Bola Emas biasanya dilakukan sebelum penyerahan gelar juara untuk tim. Penjaga gawang Chile, Claudio Bravo, memperoleh trofi Sarung Tangan Emas sebagai kiper terbaik, sedangkan penyerang Chile, Eduardo Vargas, meraih Sepatu Emas untuk penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Akan tetapi, hingga selesai prosesi penyerahan trofi juara untuk Chile, tak ada pengumuman pemain terbaik turnamen.

AS melaporkan, seharusnya trofi Bola Emas Copa America 2015 jatuh ketangan pemain asal Argentina, Lionel Messi. Namun, La Pulga menolak penghargaan tersebut.

Ini bukan kali pertama Messi menolak status sebagai pemain terbaik. Pada laga pembuka melawan Paraguay, Messi juga menolak penghargaan tersebut.

Hal ini cukup beralasan. Bagi Messi, sebagai salah seorang pemain yang telah meraih berbagai gelar individu baik di level tim maupun negara, penghargaan individu bukanlah target utama bersama tim nasional. Kapten Tim Tango itu sangat menginginkan gelar juara bersama timnya. Hal itu bisa dilihat dari reaksi Messi seusai dikalungi medali perak.

Tahun lalu, Messi juga dianugerahi gelar Pemain Terbaik Piala Dunia 2014. Namun, banyak komentar miring muncul lantaran penghargaan tersebut dianggap sebagai “hadiah hiburan” bagi Messi.

Hal yang sama terjadi pada gelaran Copa America 2015 kali ini. Alih-alih mendapatkan “gelar hiburan” serupa, Messi menolaknya sehingga trofi Bola Emas tak menjadi milik siapa pun.

Menang Adu Penalti, Chile Rengkuh Juara Copa America 2015

SANTIAGO, Cutejapanese.org — Chile merengkuh gelar Copa America untuk pertama kalinya setelah mampu menang atas Argentina pada laga final yang dihelat di Estadio Nacional Julio Martinez, Sabtu atau Minggu (5/7/2015) dini hari WIB. Chile menang 4-1 melalui adu penalti, setelah pada waktu normal 2 x 45 menit dan waktu tambahan 2 x 15 menit sama kuat 0-0.

Alexisis Sanchez menjadi penentu kemenangan Chile setelah dalam drama adu penalti yang menegangkan tersebut, ia berhasil mengecoh kiper Sergio Romero dengan tendangan penalti ala Panenka. Sementara di kubu Argentina, hanya Lionel Messi yang berhasil mencetak gol, sedangkan dua eksekutor lainnya, Gonzalo Higuain dan Ever Banega, tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Dari lima kali kesempatan tampil di partai puncak setelah 1955, 1956, 1979, dan 1987, Ini merupakan titel pertama Chile dalam 99 tahun sejarah gelaran Copa America. Sementara itu, Argentina, yang telah 14 kali menjuarai ajang ini, lagi-lagi harus menunda keinginan mengakhiri paceklik gelar internasional dalam 22 tahun terakhir. Sebelumnya, mereka pun gagal pada final Piala Dunia Brasil karena kalah 0-1 dari Jerman.

Sejak wasit Wilmar Roldan membunyikan peluit kick-off, laga kedua tim berlangsung ketat. Chile, yang selaku tuan rumah, langsung menggebrak dengan serangan berbahaya.

Arturo Vidal memberikan ancaman setelah menerima umpan Alexis Sanchez, pada menit ke-13. Beruntung, kiper Sergio Romero sangat sigap mengantisipasi sehingga selamatlah gawang Argentina.

Setelah itu, Chile terus berusaha menguasai pertandingan. Pada menit ke-22, peluang kembali diperoleh Eduardo Vargas, tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Argentina pun sempat membuat pendukung tuan rumah tersentak, ketika pada menit ke-20 sundulan Sergio Aguero dari dalam kotak penalti langsung mengarah ke mulut gawang. Beruntung Claudio Bravo mampu bereaksi dengan baik untuk menghalaunya.

Argentina harus kehilangan Angel di Maria, yang mengalami cedera pada menit ke-29. Pelatih Gerardo Martino terpaksa menggantikannya dengan Ezequiel Lavezzi.

Masuknya pemain Paris Saint-Germain ini cukup memberikan harapan postitif. Di pengujung babak pertama, Argentina melancarkan serangan dari sayap kiri melalui Javier Pastore. Bola yang diumpan ke mulut gawang langsung disambut Lavezzi, tetapi lagi-lagi Bravo membuat penyelamatan gemilang dengan mengebloknya. Babak pertama berakhir 0-0.

Usai turun minum, Chile tetap mendominasi laga. Serangan banyak dilakukan melalui sisi kiri pertahanan Argentina. Akan tetapi, lagi-lagi kurang tenangnya Chile dalam melakukan penyelesaian akhir membuat gol yang diharpkan tak kunjung datang.

Pada menit ke-87, Argentina sempat menciptakan gol melalui tendangan Lavezzi. Sayang, wasit menganulirnya karena Lavezzi sudah dalam posisi offside saat menerima umpan dari Messi. Di pengujung laga pun, Argentina kembali mendapatkan peluang, tetapi sontekan Higuain menyambut umpan silang Lavezzi hanya mengenai sisi kiri gawang Bravo. Alhasil, pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Selama babak perpanjangan, tetap tak ada gol yang tercipta. Status pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam drama tersebut, Chile tampil sangat percaya diri. Empat penendangnya, yang dimulai dari Mati Fernández, disusul Arturo Vidal, Charles Aranguiz, hinggal Alexis Sanchez, berhasil menjebol gawang Romero.

Sebaliknya, Argentina tak berdaya menghadapi adu tendangan penalti ini. Setelah gol Messi, pasukan Albiceleste justru melempem karena tendangan Higuain melayang dan eksekusi Banega di sisi kiri gawang bisa dihalau Bravo. Chile pun menang 4-1, dan berhak menyandang sebagai jawara Copa America 2015.

Podolski Resmi Milik Galatasaray

ISTANBUL, Cutejapanese.org – Galatasaray akhirnya resmi mendapatkan Lukas Podolski dari Arsenal. Penyerang asal Jerman itu menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama klub raksasa asal Turki tersebut.

Podolski telah menyelesaikan tes medis pada Sabtu pagi (4/7) di Istanbul. Bersamaan dengan proses tes medis tersebut, Galatasaray juga mengonfirmasi bahwa mereka telah merampungkan negosiasi dengan klub Podolski sebelumnya, Arsenal.

Galatasaray dikabarkan mengeluarkan dana sebesar 2,5 juta euro kepada Arsenal untuk pemain yang saat ini menginjak usia 30 tahun tersebut.

“Saya sudah memenangi berbagai trofi, tapi saya masih termotivasi untuk memenangi lebih banyak lagi,” ujar Podolski seperti dilansir Soccerway.

“Galatasaray menjadi juara liga musim lalu. Sekarang target kami adalah mempertahankannya dan lolos ke babak selanjutnya dari Liga Champions.”

Selama setengah musim, Podolski dipinjamkan Arsenal kepada Inter Milan untuk berlaga di Seri A. Namun, ia gagal bersinar bersama Nerazzurri. Dari 17 kali melakoni laga di Serie A, Podolski hanya mencetak satu gol dan satu assist.

Dia pun mengakui, kepindahannya ke Inter (meski dengan status pinjaman) adalah keputusan yang salah. Podolski pun kembali ke Arsenal. Namun, dia mengetahui bahwa manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak bisa menjamin dirinya berada di tempat utama. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memutuskan untuk bergabung dengan Galatasaray.

“Saya sudah mengetahui berbagai hal mengenai Galatasaray. Saya tahu atmosfer seperti apa yang diciptakan oleh suporter klub ini,” ujarPodolski.

Madrid Bidik Arturo Vidal

SANTIAGO, Cutejapanese.org – Arturo Vidal semakin santer dikabarkan akan meninggalkan Juventus di bursa transfer musim panas ini. Gelandang asal Chile itu disebut-sebut telah mencapai kesepakatan dengan klub ibukota Spanyol, Real Madrid.

Kabar mengenai kepindahan Vidal ke El Real itu dilansir oleh media Chile La Tercera. Dia disebut telah setuju untuk pindah ke Santiago Bernabeu dengan durasai kontrak selama lima tahun dan plus gaji tinggi.

La Tercera juga melaporkan bahwa petinggi Los Merengues akan segera terbang ke Santiago, Chile, guna merampungkan proses kepindahan pemain tersebut. Vidal sendiri saat ini tengah memperkuat tim nasional Chile di ajang Copa America.

Vidal sukses membawa La Roja melaju ke babak final. Mereka akan menghadapi Argentina di laga final yang akan berlangsung di Estadio Nacional, Santiago, Chile, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB.

Soal kabar transfer Vidal ke Madrid. Petinggi Bianconeri Beppe Marotta sudah mengungkapkan bahwa belum ada tawaran dari Madrid. Hal itu diungkapkan pada pekan ini.

Barca Pinjamkan Montoya ke Inter

MILAN, Cutejapanese.org – Resmi sudah Martin Montoya berseragam Inter Milan musim depan. Kubu Barcelona telah mencapai kata sepakat namun tidak disebutkan mengenai berapa dana yang harus dikeluarkan oleh Inter untuk memboyonng pemain tersebut. Montoya tiba di Milan pada Kamis 2 Juli lalu untuk melakukan tes medis di Inter Milan. Usai lulus tes medis, bek Barcelona tersebut langsung merampungkan proses kepindahannya dan kini telah resmi menjadi pemain pinjaman I Nerazzurri.

Inter meminjam bek asal Spanyol tersebut selama semusim. La Beneamata punya opsi untuk mempermanenkan kontrak bek berusia 24 tahun tersebut jika tampil mengesankan selama menjalani masa peminjamannya.

Montoya menjadi pemain Inter kelima, yang didatangkan pada bursa musim panas ini. Sebelumnya, klub yang diarsiteki Roberto Mancini itu telah sukses memboyong Geoffrey Kondogbia, Miranda, Jeison Murillo, dan Matteo Bianchetti dari klubnya masing-masing.

Montoya menjadi bagian dari tim utama Barcelona pada musim 2010-11. Montoya sukses membuat debutnya bersama El Barca pada Februari 2011 silam. Namun, ia gagal menjaga konsistensinya di tempat utama Barcelona. Montoya kalah bersaing dengan Dani Alves.

Kans Montoya untuk tampil di tempat utama semakin sulit setelah Barcelona berhasil mendatangkan salah satu bek dari Sevilla, Aleix Vidal. Keputusannya bergabung bersama Inter, diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri dan mengembalikan performa apik yang pernah dimilikinya.

Raih Hasil Positif, Peru Bersiap Hadapi Pra-Piala Dunia 2018

CONCEPCION, Cutejapanese.org – Keberhasilan Peru meraih posisi ketiga Copa America 2015 disambut suka cita oleh seluruh tim dan ofisial. La Blanquirroja berhasil mempertahankan prestasi yang diraih pada gelaran Copa America 2011. Hal itu merupakan hasil positif dan melampaui ekspektasi awal skuat yang hanya menargetkan lolos dari fase grup.

Peru menempati posisi ketiga setelah meraih kemenanga atas Paraguay 2-0, pada laga yang digelar di Estadio Municipal de Concepcion, Jumat atau Sabtu (4/7/2015) pagi WIB. Dua gol kemenangan Peru pada laga tersebut dicetak oleh Andre Carrillo dan Jose Paolo Guerrero pada babak kedua.

“Target kami adalah lolos dari fase grup. Aku harap, seluruh rakyat Peru bangga atas kerja hebat tim ini,” ujar Guerrero yang didaulat menjadi man of the match pada laga tersebut. “Kemenangan pada laga ini didedikasikan tim untuk seluruh keluarga kami.” tambahnya.

Finis diposisi ketiga pada gelaran Copa America 2015 menjadi modal berharga bagi Peru untuk menghadapi tantangan selanjutnya yaitu Pra-Piala Dunia 2018, yang akan dimulai pada 5 Oktober mendatang.

“Kami bisa finis di posisi bagus. Namun, ke depannya, kami ingin tampil lebih baik lagi,” kata pelatih Ricardo Gareca.

“Kami sudah dinanti tantangan yang lebih besar. Kami harus mempersiapkan tim dengan cara terbaik. Sebab, tim ini masih belum menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar pelatih asal Argentina itu.

Masyarakat Peru memang memimpikan tim kesayangannya tampil di Piala Dunia. Sejak terakhir kali tampil pada 1982, belum sekali pun La Blanquirroja merasakan tampil di putaran final turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Peru Kalahkan Paraguay di Perebutan Tempat Ketiga

CONCEPCION, Cutejapanese.org – Peru meraih tempat ketiga Copa America 2015 setelah menaklukkan Paraguay 2-0 pada laga perebutan juara ketiga Copa America 2015, yang dihelat di Estadio Municipal de Concepcion, Jumat atau Sabtu (4/7/2015) pagi WIB.

Sejak wasit meniup peluit tanda laga dimulai, Peru tampil menekan. Hal itu terlihat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, Peru hampir unggul terlebih dahulu jika bola tendangan dari luar kotak penalti yang di lepaskan Yordy Reyna tak mampu dihalau kiper Paraguay, Justo Villar.

Paraguay mulai mencoba keluar dari tekanan para pemain Peru pada pertengahan babak pertama. Pada menit ke-24, skuat asuhan Ramon Diaz itu pun memperoleh peluang pertamanya melalui aksi Oscar Romero. Mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti, Romero berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang Peru. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat diblok kiper Peru, Pedro Gallese. Babak pertama pun berakhir dengan skor kaca mata 0-0.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-48, para pendukung Peru akhirnya bersorak setelah Andre Carrillo sukses membobol gawang Paraguay. Gol itu tercipta seusai memanfaatkan kesalahan pemain belakang Paraguay yang kurang sempurna saat mengantisipasi bola sundulan Guerrero.

Tertinggal 1-0, Paraguay berinisiatif menyamakan kedudukan. Tercatat dua kali mereka mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Oscar Romero dan Edgar Benitez pada menit ke-66 dan menit ke-67. Namun, kedua peluang itu masih gagal menghasilkan gol.

Satu menit menjelang akhir laga, justru Guerrero yang mampu menggandakan keunggulan Peru seusai memaksimalkan umpan silang Joel Sanchez. Skor 2-0 untuk Peru pun tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini menjadikan Peru sebagai tim peraih tempat ketiga diperhelatan ajang Copa America 2015.