Penebusan Dosa Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang melesakkan satu gol ke gawang Manchester United lewat titik penalti. Dia melakukannya setelah akhir pekan lalu gagal mengeksekusi penalti ke gawang Tottenham Hotspur.

Arsenal menang 2-0 saat menjamu MU di Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Granit Xhaka membuka keunggulan Arsenal di babak pertama dan Aubameyang menutupnya lewat penalti di babak kedua.

Arah bola tembakan penalti Aubameyang tak berbeda jauh saat gagal melakukannya ke gawang Tottenham. Keberhasilan ini tak lepas dari upaya striker 29 tahun itu untuk terus mengasahnya di latihan.

“Saya membuat kesalahan melawan Tottenham dan saya gagal mengeksekusinya, tetapi hari ini saya fokus dan mencetak gol penalti,” kata Aubameyang seperti dikutip dari BBC.

“Anda harus berlatih ini sepanjang waktu dan saya melakukannya. Saya tahu itu akan sulit, tetapi saya sangat percaya diri,” sambungnya.

Arsenal kini kembali ke posisi empat, yang merupakan batas akhir untuk merebut tiket Liga Champions. The Gunners untuk sementara menggusur MU ke posisi lima.

“Semangat tim bagus. Kami punya segalanya dan kami tahu akan sulit untuk finis di empat besar, tetapi kami yakin – penting untuk memenangi pertandingan ini dan kami punya kesempatan,” Aubameyang menambahkan.

“Kami memiliki semangat yang baik dan kami lapar – kami ingin kembali ke Liga Champions,” tegasnya.

Hasil Liga Italia: Diimbangi Sassuolo, Napoli Makin Jauh dengan Juventus

Napoli hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Sassuolo. Hasil ini membuat Il Parteinopei semakin tertinggal jauh dengan Juventus.

Napoli bertandang ke Stadion Mapei untuk menghadapi Sassuolo, Senin (11/3/2019) dinihari WIB, pada pekan ke-27 Liga Italia. Laga ini langsung berjalan sengit sejak menit awal.

Peluang pertama di laga ini baru lahir pada menit ke-13. Sepakan jarak jauh Amadou Diawara masih melambung dari gawang Sassuolo.

Tuan rumah kemudian membalas pada menit ke-22. Jeremie Boga melepas tembakan dari tepi kotak penalti, namun upayanya ini masih melebar dari gawang David Ospina.

Napoli hampir saja mencetak gol pada menit ke-29. Umpan terobosan Adam Ounas disambut Lorenzo Insigne di kotak penalti. Kapten Il Parteinopei ini kemudian melepas tembakan yang masih mampu diamankan Gianluca Pegolo.

Kedua tim minim menciptakan peluang di lima menit akhir babak pertama. Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.

Pada babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52. Sassuolo membuka keunggulan terlebih dahulu lewat Dominico Berardi. Penyerang asal Italia ini melepas tembakan keras dari jarak dekat yang tak mampu ditepis David Ospina.

Tertinggal 0-1, Napoli berusaha tampil lebih menyerang untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-58 mereka mengancam lewat sundulan Kalidou Koulibaly memanfaatkan sepak pojok Dries Martens yang masih melebar.

Tekanan yang dilakukan Il Parteinopei makin bergelombang jelang laga berakhir. Pada Menit ke-75, Pegolo harus melakukan penyelamatan gemilang untuk mencegah Napoli mencetak gol. Kiper Sassuolo ini menepis sepakan keras jarak jauh Diawara.

Usaha tak kenal lelah anak asuhan Carlo Ancelotti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Memanfaatkan bola liar, Lorenzo Insigne melepas sepakan akurat ke sudut gawang Sassuolo.

Gol Insigne gagal dibalas Sassuolo selama sisa waktu pertandingan. Laga pun tuntas dengan skor 1-1. Hasil imbang ini membuat Napoli semakin tertinggal jauh dengan Juventus. Napoli ada di posisi kedua dengan 57 poin. Kalah 18 angka dari Si Nyonya Tua.

Sementara itu, hasil ini membuat Sassuolo tetap di posisi ke-12. I Neroverdi kini mengumpulkan 32 poin dari 27 laga.

Susunan Pemain.

Sassuolo : Pegolo; Demiral, Ferrari, Peluso; Lirola, Magnanelli, Duncan (Locatelli 90′), Rogerio; Berardi (Babacar 85′), Djuricic (Bourabia 76′), Boga

Napoli : Ospina; Malcuit, Chiriches (Luperto 46′), Koulibaly, Ghoulam; Ounas (Younes 66′), Diawara, Allan, Verdi (Milik 66′) ; Insigne, Mertens.

Untuk Pertama Kalinya MU Era Solskjaer Kalah di Premier League

Arsenal memberi goresan luka untuk Ole Gunnar Solskjaer. Untuk pertama kalinya Manchester United kalah di Premier League di bawah asuh Solskjaer.

MU kalah 0-2 dalam lawatannya ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Setan Merah kebobolan lewat tembakan jarak jauh Granit Xhaka dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama Solskjaer di Premier League sejak menukangi MU. Sebelumnya, manajer dengan julukan The Baby-Faced Assassin itu belum kalah: 10 menang dan dua imbang.

Di tangan Solskjaer, MU juga lebih produktif dan bagus di pertahanan dengan mencetak 29 gol dengan 11 kali kebobolan dari 13 laga. Sebelumnya, MU mencatatkan jumlah gol yang sama dari 17 pertandingan dan kebobolan 29 kali.

Jika ditotal ke seluruh ajang, kekalahan ini adalah yang kedua untuk Solskjaer. Pria 46 tahun itu menelan kekalahan pertamanya saat MU tumbang 0-2 dari Paris Saint-Germain di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Arsenal Bisa Berbahagia Sejenak Usai Kalahkan MU

Arsenal mengalahkan Manchester United di Emirates Stadium. Manajer Unai Emery menilai Meriam London bisa berbahagia sejenak.

Arsenal menang 2-0 saat menjamu MU dalam lanjutan Premier League, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Gol-gol The Gunners dilesakkan oleh Granit Xhaka dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Dalam laga ini, MU unggul penguasaan bola dengan 54 persen dan melepas 14 tembakan yang empat di antaranya mengarah ke gawang. Ada pula dua tembakan Setan Merah yang membentur tiang gawang.

Arsenal tak kalah jauh dengan MU. Meski punya 46 persen penguasaan bola, tim asal London Utara tersebut bisa melepas 14 tembakan dengan tiga yang mengarah ke gawang.

“Saya sangat bangga dengan pemain kami. Mereka memberikan segalanya melawan tim terbaik saat ini. Kami bermain sangat kompetitif selama 90 menit dan saya pikir kami pantas mendapatkan kemenangan ini. Kami bisa bahagia hari ini,” kata Emery seperti dikutip dari BBC.

“Kami tahu Manchester United dapat menggunakan taktik yang berbeda, tetapi kami ingin memaksakan gameplan kami dan saya pikir kami melakukan itu,” sambungnya.

Bern Leno salah satu bintang Arsenal di laga ini. Dia berhasil bikin empat penyelamatan dengan salah satunya saat duel satu lawan satu dengan Romelu Lukaku.

“Kiper kami sangat penting dan terkadang kiper bisa menyelamatkan kami dan hari ini saya sangat bangga dengan pekerjaannya,” Emery menambahkan.

Kalahkan Kalteng Putra, PSIS Tak Boleh Puas Diri

PSIS Semarang pantang berpuas diri setelah mengalahkan Kalteng Putra di matchday kedua Piala Presiden 2019. PSIS harus terus belajar.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (10/3/2019). PSIS mengalahkan Kalteng Putra 1-0 lewat gol Heru Setyawan di penghujung laga.

Hasil ini membawa PSIS naik ke posisi kedua Grup C Piala Presiden 2019 dengan tiga poin. Sama seperti Kalteng Putra di posisi ketiga.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra, tak mau timnya puas diri dengan kemenangan ini. Laskar Mahesa Jenar harus terus belajar di Piala Presiden untuk menatap Liga 1.

“Kami akan tetap terus belajar di Piala Presiden ini karena masih banyak kekurangan tim yang harus kami benahi. Apalagi menatap pertandingan ketiga nanti, tapi untuk hari ini harus kami syukuri dulu,” kata Jafri.

“Kami harus tetap belajar dan belajar. Tim ini disiapkan untuk Liga I 2019. Jadi ada fase yang harus kami ikuti, salah satu fase Piala Presiden. Ini betul-betul bisa menjadi pembelajaran bagi kami dalam banyak aspek,” sambungnya.

Di laga selanjutnya, PSIS bakal menghadapi PSM Makassar pada Sabtu (16/3/2019). PSM saat ini ada di posisi terbawah klasemen Grup C usai meraih dua kekalahan.

Hasil Liga Spanyol: Madrid Hajar Valladolid 4-1

Real Madrid bangkit dari serangkaian kekalahan yang mereka terima di berbagai kompetisi. Dalam lanjutan Liga Spanyol, El Real menang 4-1 atas Real Valladolid.

Awal Maret menjadi pekan suram untuk Real Madrid. Setelah menelan dua kekalahan atas Barcelona, skiat besutan Santiago Solari dihajar Ajax Amsterdam dan terdepak dari Liga Champions.

Setelah menjalani tiga laga beruntun selalu kalah, Madrid akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Los Merengues unggul telak 4-1 dalam lawatan ke Valladolid.

Dalam laga yang dilangsungkan di Jose Zorrilla, Senin (11/3/2019) dinihari WIB, Madrid justru tertinggal lebih dulu. Anuar menjebol gawang Thibaut Courtois di menit 26 menggunakan kepalanya menyambar umpan crossing dari sisi kiri.

Gol tersebut menyudahi kebuntuan tuan rumah yang punya beberapa peluang di menit-menit awal pertandingan. Sebelumnya, dua gol Valladolid dibatalkan wasit. Sementara satu eksekusi penalti yang mereka miliki gagal menjadi gol karena disepak terlalu tinggi.

Madrid tak butuh lama untuk menyamakan kedudukan, hanya lima menit berselang skor berubah jadi 1-1. Dari skenario tendangan sudut, bola yang melambung ke kotak penalti gagal ditinju oleh kiper Valladolid. Rapahel Varena berdiri di posisi dan waktu yang tepat untuk membelokkan bola ke dalam gawang.

Skor 1-1 bertahan sampai turun minum. Di babak kedua, Madrid tampil makin agresif, yang membuat mereka berhasil melesakkan tiga gol tambahan.

Madrid membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalu tendangan penalti Karim Benzema saat babak kedua baru berjalan enam menit.

Striker asal Prancis itu kembali menjebol gawang Valladolid di menit 59. Kali ini dia mencetak gol menggunakan kepala saat menyongsong umpan yang dilepaskan Toni Kross dari sisi lapangan. Di menit 80 Madrid kehilangan Casemiro. Dia diusir ke luar lapangan setelah menerima artu kuning kedua.

Meski bermain dengan 10 orang, Madrid tetap bisa mencetak gol tambahan. Di menit 85 Luka Modric menjebol gawang Valladolid melalui aksi individunya. Usai menerima umpan dari Benzema, pemain terbaik dunia 2018 itu melewati bek lawan untuk kemudian melepaskan tembakan terarah ke gawang.

Poin penuh dari pertandingan ini tak menggeser Madrid dari posisi tiga klasemen Liga Spanyol dengan 51 poin. Mereka tertinggal lima angka dari Atletico Madrid di posisi dua dan teroaut 12 poin di belakang Barcelona yang kini memuncaki klasemen.

Inter Harus Lebih Pede, Jangan Takut-Takutan

Inter Milan berhasil mengalahkan SPAL di Giuseppe Meazza, tapi pelatih Luciano Spalletti menilai timnya masih main takut-takutan.

Inter menang 2-0 atas SPAL dalam laga yang berlangsung pada Minggu (10/3/2019) malam WIB. Seluruh gol Nerazzurri dicetak pada babak kedua lewat Matteo Politano dan Roberto Gagliardini.

Meski menang, Spalletti masih memberi kritik kepada timnya. Para pemain Inter disebut masih main takut-takutan meski berada di kandang sendiri.

“Kami membiarkan ketegangan mencekik diri sendiri dan kami kehilangan kualitas, menjadi terlalu takut dan tidak aman,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.

“Kami harus menggunakan otak kami dan sadar bahwa Giuseppe Meazza atmosfernya mengintimidasi, tetapi kami adalah Inter dan kami harus memenangi pertandingan ini. Semuanya menjadi lebih sederhana dari yang Anda bayangkan jika Anda melihatnya seperti itu. Itu bukan rasa takut, ini sifat takut-takutan,” sambungnya.

Seluruh rasa takut Inter perlahan hilang setelah mencetak gol pembuka. Spalletti menyebut pada saat ini Nerazzurri main penuh percaya diri.

“Begitu gol masuk, semua orang tampak seperti pemain yang berbeda, benar-benar berubah dan dipenuhi kepercayaan diri,” tegasnya.

Solskjaer: Arsenal Tak Layak Dapat Penalti

Ole Gunnar Solskajaer menilai Arsenal tak layak mendapatkan hadiah penalti di laga melawan Manchester United. Ia mengganggap Fred tak melakukan pelanggaran.

Manchester United takluk 0-2 saat bertandang ke Emirates Stadium, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Hasil ini merupakan kekalahan perdana Setan Merah di ajang Liga Inggris sejak ditangani oleh Solskjaer.

Dua gol Arsenal di laga ini tercipta melalui sepakan jarak jauh Granit Xhaxa pada menit ke-12, serta penalti Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-69. Sepakan 12 pas diberikan wasit Jonathan Moss kepada The Gunners usai Fred melanggar Alexandre Lacazette.

Terkait penalti yang diperoleh Arsenal, Solskjaer mengungkapkan rasa ketidakpuasannya terhadap keputusan Moss. Pria asal Norwegia menggangap Fred tak melakukan pelanggaran.

“Saya pikir itu seharusnya bukan penalti, tapi itu adalah keputusan yang telah dibuatnya. Saya kira tidak ada cukup kontak untuk membuat keputusan tersebut. Tidak, tidak, tidak, itu bukan diving. Fred yang tampaknya sangat-sangat kuat,” ujar Solskjaer dilansir dari Manchester Evening News.

Meski kecewa dengan hasil di markas Arsenal, Solskjaer tetap mengapresiasi penampilan anak asuhannya. Setan Merah mampu mendominasi serangan dan menciptakan beberapa peluang yang gagal jadi gol.

“Anda harus kecewa dengan hasil ini tetapi kami tampil bagus. Kami menciptakan lebih banyak peluang hari ini dibandingkan dengan saat bertemu Arsenal di Piala FA,” tutur Solskjaer usai laga kontra Arsenal.

“Gol pertama selalu menentukan bagaimana pertandingan akan berjalan dan, mungkin setelah mereka mencetak gol pertama, mereka membiarkan kami menguasai bola lebih lama daripada apa yang mereka dapatkan.”

“Tapi kami menciptakan beberapa peluang, salah satunya peluang emas yang membentur tiang gawang dua kali, Bernd Leno juga bermain bagus. Jadi dalam hal ini kami mampu mengendalikan penampilan kami sendiri, maka dari itu kami tidak boleh terlalu kecewa. Tapi sekali lagi mereka mendapat tiga poin dan kami tidak,” ungkapnya menyimpulkan.

Kemenangan atas Setan Merah membuat Arsenal kini merangsek ke peringkat empat klasemen Liga Inggris dengan raihan 60 poin. Menggeser MU yang saat ini berada di posisi kelima dengan selisih dua angka dari The Gunners.

Madrid Berjuang Melepas Kekecewaan di Markas Valladolid

Real Madrid ke markas Real Valladolid dengan luka dari rangkaian hasil buruk. Pertandingan sempat berjalan sulit, sebelum akhirnya tuntas dengan kemenangan.

Madrid mengalami nasib buruk dalam 10 hari terakhir. Los Blancos dikalahkan Barcelona dua kali dan didepak oleh Ajax Amsterdam di Liga Champions. Semua hasil itu didapat di Bernabeu.

Setelah rangkaian kekalahan itu, tim besutan Santiago Solari melawat ke markas Valladolid, Senin (11/3/2019) dinihari WIB. Madrid tak mendapat kemudahan di awal laga ini.

Los Blancos tertinggal lebih dulu dari tim tuan rumah lewat gol Anuar pada menit ke-29. Madrid berhasil menutup babak pertama dengan skor 1-1 setelah Raphael Varane melesakkan gol.

Babak kedua berjalan lebih baik untuk Madrid. Tiga gol berhasil disarangkan lewat Karim Benzema dua kali dan Luka Modric.

“Ini adalah minggu yang sulit bagi semua orang di Madrid, juga bagi para pemain, 20 atau 25 menit pertama mencerminkan itu dan itu merugikan kami,” kata Solari seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Ini adalah pertandingan yang sulit. Para pemain bereaksi dan menunjukkan karakter mereka. Ini adalah sekelompok pemain hebat dan orang-orang dengan karakter besar,” sambungnya.

Solari menyebut para pemainnya sangat profesional. Meski dalam situasi sulit tetap bisa bangkit.

“Kemenangan ini dibangun di atas profesionalisme, semangat, dan reaksi terhadap kesulitan. Para pemain mengerahkan semua upaya dan komitmen mereka untuk mencapai tujuan kami,” Solari mengungkapkan.

“Kami datang ke stadion yang sulit, melawan tim yang membutuhkan poin membuat segalanya sulit bagi kami. Kami bangga karena ini adalah kelompok profesional,” Solari menegaskan.

Gol Pertama Arsenal: Kesalahan De Gea atau Tendangan Xhaka yang Brilian?

Satu dari dua gol di gawang Manchester United tercipta melalui tendangan jarak jauh. Benarkah David de Gea melakukan kesalahan? Atau Granit Xhaka yang tendangannya hebat?

MU kalah 0-2 saat bertandang ke markas Arsenal, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Dua gol kemenangan The Gunners tercipta lewat Granit Xhaka pada menit ke-12 serta penalti Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-69.

Gol pembuka The Gunners di laga ini banyak dianggap terjadi karena kesalahan dari David De Gea. Kiper asal Spanyol ini salah menerka laju bola sehingga tak bisa berbuat banyak saat Xhaka menjebol gawangnya lewat sepakan jarak jauh.

De Gea terlihat bergerak ke kiri, namun ternyata bola belok mengarah ke sisi kanannya. Kiper asal Spanyol itu mati langkah dan hanya bisa terduduk menyaksikan gawangnya jebol.

Meski begitu, Solskjaer enggan menyalahkan De Gea atas gol tersebut. Manajer interim MU ini mengungkapkan kesalahan justru dilakukan oleh para pemain belakang timnya yang membiarkan Xhaka melepas tembakan dalam posisi bebas.

“Saya tidak menggangap hal itu sebagai kesalahan oleh De Gea. Saya berdiri tepat di belakang bola dan kami tidak memberikan tekanan pada Xhaka, yang kemudian menjadi ‘Brasil Swerves’ karena ia menendang bola dan bola itu bergerak dan berbelok,” tutur Solskjaer dilansir dari Independent.

“Bola awalnya bergerak ke arah kiri De Gea namun kemudian berubah arah ke sebaliknya. Itu adalah salah satu sebabnya (De Gea tak bereaksi),” tambahnya.

Namun ada juga yang menilai De Gea melakukan kesalahan dari proses gol tersebut. De Gea harusnya bisa lebih baik dalam mengantisipasi arah bola.

“De Gea berada di posisinya dan punya sudut pandang yang bagus (terhadap arah tembakan), tak ada yang menghalanginya. Dia bergerak ke kiri sementara bolanya berbelok ke kanan. Itu sesuatu yang buruk dari sudut pandangnya sebagai penjaga gawang,” ucap pundit yang juga mantan bek Liverpool, Jamie Carragher.

Kekalahan atas Arsenal sendiri merupakan kekelahan perdana MU di bawah asuhan Solskjaer di Liga Inggris. Hasil ini membuat Setan Merah terlempar dari empat besar klasemen Liga Inggris.