Hasil Copa del Rey: Real Madrid Lolos Usai Taklukkan Unionistas 3-1

Real Madrid menjalani laga tak mudah meski menghadapi tim divisi tiga, Unionistas. Dua gol Brahim Diaz di babak kedua yang memastikan Los Blancos menang 3-1.

Menghadapi Unionistas di Pistas del Helmantico,Kamis (23/1/2020) dini hari WIB pada babak 32 besar Copa del Rey, Madrid langsung menguasai pertandingan selepas sepak mula. Vinicius melakukan percobaan dari luar kotak penalti pada menit ke-13, namun dihalau.

Gareth Bale membawa Madrid memimpin lima menit berselang. Umpan silang Marcelo coba disapu oleh Juan Gongora, tapi bola jatuh ke kaki Bale yang langsung menyelesaikannya ke gawang.

Unionistas balas mengancam tak lama kemudian. Gongora melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan ditepis Alphonse Areola. Sepakan Karim Benzema di menit ke-34 tak membuahkan hasil karena berakhir di samping gawang. Berjarak dua menit, tendangan James Rodriguez menyambut umpan Casemiro cuma membentur mistar gawang!

Madrid melanjutkan tekanan. Giliran Marcelo melakukan percobaan di menit ke-43, kali ini masih meluncur ke atas gawang. Babak pertama berakhir.

Dua menit babak kedua berjalan, James menebar ancaman ke tuan rumah. Sepakannya meluncur ke arah gawang, namun Brais Pereiro masih bisa menghalau.

GOL! Unionistas menyamakan kedudukan pada menit ke-57. Eder Militao terpeleset dan Alvaro Romero dalam posisi bebas, lalu menaklukkan Areola. Kedudukan imbang tak berlangsung lama. Madrid kembali memimpin di menit ke-62 ketika umpan silang Marcelo berujung pada gol bunuh diri Gongora.

Unionistas nyaris menyamakan skor lagi dua menit kemudian. Tuan rumah menyerang balik dan dalam posisi tiga lawan tiga, dengan Carlos de La Nava punya waktu cukup untuk mengambil keputusan. Akan tetapi tendangannya ditepis Areola dan tak membuahkan gol.

Penyelesaian akhir Benzema atas umpan Marcelo di menit ke-72 masih melebar. Sementara Unionistas kembali mendapatkan peluang apik di menit ke-76.

Umpan silang Gongora jatuh ke kaki De La Nava di tengah kotak penalti. Hanya saja sepakannya tak cukup bersih dan mengarah tepat ke Areola.

Peluang beruntun untuk Madrid di menit ke-84 dan tak berbuah gol. Tembakan Brahim Diaz menghantam tiang gawang, bola rebound dikuasai Dani Carvajal yang lantas mengumpan ke Vinicius.

Sepakan Vinicius dihalau oleh Pereiro. Sementara upaya lanjutan dari Luka Jovic juga digagalkan kiper Unionistas tersebut.

Baru di masa injury time Madrid mencetak gol ketiga. Diaz merangsek dan menaklukkan Pereiro untuk memastikan Madrid menang 3-1.

Dengan hasil ini, Madrid memastikan diri lolos ke babak 16 besar Copa del Rey.

Susunan pemain:

Unionistas: Brais Pereiro; Juan Gongora, Ayoze Placeres (Mattthieu Amouzou 87′), Inigo Zubiri; Piojo, Ivan Garrido (Alvaro Romero 55′), Jose Angel, Javi Navas (Dieguito 80′), David Gallego; Guille Andres, Carlos de la Nava

Real Madrid: Alphonse Areola; Daniel Carvajal, Nacho, Eder Militao, Marcelo (c); Federico Valverde, Casemiro, James Rodriguez (Isco 80′); Gareth Bale (Brahim Diaz 53′), Karim Benzema (Luka Jovic 75′), Vinicius Junior

Kenangan Moratti Tentang Il Fenomeno

Masimmo Moratti punya kenangan soal Ronaldo Luis Nazario de Lima. Eks presiden Inter Milan itu bercerita sedikit soal Il Fenomeno.

Ronaldo merupakan eks striker Inter. Pemain Brasil itu berseragam Nerazzurri pada musim 1997/1998, usai dibeli seharga 28 juta euro dari Barcelona. Nominalnya memecahkan rekor transfer pada saat itu.

Bersama Inter, Ronaldo cukup moncer dengan mencetak 59 gol dari 99 laga. Trofi Piala UEFA juga turut dipersembahkannya untuk Inter, yang turut berbuah gelar Ballon d’Or pula pada musim 1997.

Moratti, yang berjasa mendatangkannya ke Giuseppe Meazza, mengenang sedikit ketika berhasil memboyong Ronaldo.

“Saya masih ingat sampai hari ini, ketika saya memutuskan untuk mengontraknya. Dia sangat suka dirayu,” kata Moratti, kepada Il Giorno.

“Sebelum diperkenalkan, dia datang ke rumah saya untuk makan siang bersama istri dan anak-anak saya. Dia terlihat seperti anak kecil, dia tertawa terus dan cukup bersenang-senang,” katanya.

Dapat Pelajaran dari Juventus, Garuda Select Siap Hadapi Inter U-17

Garuda Select bakal menantang Inter Milan U-17 pada Rabu (22/1/2020) nanti. Ini merupakan pertandingan ketiga dan ajang pembuktian David Maulana cs selama berlatih di Italia.

Sebelumnya, Garuda Select mampu menekuk Torino U-17 dengan 3 gol tanpa balas, tetapi takluk 1-2 dari Juventus U-17 di pertandingan selanjutnya. Di pertandingan keempat atau terakhir berlatih di Italia, Garuda Select dijadwalkan bertarung melawan Como U-17.

Gol melawan Torino U-17 diciptakan Bagus Kahfi lewat titik putih, David Maulana, dan Muhammad Rafli. Sang Kapten David juga berkontribusi menyumbang assist dari gol yang dibuat Bagus Kahfi saat melawan Juventus U-17.

Menurut Direktur Teknik Garuda Select Dennis Wise, konsistensi David dalam menjaga lini tengah membuatnya menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain itu, meski takluk, Wise memuji perkembangan skuad Garuda Select saat melawan Juventus U-17 yang merupakan salah satu tim akademi terbaik di Italia.

“Hanya tinggal perbaiki bola terakhir dan pengambilan keputusannya mungkin bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” ucap Wise di Mola TV.

“Setidaknya, anak-anak Garuda Select sekarang menyadari kalau inilah level tertinggi, level seperti apa tim besar di Italia dan anak-anak harus bangga bagaimana mereka bisa beradaptasi dan menyaingi permainan Juventus,” jelasnya. Wise juga menyebut telah menyiapkan strategi yang apik untuk bisa membekuk La Beneamata. Pasalnya laga melawan Inter akan sangat bermanfaat bagi timnya dan setiap pemain punya kesempatan yang sama untuk diturunkan jadi pemain inti.

“Kami membutuhkan seluruh pemain di skuad untuk setiap pertandingan. Yang terpenting, semua mengalami perkembangan ketika bermain,” ujar Wise.

Pertandingan David Maulana Cs melawan Inter Milan U-17 bakal berlangsung pada Rabu (22/1/2020) pukul 21.00 dan disiarkan langsung lewat Mola TV.

Ole Enggak Oke: Man United Lebih Banyak Kalah Sejak Solskjaer Dipermanenkan

Kekalahan Manchester United dari Burnley memunculkan satu catatan buruk. Sejak Ole Gunnar Solskjaer dipermanenkan, MU lebih banyak kalah ketimbang menangnya.

Manchester United takluk 0-2 dari Burnley di Old Trafford, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB pada laga pekan ke-24 Liga Inggris. Meski lebih dominan, ‘Setan Merah’ tak bisa bikin gol.

Mencatatkan 72% penguasaan bola, Man United melepaskan 24 tembakan dengan tujuh yang on target. Sementara tim tamu cuma punya lima percobaan, di mana dua di antaranya mengarah ke gawang.

Tapi seperti diketahui dua peluang on target milik Burnley itu berakhir di gawang MU. Dua gol tersebut dicetak oleh Chris Wood dan Jay Rodriguez di menit ke-39 dan 56.

Nah, kekalahan ini menandai sebuah catatan buruk Ole Gunnar Solskjaer sejak dijadikan manajer tetap Man United pada 28 Maret 2019 silam. Sejak penetapannya tersebut, Man United kini sudah menelan kekalahan lebih banyak ketimbang kemenangan yang diraih di Premier League.

Anthony Martial dkk sampai saat ini sudah 12 kali kalah di Liga Inggris, sementara baru 11 kali menang. Sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang. Kekalahan dari Burnley juga jadi kedua kalinya Man United menelan hasil negatif beruntun di Liga Inggris di bawah Solskjaer sejak April 2019. Sebelumnya mereka takluk di tangan Liverpool.

Hasil lawan Burnley tak sampai mengubah posisi Man United di klasemen Liga Inggris, masih di urutan lima dengan 34 poin dari 24 laga. Namun pemilik gelar terbanyak liga ini sekarang dalam tekanan sejumlah tim: Tottenham Hotspur (34), Wolverhampton (34), dan Sheffield United (33).

Dipermalukan Burnley, Man United Akui Tampil Tak Cukup Bagus

Manchester United menelan kekalahan di kandang sendiri saat menjamu Burnley. Ole Gunnar Solskjaer cuma akan mengakui bahwa performa timnya tak cukup bagus.

Man United kalah 0-2 saat menjamu Burnley di Old Trafford, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB, pada laga pekan ke-24 Liga Inggris. Gol Chris Wood dan Jay Rodriguez memastikan dominasi tuan rumah tak berarti apapun di pertandingan kali ini.

Meski mencatatkan 24 tembakan dengan tujuh yang on target, ‘Setan Merah’ tak bisa menuntaskan salah satunya jadi gol. Sementara tim tamu cuma punya lima percobaan, di mana dua di antaranya mengarah ke gawang dan berbuah gol.

Satu hal yang disoroti Solskjaer adalah masih tidak mampunya Man United memaksimalkan setiap celah dan kesempatan. Sebaliknya lawan begitu efisien.

Tapi buat Solskjaer, situasi ini jadi pengalaman berharga untuk anak-anak muda timnya. Sebab baru kali pertama mereka mengalami berada di tengah tekanan situasi sulit sementara menanggung beban nama besar klub. “Kami harus mengakui dan mengatakan kalau ini tidak cukup bagus. Di babak pertama kami bikin sejumlah celah, tapi kami tak cukup tajam untuk memaksimalkan kans. Mereka lebih tajam dan efisien serta bertahan dengan baik, kami tak bisa membongkar mereka,” ujar Solskjaer kepada BT Sport dikutip BBC.

“Anak-anak sudah mengerahkan segalanya tapi mereka baru pertama kali mengalami periode ini dalam hidup mereka. Ketika Anda di Manchester United, Anda bermain di klub terbesar dan terbaik di dunia. Beberapa baru bermain 10, 12, 15 kali dan ini tidak mudah buat mereka.”

“Saya akan mendukung dan membantu mereka melalui situasi ini. Kami tak bisa apa-apa kecuali mengakui kalau hasil ini tak cukup bagus. Anda bisa membicarakannya sepanjang hari dan kami juga kecewa dengan poin-poin kami. Kami bekerja keras tiap hari agar para pemain ini meningkat dan tampil lebih baik,” imbuhnya.

Juventus Mestinya Jangan Kendur

Juventus berhasil menyingkirkan AS Roma dari Coppa Italia usai menang 3-1. Leonardo Bonucci mengatakan, Juventus mengalami kesulitan karena kesalahan sendiri.

Juventus menjamu Roma dalam pertandingan perempatfinal di Stadion Allianz, Kamis (23/1/2020) dinihari WIB. Cristiano Ronaldo menciptakan gol di menit ke-26, untuk menandai start cemerlang Bianconeri.

Setelahnya, Juventus tak memberi Roma napas dengan mencetak dua gol tambahan melalui Rodrigo Bentancur dan Bonucci untuk memimpin tiga gol menuju paruh kedua. Keunggulan jauh itu membuat Juve mengendur sehingga Roma bisa membuat gol balasan dari Cengiz Under dan beberapa kali melahirkan peluang meski tak membuahkan gol tambahan.

“Momen di mana kami membiarkan temponya turun, kami mulai kesulitan,” Bonucci mengatakan kepada Rai Sport usai pertandingan. “Roma memainkan sepakbola yang sangat menyerang dan momen kami berhenti mengejar bola kedua, mereka memaksa kami bertahan dengan dalam di kotak penalti.”

“Tadi adalah babak kedua yang bagus, karena kami memperlihatkan bahwa kami mampu menderita di bawah tekanan dan mengendalikan situasi,” sambung bek tengah Juventus itu.

“Ada 25 pemain hebat di sini dan kami perlu setiap pemain agar siap saat dipanggil sehingga tim bisa terus melaju sampai akhir musim.”

Berkat kemenangan ini Juventus berhak maju ke babak semifinal. Selanjutnya Si Nyonya Besar akan menghadapi pemenang antara AC Milan vs Torino.

Man United Vs Burnley: Setan Merah Takluk 0-2 di Old Trafford

Kekalahan kembali diderita Manchester United. Melakoni lanjutan Liga Inggris, Man United dipermalukan Burnley setelah kalah di kandang sendiri dengan skor 0-2.

Bermain di Old Trafford, Kamis (23/1/2020) dinihari WIB, MU tertinggal satu gol setelah gawangnya dijebol Chris Wood di babak pertama. Burnley memastikan kemenangannya dengan gol kedua yang dicetak Jay Rodriguez di paruh kedua pertandingan.

Dengan demikian, Manchester United berarti telah menerima dua kekalahan beruntun usai di akhir pekan dibekap Liverpool 0-2. MU tak beranjak peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris usai mengoleksi 34 poin dari 24 pertandingan dipepet Tottenham Hotspur dan Wolverhampton di bawahnya dengan nilai serupa.

Sedangkan Burnley naik ke urutan 13 setelah memperoleh 30 poin, sama dengan Crystal Palace dan Everton yang menempati peringkat di atasnya.

Jalannya Pertandingan Man United vs Burnley

Manchester United memulai serangan dengan sabar. Sebuah peluang baru tercipta di menit ke-15 saat umpan silang Aaron Wan-Bissaka menemui Anthony Martial di kotak penalti. Namun, sepakannya melebar.

Burnley tidak memberi MU celah dengan bertahan solid dan mengandalkan serangan-serangan balik. Di menit ke-24, Burnley mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi McNeil. Kombinasi Mee dan Wood hanya menghasilkan tendangan gawang karena bola masih melenceng.

Sebuah peluang bagus diciptakan MU tujuh menit kemudian. Dari sisi kanan, Wan-Bissaka mengirim umpan silang yang ditanduk Daniel James. Bola meluncur ke sudut atas gawang sebelum ditepis Nick Pope.

MU nyaris menciptakan keunggulan pada menit ke-33. Nemanja Matic mengirim bola terobosan mendatar yang menjangkau Martial. Namun, saat Martial hendak melakukan penyelesaian Charlie Taylor dengan sigap menyapu bola.

Di dalam tekanan lawan, Burnley justru berhasil mencuri gol pada enam menit kemudian. Diawali dari tendangan bebas McNeil, Mee menanduk bola sebelum dituntaskan Wood dengan sepakan voli dari jarak dekat tanpa bisa dihalau David de Gea. Skor 1-0 untuk keunggulan Burnley.

Burnley mengklaim penalti di awal babak kedua saat Fred jatuh dan lengannya mengenai bola. Namun, wasit tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran.

Man United terus mencoba menggempur Burnley untuk menciptakan gol balasan. Tapi justru tim tamu yang berhasil menciptakan gol keduanya di menit ke-56. Jay Rodriguez bekerja sama satu-dua dengan Wood. Dalam kawalan Harry Maguire, Wood melepaskan tembakan kaki kiri yang mengenai mistar gawang sebelum bola menyentuh jaring. Burnley kini unggul 2-0 atas MU.

Pelanggaran terhadap Mason Greenwood membuat MU mendapatkan hadiah tendangan bebas di area D. Juan Mata melepaskan tembakan melengkung tapi bola melambung tipis di atas mistar gawang Burnley.

Di menit ke-74, Juan Mata menggiring bola melewati penjagaan Tarkowski untuk mendapatkan celah di luar kotak penalti Burnley. Mata melepaskan sepakan melengkung ke arah gawang, tapi tidak terlalu merepotkan Pope.

Greenwood menciptakan peluang lain bagi MU di 10 menit terakhir. Tembakan Greenwood bertenaga dan melewati Pope, tapi bola hanya melebar di samping tiang gawang.

Umpan lambung Mata menemui Luke Shaw di sisi kiri kotak penalti Burnley. Shaw menyambut bola dengan sundulan yang menembus gawang Burnley, namun gol itu dianulir karena didahului pelanggaran.

Barcelona Pinjamkan Todibo ke Schalke

Barcelona akhirnya meminjamkan Jean-Clair Todibo. Bek muda Prancis itu akan bermain di Schalke 04 hingga akhir musim.

Dilansir dari situs resminya Barcelona, raksasa LaLiga itu meminjamkan Todibo ke Schalke hingga 30 Juni 2020. Klub Jerman akan membayarnya sebesar 1,5 juta euro.

Schalke punya opsi mempermanenkannya sebesar 25 juta euro plus tambahan sebesar 5 juta euro. Barcelona pun punya opsi membelinya lagi seharga 50 juta euro plus 10 juta dalam bentuk variabel.

Todibo sedianya baru didatangkan Barcelona pada musim dingin 2019. Namun, pemain 20 tahun itu gagal bersaing.

Hingga saat ini, Todibo baru bermain 5 kali. Kini, Todibo akan bermain di Schalke, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Benjamin Strumbull akibat cedera.

“Kami bilang sepanjang pemusatan latihan, bahwa kami akan aktif di bursa transfer jika sesuatu memungkinkan membantu kami. Itu jelas untuk Jean-Clair Todibo, yang merupakan salah satu bek tengah muda terbaik di Eropa,” kata pelatih David Wagner di situs resmi Schalke.

Todibo mengaku memilih Schalke karena menilai punya prospek. The Royal Blues dianggap bisa mengorbitkan pemain-pemain muda.

“Selama bicara dengan manajemen klub, saya menjadi yakin dengan prospek mereka mengejar kesuksesan bersama pemain muda. Itulah sebabnya saya memutuskan ke sini,” ungkap Todibo.

Shin Tae-yong Berbahasa Indonesia: Kiri, Kanan, Bagus, Hajar, dan Passing Keras

Shin Tae-yong mengakui masih harus belajar banyak perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Namun, setidaknya Shin bisa sedikit ngomong bahasa Indonesia. Apa saja?

Shin baru melatih Timnas Indonesia U-19, Senin (13/1/2020) lalu yang sekaligus jadi ajang seleksi persiapan TC ke Thailand pekan depan. Bukan tugas mudah untuk Shin mengingat ini adalah kali pertamanya bertemu para pemain.

Selain harus menilai dengan cepat kemampuan para pemainnya, Shin juga direpotkan dengan ketidakfasihannya berbahasa Inggris apalagi Indonesia. Ini tentu jadi persoalan ketika pemain nantinya kesulitan memahami instruksi taktik dari Shin.

Shin menyadari kekurangannya dan akan segera melancarkan berbahasa Indonesia agar komunikasi dengan pemain dan staf pelatih lokal lebih lancar. Tak cuma Shin, staf pelatih yang dibawa dari Korea Selatan juga harus melakukan hal yang sama.

Meski demikian, Shin setidaknya sudah mengerti sedikit-sedikit perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Indonesia terkait sepakbola. Selama berada di Indonesia, Shin ditemani Jeje, penerjemah rekanan dari Kedutaaan Besar Korea Selatan di Indonesia, yang fasih menerjemahkan perkataan pelatih 50 tahun itu terkait hal-hal sepakbola dan di luar sepakbola.

“Jadi karena untuk staf-staf dan pelatih di sini juga sedang berusaha di lapangan menggunakan bahasa Indonesia. Apalagi main sepakbola harus lihat kiri-kanan makanya belajar kata kiri-kanan, bagus, harus hajar, dan passing keras,” ujar Shin dalam wawancara dengan detikSport di Gran Zuri Hotel, Cikarang, Jumat (17/1/2020) siang WB kemarin.

Belajar lebih banyak lagi ya, Shin!

Theo Hernandez, Bek Rasa Striker

Saat pemain depan kurang dapat diandalkan bikin gol, AC Milan beruntung punya Theo Hernandez. Dari lini belakang, Theo kini jadi top skorer Rossoneri.

AC Milan dengan susah payah mengalahkan Udinese pada pekan 20 Liga Italia. Tertinggal lebih dulu, Rossoneri menuntaskan laga dengan keunggulan 3-2 berkat sebuah gol di periode akhir injury time.

Ante Rebic jadi pahlawan AC Milan dengan dua gol yang dia lesakkan. Satu gol lainnya datang dari Theo Hernandez.

Sejak diboyong dari Real Madrid pada musim panas 2019, Theo Hernandez kini sudah melesakkan lima gol di Serie A. Meski berposisi sebagai bek, dia kini justru jadi top skorer Milan di Serie A.

Pesepakbola 22 tahun itu lebih tajam dibanding bomber Milan yang tengah digosipkan akan pergi, Krzysztof Piatek. Pemain depan asal Polandia itu baru membuat empat gol di Liga Italia.

“Saya mendorong Theo di setiap laihan, karena saya tahu dia akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia jika bisa terus seperti ini. Dia juga sudah terikat dengan pelatih tim nasionalnya,” sanjung pelatih AC Milan, Stefano Pioli di Football Italia.

Selain lima gol di Liga Italia, Theo Hernandez juga punya satu tabungan gol pada ajang Coppa Italia. Jumlah enam gol yang sudah dia buat untuk Milan datang dari 17 kali kesempatan dia diturunkan.

Saat Piatek kencang dikabarkan akan angkat kaki, AC Milan sebenarnya sudah punya tumpuan baru di lini depan usai mendatangkan Zlatan Ibrahimovic. Striker 38 tahun itu sudah mencetak satu gol untuk Milan.