Arsip Tag: Atletico Madrid

Atletico di Fase Produktivitas Terburuk

Atletico Madrid seret gol sepanjang Liga Spanyol 2019/2020. Musim ini menjadi produktivitas terburuk di era Diego Simeone.

Atletico melepas Antoine Griezmann ke Barcelona di musim panas tahun ini. Sebagai penggantinya, klub mendatangkan Joao Felix.

Kehadiran Felix disebut-sebut bakal bikin lini serang Atletico menjadi lebih garang. Selain itu, Diego Costa dan Alvaro Morata diyakini bisa punya kesempatan cetak gol lebih besar.

Dugaan-dugaan itu tak terjadi. Sampai pekan kedelapan Liga Spanyol ini, Atletico malah baru mengemas tujuh gol. Jumlah itu menjadi yang terburuk selama dibesut Simeone.

Catatan terbaik Atletico di era Simeone terjadi pada musim 2013/2014 dan 2016/2017. Di masing-masing musim tersebut Los Colchoneros mampu mengemas 21 gol dalam delapan laga awal.

Musim lalu menjadi yang terkecil kedua untuk Atletico dengan mengemas sembilan gol. Jumlah gol itu didapat dengan membuat 79 percobaan selama delapan laga. Catatan percobaan tersebut sama seperti musim ini.

Meski Atletico seret gol sejauh ini, mereka masih bisa duduk di posisi ketiga dengan koleksi 15 poin. Atletico cuma kalah satu angka dari Barcelona dan tertinggal dua angka dari Real Madrid.

Manisnya Laga ke-200 Simeone sebagai Pelatih Atletico

VILARREAL, Cutejapanese.org – Kemenangan menjadi kado manis bagi Diego Simeone, saat melakoni Laga ke-200 sebagai pelatih besama Atletico Madrid saat bertandang ke markas Vilarreal.

Atletico memetik poin penuh dalam jornada 34 La Liga setelah menang 1-0 saat dijamu Villarreal, Kamis (30/4/2015) dinihari WIB. Gol Fernando Torres di menit ke-74 menjadi pembeda dalam laga tersebut.

Partai itu sendiri dicatat laman web situs resmi Atletico sebagai yang ke-200 untuk Simeone sebagai peracik taktik Los Colchoneros. Sejak datang pada Desember 2011, dan kemudian menjalani debut resminya dalam menangani tim inti Atletico pada Januari 2012, pria Argentina 45 tahun itu sudah mengantar Atletico ke 127 kemenangan, 40 hasil seri, dan 33 kekalahan.

“Sebagai tambahan pada periode ini Simeone sudah menjuarai 1 La Liga, 1 Copa del Rey, 1 Piala Super Spanyol, 1 Piala Super Eropa, dan 1 Liga Europa–sebuah catatan yang cukup bikin iri,” tulis ClubAtleticodeMadrid.com.

Kemenangan atas Villarreal sendiri mengokohkan posisi Atletico di posisi tiga La Liga, zona terakhir lolos langsung ke fase grup Liga Champions musim depan, dengan keunggulan enam poin dari tim yang ada di bawahnya–lolos ke Liga Champions tapi melalui playoff.

“Ini merupakan pertandingan penting buat tim, dengan kami memulainya dengan baik. Saya melihat tim sudah tampil tangguh dan memiliki peluang-peluang untuk menghantam lawan,” ujar Simeone mengenai hasil lawan Villarreal.

“Kuncinya adalah terus berusaha keras. Kami mendapatkan hasil setelah Fernando sukses menentukan sebuah pertandingan terbuka dari dua tim yang sedang mencari celah di papan klasemen,” lanjut pelatih yang juga mengantar Atletico ke final Liga Champions musim lalu itu.

Laga ke-200 Simeone, Sebagai Pelatih Atletico

MADRID, Cutejapanese.org – Tengah Pekan ini, Diego Simeone akan menjalani laga ke-200-nya sebagai pelatih Atletico Madrid. Simeone hingga kini tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses Los Colchoneros.

Simeone, yang pernah main di Atletico pada 1994–1997 dan 2003-2005, ditunjuk sebagai pelatih klub tersebut pada Desember 2011. Dia menggantikan Gregorio Manzano yang dipecat.

Pada musim pertamanya sebagai pelatih Atletico, Simeone langsung memberi gelar Liga Europa. Tak berselang lama, dia mengantarkan timnya jadi juara Piala Super Eropa.

Sejak saat itu, Simeone telah mempersembahkan tiga gelar lainnya untuk Atletico, yakni Copa del Rey (2012/2013), La Liga (2013/2014), dan Piala Super Spanyol (2014). Pria asal Argentina itu juga meloloskan timnya ke final Liga Champions musim lalu meski akhirnya kalah dari Real Madrid.

Prestasi Simeone pantas dibandingkan dengan pelatih legendaris Atletico, mendiang Luis Aragones. Aragones melatih Atletico pada empat periode dan memberi satu gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, satu gelar Piala Super Spanyol, dan satu trofi Piala Interkontinental.

Simeone hingga kini telah memimpin Atletico dalam 199 pertandingan resmi, dengan rincian 131 laga La Liga, 23 laga di Liga Champions, 23 laga di Copa del Rey, 17 laga di Liga Europa, empat laga di Piala Super Spanyol, dan satu laga di Piala Super Eropa.

Dalam 199 laga tersebut, Atletico meraih 126 kemenangan, 40 hasil seri, dan 33 kekalahan. Di bawah komando Simeone, Atletico mencetak 356 gol dan cuma kebobolan 145 kali.

Laga ke-200 Simeone sebagai pelatih Atletico akan datang pada Rabu (29/4/2015) ini, saat Atletico menghadapi Villarreal di El Madrigal. Simeone berharap bisa merayakan kemenangan pada laga ke-200-nya itu.

“Saya merasa sudah membuat keputusan bagus dengan datang ke klub saat situasi sedang tak terlalu baik dan saya berutang kepada para pemain karena merekalah yang telah membantu kami meraih apa yang kami miliki sekarang,” ujar Simeone yang dikutip Football Espana.

“Perbedaan utama pada tahun ini adalah kami punya 10 pemain baru yang harus beradaptasi. Tapi, mereka telah membantu kami untuk jadi kompetitif. Kami memenangi Piala Super Spanyol dan lolos ke perempatfinal Liga Champions dan disingkirkan Barcelona dari Copa del Rey,” katanya.

Atletico saat ini menempati posisi ketiga di klasemen sementara La Liga dengan 72 poin. Mereka terpaut 12 poin dari Barcelona dan tujuh poin dari Madrid.

Catatan Bagus Terhenti, Simeone Tetap Pulang dengan Kepala Tegak

MADRID, Cutejapanese.org – Tak ada penyesalan yang terpancar dari pelatih Atletico, Diego Simeone. Meskipun kecewa dengan kekalahan Atletico Madrid di tangan rival sekota, Real Madrid, Simeone mengaku bangga karena timnya sudah memberikan perlawanan sebaik-baiknya.

Atletico kalah 0-1 pada leg II perempatfinal Liga Champions yang digelar di Santiago Bernabeu, Kamis (23/4) dinihari WIB. Dengan demikian, Atletico tersingkir dengan agregat 0-1.

Kekalahan tersebut membuat catatan bagus Atletico atas Madrid terhenti. Pertemuan di Bernabeu dinihari tadi merupakan pertemuan kedelapan kedua kesebelasan musim ini. Dalam tujuh pertemuan sebelumnya skuat besutan Diego Simeone meraih empat kemenangan, sementara tiga lainnya berkesudahan imbang.

Meski terhenti di perempatfinal, setelah pada musim sebelumnya melaju sampai partai final, Simeone puas dengan performa anak-anak asuhnya di Liga Champions. Menurutnya, yang terpenting timnya sudah tampil dengan mengerahkan kemampuan terbaik.

“Waktu kecil, saya diajari untuk berkompetisi sebaik-baiknya. Ketika saya sudah bertarung dengan kemampuan terbaik dan tetap kalah, saya tetap pulang dengan kebanggaan,” ujar Simeone di situs resmi UEFA.

Seperti biasa, pada laga dinihari tadi, Atletico tidak mengandalkan penguasaan bola. Namun, mereka bermain dengan intensitas biasa.

Menurut Simeone, satu-satunya kelemahan Atletico adalah kesulitan menghadapi tekanan Madrid di sepuluh menit pertama. Meski Madrid mendominasi penguasaan bola, pelatih asal Argentina itu menilai bahwa timnya bisa menutup ruang dengan baik.

“Saya pikir, kami kesulitan di 10 menit pertama. Kami sulit untuk mempertahankan bola ketika mereka menekan dengan intensitas tinggi.”

“Namun, setelahnya pertandingan berjalan seimbang. Mereka memang menguasai bola lebih banyak, tapi kami menutup ruang lebih baik,” kata Simeone.

Atletico Fokus Finis Ketiga di Liga

MADRID, Cutejapanese.org – Kiprah Atletico Madrid di Liga Champions berakhir setelah disingkirkan rival sekota mereka, Real Madrid. Atletico kini tinggal fokus memenuhi target terakhirnya di musim ini dengan finis ketiga La Liga.

Gol tunggal Javier Hernandez memastikan Los Rojiblancos terdepak dengan agregat 0-1 dari Madrid. Hasil ini menandai kegagalan Atletico mengulang mencapaian di musim sebelumnya di mana mereka sukses menjejakkan kaki di final.

Hal ini membuat Atletico tinggal fokus ke La Liga, menyusul kegagalan mereka di Copa del Rey. Walau begitu, Atletico tidak bertangan hampa di 2014-2015 karena di awal musim ini mereka sudah menggenggam trofi Super Spanyol usai menundukkan Real Madrid dengan agregat 2-1.

Atletico kini duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 69 poin. Namun posisinya masih belum aman karena Valencia di bawahnya hanya terpaut empat poin dengan enam laga tersisa, yang mana diantaranya mereka masih akan menjamu Barcelona.

“Kami di antara delapan klub terbaik di Eropa, yang mana ini bukan hal yang mudah. Jika para pemain memberikan segalanya seperti hari ini maka fans Atletico mestinya gembira dan bangga dengan para pemain yang mereka miliki,” ucap pelatih Atletico Diego Simeone setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

“Targetnya adalah sesuatu yang selalu kami punya. Dengan memenangi Piala Super di awal musim dan mengakhirinya di posisi ketiga adalah target yang diperlukan klub ini,” ucap dia di situs resmi klub.

Dilanjutan kompetisi La Liga, Atletico akan menjamu Elche di Vicente Calderon pada Sabtu (25/4) malam WIB.

Simeone : Pemain Pengganti Madrid Juga Berbahaya

MADRID, Cutejapanese.org – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku tak mememikirkan keuntungan dari badai cedera yang melanda Real Madrid saat ini. Simeone mengaku lebih tertarik bagaimana timnya bisa menghancurkan Madrid saat kedua tim bertemu pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (23/4/2015) dini hari WIB.

Madrid dipastikan tanpa diperkuat beberapa pilar utamanya seperti Luka Modric, Gareth Bale, dan Karim Benzema, pada pertandingan nanti. Absennya ketiga pemain tersebut tentu saja akan mengurangi kekuatan Madrid yang mengincar kemenangan untuk meraih tiket semifinal.

Hasil imbang tanpa gol pada pertemuan pertama membuat El Real wajib meraih kemenangan dikandang. Sementara Atletico sendiri hanya membutuhkan hasil seri dengan gol. Atletico pun difavoritkan melangkah ke semifinal, karena tak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Madrid. Dari tujuh pertemuan kedua tim tersebut, Atletico sukses meraih empat kemenangan.

“Kami tidak memiliki tekanan. Kami memiliki sebuah tanggung jawab karena tim telah menjadi kompetitif dan bermain baik. Namun, tekanan adalah sesuatu yang lain,” kata Simeone.

“Saya lebih tertarik bagaimana kami bisa menyakiti mereka dan saya tidak berpikir soal cedera Luka Modric dan Gareth Bale. Pemain pengganti yang lama berada di bangku cadangan juga berbahaya. Kami fokus terhadap persiapan dan kami hanya berpikir soal diri kami sendiri. Intensitas permainan pada leg pertama adalah penampilan terbaik pada musim ini. Itu adalah direct game dan itu yang diharapkan dari tim terbaik dunia,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Simeone berharap Mario Mandzukic bugar sehingga bisa tampil dengan Antoine Griezmann pada pertandingan nanti.

“Dia berlatih baik kemarin. Kami lihat bagaimana perasaannya pada sesi latihan Selasa. Kami berharap dia baik sehingga bisa bermain. Saya ingin semua pemain bermain dan tidak mudah menentukan susunan pemain. Saya sudah memiliki bayangan dan mereka yang akan tahu lebih dulu. Kami memiliki pemain luar biasa di lini pertahanan dan saya memiliki masalah memilih pemain yang tepat untuk laga yang juga tepat,” lanjutnya