Arsip Tag: Capocannoniere Serie A

Persaingan memperebutkan Capocannoniere Serie A Musim 2015-2016

Gelar Top Score atau Capocannoniere Serie A pada musim yang lalu diperoleh dua pemain, Luca Toni (Hellas Verona) dan Mauro Icardi (Inter Milan). Tahun ini, ada beberapa bomber yang punya peluang yang sangat besar menjadi pemain yang paling rajin menjebol gawang.

Dalam tiga musim ke belakang, tidak ada pemain yang mampu menjadi top skor untuk dua musim beruntun. Orang yang terakhir kali melakukannya, penyerang Udinese Antonio Di Natale pada musim 2009-10 dan musim 2010-11.

Apa yang Di Natale lakukan pun tergolong jarang di Serie-A. Sebelum Di Natale, ada Giuseppe Signori yang melakukannya pada musim 1992-93 dan musim 1993-94 bersama Lazio. Catatan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dua top skor musim lalu, jika ingin meraih status tersebut musim ini.

Siapakah kira-kira yang memiliki peluang meraih gelar cappocannoniere Serie-A 2015-16? Kami akan paparkan satu persatu penyerang yang mempunyai peluang yang sangat besar, yaitu :

Mauro Icardi
Penyerang Argentina yang baru berusia 22 tahun ini sudah menjadi Penyerang utama Inter Milan. Dia menjawab kepercayaan Roberto Mancini itu dengan koleksi 22 gol dalam 36 laga musim lalu. Dia menjadi pemain Argentina kesepuluh yang mencetak gol terbanyak di Italia. Musim ini dia bakal bahu membahu bersama penyerang baru yang datang dari Manchester City, Stevan Jovetic. Torehan gol keduanya begitu diharapkan mendulang banyak poin bagi I Nerrazurri.

Mario Mandzukic
Mandzukic pindah ke Juventus untuk mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Carlos Tevez. Mandzukic pernah menjadi top skor Liga Kroasia musim 2008-09 saat membela Dinamo Zagreb. Pada Musim lalu, Mandzukic mengoleksi 20 gol di semua ajang bagi Atletico Madrid. Pemain ini diboyong dengan biaya sebesar 19 juta euro dan langsung menunjukkan kinerja bagus bagi I Bianconeri. Dia mencetak gol pembuka saat Juventus menang 2-0 atas Lazio di Piala Super Italia.

Antonio Di Natale
Setelah menjadi top skor dua musim beruntun (2009-10 dan 2010-11), Di Natale belum lagi mengulangi pencapaiannya. Pada Musim yang lalu, dia hanya mencetak 14 gol dalam 33 laga. Usianya memang tidak lagi muda. Dua musim terakhir, dia mengutarakan niatnya pensiun, tapi dua kali pula dia mengurungkan niatnya tersebut karena kecintaannya kepada Udinese.

Di Natale mengatakan bahwa Saya lebih banyak mencetak gol bagi Udinese, ketimbang pergi makan malam dengan istri saya.

Bila akhir musim ini, Di Natale benar-benar pensiun, tentu saja gelar top skor bakal terasa manis. Dia bakal bersanding dengan beberapa pemain legenda yang meraih gelar ini tiga kali, seperti Michael Platini (Juventus), Giuseppe Meazza (Inter Milan), dan Roberto Pruzzo (Roma).

Carlos Bacca
Carlos Bacca datang dari Sevilla ke AC Milan dengan koleksi 34 gol di kantungnya selama berkarier di Spanyol. Bacca bakal diplot sebagai bomber. Untuk mendapatkan Bacca, I Rossonerri mengeluarkan uang sebesar 30 juta euro untuk merekrutnya. Kekuatan dan daya jelajah penyerang Kolombia ini diharapkan mampu mendulang banyak gol bagi Team merah-hitam. Selama pramusim, Carlos Bacca menyumbang satu gol ketika I Rossoneri menang 2-1 atas Inter Milan di ajang Trofeo TIM.

Edin Dzeko
AS Roma mendatangkan Edin Dzeko sebagai usaha menemukan ketajaman di lini serang mereka. Musim lalu, top skor I Giallorossi di Serie-A yaitu Francesco Totti dan Adem Ljajic yang hanya mengoleksi 8 gol. Pundi-pundi gol Dzeko diharapkan mampu memberi sumbangan besar dari obsesi Roma meraih scudetto musim ini. Edin Dzeko sendiri telah mencetak dua gol di laga debutnya, saat Roma menghempaskan Sevilla 6-4. Sebuah awal yang bagus bagi penyerang Bosnia & Herzegovina. Dia akan mampu menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A.