Arsip Tag: Christiano Ronaldo

Ronaldo: Selamatkan Amazon, Selamatkan Bumi!

Kebakaran hebat di hutan Amazon mengundang keprihatinan masyarakat, termasuk Cristiano Ronaldo. Dia meminta warga dunia menjaga kelestarian hutan itu.

Hutan Amazon sedang mengalami puncaknya tahun ini. Kurang lebih sekitar 73 ribu kebakaran terjadi yang merupakan jumlah tertinggi sejak 2013.

Dalam beberapa hari terakhir, asap tebal menyelimuti beberapa kota di Brasil, salah satunya adalah Sao Paulo. Akibatnya, beberapa penerbangan komersial dialihkan.

Atas kebakaran ini, deforestasi atau pembukaan lahan baru untuk para penebang kayu serta petani dituding jadi penyebab utamanya. Selain itu, musim kering yang terjadi di Brasil saat ini juga mempercepat pembakaran hutan. Hal ini membuat Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, dikritik habis-habisan karena kebijakannya mengizinkan pembukaan lahan baru. Tapi, Bolsonaro cuek dan tetap bersikukuh pada keputusannya itu.

Kebakaran Amazon ini tentu mengundang perhatian dunia mengingat hutan itu adalah penyangga 20 persen oksigen bumi. Keprihatinan pun muncul dari berbagai pihak, termasuk Ronaldo.

Pesepakbola Portugal yang bermain di Juventus itu meminta masyarakat dunia, khususnya Brasil, untuk berdoa agar kebakaran hutan ini secepatnya teratasi. Selain itu, Ronaldo juga mengharapkan agar orang-orang mau menjaga kelestarian Amazon.

“Hutan hujan Amazon menyediakan 20 persen oksigen dunia dan sudah terbakar dalam tiga minggu terakhir. Ini jadi tanggung jawab kita untuk menyelamatkan planet ini. #prayforamazonia,” ujar Ronaldo dalam unggahan di akun media sosialnya.

Ronaldo Ragu Bisa Menangi Ballon d’Or ke-6

Cristiano Ronaldo diragukan bisa memenangi Ballon d’or lagi setelah pindah ke Juventus. Namun bagi Ronaldo, penghargaan itu bukanlah segalanya.

Sebanyak lima Ballon d’Or diraih Ronaldo sepanjang kariernya. Empat di antaranya dikantongi megabintang sepakbola Portugal itu selama sembilan tahun berkarier di Real Madrid.

Ronaldo bersinar di musim pertamanya di Juventus, meski belum secemerlang di Madrid. Mantan bintang Manchester United itu mengemas 28 gol, yang membantu Bianconeri memenangi Scudetto kedelapan dan Piala Super Italia. Plus memimpin Portugal memenangi UEFA Nations League.

Ronaldo dikontrak Juventus hingga 2022, sampai usianya 36 tahun. Ronaldo tidak berani menjamin bisa meraih Ballon d’Or keenam.

“Aku tidak tahu apakah aku akan memenangi Ballon d’Or keenam,” kata Ronaldo kepada La Gazzetta dello Sport. “Tapi yang terpenting adalah karierku terus berjalan dengan baik.”

“Kepindahanku ke Juventus memberiku motivasi baru karena aku butuh sebuah perubahan, tapi menjadi juara tidak merenggut rasa laparku.”

“Aku ingin terus maju,” lugas Ronaldo.

Ini Formasi Ideal Juventus di Tangan Sarri, Ronaldo Siap Jadi Top Scorer

Megabintang Cristiano Ronaldo belum begitu menunjukan tajinya dalam musim pertamanya bersama Juventus.

Ronaldo hanya mencetak gol 28 di semua kompetisi – menyusul kepindahannya senilai 100 juta pounds dari Real Madrid – ia bisa dibilang berada di kategori biasa-biasa saja.

Dan kedatangan Maurizio Sarri ke Juventus akan mengembalikan kemampuan mencetak gol Ronaldo.

Manajer baru juara Italia itu yakin Ronaldo harus meningkatkan permainannya di Turin, dan ia juga sudah mengatakan banyak hal kepadanya.

Dalam pertemuan rahasia dengan Ronaldo dan presiden Juventus Gianni Agnelli di Yunani, mantan manajer Chelsea menguraikan rencananya di pasar transfer, dan bagaimana ia bermaksud untuk mengubah si pemenang Ballon d’Or lima kali menjadi mesin gol Seri A.

Ronaldo mencetak 44 gol dari 44 penampilan di musim terakhirnya di Real Madrid dan Sarri menyatakan tekad untuk membangun komposisi baru Juventus di sekeliling sang striker, untuk memastikan ia menemukan kembali produktiftasnya.

Secara taktik, Sarri bermaksud menempatkan Ronaldo dalam peran ‘sembilan semu’ dalam sistem favoritnya 4-3-3, menggunakan Paulo Dybala dan Douglas Costa sebagai winger pendukung. Juventus 2019-20 (4-3-3): Szczesny; Trippier, De Ligt, Rugani, Sandro; Ramsey, Pjanic, Rabiot; Dybala, Ronaldo, Costa

Sarri mengatakan kepada Ronaldo bahwa dia mengharapkan pemain Portugal itu untuk mencetak lebih dari 30 gol – dan untuk melampaui rekor mencetak gol Serie A Gonzalo Higuain.

Juventus juga akan terus mengejar tanda tangan Kieran Trippier untuk menggantikan Joao Cancelo. Sembari menunggu negosiasi dengan Ajax untuk bek muda penuh potensi, Matthijs de Ligt.

De Ligt akan diduetkan dengan Daniele Rugani, yang tampil baik di Empoli saat masih ditangani oleh Sarri.

Sementara itu, Sami Khedira dan Blaise Matuidi diperkirakan akan meninggalkan klub, untuk menuju masing-masing Besiktas dan Paris Saint-Germain, setelah kedatangan Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot yang bergabung dengan status bebas transfer.

Sementara desakan Sarri pada gayanya mengacak-acak bulu terlalu banyak di Stamford Bridge, tampaknya Italia telah belajar bahwa kompromi harus menjadi kunci, terutama di klub di mana dia harus menang atas Ronaldo, jika dia ingin meraih kejayaan di Turin.

Toni Kroos: Kepergian Ronaldo Menyenangkan Semua Orang di Real Madrid

Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, mengomentari kepergian mantan megabintang klub, Cristiano Ronaldo, pada awal musim 2018-2019.

Cristiano Ronaldo memutuskan meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Juventus.

Kroos mengakui bahwa penjualan Ronaldo seperti dua mata pisau untuk Real Madrid.

“Tentu aneh jika Anda tidak merasa kehilangan pemain seperti Ronaldo yang mencetak banyak gol penentu kemenangan, tetapi kepergiannya membuat semua orang senang,” ujar Kroos seperti dilansir BolaSport.com dari Bild.

“Ronaldo ingin pengalaman baru, sedangkan Real Madrid mendapat uang banyak,” kata Kroos.

Real Madrid sendiri sempat kesulitan untuk mengganti Ronaldo secara langsung setelah ia pergi.

Pada awal musim 2018-2019, Real Madrid tidak langsung mendatangkan pemain bintang sebagai pengganti Ronaldo.

Ronaldo Ogah Bicarakan Ballon d’Or

Cristiano Ronaldo kembali jadi kandidat pemenang Ballon d’Or usai membawa Portugal juara UEFA Nations League. Tapi, Ronaldo tak tertarik membahasnya.

Ronaldo tidak mencetak gol saat Portugal mengalahkan Belanda 1-0 pada laga final di Estadion Do Dragao, Senin (11/6/2019) dini hari WIB kemarin. Goncalo Guedes jadi pahlawan Seleccao Das Quinas lewat gol tunggalnya pada menit ke-60.

Tapi, Ronaldo punya peran besar di semifinal saat mencetak hat-trick yang membawa Portugal menang 3-1 atas Swiss. Ronaldo pun berhasil meraih trofi mayor keduanya bersama Portugal setelah Piala Eropa 2016.

Ditambah trofi Serie A dan Piala Super Italia di musim debutnya sebagai pemain Juventus, pencapaian Ronaldo musim ini terbilang lumayan untuk ukurannya. Ronaldo juga jadi top skorer tim dengan 28 gol di seluruh kompetisi.

Maka wajar jika nama Ronaldo kembali ada dalam persaingan menuju Ballon d’Or bersama Lionel Messi, Virgil van DIjk, Sadio Mane, dan Mohamed Salah, yang juga tampil bagus bersama klubnya.

Trofi UEFA Nations League dianggap jadi nilai plus untuk Ronaldo mengalahkan para pesaingnya. Lalu, apa jawab Ronaldo soal kansnya memenangi trofi bola emas itu? “Tujuan kami bermain untuk menang dan tampil baik,” ujar Ronaldo seperti dikutip A Bola.

“Tidak, aku tidak ingin membicarakan soal Ballon d’Or,” sambungnya.

Boleh jadi Ronaldo masih sakit hati setelah musim lalu dikalahkan Luka Modric dalam perebutan Ballon d’Or, meski sama-sama meraih trofi Liga Champions bersama Real Madrid.

Modric mengungguli Ronaldo karena melajukan Kroasia ke final Piala Dunia 2018, sementara Portugal takluk dari Uruguay di 16 besar.

Nani: Ronaldo Masih Yang Terbaik di Dunia

Pemain asal Portugal Luis Nani mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo masih menjadi pemain terbaik di dunia saat ini, walau dirinya tak bisa membawa Juventus meraih gelar Liga Champions pada musim ini.

Ronaldo membantu Juve memenangkan Serie A dan Supercoppa Italiana di musim pertamanya di Italia, mencetak 28 gol dalam 43 pertandingan di semua kompetisi.

Namun, itu adalah torehan gol terendah pemenang lima kali Ballon d’Or sejak 2008-09 ini, atau ketika ia mencetak 26 untuk Manchester United.

Tapi Nani yang sekarang bermain untuk tim MLS Orlando City tidak meragukan bahwa sosok Ronaldo masih menjadi pemain terbaik di dunia.

“Itu adalah musim yang sukses baginya. Saya pikir dia melakukan yang hebat,” kata Nani kepada Omnisport.

Nani dan Ronaldo pernah berada satu tim di Manchester United, memenangi gelar Liga Primer Inggris dan juga LIga Champions. Keduanya adalah jebolan dari akademi Sporting Lisbon. Nani dan Ronaldo juga sukses membawa Portugal meraih gelar Euro 2016 di Prancis.

“Tidak mudah bermain di Italia karena sepakbola di sana sangat taktis, banyak pemain bertahan di sana.

“Dia mencetak banyak gol, terus menjadi yang terbaik di dunia. Saya pikir dia berhasil.”

Sementara Juve memenangkan gelar Serie A kedelapan berturut-turut, mereka kembali gagal dalam upaya meraih mahkota Liga Champions pertama sejak 1996, kalah dari Ajax di babak perempat final.

Ronaldo Lebih Baik Dibandingkan Messi dalam Hal Ini

Cristiano Ronaldo dinilai lebih baik dibandingkan Lionel Messi dalam hal kepemimpinan. Hal itu diungkapkan oleh eks pemain Juventus, Antonio Cabrini.

Komparasi Ronaldo-Messi terus terjadi kendati keduanya sudah tak bermain di liga yang sama. CR7 kini membela Juventus di Liga Italia, Messi masih bermain untuk Barcelona berlaga di LaLiga.

Pada musim pertamanya bersama Bianconeri, Ronaldo langsung mempersembahkan gelar juara Liga Italia. Dia menyumbangkan sebanyak 28 gol dalam 43 pertandingan di semua ajang.

Sementara itu, Messi masih tampil produktif seperti biasanya dengan sumbangan 51 gol dalam 50 pertandingan di semua ajang bersama Barcelona. Kendati produktivitas Ronaldo di Juve menurun, Cabrini menilai ada satu keunggulan yang dimiliki pemain 34 tahun itu. Dia sudah sering menunjukkan itu, salah satunya saat membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016.

“Menurut pendapat pribadi saya, Cristiano lebih baik dibandingkan Messi. Tapi, utamanya dalam hak kepemimpinan,” kata Cabrini di Marca.

“Cristiano sudah sering kali membuktikan diri menjadi pemimpin sejati dan tak cuma di dalam lapangan. Dia merupakan pemimpin dalam hidupnya, sama halnya dalam olahraga,” dia menambahkan.

Hasil Liga Italia: Juventus Ditahan Imbang Atalanta

Juventus bermain imbang 1-1 dengan Atalanta usai sempat tertinggal duluan. Bianconeri pun gagal menandai laga kandang terakhir musim ini dengan hasil positif.

Menjamu Atalanta di Allianz Stadium, Senin (20/5/2019) dinihari WIB, Juventus menurunkan starting XI kuat dengan Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo sebagai penggedor di depan. Wojciech Szczesny, Leonardo Bonucci, Alex Sandro, Miralem Pjanic, dan Blaise Matuidi juga tampil.

Ronaldo sempat menebar ancaman di awal-awal laga, kala menyambar umpan Emre Can. Sepakannya melambung meski dalam posisi cukup leluasa.

Atalanta merespons dengan peluang Remo Freuler yang ditepis Szczesny. Kesempatan lain didapatkan Robin Gosens, juga kandas di tangan kiper Juventus tersebut.

Atalanta pada prosesnya menjebol gawang sang juara di menit ke-33. Umpan Papu Gomez disontek Andrea Masiello dan mengarah ke Josip Ilicic, yang lantas mencocor bola ke dalam gawang.

Juventus bangkit di babak kedua seiring Atalanta yang mengendur permainannya. Gol penyama didapatkan di menit ke-80, saat Mario Mandzukic menceploskan bola dari Joao Cancelo. Memasuki injury time, Juventus harus bermain dengan 10 orang setelah Federico Bernardeschi dikartu merah. Dia dihukum usai melakukan tekel terhadap Musa Barrow.

Tapi kartu merah ini tak sampai berpengaruh ke skor. Laga berakhir 1-1. Hasil ini membuat Juventus mencapai poin ke-90 di pekan ke-37, 11 poin dari Napoli di posisi dua.

Sementara Atalanta naik ke posisi tiga melewati Inter, yang kalah 1-4 dari Napoli. Sama-sama mengoleksi 66 poin, Atalanta unggul head to head atas Inter. Sementara itu AC Milan menguntit dengan jarak satu poin di posisi lima.

Susunan pemain:

Juventus: Szczesny; Cancelo, Barzagli (Mandzukic 61), Bonucci, Alex Sandro (Bernardeschi 46); Emre Can, Pjanic, Matuidi (Kean 85); Cuadrado, Dybala, Ronaldo

Atalanta: Gollini; Hateboer, Djimsiti, Masiello; Gosens (Mancini 62), De Roon, Freuler, Castagne; Gomez (Pasalic 74); Ilicic (Barrow 78), Duvan Zapata

Juve Gagal di Liga Champions, Marchisio: Ronaldo Saja Tidak Cukup

Juventus kembali gagal memenangi Liga Champions meski sudah ada Cristiano Ronaldo. Claudio Marchisio mengingatkan bahwa ada Ronaldo saja tak cukup.

Juventus tersingkir di Liga Champions setelah kalah agregat 2-3 dari Ajax Amsterdam di babak perempatfinal. Ronaldo menjadi sorotan atas kegagalan Bianconeri ini.

Sejak kedatangan pria asal Portugal itu, Juve semakin tampak percaya diri untuk memenangi Liga Champions. Pelatih Massimiliano Allegri bahkan mengistirahatkan Ronaldo di beberapa pertandingan Serie A demi Liga Champions.

Hasilnya cukup oke, Ronaldo mencetak lima gol di fase knock-out, setelah pada fase grup cuma cetak satu gol. Akan tetapi, gelar juara juga tak bisa digapai.

“Ada banyak harapan di dalam dan di luar Juventus. Dengan Ronaldo, mereka mengira telah menutup celah untuk mencapai Liga Champions,” kata Marchisio seperti dikutip dari Calciomercato.

“Dari apa yang saya lihat ketika berada di Turin, semua dibangun di sekelilingnya karena juara yang hebat meningkatkan kepercayaan diri setiap pemain,” sambungnya.

“Namun, satu orang juara tidak dapat menjamin kemenangan. Sepakbola bukan ilmu pasti, mereka tidak menganggap itu,” tegasnya.

Allegri: Ronaldo adalah Masa Depan Juventus

Massimiliano Allegri menegaskan Cristiano Ronaldo adalah masa depan Juventus. CR7 diklaim akan berusaha menjuarai Liga Champions lagi tahun depan.

Ronaldo baru saja gagal membawa Juventus menjuarai Liga Champions. Bianconeri disingkirkan Ajax Amsterdam di perempatfinal dengan agregat 2-3.

Di babak delapan besar, Ronaldo sendiri bikin dua gol pada masing-masing leg. Tapi raksasa Serie A itu tetap tersingkir, dan masih belum bisa mengangkat trofi si Kuping Besar.

Kegagalan ini membuat Juventus harus menerima kenyataan, bahwa mendatangkan Ronaldo bukanlah jaminan trofi Liga Champions. Sebelumnya, banyak anggapan penyerang Portugal itu adalah jaminan Si Nyonya Tua bisa menjuarai ajang bergengsi tersebut.

Bahkan, kegagalan di Liga Champions menimbulkan banyak rumor terkait Ronaldo. Penyerang 34 tahun itu disebut-sebut terpukul karena gagal memenanginya sehingga berpikir untuk hengkang, kendati baru didatangkan pada musim panas tahun lalu.

Allegri, pelatih Juventus, menegaskan hal itu. Ia mengakui Ronaldo bukanlah jaminan trofi Liga Champions, sekaligus menegaskan musim depan siap berusaha lagi meraihnya.

“Cristiano adalah masa depan Juventus. Dia bermain sangat baik tahun ini dan akan melakukannya lagi ke depannya. Tentu saja dia kecewa, seperti kami semua, tetapi dia tenang tentang hal itu,” kata Allegri dilansir FourFourTwo.

“Cristiano plus Juventus bukanlah jaminan Liga Champions — inilah sepakbola. Sekarang kami harus melangkah ke depan dan berpikir untuk memenangkan Scudetto, yang akan menjadi hasil dari musim yang hebat,” jelasnya.

Akhir pekan ini, Juventus akan menghadapi Fiorentina dalam lanjutan kompetisi Serie A. Kemenangan akan menyegel gelar Scudetto mereka, sekaligus membayar kekecewaan di Liga Champions.