Arsip Tag: Dybala

Bursa Transfer Liga Inggris – 5 Transfer Pemain yang Urung Terjadi

Ada lima transfer pemain yang urung terjadi hingga bursa transfer Liga Inggris ditutup pada Kamis 8 Agustus 2019.

Bursa transfer musim panas 2019 bagi klub-klub Liga Inggris telah ditutup pada 8 Agustus 2019.

Dalam dua bulan belakangan, klub-klub Liga Inggris cukup sibuk dalam mempercantik skuatnya demi menyambut musim 2019-2020.

Dari Man United merekrut Harry Maguire sebagai bek termahal Liga Inggris hingga Arsenal memenangi perburuan transfer Nicolas Pepe.

Serta langkah juara bertahan Man City memboyong Rodri sebagai penerus Fernandinho sampai Tottenham yang memecahkan rekor transfer klub lewat transfer Tanguy Ndombele.

Akan tetapi, beberapa target lain justru gagal didapatkan tepat pada waktunya kendati sudah cukup lama digadang-gadang bakal berganti seragam pada musim panas 2019. Dengan beberapa faktor yang menghalangi kesepakatan, dilansir BolaSport.com dari Mirror, ada lima transfer yang gagal terlaksana hingga bursa transfer Liga Inggris ditutup.

Christian Eriksen
Masa depan gelandang asal Denmark, Christian Eriksen, terus diragukan sejak bursa transfer musim panas dibuka pada Juni 2019. Kontrak Eriksen hanya menyisakan satu tahun di Tottenham Hotspur. Di samping itu, ia juga telah menyatakan ingin menjajal tantangan baru setelah membela Spurs pada laga final Liga Champions melawan Liverpool, Mei 2019. Pernyataan Eriksen itu menarik minat beberapa tim. Mulai dari Real Madrid sampai Manchester United yang mengajukan tawaran beberapa hari jelang ditutupnya bursa transfer. Akan tetapi kepindahan Eriksen ke Old Trafford urung terjadi usai Spurs menolak tawaran yang disodorkan United.

Dayot Upamecano
Arsenal adalah salah satu tim yang juga ikut bersolek pada bursa transfer musim panas 2019. Pertahanan jadi lini kunci yang diperbaiki setelah Meriam London kebobolan 51 gol pada musim 2018-2019. Lebih-lebih setelah Arsenal juga mesti kehilangan sang kapten, Laurent Koscielny, yang memutuskan balik ke Prancis untuk membela Bordeaux. Ada satu bek yang gagal digaet Arsenal jelang bursa transfer usai, yaitu bek tengah RB Leipzig, Dayot Upamecano. Alasannya, Arsenal tak sanggup membayar biaya transfer Upamecano sebesar 70 juta pound (sekitar 1,2 triliun rupiah). Meskipun demikian, The Gunners berhasil mendatangkan beberapa amunisi baru. Mereka adalah bek sayap Kieran Tierney (Celtic) serta dua bek tengah, David Luiz (Chelsea) dan William Saliba (Saint-Ettiene) yang kembali dipinjamkan ke klub lamanya.

Wilfried Zaha
Penyerang Crystal Palace, Wilfried Zaha, merupakan salah satu nama yang digadang-gadang bakal berganti seragam klub pada musim panas 2019. Sang pemain bahkan telah mengungkapkan pada pelatih Palace, Roy Hodgson, soal keinginannya untuk hengkang. Arsenal jadi yang pertama mengajukan tawaran untuk Zaha. Lantaran ditolak oleh Palace, klub berjuluk The Gunners kemudian mengalihkan bidikan pada penyerang Lille, Nicolas Pepe. Selain Arsenal, ada juga Everton juga mesti gigit jari lantaran dua tawaran yang diajukan untuk Zaha juga ditolak Palace. Tawaran kedua klub masih jauh dari banderol yang dipasang Crystal Palace, yaitu 100 juta pound (sekitar 1,7 triliun rupiah).

Bruno Fernandes
Pemain Sporting CP, Bruno Fernandes jadi satu pemain yang digadang-gadang bakal menjajal kompetisi Liga Inggris pada musim 2019-2020. Fernandes menjadi kejaran beberapa klub setelah berhasil mengemas 32 gol dan 18 assist dari 53 penampilan di semua kompetisi musim lalu. Ada empat klub papan atas Premier League yang disinyalir berpeluang mendatangkan pemain 24 tahun tersebut, yaitu Man United, Man City, Liverpool, dan Tottenham. Dengan potensi yang dimiliki, banderol Fernandes sebesar 64 juta pound (sekitar 1 triliun rupiah) terbilang tak terlalu mahal bagi beberapa tim di atas. Jelang bursa transfer usai, Tottenham menjadi jadi yang paling serius mendatangkan sang pemain. Hanya, lantaran Sporting enggan menurunkan harga, Spurs kemudian mengalihkan target dan meminjam gelandang Real Betis, Giovani Lo Celso.

Paulo Dybala
Bintang Juventus, Paulo Dybala, menjadi salah satu pemain bintang yang paling sering dikabarkan bakal mentas di Liga Inggris pada musim depan. Akan tetapi, hingga bursa transfer musim panas 2019 ditutup Kamis lalu, baik Tottenham maupun Man United gagal mendatangkan pemain tim nasional Argentina tersebut. Manchester United awalnya berniat mendatangkan pemain Juventus itu untuk ditukar dengan penyerangnya, Romelu Lukaku. Namun begitu, transfer urung terjadi usai United kesulitan memenuhi permintaan gaji Dybala yang mencapai 350 ribu pound (sekitar enam miliar rupiah) per pekan. Pintu kemudian terbuka bagi Tottenham beberapa jam jelang bursa transfer usai. Akan tetapi, Spurs juga kesulitan permintaan yang diajukan Dybala.

Tottenham Siapkan Rp 1,4 T untuk Beli Dybala

Tottenham Hotspur telah muncul sebagai pesaing untuk mendapatkan Paulo Dybala dari Juventus. The Lilywhites dikabarkan siap mengeluarkan 90 juta euro.

Dybala sebelumnya kerap dikait-kaitkan dengan Manchester United. The Red Devils bahkan kabarkan sudah mencoba membujuk keluarga pemain asal Argentina tersebut.

Selain MU, Dybala juga dikaitkan dengan Paris Saint-Germain. La Joya bahkan bisa jadi opsi memuluskan langkah Juve untuk mendatangkan Neymar.

Kini, MU dan PSG disebut-sebut punya pesaing baru. Media Inggris seperti Evening Standard dan Daily Mail menyebut Tottenham tertarik dengan Dybala.

Tottenham bahkan disebut siap mengeluarkan uang 90 juta euro (Rp 1,4 triliun) untuk pemain 25 tahun itu. Nominal tersebut akan membuat Juventus untung besar, setelah sebelumnya membeli Dybala dengan harga 40 juta euro dari Palermo pada 2015.

Dybala saat ini sedang tidak bersama Juventus dalam perjalanan pramusim di Asia. La Joya tengah menjalani masa liburan usai membela Timnas Argentina di Copa America 2019.

Dybala Masih Baik-baik Saja di Juventus, Tak Tahu Kalau Besoknya

Paris Saint-Germain menjadi salah satu klub yang dikaitkan dengan Paulo Dybala. Menurut si pemain jangan pernah mengatakan tidak atas hal yang belum diketahui.

Media-media di Italia menyebut Juventus bisa saja melepas Dybala akhir musim nanti. Ada PSG, Manchester City, dan Bayern Munich sudah menantinya.

Dybala bicara soal spekulasi yang tengah berkembang. Menurut pria asal Argentina itu, sulit untuk tahu apa yang terjadi di masa depan meski sekarang baik-baik saja di Juventus.

“Sulit untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Seorang pemain hanya tahu di mana dia bermain hari ini, tetapi dia tidak tahu di mana dia berada besok,” kata Dybala kepada Canal +, yang dikutip dari Football Italia.

“Meski begitu, saya merasa sangat baik di Juventus dan saya selalu ingin bermain. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saya baik-baik saja di sini,” sambungnya.

“Bergabung dengan tim Prancis? Anda tidak bisa mengatakan tidak pernah, tetapi itu tidak ada dalam rencana saya saat ini,” tegasnya.

Musim ini, Dybala baru mencetak dua gol dari 17 pertandingan di Liga Italia. Di Liga Champions, dia sudah memborong lima gol dan membantu Si Nyonya Tua melenggang ke babak 16 besar.

‘Dybla adalah anak ajaib’

Maurizio Zamparini kini sudah tak lagi menjadi pemilik klub tempat Paulo Dybala bermain, namun ia mengatakan dengan tegas memberikan pembelaan terhadap Dybala dengan menyebutnya sebagai calon kuat ‘Lionel Messi Baru’.

Dybala meroket di Palermo berhasil memikat hati Juventus. Juventus bersedia menyediakan Uang sebesar 32 juta euro untuk mendapatkan tanda tangan Dybala. Setelah menjalani pertandingan perdana di Seri A Italia, Juventus kalah 0-1 dari Udinese, arsitek Juventus Max Allegri menyebut bahwa Dybala masih butuh untuk terus berkembang bila ingin mendapatkan tempat tetap di tim inti Juventus.

Zamparini pun ikut panas dalam pernyataan Max Allegri. Zamparini mengatakan bahwa ia dengan sukarela memberikan pembelaan terhadap Dybala. Jika ada seseorang yang harus mengalami perkembangan di Juventus, maka itu adalah sang pelatih dan bukan Dybala.

Saya membela Dybala karena saya tidak pernah melihat pemain sehebat itu di Palermo. Dalam 2 atau 3 tahun ke depan, ia bisa menjadi Messi baru.

Zamparini mengatakan bahwa Max Allegri terlalu bertindak kaku dalam melakukan pendekatan terhadap Dybala. Padahal dalam proses transfer Dybala, Juventus mendapatkan sebuah keuntungan besar. Allegri seperti halnya kebanyakan pelatih Italia, ia memiliki keyakinan bahwa dirinya bisa memengaruhi seluruh aspek pertandingan.

Zamparini mengatakan bahwa ia tidak mengerti bahwa seorang pemain bertalenta terkadang harus dibiarkan berkreasi di dalam suatu team supaya kreasi dia dapat berguna unuk Juventus.

Palermo membeli Dybala dari Instituto de Cordoba setelah Dybala mencetak 17 gol dari 38 laga bersama Instituto. Sejak awal kedatangan Dybala di Palermo, Zamparini sudah yakin bahwa Dybala akan jadi bintang besar.

Menjalani dua musim beradaptasi bersama Palermo, Dybala akhirnya tampil sensasional dengan menorehkan 13 gol plus 10 assist musim lalu.

Seharusnya Juventus memberikan kesempatan Dybala untuk beradaptasi dan memberikan kebebasan untuk berkreasi agar berguna bagi Team. Pelatih Juventus harus tahu bagaimana cara menangani Dybala. Harus ada polesan yang bagus supaya permata bisa bersinar lebih terang. Jangan permata hidup di lumpur. Dia akan tenggelam bersama lumpur tersebut.

Dybala sendiri harus meyakini publik, pelatih dan manajemen Juventus bahwa dialah seorang yang berpotensial dan bisa melebihi Messi Barcelona.