Arsip Tag: Erick Thohir

Okto Calon Tunggal Ketum KOI Pengganti Erick Thohir

Raja Sapta Oktohari tanpa pesaing dalam pemilihan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2019-2023 pada Kongres Pemilihan yang berlangsung 9 Oktober di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Dia menjadi calon tunggal.

Posisi ketua umum KOI betul-betul minim peminat. Anggota Tim Penjaring dan Penyaring (TPP) Arsyad Achmadin menyebut kurangnya peminat pendaftaran ketua karena rentetan kasus korupsi.

Okto ditetapkan sebagai calon tunggal dengan menggandeng Warih Sadono sebagai wakil. Mereka mengembalikan formulir pendaftaran pada Sabtu (5/10) atau sehari sebelum pendaftaran ditutup.

Okto dan Warih menjadi pasangan pertama dan terakhir yang mendaftarkan diri. Oegroseno, yang mengambil formulir, tak muncul hingga batas akhir pendaftaran. Arsyad menjelaskan bahwa proses pendaftaran yang dibuka sudah berjalan sesuai rencana. Meski, dia tak menampik sepinya peminat di beberapa jabatan, termasuk Ketua dan Wakil Ketua. Padahal dia mengklaim sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari.

“Kami sebetulnya membuka seluas-luasnya dengan koridor yang sangat sederhana. Hanya dukungan 10 cabor untuk ketum dan waketum sehingga semua bisa berpartisipasi. Jadi tidak ada yang (sengaja) menghambat,” menjelaskan di Sekretariat KOI, FX Sudirman, Senin (7/10/2019).

Fenomena ini, menurut Arsyad, tak lepas dari rentetan kasus korupsi yang melibatkan pemangku kepentingan olahraga baik KOI, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), ataupun Kemenpora.

“Ada ketakutkan orang untuk kecemplung. Mengurus olahraga itu tak mudah, pengorbanannya besar karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Jika sistemnya seperti sekarang kemungkinan banyak daftar tunggu (Kuningan). Itu yang bikin orang takut (daftar),” dia menjelaskan.

Faktor lainnya, menurut dia, tak sampainya sosialisasi pendaftaran karena publik tengah berkonsentrasi kepada Pemilihan Presiden dan parat politik lainnya.

Jika dibandingkan Kongres Pemilihan periode 2014-2019, peminat pendaftar Ketum cukup lumayan. Selain Erick Thohir, ada dua pejabat olahraga lainnya yang berminat yakni Hamidy dan Muddai Maddang. Meski akhirnya, Muddai mundur dan maju sebagai calon Wakil Ketua Umum.

“Ya, artinya memang belum menjadi minat orang-orang berpartisipasi di KOI ini. Padahal semakin banyak orang minat semakin bagus,” ujar dia.

Diserahkan ke Kongres Pemilihan

Selain, formulir pendaftaran ketum dan waketum KOI, juga ada beberapa formulir pendaftaran untuk posisi Komite Eksekutif, anggota Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) dan Dewan Etik Komite Olimpiade Indonesia.

“Jumlahnya KE itu ada 12 masuk. Mereka di antaranya dari cabang tenis, gulat, ice hoki, dayung. Sementara pengurus kode etik ada sekitar 12 formulir yang masuk, sementara BAKI ada empat yang masuk. Tetapi kami masih akan rapatkan hasil verifikasinya,” kata Arsyad.

“Kemudian TPP menyampaikan kepada kongres bahwa yang terjaring hanya ini. Silakan kongres yang menetapkan. Satu saja jumlah ketum dan waketum, sekian KE, sekian BAKI, dan Kode Etik,” ujarnya.

Erick Thohir Lepas Sahamnya di Inter Milan

Erick Thohir melepas saham miliknya di Inter Milan. Perusahaan finansial asal Hong Kong, LionRock Capital, yang menjadi pembelinya.

Banyaknya saham yang dijual Erick ke LionRock Capital sebesar 31,05 persen. Media-media di Italia menyebutkan bahwa tebusan untuk saham itu sekitar 150 juta euro atau setara Rp 2,4 triliun.

Dengan saham ini, LionRock Capital menjadi pemilih saham minoritas di Inter. Pemegang saham mayoritas adalah perusahaan asal China Suning, dengan 68,55 persen saham yang dimiliki.

“Kami sangat optimistis dengan prospek pengembangan bisnis yang berhubungan dengan aktivitas olahraga dan dengan sejarah lebih dari 110 tahun dan pengaruh global di sepakbola, FC Internazionale Milano mempunyai pengembangan masa depan yang sangat menarik,” kaya pemilik LionRock Capital Daniel Kar Keung Tseung di situs resmi Inter Milan.

“LionRock Capital akan mendukung penuh misi utama Inter untu menjadikan klub sebagai salah satu klub sepakbola top baik di dalam atau di luar lapangan,” dia menambahkan.

Ucapan terima kasih diucapkan pihak klub untuk Erick atas sumbangsih yang diberikan saat menjadi pemilik klub asal kota mode itu.

“Klub menyampaikan apresiasi kepada Erick Thohir untuk kontribusinya di masa lalu dan mendoakan kesuksesannya di masa depan,” bunyi pernyataan resmi Inter itu.

Bukan Ketua PSSI, Ini Bagian Sepakbola yang Menarik untuk Erick

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, siap jika diminta untuk memperbaiki sepakbola Indonesia. Tapi, bukan menjadi Ketua PSSI, tapi?

Erick masih memiliki saham di Inter Milan dan menjadi petinggi klub di Inggris, Oxport United. Dia juga masih menjadi bagian Persib Bandung.

Keterlibatan dalam olahraga dan sepakbola itu pun membuat banyak pihak meminta agar Erick turut membenahi sepabola Indonesia. Itu seiring desakan suporter kepada Edy Rahmayadi agar memilih salah satu jabatana, antara petinggi di PSMS Medan, Gubernur Sumatera Utara, dan ketua PSSI.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Erick secara tegas menolak jabatan menjadi ketua umum andai Edy mundur. Tapi, Erick tak tertarik. Bos Mahaka Group itu justru tertantang untuk membenahi kompetisi sepakbola Indonesia.

“Saya ini bukan tipe orang yang cocok di birokrasi. Jadi, kalau jadi Ketua PSSI, saya rasa tidak. Tapi, kalau saya ditantang memperbaiki sepakbola Indonesia, baik secara klub kecil atau liga, itu sesuatu yang menarik buat saya,” kata Erick di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayah, pada Kamis (15/11/2018).

“Kenapa saya punya pemikiran seperti itu? Kembali sekarang bicara, banyak sekali orang mengeluh mengenai tenaga kerja. Padahal kita balik dari perubahan digital maupun industri mau tak mau ketenagaan kerja ini berubah. Ini yang harus kita terus ciptakan dengan tadi industri baru,” dia menjelaskan.

“Nah, saya melihat industri olahraga bisa membuka lapangan kerja baru. Jadi, tidak hanya bagus untuk olahraganya, tapi bagus untuk masyarakat juga supaya ada job desk baru. Ini yang saya lihat sebagai tantangan. Dan sudah seyogyanya industri olahraga Industri berkembang. jangan hanya atletnya tapi industrinya,” ujar dia.

“Saya yakin industri bisa dikelola secara profesional dan transparan. Itu yang harus dilakukan karena kalau tidak, tidak bisa berkembang. Sama juga sebagai catatan Amerika punya 5 liga. Di antaranya, bola basket, american football, ice hockey. Indonesia harusnya demikian apalagi penduduknya banyak,” dia menjelaskan.

Lantas posisi apa yang diinginkan Erick jika masuk ke liga?

“Belum tahu. Kalau perjalanan hidup bisa saja nanti. Kan ada sistemnya pemilihan atau tender. Itu tergantung PSSI. Kalau ditanya hari ini ya tidak tahu karena ada tugas lebih berat,” ujarnya.