Arsip Tag: imam nahrawi

Menpora, Imam Nahrawi meminta EO dan tim transisi selesaikan kewajibannya

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara terkait pergelaran Piala Kemerdekaan yang menyisakan masalah. Imam Nahrawi meminta kepada Event Organizer (EO) dan Tim Transisi untuk segera menyelesaikan kewajibannya.

Turnamen Piala Kemerdekaan telah selesai digelar yang menghasilkan PSMS Medan sebagai juaranya. Namun di balik itu, tersimpan beberapa masalah salah satunya adalah masih ada beberapa klub yang belum menerima match fee dan honor wasit yang ternyata belum dibayar.

Hal ini tentunya tidak sebanding dengan tagline Tim Transisi yang selalu menyebut akan memperbaiki tata kelola sepakbola nasional. Sebelumnya Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) juga mengaku kecewa atas kejadian ini. Tertunggaknya match fee sejumlah klub peserta Piala Kemerdekaan disebut tim transisi karena dana dari sponsor belum cair. ‎Berdasarkan informasi yang beredar bahwa Tim Transisi mengatakan bahwa dana sponsor akan cair setelah kegiatan selesai. Barulah kami akan menyelesaikan masalah ini semua.

Menanggapi hal tersebut, Imam Nahrawi yang saat ini sedang berada di Iran, hanya menjawab singkat. Dia menegaskan akan meminta tim transisi untuk bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini.

Pesan sms dari Nahrawi mengatakan bahwa Saya minta secara tegas kepada operator dan tim transisi untuk segera menyelesaikan kewajiban-kewajibannya.

Kami sebagai penonton dan masyarakat pencinta tanah air merasa kecewa berat kepada penyelenggara Piala Kemerdekaan bahwa kita tidak ada kemajuan dalam kepengurusan kompetisi. Masalah yang sering timbuk waktu dipegang PSSI terulang kembali. Masalah belum bayar uang Fee. Mengapa harus terlambat sih ? Kan di kontrak bisa disepakati dengan pihak sponsor, bagaimana sistem pembayaran iklan? Janganlah membuat klub yang belum dibayar kecewa dan jangan membuat masyarakat Indonesia kehilangan kepercayaan lagi.

Bagaimana mengurusi Liga Indonesia? Jika tidak becus mengurusi kompetisi. Saran kami, Balikkan tugas itu ke PSSI. Dan persyaratannya jika dipegang PSSI, keuangan harus jelas. Setiap dua minggu diadakan audit Internal dan audit eksternal. Supaya laporan jelas. Dan pemerintah ikut campur tangan sebatas Laporan keuangan yang jelas dan harus saling koordinasi antara PSSI dengan pemerintah pusat.

Apakah anda setuju dengan perkataan kami ?

Kalah di PTUN, Menpora Akan Ajukan Banding

JAKARTA, Cutejapanese.org – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari mengaku bakal mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan PSSI terkait Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 tertanggal 17 April 2015 soal pembekuan PSSI.

PTUN mengeluarkan amar putusan bernomor 91/G/2015/PTUN-JKT itu, Selasa (14/7/2015). Dalam putusannya, majelis hakim, yang diketuai Ujang Abdullah, menolak eksepsi tergugat, dalam hal ini Menpora. Selain itu, Menpora juga diminta mencabut sanksi PSSI dan membayar denda sebesar Rp 277.000.

“Kami akan lihat seperti apa. Namun, yang pasti karena ini terkait dengan rahan hukum yang telah dimulai oleh mereka dengan menggugat pemerintah, hal itu (banding) sangat baik untuk kami pertimbangkan,” ujar Menpora saat dihubungi Selasa malam.

Imam menjelaskan, landasan Kemenpora mengajukan banding karena menilai putusan PTUN belum inkrah. Oleh karena itu, Imam pun memastikan, pihaknya belum berencana mencabut SK pembekuan PSSI.

“Jadi, kami sekarang akan ikuti prosedur saja. Mereka (PSSI) kan lebih dulu menggugat pemerintah. Sekarang pemerintah harus melayani dengan baik sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tuturnya.

“Berikutnya, saya minta pihak terkait untuk memantau jalannya peradilan ini agar dicapai hasil yang jujur, independen, transparan, dan adil, tanpa tekanan dari pihak mana pun,” tambah Menpora.

Sementara itu, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengaku tidak terkejut dengan hasil putusan PTUN. Ia pun mengonfirmasi bahwa Kemenpora sudah mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Kami sudah mendaftarkan (pengajuan banding) hari ini, tidak menunggu 14 hari seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. Pokoknya, kami akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku saja,” ujar Gatot.

Presiden Jokowi Dukung Menpora Terkait Pembekuan PSSI

JAKARTA, Cutejapanese.org – Presiden Joko Widodo mendukung penuh keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Narawi terkait pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Saya dukung penuh keputusan Menpora,” kata Jokowi di Rumah Sakit Moh. Ridwan Meuraksa, Jalan Raya Taman Mini 1, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Jokowi tak ambil pusing terkait sanksi yang akan diberikan FIFA atas pembekuan PSSI. Ia mempercayakan semua keputusan itu di tangan menterinya.

“Saya dukung penuh apa yang sudah diputuskan menpora,” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, PSSI dibekukan oleh Kemenpora melalui surat yang dikeluarkan per 17 April. Dalam surat itu, Kemenpora menegaskan bahwa tidak mengakui segala kegiatan keolahragaan PSSI termasuk Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya, Sabtu 18 April. Pembekuan oleh Kemenpora ini juga membuat PSSI terancam sanksi dari FIFA.

Pembekuan dilakukan setelah PSSI tetap mengikutsertakan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia. Pembekuan ini membuat LSI yang baru melangsungkan dua pertandingan harus dihentikan sementara.

La Nyalla Enggan Mengomentari Tim Transisi

JAKARTA, Cutejapanese.org – Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti tak mau menanggapi soal Tim Transisi yang dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. La Nyalla bersikukuh untuk terus menjalankan semua program PSSI.

Setelah sempat tertunda dua kali, Imam akhirnya mengumumkan susunan Tim Transisi PSSI di kantor Kemenpora, Jumat (8/5/2015). Tim ini merupakan bentuk implementasi dari salah satu butir surat keputusan pembekuan PSSI yang dikeluarkan oleh Menpora pada 17 April lalu.

Tim Transisi berisi 17 nama dari latar belakang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, Komisaris Utama Bank Mandiri Darmin Nasution, Dankodiklat TNI Letjend Lodewijk F. Paulus, pendiri Kaskus Andrew Darwis, hingga mantan pemain tim nasional Ricky Yakobi.

Menpora berencana mengumpulkan seluruh Anggota Tim transisi pekan depan. Siapa yang nantinya jadi ketua tim transisi akan dipilih sendiri oleh mereka.

Terkait hal ini, La Nyalla tak mau berkomentar. Ia menyatakan kalau PSSI akan jalan terus.

“Sama sekali tidak ada gunanya kami PSSI mengomentari itu. Jika saya komentari itu, tidak ada untungnya buat saya. Jika tidak saya komentari itu, juga tidak ada untungnya buat saya. Karena mau ada Tim Transisi atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi PSSI. PSSI akan terus berjalan istiqomah menjalankan semua program yang kami buat,” ungkap La Nyalla.

Salah satu pekerjaan rumah yang paling penting untuk Tim Transisi adalah kembali menggulirkan liga. Soal hal ini, La Nyalla yakin 18 klub ISL tidak akan mau ikut kompetisi di bawah Tim Transisi.

“Saya yakin, Liga dan klub-klub anggota PSSI tidak akan mau berkompetisi di bawah tim yang dibentuk oleh Menpora. Dan seperti yang sudah diketahui bersama, jika klub-klub sudah sangat tegas tidak ingin ikut berkompetisi di bawah Tim Transisi,” katanya.

Menpora Umumkan Susunan Tim Transisi PSSI

JAKARTA, Cutejapanese.org – Setelah sempat terjadi penundaan dua kali, akhirnya Menpora Imam Nahrawi mengumumkan susunan tim transisi PSSI. Didalamnya ada nama Ridwan Kamil, Bibit Samad Rianto, Letjen Lodewijk dan Darmin Nasution.

Imam Nahrawi mengumumkan susunan Tim Transisi di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Jumat (8/5/2015) malam WIB. Imam didampingi oleh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.

Ada 17 nama yang diumumkan Menpora sebagai anggota Tim Transisi. Mereka berasal dari beberapa orang dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari letjen TNI, pejabat pemerintahan sampai mantan wakil ketua KPK.

Adapun nama Anggota Tim Transisi PSSI itu adalah:
1. FX Hadi Rudyatmo
2. Lodewijk Paulus
3. Ridwan Kamil
4. Eddy Rumpoko
5. Ricky Yakobi
6. Bibit Samad Riyanto
7. Darmin Nasution
8. Cheppy T Wartono
9. Tommy Kurniawan
10. Iwan Lukminto
11. Francis Wanandi
12. Saut H Sirait
13. Andrew Darwis
14. Farid Husaini
15. Zuhairi Misrawi
16. Diaz Faisal Hendropriyono
17. Felix F. Wanggai

Seperti disebutkan dalam surat pembekuan PSSI oleh Menpora beberapa waktu yang lalu, Tim Transisi ini akan mengambil alih tugas dan wewenang PSSI. Di antaranya adalah menyiapkan tim nasional, memastikan kompetisi berjalan dan memfasilitasi pembentukan kepengurusan PSSI yang baru.

Jika PSSI Tetap Hentikan Kompetisi, Menpora Persilahkan Masyarakat Menilai

JAKARTA, Cutejapanese.org – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku tidak masalah jika PSSI tetap memutuskan untuk menghentikan kompetisi setelah menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco), Sabtu (2/5/2015). Menurutnya, biarkan masyarakat yang menilai.

Pada 26 April, PT Liga Indonesia memutuskan menghentikan sementara semua laga ISL dan Divisi Utama hingga waktu tidak ditentukan. Penghentian bisa berlanjut hingga akhir tahun jika Kemenpora tidak kunjung mencabut surat larangan pemberian izin keramaian polisi ke seluruh kompetisi sepak bola di bawah koordinasi PSSI.

“Silakan masyarakat yang menilai (jika PSSI tetap menghentikan kompetisi). Jangan pernah menilai bahwa ini semua terjadi karena kami ingin menghambat kompetisi,” ujar Menpora kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2015).

“Permintaan kami sudah jelas dan perintah kami kepada PT Liga adalah melaksanakan kompetisi dengan baik. Jangan lagi dihambat-hambat dengan alasan teknis dan politis lainnya,” lanjutnya.

Pada Senin (27/4/2015), Menpora menggelar rapat bersama perwakilan 18 klub ISL. Namun, rapat itu mengalami deadlock karena kedua kubu tidak menghasilkan kesepakatan terkait masalah induk penyelenggara kompetisi.

klub-klub ISL ingin melanjutkan kompetisi di bawah naungan PSSI, yang saat ini tengah dibekukan oleh pemerintah. Sementara itu, Menpora menginginkan kompetisi tersebut dijalankan di bawah pihaknya melaui Tim Transisi.

PSSI dikabarkan akan menggelar rapat Exco pada Sabtu mendatang untuk membahas kelanjutan masalah tersebut. Menpora pun berharap sikap PSSI soal kompetisi dapat berubah sehingga masalah tidak berlarut-larut.

“Saya tahu klub-klub itu ingin berkompetisi. Masyakarat juga ingin segera ada kompetisi dan jangan pernah mengorbankan Divisi Utama, Liga Nusantara. Kalau kemudian 18 klub tidak ingin berkompetisi lalu sampai mengorbankan Divisi Utama, berarti besar sekali kerugiannya,” kata Menpora.

Menpora Tanggapi Surat PSSI: Mestinya kasih ke saya dulu, baru dirilis

Cutejapanese.org – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku belum menerima surat resmi PSSI yang meminta dirinya mencabut SK pembekuan organisasi tersebut, tapi sudah dimuat di media massa.

Surat PSSI itu tertanggal 28 April 2015, ditanda tangani oleh Plt sekretaris jenderal Azwan Karim. Situs resmi PSSI telah memberitakan hal itu hari ini, dan kemudian dikutip banyak media massa.

Dalam surat itu PSSI menjelaskan bahwa mereka mendapatkan teguran keras dari FIFA dan AFC atas pembekuan organisasi. Pengurus PSSI saat ini sedang berada di Bahrain untuk menghadiri Kongres AFC.

“Saya belum mendapat suratnya (yang dikirim oleh PSSI). Mestinya kasih ke saya dulu, baru dirilis. Ini kok dirilis dulu baru dikasih. Seperti surat FIFA, harusnya di-faks ke kami kan. Masa faks kok dikirim ke seluruh Indonesia,” ungkap Imam saat ditemui pewarta di kantornya, Rabu (29/4) sore WIB.

“Kami tetap dalam pendirian semula. PSSI dibekukan, tapi saya juga meminta kepada PT Liga (Indonesia) bahwa kompetisi harus tetap jalan. LSI, Divisi Utama, dan semuanya, harus tetap berjalan,” imbuhnya.

PSSI Dibekukan, Menpora Minta Kapolri Tak Beri Izin ISL

Cutejapanese.org – Pihak Kepolisian Republik Indonesia kembali mendapat surat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI untuk tidak memberi izin keramaian apabila kompetisi ISL kembali digulirkan oleh PSSI/PT Liga Indonesia.

Surat bernomor 01386/Menpora/IV/2015 tertanggal 20 April 2015 itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi, dengan tembusan antara lain kepada Wakil Presiden RI, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sekretaris Kabinet, Ketua Umum KONI dan KOI.

Surat tersebut mengingatkan polisi tentang dua hal, terkait pembekuan PSSI oleh negara pada 17 April lalu.

“Seluruh kegiatan PSSI tidak diakui pemerintah, sehingga setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk hasil keputusan Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yg terkait.

“Kedua, meminta kepada seluruh jajaran pemerintah di tingkat pusat dan daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitas kepada pengurus PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaannya sampai dengan terpilih kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

“Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai implikasi hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap PSSI, mohon kiranya Saudara untuk tidak memberikan izin keramaian pada penyelenggaraan kompetisi ISL 2015, kepada PSSI dan/atau PT Liga Indonesia yang penyelenggaraannya akan dilanjutkan pada tanggal 25 April 2015.”

Menpora sebelumnya juga pernah mengirimi Kapolri surat supaya tidak memberi izin keramaian untuk pertandingan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya, yang dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Namun kala itu kedua tim tetap bertanding, sementara polisi “hanya” berjaga-jaga di luar stadion untuk menjaga ketertiban.

Thanks, God! Pemerintah Bekukan PSSI!

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya mengambil langkah tegas terhadap PSSI. Lantaran mengabaikan tiga surat teguran tertulis, PSSI pun dibekukan oleh Menpora.

Sebagai informasi, Menpora telah melayangkan tiga surat peringatan dalam satu pekan terakhir. PSSI diminta untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Akan tetapi, PSSI tak kunjung memenuhi peringatan Menpora hingga tenggat waktu yang ditetapkan pada Jumat (17/4/2015) sore. Pada hari yang sama, Menpora pun menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

“Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak diakui,” demikian bunyi surat yang menyertakan tanda tangan Imam Nahrawi.

Dalam surat tersebut, Menpora juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa (KLB) atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) ini di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

Seiring pembekuan ini, PSSI bakal diambil alih oleh Tim Transisi. Tim ini juga bakal bertanggung jawab untuk persiapan Timnas Indonesia jelang SEA Games 2015 di Singapura.

Kendati demikian, KLB PSSI tetap berjalan. La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai ketua umum yang baru.

Berikut isi surat pembekuan dari Kemenpora:

“Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 121 ayat (2) dan Pasal 122 ayat (2) huruf g Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Menteri mempunyai kewenangan untuk pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional,”

“Bahwa secara de facto dan de jure sampai dengan tenggat batas waktu yang telah ditetapkan dalam Teguran Tertulis Nomor 01133/Menpora/IV/2015 tanggal 16 April 2015, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis dimaksud”

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan Sanksi Administratif berupa kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui,”