Arsip Tag: Klopp

Ditinggal Alberto Moreno, Liverpool Buka Peluang Datangkan Bek Kiri

Kepergian Alberto Moreno membuat stok bek kiri Liverpool menipis. Liverpool mungkin saja bergerak di bursa transfer untuk mencari pemain baru.

Moreno kembali ke Spanyol dengan gabung Villarreal. Kontrak bek berusia 27 tahun itu bersama Liverpool habis pada musim panas ini.

Dengan kepergian Moreno, Liverpool tinggal punya Andy Robertson di posisi bek kiri. Dalam dua pertandingan pramusim yang sudah dijalani, Juergen Klopp menurunkan pemain muda, Adam Lewis dan Yasser Larouci.

Klopp sempat menyatakan bahwa ia puas dengan skuat Liverpool saat ini sehingga tak akan belanja banyak. Namun ia membuka kemungkinan untuk merekrut bek kiri dengan situasi saat ini.

“Kita lihat saja. Apa yang bisa saya katakan? Saya sudah bilang, kami harus berpikir soal segalanya dan pada akhirnya mungkin kami tidak melakukan apapun, tapi kita lihat saja,” ujar Klopp seperti dikutip situs resmi klub.

“Tentu saja seperti yang Anda bayangkan, kami harus melihat ke sekeliling kami.”

“Kami sudah kehilangan seorang bek kiri dan hari ini Anda melihat dua pemain muda, James (Milner) pernah bermain di sana. Sepeti yang saya bilang, kita lihat saja nanti,” katanya.

Ini Strategi Jurgen Klopp Terkait Belanja Pemain Liverpool di Musim Depan

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, lebih memilih untuk memanfaatkan pemain yang ada dibanding menggelontorkan dana besar untuk merekrut beberapa pemain di musim depan.

Liverpool mampu tampil impresif di musim ini dengan mampu melaju ke final Liga Champions serta nyaris meraih gelar Liga Premier Inggris. Rasanya tak sia-sia The Reds mengeluarkan dana fantastis di musim lalu untuk belanja pemain.

Dilansir dari Liverpool Echo, di musim lalu Liverpool menginvestasikan dana sebesar 170 juta pound atau sekitar Rp 3,1 Triliun dengan membeli empat pemain yakni Fabinho, Xherdan Shaqiri, Alisson Becker, dan Naby Keita.

Meski begitu, bagi Jurgen Klopp di musim depan tak akan sama degan musim lalu terkait transfer pemain. Klopp lebih memilih untuk menghemat keuangan dengan memanfaatkan pemain yang ada saat ini.

“Tentu saja tak diperlukan pengeluaran seperti musim lalu,” ujar Klopp dilansir dari Liverpool Echo.

“Saya tak ingin berbicara detail apa yang akan kami lakukan, tetapi saya tak berpikir bahwa kami tak perlu mengeluarkan banyak uang.”

“Cara terbaik adalah mempersatukan pemain yang ada, mencoba mengembangkan mereka, dan tetap bersama untuk beberapa waktu,” ucapnya. Menurut Klopp, para pemain yang dimilikinya saat ini sudah cukup untuk kebutuhan tim di musim depan.

“Itu mungkin adalah masalah utama Liverpool dalam satu dekade terakhir.” kata pelatih asal Jerman itu.

“Saat mereka punya tim yang bagus dalam satu musim, mereka pergi ke seluruh dunia mencari pemain baru. Hal tersebut tak akan terjadi tahun ini,” ujarnya.

Salah Seret Gol, Klopp Biasa-Biasa Saja Tuh

Mohamed Salah memang sedang seret gol dan itu berpengaruh besar pada performa Liverpool. Tapi, Juergen Klopp santai saja menanggapi periode buruk Salah itu. Loh, kenapa?

Liverpool kini harus kehilangan puncak klasemen setelah tiga bulan berada di sana usai diimbangi Everton tanpa gol pekan lalu. Mereka kini turun ke posisi kedua dengan selisih satu poin dari Manchester City di puncak.

Salah satu alasan mengapa Liverpool menurun selepas pergantian tahun karena seretnya mesin gol mereka, Salah, yang musim lalu bikin 44 gol itu. Usai laga kontra Everton, Salah sudah melewatkan empat laga terakhirnya di Premier League tanpa membobol gawang lawan.

Itu jadi periode terburuk Salah selama memperkuat Liverpool dan Liverpool kini kena imbasnya. Salah juga gagal menambah pundi golnya di Premier League yang baru di angka 17, kalah satu gol ketimbang Sergio Aguero.

Dengan Premier League menyisakan sembilan pekan lagi, Salah mau tak mau harus segera buka puasa karena Liverpool begitu membutuhkan golnya. Soal hal ini, Klopp tak begitu khawatir karena setiap pemain depan pasti akan menjalani periode puasa gol, termasuk Salah.

“Kita sudah sering membicarakan soal ini berulang kali. Tentu saja ketika Anda adalah striker atau pemain menyerang, maka Anda akan ingin mencetajk gol lewat peluang yang ada,” ujar Klopp seperti dikutip ESPN.

Tapi sebagai manajer, saya sudah sangat terbiasa melihat pemain tidak bikin gol dalam waktu lama. Memang seperti itu. Dia punya rekor luar biasa. Gol-golnya membawa kami ke posisi seperti sekarang – tidak cuma bagian kecil, tapi sangat besar. Tidak, kami tidak membicarakan itu atau apapun karena itu wajar saja,” sambungnya.

“Kami membuat banyak peluang. Dalam laga yang sangat sulit kontra Everton, kami punya empat atau lima peluang emas. Jujur saat kami menang lawan Everton, peluangnya lebih sedikit. Di laga ini, Everton selalu menguntit kami dan juga ketangguhan Jordan Pickford di bawah mistar. Seperti itulah kondisinya, tidak ada yang lain.”

Salah pun diharapkan bisa segera mengakhiri puasa golnya akhir pekan ini saat Liverpool menjamu Burnley di Anfield. Bisa, Mo?

Liverpool Gagal Cetak Gol, Jurgen Klopp Kesal dengan Pertanyaan Jurnalis

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, kesal dengan pertanyaan seorang jurnalis setelah timnya bermain imbang 0-0 melawan Everton pada pekan ke-29 Liga Inggris 2018-2019, di Stadion Goodison Park, Liverpool, Minggu (3/3/2019).

Klopp dicecar pertanyaan seputar strateginya tidak menurunkan striker tambahan saat membutuhkan gol ke gawang Everton. Akan tetapi, Klopp tidak setuju dengan pertanyaan sang jurnalis.

“Saya sangat kecewa dengan pertanyaan Anda. Kami tidak bermain PlayStation. Apa Anda berpikir kami tidak mengambil risiko? Bisa Anda bayangkan bila hasil masih imbang, kami tidak ingin menang? Apa seperti itu?” ujar Klopp.

“Apa tambahan pemain menyerang bisa membuat kami lebih menggila? Anda berpikir ini bermain PlayStation. Tambah pemain dan bisa mengubah permainan. Kami cukup bermain menyerang. Sepak bola tidak berjalan dengan cara itu. Kami tidak kehilangan akal,” lanjut Klopp.

Pada laga tersebut, Liverpool menguasai pertandingan dengan persentase 57,8 persen. Dari segi peluang, The Reds melepaskan sepuluh tembakan yang tiga di antaranya tepat sasaran.

Jumlah tersebut sebenarnya masih di bawah rata-rata Liverpool pada musim ini. Dari 29 pertandingan, Mohamed Salah dan kawan-kawan melepaskan 428 tembakan yang bila dirata-rata mencapai 14,75 tendangan per laga. Hasil tanpa gol juga menjadi yang ketiga dialami Liverpool dalam empat pertandingan terakhir. Sebelumnya, The Reds bermain 0-0 melawan Bayern Munchen, Manchester United, dan Everton.

Reaksi Tepat Si Merah Usai Dua Hasil Mengecewakan

Juergen Klopp puas betul dengan kemenangan Liverpool atas Bournemouth. Ini jadi reaksi yang tepat usai dua hasil mengecewakan The Reds sebelumnya.

Pada laga pekan ke-26 Premier League yang dihelat di Anfield, Sabtu (9/2/2019) malam WIB, Liverpool menang tiga gol tanpa balas lewat gol yang disumbangkan Sadio Mane, Gini Wijnaldum, dan Mohamed Salah.

Liverpool tampil dominan dengan membuat 20 attempts, sembilan di antaranya on target dan 66 persen ball possesion. Bournemouth cuma diberi kesempatan meredam di 20 menit awal pertandingan.

Tiga poin ini melambungkan Liverpool ke puncak klasemen dengan 65 poin, unggul tiga angka dari Manchester City yang baru berlaga besok melawan Chelsea. Hasil yang begitu diharapkan oleh pasukan Anfield Gank karena mereka dalam tekanan usai dua hasil buruk sebelumnya.

Punya kesempatan unggul tujuh poin, Liverpool malah digeser City karena dua hasil imbang beruntun lawan Leicester City dan West Ham United. Performa Liverpool yang garang di menjelang akhir tahun tiba-tiba meredup dalam sebulan terakhir ini.

Maka kemenangan atas Bournemouth ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan diri pemain untuk tetap menjaga persaingan gelar juara dengan City dan Tottenham Hotspur.

“Kami tidak senang dengan penampilan di dua laga terakhir dan sedikit direpotkan dengan bola mati. Kami harus memperbaiki banyak hal,” ujar Klopp kepada BBC.

“Ada beberapa pemain yang cedera dan para pemain yang fit tiba-tiba saja sakit semalam sebelum pertandingan,” sambungnya.

“Kami punya ekspektasi tinggi dan kami menang meyakinkan hari ini – kami tampil luar biasa di lapangan. Gol ketiga benar-benar kelas dunia.”

“Kami ingin memperlihatkan reaksi. Tugas kami bukan hanya melewati krisis yang ada tapi harus tampil bagus serta menang meyakinkan,” demikian dia.

City Menang atau Kalah Lawan Newcastle, Klopp Tak Peduli

Kemenangan atas Newcastle United bisa membuat Manchester City menekan Liverpool. Tapi, Juergen Klopp tak peduli dan fokus pada timnya.

Pada pekan ke-24 midweek ini, City akan bermain lebih dulu ketimbang Liverpool. Juara bertahan itu akan melawat ke markas Newcastle di St James’ Park, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB nanti yang disusul laga Liverpool kontra Leicester City di Anfield Kamis dini hari WIB besok.

Dengan kondisi seperti ini, maka City berpeluang memangkas jarak menjadi satu poin untuk memberi tekanan hebat kepada Liverpool. Bukannya meremehkan The Magpies, tapi City sedang on fire dan punya rekor bagus saat menghadapi klub Geordie tersebut.

Liverpool sendiri boleh dibilang punya lawan yang lebih berat mengingat The Foxes ada di sepuluh besar dan punya sejarah kerap merepotkan mereka. Apalagi ada Jamie Vardy yang hobi menjebol gawang Si Merah.

“Bagi saya, itu tidak ada bedanya. Jika kami menang, kami tidak tertarik dengan hasil tim lain. Buat apa kami harus mengubah gaya main?,” ujar Klopp di Sky Sports.

“Saya selalu katakan berkali-kali, saya memperkirakan City akan terus menang. Wajar jika Anda berkata demikian. Saya rasa City akan mengalahkan Newcastle, tapi saya akan tetap menontonnya karena kami juga menghadapi Newcastle,” sambungnya.

“Saya hanya bisa mengomentari diri saya sendiri, tapi saya tidak akan menonton TV dan mengeluh ketika mereka mencetak gol atau apalah. Saya sangat yakin bahwa Anda lebih baik berusaha sendiri, bekerja sendiri, jika ingin meraih sesuatu.”

Liverpool punya peluang besar menang mengingat mereka tengah sulit ditaklukkan di kandang. Sejak dikalahkan Crystal Palace April 2017, Liverpool sudah lebih dari 30 laga kandang tak terkalahkan. “Jangan fokus ke tim lain, itu sama sekali tak membantu. Saya rasa selisihnya bakal satu poin sebelum laga besok, dan itu tidak menggangguku sama sekali,” demikian Klopp.

Klopp: Kalah Beruntun Tak Menyenangkan, tapi Bukan Masalah Besar Lah

Laju oke Liverpool ternoda oleh dua kekalahan. Juergen Klopp tak mau terlalu ambil pusing dengan dua hasil negatif itu, meski tak menyenangkan.

Liverpool menelan dua kekalahan beruntun selepas pergantian tahun. Usai kalah 1-2 dari Manchester City di Premier League, ‘Si Merah’ takluk dengan skor serupa dari Wolverhampton Wanderers di Piala FA.

Hasil itu menghentikan rangkaian delapan kemenangan beruntun. Sementara di Premier League, kekalahan di markas City menyetop kesempurnaan yang dicatatkan sejak awal musim.

Setelah 21 pekan, Liverpool akhirnya kalah. Meski demikian, posisi mereka di puncak klasemen belum tergoyahkan.

Skuat besutan Juergen Klopp memimpin klasemen dengan 54 poin, unggul empat poin dari City di posisi dua. Klopp ingin para pemainnya fokus saja ke laju keseluruhan musim ini, alih-alih memikirkan dua hasil negatif baru-baru ini.

“Sejauh ini musim kami sudah sangat bagus. Sekarang kami cuma perlu melanjutkan itu,” ujar Klopp dilansir Liverpool Echo.

“Dua pekan lalu semua orang antusias soal jarak kami dengan City. Sekarang kami kalah di dua pertandingan, tak menyenangkan sih, tapi bukan masalah besar,” imbuhnya.

Liverpool akan melawat ke Brighton and Hove Albion, Sabtu (12/1/2019) malam WIB.

Liverpool Takkan Beri Ruang Gerak untuk Brighton

Liverpool mencanangkan poin penuh dalam lawatan ke markas Brighton & Hove Albion di lanjutan Liga Inggris. The Reds takkan memberi tuan rumah ruang gerak.

Liverpool akan melawat ke Amex Stadium, Sabtu (12/1/2019) malam WIB. Mohamed Salah cs mencanangkan misi kembali ke jalur kemenangan usai kekalahan di dua laga sebelumnya.

Agar misi itu tercapai, Liverpool berencana untuk mendesak Brighton habis-habisan. Manajer Si Merah, Juergen Klopp, menegaskan akan menggunakan segala cara untuk menang.

“Kami harus menjadikan laga amat menyulitkan untuk Brighton dan kami akan melakukan apapun untuk memenangi laga itu,” kata Klopp seperti dilansir oleh BBC.

Klopp menilai tinggi Brighton. Oleh karena itu, Liverpool jelas takkan memandang sebelah mata tim asuhan Chris Highton.

“Sungguh sulit di Premier League berada di posisi mereka dan tak mempunyai uang,” kata Klopp.

“Tim yang bagus. Mereka ada di bawah bayang-bayang semua tim lain, tapi anda lantas berpikir ‘oh baiklah, kami bisa juga memiliki pemain ini,” dia menambahkan.

City Menang Terus, Klopp: Terus Kenapa?

Manchester City menampilkan performa brilian sejauh musim ini, yang membuat mereka sulit dikejat. Tapi Liverpool ternyata tak terlalu peduli.

City masih kokoh di puncak klasemen Liga Inggris sampai saat ini dengan 41 poin, hasil 13 kemenangan dan 2 hasil imbang. Hanya Liverpool yang sampai kini bisa menempel The Citizens dengan 39 poin di peringkat kedua.

Si Merah sebenarnya berhasil mencatat rekor lewat start terbaik dalam 15 laga awal liga sepanjang sejarah. Tapi, superioritas City membuat anak asuh Klopp terlihat masih harus berjuang lebih lagi.

Pasalnya City benar-benar sulit dihentikan. Apalagi rentetan kemenangan yang dibuat pun selalu diwarnai dengan dominasi dan beberapa kemenangan dengan skor besar.

Terlepas dari kondisi sekarang, Juergen Klopp mengaku timnya tak terlalu memikirkan kiprah City. Fokus Liverpool saat ini hanya bermain sebaik mungkin dan memikirkan diri sendiri.

“Bagaimana Anda bisa mengeluhkan soal itu (hasil yang diraih City)? Tugas kami hanya mengumpulkan poin sebanyak yang kami bisa dan lihat apa yang akan terjadi,” kata Klopp pada konferensi pers dilansir Liverpool Echo.

“Kami tak bisa berbuat lebih. Lagipula bukan masalah bagi kami masuk ke ruang ganti dan melihat City kembali menang. Kami menganggap mereka selalu menang kecuali di laga melawan kami.”

“Tim hanya mencoba memainkan musim terbaik yang pernah dilakukan. Pada periode sulit ini, Anda hanya harus fokus pada performa diri sendiri karena tak mungkin melawan dua lawan sekaligus. Satu yang ada di depan mata, satu lagi dipikiran. Itu tak akan bekerja.”

“Di manapun mereka finis akhir musim nanti, mungkin mereka pantas mendapatkannya. Begitu juga dengan kami,” tutur manajer asal Jerman itu.

Juergen Klopp Sebut Striker Liverpool Ini Punya Mantra Saat Sehat

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, mengapresiasi performa striker timnya, Daniel Sturridge, dan menilai bahwa sang pemain memiliki daya magis saat ada dalam kondisi fit.

Penyerang asal Inggris, Daniel Sturridge, seperti terlahir kembali mengawali musim 2018-2019 bersama Liverpool.

Sejauh ini, pemain 29 tahun tersebut sudah mengoleksi empat gol dari tujuh laga bareng The Reds di semua kompetisi.

Padahal, musim lalu ia harus absen beberapa laga lantaran mendapatkan serangkaian cedera serta menjalani masa peminjaman di West Bromwich Albion.

Posisinya di Liverpool pun diambil alih oleh Roberto Firmino, yang sebetulnya bukan berposisi asli sebagai striker.

Namun, pelatih Juergen Klopp mengaku takjub dengan performa sang pemain setelah tampil mengesankan dalam beberapa laga terakhir.

“Sturridge adalah pemain yang taktis, ia sangat cerdas. Ia tak perlu melakukan banyak perbaikan,” tutur Juergen Klopp, dikutip BolaSport.com dari laman The Independent.

“Sejak kami bekerja sama, ia punya mantra yang muncul saat ada dalam kondisi bugar,” ucapnya menambahkan.