Arsip Tag: Klopp

9 Data dan Fakta Usai Liverpool Menang Atas MU

Liverpool mengalahkan Manchester United 2-0 di pekan ke-23 Liga Inggris. Berikut 9 data dan fakta kemenangan The Reds di laga North West Derby tersebut.

Liverpool vs Manchester United digelar di Anfield, Minggu (19/1/2020) malam WIB. Si Merah sudah unggul di babak pertama lewat tandukkan Virgil van Dijk di menit ke-14.

Selepas turun minum, MU tampil lebih menyerang dan mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun, justru Liverpool yang menambah skor melalui gol Mohamed Salah, sekaligus menutup laga dengan kemenangan 2-0.

Hasil ini menjadi kemenangan ke-21 Liverpool dalam 22 penampilannya di Premier League sejak awal musim 2019/2020. Skuat asuhan Juergen Klopp itu kukuh di puncak klasemen Liga Inggris dengan 64 poin.

Berikut 9 data dan fakta Liverpool vs Manchester United seperti dilansir Opta.

– Liverpool telah memenangkan pertandingan kandang berturut-turut melawan Manchester United di liga untuk pertama kalinya sejak terakhir kali pada September 2008 hingga Maret 2011 (tiga laga beruntun) .

– Manchester United sudah kalah sembilan kali dari 16 pertandingan tandang Liga Ingris terakhir mereka (3 menang, 4 imbang, 9 kalah). Setan Merah juga gagal mencetak gol dalam delapan pertandingan tersebut.

– Liverpool telah meraih 91 poin dari 93 poin terakhir yang tersedia untuk mereka di Premier League (31 main, 30 menang, sekali seri).

– Mohamed Salah telah mencetak gol melawan 23 dari 25 tim Liga Inggris yang dihadapinya sebagai pemain Liverpool. Ia akhirnya mencetak gol ke gawang Manchester United untuk pertama kalinya dari 5 kali percobaan sebelumnya.

– Liverpool menjadi tim pertama sejak Arsenal pada 2001/2002 yang selalu mencetak gol di 22 pertandingan awal Liga Inggris.

– Liverpool berhasil clean sheet tujuh kali beruntun di Premier League untuk pertama kalinya sejak Desember 2006 (tujuh kali berturut-turut).

– Virgil van Dijk telah mencetak delapan gol liga sejak bergabung dengan Liverpool pada Januari 2018 – jumlah itu merupakan yang paling banyak di antara pemain bek tengah lainnya.

– Sejak awal musim lalu, Trent Alexander-Arnold memiliki lebih banyak assist di Premier League ketimbang pemain-pemain lainnya (21 assist).

– Alisson Becker menjadi penjaga gawang Liverpool pertama yang membuat assist di liga sejak Maret 2010, ketika Pepe Reina membuat assist melawan Sunderland.

Klopp: Mourinho Dulunya Kiper Bukan Sih?

Juergen Klopp ditanya wartawan soal pengetahuannya tentang Jose Mourinho. Manajer Liverpool itu menyebut The Special One pernah jadi kiper di waktu mudanya.

Liverpool dan Tottenham Hotspur bertemu dalam pekan ke-22 Liga Inggris yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (2/1/2020). Menjelang pertandingan kedua tim tersebut, Klopp menghadiri sesi jumpa media dengan para wartawan.

Salah satu pewarta bertanya soal siapa yang terbaik di antara Klopp dan Mourinho, namun waktu keduanya masih aktif sebagai pemain. Pria asal Jerman itu pun cukup kesulitan mengetahui posisi yang pernah dimainkan manajer Tottenham tersebut.

“Apa ada yang tahu apa posisi yang dimainkan Mourinho? Jangan salahkan saya jika anda tidak tahu,” kata Klopp dikutip dari The Sun.

“Apa ada yang tahu? saya rasa dia seorang kiper…” imbuhnya.

“Saya kepengin tahu sekarang. Ayolah, coba Google itu. Kita masih ada waktu, kok,” ujar Klopp sembari meminta wartawan mencari tahu.

Salah seorang wartawan kemudian memberi tahu jika Mourinho dulu bermain sebagai gelandang. Klopp hanya tersenyum dan meminta maaf karena telah salah menebak. “Maaf, Jose. Tapi dia pernah bermain sebagai kiper waktu pertandingan amal, jadi, yah….” Klopp menuturkan.

Seperti diketahui, kedua manajer top Premier League itu sempat aktif sebagai pesepakbola di masa mudanya. Klopp pernah sebagai bek dan striker di tim divisi dua Jerman, Mainz, sejak 1990 hingga 2001.

Sementara itu, Mourinho bermain sebagai gelandang di beberapa klub medioker Portugal sejak 1980 hinga 1987. Ia tercatat pernah berseragam Rio Ave, Belenenses, Sesimbra, dan Comercio e Industria.

Klopp: Anak-anak Muda Liverpool… Luar Biasa!

Juergen Klopp bukan main senangnya melihat kemenangan Liverpool atas Everton. Sebab para pemain muda The Reds membayar kepercayaannya dengan baik.

Di tengah jadwal yang padat sepanjang Desember hingga Januari ini, LIverpool mau tak mau harus dirotasi skuatnya oleh Klopp. Setelah mengalahkan Sheffield United 2-0, tiga hari kemudian giliran Everton menunggu.

Pada laga seperti babak ketiga Piala FA, Minggu (5/1/2020) malam WIB, kemenangan adalah harga mati jika tak ingin disibukkan dengan laga replay. Tapi, perjudian dilakukan Klopp dengan mengganti sembilan pemain intinya.

Praktis hanya Joe Gomez dan James Milner yang menjadi starter, sementara sisanya banyak didominasi pemain muda seperti Harvey Elliott, Curtis Jones, dan Pedro Chirivella.

Sementara, Everton yang menurunkan tim terbaiknya mampu menyulitkan Liverpool. Terlebih Liverpool harus kehilangan James Milner yang cedera otot di menit kesembilan.

Cuma 30 menit untuk Liverpool bersusah-payah, sebelum balik mendominasi hingga akhir laga dan menang dengan skor 1-0 lewat gol Curtis Jones di menit ke-71.

“Mereka bermain sangat berani. Benar-benar performa luar biasa sekali dari anak-anak muda dan juga pemain senior,” ujar Klopp kepada BBC.

“Adam Lallana – gila betul, luar biasa. Joe Gomez mungkin baru pertama kali mengatur pertahanan,” sambungnya. “Performa sensasional dan gol pun sangat indah dari Scouser – itu lebih dari cukup. Anda tidak bisa tampil seperti anak-anak itu jika Anda merasa tidak pede dengan kemampuan Anda.”

Liverpool berhasil mengakhiri catatan buruknya di Piala FA karena selalu tersingkir di babak awal. Liverpool dicatat menguasai 57 persen ball possesion dan melepaskan 12 attempts, lima on goal.

“Mereka semua berpikir seperti itu. Saya sangat senang mereka memperlihatkannya lagi malam ini. Satu-satunya hal yang tak diinginkan itu imbang. Perjudian kami pun berhasil.”

Bagaimana Rasanya Juara Dunia, Klopp: Sensasional

Liverpool menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2019. Manajer Juergen Klopp girang betul, dan menilai rasanya sangat sensasional.

Liverpool mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub pertamanya, usai mengalahkan Flamengo di final. Di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Minggu (22/12/2019) dini hari WIB, The Reds menang 1-0 lewat gol tunggal Roberto Firmino.

Keberhasilan ini membuat Liverpool memastikan trofi ketiganya sepanjang 2019, setelah trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa. Klopp girang betul bisa memenangkannya. “Pada saat ini, kami harus melihat malam yang indah untuk kami, klub, untuk semua orang yang bersama kami,” kata Klopp, seperti dilansir Sky Sports.

“Kami bermain dalam lima hari, sehingga ini adalah masa yang sulit, tetapi anak-anak memperlihatkan keinginan membuat langkah dari laga ke laga, untuk memenangkan laga berikutnya, tantangan berikutnya, dan saya benar-benar senang dengan itu.

“Malam ini, kami tidak bisa melakukan lebih dari memenangkan pertandingan ini. Menang untuk pertama kalinya untuk klub yang luar biasa ini, Piala Dunia Klub.

“Sebelum pertandingan saya katakan saya tidak tahu persis bagaimana rasanya [memenangkan piala], tetapi sekarang saya bisa mengatakan itu luar biasa. Benar-benar sensasional. Saya sangat bangga pada anak-anak,” ungkap manajer asal Jerman itu.

Jurgen Klopp Sampai 2024 di Liverpool

Jurgen Klopp telah menyetujui kontrak baru yang akan membuatnya bertahan di Liverpool hingga 2024.

Kontrak itu menjadikan Klopp sebagai manajer terlama klub sejak Bob Paisley.

Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group, telah mencoba untuk memperpanjang kesepakatan Klopp sejak akhir musim lalu ketika pelatih Jerman itu meraih trofi Liga Champions.

Pelatih berusia 52 tahun itu telah menghabiskan tujuh tahun di masing-masing klub sebelumnya – Mainz dan Borussia Dortmund – dan ditetapkan untuk tinggal lebih lama di Anfield dengan kontraknya 7 juta pounds per tahun yang akan berakhir pada 2022.

Klopp sekarang telah menyetujui periode terpanjang dalam karir manajerialnya bersama Liverpool dan akan tetap dibantu oleh asistennya Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders, yang juga telah menyetujui kesepakatan hingga 2024.

Klopp berkata: “Bagi saya pribadi, ini adalah pernyataan niat, pernyataan yang dibangun di atas pengetahuan saya tentang apa yang telah kita capai sejauh ini dan apa yang masih harus kita capai. Ketika saya melihat perkembangan klub dan kerja kolaboratif yang terus terjadi, saya merasa kontribusi saya hanya dapat tumbuh.

“Orang-orang melihat apa yang terjadi di lapangan sebagai ukuran kemajuan kami dan meskipun itu adalah ukuran terbaik, itu bukan satu-satunya ukuran. Saya telah melihat komitmen dari kepemilikan hingga setiap aspek dan fungsi klub yang dapat Anda pikirkan.

“Ketika telepon datang pada musim gugur 2015, saya merasa kami sempurna untuk satu sama lain; jika ada, sekarang saya merasa saya meremehkan itu. Hanya dengan keyakinan total bahwa kolaborasi ini tetap saling melengkapi di kedua sisi sehingga saya dapat membuat komitmen ini hingga 2024. Jika saya tidak melakukannya, saya tidak akan menandatangani ulang.

“Klub ini berada di tempat yang bagus, aku tidak bisa berpikir untuk pergi. Saya juga harus menyoroti peran direktur olahraga kami, Michael Edwards, dalam perjalanan sejauh ini. Masukan dan kolaborasinya sama pentingnya dengan siapa pun dalam menempatkan kami pada posisi untuk bersaing memperebutkan gelar-gelar teratas gim. ”

Liverpool unggul delapan poin di Liga Premier saat mereka mengejar trofi liga pertama dalam 30 tahun dan akan tampil di Piala Dunia Klub. Juara Eropa juga telah membuat kemajuan substansial di luar lapangan juga dengan rmembangun jalan Anfield Road baru yang, mengikuti pembangunan kembali tribum utama, akan meningkatkan kapasitas stadion menjadi lebih dari 61.000. Kompleks pelatihan bernilai 50 juta pounds di Kirkby yang aqqkan selesai musim panas mendatang.

Pemilik utama Liverpool John Henry, ketua Tom Werner dan presiden FSG Mike Gordon mengeluarkan pernyataan bersama untuk menyatakan kegembiraan mereka atas kesediaan Klopp untuk memperpanjang masa tinggalnya.

Kemenangan ke-100 Klopp di Liga Inggris Terasa Indah Sekali

Juergen Klopp senang bukan main dengan performa Liverpool saat mengalahkan Everton. Menurut Klopp, gol-gol The Reds terbilang indah sekali.

Menghadapi Everton di Anfield, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB, Liverpool sudah tancap gas sejak menit awal dan menutup babak pertama dengan keunggulan 4-2. Gol-gol dibuat Divock Origi (2 gol), Xherdan Shaqiri, dan Sadio Mane.

Memasuki babak kedua, Liverpool memperbesar keunggulan di menit ke-88 lewat gini Wijnaldum sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan 5-2. Tambahan tiga poin ini mengukuhkan posisi Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris.

Dari statistik pertandingan, Liverpool membuat total 16 attempts, lima di antaranya menjadi gol. Mereka menguasai 60 persen ball possesion dan punya akurasi passing di atas 80 persen. Klopp mengaku puas dengan raihan tiga poin yang membuat Liverpool tetap unggul 11 poin atas juara bertahan Manchester City. Dia juga senang melihat gol-gol cantik yang dibuat anak asuhnya, yang kebanyakan diawali umpan-umpan panjang dari lini belakang.

“Semua golnya indah sekali, luar biasa. Gol-gol cantik, passing luar biasa, permainan cantik. Saya sangat suka sekali,” ujar Klopp di BBC.

Gol-gol tersebut membuat kemenangan ke-100 Klopp di Premier League terasa begitu indah. Dikutip Opta, Klopp jadi manajer tercepat kedua, setelah Jose Mourinho (142 laga), yang mampu meraih 100 kemenangan, yakni di laga ke-159.

Klopp: Liverpool Luar Biasa Selama 75 Menit

Liverpool berhasil mengalahkan Manchester City 3-1 di lanjutan Premier League. Manajer Juergen Klopp menyebut Liverpool tampil luar biasa selama 75 menit laga.

Pekan ke-12 Liga Inggris 2019/2020 menyajikan big match Liverpool vs Manchester City. Pertandingan berlangsung di Anfield, Minggu (10/11/2019) malam WIB.

The Reds langsung menggebrak dan unggul dua gol di babak pertama lewat sepakan roket Fabinho dan tandukan Mohamed Salah. Sadio Mane mencetak gol ketiga Liverpool di babak kedua, sementara City membalas melalui gol Bernardo Silva. Sepanjang 15 menit menjelang pertandingan berakhir, skuat asuhan Josep Guardiola itu mencoba melancarkan serangan total untuk mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya lini pertahanan Liverpool membuat City tidak dapat menambah golnya.

Klopp salut dengan ketenangan Liverpool dalam meredam serangan-serangan ganas The Citizens. Kemenangan ini mengukukuhkan Si Merah di puncak klasemen Liga Inggris dengan perolehan 34 poin, unggul delapan poin dari sang juara bertahan.

“Pertandingan yang luar biasa. Jika anda ingin menang melawan City, anda harus punya sesuatu yang spesial dan kami harus kuat,” kata Klopp dikutip dari BBC. “Ketika City mulai mengontrol pertandingan di 15 menit terakhir, itu sangat menegangkan, namun anda juga bisa melihat kualitas yang ditampilkan anak-anak asuhan saya. Mereka melakukan hal-hal luar biasa sepanjang 75 menit pertandingan,” tambah dia.

Persaingan Liga Inggris akan kembali usai jeda internasional. Liverpool akan mencoba meneruskan tren tidak terkalahkan saat menyambangi Crystal Palace pada 23 November 2019.

Klopp Nikmati Kemenangan Liverpool, Tidak dengan Pertandingannya

Juergen Klopp menikmati hasil Liverpool atas Genk, tapi tidak terlalu gembira dengan bagaimana laga berjalan. Liverpool disebutnya kehilangan ketenangan.

Liverpool menang telak 4-1 saat bertandang ke Luminus Arena, Kamis (24/10/2019) dini hari WIB di laga matchday 3 Liga Champions. Alex Oxlade-Chamberlain sudah membawa ‘Si Merah’ memimpin di menit kedua, tapi momentum itu malah sempat memudar.

Genk justru menebar sejumlah ancaman di sisa waktu babak pertama. Mbwana Samatta dan Paul Onuachu misalnya, sudah tinggal menghadapi Alisson Becker saja, namun Liverpool tertolong penyelesaian akhir yang buruk.

Gol kedua Chamberlain di menit ke-57 menjadi momentum lain buat Liverpool, dan kali ini benar-benar dimanfaatkan. Sadio Mane mencetak gol ketiga tim di menit ke-77, disusul gol lain dari Mohamed Salah 10 menit berselang.

Noda buat Liverpool hadir di menit ke-88 ketika Stephen Odey mencetak gol hiburan. Sang juara bertahan pun gagal pulang dengan catatan clean sheet.

Adalah salah Liverpool sendiri sehingga momentum bagus di awal babak pertama hilang begitu saja, berganti tekanan yang intens dari lawan. Klopp lega para pemainnya masih mampu mengunci pertandingan dalam kesempatan berikutnya.

“Ada momen-momen bagus. Startnya brilian, kami semacam luwes dalam bermain. Tapi kemudian kami mulai, entah kenapa, kehilangan kesabaran dan kehilangan sejumlah bola mudah. Tapi semua empat gol kami itu brilian dan kami punya kans untuk mencetak gol lebih banyak,” ungkapnya kepada BT Sport, sebagaimana dikutip BBC.

“Di beberapa tahun sebelumnya, kami mungkin akan berimbang di laga semacam ini, bahkan mungkin kalah. Tapi semuanya banyak-baik saja. Ini pertandingan yang intens, kami butuh berkonsentrasi.”

“Lawan kami memasukkan pemain tertinggi mereka dan mereka bermain baik dari bola-bola pertama dan kedua. Kami bermain dengan spekulasi, kapan kami benar-benar harus maju. Lalu mereka memenangi bola-bola kedua. Jadi saya tak terlalu menikmati pertandingannya, tapi menikmati hasilnya,” tandas pria Jerman ini.

Liverpool ke Suporternya: Waspadalah di Napoli!

Liverpool memperingatkan suporternya yang ikut berangkat ke Naples, Italia. The Reds khawatir fannya kembali jadi sasaran kekerasan pendukung tuan rumah.

Liverpool akan bertandang ke San Paolo untuk melawan Napoli dalam matchday 1 Grup E Liga Champions 2019/20, Rabu (18/9/2019) dini hari WIB. Sebanyak 2.558 suporter Liverpool diperkirakan akan datang mendukung tim kesayangan mereka. Jumlah itu merupakan alokasi tiket yang diberikan untuk Liverpool sebagai tim tamu.

Jelang laga dimulai, kubu The Reds pun mengingatkan suporternya menjaga keamanan diri masing-masing. Liverpool berkaca pada kejadian di bulan Oktober 2010, saat tiga suporter Liverpool ditusuk dan 4 orang lainnya terluka karena serangan puluhan ultras Napoli. Saat itu, mereka dibuntuti ketika hendak pulang ke penginapan.

Demi menghindari kejadian serupa, Liverpool mengeluarkan panduan untuk suporter yang melakukan perjalanan ke Naples. Dikutip dari situs resmi klub, ada sejumlah larangan yang diberikan untuk suporter.

“Suporter yang tiba di Naples sebelum hari pertandingan harus tetap di hotel masing-masing untuk makan dan minum,” tulis imbauan tersebut.

“Suporter tidak berkumpul dalam jumlah besar di area publik dan hindari pergi sendirian di wilayah yang jauh dari area pelabuhan dan bandara.”

“Suporter yang hendak mengunjungi area pusat kota dihimbau untuk tetap waspada akan bahaya seperti pencurian, perampokan, dan penganiayaan.” Selain itu, suporter juga dilarang untuk menggunakan pakaian dan atribut Liverpool di tempat umum.

“Suporter sangat disarankan untuk tidak memakai pakaian warna klub saat ada di luar pelabuhan dan bandara,” ujar himbauan tersebut.

Titik kumpul untuk para suporter Liverpool pun sudah ditetapkan, yakni di Stazione Marittima. Dari sana, mereka akan disediakan bus untuk pergi ke San Paolo dan juga untuk pulang.

Selain itu, suporter Liverpool baru bisa meninggalkan stadion satu jam setelah laga usai. Hal ini tampaknya untuk mencegah kepadatan dan pertemuan di jalan dengan suporter Napoli.

Klopp: Liverpool Terbaik di Eropa? City yang Terbaik di Dunia

Juergen Klopp merendah saat Liverpool disebut yang terbaik di Eropa. Manajer The Reds menilai, masih ada Manchester City yang merupakan tim terbaik di dunia.

Musim lalu, Liverpool menjadi juara Liga Champions 2018/2019. Mohamed Salah dkk mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final.

Keberhasilan itu membuat Liverpool disebut-sebut sebagai tim terbaik di Eropa sejauh ini. Pujian itu dilontarkan jelang Si Merah memulai persaingan di Liga Champions 2019/2020 dengan menghadapi Napoli di San Paolo, Rabu (18/9) dini hari WIB.

Klopp pun membantahnya. Entah sindiran atau bukan, manajer asal Jerman itu menilai Liverpool tidak bisa disebut terbaik di Eropa karena ada Manchester City, yang dinilai tim terbaik di dunia.

“Ada banyak tim bagus di luar sana dan anda harus membuktikannya secara terus menerus,” ujar Klopp, seperti dilansir BBC.

“Kami tidak bisa menjadi tim terbaik di Eropa karena Manchester City adalah tim terbaik di dunia. Saya dengar itu di planet yang sama.”

“Musim lalu, kami benar-benar bagus. Saya tidak terlalu yakin kami tim terbaik di Eropa, tetapi kami benar-benar bagus di saat yang tepat dan itulah mengapa kami memenangkan Liga Champions,” jelasnya.

Musim lalu, Liverpool sendiri kalah dari Manchester City dalam persaingan juara Liga Inggris 2018/2019. The Citizen hanya unggul satu poin di klasemen akhir Liga Inggris dari Liverpool, yakni 98-97.